Nama : I
Jenis kelamin : Perempuan Usia pernikahan : 10 – 15 tahun Tanggal Wawancara : 24 April 2012
Waktu Wawancara : 19.28 - 19.50 WIB (32 menit) Tempat Wawancara : Gumpang, Kartasura
Keterangan P : Peneliti I : Informan Hasil Wawancara NO VERBATIM ANALISIS 1 5 10 15 20 P I P I P I P I P I Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Ya, baik. Perkenalkan ibu nama saya Anang dari Fakultas Psikologi UMS. Ibu nanti saya akan mewawancarai ibu mengenai penelitian saya begitu bu. Sebelumnya mohon maaf dengan ibu siapa?
Iin.
Ibu Iin ya bu ya. Kemudian usia perkawinan bu? Sampai sekarang itu sudah berapa tahun?
2002 sampai 2012 ini..10..iya, 2002. Eh, 2001..ho’o.. 2001 ya bu ya?
Ho’o.
Berarti 11 tahun. 11 tahun.
25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 P I P I P I P I P I P I
Iya, baik ibu. Yaa..ee, kemudian ibu. Saya mau tanya tentang seberapa ini bu..apakah yang dimaksud dengan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah itu bu? Bisa dijelaskan ibu.
Keluarga yang...apa, ee apa itu.. segalanya di..diatur, suami imam yang baik. (P Iya). Diatur berdasarkan apa..ya, aturan yang ada gitu lho mas (P Iya). Aturan itu bisa membawa kebahagiaan keluarga, kebaikan, dan rahmat gitu lho. Barokah juga.
Eee, kemudian ibu kalau boleh saya tanya tentang pengertian ya bu ya, pengertian tentang sakinah itu sendiri apa, kemudian mawaddah sendiri bu, kemudian rahmah itu sendiri bu bisa dijelaskan ibu?
Sakinah itu kalau nggak salah menurut.. Nggak apa-apa, menurut sepengetahuan ibu.
Sakinah, mawaddah..mawaddah..bahagi...apa ya mas ya, kebahagiaan..kebahagiaan. Terus, warahmah sesuai dengan yang dirahmati Allah gitu.
Begitu ya bu. Baik ibu, menurut ibu kalau boleh saya katakan ini keluarga sakinah, mawaddah, warahmah merupakan sesuatu yang penting bagi ibu sendiri ya bu? Iya.
Ya, bisa dijelaskan ibu kenapa itu menjadi sesuatu yang penting?
Ya kalau misalnya dalam rumah tangga nggak ada kebahagiaan, tu kan apa..kalau nggak ada kebahagiaan kan nggak mungkin bisa bersama to mas istilahnya. Kita membutuhkan sesuatu pastilah kebahagiaan yang dirahmati Allah tapi bukan kebahagiaan yang kita terus hura-hura atau apa gitu. Tapi yang dirahmati Allah.
Iya, ibu ee misalnya ibu, misalnya selama ini bagaimana ibu?
Selama ini yaa ee, gimana mas?
Keluarga sakinah, mawaddah,
warahmah adalah keluarga yang terdapat aturan yang diatur oleh suami sehingga akan muncul kebahagiaan, kebaikan, dan rahmat. Sakinah adalah kebahagiaan Mawaddah adalah bahagia
Warahmah itu adalah sesuai yang dirahmati Allah gitu
75 80 85 90 95 100 105 110 115 P I P I P I P I P I
Misalnya..mengapa penting, itu bisa diberikan contoh bu? Soalnya kan implikasinya ke anak-anak kan..
Oo begitu.
Kalau kita berdua nggak bahagia kan anak-anak yang merasakan. Makanya kita..orang tua jadi panutan. Kalau anak melihat orang tuanya bahagia dia, mereka juga ikut bahagia. Kalau misalnya ada, ee banyak..orang tuanya bermasalah mereka juga kadang impilkasinya mereka jadi murung dan lain sebagainya. Penting banget gitu apalagi kalau biasanya yang sepengetahuan saya sakinah, mawaddah, warahmah ya tha suami itu kan imam tha, imam keluarga (P Iya). Imam yang baik gitu lho, yang bisa membawa istrinya, anaknya gitu.
