• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1.Variabel penelitian 1.Variabel penelitian

Dalam dokumen FAT FISIS H (Piper betle (Halaman 49-54)

PENELAAHAN PUSTAKA

B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1.Variabel penelitian 1.Variabel penelitian

a. Variabel bebas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan tragakan dan kalsium karbonat dengan 2 level.

b. Variabel tergantung. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah sifat fisis pasta gigi yaitu viskositas dan sag.

c. Variabel pengacau terkendali. Variabel pengacau terkendali dalam penelitian ini adalah lama penyimpanan, suhu penyimpanan, intensitas cahaya, sifat dari wadah penyimpanan, kecepatan dan lama pengadukan mixer.

d. Variabel pengacau tak terkendali. Variabel pengacau tak terkendali dalam penelitian ini adalah suhu ruangan dan kelembaban udara.

2. Definisi operasional

a. Ekstrak air-alkohol daun sirih. Ekstrak air-alkohol daun sirih adalah ekstrak kering daun sirih berupa serbuk halus, diekstraksi dengan pelarut air-alkoholdengan perbandingan 1 : 1 yang diproduksi oleh Javaplant

31  

 

b. Faktor. Faktor adalah besaran yang mempengaruhi respon, dalam penelitian ini digunakan 2 faktor, yaitu penambahan tragakan dan kalsium karbonat.

c. Level. Level adalah nilai untuk faktor, dalam penelitian ini terdapat 2 level, yaitu level rendah dan level tinggi. Level rendah penambahan tragakan adalah 1 gram dan level tinggi 1,25 gram. Level rendah penambahan kalsium karbonat adalah 40 gram dan level tinggi 47,55 gram.

d. Respon. Respon adalah besaran yang diamati perubahan efeknya, besarnya dapat dikuantitatif. Respon dalam penelitian ini adalah sifat fisis pasta gigi.

e. Sifat fisis pasta gigi. Sifat fisis pasta gigi adalah parameter untuk mengetahui kualitas fisis pasta gigi, dalam penelitian ini adalah viskositas dan sag 48 jam setelah pembuatan serta stabilitas viskositas dan sag setelah 1 bulan penyimpanan.

f. Viskositas. Viskositas adalah suatu pertahanan dari suatu cairan untuk mengalir. Satuan viskositas pasta gigi adalah dPas.

g. Sag. Sag adalah ketidakmampuan pasta gigi untuk mempertahankan bentuknya selama 1 menit setelah pasta gigi tersebut dikeluarkan dari dalam tube. Satuan sag adalah milimeter.

h. Efek. Efek adalah respon yang disebabkan variasi level dan faktor. i. Desain faktorial. Desain faktorial adalah desain penelitian yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efek penambahan tragakan dan kalsium karbonat.

  C. Alat

Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat-alat gelas pyrex Japan,

mixer (Miyako), timbangan METTLER PL 300 Switzerland, Viskometer seri VT

04 (RION-JAPAN), dan tube pasta gigi.

D. Bahan

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak air-alkohol daun sirih yang diproduksi oleh Javaplant Surakarta, Indonesia; gliserin

(Pharmaceutical grade), tragakan (Pharmaceutical grade), kalsium karbonat light

(Pharmaceutical grade), natrium benzoat (Pharmaceutical grade), natrium

sakarin (Pharmaceutical grade), dan aquadest (pH 7) dari Laboratorium Kimia Analisis Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Indonesia.

E. Tata Cara Penelitian 1. Verifikasi ekstrak air-alkohol daun sirih

a. Ekstraksi daun sirih. Sediaan ekstrak air-alkohol daun sirih dibuat dengan cara maserasi, yaitu dengan cara merendam simplisia sebanyak 10 gram dalam 100 ml pelarut air-alkohol selama 24 jam sambil sesekali diaduk. Setelah 24 jam, ekstrak disaring menggunakan kertas saring dan ampasnya diperas. Ampas ditambah cairan pelarut secukupnya, diaduk kemudian disaring sehingga diperoleh cairan ekstrak sebanyak 100 ml. Setelah itu cairan ekstrak diuapkan dengan rotary vacum evaporator sampai berbentuk cairan kental, kemudian

33  

 

dilanjutkan dengan menggunakan penangas air dengan suhu antara 500 - 600C sampai diperoleh ekstrak kental (Suwondo, 2007).

