BAB II KAJIAN PUSTAKA
C. Instrumen Penelitian
3. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Validitas mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2008:5). Validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang dianggap orang seharusnya diukur oleh alat tersebut (Furchan, 1982:281). Secara singkat menurut Nurgiyantoro (2009:338) dapat dikatakan bahwa validitas alat penelitian mempersoalkan apakah alat itu dapat mengukur apa yang akan diukur. Validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Validitas isi adalah validitas yang mempertanyakan bagaimana kesesuaian antara instrumen dengan tujuan dan deskripsi masalah yang akan diteliti (Nurgiyantoro, 2009:339). Salah
satu kriteria instrumen penelitian ini diperiksa dengan validitas isi (content validity), dikarenakan penyusunan instrumen didasarkan pada kisi-kisi yang sesuai dengan aspek tujuan, bahan/deskripsi bahan, indikator dan jumlah pernyataan per indikator.
Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada pertimbangan yang dilakukan oleh ahli (expert judgement), guna menelaah kualitas konstruk secara logis setiap butir item pernyataan kuesioner tingkat konsep diri siswa, yang bertujuan agar setiap item pernyataan yang dibuat secara logis tepat /sesuai dengan konstruk kisi-kisinya (Nurgiyantoro, 2009:339).
Hasil telaah ahli dilengkapi dengan uji empirik untuk memeriksa keterpenuhan kriteria konsistensi internal setiap item terhadap aspeknya. Teknik uji yang digunakan adalah dengan cara mengkorelasikan skor-skor item terhadap skor-skor aspek melalui pendekatan analisis korelasi Pearson Product Moment. Formulasi yang digunakan dalam analisis konsistensi internal butir item adalah sebagi berikut
XY r =
( )( )
( )
{
∑ ∑
−∑ ∑
}{
∑∑
−( )∑
}
− 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N Keterangan : XYr = korelasi skor butir dengan skor-skor aspek
N = jumlah subyek
X = skor item/butir
XY = hasil perkalian antara skor item (X) dan skor total aspek (Y) Patokan koefisien validitas minimal untuk melihat valid tidaknya nomor-nomor item skala adalah dengan melihat patokan koefisien
Cronbach (Azwar, 1999:103). Dalam patokan tersebut dikatakan bahwa patokan koefisien validitas menggunakan patokan minimal 0,30. Item yang koefisien validitasnya < 0,30 dinyatakan gugur sedangkan item yang koefisien validitasnya > 0,30 dinyatakan valid.
Reliabilitas menunjuk pada pengertian apakah sebuah instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu ke waktu (Nugiyantoro, 2009:341). Jadi kata kunci untuk syarat kualifikasi suatu instrumen pengukur adalah konsistensi, keajegan atau tidak berubah-ubah. Pendekatan yang digunakan untuk memeriksa reliabilitas kuesioner pada penelitian ini adalah teknik belah dua gasal-genap (split half). Bagian pertama berupa item bernomor gasal dan bagian kedua berupa item-item bernomor genap.
Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner tingkat konsep diri para siswa dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi skor item gasal dan skor item genap dengan menggunakan teknik Product Moment dari Pearson. Hasil perhitungan korelasi product momen belahan itu kemudian dikoreksi dengan formula Spearman-Brown sebagai berikut.
tt r = gg gg r r + × 1 2 Keterangan :
tt
r = koefisien reliabilitas seluruh instrumen
gg
r = koefisien korelasi skor belahan gasal-genap
Hasil perhitungan dikonsultasikan ke kriteria Guilford (Guilford, dalam Masidjo, 2006:72) sebagai berikut:
Tabel 2
Kriteria Guilford
No Koefisien Korelasi Kualifikasi
1. 0,91 - 1,00 Sangat Tinggi 2. 0,71 – 0,90 Tinggi
3. 0.41 – 0,70 Cukup 4. 0,21 – 0.40 Rendah 5. Negatif – 0,20 Rendah Sekali
1. Pengembangan Instrumen
a. Telaah Ahli (Expert Judgement) terhadap Kuesioner
Penelaahan butir-butir pada instrumen dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi yaitu, Dr. Gendon Barus, M.Si Berdasar hasil penelaahan terhadap instrumen, perlu dilakukan perbaikan pada butir-butir instrumen agar setiap butir-butir pernyataan yang dibuat berisi kalimat yang efektif sehingga mudah dipahami dan butir dirumuskan secara logis tepat/sesuai dengan konstruk kisi-kisinya.
