BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Obyek Penelitian
4.1.2 Visi dan Misi Abankirenk Creative
1. Menjadi sebuah perusahaan Buku Tahunan terbesar dan terbaik yang pernah ada, valid dan profitable dengan SDM – SDM yang yang berkualitas dan professional.
2. Menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang baru di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
3. Sebagai media penyaluran ide, kreativitas, dan bakat positif bagi generasi anak muda di Daerah Istimewa Yogyakakarta dan sekitarnya.
4. Meramaikan kancah bisnis di Yogyakarta pada khususnya dan Nasional pada umumnya.
5. Menjadi produsen pencipta sebuah product Buku Tahunan Sekolah yang inovatif, creative, dan berkualitas.
4.1.3. Logo dan Makna Logo Abankirenk Creative
Gambar 4.1 : Logo Abankirenk Creative
(Sumber : Arsip company profile Abankirenk Creative)
Makna logo Abankirenk Creative ialah abank dalam bahasa Indonesia adalah merah yang berarti berani, tegas, dan percaya diri untuk maju yang tidak pernah padam. Irenk dalam bahasa Indonesia adalah hitam yang merupakan peringatan dari sisi buruk kehidupan yang harus di jauhi. Secara keseluruhan Abankirenk Creative mempunyai arti bahwa kunci untuk kesuksesan adalah selalu berani dalam berkreasi untuk menciptakan inovasi yang lebih kreatif dan pantang untuk berputus asa dalam keadaan apapun.
4.1.4. Struktur Organisasi Abankirenk Creative Yogyakarta
Gambar 4.2 : Struktur Organisasi Abankirenk Creative
(Sumber : Arsip struktual manajer Abankirenk Creative Tahun 2014-2015)
Fungsi dan tugas divisi kerja adalah suatu rincian yang menunjukan posisi, tanggung jawab, wewenang, fungsi dan tugas yang harus dilakukan. Periode tugas perlu dibuat agar masing-masing bagian mengerti akan kedudukannya. Adapun tugas dan divisi kerja yang ada di Abankirenk Creative antara lain :
A. Owner
Mengawasi aktivitas Abankirenk Creative
Menerima laporan mengenai perkembangan Abankirenk
Mengambil keputusan kegiatan Abankirenk Creative B. General manager
Menjalankan proses aktivitas Abankirenk Creative agar visi dan misi tercapai
Bertanggung jawab atas semua sistem yang berjalan pada Abankirenk Creative
OWNER
GENERAL MANAGER
CREATIVE DIVISION MARKETING FINANCE
PROJECT LEADER
FOTOGRAFER MOVIE
MAKER
DESIGNER CETAK
MENCETAK
Menjalin hubungan dengan publik Abankirenk Creative
Membuat laporan berkala mengenai perkembangan Abankirenk
Creative C. Creative Division
Menerjemahkan keinginan klien
Melaksanakan dan menstimulasi ide-ide kreatif dari siapapun yang masuk dalam tik kreatif
Membuat konsep-konsep yang akan di tawarkan ke klien D. Marketing
Memsarkan buku tahunan yang merupakan produk utama Abankirenk Creative
Mendapatkan konsumen
Menjaga loyalitas konsumen
Membentuk kesadaran merek di benak konsumen
Memperkuat brand di benak konsumen E. Finance
Mengadakan perencanaan keuangan di Abankirenk Creative
Mengelola anggaran keuangan di Abankirenk Creative
Pengendalian keuangan
Pemeriksa keuangan yang ada pada Abankirenk Creative F. Project Leader
Melaksanakan pekerjaan sesuai waktu yang sudah dijadwalkan
Melakukan penganggaran dalam satu proyek
Memimpin tim untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal
G. Fotografer
Merencanakan jadwal pengambilan foto
Menjalin hubungan baik dengan klien
Melakukan produksi foto
Editing foto untuk membangun brand image H. Designer
Mengetahui keinginan klien
Mengerjakan berbagai desain yang dibutuhkan perusahaan baik
untuk produk atau keperluan promosi I. Cetak Mencetak
Melakukan aktivitas cetak mencetak baik produk hingga kebutuhan yang diperlukan perusahaan
Mengontrol proses cetak dari awal hingga akhir
4.1.5 Pola Komunikasi Organisasi Abankirenk Creative
Pola komunikasi merupakan jaringan komunikasi yang terjadi ketika sebuah pesan di dalam organisasi mengalir melalui jalan resmi yang ditentukan oleh struktur organisasi dan di dalam waktu-waktu formal atau informal yang ditentukan dan disepakati oleh seluruh anggota organisasi.
