• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel Independen

Dalam dokumen Pengaruh Intellectual Capital Terhadap P (Halaman 59-65)

TINJAUAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN

3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

3.1.2. Variabel Independen

Variabel independen yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya atau terpengaruhinya variabel dependen. Dalam penelitian ini variabel independen yang digunakan adalah intellectual capital yang diukur dengan VAIC, dengan ketiga komponennya yang diukur berdasarkan value added yang diciptakan oleh ketiga komponennya yaitu value added of capital employee (VACA), value added of human capital (VAHU) dan structural capital value added (STVA).

Definisi Operasional dari Variabel Dependen 3.1.2.1Intellectual Capital (IC)

Berikut tiga rumus yang digunakan dalam iB-VAIC, diantaranya:

 Tahap pertama dengan menghitung iB-Value added (iB-VA).

IB-VA dihitung dengan menggunakan cara sebagai berikut: IB-VA=OUT-IN

OUT (output) : Total pendapatan, diperoleh dari:

a. Pendapatan bersih kegiatan syariah = pendapatan operasi utama

kegiatan syariah + pendapatan operasi lainnya - hak pihak ketiga atas bagi hasil dan syirkah temporer.

Pendapatan operasi utama kegiatan syariah terdiri dari:

1. Pendapatan penyaluran dana

Pendapatan dari jual beli (pendapatan marjin murabahah); Pendapatan bersih salam parallel; Pendapatan bersih istishna parallel; Pendapatan sewa ijarah; Pendapatan pendapatan bagi

hasil musyarakah; Pendapatan bagi hasil mudharabah;

Pendapatan dari penyertaan; lainnya

2. Dari Bank Indonesia; Bonus SBIS; Lainnya.

3. Dari bank-bank lain di Indonesia; Bonus dari bank syariah lain; Pendapatan bagi hasil mudharabah (Tabungan mudharabah, Deposito mudharabah, Sertifikat investasi mudharabah antar bank); Lainnya.

b. Pendapatan operasi lainnya: Jasa investasi terikat (mudharabah

muqayyadah); Jasa layanan; Pendapatan dari transaksi valuta asing; Koreksi PPAP; Koreksi penyisihan penghapusan transaksi rek. Administrasi; Lainnya.

c. Hak pihak ketiga atas bagi hasil syirkah temporer

1. Pihak ketiga bukan bank: Tabungan mudharabah; Deposito

mudharabah; Lainnya.

2. Bank Indonesia; FPJP syariah; Lainnya.

3. Bank-bank lain di Indonesia dan di luar Indonesia; Tabungan

mudharabah; deposito mudharabah; Sertifikat investasi mudharabah antar bank; Lainnya.

IN (input) :Beban usaha/operasional dan beban non operasional kecuali beban kepegawaian/karyawan

Beban usaha/operasional kecuali beban kepegawaian

 Beban penyisihan kerugian asset produktif-bersih

 Beban estimasi kerugian komitmen dan kontijensi

 Beban operasi lainnya; Beban bonus titipan wadiah; Beban

administrasi dan umum; Beban penurunan nilai surat nerharga; Beban transaksi valuta asing; Beban promosi dan Beban Lainnya.

Value added (iB-VA) juga dapat dihitung dari akun-akun berikut:

Keterangan :

OP : operating profit (laba operasi/laba usaha);

EC : employee costs (beban karyawan)

D : depreciation (depresiasi) A : amortization (amortisasi)

 Tahap kedua dengan menghitung Value Added Capital Employee

(iB-VACA).

iB-Value Added Capital Employed (iB-VACA) adalah indikator

untuk iB-VA yang diciptakan oleh satu unit dari human capital. Rasio ini

menunjukkan kontibusi yang dibuat oleh setiap unit dari CE terhadap

value added perusahaan.

[3.2]

Keterangan:

iB-VACA : Value Added Capital Employed :rasio dari iB-VA terhadap CE

iB-VA : value added

CE : Capital Employed : dana yang tersedia (total ekuitas)

iB-VA= OP + EC + D + A

 Tahap ketiga dengan menghitung Value Added Human Capital (iB-VAHU).

iB-VAHU menunjukkan berapa banyak iB-VA dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. iB-VA menunjukkan kontribusi yang dibuat oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam HC

terhadap value added organisasi.

