BAB II PERDAGANGAN SEBELUM TAHUN
3.1 Wilayah dan Penduduk
Pada tahun 1980 Nagori Perdagangan dimekarkan menjadi dua, yakni Nagori Perdagangan II dan Kelurahan Perdagangan I. Pemekaran ini berimplikasi terhadap pemisahan baik dalam hal letak maupun luas wilayah pemerintahan masing-masing.
Untuk itu, sesuai dengan Surat Keputusan Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten yang ditandatangani oleh Bupati Simalungun, yang diperkuat adanya Undang- Undang No.5 tahun 1974, maka letak geografis dan monografi Kelurahan Perdagangan I adalah dengan perincian bahwa : luas wilayah Kelurahan Perdagangan I berkisar 125hadan berada pada ketinggian 82 meter diatas permukaan laut, dengan rata-rata curah hujan 1,66 mm/tahun. Kota Perdagangan mempunyai iklim tropis, di mana terdapat musim hujan dan musim kemarau setiap tahunnya. Daerah Kota Perdagangan ini terletak berkisar 200km dari kota Medan, ibu kota propinsi Sumatera utara dan berkisar 40km dari kota Pematang Siantar ibu kota Kabupaten Simalungun.
Perdagangan merupakan ibukota Kecamatan Bandar, yang merupakan salah satu kota terbesar kedua setelah kota Pematang siantar yang berada di wilayah pemerintahan kabupaten Simalungun. Kota Perdagangan juga kota yang dilintasi oleh jalan lintas antar kota yaitu Jalan Sisingamangaraja dan jalan ini dapat disebutkan juga sebagai jalan lintas antar propinsi. Dengan demikian kota Perdagangan berada pada posisi yang strategis dalam hubungannya dengan daerah yang ada di Sumatera Utara khususnya untuk wilayah kabupaten Simalungun dan kabupaten lainnya.
Adapun batas-batas wilayah Kelurahan Perdagangan adalah17
17
Badan Pusat Statistik kec.Bandar Dalam Angka 1982.
: Sebelah Utara : Berbatasan dengan Perkebunan Bah Lias Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Perkebunan Sei-Mangkei Sebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Perdagangan
Dari letak batas-batas kota Perdagangan, maka dapat dilihat bahwa letak kota berada didua sisi yang berbeda perkebunan besar yang mengapit kota dari arah utara dan selatan kota. Hal ini disimpulkan bahwa peranan kota ini juga sangat membantu perkembangan perkebunan-perkebunan tersebut baik dibidang ekonomi,sosial masyarakat dari kedua perkebunan tersebut. Dengan letaknya diapait dua perkebunan besar maka, pada umumnya para pihak perkebunan dan masyarakat perkebunan juga melakukan kegiatan okonomi di Perdagangan. Dengan adanya hubungan timbal balik tersebut akan mengakibatkan pertumbuhan kota Perdagangan semakin cepat dimana kota menyediakan segala kebutuhan masyarakat, sedangkan pada masyarakat kedua perkebunan tersebut memanfaatkan fungsi kota sebagai tempat mencari segala kebutuhan baik sandang, pangan, pakaian dan kebutuhan lainnya.
B. Penduduk
Kota merupakan pusat kegiatan, dan karenanya kota menjadi perhatian bagi penduduk di daerah sekitarnya. Banyak penduduk dari desa ke kota untuk keperluan masing-masing seperti berdagang, dan keperluan lainnya baik yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun hanya berlibur dan menikmati fasilitas yang ada di kota tersebut. Demikian hal dengan para pelajar yang datang ke kota untuk keperluan belajar, turut meramaikan daerah kota18
Pemekaran Nagori Perdagangan menjadi Kelurahan Perdagangan I dan Nagori Perdagangan II, merubah komposisi penduduk di Kota Perdagangan yang
.
18
R. Bintarto, Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya, Jakarta: Ghalia indonesia, 1983, hal 40
notabenenya adalah wilayah Kelurahan Perdagangan I. Berikut adalah komposisi penduduk Kota Perdagangan di awal pemekaran:
Tabel I : Komposisi Penduduk Kelurahan Perdagangan Menurut Suku Bangsa NO Suku Bangsa Jumlah Jiwa Persentase
1 Simalungun 3.168 Jiwa 30% 2 Jawa 2.852 Jiwa 27,9% 3 Tapanuli 2.320 Jiwa 22,7% 4 Cina 972 Jiwa 9,5% 5 Minang Kabau 347 Jiwa 3,4% 6 Batak Karo 323 Jiwa 3,2% 7 Dan Lain-lain 220 Jiwa 2,2%
Jumlah 10.202 Jiwa 100%
Sumber :Badan Pusat Statistik Kec.Bandar Dalam Angka tahun 1982 Dari data di atas menunjukkan bahwa suku bangsa Simalungun yang mayoritas masih mendiami kota Perdagangan, namun pada kolom kedua tampak perbedaan yang mencolok yakni terjadinya perubahan antara suku bangsa Tapanuli dengan suku bangsa Jawa. Pada saat wilayah Perdagangan masih berstatus sebagai sebuah desa, mayoritas penduduk suku bangsa Tapanuli masih dominan menempati wilayah kota Perdagangan, namun pada saat wilayah Perdagangan dibagi menjadi dua yakni dibentuknya Kelurahan Perdagangan maka terjadi pergeseran dominasi dari suku bangsa Tapanuli. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya para penduduk dari suku bangsa Tapanuli yang melakukan imigrasi atau memilih meninggalkan
Perdagangan ke daerah lain baik di sekitar wilayah kecamatan Bandar maupun keluar propinsi.