Kemudian ibu, bagaimana cara ibu dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah ibu?
Ee apa ya..ee berusaha apa ya, komunikasi, komunikasi kan penting tha. Penting karena nggak tahu kan nanti bagaimana, seringnya komunikasi pada anak dibutuhkan. Sama saling tahu gitu lho mas, harus semua tu tahu urusan apa gitu. Komunikasi lah intinya.
Hmm..bisa diberi contoh yang lebih konkret bu, seperti apa?
Itu keluarga kebanyakan ya..hehe. Salah satunya ya, kalau misalnya ada masalah apa gitu ya masalah di sekolah, masalah pekerjaan masalah di rumah ya kita ngobrol satu sama lain. Terus, bisa diselesaikan bersama misal kayak..kayak, ada ibu juga kan disini (P Iya) musyawarah gitu mungkin kayak gini minum kopi, ngobrol. Secara nggak langsung kan kita sudah ngomongin masalah gitu lho. Dari pada kita pendam.
Iya, ee baik ibu. Kemudian ibu, ini ada kaitannya dengan kegiatan hari ya bu ya. Untuk kegiatan sehari-harinya itu seberapa sering bu, untuk mengkaji atau mendalami agama Islam itu sendiri bu?
Itu kalau..biasanya..ee..saya ada pengajian sebulan sekali (P Iya). Ada juga kajian di tiap jumat. Paling itu, sama tetangga gitu mas bareng-bareng. Kalau lainnya kan..kalau
Orang tua jadi panutan bagi anak-anaknya.
Kalau ada masalah keluarga diselesaikan bersama lewat obrolan
Kegiatan ke Islaman yaitu pengajian dan kajian
120 125 130 135 140 145 150 155 160 P I P I P I P I P I P I P I
yang lainnya ada di rumah cuma nggak..kalau kajian rutin nggak begitu rutin.
Kalau..kalau urusan ibadah ibu semisal shalat, zakat, puasa itu gimana bu?
Maksudnya?
Dalam..ee keluarga ibu itu, bagaimana bu?
Oo kalau keluarga itu, anak-anak kan masih kecil semua kebetulan, itu ikut. Sahur bangun semua, maghrib terus berbuka kita bersama gitu. Cuma kalau untuk urusan shalat kan kita ada yang di sekolah pulang jam 4, suami juga di kantor gitu.
Iya bu.
Kalau zakat, wajib semua (P Oo begitu). Ibu juga kita ikutkan gitu.
Kalau disini ibu itu zakatnya ada dimana ya? Zakatnya di masjid.
Langsung di masjid ya bu? Iya.
Itu sekeluarga jadi satu?
Jadi satu. Kita beli berapa kilo beras untuk berapa kepala kalau disana.
Baik bu, kemudian ee ini..ehm, menyinggung masalah waktu ya bu. Untuk kesehariannya juga, bagaimana cara ibu membagi waktu untuk bersama-sama dengan keluarga ibu?
Kalau saya Alhamdulillah sekarang ini banyak waktu bersama keluarga terutama anak-anak. Dulu kan, kerja swasta pulang sore. Memang berat ya mas ya meninggalkan keluarga apalagi perempuan, sampai rumah jam 5 harus ngapain. Itu memang tuntutan. Jadi kalau misalnya..sekarang sudah lebih dekat, jadi kalau mereka pulang jam 4 SDIT, habis jemput nanti mereka di rumah
Sekarang sudah banyak waktu dengan keluarga dari sebelumnya kerja swasta sampai sore
165 170 175 180 185 190 195 200 205 P I P I P
makan dan lain-lain. Habis maghrib belajar lagi sampai jam 9. Sudah, lepas itu nonton TV bareng seperti ini, banyak waktu kalau sekarang karena sudah cuma ngajar. Kalau dulu kan ngajar..paginya ngajar, terus habis ngajar berangkat ke kantor, pulangnya jam 5. Jumat-sabtu masih ngelesi, nggak ada waktu buat anak-anak. Kalau sekarang cuma ngajar, fokus ngajar sama pengen..apa itu, mengembangkan bakat misalnya ngantar anak ngantar apa, banyaklah.
Oo begitu. Kemudian ibu, sebenarnya seberapa penting ibu waktu untuk bersama dengan keluarga bu, bisa dijelaskan? Kalau buat saya penting sekali.