Hasil Rekam Proses Telaah Instrumen oleh Dr. Gendon Barus, M.Si 1) Masukan dan saran terhadap pengembangan instrumen:
a) Setiap indikator dalam aspek harus mewakili muatan aspek kognisi, afeksi dan behavior dari konstruk konsep diri.
b) Butir-butir item hendaknya lebih dipertajam dan menjelaskan indikator yang hendak dicapai, tidak keluar dari indikator yang ada.
c) Menyederhanakan bahasa dalam kalimat item-item agar mudah dipahami dan tidak bermakna ambigu.
d) Butir-butir item hendaknya hanya berisi satu pokok pernyataan yang hendak dicapai dengan menghilangkan kata “dan” dalam item.
e) Butir-butir item yang menggunakan istilah asing hendaknya dijelaskan oleh peneliti dalam tanda kurung di belakang istilah.
f) Menempatkan item ke tempat yang lebih sesuai dengan penjelasan indikator.
g) Penomoran pada tabel kisi-kisi instrumen dibuat berurutan agar memudahkan ahli dalam memeriksa atau menelaah. h) Jumlah butir pernyataan terlalu banyak dan beberapa butir
memiliki makna yang hampir sama. Butir pernyataan dapat lebih disederhanakan lagi jumlahnya.
2) Perbaikan dan Pengembangan Instrumen dengan Memperhatikan Masukan dari Ahli :
a) Peneliti menambahkan kalimat dalam aspek 1 indikator 1.1 untuk lebih mempertajam maksudnya dengan menambahkan kalimat dari “Memiliki kesadaran tentang keadaan fisik (gemuk, kurus, tinggi, pendek” menjadi “Memiliki kesadaran akan bentuk fisik (gemuk, kurus, tinggi, pendek) dan memiliki penerimaan akan bentuk tersebut.
b) Peneliti memperbaiki kalimat dalam aspek 1 indikator 1.2, 1.3 dan 1.4 untuk lebih dapat menjelaskan pengungkapan behavior dengan mengganti kalimat dalam indikator 1.2 dari “Memiliki kesadaran tentang keadaan kesehatan diri” menjadi “Memiliki penerimaan tentang keadaan kesehatan diri”, indikator 1.3 dari “Memiliki kesadaran tentang penampilan diri” menjadi “Menghargai penampilan diri” dan indikator 1.4 dari “Memiliki kesadaran tentang bagian fisik yang menarik” menjadi “Memiliki kesadaran dan penerimaan tentang bagian fisik yang menarik”
c) Peneliti memperbaiki butir yang mengandung makna lebih dari satu pokok permasalahan dengan menghilangkan katan “dan” seperti yang terdapat dalam contoh kalimat pernyataan “Saya merasa senang dan percaya diri dengan penmpilan saya” menjadi “Saya percaya diri dengan penampilan saya”
d) Peneliti memperbaiki penomoran kisi-kisi pada tabel instrumen yang sebelumnya tidak berurutan menjadi berurutan.
