• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

G. Pedoman Observasi

I. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Data yang baik adalah data yang sesuai dengan kenyataan dan bersifat tetap serta dapat dipercaya. Data yang sesuai dengan kenyataan sebenarnya disebut data yang valid. Sedangkan data yang dapat dipercaya disebut data yang reliabel. Agar dapat diperoleh data yang valid dan reliabel, maka instrumen penilaian yang digunakan harus memiliki data validitas dan reliabilitas (Widoyoko: 2013).

a. Validitas Instrumen

Validitas berhubungan erat dengan tingkat ketepatan dan kecermatan instrument pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya. Azwar (2013) mengungkapkan bahwa suatu tes yang memiliki validitas tinggi berarti mampu

menjalankan fungsi ukurnya dengan tepat serta dengan kecermatan yang tinggi. Kecermatan yang dimaksud disini yaitu dalam hal mendeteksi perbedaan kecil pada atribut yang diukurnya. Penelitian ini akan menggunakan validitas yang meliputi construct validity, content validity, dan face validity.

Construct validity (validitas konstrak) menunjukkan sejauhmana suatu tes mengukur trait atau kontrak teoritik yang hendak diukurnya (Azwar: 2013). Construct validity hampir sama dengan konsep, keduanya merupakan abstraksi dan generalisasi yang perlu diberi deinisi sedemikian rupa sehingga dapat diamati dan diukur. Content validity (validitas isi) menunjukkan sejauhmana item dalam tes dapat mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak diukur (Azwar: 2013). Maksudnya yaitu tes haruslah, relevan, komprehensif dan tidak menyimpang dari tujuan pengukuran. Uji validitas isi terhadap instrument dillakukan dengan menggunakan analisis rasional. Instrument soal dianggap baik apabila item yang dibuat sesuai dengan Blue Print atau indikator perilaku yang hendak diungkapkan. Face validity (validitas muka) berkaitan dengan pengukuran atribut yang konkret dan penilaian para ahli serta pengguna alat ukur tersebut (Arifin: 2009). Uji validitas muka dilakukan dengan menilai kelayakan instrument berdasarkan penampilan bukan kriteria objektif. Validitas muka dikatakan terpenuhi apabila isi alat ukur telah sesuai dengan apa yang ingin diukur. Validitas yang dimaksudkan disini adalah komentar dari pengguna alat ukur mengenai kesesuaian dari konsep namun komentar. Penjelasan validitas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.10.

Tabel 3.10

Penjelasan validitas instrumentasi yang digunakan dalam penelitian ini

Teknik Pengumpulan

Data

Instrumen Tahapan Jenis Validitas Cara Pengujian Instrumen

Wawancara

Pedoman wawancara analisis kebutuhan guru

Studi Pendahuluam Validitas isi / Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen) Pedoman wawancara

anlisis kebutuhan siswa

Studi Pendahuluan Validitas isi / Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen) Pedoman Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Produk Validitas isi / Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen) Pedoman wawancara

pendapat guru terhadap uji coba lapangan terbatas

Uji Coba Terbatas Validitas isi / Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen)

Observasi Lembar obeservasi

Validasi Produk

- Instrumen Terstandar (Kemendikbud, 2014: 128) Uji Coba Lapangan

Terbatas -Instrumen Terstandar (Kemendikbud, 2014: 128) Kuesioner Kuesioner Penilaian RPPH Studi Pendahuluan - Instrumen Terstandar (Kemendikbud, 2014: 125) Validasi Produk - Instrumen Terstandar

(Kemendikbud, 2014: 125) Kuesioner Penilaian

Silabus Studi Pendahuluan

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen)

Kuesioner pendapat siswa sesudah uji

coba lapangan terbatas

Uji coba lapangan terbatas

Validitas isi / Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen) Validitas

permukaan / Face Validity

Dilakukan lewat pendapat / komentar siswa terhadap kuesioner.

Dokumentasi Tes (Pretest & Posttest)

Uji coba lapangan terbatas

Validitas isi / Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pembelajaran (dosen) dan Guru Kelas I SD Validitas

permukaan / Face Validity

Dilakukan lewat pendapat / komentar guru terhadap soal yang disusun

Validitas konstruk / construct validity

Dilakukan melalui uji validitas di lapangan

Peneliti melakukan uji validitas konstruk soal evaluasi pada tahap instrumentasi uji coba terbatas dalam penelitian ini. Uji validitas ini bertujuan untuk memperoleh soal-soal pretest dan posttest yang dapat memberikan hasil ukur secara tepat dan akurat. Validitas konstruk dalam penelitian ini dilakukan secara empiris. Peneliti mengujikan 40 soal uraian yang telah dibuat oleh peneliti. Uji validitas tersebut dilakukan pada 31 siswa kelas II SDN J. Validitas soal dapat

dihitung menggunakan rumus korelasi point biserial ( )menurut Mundir (2013: 132).

3.4 Rumus korelasi point biserial

Keterangan:

= koefisien korelasi point biserial yang dicari

= rata-rata hitung data interval dari subjek berkategori 1 = rata-rata hitung data interval dari subjek berkategori 0 s = simpangan baku dari keseluruhan data interval

p = proporsi kasus berkategori 1 q = proporsi kasus berkategori 0

Validitas soal evaluasi dapat dihitung dengan cara manual, yaitu dengan membandingkan rpbihitung dalam hal ini korelasi point biserial dengan rpbi tabel. Suatu soal dapat dikatakan valid yaitu apabila rpbi hitung ≥ rpbi tabel, sebaliknya jika rpbihitung < rpbitabel maka dikatakan tidak valid (Priyatno, 2012: 110).

b. Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas merupakan hasil suatu pengukuran yang dapat menghasilkan data yang ajeg, konsisten, stabil, dan dapat dipercaya. Hal tersebut menandakan kapanpun alat penilaian tersebut digunakan akan menunjukkan hasil yang relatif sama (Azwar: 2013). Cara mencari reliabilitas soal evaluasi dapat menggunakan metode Alpha Cronbach (Purwanto: 2009). Rumus uji reliabilitas terdapat pada gambar 3.5.

Gambar 3.5 Rumus uji reliabilitas

Keterangan: n = Jumlah butir

= Varians butir = Varians total

Hasil perhitungan tersebut kemudian menjadi dasar penentuan kualitas soal evaluasi yang berpedoman pada tabel kriteria koefisien reliabilitas menurut Sugiyono (2011). Tabel koefisien reliabilitas menurut menurut Sugiyono (2013) dapat dilihat pada tabel 3.11.

Tabel 3.11

Kriteria Koefisien Reliabilitas

Interval koefisien reliabilitas Kualitatif

0,91 – 1,00 Sangat tinggi

0,71 – 0,90 Tinggi

0,41 – 0,70 Cukup

0,21 – 0,40 Rendah

Negatif – 0,20 Sangat rendah

Uji reliabilitas soal evaluasi dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16.0. Penggunaan program SPSS 16.0 memudahkan peneliti dalam menghitung reliabilitas soal evaluasi. Hasil yang diperoleh dari perhitungan berdasarkan program SPSS 16.0 kemudian oleh peneliti digunakan untuk melihat kualitas soal berdasarkan tabel criteria koefisien reliabilitas menurut Sugiyono tersebut.