[3.3]

Keterangan :

iB-VAHU : Value added Human Capital : rasio dari iB-VA terhadap HC

iB-VA : Value added

HC : Human capital : beban karyawan

 Tahap keempat dengan menghitung Structural Capital Value Added

(iB-STVA).

iB-Structural Capital Value Added (STVA) mengukur jumlah SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu rupiah dari iB-VA dan merupakan indikasi bagaimana keberhasilan SC dalam penciptaan nilai. SC bukanlah ukuran yang independen sebagaimana HC dalam proses

penciptaan nilai. Artinya, semakin besar kontribusi HC dalam value

creation, maka akan semakin kecil kontribusi SC dalam hal tersebut. [3.4] Keterangan:

STVA : Structural Capital Value Added : rasio dari SC terhadap IB-VA

SC : Structural capital : IB-VA – HC

iB-VA :Value Added

 Tahap kelima menghitung iB-VAIC.

iB-VAIC mengindikasikan kemampuan intelektual organisasi yang dapat juga dianggap sebagai indicator kinerja organisasi. iB-VAIC merupakan penjumlahan dari tiga komponen sebelumnya.

iB-VAHU = iB-VA/HC

iB-STVA = SC/ iB-VA

3.2. Objek Penelitian, Unit Sampel, Populasi dan Sampel 3.2.1. Objek Penelitian

Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank

Umum Syariah dengan periode tahun 2012 -2015. Sektor perbankan syariah dipilih sebagai objek ideal dalam penelitian ini karena (1) tersaji data laporan keuangan (neraca,laba/rugi) yang dapat diakses setiap saat (2) secara intelektual karyawan di sektor perbankan lebih homogen (3) objek

sesuai dengan model penelitian Islamic Banking Value Added Capital

Employed (IBVAIC) 3.2.2. Unit Sampel

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakann

data sekunder yang mengambil unit sampel berupa laporan keuangan laba

rugi komprehensif yang bisa diakses di masing – masing web perusahaan

perbankan syariah 3.2.3. Populasi

Populasi yaitu sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu

yang mempunyai karakteristik tertentu (Indriantoro dan

Supomo,2009;115). Populasi penelitian ini adalah seluruh Bank Syariah di Indonesia yang terdapat dalam Statistik Perbankan Syariah di Otoritas Jasa Keuangan RI pada tahun 2012-2015

3.2.4. Sampel.

Jika jumlah elemen populasinya relatif banyak atau bahkan sulit dihitung (Indriantoro dan Supomo,2009;116). Pengambilan sampel dalam

penelitian ini menggunakan teknik pertimbangan (Judgment Sampling).

Metode ini merupakan tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu (umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian). Adapun penggunaan metode Judgment Sampling dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan syariah yang memiliki kriteria sebagai berikut:

1. Jenisperbankansyariah yang sudahtidak bergabung dengan

konvensional atau dengan kata lain sudah menjadi Bank Umum Syariah (BUS)

2. Perbankansyariah yang mempublikasikan laporan keuangan secara

konsisten dan lengkap secara tahunan dari tahun 2012 - 2015 3.3. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

sekunder yang bersumber dari laporan tahunan (annual report) perbankan

syariah di Indonesia tahun 2012-2015. Laporan keuangan tersebut

digunakan untuk menghitung kinerja Intellectual Capital pada Bank

Syariah serta mengetahui rasio kinerja keuangan perbankan syariah. 3.4.Metode Pengumpulan Data

Seluruh data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder. Data yang diperoleh dalampenelitian ini adalah data sekunder dengan cara mencatat data dari laporan,catatan dan arsip yang diperoleh

dari beberapa sumber. Data yang digunakan adalah laporan tahunan yang dipublikasikan oleh perusahaan perbankan syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, dengan menggunakan teknik dokumentasi.

Teknik Dokumentasi ini dilakukan dengan cara pengambilan data dari catatan-catatan/ laporan keuangan perusahaan/ bank yang berhubungan atau masih ada sangkut pautnya dengan data yang diperlukan oleh peneliti. Data dalam penelitian ini diambil dari laporan keuangan tahunan bank yang sudah dipublikasikan, serta sumber lain yang terkait dengan pokok masalah penelitian. Dalam penelitian in imetode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan mengkaji data sekunder yang berupa data laporan keuangan yang berisi tentang informasi penggunaan Modal Intelektualdan Rasio Kinerja Keuangan Bank.

Dalam dokumen Pengaruh Intellectual Capital Terhadap P (Halaman 59-65)

Dokumen terkait