Pesan di dalam jaringan komunikasi formal biasanya mengalir dari atas kebawah (downward communication), dari bawah keatas (upward communication), dan aliran komunikasi horizontal (horizontal communication).
Peneliti juga melihat adanya pola komunikasi yang terjadi di dalam tubuh Abankirenk Creative. Pola komunikasi ini terjadi setiap harinya ketika penyampaian tugas pekerjaan, koordinasi antar divisi, serta dalam membangun loyalitas itu sendiri. Misalnya adanya rapat-rapat yang dilakukan oleh induk manajemen dengan divisi marketing dimana dari pihak induk manajemen menginginkan divisi ini lebih bekerja dengan serius lagi agar tercapai tujuan dari organisasi.
Terdapat bentuk hubungan yang terjalin di dalam abankirenk creative, yaitu pola komunikasi owner dengan induk manajemen, pola komunikasi sesama induk manajemen, dan pola komunikasi abankirenk creative dengan karyawan. Pola komunikasi ini dapat terjadi ketika adanya rapat, briefing ataupun dalam berkomunikasi sehari-hari. Untuk berkomunikasi seperti ini tidak harus dalam keadaan formal bisa saja terjadi sewaktu-waktu ujar Ahmad Mirwan selaku owner dari abankirenk creative.
Abankirenk Creative baru meningkatkan program entertaint yang sudah dijalankan sejak dua tahun yang lalu. Program entertaint meliputi pertama dengan melakukan komunikasi entertaint owner memberikan pertanyaan untuk mengetahui tujuan bergabung dengan Abankirenk Creative dan menanyakan nilai kesejahteraan. Hal ini dirasakan sangat perlu karena Abankirenk Creative menginginkan karyawan-karyawan yang memiliki sikap loyal terhadap perusahaannya. Kedua memberikan anggaran untuk masing-masing divisi dan anggaran itu memang di alokasikan untuk kegiatan-kegiatan entertaint, contohnya divisi designer untuk kegiatan futsal, divisi project leader untuk nonton film bareng, dan lain-lain.
Hal ini bertujuan untuk saling mengenal antar satu dengan yang lain yang nantinya akan memupuk sifat kekeluargaan dan dari itu diharapkan menumbuhkan sifat loyalitas.
4. 1.6. Proses Komunikasi Formal di Abankirenk Creative
Organisasi tanpa komunikasi rasanya tidak akan mungkin berjalan dengan baik, hal ini disebabkan karena komunikasi adalah bagian penting dan tidak boleh dilupakan didalam sebuah organisasi dan proses berorganisasi. Hal ini juga di sadari oleh Abankirenk Creative betapa pentinganya fungsi komunikasi di dalam berorganisasi dan menyampaikan pendapat serta meminimalisir konflik yang bisa terjadi di dalam organisasi.
Proses komunikasi formal yang terjadi di Abankirenk Creative berjalan dengan baik antar owner, induk manajemen dan karyawan. Dalam penyampaian pesan sudah ada jalur kordinasi yang sudah ditetapkan oleh masing-masing divisi.
Komunikasi formal yang terjadi di Abankirenk Creative di mulai dari saat awal karyawan itu bergabung dengan Abankirenk Creative itu sendiri.
Pasalnya ketika karyawan pertama kali bergabung sudah di jelaskan alur komunikasi yang sudah di jelaskan pada SOP (Surat Operasional Pegawai), di sini semua aturan dan kewajiban pegawai sudah di terangkan secara detail. Dalam komunikasi sehari-hari pun sudah ada jalur yang harus ditaati oleh setiap karyawan seperti penyampaian materi design dari seorang project leader kepada designer. Ada beberapa divisi yang harus menyetujui dalam proses design yaitu divisi penjadwalan design dan harus diketahui oleh project leader dan designer tersebut.
Hal ini menunjukan bahwa alur komunikasi formal yang ada pada Abankirenk Creative sudah tertata dengan baik sesuai peraturan yang sudah ada.
