BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
B. Visi dan Misi
Sebagai dasar dari gerak langkah PT. Adhi Karya untuk ikut berkiprah dalam pembangunan nasional di Indonesia, perusahaan ini memiliki visi yang merupakan pedoman arah perusahaan tersebut sebagai berikut:
”Menjadi mitra pilihan utama dalam bidang usaha kontruksi dan perekayasaan”
Visi tersebut sesuai dengan kedudukan PT. Adhi Karya saat ini yang merupakan salah satu perusahaan kontraktor terbesar di Indonesia dan dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek dengan kualitas yang bermutu.
b. Misi
Misi yang diemban oleh PT. Adhi Karya berikut merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Misi-misi tersebut antara lain:
1. Menciptakan nilai bagi para pemegang saham.
2. Memenuhi kebutuhan pelanggan dengan produk dan pelayanan yang handal dan bermutu.
3. Menyediakan lingkungan kerja yang aman, sejahtera dan memberikan kesempatan untuk berkembang secara profesional bagi semua karyawannya.
4. Memperkokoh posisi Adhi Karya di pasar dalam negeri dengan dukungan jaringan kerja yang kuat didaerah-daerah potensial serta memasuki pasar luar negeri.
5. Memperkuat posisi kepemimpinan Adhi Karya dibidang infrasruktur dan bangunan gedung serta mulai membangun posisi yang kuat dibidang perekayasaan yang difokuskan pada industri-industri tertentu.
6. Meningkatkan kemampuan dan daya saing sumber daya manusia dengan menguatkan pada pengembangan keahlian teknik dan manajemen proyek.
7. Secara konsisten Adhi Karya menghasilkan ROE diatas suku bangsa SBI.
C. Struktur dan Personalia Perusahaan
Struktur organisasi PT. Adhi Karya ditetapkan pada tanggal 22 Januari 2014 dengan surat keputusan direksi PT. Adhi Karya No. 014-6/013. Struktur organisasi tersebut dapat dilihat pada lampiran.
Struktur organisasi Proyek Jakon PT. Adhi Karya ditetapkan pada tanggal 22 Januari
BAB V
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
A. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan Pajak yang dikenakan nilai tambah (value added suatu barang atau jasa). Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yang digunakan oleh
PT.Adhi Karya,Tbk Makassar melakukan perhitungan terhadap Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah dengan menggunakan harga jual.
Berdasarkan tinjauan pustaka yang penulis paparkan pada BAB II Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yang dijadi dasar dalam perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap Barang Kena Pajak yang ada. Dengan menggunakan metode Harga Jual, yaitu Nilai yang berupa Uang, termaksud biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Penjual karena penyerahan Barang Kena Pajak (BKP), tidak termaksud dengan PPN yang dipungut dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan adalah 10% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) untuk semua jenis Barang Kena Pajak (BKP). Tarif Pajak ini telah sesuai dengan peraturan UU Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 7 ayat 1. Pada umumnya Pajak Pertambahan Niali (PPN) itu terdiri dari PPN Masukan dan PPN keluaran. Dimana PPN masukan dan PPN keluaran merupakan dua tata cara dalam melakukan perhitungan PPN.
Dalam melakukan perhitungan Pajak Pertambahan nilai (PPN) yang disetor serta PPN yang harus dipungut oleh perusahaan adalah berdasarkan rumus sebagai berikut:
PPN= Dasar Pengenaan Pajak X Tarif Pajak
PPN masukan yang dapat dikredit apabila telah dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dimana perusahaan tersebut terdaftar sebagai Wajib Pajak (WP). Apabila perusahaan tidak melaporkannya, maka PPN Masukan tersebut tidak dapat dikreditkan dan biaya atas PPN tersebut dapat dikurangkan sebagai biaya dalam rangka perhitungan Pajak Penghasilan (PPh).
Berdasarkan hasil wawancara penulis denagan salah satu Pegawai PT.Adhi Karya, Tbk Makassar, bahwa semua PPN yang ada pada perusahaan dapat dikredit.sehubungan dengan usaha yang dilakukan maka setiap bulannya perusahaan melaporkan PPN yang disetor dan yang telah dipungut. Pelaporan PPN dan SPT masa PPN dilakukan diakhir bulan berikutnya.
B. Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Menurut UU Nomor 42 Tahun 2009 Berdasarkan tinjauan Pustaka pada Bab II dijelaskan bahwa perhitungan PPN menurut UU Nomor 42 Tahun 2009 bahwa perhitungan besarnya PPN yang lebih bayar dan kurang bayar dapat dihitung berdasarkan data-data Pajak Keluaran dan Pajak Masukan.
Prosedur pembukuan yang dilakukan PT.Adhi Karya Tbk berkaitan dengan Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai adalah Pembalian Barang dan Penjualan Barang. Setiap Transaksi yang terjadi dalam kegiatan usaha perusahaan, bagian keuangan wajib mencatat atau membukukan. Masalah yang timbul dalam pencatatan Pajak Masukan adalah berbedanya saat penerimaan barang kena pajak dan saat penerimaan Faktur pajak.
Dalam pencatatan Pajak Keluaran, masah yang terjadi juga tidak jauh beda dengan Pajak Masukan yaitu bedanya saat penyerahan Barang Kena Pajak dengan saat pembuatan Faktur Pajak. Pencatatan PPN yang dilakukan PT.Adhi Karya Tbk dicatat dalam waktu satu tahun pada tahun 2012 PPN Masukannya sebesar Rp. 3.106.839.178,- dan pada tahun 2011 PPN masukannya sebesar Rp. 433.559.065,- sedangkan PPN Masukan Tahun 2010 sebesar Rp. 2.435.598.360. Berdasarkan data yang diteliti besarnya PPN Masukan dari Tahun 2012 jumlah PPN Masukannya lebih tinggi
dibandingkan pada tahun 2011 dan 2010. Sedangkan PPN Keluaran pada Tahun 2012 sebesar Rp.77.652.536.713,- dan PPN Keluaran Tahun 2011 sebesar Rp.8.079.323.835,- sedangkan PPN Keluaran Tahun 2010 sebesar Rp. 29.158.550.174.
Pengkreditan pajak dapat dilakukan apabila PPN Masukannya dikategorikan sebagai PPN yang dapat dikredit dan bukan PPN yang tidak dapat dikreditkan. Semua PPN Masukan yang Perusahaan setor kekas Negara merupakan PPN Masukan yang dapat dikredit. Mekanisme atau cara pengkreditan Pajak Masukan yang dilakukan Perusahaan yaitu berpedoman pada Tanggal Faktur Pajak. Dalam hal pelaporan SPT PT.Adhi Karya Tbk telah melaporkan tepat Waktu yaitu setiap tanggal 20. Menurut penulis, hal ini sudah baik karena perusahaan sudah termaksud dalam Wajib Pajak yang taat pajak dan tidak terkena Sanksi apabila terlambat melapor.
C. Akuntansi
Dalam akuntansi komersil tidak mengatur tersendiri perilaku akuntansi khusus untuk PPN dan PPnBM, PSAK tahun 2007 hanya mengatur Akuntansi Pajak Penghasilan.
Namun demikian baik dalam akuntansi komersil maupun dalam akuntansi pajak terdapat persamaan dalam melakukan pencatatan. Dalam akuntansi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terdapat Akun Pajak Masukan yang digunakan untuk mencatat besarnya Pajak masukan yang dibayar atau dipungut atas terjadinya transaksi, sedangkan yang kedua
Akun Pajak Keluaran yang digunakan untuk mencatat Pajak Keluaran yang dipungut atau disetorkan ke kas negara atas transaksi.
