Jakarta Selatan merupakan kotamadya yang secara administratif berbatasan dengan Banjir Kanal Jl. Jenderal Sudirman Kecamatan Tanah Abang, Jl. Kebayoran Lama dan Kebun Jeruk disebelah utara, Kota Asministrasi Depok disebelah selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Administrasi Tangerang disebelah barat, dan Kali Ciliwung disebelah timur. Secara astronomis terletak antara 6o15’40,8” Lintang Selatan dan 106o45’0,00” Bujur Timur. Menurut data dari Badan Pusat Statistik tahun 2011, menyebutkan bahwa Kotamadya Jakarta Selatan memiliki total luas wilayah sebesar 145,73 km2 dan terbagi menjadi 10 Kecamatan. Data Kecamatan beserta luas masing-masing wilayah dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6 Luas wilayah Kota Administratif Jakarta Selatan menurut kecamatan (BPS, 2010)
Kecamatan Luas (km2) Persentase (%)
Jagakarsa 24.87 17.59 Pasar Minggu 21.69 15.35 Cilandak 18.16 12.85 Pesanggrahan 12.76 9.02 Kebayoran Lama 16.72 11.83 Kebayoran Baru 12.93 9.14 Mampang Prapatan 7.73 5.47 Pancoran 8.63 6.10 Tebet 9.03 6.39 Setiabudi 8.85 6.26 Total 141.37 100
Tata Guna Lahan (Landuse)
DKI Jakarta didominasi oleh lahan-lahan terbangun yang semakin meningkat jumlahnya setiap tahun. Beberapa penyebabnya antara lain dikarenakan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,41% per tahun membuat
18
kebutuhan akan tempat tinggal meningkat sehingga pembangunan pemukiman baru banyak dilakukan guna memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, kecenderungan pemerintah DKI Jakarta untuk mengeksploitasi sumber daya alam seperti air dan lahan terbuka hijau. Konversi lahan terbuka menjadi lahan terbangun, lahan pertanian menjadi bukan pertanian, bahkan konversi pemukiman menjadi perkantoran, apartemen dan pusat perbelanjaan merupakan bentuk eksploitasi pemerintah guna mendapatkan keuntungan pribadi. Total luas wilayah DKI Jakarta sebesar 7.639,02 km2 (daratan dan lautan) dengan persen luas lahan terbangun sebesar 64,91% atau 429,41 km2 yang terdiri dari perumahan, gedung pemerintahan, gedung perkantoran, fasilitas umum, dan industri atau pergudangan. Sedangkan Ruang Terbuka Hijau sebesar 9,8% dari total wilayah DKI Jakarta.
Jika dilihat pada peta penggunaan lahan DKI Jakarta (Gambar 5.), jenis lahan terbangun yang terluas adalah bagian yang berwarna kuning, yaitu pemukiman atau perumahan beserta fasilitasnya yang memadati hampir seluruh wilayah DKI Jakarta. Selain perumahan, nampak pula bangunan umum dan pusat industri atau pergudangan yang berada di wilayah Kotamadya Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Mengenai Ruang Terbuka Hijau, pada wilayah Kotamadya Jakarta Utara, jenis Ruang Terbuka Hijau yang ada adalah Ruang Terbuka Hijau Binaan dan Ruang Terbuka Hijau Lindung. Kemudian jenis Ruang Terbuka Hijau yang berada di Kotamadya Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur adalah taman dan Ruang Terbuka Hijau Binaan. Ruang Terbuka Hijau Binaan (RTH Binaan) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik dalam bentuk areal memanjang atau jalur atau mengelompok, dimana penggunanya lebih bersifat terbuka atau umum dengan permukaan tanah yang didominasi oleh perkerasan buatan dan sebagian kecil tanaman. Sedangkan Ruang Terbuka Hijau Lindung (RTHL) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik dalam bentuk areal memanjang atau jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih bersifat terbuka atau umum, dan di dominasi oleh tanaman yang tumbuh secara alami atau tanaman budidaya.
Gambar 5 Kondisi beberapa wilayah di DKI Jakarta yang didominasi oleh bangunan perkantoran dan ruko
Gambar 6 Peta Penggunaan Lahan DKI Jakarta 2010
20 Vegetasi
Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah menyatakan bahwa keanekaragaman flora di DKI Jakarta cukup banyak. Mulai dari jenis tumbuhan pantai hingga tumbuhan pegunungan dan palawija. Namun jenis tumbuhan yang terdapat di DKI Jakarta sampai dengan tahun 2012 lalu belum dapat diketahui jumlah keseluruhannya, hanya jenis tumbuhan pantai yang ada di Kepulauan Seribu yang sudah diketahui jumlahnya sekitar 86 jenis. Beberapa jenis tumbuhan pantai menurut data BPLHD (2012) antara lain pohon kelapa, cemara laut, ketapang, rutun, mengkudu, dan pandan laut.
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 tahun 2030 mengenai RTRW 2030, dalam pasal 6 ayat 5b menyatakan bahwa untuk mewujudkan keterpaduan pemanfaatan dan pengendalian ruang maka diberlakukan aturan pengembangan RTH sebesar 30% dari luas daratan Provinsi DKI Jakarta. Ruang Terbuka Hijau tersebut terdiri dari RTH Publik seluas 20% dan RTH Privat seluas 10%. Guna mewujudkan tersedianya Ruang Terbuka Hijau khususnya yang bersifat publik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembangunan taman, pengembangan jalur hijau jalan, dan juga melakukan penanaman pohon dan tanaman hias pada sisi jalan. Menurut data dari Dinas Pertamanan DKI Jakarta tahun 2010, sekitar 131 jenis vegetasi yang ditanam di sisi jalan di DKI Jakarta (Lampiran 2).
