D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Penilaian Responden
2.5 Variabel Loyalitas Wisatawan
Persepsi responden pada variabel loyalitas wisatawan diinformasikan melalui distribusi frekuensi dan penjelasan pada tabel 4.11 berikut:
Tabel 4.11
Persepsi Responden Variabel Loyalitas Wisatawan
Indikator Jawaban Responden
Rata-Rata
Keterangan
SS S N TS STS
Kuniungan yang
menarik 88 92 9 11 0 4.29 Sangat menarik
Bersedia dan
terikat 50 68 70 12 0 3.78 Bersedia dan
terikat Mengunjungi di
masa mendatang 64 105 31 0 0 4.17 Setuju Pilihan pertama 38 52 76 34 0 3.47 Setuju
Rata-rata dari rata-rata 3.92 loyal
Sumber: Lampiran 4.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 4.11, diinformasikan bahwa loyalitas wisatawan dinilai loyal, hal ini dikarenakan kunjungan yang menarik oleh responden dinilai sangat menarik, bersedia dan terikat dinilai bersedia dna terikat, mengunjungi di masa mendatang dinilai setuju mengunjungi di masa mendatang, pilihan pertama dinilai setuju menjadikan pilihan pertama.
34 3. Analisis Partial Least Square (PLS)
3.1 Diagram Jalur
Gambar 3.1
Digram Jalur โ Full Model
Gambar 3 menunjukkan model penelitian yang digunakan dalam pengujian hipotesis, electronic word of mouth (eWOM) (X1), citra destinasi (X2), dan kearifan lokal (X3) sebagai variabel bebas, kepercayaan wisatawan (Z) sebagai variabel mediasi, dan loyalitas wisatawan (Y) sebagai variabel terikat.
3.2 Analisis Outer Model
3.2.1 Convergent Validity Indikator ๐๐๐ Order
Convergent Validity 2nd order dimaksudkan untuk mengetahui valid tidaknya suatu dimensi dalam mengukur variabel laten. Convergent validity 2nd order setiap dimensi dalam mengukur variabel laten ditunjukkan oleh besar kecilnya loading factor. Suatu dimensi dikatakan valid apabila loading factor bernilai positif dan lebih besar dari 0.6. Berdasarkan hasil analisis model pengukuran 2nd order tabel 4.12 dapat diketahui bahwa variabel citra destinasi diukur oleh tiga dimensi yaitu dimensi kognitif, dimensi afektif, dan dimensi unik. Dimana semua
35 dimensi memiliki nilai loading factor lebih besar dari 0.6, dengan demikian dimensi tersebut dinyatakan valid dalam mengukur variabel citra destinasi.
Tabel 4.12
Convergent Validity Indikator ๐๐๐ Order
Variabel Dimensi Loading
Factor T Statistics Keterangan
Citra Destinasi
Dimensi Kognitif 0.773 20.665 Valid Dimensi Afektif 0.791 29.689 Valid
Dimensi Unik 0.895 64.553 Valid
Sumber: Lampiran 5
3.2.2 Convergent Validity Indikator ๐๐๐ Order
Convergent Validity 1st order dimaksudkan untuk mengetahui valid tidaknya indikator dalam mengukur dimensi atau variabel. Convergent validity 1st order setiap indikator dalam mengukur dimensi ditunjukkan oleh besar kecilnya loading factor. Suatu indikator pernyataan dikatakan valid apabila loading factor bernilai positif dan lebih besar 0.6. Berdasarkan hasil analisis model pengukuran 1st order pada tabel 4.13 dapat diketahui bahwa variabel eWOM diukur oleh 3 indikator.
Dimana semua indikator memiliki nilai loading factor lebih besar dari 0.6, dengan demikian indikator tersebut dinyatakan valid dalam mengukur variabel eWOM.
Kemudian variabel citra destinasi diukur oleh 5 indikator. Dimana semua indikator memiliki nilai loading factor lebih besar dari 0.6, dengan demikian indikator tersebut dinyatakan valid dalam mengukur variabel citra destinasi.