Jurnal Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) per bulan dari Januari-Desember pada Tahun 2012:
a. Jurnal Pembelian 1) Bulan Januari
Pembelian Rp 30,509,451,208 PPN Masukan Rp 152,469,894
Kas Rp 30,661,921,102 2) Bulan Februari
Pembelian Rp 29,219,047,332 PPN Masukan Rp 330,722,111
Kas Rp 29,549,769,443
3) Bulan Maret
Pembelian Rp 525,321,014,129 PPN Masukan Rp 74,524,001
Kas Rp 525,395,538,130 4) Bulan April
Pembelian Rp 50,821,112,010 PPN masukan Rp 100,144,270
Kas Rp 50,921,256,280 5) Bulan Mei
Pembelian Rp 63,200,337,370
PPN Masukan Rp 342,810,330
Kas Rp 63,543,147,700 6) Bulan Juni
Pembelian Rp 72,114,334,405 PPN Masukan Rp 269,721,932
Kas Rp 72,384,056,337 7) Bulan Juli
Pembelian Rp 9,244,004,125 PPN Masukan Rp 489,324,597
Kas Rp 9,733,328,722
8) Bulan Agustus
Pembelian Rp 14,959,520,211 PPN masukan Rp 90,134,527
Kas Rp 15,049,654,738 9) Bulan September
Pembelian Rp 52,343,316,300 PPN Masukan Rp 200,852,642
Kas Rp 52,544,168,942 10) Bulan Oktober
Pembelian Rp 87,493,096,200 PPN Masukan Rp 444,277,411
Kas Rp 87,937,373,611
11) Bulan November
Table 2. Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) saat pembelian tahun 2012
Masa Pajak Pembelian PPN Masukan Kas
b. Jurnal penjualan 1) Bulan Januari
Kas Rp 30,661,921,102
Penjualan Rp 400,089,328,705
PPN Keluaran Rp (369,427,407,603)
2) Bulan Februari
Kas Rp 29,549,769,443
Penjualan Rp 73,189,210,944
PPN Keluaran Rp (43,639,441,501) 3) Bulan Maret
Kas Rp 525,395,538,130
Penjualan Rp 6,357,281,190
PPN Keluaran Rp 519,038,256,940 4) Bulan April
Kas Rp 50,921,256,280
Penjualan Rp 54,327,892,145
PPN Keluaran Rp (3,406,635,865) 5) Bulan Mei
Kas Rp 63,543,147,700
Penjualan Rp 40,193,647,682
PPN Keluaran Rp 23,349,500,018 6) Bulan Juni
Kas Rp 72,384,056,337
Penjualan Rp 48,000,661,569
PPN Keluaran Rp 24,383,394,768
7) Bulan Juli
Kas Rp 9,733,328,722
Penjualan Rp 15,097,342,874
PPN Keluaran Rp (5,364,014,152) 8) Bulan Agustus
Kas Rp 15,049,654,738
Penjualan Rp 40,396,717,645
PPN Keluaran Rp (25,347,062,907) 9) Bulan September
Kas Rp 52,544,168,942
Penjualan Rp 90,345,721,872
PPN Keluaran Rp (37,801,552,930) 10) Bulan Oktober
Kas Rp 87,937,373,611
Penjualan Rp 18,345,276,109
PPN Keluaran Rp 69,592,097,502 11) Bulan Novenber
Kas Rp 8,093,578,285
Penjualan Rp 45,087,123,452
PPN Keluaran Rp (36,993,545,167)
12) Bulan Desember
Kas Rp 3,032,048,342
Penjualan Rp 39,763,100,732
PPN Keluaran Rp (36,731,052,390)
Berdasrkan jurnal Penjualan Perbulan diatas maka jurnal selama tahun 2012 adalah
Kas Rp 948,845,841,632
Penjualan Rp 871,193,304,919
PPN Keluaran Rp 77,652,536,713
Table 3. perhitungan Penjualan Pajak Pertambahan Nilai tahun 2012
Masa Pajak Kas penjualan PPN Keluaran
Januari Rp 30,661,921,102 Rp 400,089,328,705 Rp (369,427,407,603) Februari Rp 29,549,769,443 Rp 73,189,210,944 Rp (43,639,441,501) M aret Rp 525,395,538,130 Rp 6,357,281,190 Rp 519,038,256,940
April Rp 50,921,256,280 Rp 54,327,892,145 Rp (3,406,635,865) M ei Rp 63,543,147,700 Rp 40,193,647,682 Rp 23,349,500,018 Juni Rp 72,384,056,337 Rp 48,000,661,569 Rp 24,383,394,768 Juli Rp 9,733,328,722 Rp 15,097,342,874 Rp (5,364,014,152) Agustus Rp 15,049,654,738 Rp 40,396,717,645 Rp (25,347,062,907) September Rp 52,544,168,942 Rp 90,345,721,872 Rp (37,801,552,930) Oktober Rp 87,937,373,611 Rp 18,345,276,109 Rp 69,592,097,502 November Rp 8,093,578,285 Rp 45,087,123,452 Rp (36,993,545,167) Desember Rp 3,032,048,342 Rp 39,763,100,732 Rp (36,731,052,390) Total Rp 948,845,841,632 Rp 871,193,304,919 Rp 77,652,536,713