Demografi
Berdasarkan hasil Sensus Penduduk yang dilakukan oleh BPS tahun 2012, jumlah penduduk Jakarta sebanyak 9.991.788 jiwa dengan proporsi penduduk laki-laki 5.042.874 jiwa dan perempuan 4.948.914 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Jakarta sebesar 1,00% per tahun. Penduduk terbanyak terdapat di Kotamadya Jakarta Timur sebanyak 2.801.784 jiwa. Sedangkan jika dilihat dari kepadatan penduduknya atau jumlah penduduk per luas wilayah, maka Kotamadya Jakarta Pusat dengan luas wilayah 48,13 km2 dan jumlah penduduk 908.829 jiwa memiliki kepadatan penduduk tertinggi di DKI Jakarta sebesar 18.882,8 jiwa/km2. Tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduk per wilayah kotamadya dapat dilihat pada Tabel 7.
Berdasarkan kelompok umur, sebesar 23,97% berusia 0-14 tahun, 28,99% berusia 15-29 tahun,26,81% berusia 30-44 tahun, 14,59% 45-59 tahun, dan 5,64% berusia 60 tahun atau lebih. Tingkat pendidikan masyarakat relatif cukup baik. Rata-rata pendidikan yang dicapai adalah 14,46% akademi atau Universitas, 37,99% Sekolah Lanjutan Atas, 19,86% Sekolah Lanjutan Pertama, 17,75% Sekolah Dasar, dan 9,85% tidak sekolah atau belum tamat SD. Berdasarkan jenis kegiatan penduduk berusia 15 tahun ke atas, sebanyak 48,42% bekerja, 5,30% pengangguran atau mencari pekerjaan, dan 21,35% bukan angkatan kerja yang mencakup kegiatan sekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya. DKI Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia menjadi tujuan utama masyarakat sebagai tempat bekerja. Hal tersebut menjadikan masyarakat Jakarta multibudaya atau memiliki latar belakang dan budaya yang beragam baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Menurut Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta tahun 2012, jumlah Warga Negara Asing 4.463 jiwa dengan proporsi laki-laki 2.362 jiwa dan perempuan 2.101 jiwa.
21 Tabel 7 Data Jumlah Penduduk, Laju Pertumbuhan dan Kepadatan per kotamadya
di DKI Jakarta (BPS, 2012) Kotamadya Jumlah Penduduk (jiwa) Pertumbuhan Penduduk pertahun (%) Kepadatan Penduduk (jiwa/km2) 2010-2011 2011-2012 Jakarta Selatan 2.148.261 1,08 1,00 15.196,0 Jakarta Timur 2.801.784 1,00 0,93 14.835,2 Jakarta Pusat 908.829 0,23 0,23 18.882,8 Jakarta Barat 2.395.130 1,45 1,36 18.489,5 Jakarta Utara 1.715.564 1,12 1,04 11.697,5 Kepulauan Seribu 22.220 1,65 1,56 2.538,3
Toponim Terkait dengan Nama Tanaman Sejarah Penamaan Tempat yang Terkait dengan Nama Tanaman
Penamaan tempat sangat penting karena dapat membantu manusia dalam menelusuri sejarah pemukiman masa lalu. Pemberian nama didasari atas tanaman yang dominan atau banyak terdapat di suatu tempat pada masa lalu. Salah satu yang umum ditemukan di Jakarta adalah nama tempat yang terkait dengan nama tanaman. Lokasi wilayah tersebut tersebar di lima kotamadya (Tabel 8).
Tabel 8 Tempat di DKI Jakarta yang toponimnya terkait dengan nama tanaman
No. Tempat yang Terkait dengan Nama Tanaman
Kotamadya Kecamatan Kelurahan
1. Jakarta Pusat Gambir*) Gambir
Tanah Abang Kebon Melati Kebon Kacang
Menteng*) Menteng
Kebon Sirih Johar Baru*) Johar Baru Cempaka Putih*) Cempaka Putih 2. Jakarta Utara Kelapa Gading*) Kelapa Gading Barat
Kelapa Gading Timur Tanjung Priok Kebon Bawang
Warakas
3. Jakarta Barat Cengkareng Duri Kosambi
Kebon Jeruk*) Kedoya Utara Kedoya Selatan
Palmerah Kemanggisan
4. Jakarta Timur Matraman Pisangan Baru
Kebon Manggis Kayu Manis
Makasar Kebon Pala
Ciracas Kampung Rambutan
Cipayung Bambu Apus
5. Jakarta Selatan Pesanggrahan Bintaro Jagakarsa Srengseng Sawah
Cilandak Pondok Labu
Gandaria *) kecamatan dengan toponim terkait dengan nama tanaman
Gambar 7 Wilayah di Kotamadya Jakarta Pusat yang memiliki nama terkait dengan nama tanaman (DTR 2011)
23
Gambar 8 Wilayah di Kotamadya Jakarta Utara yang memiliki nama terkait dengan nama tanaman (DTR 2011)
24
Gambar 9 Wilayah di Kotamadya Jakarta Barat yang memiliki nama terkait dengan nama tanaman (DTR 2011)
Gambar 10 Wilayah di Kotamadya Jakarta Timur yang memiliki nama terkait dengan nama tanaman (DTR 2011)
Gambar 11 Wilayah di Kotamadya Jakarta Selatan yang memiliki nama terkait dengan nama tanaman (DTR 2011)
27 Nama-nama tempat di DKI Jakarta yang terkait nama tanaman memiliki sejarah penamaan seperti yang diungkapkan oleh Ruchiat (2011) dan Zaenuddin (2012).