Berikutnya variabel kearifan lokal diukur oleh 4 indikator. Dimana semua indikator memiliki nilai loading factor lebih besar dari 0.6, dengan demikian indikator tersebut dinyatakan valid dalam mengukur variabel kearifan lokal.
Selanjutnya variabel kepercayaan wisatawan diukur oleh 4 indikator. Dimana semua indikator memiliki nilai loading factor lebih besar dari 0.6, dengan demikian indikator tersebut dinyatakan valid dalam mengukur variabel kepercayaan wisatawan. Variabel loyalitas wisatawan diukur oleh 4 indikator.
Dimana semua indikator memiliki nilai loading factor lebih besar dari 0.6, dengan demikian indikator tersebut dinyatakan valid dalam mengukur variabel loyalitas
36 wisatawan. Hasil pengujian convergent validity 1st order disajikan dalam tabel 4.13 berikut:
Tabel 4.13
Convergent Validity Indikator ๐๐๐ Order
Variabel Dimensi Indikator Loading
Factor
Sumber Keahlian memberi ulasan 0.822 Valid
Volume
e-WOM
Jumlah ulasan
menyimpukan hal positif 0.794 Valid Keterpercayaan
Sumber Keakuratan informasi 0.896 Valid Citra
Destinasi
Dimensi Kognitif
Kebersihan lingkungan 0.853 Valid Akomodasi baik dan
cocok 0.853 Valid
Dimensi Afektif Tujuan pariwisata yang
menarik 1.000 Valid
Dimensi Unik Komunitas yang unik 0.835 Valid Iklim dan keindahan alam
yang unik 0.857 Valid
Kearifan Lokal
Nilai Lokal Masyarakat bersikap
ramah 0.714 Valid
Masyarakat patuh pada
aturan adat 0.850 Valid
Masyarajat membantu
sesama 0.861 Valid
Masyarakat bersikap jujur 0.866 Valid Kepercayaan
diandalkan 0.813 Valid
Percaya pada
Dimensi Afektif Lebih bersedia dan terikat 0.892 Valid Dimensi
Konatif
Tetap mengunjungi di
masa mendatang 0.880 Valid
Dimensi
Perilaku atau Tindakan
Menjadikan pilihan
pertama 0.899 Valid
37 Convergent Validity 1st order selain dapat dilihat melalui loading factor, juga dapat diketahui melalui Average Variance Extracted (AVE). Suatu instrumen dinyatakan memenuhi pengujian validitas konvergen apabila memiliki Average Variance Extracted (AVE) diatas 0.5. Berdasarkan tabel 4.14 dapat diketahui bahwa variabel eWOM, citra destinasi yang diukur oleh dimensi kognitif, dimensi afektif, dimensi unik, variabel kearifan lokal, kepercayaan wisatawan, dan loyalitas wisatawan memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) yang lebih besar dari 0.5, dengan demikian semua indikator yang mengukur variabel tersebut dinyatakan valid. Hasil pengujian Convergent Validity 1st order disajikan dalam tabel 4.14 berikut:
Tabel 4.14
Hasil Perhitungan Average Variance Extracted (AVE)
Variabel Dimensi AVE Keterangan
Electronic Word of
Mouth 0.703 Valid
Citra Destinasi Dimensi Kognitif 0.728 Valid
Dimensi Afektif 1.000 Valid
Dimensi Unik 0.716 Valid
Kearifan Lokal 0.681 Valid
Kepercayaan Wisatawan 0.600 Valid
Loyalitas Wisatawan 0.693 Valid
Sumber: Lampiran 5.