Sumber: PT.Adhi Karya (persero) Tbk, Makassar (olah data)
Jika dilihat jumlah PPN dari tahun ketahun mengalami peningkatan, akan tetapi pada tahun 2010 mengalami PPN Kurang bayar berikut perhitungannya:
PPN Masukan Rp. 2.435.598.360,-
Table 4. PPN kurang Bayar pada tahun 2010
Bulan PPN Masukan PPN Keluaran Kurang/Lebih Bayar
Sumber: PT. Adhi Karya (persero) Tbk, Makassar (olah data)
Penyetoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berdasarkan UU No.42 Tahun 2009, penyetoran paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak dan sebelum surat pemberitahuan masa disampaikan. Apabila perusahaan tidak melakukan pembayaran ataupun menyetor Pajak Pertambahan Nilai, sesuai dengan peraturan yang
berlaku, maka sesuai dengan UU No.28 Tahun2007 tentang ketentuan umum dan tata cara Perpajakan Pasal 9 ayat 2a, perusahaan Kena Pajak akan diberi sanksi administrasi berupa bunga 2% per bulan dari jumlah pajak yang terutang dihitung sejak tanggal jatuh tempo pembayaran sampai tanggal pembayan.
Hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengomunikasikan data keuangan perusahaan kepada pihak-pihak lainnya adalah laporan keuangan. Laporan keuangan dasar (laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, neraca,dan laporan arus kas) tidak dapat memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan pemakai. Kreditor dan pemegang saham perlu mengetahui metode akuntansi yang digunakan PT. Adhi Karya, Tbk Makassar dalam mencatat akun-akun Laporan keuangan. Beberapa informasi tambahan yang dibutuhkan adalah bersifat Deskriptif dan dilaporkan dalam bentuk narasi. Untuk dapat menginterprestasikan angka-angka yang terkandung dalam laporan keuangan, pemakai harus dapat memebaca catatan Laporan Keuangan (notes to the financial statemen).
Pajak Pertambahan Nilai yang disajikan dalam Laporan keuangan itu ada pada Neraca (Balance sheet). Didalam Neraca melaporkan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas pemegang saham pada suatu tanggal tertentu. Jika Laporan Laba-Rugi menggambarkan kenerja perusahaan, maka Neraca manggambarkan posisi Keuangan. Dengan menyediakan informasi mengenai Aset, Liabilitas, dan Ekuitas pemegang saham, Neraca dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengevaliasi tingkat likuiditas, struktur modal, dan efisiensi perusahaan, serta menghitung tingkat pengembalian asset dan laba bersih.
D. Penyajian Pajak Pertambahan Nilai Dalam Laporan Keuangan PT.Adhi Karya, Tbk Makassar.
Standar Akuntansi Keuangan sebagai himpunan Prinsip, Prosedur, Metode, dan Teknik Akuntansi yang mengatur penyususnan Laporan Keuangan juga mempunyai pengaruh sebagai dasar pengenaan akuntansi sebagai pada perhitungan Pajak Pertambahan Nilai. Keterlibatan standar akuntansi keuangan dalam perhitungan PPN perusahaan tersebut karena PT.Adhi Karya menggunakan Laporan Keuangan sebagai sarana untuk menyajikan informasi keuangan dari transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan.dari transaksi tersebut pembayaran Pajak merupakan transaksi yang berpengaruh pada Laporan Keuangan. Sedangkan Laporan Keuangan itu sendiri akan digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.
