• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.4 Keterbatasan Penelitian

5.4.1 Waktu Penelitian yang terbatas

Rencana penelitian dimulai dari bulan Maret 2019, namun dilapangan peneliti mulai melakukan penelitian pada tanggal 10 Mei 2019 sampai dengan 27 Juli 2019 tersebut. Kendala tersebut dialami oleh penulis karena pada bulan Maret setelah berangkat dari Medan ke Jayapura, pada bulan April waktu dihabiskan dengan kegiatan penyerahan bantuan kemanusiaan korban bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, korban banjir bandang di Merauke, dan korban masyarakat sipil kondisi politik di Nduga yang di singkat dengan bantuan kemanusiaan SEMEN (Sentani, Merauke, dan Nduga) Tersebut.

Bantuan tersebut diberikan oleh komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPAS) melalui utusan peneliti sebagai kordinator lapangan tersebut. Pada bulan Mei kendala dengan menunggu panggilan atau balasan surat izin penelitian di perusahan PT.FI, sehingga peneliti berhasil melakukan panelitian pada bulan Juni 2019 tersebut.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dalam penelitian ini, dapat diambil kesimpulan sebagai Program pencapaian investasi sosial yang dilakukan Freeport dan juga lembaga mitra yang dilaporkan dalam social invesment report (laporan investasi sosial PT.FI tahun 2017), yaitu terdiri dari program kesehatan, program pendidikan, program ekonomi, program infrastruktur bagi masyarakat, program hubungan dengan masyarakat, program budaya, dan program hak asasi manusia.

Dalam prakteknya pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.

Freeport Indonesia mempunyai keempat prinsip di bawah ini mencerminkan keyakinan mendasar PT. Freeport Indonesia mengenai peran dan dampak dari program-program pengembangan masyarakat. Prinsip-prinsip panduan ini sesuai dengan kebijakan etis, sosial dan lingkungan FCX serta standar-standar internasional yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan dari industri-industri yang bergerak di bidang pemanfaatan sumber daya alam.

6.1.1. Beroperasi sebagai pemangku kepentingan sektor swasta

PT. Freeport Indonesia telah berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dimana kami beroperasi, tidak hanya karena hal tersebut merupakan strategi bisnis yang baik, tetapi juga karena hal tersebut merupakan tanggung jawab sebagai warga korporat yang baik. Program-program

pengembangan masyarakat PT. Freeport Indonesia memprioritaskan investasi-investasi sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing bisnis PT.

Freeport Indonesia sekaligus menguntungkan masyarakat di dalam dan di sekitar area Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT. Freeport Indonesia.

6.1.2. Membangun keberlanjutan

Sebagai pemangku kepentingan yang berperan penting dalam masyarakat sekitar, PT. Freeport Indonesia berkomitmen untuk menciptakan dan mendukung program-program yang mentransfer keahlian kepada masyarakat lokal dan menghasilkan dampak positif yang bertahan lama, yang berkelanjutan secara mandiri bahkan setelah tambang telah ditutup. Sasaran akhir dari program ini adalah untuk menciptakan masyarakat yang dinamis dan mandiri serta mengurangi ketergantungan ekonomi dan sosial masyarakat terhadap operasi pertambangan.

6.1.3. Menjalin Kemitraan

Sebagai upaya menjawab tanggung jawab sosial perusahaan, PT.Freeport Indonesia berupaya menjalan berbagai macam program investasi sosial terhadap masyarakat suku Amungme dan Kamoro atau masyarakat yang kena dampak langsung operasi perusahaan tersebut. Untuk mempermudah mengimplementasikan program-program investasi sosial tersebut. Perusahaan PT.

Freeport Indonesia menjalin kemitraan dengan pemerintahan setempat, masyarakat Lokal, Gereja, dan keamanan tersebut.

6.1.4. Menjadiakan Masyarakat sebagai mitra dan sasaran pembangunan

PT. Freeport Indonesia memprioritaskan program-program pengembangan masyarakatnya ke bidang-bidang khusus dengan menggunakan model lingkaran konsentrik, dimana PT. Freeport Indonesia terlebih dahulu melayani masyarakat yang menerima dampak paling besar dari operasi-operasinya. Dampak dari program pengembangan masyarakat PT. Freeport Indonesia menyebar dari wilayah area ijin usaha pertambangan khusus (IUPK), Kabupaten Mimika, Propinsi Papua, dan Indonesia. (Laporan Tahunan Community Affairs, 2013:6).

Dalam laporan CA tahun 2013 Freeport melaporkan beberapa langkah pelaoran yang dilakukan oleh Freeport, yaitu mendefinisikan batas, isi, dan kualitas laporan tersebut. Laporan Tahunan CA 2013 menyebutkan Freeport Indonesia menggunakan tiga elemen utama sebagai pendekatan, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan tersebut.