Pertambahan jumlah penduduk dari suku bangsa Jawa mengalami peningkatan dikarenakan semakin banyaknya suku bangsa Jawa yang berdomisili di Perdagangan, baik yang datang dari luar daerah kecamatan Bandar maupun yang berasal dari kecamatan tetangga, semisalnya dari daerah pemondokan perkebunan. Kemudian, setelah itu disusul oleh suku bangsa Cina yang banyak mendiami daerah pusat kota Perdagangan, baru kemudian suku-suku bangsa lainnya.
Banyaknya suku bangsa yang mendiami daerah kota Perdagangan mengakibatkan adanya bermacam-macam kepercayaan atau agama. Mayoritas penduduk kota perdagangan adalah beragama Islam. Penduduk yang menganut agama Islam tersebut karena kebanyakan suku bangsa Jawa, Melayu, dan ditambah dari suku bangsa Minangkabau, selain itu juga masyarakat Tapanuli, Simalungun juga sebahagian memeluk agama Islam. Penganut agama Kristen adalah suku bangsa Batak Toba, Simalungun, Karo, serta sedikit masyarakat Cina. Suku bangsa Cina di Kota Perdagangan merupakan mayoritas pemeluk agama Buddha. Berikut adalah gambaran tentang penduduk Kota Perdagangan ditahun 1982 berdasarkan kelompok agama:
Tabel II : Distribusi Penduduk Kelurahan Menurut Agama No Agama yang Dianut Jumlah Persentase
1 Islam 6.036 Jiwa 59,1% 2 Protestan 2.186 Jiwa 21,4% 3 Khatolik 701 Jiwa 6.9% 4 Buddha 1.240 Jiwa 12,2% 5 Hindu 22 Jiwa 0,2% 6 Lainnya 17 Jiwa 0,167 Jumlah 10.202 Jiwa 100%
Sumber : Badan Pusat Statistik Kec.Bandar Dalam Angka tahun 1982 Di kota Perdagangan, walaupun terdapat perbedaan agama atau kepercayaan dan jumlah pemeluknya tidak pernah menjadi penghalang bagi penduduk kota Perdagangan untuk saling hidup rukun dan damai sebagai satu bangsa dan negara, Republik Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.
Menurut angka tahun 1982 jumlah penduduk kota Perdagangan seluruhnya mencapai 10.202 jiwa, yang terdiri dari 3498 kepala keluarga dengan perincian lebih banyak wanita daripada pria. Agar kita dapat memahami pertumbuhan jumlah penduduk di kota Perdagangan, maka kita dapat melihat tabel berikut ini:
Tabel IV : Distribusi Penduduk Kelurahan Perdagangan Menurut Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah 1 Pria 5.078 Jiwa 2 Wanita 5.124 Jiwa
Jumlah 10.202 Jiwa
Sumber : Badan Pusat Statistik Kec. Bandar Dalam Angka tahun 1982 Dari tabel di atas jelas terlihat bahwa perbedaan penduduk berdasarkan jenis kelamin, jumlah pria lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah wanita yaitu 5078 jiwa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut adalah banyaknya pemuda yang meninggalkan kota Perdagangan untuk melanjutkan sekolah keperguruan tinggi di luar daerah, atau mencari pekerjaan di daerah lain. Pada umumnya para pemuda ini merantau ke kota- kota terdekat yakni kota Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Kisaran, Lubuk Pakam dan ke kota Medan. Faktor lain, yaitu angka kelahiran wanita lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka kelahiran pria.
