• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

7. White-Spotted Doradid ( Agamyxis Pectinifrons )

White-Spotted Doradid (Agamyxis Pectinifrons) atau yang lebih dikenal dengan nama Agamyxis merupakan jenis ikan hias yang mempunyai pergerakan aktif. Agamyxis mempunyai warna tubuh cokelat dengan bagian perut yang membesar. Ikan hias ini akan terlihat aktif di dalam akuarium dan berenang disemua bagian akuarium. Agamyxis akan tumbuh dengan baik pada suhu air 25 derajat celcius dengan tingkat pH sebesar 7 dan dengan sedikit pencahayaan (Axelrods,1992).

2.2 Pembenihan Ikan Hias Air Tawar

Kegiatan pembenihan ikan hias air tawar termasuk kedalam kegiatan pembudidayaan ikan, karena didalam kegiatan pembenihan erat kaitannya dengan kegatan pengembangbiakan ikan hias air tawar. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan, pembudidayaan ikan adalah kegiatan memelihara, membesarkan dan atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya.

Proses produksi benih ikan hias air tawar menurut Silaban (2011) terbagi menjadi empat tahap. Adapun tahap-tahap tersebut antara lain adalah:

1) Pemijahan

Pemijahan dapat dikatakan sebagai proses perkawinan antara induk ikan hias jantan dan betina. Pada umumnya pemijahan ikan hias dilakukan secara masal maupun berpasangan. Pemijahan masal umumnya dilakukan dengan dengan menggunakan tiga induk betina dan dua induk jantan (satu set),

sedangkan pemijahan secara berpasangan dilakukan dengan menggunakan satu induk jantan dan satu induk betina.

2) Penetasan Telur

Setelah melalui proses pemijahan maka akan dihasilkan telur-telur ikan. Telur ikan tersebut kemudian dipisahkan dari induknya dan ditempatkan pada akuarium yang berbeda. telur ikan hias menetas dalam kurun waktu tertentu biasanya empat sampai lima hari tergantung jenis ikan hias.

3) Pendederan I

Setelah telur menetas maka akan dihasilkan larva ikan. Larva tersebut dipindahkan ke akuarium lain. Dalam satu akuarium dapat menampung sekitar tiga ratus sampai lima ratus larva. PEmberian pakan berupa kutu air atau artemia dilakukan setelah larva berumur tiga hari dengan frekuensi dua sampai tiga kali sehari. Pendederan I berlangsung sampai benih berumur satu bulan.

4) Pendederan II

Benih berukuran satu bulan dipindahkan ke akuarium lain disertai dengan penyeragaman ukuran ikan. Pada umur satu bulan pada umumnya ikan telah mencapai ukuran kecil (small). Benih ikan yang telah mencapai ukuran small

dipisahkan dengan ikan yang belum mencapai ukuran small. Pemisahan dilakukan dengan cara penyortiran dan dikelompokkan menurut ukurannya. Benih ikan hias dapat diberi pakan berupa kutu air dan cacing sutera secukupnya.

Sama halnya dengan penelitian Silaban, penelitan yang dilakukan oleh Rohmawati (2010) dam Sitorus (2009) juga menyebutkan bahwa proses produksi terbagi ke dalam beberapa tahap. Akan tetapi dalam penelitian Rohmawati menyebutkan bahwa sebelum proses pemijahan diawali dengan proses persiapan wadah. Wadah yang digunakan berupa akurium yang terbuat dari kaca. Persiapan wadah diawali dengan pencucian akuarium. Setelah proses pencucian akuarium selesai, akuarium dikeringkan selama dua hari untuk mematikan kuman dan penyakit yang menempel pada akuarium. Pada hari ketiga pengisian air dilakukan dengan volume air sebanyak dua per tiga volume akuarium. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian garam. Pemberian garam bertujuan untuk

menetralkan pH air dan mencegah terserangnya penyakit pada benih ikan hias air tawar.

2.3 Optimalisasi Produksi

Tujuan dari optimalisasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan pada suatu perusahaan berdasarkan proses produksi yang dilakukan dengan memperhatikan kendala-kendala yang ada. Penyusunan produksi yang optimal dapat dilakukan dengan teknik linear programming. Linear Porgramming dapat memberikan pemecahan persoalan sebagai alternatif pengambilan keputusan.

Linear Programming ini mampu menghasilkan kombinasi output yang optimal untuk memaksimalkan keuntungan dengan memperhatikan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan.

Teknik linear programming dapat digunakan dalam dua cara, yaitu maksimisasi keuntungan dan minimisasi laba. Kedua cara tersebut menghasilkan informasi yang relatif tidak berbeda. Pada penelitian Sitorus (2009) dan Sutiah (2008) disebutkan bahwa optimalisasi prododuksi dilakukan dengan tujuan untuk memaksimumkan laba yang diperoleh perusahaan dengan memperhatikan kendala-kendala sumberdaya yang ada.

Penyusunan produksi optimal pada umumnya dihadapkan dengan berbagi kendala. Kendala tersebut dapat berupa kendala faktor-faktor produksi seperti modal, bahan baku, tenaga kerja dan mesin yang merupakan input serta ruang dan waktu ataupun kendala permintaan pasar untuk mengetahui batasan produksi. Dalam penelitian Sutiah (2008) semua kendala berasal dari sumberdaya yang dimiliki perusahaan. Sementara itu pada penelitiannya, Sitorus (2008) menambahkan kendala permintaan pasar sebagai batasan produksi yang dihasilkan dalam memenuhi permintaan pasar.

Penyusunan produksi optimal akan mengahasilkan suatu jawaban atau solusi optimal. Solusi optimal yang diperoleh dari model yang terbentuk dapat berbeda dengan kondisi aktual yang ada pada perusahaan. Sitorus (2009) menyatakan bahwa berdasarkan model yang dibentuk terdapat adanya perbedaan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa solusi optimal mampu memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi produksi aktual yang ada dalam perusahaan. Hal

tersebut juga terjadi pada penelitian Sutiah (2008) yang menyebutkan bahwa pada kondisi produksi yang optimal mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi aktual.

Penelitian mengenai optimalisasi produksi yang telah dilakukan sebelumnya memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Adapun perbedaanya terletak pada jenis ikan yang dikaji serta variabel-variabel kendala yang ada. Sedangkan persamaan penelitian ini dapat terlihat dari metode analisis yang sama yaitu Linear Programming. Penelitian terdahulu mempunyai manfaat bagi penelitian ini sebagai bahan referensi dalam penyusunan fungsi tujuan serta fungsi kendala yang terdapat dalam Linear Programming.

Dokumen terkait