METODE PENELITIAN
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian menurut Sugiyono, (2009:38) adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Pada penelitian ini, variabel efektivitas diidentifikasi sesuai rumusan masalah yang telah ditetapkan, didefinisikan dan diukur sebagai berikut:
1. Identifikasi Variabel
Identifikasi variabel pada setiap masalah dijabarkan sebagai berikut: a. Masalah pertama, terdapat variabel tunggal berikut:
Kisah perkembangan karya Kongregasi SMFA
b. Masalah kedua, terdapat satu variabel tunggal: kesesuaian visi–misi unit–unit karya dengan visi–misi Kongregasi SMFA.
c. Masalah ketiga, terdapat dua variabel:
1) Variabel dependen: efektivitas pelaksanaan karya di unit–unit. 2) Variabel independen: unit karya, kelompok siswa.
2. Definisi Variabel
Variabel–variabel pada penelitian ini didefinisikan sesuai dengan definisi yang terdapat pada definisi operasional, sehingga masing–masing variabel didefinisikan sebagai berikut:
a. Kisah perkembangan karya kongregasi, artinya perjalanan hidup Kongregasi SMFA tahun 1931–2014.
b. Kesesuaian adalah tingkat kesamaan antara visi–misi unit–unit karya pendidikan dan program–program kerja di wilayah–wilayah pelayanan pastoral dengan visi–misi Kongregasi SMFA berdasarkan butir–butir visi–misi Kongregasi SMFA tahun 2014–2018.
c. Efektivitas pelaksanaan karya adalah kemampuan program–program kerja dalam pelaksanaan karya pendidikan dan pelayanan pastoral Kongregasi SMFA dalam mencapai tujuannya, yaitu ketercapaian pemenuhan kebutuhan aktual masyarakat dan Gereja lokal yang dilayani. d. PAUD, Asrama, Jurusan, Kelas
1) PAUD terdiri dari 4 PAUD yaitu Antonius, Kartini, Angela dan Fransiskus adalah unit karya pendidikan kongregasi dalam mencapai tujuannya, yaitu ketercapaian pemenuhan kebutuhan aktual masyarakat.
2) Asrama terdiri dari 4 Asrama yaitu Sri Melati, Dharmawati, Kartini dan Teresa adalah unit karya pendidikan konggregasi dalam membina dan meletakkan dasar nilai–nilai moral, yaitu ketercapaian pemenuhan kebutuhan penghuni asrama dalam kenyaman/fasilitas fisik sehari– hari, belajar, pembinaan iman dan pengembangan kepribadian. 3) Jurusan terdiri dari 3 jurusan yaitu busana, boga dan akomodasi
perhotelan adalah unit karya pendidikan kongregasi terhadap penilaian siswa SMK Kartini ketercapaian meningkatnya proses belajar, pendidikan moral, mental dan soft skils per jurusan.
4) Kelas terdiri dari 3 kelas yaitu kelas X, XI, XII adalah unit karya pendidikan kongregasi terhadap penilaian siswa SMK Kartini yaitu ketercapaian meningkatnya proses belajar mengajar, pendidikan moral, mental dan soft skils per kelas.
3. Pengukuran Variabel
Untuk penilaian kesesuaian visi–misi dan efektivitas pelaksanaan karya digunakan pengukuran data dengan skala ordinal 1 sampai 5. Urutan angka dalam ukuran ordinal ini selalu memiliki kecil ke besar.
Tabel III.1 Arti Skor Skala Ordinal
Skor Arti
1 Sangat kurang sesuai/mampu
2 Kurang sesuai/mampu
3 Cukup sesuai/mampu
4 Sesuai/mampu
5 Sangat sesuai/mampu
Ukuran ordinal merupakan ukuran yang lebih tinggi dari ukuran nominal. Dalam ukuran ordinal ini angka yang diberikan tidak hanya menunjukkan pembeda antara satu jenis dengan jenis yang lain, melainkan angka tersebut juga menunjukkan urutan atau tingkatan dari jenis yang diukur.
Pengukuran–pengukuran variabel dilakukan dengan indikator–indikator yang dipilih untuk menjabarkan dimensi kisah, pelaksanaan karya dan efektivitas.
a. Indikator pada masalah 1
1) Penentuan aspek–aspek telaah
a) personil b) jenis pelayanan c) wilayah
d) fasilitas/financial
2) Paparan 4 aspek telaah menurut waktu dan unit karya secara kronologis 10 tahunan berdasarkan komunitas tempat karya. Fokus telaah pada masing–masing aspek adalah
a) Personil (1) Kecukupan (2) Ketergantungan (3) Keterlibatan awam (4) Kompetensi b) Jenis Pelayanan
(1) Bidang layanan : kesehatan, pendidikan, pastoral (2) Karya: jumlah konsumen, semakin luas layanan (3) Caritatif : keberpihakan pada orang miskin
(4) Ciri misioner: menghidupi Injil dengan gembira di tengah dunia agar pengharapan akan penyelamatan dari Allah dinyatakan lewat kehadiran dan karya Kongregasi SMFA. c) Wilayah–Luas pelayanan
(1) Suku (2) Usia (3) Agama
(4) Geografis d) Fasilitas/Financial
(1) Sarana transportasi : jalan kaki, sepeda, motor, mobil (2) Sarana dan Keuangan : pencatatan dan pengelolaan (3) Gaya hidup (semangat)
b. Indikator pada masalah 2
1) Pemeriksaan butir visi–misi. Visi–misi dan butir–butir tersebut adalah sebagai berikut:
Visi:
Sebagai Suster Rakyat yang bersemangat misioner dalam persaudaraan Fransiskan dengan terang iman menghidupi nilai–nilai Injili, tangguh dalam hidup religius dan pelayanan, terbuka dan tanggap terhadap tanda–tanda zaman.