Untuk saat ini komunikasi yang berjalan di Abankirenk dapat dikatakan jauh lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun sebelumnya kantor masih terpecah antara kantor manajemen dengan kantor foto dan belum menjadi satu seperti sekarang ini. Dikatakan lebih baik karena tahun ini kantornya sudah terpusat menjadi satu sehingga ruang lingkup untuk berkordinasi lebih mudah dan pembagian ruangannya pun sudah tertata dengan rapi sesuai divisi. Pemetaan ruangan yang sesuai dengan porsi divisi merupakan cara manajemen dalam menjaga komunikasi dengan karyawannya misalnya ruang manajemen dilantai atas, divisi marketing di ruang depan. Seperti yang disampaikan oleh Yan Sukmana selaku general manager Abankirenk Creative berikut :
“...Untuk tahun ini jauh lebih baik karena kantornya sudah menjadi satu wilayah yang sebelumnya masih berada dimana-mana. Serta pemetakan ruangan yang sudah tertata rapi sesuai divisinya, pemetaan ruangan ini salah satu strategi untuk membangun komunikasi yang lebih baik....” (wawancara tanggal 27 Oktober 2014)
Ada tiga cara dalam proses komunikasi formal yang dilakukan di Abankirenk Creative yaitu :
A. Rapat Global
Sebuah organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas, untuk itu perlu adanya sebuah kesepakatan atau musyawarah yang lebih memfokuskan terhadap tujuan organisasi agar organisasi berkembang kearah yang lebih baik dan tidak statis.
Rapat yang terjadi di Abankirenk Creative meliputi rapat global. Rapat yang mencangkup manajemen dan induk manajemen serta diikuti oleh semua kepala divisi yang ada di Abankirenk Creative. Pada rapat global ini semua agenda dan progres kerja yang sudah berjalan di sampaikan langsung kepada owner dan manager. Rapat global ini berjalan setiap bulannya untuk mengevaluasi dan memberikan masukan-masukan kepada setiap divisi yang mengalami masalah atau kendala.
Rapat global bertujuan untuk menyampaiakan target dari pihak manajemen yang harus dicapai oleh para karyawan di Abankirenk Creative selama satu tahun ke depan yang telah disepakati dalam SOP awal pertama kali bergabung dengan Abankirenk Creative. Target ini merupakan acuan para karyawan Abankirenk Creative untuk lebih bekerja keras untuk mencapai target tersebut. Selain untuk menyampaikan target dari owner Abankirenk Creative, rapat global juga memiliki peran yang sangat penting dalam memantau kinerja karyawan-karyawan Abankirenk Creative. Dalam rapat global di ikuti oleh seluruh kepala divisi di Abankirenk Creative. Semua kendala dan permasalahan yang di alami selama satu bulan dapat disampaikan melalui rapat global tersebut.
Proses penyampaian pesannya pun bisa berjalan formal ataupun informal sesuai kondisi pembahasan yang sedang di bahas dalam rapat tersebut. Seperti yang disampaikan oleh owner Abankirenk Creative yaitu Mas Ahmad Mirwan berikut:
“...kalau kita sedang rapat dan pembahasannya cukup berat rapatnya harus formal, serius, fokus. Dan apabila rapat itu bisa kita bawakan dengan santai juga tidak masalah....” (wawancara tanggal 27 Oktober 2014)
Rapat ini juga berfungsi sebagai media kontroling oleh owner untuk mengetahui sejauh mana karyawan-karyawan mencapai target yang sudah diberikan pada awal. Dalam rapat ini juga owner bisa melihat apakah karyawan-karyawan itu memiliki sifat loyal terhadap perusahaan dimana mereka bekerja. Sifat loyal itu sendiri dapat dilihat dari bagaimana kinerja karyawan yang mampu menyelesakan target yang sudah diberikan oleh manajemen.
Gambar 4.3 Jaringan Informasi Dari Owner Kepada Karyawan Dan Sebaliknya
: Owner : Induk Manajemen : Karyawan
: aliran komunikasi satu arah
: aliran komunikasi dua arah
: aliran komunikasi langsung
Bentuk pola komunikasi ini adalah hubungan komunikasi horizontal kebawah dan keatas. Pola ini adalah pola komunikasi organisasi yang ada di Abankirenk Creative yang digunakan oleh seluruh karyawan untuk berkomunikasi dengan sesama karyawan, atasan, dan kepada bawahan.
B. Briefing
Briefing merupakan sebuah kegiatan komunikasi antar-muka (face-to-face) yg secara rutin dilakukan dalam organisasi agar seluruh anggota tim kerja memiliki kesamaan persepsi, sikap, dan tindakan yg produktif terhadap pencapaian tujuan organisasi. Pengaplikasian briefing di Abankirenk Creative sendiri mencangkup lingkup yang lebih kecil daripada rapat global. Briefing ruang lingkupnya lebih kecil yakni per divisi yang ada di Abankirenk Creative seperti seluruh anggota divisi marketing.