Kenapa?
Sampai saya melepaskan kerjaan, yang seharusnya ada tawaran dari kepala cabang dua kali tawaran saya tolak terus (P Oo begitu). Makanya saya, gini lho mas ketika saya kerja kantor, saya pulang jam 5 sampai rumah saya, “Ma, ada PR.” “Oo iya.” Capek kan, kadang tertidur sampai besok paginya. Tiba-tiba terima raport anak saya nilainya jelek, kan mau nangis. Rasanya saya kan nggak ada gunanya. Di kantor itu saya nangis, kok saya bisa kaya gini. Maka dari itu terus memutuskan resign, sampai akhirnya resign dipanggil lagi, mbak mau lagi nggak posisi seperti ini gajinya seperti ini saya pikir-pikir, telpon-telponan sama suami. Terus ta pikir-pikir, emang enak kerja pulang sore gaji cukup tapi untuk apa. uang itu kalau banyak kan mikir juga untuk anaknya rusak semua dalam arti paling belajar sama guru les, antar jemput bayar orang tapi kita kan nggak merasakan kebahagiaan. Terus saya tanya ke anak-anak, kamu suka mamah kaya gini? Nganter jemput kamu atau mamah kerja? Aku suka pulang dijemput mamah. Berapapun gajinya itu aku tetep mikir keluarga penting sekali, soalnya disini itu rasanya enak mas puas gitu lho. Bisa kerja, ngajar kan paling cuma kalau ada waktu ngajar kalau nggak ada waktu kan kita dirumah. Bisa bersih-bersih gitu, belajari anak jadi lebih fokus nggak capek sekali kalau begitu kan pulang sore udah capek nggak optimal, sama suami juga nggak optimal tapi kalau pulang sore kaya gini kan merasa nyaman.
Oo begitu. Iya, kemudian ibu..bagaimana ibu akibat dari waktu berkumpul dengan keluarga itu berkurang?
Waktu menjadi penting karena dulu masih kerja sering tidak sama anak sampai nilai rapot anak jelek, saat itu memutuskan untuk mengurusi anak dulu
210 215 220 225 230 235 240 245 250 I P I P I P I
Waah, akibatnya itu tadi nilainya jelek anak-anak, mereka kurang respek sama saya dalam arti, mamah ie apa. Tapi kalau kita banyak waktu, sering deket ya mamah yang jemput mereka sudah senyum. Terus habis pulang kita kemana..mah, beli cilok ya meski cuma seribu mereka lebih deket sama apa kalau banyak waktu itu mereka lebih bisa menghargai orang tuanya gitu lho.
Iya ibu, kemudian ee ini bu, apabila kalau itu tidak bisa dijalankan bu, semisal ibu tidak bisa menjemput anaknya itu akibatnya gimana bu? Selama ini yang pernah dialami ibu.
Yang kemarin-kemarin saya lakukan itu saya pasrah sama gurunya dia. Gurunya kan temen saya, ngajar bahasa Inggris juga, temen. Saya minta tolong jemputkan Reva dibelajari Reva ngelesi seminggu dua kali sekalian jemput adeknya nanti saya bayar begitu tiap bulan, gurunya juga ta kasih makan, minum. Sudah dianggap satu keluarga dan dia juga bukan antar jemput tapi bantuin mamah, terangin sama dia. Saya juga terangin kalau kenapa kok nyari uang harus seperti ini seperti ini..ta terangin. Tapi ternyata akibatnya kalau misalnya dijemput orang tuanya kan dia seneng, kalau dijemput sama mamah dia seneng kita bisa tebak-tebakan di motor. Tapi kalau sama mister dia cuma diem aja. Saya tanya kamu kalau dijemput mister gimana? Diem, yang kecil. Jadi akibatnya ya kalau nggak dijemput sedih.