3.2 Perekonomian
Kota merupakan wilayah yang berisi orang-orang dengan aneka latarbelakang dan mata pencaharian. Semakin bertambah manusianya semakin bermunculan pula kegiatan-kegiatan baru serta lembaga-lembaganya yang khas seperti perkumpulan, organisasi, klub, hobi, dan sebagainya. Kepadatan penduduk kota menjadikan para individu saling bertubrukan kepentingan. Bagi mereka, tak lagi ada kesempatan untuk
saling mengenal sebagai pribadi yang lengkap; yang ada hanya sebagai kenalan baik, teman baik, majikan, bawahan, langganan, dan sebagainya. Hal ini biasanya disebut dengan depersonalisasi, yang disebabkan oleh keheterogenitasan penduduk kota dan menandakan pengadaan tipe-tipe manusia yang serba berlainan sesuai dengan aneka tugas mereka yang ditonjolkan melalui mekanisme persaingan. Hal ini telah menghilangkan pemikiran sederhana pada masyarakat kota yang berubah menjadi kosmopolitan yang berusaha beradaptasi dengan kesempatan-kesempatan, sesamanya yang berlainan keterampilan, nilai, dan latar belakang kulturalnya19
Kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh masyarakat Kota perdagangan yang berada di Kelurahan Perdagangan I pada umumnya adalah wirausaha/ membuka usaha, seperti adalah membuka usaha jual- bali barang kebutuhan. Secara
.
Perubahan status Kota Perdagangan yang semula merupakan sebuah Nagori Perdagangan menjadi kelurahan dengan nama Kelurahan Perdagangan I sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang No.5 tahun 1974 telah merubah pola perekonomian yang dominan. Semula perekonomian yang dominan dilakukan oleh para masyarakat Perdagangan adalah di bidang pertanian dan bercocok tanam di ladang. Namun seiring dengan perubahan status pemerintahan secara administratif, yang mengakibatkan adanya pemusatan pemerintahan dan pembangunan fasilitas kebutuhan masyarakat, maka semakin banyaknya lahan yang berubah fungsinya dari yang semula adalah sebagai lahan pertanian menjadi lahan pembangunan perkantoran dan bangunan pertokoan dan juga bangunan pemukiman penduduk.
19
keseluruhan wilayah Kelurahan Perdagangan I yang mempunyai luas 125 Ha merupakan lahan non pertanian yang artinya bahwa keseluruhan wilayah adalah sebagai Industri, Perumahan, Perkantoran, Pertokoan. Untuk itu, maka pemerintah melakukan pemusatan kegiatan perdagangan tradisional dengan mengubah pajak tradisional yang berlangsung setiap hari Sabtu, menjadi pajak yang dapat digunakan setiap hari untuk melakukan transaksi jual-beli dengan nama Pasar Perdagangan.20
3.3 Pemerintahan
Pusat kegiatan perekonomian yang berlangsung tetaplah berada di pusat kota, yang mana banyak dilakukan oleh para pengusaha Cina yang mendirikan bangunan ruko-ruko yang sekaligus sebagai tempat tinggal. Dari hasil riset yang dilakukan bahwa hampir di sepanjang jalan yang besar yang membelah kota Perdagangan merupakan bangunan-bangunan pertokoan.
Selain dengan pertokoan yang ada, kota Perdagangan juga memiliki pabrik- pabrik usaha yang merupakan pabrik yang mengolah karet. Pabrik ini dahulu merupakan milik dari para pengusaha Cina yang sampai sekarang sudah berganti pemiliknya seiring dengan pergantian nama pabrik seperti yang diuraikan di Bab II.
Pemekaran Nagori Perdagangan tahun 1980, juga berakibat berubahnya aspek pemerintahan, khususnya di Kelurahan Perdagangan I yang merupakan wilayah Kota Perdagangan. Pada kantor/instansi pemerintah kota Perdagangan terdapat tugas dan kewajiban oleh pemimpin maupun pengawai yang harus dilaksanakan dengan baik,
20
guna menjaga ketertiban dan keamanan di dalam dunia usaha sesuai dengan Peraturan Daerah Simalungun No.4 tahun 1980. Untuk melaksanakan tugas-tugasnya, Kota Perdagangan yang berada langsung di bawah kecamatan dan merupakan ibu kota kecamatan, dilengkapi dengan perangkat-perangkat pemerintahan. 21
− Pelaksanaan pelimpahan sebagai kewenangan pemerintah dari kecamatan. Adapun perangkat-perangkat pemerintahan tersebut adalah sebagai berikut
1. Kepala Kelurahan
Kepala kelurahan adalah merupakan perangkat kecamatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Camat. Kepala lurah atau sering disebut Lurah mempunyai tugas sebagai berikut:
− Pelayanan penyelenggaraan pemerintah kelurahan.
− Menetapkan prosedur pedoman teknis terhadap kelancaran pelaksanaan tugas pemerintah, pembangunan, dan kemasyarakatan.
− Mengadakan pemberdayaan masyarakat dan pelayanan masyarakat.
− Mengadakan pembinaan lembaga kamasyarakatan.
− Menyelenggarakan dan membina keamanan dan ketertiban umum wilayah kerja.