e) Memangkas beberapa butir pernyataan dari 80 butir menjadi 60 butir
Tabel 3
Hasil Revisi Kuesioner Berdasarkan Telaah Ahli (Expert Judgement)
No item
Item yang diperbaiki Perbaikan
1. Saya tetap merasa percaya diri dengan keadaan fisik saya
Saya merasa percaya diri dengan keadaan fisik saya
9. Saya merasa senang dan percaya diri dengan penampilan saya
Saya percaya diri dengan penampilan saya
10. Saya merasa senang dan nyaman dengan penampilan saya kenakan setiap hari
Saya nyaman dengan pakaian yang saya kenakan tiap hari
17. Saya bangga dengan kemampuan yang saya miliki
Saya bangga karena saya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki teman lain
18. Saya menggunakan kamampuan saya sebaik mungkin
Saya menggunakan bakat yang saya miliki sebaik mungkin
20. Saya merasa kamampuan yang saya miliki bukan suatu yang istimewa dan sangat biasa saja
Saya merasa bakat yang saya miliki bukan sesuatu yang istimewa 21. Saya dapat memilih dan menjalankan
perilaku yang baik
Saya dapat memilih perilaku yang baik
25. Saya sangat marah dan mengamuk jika hal yang tidak saya kehendaki terjadi pada saya
Saya marah terhadap hal yang tidak saya kehendaki
29. Saya merasa tidak canggung dan percaya diri apabila berhadapan atau berinteraksi dengan lawan jenis
Saya merasa percaya diri apabila berhadapan atau berinteraksi dengan lawan jenis
31. Saya senang berkenalan dengan orang-orang baru dan membicarakan hal-hal yang belum saya ketahui
Saya senang berkenalan dengan orang-orang baru
34. Saya merasa kurang suka berada di lingkungan baru karena tidak sesuai dan tidak sama dengan lingkungan yang pernah saya tempati
Saya merasa kurang suka berada di lingkungan baru karena tidak sama dengan lingkungan yang pernah saya tempati
35. Saya lebih senang menyendiri dan cenderung menutup diri
Saya lebih senang menyendiri 43. Setiap pujian yang diberikan oleh
orang lain membuat saya merasa percaya diri dan memacu untuk lebih berbuat lebih baik lagi tapi tidak membuat saya menjadi sombong
Setiap pujian yang diberikan oleh orang lain membuat saya terpacu untuk lebih baik lagi
45. Saya menyadari bahwa saya membutuhkan orang lain untuk berbagi dan saling tolong menolong
Saya menyadari bahwa saya membutuhkan orang lain untuk saling tolong menolong
48. Saya kurang perduli/peka terhadap kebutuhan orang lain dan lebih suka mementingkan diri sendiri
Saya apatis (tidak perduli) terhadap kebutuhan orang lain.
52. Saya merasa nyaman dan kerasan berada di sekeliling keluarga saya
Saya merasa nyaman berada di sekeliling keluarga saya 54. Saya merasa keberadaan saya dalam
keluarga sangatlah berguna dan berharga
Saya merasa bahwa keluarga saya mebutuhkan saya
60. Saya kurang mengetahui memampuan akademik saya yang paling menonjol
Saya kurang mengetahui kemampuan akademik saya
Dari hasil penelaahan oleh ahli, serta pengembangan dan perbaikan terhadap instrumen, maka instrumen dinyatakan siap untuk diuji coba kepada subjek yang telah ditentukan karena sudah sesuai dengan konstruk kisi-kisinya.
b. Uji Empirik Terhadap Kuesioner
1) Validitas Kuesioner
Setelah dilakukan uji coba terhadap instrumen (uji empirik) kepada siswa kelas VIII di SMP Stella Duce II Yogyakarta pada hari Jumat, 24 Oktober 2010 diperoleh hasil perhitungan konsistensi internal butir pada setiap aspek menggunakan rumus
Pearson Product Moment dengan jumlah subjek (N) 34.
Hasil perhitungan tersebut diperiksa konsistensinya dengan menggunakan program komputer SPSS. Keputusan ditetapkan berdasarkan nilai koefisien korelasi. Jika koefisien di atas 0,30 maka item di nyatakan valid dan jika koefisien korelasi lebih kecil atau di bawah 0,30 maka item dinyatakan gugur/tidak valid dan item tersebut didrop. Dari hasil pemeriksaan konsistensi butir terhadap aspek didapat bahwa 12 dari 60 butir pada kuisioner
dinyatakan gugur atau tidak valid sehingga didrop karena hasil perhitungan korelasi menunjukkan lebih kecil atau di bawah 0,30. Data hasil uji konsistensi internal disajikan pada lampiran 1. 2) Reliabilitas Kuesioner
Dari data hasil uji coba (empirik) kepada siswa kelas VIII SMP Stella Duce II Yogyakarta pada hari Jumat, 24 Oktober 2010 diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus Spearman Brown yaitu 0,79. Hasil perhitungan 0,79 dikonsultasikan ke kriteria Guilford. Berdasarkan kriteria Guilford hasil perhitungan tersebut disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas kuesioner masuk dalam kategori tinggi. (lampiran 2)