Misi:
a) Menghayati Injil Yesus Kristus
b) Mengutamakan kesetiaan dalam hidup religius dan memberikan perhatian satu sama lain
c) Meningkatkan kerjasama dan tanggung jawab
d) Memberi kesempatan kepada setiap anggota untuk pendidikan seumur hidup
e) Siap sedia melaksanakan tugas perutusan dengan gembira
f) Keluar dari diri sendiri dan berani menegakkan keadilan dengan berkarya bagi kaum tersingkir dan tertindas
g) Mencintai sesama dan lingkungan hidup demi keutuhan ciptaan h) Hadir dan berjuang bersama mereka yang dilayani
2) Penjabaran butir–butir visi–misi menjadi indikator a) Suster Rakyat=keberpihakan pada orang miskin
Bersemangat misioner =orang yang bersemangat karena merasa diutus untuk melakukan suatu tugas khusus dilokasi khusus yang banyak tantangan. Orang yang berjiwa dan bersemangat menjalankan perutusan sampai akhir hayat. (Oxfort Univ pres, 1989)
b) Menghayati Injil Yesus Kristus dalam tiga aspek hidup (persaudaraan, doa sebagai nafas hidup, melayani dalam semangat cinta kasih Kristus sebagai suster rakyat)
c) Mengutamakan kesetiaan dalam hidup religius dan memberikan perhatian satu sama lain (doa pribadi dan doa bersama dan tegur sapa)
d) Meningkatkan kerjasama dan tanggung jawab (di komunitas dan antar komunitas, saling bertanya, saling memberi informasi)
e) Memberi kesempatan kepada setiap anggota untuk pendidikan seumur hidup (studi lanjut, kursus, seminar)
f) Siap sedia melaksanakan tugas perutusan dengan gembira (tidak memilih tugas pelayanan, mengutamakan persaudaraan dan kesederhanaan)
g) Keluar dari diri sendiri dan berani menegakkan keadilan dengan berkarya bagi kaum tersingkir dan tertindas (keluar dari keinginan dan kepentingan diri demi sesama saudari dan demi orang yang kita layani)
h) Mencintai sesama dan lingkungan hidup demi keutuhan ciptaan (menerima, menyapa, mengingatkan, menjumpai sesama siapapun tanpa pandang bulu, mencintai lingkungan hidup dan keutuhan alam)
i) Hadir dan berjuang bersama mereka yang dilayani
Metode palayan, bahwa mereka yang dilayani adalah subyek Sekolah = membantu anak yang kesulitan dalam ekonomi Asrama = membantu anak yang kesulitan dalam ekonomi Pastoral lapangan
tempat karya–karya dimana kita mengabdi.
Mendengarkan keluh kesah mereka lewat (kunjungan keluarga, kunjungan ke penjara,
kunjungan ke rumah sakit, antar komuni orang sakit, lansia,
pendampingan kaum muda, pendampingan pelajar,
pertemuan–pertemuan retret dan rekoleksi pelajar dan orang muda katolik.
c. Indikator masalah 3
1) Indikator variabel dependen:
a) Efektivitas pelaksanaan karya pastoral:
Persekutuan dan persaudaraan hidup dalam Tuhan (Koinonia): (1) Persaudaraan
(2) Perdamaian
(3) Persatuan dan komunikasi di antara umat secara sehat dan mendalam
Pelayanan Gereja untuk mewujudkan iman melalui segi–segi kehidupan masyarakat (Diakonia):
(1) Pendidikan – pengetahuan agama (2) Kegiatan Sosial
(3) Pengembangan Ekonomi – pendampingan keuangan keluarga. (4) Kepedulian Kesehatan – anak cacat
(5) Pengembangan Kebudayaan – panggung ekspesi pada waktu khusus.
Leitourgia (Perayaan iman dalam ibadat dan doa) Puncak perayaan iman umat untuk mengungkapkan hubungan pribadi dengan Allah dan menjawab kebutuhan manusia untuk merayakan kehidupan berimannya dalam bentuk:
(1) Devosi – ziarah bersama bulan Maria. (2) Doa Pribadi.
(4) Turne ke kampung–kampung (Ibadat Sabda dan Ibadat Hari Raya).