3.2.3 Discriminant Validity
Discriminant Validity dihitung menggunakan cross loading dengan kriteria bahwa apabila nilai loading factor dalam suatu variabel yang bersesuaian lebih besar dari nilai korelasi indikator dengan variabel lainnya maka indikator tersebut dinyatakan valid dalam mengukur dimensi yang bersesuaian. Berdasarkan pengukuran cross loading pada tabel 4.15, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan indikator yang mengukur variabel eWOM, citra destinasi yang diukur oleh dimensi kognitif, dimensi afektif, dimensi unik, variabel kearifan lokal, kepercayaan wisatawan, dan loyalitas wisatawan menghasilkan loading factor yang lebih besar dibandingkan dengan cross loading pada indikator lainnya, dengan demikian indikator tersebut dapat dinyatakan valid. Hasil perhitungan cross loading disajikan dalam tabel 4.15 berikut:
38 Tabel 4.15
Hasil Perhitungan Discriminant Validity
Indikator X1 X2.1 X2.2 X2.3 X3 Y Z Keahlian memberikan ulasan 0.822 0.186 0.471 0.317 0.626 0.608 0.527 Menyimpulkan hal positif 0.794 0.275 0.447 0.445 0.570 0.528 0.605 Keakuratan informasi 0.896 0.189 0.570 0.447 0.764 0.676 0.718 Kebersihan lingkungan 0.305 0.853 0.346 0.424 0.288 0.366 0.343 Akomodasi baik 0.130 0.853 0.328 0.474 0.054 0.198 0.116 Pariwisata yang menarik 0.596 0.395 1.000 0.614 0.558 0.628 0.606 Komunitas unik 0.264 0.531 0.405 0.835 0.271 0.332 0.220 Iklim dan keindahan unik 0.543 0.365 0.627 0.857 0.591 0.629 0.616 Masyarakat ramah 0.484 0.188 0.382 0.364 0.714 0.496 0.531 Patuh pada aturan adat 0.701 0.138 0.536 0.485 0.850 0.696 0.721 Membantu sesama 0.655 0.034 0.426 0.372 0.861 0.629 0.729 Bersikap jujur 0.723 0.305 0.484 0.470 0.866 0.697 0.745 Kualitas bentang alam 0.408 0.557 0.542 0.539 0.370 0.628 0.418 Wisatawan saling mendukung 0.656 0.175 0.551 0.447 0.737 0.892 0.724 Warga lokal dapat diandalkan 0.611 0.236 0.500 0.524 0.651 0.880 0.687 Pemesanan tiket tersedia baik 0.698 0.227 0.521 0.438 0.747 0.899 0.721 Kunjungan selalu menarik 0.498 0.448 0.430 0.491 0.465 0.471 0.606 Lebih bersedia 0.660 -0.055 0.426 0.287 0.761 0.683 0.830 Tetap mengunjungi 0.540 0.314 0.520 0.449 0.636 0.595 0.813 Pilihan pertama 0.589 0.213 0.509 0.373 0.686 0.644 0.826 Sumber: Lampiran 5.
3.2.4 Composite Reliability
Perhitungan yang dapat digunakan untuk menguji reliabilitas konstruk adalah composite reliability dan cronbach alpha. Kriteria pengujian menyatakan bahwa apabila composite reliability bernilai lebih besar dari 0.7 dan cronbach alpha lebih besar dari 0.6 maka konstruk tersebut dinyatakan reliabel. Hasil perhitungan
39 composite reliability dan cronbach alpha dapat dilihat melalui ringkasan yang disajikan dalam tabel 4.16 berikut:
Tabel 4.16
Hasil Perhitungan composite reliability dan cronbach alpha Variabel Dimensi Composite
Reliability
Cronbachs Alpha
Keterangan
Electronic Word
of Mouth 0.876 0.788 Valid
Citra Destinasi
Dimensi
Kognitif 0.842 0.626 Valid
Dimensi
Afektif 1.000 1.000 Valid
Dimensi Unik 0.834 0.603 Valid
Kearifan Lokal 0.895 0.842 Valid
Kepercayaan
Wisatawan 0.855 0.772 Valid
Loyalitas
Wisatawan 0.899 0.846 Valid
Sumber: Lampiran 5.
Berdasarkan tabel 4.16 dapat diketahui bahwa variabel eWOM, citra destinasi yang diukur oleh dimensi kognitif, dimensi afektif, dimensi unik, variabel kearifan lokal, kepercayaan wisatawan, dan loyalitas wisatawan menghasilkan nilai composite reliability yang lebih besar dari 0.7 dan nilai cronbach alpha lebih dari 0.6. Dengan demikian indikator yang mengukur variabel eWOM citra destinasi yang diukur oleh dimensi kognitif, dimensi afektif, dimensi unik, variabel kearifan lokal, kepercayaan wisatawan, dan loyalitas wisatawan dinyatakan reliabel.