Laporan Keuangan (financial statemen) terdiri dari daftar Neraca (balance sheet) dan Laporan Laba-Rugi (income statemen) serta Laporan Perubahan Modal. Untuk Memperoleh Gambaran tentang keuangan serta hasil-hasil yang telah dicapai oleh PT.Adhi Karya,Tbk Makassar maka akan diperlihatan tentang Laporan Keuangan Perusahaan periode 2012, 2011 dan 2010 sebagai berikut:
Tabel 5. daftar Neraca (Aset) Per 31 Des 2012,2011 dan2010
Asset Lancar
No POS-POS 31 DES 2012 31 DES 2011 31 DES 2010
(Sumber: PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Makassar(Olahan Data))
Pada Tabel 5 diatas menjelaskan posisi saldo Neraca (Asset) perusahaan untuk Tahu 2010 yang mana jumlah asset terdiri dari asset lancar yaitu Kas yang ada ditangan, Piutang Usaha, Piutang retensi, tagihan bruto pemberi kerja, piutang ventura bersama kontruksi, persedianaan, uang muka, biaya dibayar dimuka, pajak dibayar dimuka, asset real estat, total asset lancar berjumlah Rp.4.194.320.491.528,-. dan asset tidak lancar, piutang
lain-lain jangka panjang, asset real estat, investasi pada ventura bersama, investasi pada entitas asosiasi, tanah yang belum dikembangkan, property investasi, asset tetap, investasi jangka panjang lainnya,asset lain-lain, total asset tidak lancar Rp.733.375.710.747,- . sehingga Total asset berjumlah Rp.4.927.696.202.275,- . dengan demikian total asset perusahaan ini pada Tahun 2010 sebesar Rp.4.927.696.202.275,- .
posisi saldo Neraca perusahaan tahun 2011 yang mana jumlah asset terdiri dari asset lancar yaitu Kas yang ada ditangan, Piutang Usaha, Piutang retensi, tagihan bruto pemberi kerja, piutang ventura bersama kontruksi, persedianaan, uang muka, biaya dibayar dimuka, pajak dibayar dimuka, asset real estat, total asset lancar Rp.5.484.987.461.350,-. dan asset tidak lancar, piutang lain-lain jangka panjang, asset real estat, investasi pada ventura bersama, investasi pada entitas asosiasi, tanah yang belum dikembangkan, property investasi, asset tetap, investasi jangka panjang lainnya, asset lain-lain, total asset tidak lancar Rp.627.966.129.776,-. Total asset berjumlah Rp.6.112.953.591.126,- . dengan demikian total asset Perusahaan Tahun 2011 sebesar Rp.6.112.953.591.126,- .
Pada Tahun 2012 jumlah asset terdiri dari asset lancar yaitu Kas yang ada ditangan, Piutang Usaha, Piutang retensi, tagihan bruto pemberi kerja, piutang ventura bersama kontruksi, persedianaan, uang muka, biaya dibayar dimuka, pajak dibayar dimuka, asset real estat, total asset lancar Rp.7.283.097.472.884,. asset tidak lancar terdiri dari, piutang lain-lain jangka panjang, asset real estat, investasi pada ventura bersama, investasi pada entitas asosiasi, tanah yang belum dikembangkan, property investasi, asset tetap, investasi jangka panjang lainnya,asset lain-lain, total asset tidak lancar Rp.588.976.162.584,- . Total asset berjumlah Rp.7.872.073.635.467,- . dengan demikian Total asset Perusahaan Tahun 2012 sebesar Rp.7.872.073.635.467,- jika dilihat jumlah asset dari tahun 2010-2012 ini mengalami peningkatan.
Table 6. Daftar Neraca (Liabilitas dan Ekuitas)Per 31 Des 2012, 2011 dan 2010
N o . P O S - P O S 3 1 D E S 2 0 12 3 1 D E S 2 0 11 3 1 D E S 2 0 10
Pada Tabel 6 diatas posisi saldo Neraca (Liabilitas dan Ekuitas) perusahaan untuk tahun 2010 yang mana jumlah liabilitas yang terdiri Liabilitas jangka Pendek yaitu Utang Usaha, utang bank, uang muka diterima, pendapatan diterima dimuka, biaya yang masih harus dibayar, utang obligasi, utang retensi, utang sukuk, liabilitas jangka pendek lainya, total liabilitas jangka pendek Rp.3.400.826.338.980,- . liabilitas jangka panjang, utang retensi, uang jaminan penyewaan, uang muka diterima, utang bank jangka panjang, utang kepada pihak yang berelasi, utang obligasi, liabilitas imbalan kerja, utang sukuk, utang lain-lain, total liabilitas jangka panjang Rp.659.114.889.801,- . Total liabilitas perusahaan Tahun 2010 sebesar Rp.4.059.941.228.781,- .
Posisi saldo Neraca (Liabilitas dan Ekuitas) perusahaan untuk tahun 2011 yang mana jumlah liabilitas yang terdiri Liabilitas jangka Pendek yaitu Utang Usaha, utang bank, uang muka diterima, pendapatan diterima dimuka, biaya yang masih harus dibayar, utang obligasi, utang retensi, utang sukuk, liabilitas jangka pendek lainya, total liabilitas jangka pendek Rp.4.875.487.799.722,- . liabilitas jangka panjang, utang retensi, uang jaminan penyewaan, uang muka diterima, utang bank jangka panjang, utang kepada pihak yang berelasi, utang obligasi, liabilitas imbalan kerja, utang sukuk, utang lain-lain, total liabilitas jangka panjang Rp.247.098.000.816,- . Total liabilitas perusahaan Tahun 2010 sebesar Rp.5.122.585.800.538,- .
Pada tahun 2012 yang mana jumlah liabilitas yang terdiri Liabilitas jangka Pendek yaitu Utang Usaha, utang bank, uang muka diterima, pendapatan diterima dimuka, biaya yang masih harus dibayar, utang obligasi, utang retensi, utang sukuk, liabilitas jangka pendek lainya, total liabilitas jangka pendek Rp.5.852.574.120.387,- . liabilitas jangka panjang, utang retensi, uang jaminan penyewaan, uang muka diterima, utang bank jangka panjang, utang kepada pihak yang berelasi, utang obligasi, liabilitas imbalan kerja, utang
sukuk, utang lain-lain, total liabilitas jangka panjang Rp.838.580.545.389,- . Total liabilitas perusahaan Tahun 2012 sebesar 6.691.154.665.776,- .
Posisi Ekuitas perusahaan tahun 2010 terdiri dari modal saham-Nilai nominal Rp.100 per saham, tambahan modal disetor, modal saham diperoleh kembali, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengindalian, saldo laba, pendapatan konfrehensif lainnya, Total Ekuitas yang didistribusikan Rp.861.113.484.045,- .total Ekuitas tahun 2010 sebesar Rp.867.754.673.494,- . Posisi Ekuitas perusahaan tahun 2011 terdiri dari modal saham-Nilai nominal Rp.100 per saham, tambahan modal disetor, modal saham diperoleh kembali, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengindalian, saldo laba, pendapatan konfrehensif lainnya, Total Ekuitas yang didistribusikan Rp.983.576.622.800,- .total Ekuitas tahun 2011 sebesar Rp.990.367.790.588,- . dan Posisi Ekuitas perusahaan tahun 2012 terdiri dari modal saham-Nilai nominal Rp.100 per saham, tambahan modal disetor, modal saham diperoleh kembali, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengindalian, saldo laba, pendapatan konfrehensif lainnya, Total Ekuitas yang didistribusikan Rp.1.174.145.971.294,-. Total Ekuitas tahun 2012 sebesar Rp.1.180.918.969.692,- . jadi Total Liabilitas dan Ekuitas Tahun 2010 sebesar Rp.4.927.695.202.275,- pada Tahun 2011 total Liabilitas dan Ekuitas sebesar Rp.6.112.953.591.126,- dan total Liabilitas dan Ekuitas pada tahun 2012 sebesar Rp.7.872.073.635.468,- .