Kerygma (pewartaan): pelayanan dalam mewartakan Injil keselamatan bagi umat manusia dengan melaksanakan pewartaan (pelayanan Sabda) yang membebaskan, menerangi, dan menafsirkan hidup manusia sehingga bermakna dihadapan Allah, melalui:
(1) Pembelajaran katekese – evangelisasi (penginjilan). (2) Katekese (pembelajaran) teologi).
(3) Katekese (pembelajaran) homily (kotbah). (4) Katekese (pembelajaran) – pelayanan sabda. (5) Katekese (pembelajaran) umat.
(6) Katekese (pembelajaran) iman – PIA. (7) Katekese (pembelajaran) iman – OMK. (8) Katekese (pembelajaran) iman–MISDINAR. b) Efektivitas pelaksanaan karya SMK:
Proses Belajar Mengajar (1) Belajar
(2) Pengetahuan
(3) Keterampilan sesuai jurusan Pendidikan Moral
(1) Kejuruan (2) Budi Pekerti
(3) Etika (4) Empati Pendidikan Mental (1) Disiplin (2) Ketegasan (3) Kesantunan
Soft skills (Keterampilan non akademik (1) Bahasa
(2) Kerja Tim (3) Kepemimpinan
(4) Menumbuhkan jiwa wirausaha yang kompetitif (mampu bersaing), kreatif (daya cipta) dan inovatif (ide pembaruan) (5) Membudayakan sekolah yang ramah lingkungan.
(6) Menciptakan keseimbangan intelektual, emosional dan spiritual.
c) Efektivitas pelaksanaan karya PAUD: Tujuan Pendidikan Usia Dini
(1) Membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang
tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
(2) Memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar (SD)?
(3) Persiapan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
(4) Perubahan pengetahuan dan kemampuan anak usia dini.
(5) Pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak yang masih di usia dini.
(6) Moral dan nilai ditanamkan pada usia dini (7) Pendidikan formal, nonformal dan informal
Kecerdasan Interpersonal (kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain
(1) Suka bersosialisasi dengan teman seusianya (2) Berbakat menjadi pemimpin
(3) Mudah bergaul
(4) Senang mengajari anak–anak lain secara informal (5) Suka bermain dengan teman seusianya
(6) Memiliki empati yang baik
(7) Memberi perhatian lebih kepada orang lain. (8) Mempunyai dua atau lebih teman dekat (9) Banyak disukai teman
(10) Dapat memahami maksud orang lain
Kecerdasan visual spasial pada anak (kemampuan memahami bangunan tiga dimensi–ruang secara tepat)
(1) Menggambar dan menulis (2) Mencoret–coret
(3) Menyanyi, mengenal dan membayangkan suatu konsep (4) Membuat prakarya
(5) Mengunjungi berbagai tempat d) Efektivitas pelaksanaan karya asrama:
Kenyamanan/fasilitas fisik: Layanan hidup sehari–hari. (1) Tempat tidur nyaman dan bersih
(2) Fasilitas batal dan tikar memadai
(3) Kamar mandi dan toilet berfungsi dengan baik (4) Meja belajar tersedia
(5) Lemari baju dan barang layak pakai (6) Kondisi kamar tidur dalam keadaan baik (7) Perlengkapan tidur dalam kondisi layak pakai
(8) Kamar mandi dan toilet yang tersedia, cukup untuk sehari– hari.
(9) Lemari pakain dapat menampung baju dan barang–barang. (10) Meja belajar tidak mudah rusak
(11) Ruang belajar yang tersedia, memadai (12) Ruang rekreasi/televisi memadai
(13) Tempat dapur masak yang tersedia, memadai Layanan Belajar
(1) Studi dijaga suster
(2) Bimbingan belajar dibantu oleh suster/guru les (3) Les bidang studi tertentu
(4) Wifi / internet asrama (5) Ruang Komputer
Layanan Pengembangan Kepribadian (1) Meletakkan dasar kedisplinan waktu.
(2) Membudayakan ramah lingkungan dan cinta keutuhan alam. (3) Menciptakan keseimbangan intelektual, emosional dan
spiritual.
(4) Belajar bekerja dan keterampilan sebagai dasar pendidikan kaum perempuan untuk mengatur rumah tangga. (mengatur uang belanja, mengatur gizi, dan memasak)
(5) Belajar kritis terhadap tawaran dunia (materialisme, hedonisme, individualisme, narkoba, human trafficking, perusakan lingkungan)
(6) Belajar terbuka dan peka terhadap tanda – tanda zaman dengan mengikuti informasi perubahan dan tindakan diri.
Layanan Pengembangan Iman
(1) Pembentukan pribadi yang mantap dan mandiri berdasarkan iman Kristiani.
(2) Pembinaan iman Kristiani dari segi (pengetahuan, penghayatan, pengungkapan, perwujudan) dalam perayaan ekaristi, ibadat, doa pribadi dan ziarah.
2) Indikator variable independen: a) Jenis karya: PAUD, SMK, asrama
b) Jurusan siswa SMK c) Kelas siswa