BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di bagian Radioterapi RSU. Vina Estetica Medan yang dilakukan dari bulan Maret 2018 sampai dengan bulan Mei 2018.
3.2 Alat dan Bahan Penelitian 3.2.1 Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah : a. CT – SCAN
CT – SCAN Siemens Somatom Sensation Open Berfungsi sebagai alat penghasil Sinar – X
Gambar 13
(CT Scan Siemens Sensation)
b. Apron
Apron yang memiliki ketebalan Pb 0,5mm dan Pb 0,35mm Berfungsi sebagai penghambat radiasi
Gambar 14
(Alat pelindung radiasi untuk keluarga pasien)
c. Dosimeter Saku (Pendos) Pendos Hitachi
Berfungsi sebagai alat pengukur radiasi yang diterima dan dapat dibaca secara langsung.
Gambar 15
(Alat ukur radiasi/Pen Dosimetri tampak depan)
Gambar 16
(Alat ukur radiasi/Pen Dosimetri tampak belakang)
Pada gambar 3.4 menunjukkan bahwa pendos masih dapat digunakan.
Dapat dilihat pada pendos tersebut tanggal kalibrasi ulang dilakukan pada tanggal 01 Agustus 2019.
3.3 Luaran dan Indikator Pencapaian yang Terukur Setiap Tahapan
TABEL 1
No Kegiatan Luaran Indikator
1 Study Literatur Jurnal Penelitian Didapatkan jurnal penelitian yang benar 2 Surat Izin
Penelitian
Surat Izin Penelitian Didapatkan surat Izin penelitian di RSU Vina
Didpatkan data hasil paparan radiasi yang telah dibatasi oleh Apron 0,5mm Pb, dan Apron 0,35mm Pb.
5 Pengolahan Data Analisis Data Didapatkan data
6 Membuat
Laporan akhir Penelitian
Menghasilkan laporan akhir penelitian
Laporan akhir siap dievaluasi
7 Membuat Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah tentang hasil penelitian
Artikel ilmiah dimuat
3.4 Diagram Alir Penelitian
Rangkaian kegiatan penelitian secara Sistematis dapat ditunjukkan dalam diagram alir berikut ini
Gambar 17
(Diagram Alir Penelitian) MULAI
Dilakukan percobaan CT - SCAN Dengan menggunakan prosedur pemeriksaan
CT – SCAN HEAD sebanyak 10 kali dengan jarak yang bertbeda-beda.
Di beri alat pelindung diri berupa Apron dengan
ketebalan Pb 0,5 mm
Di beri alat pelindung diri berupa Apron dengan ketebalan Pb 0,35 mm
Dilakukan pencatatan besaran radiasi yang diterima dan dicatat oleh
Pendos tersebut
KESIMPULAN
SELESAI
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Paparan Radiasi Yang Diterima Dengan Ketebalan Apron Dan Jarak Yang Berbeda
Dalam penelitian kali ini peneliti melakukan sepuluh (10) kali percobaan dengan jarak dan ketebalan apron yang berbeda dan menggunakan 1 dosimeter saku (Pendos) yang sama.
Pada saat penelitian ini peneliti juga memberi panjang Topogram dan FoV (Field of view) serta kV (Kilo Volt) dan mAs (Miliampere-second) yang sama pada sepuluh (10) percobaan yang dilakukan dengan bertujuan agar besaran radiasi yang dikeluarkan oleh alat CT Scan diharapkan tidak ada yang berbeda dan hasil yang dicatatkan juga sebanding dengan jarak dan ketebalan apron yang digunakan oleh keluarga pasien.
Pada pemeriksaan CT Scan kepala kali ini dilakukan penyinaran ( keluaran sinar X) sebanyak dua kali, yaitu saat menjalankan topogram dan pada saat pemeriksaan dengan topogram dan FoV yang sama.