Briefing ini dilakukan setiap satu minggu sekali atau dua kali apabila ada pembahasan yang sifatnya mendadak. Dalam briefing setiap divisi membahas program kerja yang harus dijalankan serta melaporkan kinerja selama satu minggu yang sudah dijalankan. Seperti yang terjadi pada divisi fotogrefer, dalam divisi ini mengadakan briefing dua kali dalam seminggu yaitu briefing laporan setiap selesai produksi apa saja kendala yang dialami selama produksi foto dan briefing quality control yaitu menilai foto-foto yang sudah ada apakah foto tersebut sudah masuk dalam kriteria yang sudah ditetapkan oleh pihak manajemen.
Kepala divisi memiliki peran yang penting dalam setiap briefing, karena kepala divisi merupakan jembatan penghubungan antar karyawan kepada manajemen. Selain sebagai jembatan penghubungan antar karyawan dan manajemen, kepala divisi juga mempunyai tanggung jawab atas kinerja dari staf-staf yang dibawahinya. Hasil dari briefing ini merupakan bahan
untuk di bahas dalam rapat global dengan pihak manajemen yang nantinya akan di tanggapi lebih lanjut.
Dari briefing inilah muncul ide-ide untuk memajukan Abankirenk Creative yang kemudian disampaikan kepada manager baik itu secara langsung melalui rapat global ataupun melalui media yang dimiliki. Selain untuk membahas program kerja yang akan datang, briefing ini bisa juga digunakan sebagai tempat evaluasi intern per divisi yang telah dilakukan, seperti melaporkan list sekolah yang sudah bekerja sama dengan Abankirenk dan apa saja kendala yang dihadapi.
Gambar 4.4 Aliran Informasi Dari Kepala Divisi Kepada Stafnya
: Kepala divisi : Staf divisi
: Garis komunikasi satu arah : Garis Komunikasi dua arah
Pada pola komunikasi organisasi diatas terjadi pada saat briefing yang di lakukan oleh setiap divisi. Pola tersebut merupakan gambaran dari komunikasi yang terjadi pada saat briefing berjalan. Setiap staf divisi bisa melakukan komunikasi langsung dengan kepala divisi dan sesama staf divisi.
C. Koordinasi
Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan kerja yang terpisah (bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Koordinasi merupakan sarana yang digunakan oleh karyawan untuk melakukan komunikasi horizontal ataupun vertikal. Adapun pesan-pesan yang disampaikan pada saat koordinasi adalah pesan-pesan-pesan-pesan yang berisi materi kerja yang segera diselesaikan misalnya dead line sautu sekolah, pembahasan konsep buku, dan kapan buku itu dibagikan kepada klien.
Koordinasi yang berjalan di Abankirenk Creative merupakan salah satu cara yang efektif dalam menjalin komunikasi antar karyawan yang mampu meningkatkan kinerja serta membangun kedekatan antar karyawan.
Komunikasi ini bisa terjadi kapan saja dan lebih bersifat santai baik itu antar karyawan dan manajer ataupun karyawan dengan karyawan. Dalam penyampaian pesannya pun bisa melalui media, media yang digunakan adalah media sosial seperti black berry massanger, line, whatsapp, dan lain-lain. Seperti yang disampaikan owner Abankirenk Creative berikut :
“...kalau koordinasi itu bisa terjadi setiap saat dan masing-masing karyawan mengkoordinasikan langsung pesan yang akan disampaikan kepada karyawan lain...” (wawancara tanggal 27 Oktober 2014)
Dari hasil wawancara dan pengamatan langsung dilapangan penulis melihat komunikasi yang terjadi pada saat koordinasi yaitu komunikasi dua arah dari karyawan ke karyawan. Komunikasi dua arah ini sangat baik dalam berorganisasi karena masing-masing pihak akan dengan mudah menyampaikan apa keinginan mereka dan di pihak lain akan berusaha memfasilitasi hal tersebut.