Begitu. Baik bu, jadi itu mengenai anak ya bu ya, bagaimana kalau suami bu? Selama ini bagaimana bu? Kalau suami kan banyak di kantor ya (P Iya). Jadi kita tahu posisi, kan pulang jam 5. Kadang jam 6, kadang jam 9 kalau lagi meeting. Kita sama-sama tahu, mengertilah..ada komunikasi pulang jam sekian ada ini..kok pulang gasik kok libur, tanya. Pasti anak juga tanya, ayah kok belum pulang jam segini? Iya ayah ada meeting, anak-anak biasa. Kalau ayahnya pulang..ayah pulang, nungguin gitu biasa. Dah terbiasa kan swasta sama negeri pulangnya beda. Iya bu.
Kita harus sama-sama tahu.
Akibat waktu yang berkurang akan berdampak kepada anak
Anak pengennya dijemput sama ibunya atau orang tuanya
Suami lebih banyak dikantor dan pulangnya sore atau malam
255 260 265 270 275 280 285 290 295 300 P I P I P I P I P I P
Kemudian ibu, kalau berbicara dengan waktu kadang kan masalah yang timbul tidak 1,2,3 namun bermacam-macam. Nah, bisa disebutkan bu mungkin contoh yang lain dalam kaitannya dengan waktu bu?
Waktu..waktu itu.. ee, paling..yang bermasalah apa yang nggak?
Nggak apa-apa.
Waktu, ya paling libur..misalnya ayah kan sabtu kadang libur. Saya yang ngelesi, jadi giliran dia yang jaga anak-anak. Saya sampai sore ngelesi, dia kan setengah hari sampai jam 2, gitu jaga mereka. Tapi kan ada mbahnya disini, bisa minta tolong mbah. Maksudnya selama ada ibu saya nggak ada masalah gitu lho mas kalau masalah waktu. Dalam arti siapa yang libur, siapa yang njaga kan kalau kita berdua repot. Tapi kan kalau nggak ada biasanya kita bergantian. Kalau yang dulu-dulu kita alami saya ngelesi ayahnya naik kereta kelinci muterin. Tapi kalau minggu diusahakan keluar, diusahakan. Tapi kan ya kalau kita keluar kita lihat ekonomi juga. Nah, begitu.
Baik ibu, selama ini dalam keluarga ibu, situasi apakah yang sering muncul yang pernah dialami sampai sekarang? Situasinya sering muncul seperti apa bu?
Situasi maksudnya?
Yang itu..bisa jadi ini menyenangkan maupun kurang menyenangkan.
Menyenangkan..yang menyenangkan ya waktu berkumpul bareng keluarga itu. Kalau pas libur semua gitu lho, kalau anak-anak libur kita bisa keluar bersama gitu. Kalau yang nggak menyenangkan ya apa ya, konflik-konflik gitu. Masing-masing konflik kan selama kita masih bisa mengatasi gitu.
Kemudian ibu, tentang peristiwa bisa jadi ini peristiwa yang menurut ibu baik, bisa jadi ini menurut ibu yang kurang baik yang selama ini ibu paling berkesan?
Paling berkesan ya? Iya.
Bergantian menjaga anak, seperti sabtu suami libur kantor terus menjaga anak sedangkan istri ngelesi.
Menyenangkan apabila bisa kumpul sama keluarga
305 310 315 320 325 330 335 340 345 I P I P I P
Paling berkesan itu ketika saat kita baru menikah (P Iya). Benar-benar lepas dari orang tua sementara yang lainnya pada dikasih orang tua uang, kita dari nol (P Oo gitu). Waktu saya kuliah, saya dipinang sama suami saya masih kuliah dan saya berjanji akan terus melanjutkan saya hamil saya nggak malu di kampus dalam arti bersedia dipinang dalam keadaan suami belum bekerja, sampai suami saat ini saya masih mendampinginya. Dulu waktu masih nol ya mas, sama-sama kos satu kamar berdua belum punya anak, sampai anaknya lahir ngontrak rumah keciil bau bagi saya itu menyenangkan, tapi kalau sekarang ih mambu banget ig. Indah sekali. Kita pindah lagi rumahnya, banjir..kalau rumah banjirnya segini. Tadinya rumahnya sudah bagus sekali karena kita belum bisa beli rumah. Sampai akhirnya kita berdua banting tulang, kerja. Waktu itu anak masih satu ya, yang besar kita titipkan sama tetangga. Nanti kalau pagi saya mandiin, ayahnya sudah gendong dia sambil nyari lawuh muter-muter sambil nitipin ke siapa..penitipannya itu. Kalau sore saya jemput. Sampai akhirnya, yang paling berkesan ya ini mas. Bisa beli rumah bersubsidi ini, hehe. Dulu bener-bener dari nol sekali, gali lubang tutup lubang sampai akhirnya bisa beli rumah ini, ya itu yang paling berkesan.