3.3 Inner Model
3.3.1 Goodness of Fit Model
Goodness of fit model digunakan untuk mengetahui besarnya kemampuan variabel endogen untuk menjelaskan keragaman variabel eksogen, atau dengan
40 kata lain untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel eksogen terhadap variabel endogen. Goodness of fit model dalam analisis PLS dilakukan dengan menggunakan R-Square dan Q-Square predictive relevance (Q2). Adapun hasil Goodness of fit Model yang telah diringkas dalam tabel 4.17 berikut:
Tabel 4.17
Perhitungan Goodness of fit Model
Endogen R Square
Kepercayaan Wisatawan 0.728
Loyalitas Wisatawan 0.705
Q2 = 1 โ [(1 โ R12) (1 โ R22)]
Q2 = 1 โ [(1 โ 0.728) (1 โ 0.705)] = 0.920 Sumber: Lampiran 5.
R-square variabel kepercayaan wisatawan bernilai 0.728 (72.8%). Hal ini dapat menunjukkan bahwa keragaman variabel kepercayaan wisatawan mampu dijelaskan oleh variabel eWOM, citra destinasi, dan kearifan lokal sebesar 72.8%, atau dengan kata lain kontribusi variabel eWOM, citra destinasi, dan kearifan lokal terhadap variabel kepercayaan wisatawan sebesar 72.8%, sedangkan sisanya sebesar 27.2% merupakan kontribusi variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. R-square variabel loyalitas wisatawan bernilai 0.705 (70.5%). Hal ini dapat menunjukkan bahwa keragaman variabel loyalitas wisatawan mampu dijelaskan oleh variabel eWOM, citra destinasi, kearifan lokal, dan kepercayaan wisatawan sebesar 70.5%, atau dengan kata lain kontribusi variabel eWOM, citra destinasi, kearifan lokal, dan kepercayaan wisatawan terhadap variabel loyalitas wisatawan sebesar 70.5%, sedangkan sisanya sebesar 29.5% merupakan kontribusi variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Q-Square predictive relevance (Q2) bernilai 0.920 atau 92.0%. Hal ini dapat menunjukkan bahwa keragaman variabel loyalitas wisatawan mampu dijelaskan oleh model secara keseluruhan sebesar 92.0%, atau dengan kata lain kontribusi variabel eWOM, citra destinasi, kearifan lokal, dan kepercayaan wisatawan terhadap variabel loyalitas wisatawan secara keseluruhan (pengaruh langsung dan
41 tidak langsung) sebesar 92.0%, sedangkan sisanya sebesar 8.0% merupakan kontribusi faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
3.4 Pengujian Hipotesis Pengaruh
3.4.1 Pengujian Hipotesis Pengaruh Langsung
Pengujian hipotesis pengaruh langsung digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara langsung variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengujian menyatakan bahwa apabila koefisien jalur bernilai positif dan apabila nilai t statistics โฅ t tabel (1.64) maka dinyatakan ada pengaruh positif dan signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat, hasil pengujian hipotesis dapat diketahui melalui tabel 4.18 berikut:
Tabel 4.18
Perhitungan Pengujian Hipotesis Pengaruh Langsung Hipotesis Path
Berdasarkan pengujian yang tertera dalam tabel 4.18 dapat diketahui bahwa:
a. Pengaruh eWOM terhadap loyalitas wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.164 dengan nilai t statistics sebesar 2.525. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai t statistics > t tabel (1.64). Menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan eWOM terhadap loyalitas wisatawan. Hal ini berarti eWOM yang baik cenderung meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal.
b. Pengaruh citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.222 dengan nilai t statistics sebesar 4.221. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai t statistics > t tabel (1.64). Menyatakan
42 bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan. Hal ini berarti citra destinasi yang sangat baik cenderung meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal.
c. Pengaruh kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.264 dengan nilai t statistics sebesar 2.832. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai t statistics > t tabel (1.64). Menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan. Hal ini berarti kearifan lokal yang baik cenderung meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal.
d. Pengaruh eWOM terhadap kepercayaan wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.178 dengan nilai t statistics sebesar 2.908. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai t statistics > t tabel (1.64). Menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan eWOM terhadap kepercayaan wisatawan. Hal ini berarti eWOM yang baik cenderung dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan pada tingkatan tinggi.
e. Pengaruh citra destinasi terhadap kepercayaan wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.141 dengan nilai t statistics sebesar 2.863. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai t statistics > t tabel (1.64).
Menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan citra destinasi terhadap kepercayaan wisatawan. Hal ini berarti citra destinasi yang sangat baik cenderung meningkatkan kepercayaan wisatawan pada tingkatan tinggi.
f. Pengaruh kearifan lokal terhadap kepercayaan wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.619 dengan nilai t statistics sebesar 10.961. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai t statistics > t tabel (1.64).
Menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kearifan lokal terhadap kepercayaan wisatawan. Hal ini berarti kearifan lokal yang baik cenderung meningkatkan kepercayaan wisatawan pada tingkatan tinggi.
g. Pengaruh kepercayaan wisatawan terhadap loyalitas wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.313 dengan nilai t statistics sebesar 3.588. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai t statistics > t tabel (1.64).
Menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
43 kepercayaan wisatawan terhadap loyalitas wisatawan. Hal ini berarti kepercayaan wisatawan pada tingkatan tinggi cenderung meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal.
3.4.2 Pengujian Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung
Pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung dilakukan dengan tujuan untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara tidak langsung variabel bebas terhadap variabel terikat melalui variabel mediasi. Kriteria pengujian menyatakan bahwa apabila nilai t statistics โฅ t tabel (1.64) maka dinyatakan terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat melalui variabel mediasi. Hasil pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung dapat dilihat melalui ringkasan dalam tabel 4.19 berikut:
Tabel 4.19
Perhitungan Pengujian Hipotesis Tidak Pengaruh Langsung Hipotesis Indirect
Coefficients
SE T
Statistics
P Values Keterangan
X1 โ Z โ Y 0.056 0.023 2.418 0.016 Diterima
X2 โ Z โ Y 0.044 0.022 2.018 0.004 Diterima
X3 โ Z โ Y 0.194 0.061 3.169 0.002 Diterima
Sumber: Lampiran 6.
Berdasarkan pengujian yang tertera dalam tabel 4.19 dapat diketahui bahwa:
a. Pengaruh eWOM terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.056 dengan nilai t statistics sebesar 2.418. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa koefisien jalur bernilai positif dan nilai t statistics > t tabel (1.64). Menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan eWOM terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan. Hal ini berarti eWOM yang baik cenderung meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan yang loyal melalui kepercayaan wisatawan yang tinggi.
b. Pengaruh citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.044 dengan nilai t statistics sebesar 2.018. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa koefisien jalur
44 bernilai positif dan nilai t statistics > t tabel (1.64). Menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan. Hal ini berarti citra destinasi yang sangat baik cenderung meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal melalui kepercayaan wisatawan yang tinggi.
c. Pengaruh variabel kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan menghasilkan koefisien jalur sebesar 0.194 dengan nilai t statistics sebesar 3.169. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa koefisien jalur bernilai positif dan nilai t statistics > t tabel (1.64).
Menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan. Hal ini berarti kearifan lokal yang baik cenderung meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal melalui kepercayaan wisatawan yang tinggi.