Gambar 4.5 Aliran informasi pada koordinasi di Abankirenk Creative
: Komunikasi langsung timbal balik :Komunikasi sesama anggota : Komunikasi langsung penegasan
Gambaran pola komunikasi diatas merupakan modifikasi penulis berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan. Pola seperti ini terjadi saat di luar rapat globbal dan briefing, karena pada pola komunikasi di atas di gambaran adanya komunikasi langsung yang bisa dilakukan oleh bawahan kepada atasan dan dapat dilakukan setiap saat.
4. 1.7. Proses Komunikasi Informal di Abankirenk Creative
Komunikasi organisasi tidak hanya berkutat dengan komunikasi formal, namun juga ada komunikasi informal yang terjadi. Komunikasi informal ini bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja tanpa perlu memperhatikan garis koordinasi yang telah ada. Komunikasi informal merupakan komunikasi sehari-hari yang dilakukan oleh setiap orang.
Komunikasi ini bersifat lebih santai dan tidak kaku.
Owner
Induk Manajemen Kepala
Divisi
Staf Divisi Staf Divisi Kepala
Divisi
Komunikasi informal yang berjalan di Abankirenk Creative berlangsung dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti meskipun di dalam perusahaan terdiri dari beberapa divisi, semua karyawan bisa berkomunikasi dengan siapapun tanpa memandang usia dan jabatan.
Komunikasi informal juga terjadi di dalam Abankirenk Creative. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh karyawan adalah dengan mereka mengadakan workshop kecil-kecilan yang di isi oleh divisi desinger untuk berbagi ilmu kepada divisi yang lain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dibidang desain dan multimedia masing-masing designer dan menambah pengetahuan bagi divisi lain serta penghilang penat dari rutinitas sehari-hari mereka.
4. 1.8. Penggunaan Media dalam Komunikasi Organisasi
Abankirenk Creative juga menggunkan media dalam penyampain pesannya. Adapun media yang digunakan Abankirenk Creative adalah sebagai berikut, untuk media internal menggunakan media sosial seperti black berry massanger, line, dan email. Sedangkan untuk mendia eksternal menggunakan website, facebook, twitter, dan instagram. Dari media yang digunakan Abankirenk Creative mengikuti perkembangan teknologi yang sedang menjadi trend saat ini. Penggunaan media eksternal ini cenderung digunakan untuk berhubungan dengan klien, tujuannya adalah untuk membangun brand image di kalangan anak-anak sekolah saat ini yang sudah modern.
Dalam berkomunikasi sehari-hari antar karyawan dengan atasan pun menggunakan media sebagai alat untuk berkomunikasi. Kurangnya intensitas bertatap muka antar karyawan dengan atasan tidak mengurangi komunikasi yang seharusnya terjadi.
Dalam hal ini media menjadi alat yang efektif untuk saling berkomunikasi demi terwujudnya tujuan dari organisasi. Dalam penyampaian materi sehari-hari antar karyawan dengan atasan menggunakan email, karena media ini dapat menampung file yang berkapasitas besar. Seperti yang dijelaskan oleh mas Ahmad Mirwan selaku pendiri Abankirenk Creative :
“...kalau untuk berkomunikasi antar pegawai kita menggunakan media sosial yang ada seperti blackberry massanger dan line. Untuk materi sendiri biasanya menggunakan email dan itu bisa setiap hari.
Penggunaan medianya pun jika diperlukan saja, apabila memang tidak dapat bertemu pada waktu yang sama...” (wawancara tanggal 27 Oktober 2014)
Dari hasil wawancara ini, penulis melihat Abankirenk Creative sangat memanfaatkan kemajuan teknologi yang berkembang. Berkomunikasi menggunakan media dirasakan penting apabila bersifat mendadak dan segera di selesaikan. Penggunaan media diperlukan ketika antar karyawan tidak dapat saling bertemu secara langsung.
4. 1.9. Loyalitas Karyawan di Abankirenk Creative
Loyalitas merupakan sikap mental untuk tetap memegang teguh kesetiaan baik kepada perusahaan, atasan, maupun rekan kerja. Setiap individu pasti memiliki sikap loyalitas yang tinggi pada suatu pekerjaan yang dijalaninya. Suatu organisasi yang baik pastilah memerlukan karyawan yang memiliki sikap loyalitas yang tinggi demi untuk mewujudkan tujuan dari organisasi tersebut. Organisasi tidak akan mencapai tujuannya apabila karyawan-karyawan yang ada di dalamnya tidak memiliki sikap loyalitas karena sikap loyalitas ini sangat membrikan dampak positif bagi organisasi yang berkembang.