Kemudian bu, pernahkah ibu mengalami peristiwa yang bisa dikatakan sulit serta ehm..gimana bu, bisa diceritakan? Pasti pernahlah mas. Mengalami masa-masa..dalam 11 tahun. Sulit.. satu ekonomi, pernah. Masih kuliah, kerja kantor baru padahal aku tu..oiya dink, di Madiun pindah kesini, kan posisi keluar tha termasuk nggak punya kerjaan pasti sulit sekali untuk hidup itu (P Iya). Faktor ekonomi, hamil bisa ngatasi kita. Telaten lah mas. Terus pindah tugas, bagi saya sulit..dia di Purwodadi, jarak jauh. Tapi Alhamdulillah bisa 2 hari sekali pulang, jadi bisa diatasi. Ya pasti manusia mengalami lah mas, tergantung bagaimana kita menyikapi.
Itu berlangsung sampai berapa lama ya bu?
Ituu..peristiwa sulit itu ya, ya istilahnya kan cobaan ya mas ya..ya sampai saat ini pasti ada.
Kalau sepengalaman ibu paling lama itu berapa hari bu,
Pengalaman yang berkesan ketika baru menikah. Dimana masih sama-sama kuliah. Selama 11 tahun mengalami kesulitan ekonomi
350 355 360 365 370 375 380 385 390 I P I P I P I P I P I P I atau...
Oo peristiwa sulit itu? Iya.
Sulitnya tergantung sih mas, tergantung temanya maksudnya masalahnya apa gitu. Kalau waktu pindah ke Purwodadi itu saya sulit sekali karena anak saya berontak. Di sekolah dia keluar gerbang mau nyusul ayahnya dia naik bis itu sampai 6 bulan.
6 bulan?
Iya. Dia berontak, nangis tanya ayah kenapa nggak pulang. Kalau hujan, ah nggak ada ayah cuma kita bertiga kan nggak ada mbahnya 6 bulan itu sulitnya, sudah diatasi. Gitu ya bu ya. Kemudian ibu, untuk..menyinggung masalah yang tadi bu, penyelesaiannya itu bagaimana bu? Penyelesaiannya yaa...
Dari anak sendiri.
Dari anak sendiri. Coba dikasih pengertian, biasanya kita..supaya nggak kaget, sering diajak keluar dulu. Gitu terus, sering dikasih pengertian seperti ini. Kalau nggak begitu seperti ini. Kita bicara kalau nggak begitu seperti apa, kalau nggak punya uang masih bayar rumah semua, kita masih punya tagihan, keadaan harus sudah tahu, yang besar sudah mudheng jadi dia bisa menerima lama-lama. Jadi nggak ditutupi, kalau untuk masalah apa itu kayak ekonomi anak itu mereka sudah biasa.
Iya, kemudian ibu hal apa saja yang mempengaruhi timbulnya masalah selama ini bu?
Yang mempengaruhi timbulnya masalah apa ya..anak itu, suka berdebat masalah anak.
Oo begitu.
Biasanya kan ini milih yang ini yang ini, lama-lama kan berdebat gitu to nggak mau diatur, dia nggak mau apa itu ngerjakan PR nggak mau belajar, saling membela anak.
Anak berontak ketika ditinggal ayahnya Anak diberi pengertian dari masalah lama kelamaan anak paham Suka berdebat mengenai anak
395 400 405 410 415 420 425 430 435 P I P I P I P I Oo begitu.
Heem, seringnya anak.
Kemudian ibu, ini tanya lagi tentang hal-hal apa saja yang mendorong ibu untuk membentuk keluarga harmonis ibu? Yang pasti itu kebahagiaan anak ya mas ya, terutama anak. Anak sama..banyak sih, kita di Islam juga dianjurkan untuk apa itu...mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah salah satunya karena itu juga.