b. Uji kualitatif ekstrak air-alkohol daun sirih secara Kromotografi Lapis Tipis (KLT). Ekstrak air-alkohol daun sirih hasil ekstraksi dan ekstrak air-alkohol daun sirih yang dibeli masing-masing ditimbang sebanyak 0,1 g, kemudian dilarutkan dalam 1 ml pelarut air-alkohol. Setelah itu, dilakukan penotolan pada lempeng KLT sebanyak 7 µl tiap totolan. Totolan pertama adalah ekstrak alkohol daun sirih hasil ekstraksi, totolan kedua adalah campuran ekstrak air-alkohol daun sirih hasil ekstraksi dan ekstrak air-air-alkohol yang dibeli, dan totolan yang ketiga adalah ekstrak air-alkohol yang dibeli, lalu dielusi. Fase diam: silika gel GF254. Fase gerak adalah kloroform : metanol (9 : 1) (Thurairajah dan Rahim, 2003). Deteksi bercak pada lempeng KLT menggunakan sinar UV 254 nm. Rf masing-masing bercak dihitung, dan bandingkan nilai Rf ketiga ekstrak tersebut. 2. Formula

Tabel III. Formula standar pasta gigi (Young, 1972) Bahan pasta gigi Satuan (g)

Kalsium karbonat 57 Natrium lauril sulfat 1

Gliserin 21

Tragakan 1,5

Pewarna 1 tetes Natrium sakarin 1 tetes

Aquadest 19,5

 

Tabel IV. Formula modifikasi pasta gigi ekstrak air-alkoholdaun sirih (100 g) Bahan pasta gigi Satuan (g)

Tragakan 1 Kalsium karbonat 47,55 Gliserin 21 Natrium benzoat 0,2 Natrium sakarin 0,25 Aquadest 29

Ekstrak air-alkohol daun sirih 1 3. Pembuatan pasta gigi ekstrak air-alkohol daun sirih

Tragakan dikembangkan dalam 20 ml aquadest selama 20 jam. Setelah itu, masukkan gliserin dan aduk menggunakan mixer dengan kecepatan putar nomor 1 selama 10 menit. Disisi lain, natrium sakarin, natrium benzoat, dan ekstrak air-alkohol daun sirih masing-masing dilarutkan dalam aquadest sisa. Larutan natrium benzoat ditambahkan pada campuran tragakan dan gliserin dan aduk menggunakan mixer dengan kecepatan putar nomor 1 selama 5 menit. Kemudian, tambahkan larutan natrium sakarin dan kalsium karbonat porsi demi porsi serta aduk perlahan selama 5 menit untuk menghomogenkan campuran. Pada tahap akhir tambahkan larutan ekstrak air-alkohol daun sirih dan aduk selama 5 menit sampai homogen (Young, 1972).

Tabel V. Percobaan desain faktorial (tiap percobaan direplikasi 3 kali) Bahan pasta gigi Formula 1

(g) Formula a (g) Formula b (g) Formula ab (g) Tragakan 1 1,25 1 1,25 Kalsium karbonat 40 40 47,55 47,55 Gliserin 21 21 21 21 Natrium benzoat 0,2 0,2 0,2 0,2 Natrium sakarin 0,25 0,25 0,25 0,25 Aquadest 29 29 29 29 Ekstrak air-alkohol daun sirih 1 1 1 1 Total 92,45 92,7 100 100,25

35  

  4. Uji sifat fisis pasta gigi

a. Uji viskositas. Pengukuran viskositas dilakukan dengan alat Viskometer RION seri VT 04. Pasta gigi dimasukkan kedalam wadah hingga penuh dan dipasang pada portable viscotester. Viskositas pasta gigi diketahui dengan mengamati gerakan jarum penunjuk viskositas (Instruction Manual

Viscotester VT-04E). Uji ini dilakukan 48 jam setelah pembuatan untuk

mengetahui efek faktor terhadap viskositas, sedangkan untuk memonitor perubahan viskositas dilakukan uji pada 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 1 bulan penyimpanan.

b. Uji sag. Pasta gigi dari tiap formula dimasukkan ke dalam tube pasta gigi. Setelah itu, pasta gigi dikeluarkan dengan cara menekan bagian ujung tube pasta gigi pada kaca bundar berskala. Pasta gigi yang dikeluarkan sepanjang 2 cm. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap diameter awal silinder pasta gigi dan diameter silinder pasta gigi setelah 1 menit. Nilai sag dihitung dari selisih diameter silinder pasta gigi tersebut(Garlen, 1996).

Sag = diameter setelah 1 menit – diameter awal (2) Uji ini dilakukan 48 jam setelah pembuatan untuk mengetahui efek faktor terhadap sag, sedangkan untuk memonitor perubahan sag dilakukan uji pada 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 1 bulan penyimpanan.

Dalam dokumen FAT FISIS H (Piper betle (Halaman 49-54)