Sikap loyalitas di pengaruhi oleh beberapa faktor yang ada dalam kondisi organisasi misalnya kedekatan antar karyawan, kesejahteraan, iklim organisasi yang baik, fasilitas yang memadai, dan lain-lain. Kesejahteraan karyawan adalah bukti nyata untuk menaikkan sikap loyalitas karyawan maka dari itu organisasi juga memperhatikan kesejahteraan karyawan, yang dapat berpengaruh pada kepuasan kerja dan loyalitas kerja sehingga karyawan dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada perusahaan.
Loyalitas para karyawan dalam suatu organisasi itu mutlak diperlukan demi kesukseskesan organisasi itu sendiri. Semakin tinggi loyalitas para karyawan di suatu organisasi, maka semakin mudah bagi organisasi itu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemilik organisasi. Sedangkan untuk sebaliknya, bagi organisasi yang loyalitas para karyawannya rendah, maka semakin sulit bagi organisasi tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan organisasinya yang telah ditetapkan sebelumnya oleh para pemilik organisasi. Loyalitas terjadi apabila kebutuhan-kebutuhan individu sudah terpenuhi dan terkait dengan derajat kesukaan dan ketidaksukaan dikaitkan dengan karyawan, merupakan sikap umum yang dimiliki oleh karyawan yang erat kaitannya dengan imbalan-imbalan yang mereka yakini akan mereka terima setelah melakukan sebuah pengorbanan.
Abankirenk Creative sudah berdiri sejak tahun 2004 hingga sekarang ini dan sudah memiliki kantor cabang di kota-kota besar di Indonesia seperti di Jakarta, Semarang, Solo, Malang, dan Purwokerto. Di kota Yogyakarta sendiri yang sebagai kantor pusatnya memiliki kurang lebih 150 karyawan yang terbagi dalam berbagai divisi yang ada.
Menurut dari hasil wawancara dan observasi di lapangan dari 150 karyawan 50 karyawan sudah bergabung sejak tahun 2010 hingga sekarang. Lama bekerja menjadi salah satu faktor dalam menentukan loyalitas dan kepuasan kerja karyawan. Untuk perusahaan atau organisasi yang bergerak di bidang kreatif yang sebagaian besar karyawannya adalah anak muda ini sudah bisa dikatakan loyalitas yang ada cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kerja dan kesejahteraan karyawan di Abankirenk Creative sangat diperhatikan betul oleh atasannya.
Abankirenk Creative memiliki cara sendiri untuk menanamkan dan mempertahankan sifat loyalitas kepada karyawannya yaitu dengan menerapkan komunikasi entertaint. Maksud dari komunikasi entertaint ini untuk memfasilitasi karyawan dengan cara men-support kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh setiap divisi misalnya divisi foto mengadakan pameran. Selain mendukung kegiatan yang diadakan setiap divisi, pihak manajemen juga menanyakan tujuan dari setiap pegawai karena hal ini bisa menjadi nilai ukur manajemen untuk melihat peluang apakah karyawan ini memeliki sikap loyalitas atau tidak. Abankirenk Creative juga menanamkan prinsip Play Hard Work Hard kepada setiap karyawannya, maksudnya walaupun kita bekerja dengan keras tanpa mengenal waktu tetapi juga membutuhkan hiburan untuk mempererat kekeluargaan yang diharapkan dapat menumbuhkan loyalitas yang nantinya membentuk kepribadian yang memiliki sifat rela berkorban baik
Abankirenk Creative memiliki cara sendiri untuk menanamkan dan mempertahankan sifat loyalitas kepada karyawannya yaitu dengan menerapkan komunikasi entertaint. Maksud dari komunikasi entertaint ini untuk memfasilitasi karyawan dengan cara men-support kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh setiap divisi misalnya divisi foto mengadakan pameran. Selain mendukung kegiatan yang diadakan setiap divisi, pihak manajemen juga menanyakan tujuan dari setiap pegawai karena hal ini bisa menjadi nilai ukur manajemen untuk melihat peluang apakah karyawan ini memeliki sikap loyalitas atau tidak. Abankirenk Creative juga menanamkan prinsip Play Hard Work Hard kepada setiap karyawannya, maksudnya walaupun kita bekerja dengan keras tanpa mengenal waktu tetapi juga membutuhkan hiburan untuk mempererat kekeluargaan yang diharapkan dapat menumbuhkan loyalitas yang nantinya membentuk kepribadian yang memiliki sifat rela berkorban baik