− Melaksanakan pembinaan karier pegawai di lingkungan kelurahan
− Membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya.
− Melaksanakan tugas-tugas dibidang kepegawaian.
21
− Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Sekretaris Kelurahan
Sekretaris kelurahan mempunyai tugas membantu lurah di bidang umum, kepegawaian, dan perlengkapan perencanaan program dan keuangan. Adapun tugas- tugas lainnya ialah:
− Mengkoordinasikan urusan teknis administrasi kepada seluruh perangkat kelurahan dan lingkungan
− Melaksanakan kegiatan surat menyurat antara lain menerima dan mencatat surat masuk dan keluar, mendistribusikan surat, mengagendakan dan mengarsipkan surat.
− Melaksanakan dan memelihara administrasi perlengkapan termasuk pengadaan perawatan dan pemeliharaan inventaris kelurahan.
− Melaksanakan urusan adminitrasi keuangan dan kerumahtanggaan.
− Melaksanakan tugas dibidang kepegawaian.
− Melaksanakan tugas dibidang pengelolaan barang dan keuangan
− Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Kepala Seksi Pemerintahan
Kepala Seksi Pemerintahan mempunyai tugas sebagai berikut:
− Mempersiapkan bahan dalam rangka mengikuti kegiatan perlombaan kelurahan tingkat kelurahan.
− Melaksanakan administrasi kependudukan.
− Melaksanakan Pembinaan kependudukan.
− Melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk memantapkan koordinasi pelaksanaan pemerintahan dengan instansi terkait.
− Memfasilitasi pengurusan pertanahan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
− Melaksanakan tugas-tugas dibidang pemungutan pajak bumi dan bangunan
− Menyusun laporan kelurahan dibidang pemerintahan.
− Pengumpulan, pengolahan, dan evaluasi dibidang ketentraman dan ketertiban umum.
− Memfasilitasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum.
− Melakukan pengawasan dan pemantauan dalam pelaksanaan kegiatan pembebasan tanah.
− Melaksanakan pelayanan surat pengantar kependudukan meliputi KTP, KK, dan surat keterangan lainnya sesuai dengan peratuaran yang berlaku.
− Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas sebagai berikut:
− Mempersiapkan, mensistematiskan data dan program pembangunan.
− Melasanakan dan mengkoordinasikan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana di wilayah kecamatan.
− Melaksanakan pembinaan dan mengkoordinasikan pengembangan perekonomian meliputi pembangunan sumber produksi dan pengendalian penyaluran/ pemasaran produksi.
− Pengendalian pembangunan meliputi perkreditan.
− Melaksanakan pengendalian pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna.
− Melakukan kegiatan dan pematauan terhadap pengembangan potensi dan kelurahan sumber daya alam.
− Membuat usulan pendapatan kecamatan.
− Melaksanakan pembinaan pembangunan sarana dan prasarana.
− Melaksanakan pengawasan dan pemantauan setiap izin dan rekomendasi yang dikeluarkan agar sesuai dengan peraturan daerah atau ketentuan yang berlaku.
− Memfasilitasi pelaksanaan kebersihan.
− Memfasilitasi pelayanan penertiban izin usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
− Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5. Kepala Seksi Kemasyarakatan
Kepala Seksi Kemasyarakatan mempunyai tugas sebagai berikut:
− Melaksanakan urusan pembinaan masyarakat meliputi menggerakkan partisipasi warga masyarakat untuk bergotong royong dan menata lingkungan.
− Melaksanakan urusan pembinaan kelompok masyarakat.
− Melaksanakan pembinaan olah raga dan generasi muda.
− Melaksanakan urusan upaya meningkatkan gizi keluarga.
− Melaksanakan pembinaan terhadap kehidupan kerukunan beragama dan antar beragama.
− Membantu pembinaan keluarga berencana.
− Melakukan pengawasan dan monitoring bantuan sosial.
− Melakukan koordinasi dan pengendalian serta membantu pelaksanaan penanggulangan masalah bencana alam,wabah penyakit menular serta rawan pangan.
− Melakukan pembinaan masalah kenakalan remaja, penyalah gunaan narkoba dan masalah sosial.
− Melakukan pembinaan terhadap kesejahteraan keluarga.
− Melakukan pengawasan pendistribusian bahan bakar minyak.
− Mendata dan memfasilitasi pelaksanaan raskin.
− Pelaksanaan tugas pembantuan dibidang pengawasan terhadap penyaluran bantuan kepada masyarakat serta melaksanakan kegiatan pengamanan bencana alam dan bantuan lainnya.
− Melaksanakan tugas lainnya yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagan Pemerintahan Kelurahan Perdagangan I
Lurah Seksi Pemerintahan Staff Seksi Kemasyarakatan Staff Kel. Jabatan Fungsional Seksi ekonomi/Pembangu nan Sekretaris