6.2.Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti memberikan saran terkait dengan Implementasi CSR PT.Freeport Indonesia yaitu:

6.2.1. Bagi perusahaan PT. Freeport Indonesia

Dalam laporan pertanggung jawaban dan evaluasi keberhasilan progran investasi sosial, PT. Freeport Indonesia dilaporkan pada lapangan umum, dengan cara melibatkan masyarakat suku Amungme dan kamoro, lembaga-lembaga kemitraan Freeport, Pemerintah, Agama, dan semua pemangku kepentingan lainnya secara transparan. Sehingga masyarakat awampun mengetahui informasi secara langsung dan semua keluhan pemangku kepentingan disampaikan secara terbuka tanpa melalui perwakilan lembaga mintra maupun lembaga adat tersebut.

6.2.2. Bagi Pemerintah

Menjalin interaksi dengan swasta, khususnya PT.Freeport Indonesia guna keterpaduan program-program pembangunan antara pemerintah dengan Perusahaan PT. Freeport Indonesia sebagai pelaku CSR (Corporate Social Responsibility), serta proaktif dalam melihat peluang dan mendengarkan keluhan masyarakat suku Amungme dan Kamoro selaku pemilik hak ulayat daerah operasi perusahaan.

6.2.3. Bagi masyarakat

Harus proaktif dan mengikuti perkembangan informasi pada perusahaan, agar masyarakat dengan mudah mengakses dan menerima mamfaat dari kegiatan atau progran investasi sosial tersebut. Serta masyarakat harus percaya dan mampu kembangakan program investasi sosial perusahaan yang diberikan oleh perusahaan Freeport tersebut.

DAFTAR PUSTAKA a. Buku

Arif Budimanta, Dkk. (2004). Corporate Social Responsibility (Jawaban bagi model pembangunan Indonesia masa kini). Jakarta: Indonesia Center For Sustainable Development (ICSD).

Bambang Rudito & Melia Famiola. (2013). CSR (Corporate Social Responsibility). Bandung: Rekayasa Sains.

Dedi Kurnia Syahputra. (2014). Komunikasi CSR Politik (Membangun reputasi, Etika, dan Estetika PR Politik). Ciputat: PT. Prenadamedia Grup.

Ferdy Hasiman. (2019). Freeport ( Bisnis orang kuat VS Kedaulatan negara).

Jakarta: PT. Kompass media nusantara.

Isbandi Rukminto. (2012). Intervensi komunitas pengembangan masyarakat (sebagai upaya pengembangan masyarakat). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Isbandi Rukminto. (2013). Kesejahteraan Sosial (Pekerja sosial, pembangunan sosial, dan kajian pembangunan). Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.

Kal Muller. (2010). Pesisir selatan Papua. Indonesia: DW Books.

Kal Muller. (2008) Mengenal Papua. Indonesia: DW Books.

Kal Muller. (2016) Kamoro (Suku Mimika). Timika-Papua: yayasan Maramowe Weyaiku Kamorowe.

Prof. Dr. Dwi Kartini. (2009). Corporate Social Responsibility (Transformasi konsep, sustainability management, dan Implementasi si Indonesia).

Bandung: PT. Fefika Aditama.

b. Artikel dan Majalah

Laporan Tahunan 2013 (Community Affairs) PT. Freeport Indonesia.

Laporan 1 tahun kepemimpinan (2016-2017). Odizeus Beanal B.Sc, Ketua LEMASA Timika Papua.

Meningkatkan kualitas hidup yang layak dan berkesinambungan (Laporan berkelanjutan LPMAK 2017)

Annual Review (Community Development Programs 2015) PT. Freeport Indonesia.

Penggerak pembangunan berkelanjutan (Laporan berkelanjutan LPMAK 2016) Social Invesment Report (Laporan Investasi Sosial PT. FI Tahun 2017)

Social Investment Report (Laporan Investasi Sosial PT.FI Tahun 2016)

Skripsi Putri Ariana. Pelaksanaan CSR pada Perusahaan PT. PLN (Persero)

LAMPIRAN

1.1 Informasi kunci

Informan kunci dapat dilakukan pada tiga tempat, yaitu:

1.1.1 Departemen Governance, Corporate Social Responsibility and Compliance (GCSRC), Divisi Community Affairs PT. Freeport Indonesia.

Gambar 1.1.

Foto bersama Ibu Jerry Jizs Dan Bapak Yahya Alkatiri sebagai informan utama

Pada hari senin, 17 Juni 2019 penulis melakukan interview group dengan ibu Jerry Jizs dan Bapak Yahya Alkatiri pada GCSRC CA (Governance, corporate social responsibility, and compliance divisi Community Affairs). Ibu Jerry Jizs memberikan beberapa laporan tahunan investasi sosial dari tahun 2015 sampai tahun 2017 bersama dua buku penulis Kall Muller dengan judul KAMORO (Suku Mimika) percetakan pertama pada tahun 2016 dan mengenal Papua yang diterbitkan pada tahun 2008 tersebut.

1.1.2 Kepala LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro), Timika.

Gambar 1.2.