Berikut ialah yang mempengaruhi jumlah besaran radiasi yang diterima : Jarak : 50cm, 75cm, 100cm, 125cm dan 150cm
Tabel hasil paparan radiasi dengan ketebalan apron 0,35mm Pb (Plumbum)
Tabel 2
No Percobaan
Jarak Hasil Paparan Radiasi Rata-rata Nilai Hasil
Paparan Radiasi Uji ke1 Uji ke2 Uji ke3 Uji ke3 Uji ke5
1 50 cm 12 μSv 13 μSv 12 μSv 11 μSv 12 μSv 12 μSv
2 75 cm 11 μSv 11 μSv 11 μSv 10 μSv 12 μSv 11 μSv
3 100 cm 9 μSv 8 μSv 10 μSv 9 μSv 9 μSv 9 μSv
4 125 cm 7 μSv 7 μSv 7 μSv 7 μSv 7 μSv 7 μSv
5 150 cm 6 μSv 6 μSv 6 μSv 6 μSv 6 μSv 6 μSv
Grafik hasil paparan radiasi dengan ketebalan apron 0,35mm Pb (Plumbum)
Grafik 1
0 2 4 6 8 10 12 14
50cm 75cm 100cm 125cm 150cm
Ketebalan apron 0,35mm Pb
Tabel hasil paparan radiasi dengan ketebalan apron 0,50mm Pb (Plumbum)
Tabel 3
No Percobaan
Jarak Hasil Paparan Radiasi Rata-rata Nilai Hasil
Paparan Radiasi Uji ke1 Uji ke2 Uji ke3 Uji ke4 Uji ke5
1 50 cm 6 μSv 5 μSv 4 μSv 5 μSv 5 μSv 5 μSv
2 75 cm 4 μSv 4 μSv 4 μSv 5 μSv 3 μSv 4 μSv
3 100 cm 3 μSv 3 μSv 3 μSv 3 μSv 3 μSv 3 μSv
4 125 cm 2 μSv 2 μSv 2 μSv 2 μSv 2 μSv 2 μSv
5 150 cm 1 μSv 1 μSv 1 μSv 1 μSv 1 μSv 1 μSv
Grafik hasil paparan radiasi dengan ketebalan apron 0,50mm Pb (Plumbum)
Grafik 2
0 1 2 3 4 5 6
50cm 75cm 100cm 125cm 150cm
Ketebalan apron 0,50mm Pb
BAB V keadaan pasien harus diawasi oleh keluarga pasien.
2. SARAN
1. Sebaiknya keluarga pasien yang berada diruangan pemeriksaan menggunakan apron dengan ketebalan 0,50 mm Pb, karena terlihat dari percobaan kali ini dengan menggunakan apron yang lebih tebal maka jumlah paparan radiasi yang diterima keluarga pasien lebih kecil.
2. Sebaiknya keluarga pasien yang berada diruangan pemeriksaan membuat jarak lebih jauh dari pesawat CT Scan, karena terlihat semakin jauh jarak dari pesawat, maka semakin kecil pula jumlah paparan radiasi yang diterima oleh keluarga pasien.
3. Operator CT Scan harus melakukan tindakan dengan mempertimbangkan keluarga pasien yang berada di ruangan pemeriksaan. Operator harus mengupayakan agar radiasi yang keluar se kecil mungkin dengan tidak mengurangi kwalitas hasil gambaran CT Scan. Dengan cara melakukan topogram, foV, dan waktu yang kecil dan secepat mungkin.
4. Untuk keluarga pasien yang sedang hamil ataupun sedang menyusui diupayakan agar tidak mengawasi pasien didalam ruang pemeriksaan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Web internet, https://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi_pengion diakses pada 5 maret 2018
[2] Swamardika, A.I.B.2009. Pengaruh Radiasi Gelombang Elektromagnetik Terhadap Kesehatan Manusia. Universitas Udayana
Kampus Bukit Jimbaran : Bali.Available in
http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/alit_17_.pdf
[3] Price, S.A danL, M,Wilson. 2002. Patofisiologi Jilid 6. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta
[4] Sloane, E.2003.Anatomi dan Fisiologi.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
[5] Gipson John., 2002, Fisiologidan Anatomi Modern untuk Perawat, Edisi II, Kedokteran EGC, Jakarta
[6] Putz R. dan Pabst R., 2003. Sobotta Atlas Anatomi dan Manusia jilid 2, Buku Kedokteran, Jakarta
[7] Web internet, https://doktersehat.com/apakah-ct-scan-itu/
diakses pada 5 maret 2018
[8] Web internet,
http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_rad iasi/2-4.htm
diakses pada 5 maret 2018
[9] Akhadi, M. 2000. Dasar-dasar Proteksi Radiasi.PT Bineka Cipta.
Jakarta
[10] Chember, 1983 : Efek Biologi Terhadap Dosis Radiasi
[11] Keputusan Bapeten, 2003 : Sistem Pelayanan Pemantauan Dosis Eksterna Perorangan
[12] AAPM Report 204, 2011, Size-Spesific Dose Estimates (SSDE) in podiatric and adult body CT Examination
[13] Rahman, Nova 2009, Radiofotografi, Universitas Baiturrahmah : Padang