BAB III. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FASHION

4.3 Konsekuensi Ketika Berbelanja Fashion di Mall

4.3.5 Window Shopping

Bagi mahasiswa hedonisme yang gemar berbelanja jika sudah mendapatkan uang bulanan biasanya mereka langsung pergi ke mall. Window shopping merupakan kegiatan yang dilakukan di mall yang bertujuan untuk melihat-lihat produk yang terdapat di mall tanpa berniat untuk membelinya. Kegiatan window shopping lazim dilakukan oleh setiap wanita termasuk mahasiswa Fakultas Ekonomi berikut ini:

“wimdow shooping ibaratnya olahraga di mall ka, jalan-jalan sehat sambil liat-liat model fashion terbaru daripada bosen dirumah.

(Refi, 21 Tahun)

Kegiatan window shopping merupakan salah satu kegiatan yang paling disukai oleh mahasiswa ekonomi. Jika sedang jenuh ataupun bosan banyak

96

mahasiswa yang pergi mengunjungi suatu mall hanya untuk melakukan window shopping saja. Seperti yang ditambahkan informan berikut ini:

“mall sekarang kan ukurannya gede-gede. Window Shopping sambil muter-muterin mall sama aja kaya olahraga. Minimal jalan kaki setengah jam deh. Kapan lagi bisa jalan-jalan jauh tapi tetep fun selain di mall yakan ka? Haha”

(Voronica, 22 Tahun)

Kadang kala disela-sela melakukan window shopping mereka tertarik dengan barang yang terdapat di mall. Tak jarang niat awal hanya window shopping berubah menjadi kegiatan berbelanja. Dengan membeli barang yang diinginkan, mahasiswa akan merasa kepuasannya lebih optimal. Dengan berbelanja mahasiswa juga merasakan kenikmatan dapat menghilangkan stress dengan rutinitas sehari-hari dikampus. Mahasiswa membeli barang-barang yang sedang populer agar terlihat menarik, apalagi jika mahasiswa tersebut mampu menciptakan trend terbaru di kampusnya karena penampilan adalah hal yang sangat utama bagi mereka.

97 BAB V KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian mengenai kegiatan Shopping Mall pada mahasiswa, maka peneliti telah mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Terdapat tiga pernyataan pokok yang penulis ajukan dalam penelitian ini diantaranya; Shopping Mall menurut mahasiswa dan barang apa saja yang dibeli ketika melakukan kegiatan Shopping Mall, tujuan yang mempengaruhi mahasiswa berbelanja fashion di mall, konsekuensi yang ditimbulkan dari berbelanja fashion di Mall yang dilakukan mahasiswa. Keseluruhan dari jawaban pertanyaan tersebut penulis dapatkan dari observasi berpartisipasi dan wawancara mendalam selama penelitian berlangsung.

Pertanyaan pertama dapat dijawab bahwa pengertian Shopping Mall menurut mahasiswa adalah aktivitas berbelanja yang sangat menyenangkan ketika dilakukan disela-sela waktu luang. Mall merupakan tempat berbelanja yang lengkap, nyaman, praktis dan aman. Ketika mencari suatu barang di mall ada rasa berpetualang yang dirasakan apalagi jika barang ditemukan merupakan barang yang diinginkan membuat perasaan senang yang berefek pada kepuasan batin dan peningkatan semangat hidup. Bagi mahasiswa FE USU dan mahasiswa lainnya Shopping Mall bukan hanya sekedar berbelanja, banyak hal yang bisa dilakukan seperti nonton bioskop, perawatan diri di salon, ngumpul-ngumpul di kafe, fitness atau olahraga. Shopping mall telah menjadi gaya hidup bagi sebagian mahasiswa Fakultas Ekonomi.

98

Pertanyaan kedua dijelaskan bahwa tujuan yang melatarbelakangi mahasiswa FE USU berbelanja fashion di Mall antara lain; bangunan mall yang ditata semaksimal mungkin dengan fasilitas-fasilitas yang tersedia, letak mall yang mudah dijangkau, diskon-diskon yang ditawarkan, perasaan bangga dan puas ketika berbelanja di mall apalagi jika berbelanja barang bermerek dan pelayanan karyawan, SPG dan Satpam yang ramah.

Pertanyaan ketiga dapat diketahui bahwa konsekuensi yang ditimbulkan dari gaya hidup Shopping Mall adalah kegiatan berbelanja dijadikan hobby yang berefek pada perilaku boros. Jika menginginkan barang namun tidak mempunyai uang yang cukup, terkadang mahasiswa sering berhutang dengan temannya. Namun selain itu jika mahasiswa sudah menginginkan barang yang bermerek dengan harga yang lumayan mahal, mereka akan berusaha menabung bahkan bekerja supaya bisa memenuhi keinginannya. Merek dimaknai sebagai simbol supaya bisa dianggap memiliki perekonomian yang kaya. Menurut Baudrillard (2004) barang yang dikonsumsi bukan lagi use atau exchange value, melainkan “symbolic value”,yang artinya mahasiswa tidak lagi mengkonsumsi barang berdasarkan penggunaanya melainkan karena nilai simbolis. Kegiatan Shopping Mall juga bisa dijadikan sarana olahraga ringan untuk mempersehat tubuh dengan carawindow shopping atau berjalan-jalan ketika melihat-lihat fashion di Mall.

Berdasarkan jawaban-jawaban dari ke tiga pertanyaan tersebut, maka dapat dijawab rumusan masalah bahwa Shopping Mall merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan sehingga banyak mahasiswa yang lepas control ketika sedang berada di Mall. Saat ini kegiatan shopping mall dijadikan gaya hidup bagi

99

mahasiswa. Mahasiswa dikenal dengan pandai dan suka bergaya memadupadankan fashion. Pilihan gaya hidup Shopping Mall dalam berbelanja barang yang bermerek sering dijadikan sebagai simbol dari status sosial tertentu sehingga tidak jarang mahasiswa yang berbelanja barang-barang fashion hanya supaya dapat dipandang sebagai orang berekonomi menengah ke atas.

24 BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

2.1 Sejarah Singkat Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara yang dalam tulisan ini selanjutnya akan disingkat menjadi USU adalah sebuah terbaik di pulau (USU) pernah masuk dalam sepuluh kampus terbaik di Indonesia versi calon mahasiswa dan orangtua di seluruh Indonesia. Peringkat ini berdasarkan hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo pada awal tahun 2009. Walaupun Jawa masih menjadi pusat perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tetapi sivitas akademika USU patut berbangga karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi terbaik di luar Jawa berdasarkan hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo tersebut, sekaligus sebagai perguruan tinggi terbaik versi responden di Sumatera Utara.

Tabel 1.

Hasil Survei Perguruan Tinggi Terbaik Pusat Data dan Analisa Tempo

No Perguruan Tinggi Nilai

1. Universitas Indonesia 1.587

25

3. Institut Teknologi Bandung 1,101 4. Institut Pertanian Bogor 0,532

5. Universitas Padjajaran 0,500

6. Universitas Diponegoro 0,397

7. Universitas Airlangga 0,303

8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember 0,267

9. Universitas Trisakti 0,265

10. Universitas Sumatera Utara 0,147 Sumber:

USU juga adalah universitas pertama di pulau Sumatera yang mempunyai Fakultas Kedokteran. USU didirikan sebagai Yayasan Universitet Sumatera Utara pada tanggal yang didirikan pada USU. Kedokteran menjadi Fakultas pertama di Universitas Sumatera Utara dikarenakan beberapa pendiri USU berprofesi sebagai dokter. Presiden Indonesia saat itu di Indonesia pada tanggal

Pada tahun 1975 AAN (Akademi Administrasi Niaga) Medan dilebur ke Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara menjadi PAAP (Pendidikan Ahli Administrasi dan Perusahaan). PAAP kemudian menjadi program diploma tiga (DIII) dengan tiga program studi, yakni DIII Keuangan, DIII Akutansi dan DIII Kesekretariatan. Dalam perjalanan yang panjang, pada tahun 2003 Universitas Sumatera Utara menjadi PT BHMN (Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik

26

Negara) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2003, tanggal 11 Nopember 2003, dimana Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara merupakan satu dari 10 Fakultas dan Program Pascasarjana yang ada, pada saat Universitas Sumatera Utara menjadi PT BHMN. Setelah menjadi PT BHMN, dengan dibentuknya Fakultas Farmasi dan Fakultas Psikologi pada tahun 2007.

Universitas Sumatera Utara merupakan salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di kota Medan. Saat ini Universitas Sumatera Utara memiliki 14 fakultas yaitu Kedokteran, Hukum, Pertanian, Teknik, Kedokteran Gigi, Ekonomi, Sastra, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Psikologi, Keperawatan dan Pacasarjana.

2.2 Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi USU

Universitas Sumatera Utara diprakrasai oleh pemuka masyarakat Sumatera Utara dan Aceh dengan membentuk yayasan Universitas Sumatera Utara dan mendirikan Fakultas Kedokteran pada 20 Agustus 1952 sebagai Fakultas pertama. Menyusul kemudian Fakultas Hukum, Pertanian dan Tehnik. Sementara Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara pertama kali didirikan oleh Yayasan Universitas Sumatera Utara berokasi di Kutaraja (sekarang Kota Banda Aceh) pada tahun 1959. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara lahir di luar kota Medan atau di luar provinsi Sumatera Utara. Jelasnya fakultas ekonomi lahir dan didirikan tahun 1959 di Darussalam (Universitas Syiah Kuala) kota Kutaraja, Banda Aceh dan sebagai pendiri pada waktu itu adalah Dr. Teuku Iskandar.

27

Yayasan Universitas Sumatera Utara sendiri pada waktu itu berada di kota Medan. Namun Fakultas Ekonomi yang berada di Kutaraja, Banda Aceh tetap memakai nama dibawah panji Universitas Sumatera Utara. Ini menunjukkan bahwa waktu itu teknik operasional pendidikan berada di Kutaraja, sedangkan penyelesaian administrasinya tetap berada di bawah Presiden Universitas Sumatera Utara (istilah untuk nama pimpinan pada waktu itu).

Berhubung Fakultas Ekonomi yang berkedudukan di Banda aceh menjadi bagian dari Universitas Syah Kuala, pada tahun 1961 Universitas Sumatera Utara membuka kembali Fakultas Ekonomi di Medan. Penetapan dilakukan dengan surat keputusan Menteri Pendidikan Tinggi RI No. 64/1961 tanggal 24 November 1961 yang berlaku surut terhitung mulai 1 Oktober 1961. Berdasarkan surat keputusan tersebut, tanggal 24 Nopember diperingati sebagai hari lahir atau Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0535/01/1983, tanggal 08 Desember 1983, Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 131/DIKTI/Kep/1987, No. 25/DIKTI/Kep/1987 dan No. 26/DIKTI/Kep/1987 Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara mengasuh dua jenjang Program Pendidikan, yaitu Program Pendidikan Starata-1 dan Program Pendidikan Diploma III.Program Pendidikan Strata-1 meliputi 3 (tiga) departemen, yaitu :

1. Departemen Ekonomi Pembangunan

2. Departemen Manajemen

28 Sedangkan Program Diploma III terdiri dari : 1. Jurusan Kesekretariatan

2. Jurusan Keuangan

3. Jurusan Akuntansi

Gambar 1

Kampus Fakultas Ekonomi USU

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara di Medan mulai menerima mahahasiswa/i pada bulan Agustus 1961. Sebagai organisasi nirlaba fakultas ekonomi memiliki Visi, Misi dan Tujuan yang ingin dicapai.

29

2.3 Visi, Misi dan Tujuan Fakultas Ekonomi USU

Visi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yaitu ”Menjadi salah satu Fakultas Ekonomi terkemuka yang dikenal unggul dan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam persaingan global”.

Misi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

• Menghasilkan lulusan yang mempunyai karakter dan kompetensi dalam bidang ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi yang berorientasi pasar.

• Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan pemberdayaan dan peningkatan kualifikasi dan kualitas dosen,

• Mengembangkan dan meningkatkan pelaksanaan darma penelitian dan pengabdian sebagai upaya meningkatkan mutu keilmuan dan sumber pendanaan fakultas dalam status PT BHMN,

• Senantiasa berusaha meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa selaku pelanggan (customer) dan stakeholderslainnya.

• Meningkatkan jaringan dan kerjasama dengan institusi swasta dan pemerintah serta organisasi profesional dan lembaga lain terkait yang bertaraf nasional dan internasional.

Tujuan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah sebagai berikut: • Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing dan

30

• Menjadi lembaga yang berkemampuan melaksanakan penelitian – penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan responsif terhadap perkembangan / perubahan.

2.4 Struktur Organisasi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Struktur organisasi diperlukan perusahaan untuk membedakan batas –batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya hubungan / keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Demi tercapainya tujuan umum suatu instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan instansi yang telah ditetapkan sebelumnya. Wadah tersebut disusun dalam suatu struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan efektivitas kerja dpat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai.

Suatu intansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan perseorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan serangkaian kegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara vertikal, melalui saluran tunggal.

Dalam organisasi terdapat hubungan yang erat di antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain sehingga ada keterkaitan antara kegiatan-kegiatan yang di lakukan. Semakin banyak kegiatan yang di lakukan dalam suatu organisasi, maka

31

semakin kompleks hubungan-hubungan yang ada. Untuk itu perlu di buat bagan yang menggambarkan hubungan tersebut termasuk fungsi masing-masing kegiatannya. Bagan itu dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi. Yang menjadi dasar dalam organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (Autority) dan tanggung jawab (Responbility). Berikut merupakan bagan Struktur Organisasai Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.

Gambar 2

Struktur Organisasi FE USU

Sumber: Fakultas Ekonomi USU PIMPINAN FAKULTAS

Dekan : Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ac, Ak Pembantu Dekan I : Fahmi Natigor Nasution SE, AK, MAcc

32

Pembantu Dekan II : Drs. Arifin Lubis, M.M., Ak Dekan III : Ami Dilham, SE, M.Si

DEPARTEMEN

S1 Ekonomi Pembangunan

Ketua Departemen : Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec Ketua Program Studi : Irsyad Lubis. M.Soc, Ph.D

S1 Manajemen

Ketua Departemen : Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME

Ketua Program Studi : Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si S1 Akuntansi

Ketua Departemen : Dr. Syarifuddin Ginting S., SE., M.A.F.I.S., Ak Ketua Program Studi : Drs. Firman Syarif. M.Si, Ak

Jumlah mahasiswa S1 yang aktif di FE USU dari stambuk 2010 sampai stambuk 2013 kira-kira 2.201 mahasiswa. Dari jumlah tersebut beberapa mahasiswa menyukai kegiatan Shopping Mall. Mahasiswa cenderung berkunjung ke Mall dengan tujuan untuk berbelanja dan mengkonsumsi barang yang ditawarkan di Mall. Selain itu di Mall juga tersedia berbagai macam restoran dan tempat makan yang menyediakan berbagai jenis menu makanan seperti :fast food, western food, sushi, dimsum dan makanan khas Indonesia. Mall tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk berbelanja tetapi juga sebagai tempat untuk rekreasi, bersosialisi, refresing dan tempat untuk menghilangkan rasa kejenuhan dari rutinitas perkuliahan. Mall yang didesain sangat menarik membuat mahasiswa merasa betah dan nyaman untuk berlama-lama menghabiskan waktu di

33

Mall. Hal tersebut menjadikan kegiatan Shopping Mall sebagai gaya hidup bahkan ada mahasiswa yang menjadikan Shopping Mall sebagai hobby untuk mengisi waktu luang.

2.3 Mall di Kota Medan

Perkembangan Mall di kota-kota besar di Indonesia saat ini semakin menekan pertumbuhan pasar tradisional di kota-kota besar. Buktinya dapat dilihat dengan adanya swalayan-swalayan, hypermarket, Carefour, department store, dan Indomaret yang memiliki banyak keunggulan untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli. Dengan pemberian diskon atau potongan harga yang bisa menarik perhatian atau menggugah konsumen, serta membuat bangunan-bangunan yang mewah, sehingga membuat masyarakat banyak meninggalkan pasar tradisional, dengan demikian bagaimana dengan pasar tradisional yang merupakan pasar yang sangat potensial untuk masyarakat luas. Tetapi kalau dilihat di kota Medan pasar tradisional semakin terancam dengan pasar modern atau mall sampai-sampai pasar tradisional banyak yang tidak terawat, seperti pasar Sambu, pasar Sukaramai dan pasar Petisah, dan lain-lain. Pasar modern atau mall di Kota Medan terdiri dari12 • Grand Palladium

:

Grand Palladium menjadi salah satu mall di kota Medanyang terletak di pusat kota yang berdekatan dengan Aryaduta Hotel Medan dan dekat dengan kantor wali kota. Mall ini cukup mewah namun mall ini tidak begitu ramai dikunjungi dibandingkan dengan mall-mall lain di kota medan padahal letak mall ini cukup strategis. Mall ini terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis No.8 Petisah Tengah,

34

Medan. Grand Palladium resmi dibuka pada bulan September 2005. Di dalam mall ini terdapat beberapa tenant (penyewa) seperti Matahari Department Store, Toko Buku Gramedia, Hypermart dan Palladium 21.

Plaza Medan Fair

Plaza Medan Fair adalah salah satu mall teramai di kota Medan yang memiliki 4 lantai. Mall ini memiliki banyak tenant (penyewa) seperti Carrefour, Matahari Department Store, Electronic City, Pizza Hut, City Ice Cream, KFC dan bermacam-macam butik fashion. Letak mall ini strategis pada pusat kota yaitu di Jalan Jend. Gatot Subroto No.30, Medan.

Medan Mall

Medan mall merupakan salah satu mall tertua yang terdapat di kota medan. Di belakang mall ini terdapat Pajak Sentral (Sambu). Orang medan menyebut pasar dengan sebutan pajak. Mall ini memiliki banyak tenant (penyewa) antara lain Texas, Es Teler 77, Naughty, Giordani dan Sopie Marthin. Mall ini terletak di Jalan MT. Haryono No. 8-9, Medan.

Center Point

Centre Point Mall Medan atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan "CP" merupakan salah satu Mall terbesar di Kota Medan untuk kalangan dari kelas menengah ke atas. Kemegahan pusat perbelanjaan dan hiburan modern ini sudah tampak terlihat dari tenant yang sudah bergabung merupakan brand-brand ternama seperti Parkson, Etude House, Gold Gym, Gelato, Pepper lunch dan banyak lagi. Untuk hiburan, di mall ini juga tersedia pusat hiburan seperti Amazon dan

35

bioskop XXI. Food court mall ini juga beda dengan mall-mall lainnya yang ada di kota Medan, food court yang bernama "eat n eat" ini, menyediakan berbagai pilihan makanan, minuman, kopi dan cemilan. Mall yang telah beroperasi satu tahun ini telah menjadi tempat favorit anak muda untuk berbelanja dan bersantai. Ada banyak lagi tenant yang mengisi terdapat di mall ini seperti parkson, planet surf, jco, Anchor Tenant : SOGO, LotteMart, Best Denki, Informa, Ace Hardware, Toys Kingdom, H&M. Mall ini berdekatan dengan stasiun kereta api dan rumah sakit. Mall ini terletak di Komplek Medan Centre Point, Jalan Timor Blok H No. 1, Medan.

Focal Point

Medan Focal Point hadir dengan konsep lifestyle center, atau pusat gaya hidup yang mengusung konsep tempat hangout dan sosialisasi bagi warga Medan khususnya dengan bangunan berbentuk “rumah panggung” dan bercorak “kain Ulos” khas Sumatera Utara. Demi memenuhi kebutuhan, tenant yang ada pada Focal Point terdiri diri F & B, salon, pusat kebugaran (fitness center), yoga center, pusat permainan anak, supermarket, pusat kebutuhan sehari-hari (personal care), spa center dan reflexiology. Focal Point ini terletak di Jalan Ring Road, Medan Sunggal, Medan.

Hermes Place Polonia

Hermes Place Polonia adalah mall yang mempunyai konsep menyatu dengan alam. Setiap sudut mall ini memberikan ruang untuk udara masuk.

Hermes Place Polonia merupakan sebuah mall yang letaknya berdekatan dengan kampus Universitas Sumatera Utara yang jarak tempuhnya kira-kira hanya 5-10

36

menit menggunakan kendaraan. Dibangun di atas lahan seluas 20.000 meter persegi, Hermes Place Polonia adalah sebuah konsep baru yang menggabungkan gaya hidup dan berbagai fasilitas yang ada didalamnya. Hermes Place Polonia adalah satu-satunya Mall di Medan dengan konsep gaya hidup one stop dan entertainment Mall dengan Convention Hall, Gym, Draco Waterpark, XXI The Premier, Golden Dragon Seafood Restaurant, Toys Kingdom, Amazone, banyak lagi. Mall ini terletak di Jalan. W. Mongonsidi No.45, Polonia, Medan.

Medan Plaza

Plaza ini satu di antara plaza tertua di medan yang berhasil bertahan karena tetap mempertahankan penyewa kios yang menyediakan beragam barang dan jasa yang ekonomis.Plaza ini terletak di Jalan Iskandar No. 321, Medan. Medan Plaza sebagai mall tertua di kota Medan terbakar pada tanggal 22 Agustus 2015 pada pukul 01.00 WIB. Pemicu kebakaran di perkirakan dari tabung gas dan generator listrik yang tersimpan di gedung itu meledak 13

Millenium Plaza

. Hal ini menyebabkan berkurangnya pusat perbelanjaan di kota Medan.

Merupakan pusat perbelanjaan keluarga yang terkenal di Medan sebagai pusat grosir handphone serta gadget lainnya seperti laptop. Di plaza millenium juga tersedia serana berbelanja untuk keluarga dan sarana hiburan yang dilengkap dengan pusat jajanan (food court) yang menyediakan makanan nasional dan internasional yang diiringi live music seperti Mcd. Plaza millenium terdiri dari

37

385 unit kios. Plaza millennium ini terletak di Jalan Kapten Muslim No. 111, Medan.

Sun Plaza

Sun Plaza yang terletak di tengah kota Medan merupakan pusat perbelanjaan kelas atas yang berdiri pada awal tahun 2004. Mall ini dibangun di atas lahan seluas lebih dari 29.000 meter persegi dengan konsep Mall keluarga. Total luas bangunan adalah lebih dari 87.000 meter persegi dengan total area yang disewakan lebih dari 62.000 meter persegi.

Sun Plaza terdiri atas enam lantai dengan pangsa pasar untuk kalangan menengah keatas. Hal ini terlihat dari brand-brand yang terdapat disana baik brand lokal maupun internasional, seperti : Sogo Departement Store merupakan pusatnya perbelanjaan di Sun Plaza yang lengkap menjual fashion dan aksesoris, Hypermart, Ace Hardware, Gramedia, Disc Tarra, Kfc, Starbucks, J.CO, Informa, Aigner, Hugo Boss, Mango, Next, Marks&Spencer, Guess, Frank&Co, Clark, Hush Puppies, Rotelli, Crocs, Nike, Adidas, Fila, American Taurister, Golf House, Rip Curl, Everbest, Gosh, Wrangler, Levi's, Planet Sport, Point Breat, Puma, Payless, Minimall, The Executive, Ocean Line, Nail, Bellagio, Body&Soul, Arithalia, Bata, Marie Claire, Cool Teen, Cool Kids, Playboy, Aveda Footwear, Seiko, Swatch, Alta Moda, Gaudi, Tracce, Hammer, Kesawan, Heatwave, Vincci, Phobe&Chloe, Icy, Ciel, Polo, Teddy Bear, The Body Shop, The Face Shop, L'Occitane, Skin Food, Kiehl's New York, O.P.I, Etude House, Shu Uemura, Martha Tilaar, Marie France Bodyline, Bella Skin Care, Infinity, C&F perfumery, GNC, Kose, H2O, Noche, Kidz Station, Travel Experience, Red

38

Carpet, Used jeans, elianto, SUMMIT, MANZONE, KIM, MEIJI, Yves Cocher France, Minoshe, Jafferson, Snoopy Baby, Route66, Peter Lim saloon, INS

Dalam dokumen "Shopping” (Studi Etnografi Gaya Hidup Berbelanja Fashion pada Mahasiswa) (Halaman 58-115)