Foto bersama Bapak Kristianus Ukago setelah interview personal

Pada hari jumat 19 Juli 2019 telah melakukan interview personal dengan Bapak Kristianus Ukago yang menjawat sebagai wakil sekertaris eksekutif bidang pendukung, pada lembaga pengembangan masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) tersebut. Bapak Kristianus Ukago berumur 41 tahun, agama Kristen Katolik, dan suku Mee yang menerima peneliti dengan senang hati dan menjawab semua pertanyaan dengan singkat, padat dan jelas.

Adapun kisi-kisi pertanyaan yang hasil dituangkan pada bab pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Program CSR apa saja yang diimplementasikan pada Masyarakat?

2. Apa saja kendala dalam mengimplementasikan program CSR pada masyarakat?

3. Apakah program CSR tersebut menjawab sesuai kebutuhan masyarakat?

4. Bagaimana penggunaan dana CSR dan laporan pertanggungjawabannya?

5. Apakah kegiatan operasi perusahaan dapat mematuhi aturang dan menghargai hak-hak adat pemilik hak ulayat lokasi operasi perusahaan?

6. Bagimana proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan program CSR?

Selain kisi-kisi pertanyaan, penulis juga minta visi/misi, program kerja, dan struktur organisasi tersebut sehingga Bapak Kristianus Ukago memberikan beberapa buku laporan keberlanjutan tahunan yang lengkap dengan permintaan penulis tersebut.

1.1.3 Kepala LEMASA (Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme)

Gambar 1.3

Foto bersama Bapak Stefanus Beanal setelah interview di kantor LEMASA

Berikut identitas informan sebagai berikut:

Nama : Stefanus Beanal Umur : 30 tahun

Agama : Kristen Protestan Jabatan : Monitoring

Lembaga : Lembaga musyawarah adat suku Amungme (LEMASA) Suku : Amungme

Bapak Stefanus Beanal menerima penulis dengan baik dan melakukukan interview didalam Ruangan beliau tersebut. interview tersebut dilakukan pada hari senin, 15 juli 2019. Berikut beberapa kisi-kisi pertanyaan yang ditanyakan kepada Informan dan hasil interview tersebut ditungkan pada bab pembahasan skripsi ini tersebut, yaitu:

1. Apakah perusahaan PT.FI mengimplementasikan program CSR sesuai dengan permintaan atau kebutuhan masyarakat Amungme?

2. Apa saja program-Program CSR dari PT.FI yang implementasikan pada masyarakat Amungme?

3. Bagimana dampak operasi perusahaan terhadap masyarakat Amungme?

4. Apakah PT.FI memprioritaskan suku Amungme dalam kesempatan kerja, pendidikan, dan menjunjung tinggi hak-hak adat masyarakat Amungme?

5. Apakah PT.FI melaporkan pelaksanaan program CSR dengan transparan dan akuntabel?

6. Apakah PT.FI menghindari korupsi, bisnis kotor, dan pemerasan?

Selain pertanyaan yang penulik tanyakan pada informan, penulis juga meminta visi misi LEMASA, Program kerja LEMASA, Bagan/Struktur LEMASA, dan Tujuan LEMASA sehingga Bapak Stefanus Beanal memberikan Laporan kegiatan tahunan yang lengkap dengan permintaan penulis. Selain itu, sebagai bahan informasih beliau juga memberikan buku yang berjudul MEE ATI ATEN (Mari Berunding Dengan Kami Pemilik Tanah), yang diterbitkan oleh LEMASA pada tahun 2017 tersebut.

1.2 Informan Tambahan

Informan tambahan dapat dilakukan kepada Kepala Biro Mee, LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro). Intervieuw personal dapat dilakukan bersama Bapak silvester Tebey yang menjabat sebagai kepala biro suku Mee.

Gambar: 1.4

Bapak Silvester Tebay (Kepala Biro suku Mee LPMAK)

Hasil interview personal menurut Bapak Silvester Tebay ketika penulis mempertanyakan apakah program-program CSR dari LPMAK dapat menyesejahterakan masyarakat suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya?, maka Beliau menjawab “kata sejahtera sementara belum terpenuhi, sebab kelemahan besar adalah Sumber Daya Manusia atau tenaga pengelola program-program LPMAK tersebut belum jauh dari maksimal.

Sehingga banyak program yang gagal dan tahun periode berikutnya ganti dengan program lain yang masyarakat mampu kembangkan dan bertahan dalam jangka waktu lama”.

1.3 Presentasi Hasil Penelitian

Gambar 1.5

Foto bersama sesudah presentasi hasil penelitian skripsi

Hasil penelitian skripsi dengan judul “Implementasi CSR (Corporate Social Responsibility) PT.Freeport Indonesia pada Masyarakat Suku Amungme dan Kamoro Di Timika, Papua” yang di presentasikan pada hari kamis, 8 agustus 2019, pada pukul 08.30-10.00 wit di Official Building (OB 1) tersebut.

Dokumen terkait