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan dan uraian pada Bab V, maka pada Bab ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Mekanisme perhitungan dan pencatatan yang dilakukan PT.ADHI KARYA (persero) Tbk, Makassar sudah sesuai dengan peraturan perpajak UU No. 42 Tahun 2009. Dalam hal penyatoran dan pelaporan masa pajak Pertambahan Nilai, masih sering terjadi keterlambatan sehingga
perusahaan dikenakan sanksi administrasi berupa 2% per bulan untuk keterlambatan penyetoran dan juga denda Rp.500.000,- untuk keterlambatan pelaporan Masa PPN.
B. SARAN
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis mengajukan saran yaitu untuk menghindari dikenakannya sanksi administrasi yang dikarenakan terjadinya keterlambatan dalam hal pelaporan dan penyetoran pajak pertambahan nilai, sebaiknya PT.ADHI KARYA (persero) Tbk, Makassar mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku juga melakukan perencanaan Pajak Pertambahan Nilai dengan baik.
Riwayat Hidup
Ratna Sari. Suara tangis pertamanya terdengar pada haru Rabu 22 April 1993 di Sidodadi kec. Bone-Bone kab.Luwu Utara.
Tangisan itu disambut dengan suara merdu Azan yang dikumandangkan oleh Ayahanda Sagino. Anak perempuan pertama dari dua bersaudara yang lahir dari rahim seorang perempuan hebat yang bernama Sri Umbargati. Ratna Sari atau yang sering disapa “Ratna”. Pada tahun 2004 telah lulus pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negri 200 Sidomulyo, Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bone-Bone dan lulus pada tahun 2007, dan pada tahun yang sama pula penulis melanjudkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bone-Bone dan lulus pada tahun 2010. Tidak sampai disitu saja, berkat usaha, kerja keras, obsesi, cita-cita serta do’a, pada tahun 2010 penulis diterima di Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis program srata satu (S1).
Penulis bersyukur atas karunia Allah SWT sehingga dapat mengenyam pendidikan yang merupakan bekal untuk masa depan. Penulis berharap dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya dan membahagiakan orang tua serta berusaha menjadi manusia yang berguna bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. amin
DAFTAR PUSTAKA
Garrison,Ray H. Noreen,Eric W. Brewer,Peter C. 2007. Akuntansi Managerial, Edisi 11 Buku 2. Jakarta Penerbit Salemba Empat
Gusti, Djuanda & lubis, Irwansyah. 2011. Pelaporan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah. Penerbit PT.Gramedia pustaka utama. Jakarta
Hery.2009. Teori Akuntansi Edisi Pertama. Jakarta: Kencana
Harahap Safari Sofyan. 2011. Teori Akuntansi Edisi Revisi 2011.
Jakarta: Rajawali Pers
Kieso, Donald E. Jerry J. Weygandt. Dan Terry D. Warfield. 2007. Akuntansi Intermedit Edisi Keduabelas Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Niswonger,C.Rolin,CPA,Ph.D,LLD. Warren,Cals.s,Ph,D, CPA,CIA. Reeve,James M. Ph.D, CPA. Fess,Philip E.Ph.D, CPA. 2000 Prinsip-Prinsip Akuntansi Edisi-19 Jilid 2. Jakarta Penerbit Erlangga
Mardiasmo. 2011. Perpajakan Edisi Revisi.Yokyakarta: Andi Offset
Purnawan, Herman. 2001. Undang-Undang Perpajakan 2000 : Gabungan Pasal-Pasal yang tidak berubah serta Penjelasannya. Jakarta: Erlangga
Pandiangan, liberty. 1993. Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Jakarta:
Rineka Cipta
Sukardji, Untung. 2009. Pokok-Pokok Pajak Pertambahan Nilai (PPN) edisi Revisi 2009.
Jakarta: Rajawali Pers
2003. Perubahan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dengan UU Nomor 18 Tahun 2000. Jakarta Rajawali pers
Wahono, Sugeng. 2012. Mengurus pajak itu mudah (Teori dan Aplikasi): PT Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia
Yudiati, Winwin. Ilhah, Wahyudin. 2008. Pengantar Akuntansi Edisi Revisi. Jakarta:
Kencana
Yulianus, Hendri. 2011. Tujuh Langkah Praktis Membuat Pencatatan Akuntansi Keuangan Untuk perusahaan Jasa. Jakarta: Kompas Gramedia.