Selain itu bu, ada hal-hal lain lagi bu yang mendorong? Ya pemenuhan hati lah ya, kalau kita bisa bahagia hati kita terpenuhi to, kan istilahnya kita nikah sama seseorang nggak lihat harta bendanya. Kita lihat kasih sayangnya sama anak, sama saya istilahnya seperti itu tha mas, kita puas. Udah nggak usah Istighfar dikasih ganteng banget baru aku seneng, sayang gitu kita puas bahagia gitu. Meskipun di bawah jembatan pun kalau kita bahagia seneng gitu, istana tapi kita nggak merasakan itu kan..gitu lho.
Kemudian ibu, ibu kan sebagai ibu rumah tangga. Sebagai pendidik juga ya bu ya untuk anak-anak. Kemudian bagaimana ibu selama ini menanamkan sikap dan nilai yang baik pada keluarga?
Contoh biasanya, dengan contoh. Masalahnya kalau anak saya dikasih teori kan pinter ya dia, misalnya..apalagi kalau teori agamanya kan lebih pinter ya di SDIT, nggak kaya gini mah gini gini gini, Oh iya mamah minta maaf mamah yang salah, yang keliru. Tapi kamu nggak melakukan itu, kasih contoh misalnya kayak mah aku nggak mau nanti luka iya kenapa, nanti apa ya contoh sama dia apa pukul-pukulan gitu, pukul-pukul-pukulan sama adiknya. Wes dibilangin nggak gugu nanti kalau ada yang jatuh salah satu gimana, kalau sudah kayak gitu dia, oh iya ya kalau jatuh kasih contoh gitu. Misalnya mamah nggak hati-hati naik motor, mamah jatuh tha. Makanya kamu naik sepeda hati-hati, mamah jatuh gimana karena nggak hati-hati gitu. Tahu pakai contoh,kalau pakai teori gitu wes nyerocos gitu anak sekarang nggak bisa percaya mas.
Anak sebagai pendorong keluarga harmonis
Dari pada harta kebahagian hati lebih di utamakan
Cara menanamkan nilai dan sikap baik dengan
menyekolahkan anak di sekolah Islam. Dan segera meminta maaf kalau punya salah
440 445 450 455 460 465 470 475 480 P I P I P I P
Mungkin selain itu bu, mungkin dari cara yang lain bu selain bisa dikatakan kan cara berbicara atau cara berbusana atau yang lain bu, itu bisa diceritakan?
Iya, kalau misalnya cara berbicara Alhamdulillah anak saya tergolong bukan yang grawokan ya, tahu yang grawokan ya..nggak soalnya kalau bengok-bengok sama temen-temennya gitu langsung ta panggil. Kok bisa kayak gitu coba ta kasih pengertian, seringnya kasih pengertian. Satu dua tiga kali lupa gitu diingetin, kita nggak capeknya ngingetin misalnya main bola disini juga ganggu tetangga ta ingetin.
Oo begitu. Kemudian ibu, itu kan erat kaitannya dengan bagaimana menciptakan situasi yang akrab ya bu ya, nah selama ini bu bagaimana cara menciptakan situasi yang akrab?
Saya selalu share sama anak-anak ya, apapun masalahnya. Tapi ya masih kecil ya (P Iya). Mamah kenapa kok nangis, mamah sakit perut ya dulu usus buntu, detail, mamah ada apa, ada usus buntu, terus kalau nggak diobatin harus dioperasi apa dibeleh? Kalau nggak dibeleh mamah bisa meninggal soalnya sakitnya menyebar, nangis. Jangan nangis, kamu doain mamah. Waktu saya dioperasi mereka nungguin saya merengut, ngelihatin gitu. Harus..mereka harus tahu kondisi sebenarnya. Kalau disembunyi-sembunyiin nggak mungkin bisa akrab gitu. Kita anggap sebagai teman saja kalau belajar gitu misalnya kita kasih
reward ya, nilai kamu sembilan ayo nanti dapat ini. Kalau
nilai kamu sembilan nanti beli es teler, kaya gitu.
Mungkin itu, ibu antar eee anak begitu ya, kalau antar..ibu dengan suami itu gimana bu?
Pergi bersama, kalau udah makan bersama gitu nggak masak tha, nggak kan kalau pagi siang sudah makan di