1.5 Pengaruh Dominan
Variabel eksogen yang memiliki pengaruh dominan terhadap variabel endogen dapat diketahui melalui total coefficient yang paling besar. hasil analisis total effect dapat diketahui pada tabel 4.20 berikut:
Tabel 4.20
Pengujian Pengaruh Dominan
Eksogen Endogen Total
Electronic Word of Mouth Kepercayaan Wisatawan 0.178
Citra Destinasi Kepercayaan Wisatawan 0.141
Kearifan Lokal Kepercayaan Wisatawan 0.619
Electronic Word of Mouth Loyalitas Wisatawan 0.220
Citra Destinasi Loyalitas Wisatawan 0.266
Kearifan Lokal Loyalitas Wisatawan 0.457
Kepercayaan Wisatawan Loyalitas Wisatawan 0.313 Berdasarkan tabel 4.20 dapat dijelaskan bahwa variabel yang memiliki total efek paling besar terhadap variabel kepercayaan wisatawan adalah kearifan lokal dengan total efek sebesar 0.619. Dengan demikian kearifan lokal merupakan variabel yang paling berpengaruh atau memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kepercayaan wisatawan. Kemudian variabel yang memiliki total efek paling besar terhadap variabel loyalitas wisatawan adalah kearifan lokal dengan total efek sebesar 0.457. Dengan demikian kearifan lokal merupakan variabel
45 yang paling berpengaruh atau memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap loyalitas wisatawan
4. Pembahasan
Pembahasan dari uji hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Electronic word of mouth (eWOM) terhadap loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo.
Hasil penelitian yang diperoleh menginformasikan bahwa penilaian wisatawan mengenai eWOM yang berada pada tingkatan baik berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal, hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo dapat diprediksi oleh seberapa baik penilaian wisatawan tentang eWOM yang tercipta dan mereka rasakan. Semakin baik dan positif persepsi wisatawan mengenai eWOM Taman Nasional Bromo maka cenderung akan meningkatkan loyalitas wisatawan terhadap destinasi Taman Nasional Bromo. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Kanwel et al., (2019), Zarrad & Debabi, (2015), Park, (2018), (H. Hasan et al., 2020) dan erra-Cantallops et al., (2018) yang menunjukkan bahwa eWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas wisatawan.
b. Citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo.
Hasil penelitian yang diperoleh bahwa citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo. Hasil ini selaras dengan penelitian sebelumnya yakni citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas wisatawan Assaker et al., (2015), Kanwel et al., (2019), Bhat & Darzi, (2018), Aunalal et al., (2017) dan (Lu et al., 2020).
Maknanya semakin sangat baik penilaian wisatawan mengenai citra destinasi Taman Nasional Bromo maka cenderung dapat meningkatkan loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo pada tingkatan loyal. Wisatawan yang cenderung merasakan citra destinasi yang baik atau sesuai dengan harapannya maka cenderung lebih loyal untuk terus mengunjungi Taman Nasional Bromo.
c. Kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo.
46 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat diinformasikan bahwa semakin baik penilaian wisatawan mengenai kearifan lokal masyarakat Taman Nasional Bromo yang mereka rasakan seperti masyarakat yang ramah, patuh pada aturan adat, kemudian membantu terhadap wisatawan dan bersikap jujur terhadap wisatawan maka cenderung dapat meningkatkan loyalitas wisatawan terhadap destinasi Taman Nasional Bromo. Hasil ini sejalan dengan penelitian Tian et al., (2020), Zhang et al., (2019), Mawa, (2018) dan (Shen et al., 2014) yang menyebutkan kearifan lokal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas wisatawan.
d. Electronic word of mouth (eWOM) terhadap kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik penilaian wisatawan mengenai eWOM Taman Nasional Bromo maka cenderung dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo. Maknanya semakin baik dan positif eWOM yang tercipta dan dirasakan oleh wisatawan Taman Nasional Bromo maka semakin tinggi kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Taman Nasional Bromo. Penelitian, hal tersebut sejalan dengan penelitian (Mohammed Abubakar, 2016), Ladhari & Michaud, (2015) dan (Seo et al., 2020).
e. Citra destinasi terhadap kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo.
Citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo, dapat dijelaskan bahwa semakin sangat baik citra destinasi yang ada dibenak wisatawan Taman Nasional Bromo maka kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Taman Nasional Bromo mengalami peningkatan. Hasil tersebut memperkuat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Eny Endah Pujiastuti et al., (2019), Siregar et al., (2021), dan (Chew & Jahari, 2014), yang menunjukkan bahwa citra destinasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan.
f. Kearifan lokal terhadap kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo.
Kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo. Dapat dijelaskan bahwa kearifan lokal masyarakat Taman Nasional Bromo yang berada pada tingkatan baik cenderung dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan pada tingkatan tinggi, semakin baik
47 kearifan lokal yang dilihat dan dirasakan oleh wisatawan Taman Nasional Bromo maka kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Taman Nasional Bromo mengalami peningkatan. Hal ini memperkuat penelitian yang dilakukan oleh Y. S.
Chen et al., (2015), Utomo et al., (2019), dan Iniesta-Bonillo et al., (2016) menyebutkan bahwa kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan wisatawan.
g. Kepercayaan wisatawan terhadap loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo.
Dapat dijelaskan bahwa kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo yang tinggi maka cenderung dapat meningkatkan loyalitas wisatawan pada tingkatan loyal, hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan yang dirasakan oleh wisatawan Taman Nasional Bromo maka loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo mengalami peningkatan. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kepercayaan wisatawan terhadap loyalitas wisatawan. Hasil penelitian ini memperkuat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Veloutsou, (2015), Bavarsad & Feli, (2015), Kwon et al., (2020), (Yuliyasti et al., 2018).
h. Kepercayaan wisatawan sebagai mediasi electronic word of mouth (eWOM) terhadap loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo.
Kepercayaan wisatawan sebagai mediasi parsial dikarenakan nilai koefisien pengaruh langsung dan tidak langsung signifikan. Hal ini menginformasikan koefisien jalur pengaruh tidak langsung (eWOM terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan) signifikan dan koefisien jalur pengaruh langsung (eWOM terhadap loyalitas wisatawan) juga signifikan. Hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo yang disebabkan oleh semakin baiknya penilaian wisatawan mengenai eWOM Taman Nasional Bromo maka cenderung dapat meningkatkan loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo. Hasil tersebut memperkuat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Y.
Liu et al., (2019) dan Ibrahim et al., (2021) serta (Lรณpez & Sicilia, 2014) menyebutkan kepercayaan sebagai faktor kunci pengaruh eWOM pada loyalitas wisatawan.
i. Kepercayaan sebagai variabel mediasi citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo.
48 Kepercayaan wisatawan sebagai variabel mediasi parsial dikarenakan nilai koefisien pengaruh langsung dan tidak langsung signifikan. Hal ini menginformasikan koefisien jalur pengaruh tidak langsung (citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan) signifikan dan koefisien jalur pengaruh langsung (citra destinasi terhadap loyalitas wisatawan) juga signifikan. Hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo yang disebabkan oleh semakin sangat baiknya citra destinasi dimata wisatawan Taman Nasional Bromo maka cenderung dapat meningkatkan loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Utama, (2019), Palacios-Florencio et al., (2018), dan (Siregar et al., 2021).
j. Kepercayaan sebagai mediasi kearifan lokal terhadap loyaliats wisatawan Taman Nasional Bromo.
Kepercayaan wisatawan sebagai variabel mediasi parsial dikarenakan nilai koefisien pengaruh langsung dan tidak langsung signifikan. Hal ini menginformasikan koefisien jalur pengaruh tidak langsung (kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan) signifikan dan koefisien jalur pengaruh langsung (kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan) juga signifikan. Hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo yang disebabkan oleh semakin baiknya kearifan lokal masyarakat Taman Nasional Bromo yang dilihat dan dirasakan oleh wisatawan Taman Nasional Bromo maka cenderung dapat meningkatkan loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan
Kepercayaan wisatawan sebagai variabel mediasi parsial dikarenakan nilai koefisien pengaruh langsung dan tidak langsung signifikan. Hal ini menginformasikan koefisien jalur pengaruh tidak langsung (kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan melalui kepercayaan wisatawan) signifikan dan koefisien jalur pengaruh langsung (kearifan lokal terhadap loyalitas wisatawan) juga signifikan. Hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan wisatawan Taman Nasional Bromo yang disebabkan oleh semakin baiknya kearifan lokal masyarakat Taman Nasional Bromo yang dilihat dan dirasakan oleh wisatawan Taman Nasional Bromo maka cenderung dapat meningkatkan loyalitas wisatawan Taman Nasional Bromo. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan