• Tidak ada hasil yang ditemukan

XXVI EVALUASI CAPAI AN SASARAN

No I ndikator Kinerja

XXVI EVALUASI CAPAI AN SASARAN

Tabel 26.1

EVALUASI CAPAI AN SASARAN 26

“Meningkatnya Efektivitas Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang yang Berw aw asan Lingkungan Hidup”

No

I NDI KATOR KI NERJA UTAMA (I KU) SATU- AN Tahun 2011 CAPAI AN KI NERJA 2013 Tahun 2012 CAPAI AN KI NERJA 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 Persentase Ruang Terbuka Hijau (RTH)

% 16,80 11,39 73,28 15,30 11,39 84,97 2 Rasio Tempat Pemakaman

Umum (TPU)

% 20,00 19,35 90,75 20,00 19,35 90,75 3 Jumlah Titik Penerangan

Jalan Umum (PJU)

titik 8.000 4.600 56,00 8.000 5.790 67,45

Rata-rata Capaian I KU 73,21 81,06

Kinerja Capaian Sasaran 73,21 81,06

No

I NDI KATOR KI NERJA UTAMA (I KU) SATU -AN Tahun 2013 CAPAI AN KI NERJA 2013 Tahun 2014 CAPAI AN KI NERJA 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 Persentase Ruang Terbuka Hijau (RTH)

% 16,80 12,48 74,29 15,30 12,50 84,97 2 Rasio Tempat Pemakaman

Umum (TPU)

% 20,00 19,35 90,75 20,00 19,35 96,75 3 Jumlah Titik Penerangan

Jalan Umum (PJU)

Titk 8.000 6.580 85,40 8.000 7.850 98,25

Rata-rata Capaian I KU 83,48 93,32

Kinerja Capaian Sasaran 83,48 93,32

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Penataan Ruang yang mewajibkan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen, maka Pemerintah Kota Mataram melakukan penambahan luasan RTH pada areal tanah pecatu, penataan kembali taman-taman kota yang ada, seperti Taman Sangkareang. Saat ini Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Mataram mencapai 12 persen sehingga dibutuhkan upaya guna meningkatkan persentase RTH Kota Mataram yang ditargetkan sebesar 20 persen atau setara dengan kebutuhan 41 titik RTH. Kota Mataram memiliki luas 6.130 hektar, sehingga kebutuhan 20 persen RTH setara dengan luas 460,86 hektar, saat ini kebutuhan RTH dipenuhi baru 12 persen sehingga 8 persen RTH harus dipenuhi. Pada tahun 2013, luas RTH Publik yang ada di Kota Mataram seluas 765,07 hektar dari luas wilayah Kota Mataram sebesar 6.130 Km2.

Grafik 26.1

“ Meningkatkan Efektivitas Pemanfaatan dan

Pengendalian Ruang yang Berwawasan Lingkungan Hidup

Kota Mataram dengan luas 6.130 Ha membutuhkan 20 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik setara dengan luas 460,86 Ha.

Ruang Terbuka Hijau pada tahun 2011 mencapai 11,39 dan di tahun 2014 meningkat menjadi 12,50 persen atau seluas 766,25 ha meningkat 1,11 persen dari tahun 2011, dimana penambahan RTH yang relatif kecil ini berasal dari penambahan RTH dari Program P2KH dan RTH Jalur pada ruas jalan-jalan baru. Di samping itu, isu ketersediaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) menjadi salah satu masalah yang cukup pelik dihadapi saat ini. Sebagai langkah solusi yang telah dilakukan adalah Pemerintah Kota meminta dukungan kemitraan dan komitmen bersama dari pihak pengembang perumahan (developer) untuk dapat menyediakan lahan TPU.

Dalam indikator kinerja Pelayanan Penerangan Jalan Umum (PJU), pada tahun 2011 mencapai 4.600 dan pada tahun 2014 mengalami kenaikan yang signifikan dengan jumlah titik mencapai 7.850. Di samping itu, dilakukan penggantian teknologi lampu mercury menjadi lampu dengan teknologi LED dalam rangka penghematan daya listrik namun memiliki kemampuan pencahayaan yang lebih baik.

Terkait indikator alih fungsi lahan dari lahan pertanian, bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian cukup tinggi di Kota Mataram. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya lahan pertanian seluas 4,8 Ha atau 480 meter persegi per tahun sejak tahun 2009. Jika dibandingkan dengan luas Kota Mataram 6,130Km2, maka terjadi alih fungsi lahan sebesar 7,83 persen per tahunnya. Jika dihitung secara keseluruhan maka luas yang tersisa pada kondisi pada tahun 2013 adalah 5,170 Km2.

Tingginya pengalihan fungsi lahan disebabkan oleh tingginya permintaan pemanfaatan lahan pertanian menjadi non pertanian. Pada tahun 2014 kondisi lahan pertanian Kota Mataram mencapai 2.231 hektar atau sekitar 36,39 persen dari luas Kota Mataram. Saat ini, jumlah areal pemakaman yang ada di wilayah Kota Mataram sebanyak 51 areal pemakaman dengan luas sebesar 197.181 meter persegi, jumlah dan areal pemakaman yang ada saat ini, sudah cukup memadai.

Permasalahan dan Solusi

Permasalahan yang dihadapi dalam evaluasi capaian sasaran Meningkatkan Efektivitas Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang yang Berwawasan Lingkungan Hidup selama tahun 2011-2014 adalah Keterbatasan lahan yang akan diarahkan untuk pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dimana salah satunya termasuk Tempat Pemakaman Umum (TPU). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut antara lain :

a. Menambah luasan RTH baru melalui pembebasan lahan untuk memperbanyak pembangunan taman lingkungan, taman kota, taman makam, lapangan olahraga, dan hutan kota;

b. Mengembangkan koridor hijau dengan penanaman pohon-pohon pelindung secara massal untuk menciptakan koridor ruang hijau kota di sepanjang jalur hijau jalan, pedestrian, sempadan sungai dan sempadan pantai;

XXVI I . EVALUASI CAPAI AN SASARAN 27

Tabel 27.1

EVALUASI CAPAI AN SASARAN 27

“Meningkatnya Efektivitas Layanan Penanggulangan Bencana Daerah”

No

I NDI KATOR KI NERJA UTAMA (I KU) SATU- AN Tahun 2011 CAPAI AN KI NERJA 2011 Tahun 2012 CAPAI AN KI NERJA 2012 Target Realisasi Target Realisasi

1 Persentase daya tanggap darurat bencana / Kejadian Luar Biasa

% 85 80,00 95,00 85 81,00 96,00

Rata-rata Capaian I KU 95,00 95,00

Kinerja Capaian Sasaran 27 95,00 95,00

No

I NDI KATOR KI NERJA UTAMA (I KU) SATU- AN Tahun 2013 CAPAI AN KI NERJA 2013 Tahun 2014 CAPAI AN KI NERJA 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 Persentase daya tanggap darurat bencana / Kejadian Luar Biasa

% 85 82,50 97,06 85 83,35 98,06

Rata-rata Capaian I KU 97,06 98,06

Kinerja Capaian Sasaran 27 97,06 98,06

Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) merupakan arahan dari pemerintah pusat, sehingga Pemerintah Kota Mataram menetapkan Perda Nomor 5 Tahun 2008 yang diubah dengan Perda Nomor 18 Tahun 2013, membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD). Kondisi topografi dan posisi geografis Kota Mataram, menyebabkan sering terjadinya bencana alam seperti angin puting beliung, abrasi pantai, serta intensitas hujan yang tinggi sebagai penyebab adanya genangan dan banjir. Dalam mengatasi masalah tersebut, BPPD menyiapkan TAGANA (Taruna Siaga Bencana) dan Piket 24 Jam untuk meminimalisasi dampak akibat bencana.

Capaian efektifitas layanan penanggulangan bencana tergambar dari tingkat tanggap darurat dan jumlah sarana yang dimiliki dalam penanggulangan bencana. Dalam upaya penanggulangan bencana, pada tahun 2010 akhir, Pemerintah Kota Mataram membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

BPBD merupakan lembaga yang mengkoordinasikan berbagai hal yang berkaitan dengan kebencanaan. Mulai dari kesiapsiagaan bencana, tanggap darurat bencana hingga rehabillitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Peran BPBD dalam memenuhi kelengkapan sarana dan prasarana kebencanaan berasal dari APBD Kota Mataram dan bantuan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB. Pada tahun 2011 dengan baru terbentuknya BPBD Kota Mataram sehingga belum dapat menampilkan data daya tanggap darurat bencana. Seiring dengan semakin lengkapnya sarana dan prasarana kebencanaan sehingga dapat dicapainya daya tanggap darurat bencana hingga 80% . Koordinasi dengan berbagai SKPD dan semakin terlatihnya Tenaga Tim Reaksi Cepat (TRC) juga berkontribusi terhadap meningkatnya daya tanggap darurat.

Upaya pencegahan bahaya kebakaran selain dilakukan dengan penambahan jumlah mobil pemadam kebakaran juga dilakukan dengan upaya mendekatkan sarana kebakaran berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada Kepala Lingkungan se-Kota Mataram. Pada tahun 2013 jumlah APAR yang diserahkan kepada lingkungan berjumlah 100 unit, dan pada tahun 2014 bertambah 100 unit sehingga saat ini 200 Lingkungan telah memiliki APAR.

Permasalahan dan Solusi

Permasalahan yang dihadapi dalam evaluasi capaian sasaran Meningkatnya Efektivitas Layanan Penanggulangan Bencana Daerah selama tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut:

1. Kota Mataram masuk dalam wilayah rentan bencana, dari 14 jenis bencana yang berpotensi terjadi di Wilayah Republik I ndonesia, sembilan jenis bencana berpotensi terjadi di Kota Mataram. Salah satu upaya mitigasi adalah disusunnya Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), penyusunan Rencana Kontinjensi dan meningkatkan pemahaman masyarakat akan kebencanaan melalui peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

2. Kawasan permukiman dengan kepadatan tinggi sangat berpotensi akan terjadinya bahaya kebakaran. Hal tersebut disebabkan rapatnya jarak antara bangunan dan sulitnya akses sebagai upaya pemadaman api kebakaran. Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kota Mataram mengupayakan untuk memberikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada setiap Lingkungan di seluruh kelurahan, sehingga upaya pencegahan kebakaran menjadi luas dapat dilakukan segera.

3.5. AKUNTABI LI TAS KEUANGAN 3.5.1. KEBI JAKAN APBD

1. KEBI JAKAN PENDAPATAN

Kebijakan pendapatan diarahkan untuk peningkatan target pendapatan daerah yang dilakukan secara terencana sesuai kondisi perekonomian dengan memperhatikan kendala dan potensi yang ada, mengembangkan kebijakan pendapatan daerah yang dapat diterima masyarakat, partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan, mengoptimalkan dan mendayagunakan kekayaan daerah, serta perluasan sumber-sumber penerimaan daerah berdasarkan Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dalam meningkatkan PAD dibutuhkan beberapa strategi, antara lain:Peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur untuk lebih profesional dalam manajemen pengelolaan Pendapatan Daerah; I nventarisasi dan penyusunan produk hukum daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam pelayanan publik; I nventarisasi potensi PAD termasuk potensi wajib pajak yang belum terdaftar sehingga data potensi menjadi akurat dalam rangka intensifikasi pungutan; Pengawasan semakin diintensifkan untuk menghindari adanya kebocoran dan keterlambatan penyetoran ke kas daerah, dan Dalam Penerimaan Bagi Hasil Pajak terutama Pajak Bumi dan Bangunan untuk mencapai target yang ditetapkan, salah satunya melalui Gebyar PBB.

2. KEBI JAKAN BELANJA

Kebijakan Umum Belanja Daerah disusun dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut: Pengembangan kebijakan belanja/ pengeluaran yang diarahkan untuk menciptakan peningkatan perekonomian masyarakat yang berimplikasi pada peningkatan penerimaan daerah yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai modal belanja pembangunan; Peningkatan kemampuan manajemen pengelolaan keuangan dan penyempurnaan struktur organisasi pengelolaan keuangan, serta peningkatan sistem informasi keuangan daerah dan pengendalian pembangunan daerah, dan Kebijaksanaan untuk mendorong keikutsertaan swasta dalam pelayanan publik baik sebagai penanam modal maupun sebagai pengelola jasa pelayanan masyarakat.

3. KEBI JAKAN PEMBI AYAAN

Pembiayaan Daerah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang disempurnakan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 adalah semua transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus.Kebijakan pembiayaan diarahkan pada pembiayaan daerah yang mengacu pada akurasi, efisiensi dan profitabilitas dengan strategi sebagai berikut:Apabila APBD surplus maka perlu dilakukan transfer ke persediaan kas dalam bentuk penyertaan modal maupun sisa lebih perhitungan anggaran tahun berjalan; Apabila APBD defisit maka perlu memanfaatkan anggaran yang berasal

dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu dan melakukan rasionalisasi belanja; Apabila sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tidak mencukupi untuk menutup defisit APBD maka ditutup dengan dana pinjaman.

3.5.2. PERHI TUNGAN APBD

1. TARGET & REALI SASI PENDAPATAN DAERAH

Pertumbuhan ekonomi Kota Mataram periode waktu tahun 2011-2014 mengalami peningkatan yang signifikan dan berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Daerah, sehingga pemerintah Kota Mataram berupaya untuk lebih menggali potensi penerimaan daerah yang ditunjukkan dengan peningkatan target pendapatan dari tahun ke tahun. Perkembangan target pendapatan daerah periode tahun 2011-2014 dapat dilihat pada tabel dan Grafik berikut:

Tabel 3.5.2.1

Target Pendapatan Kota Mataram Tahun 2011 s/ d 2014 URAI AN TAHUN 2011 2012 2013 2014 PENDAPATAN DAERAH 648.862.491.019 721.899.242.989 864.905.445.373 1.055.390.821.016 PENDAPATAN ASLI DAERAH 60.514.511.410 78.841.707.800 124.957.834.100 160.495.316.854

Pendapatan Pajak Daerah 31.358.436.000 39.572.230.000 71.550.000.000 83.080.000.000 Hasil Retribusi Daerah 15.541.640.000 15.738.962.000 17.824.074.100 17.918.498.500 Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah yang Dipisahkan 3.498.891.250 4.640.515.800 4.640.000.000 7.366.394.354 Lain-lain Pendapatan Asli

Daerah yang Sah 10.115.544.160 18.890.000.000 30.943.760.000 52.130.424.000 DANA PERI MBANGAN 429.934.640.378 530.572.582.907 580.130.769.628 681.209.075.681 Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil

Bukan Pajak 37.566.129.378 55.241.728.907 44.741.156.628 64.324.774.681 Dana Alokasi Umum 366.882.411.000 445.894.174.000 500.043.553.000 564.661.391.000 Dana Alokasi Khusus 25.486.100.000 29.436.680.000 35.346.060.000 52.222.910.000 LAI N- LAI N PENDAPATAN

DAERAH YANG SAH 158.413.339.231 112.484.952.282 159.816.841.645 213.686.428.481

Pendapatan Hibah - - 5.000.000.000 20.000.000.000

Dana Bagi Hasil Pajak dari

Prov. dan PEMDA Lainnya 34.442.996.431 32.040.253.282 43.617.605.165 64.634.697.481 Dana Penyesuaian dan

Otonomi Khusus 107.438.542.800 63.662.899.000 98.967.436.480 121.519.931.000 Bantuan Keuangan Prov. atau

Pemda Lainnya 16.531.800.000 16.531.800.000 12.231.800.000 7.531.800.000

Pendapatan Lainnya 0 250.000.000 0 0

Sumber: APBD Kota Mataram Tahun 2011-2014

Grafik 3.5.2.1

Target Pendapatan Kota Mataram Tahun 2011 s/ d 2014

Sumber: BPKAD Kota Mataram, data diolah.

Berdasarkan Tabel 3.5.2.1 dan Grafik 3.5.2.1 target pendapatan yang ditetapkan Pemerintah Kota Mataram terus mengalami peningkatan, karena tetap optimis target tersebut dapat direalisasikan dengan menggali potensi yang ada.

Upaya yang dilakukan pemerintah Kota Mataram dalam merealisasikan target pendapatan yang telah ditetapkan selama periode 2011-2014 berhasil terlampaui, hal ini dapat dilihat pada tabel dan Grafik dibawah ini:

Tabel 3.5.2.2.

Realisasi Pendapatan Kota Mataram Tahun 2011 s/ d 2014

URAI AN TAHUN 2011 2012 2013 2014 PENDAPATAN 679,040,672,702 755,234,455,557 865,839,838,811 1,083,104,564,131 PENDAPATAN ASLI