• Tidak ada hasil yang ditemukan

yang Lebih brutaL

Dalam dokumen 20120903 MajalahDetik 40 Sampang (Halaman 117-123)

seni & hiburan film

Tap pada gambar untuk melihat video trailerThe Bourne 

Legacy  J ud ul: T he Bour ne Legacy  Ge nr e : Action, adv entur e, mister i S ut r a d a r a : T ony Gilr oy  S k e na r i o: T ony Gilr oy , Dan Gilr oy  P e ma i n: Jer emy Renner , Rachel W eisz, E dw ar d Nor ton, Stacy K each, dan Dennis Boutsikar is Dur a s i : 135 menit

D

i belantara beku Alaska, yang musuh uta-ma hanya cuaca dan serigala, seorang agen mata-mata Aaron Cross (Jeremy Renner), menjalani latihan militer khusus. Sendiri. Sudah berhitung bulan. Kapsul besi dipasangkan di dalam tubuhnya agar keberadaannya bisa terus di-pantau kantor pusat.

Suatu hari dia mengambil keputusan melompat ke bukit sebelah. Tak disangka, di sana dia bertemu seorang agen lain yang enggan membuka identitas-nya. Namun obrolan yang sangat terbatas itu cukup memberi alasan bagi Aaron untuk mulai pasang ku-da-kuda.

Kecurigaannya semakin besar ketika pondok tem-pat tinggal koleganya itu tanpa aba-aba diledakkan hingga rata dengan tanah. Agen itu tewas. Robot pe-sawat yang barusan memuntahkan serangan masih menemukan sinyal dari satu objek bergerak. Sinyal itu berasal dari kapsul di dalam tubuh Aaron. Robot pesawat kini menyasar Aaron yang terus berlari ma-suk hutan.

Penggalan ini jadi pembuka kisah Bourne terba-ru, The Bourne Legacy yang bukan lanjutan dari The

Majalah detik 3 - 9 september 2012

seni & hiburan film

Marta (Rachel Weisz) dan Aaron Cross (Jeremy Renner)

Bourne Ultimatum (2007), me-lainkan entitas yang berbeda.

Setting waktunya bahkan dibuat paralel dengan The Bourne Ulti-matum.

Kekhasan Bourne  tak diting-galkan, yakni tegang dan brutal. Namun tidak sampai terpeleset  jadi sadis. Apalagi mengingat

 preview film ini di Amerika Se-rikat diadakan sepekan setelah peristiwa penembakan di bios-kop di Aurora, Colorado.

The Bourne Legacy memang tidak langsung masuk ke action, melainkan mengambil durasi sekitar se-tengah jam pertama untuk memperkenalkan jagoan barunya, sosok penyendiri di alam liar Alaska.

Aaron Cross adalah mantan tentara AS (dengan nama lahir Kenneth Kitson) yang “resminya” sudah mati. Dia berhasil jadi anggota elite program rahasia Outcome, dan diberi identitas baru, Aaron Cross. Aa-ron dikontrol melalui obat-obatan, latihan, dan sun-tikan biokimia.

Kemunculan tiba-tiba Bourne (foto Matt Damon dimunculkan dalam siaran berita televisi) di New York membuat proyek rahasia pemerintah bocor ke media. Kolonel Eric Byer (Edward Norton) yang se-lama ini menjalankan proyek rahasia itu membuat keputusan untuk menghentikan proyek tersebut. Lenyapkan agen. Lenyapkan riset medis. Lenyapkan para ilmuwannya. Tanpa kecuali.

Adalah Dr. Marta Shearing (Rachel Weisz), peneliti medis yang mumpuni tapi tak sadar ada gambaran lebih besar di balik penelitiannya. Dia selamat da-lam serangan membabi buta seorang koleganya di laboratorium, yang akhirnya bunuh diri. Seluruh

il-seni & hiburan film

muwan di ruangan itu tewas, kecuali Marta.

Aaron dan Marta, dua orang yang selamat dari upaya pe-lenyapan, kini jadi orang yang paling diburu. Perjalanan mereka sampai ke Filipina, tempat diproduksinya vak-sin yang bisa menghentikan ketergantungan Aaron pada obat-obatan yang selama ini dia konsumsi.

Romantisme di antara ke-duanya mengalir sangat ha-lus melalui intonasi bicara dan sekelebatan pandang,

with no sex – not even kissing – just holding hands. Ro-mantisme yang terasa familiar itu bahkan dapat di-rasakan dalam adegan kejar-kejaran sepeda motor yang dikoreografikan demikian apik.

Masuknya Gilroy membuat The Bourne Legacy 

langsung melesat bersama jagoan barunya, Jeremy Renner. Kalau Matt Damon bisa memainkan karak-ter kasar sekaligus rapuh sebagai Bourne, Renner tampak lebih brutal, dingin, dan berjarak. Aaron juga sangat tahu siapa dirinya yang asli, berbeda dengan Bourne yang bingung dengan eksistensinya.

Klimaks film ini ada di adegan kejar-kejaran se-peda motor antara Aaron, yang membonceng Mar-ta, dan seorang pembunuh bayaran yang diimpor dari Thailand. Dua motor meliuk-liuk dan berakro-bat menembus kemacetan dan keluar-masuk gang sempit di Manila. Adegan paling menegangkan ini dieksekusi rapi, panjang tapi tak berpanjang-pan- jang. Gilroy memberi penutup yang tenang sekaligus membuka peluang adanya sequel. Jika benar akan ada sequel, apa kira-kira judulnya?(SIL/YOG)

Adegan kejar-kejaran sepeda motor di Manila, Filipina.

Majalah detik 30 juli - 5 agustus 2012

seni & hiburan film

Majalah detik 3 - 9 september 2012

seni & hiburan film pekan ini

Tap pada gambar untuk melihat

lebih jelas

Hasyim, mantan sukarelawan kon-frontasi Indonesia-Malaysia tahun 1965 hidup dalam kesendirian setelah istri tercintanya meninggal. Hidup di per-batasan Indonesia-Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih di-dominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan eko-nomi.

TANAH SURGA ... KATANYA Jenis Film: Drama

Produser:Bustal Nawawi Produksi:CITRA SINEMA Sutradara: Herwin Novianto Durasi:90 menit

Hasyim, mantan sukarelawan kon-frontasi Indonesia-Malaysia tahun 1965 hidup dalam kesendirian setelah istri tercintanya meninggal. Hidup di per-batasan Indonesia-Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih di-dominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan eko-nomi.

TANAH SURGA ... KATANYA Jenis Film: Drama

Produser:Bustal Nawawi Produksi:CITRA SINEMA Sutradara: Herwin Novianto Durasi:90 menit

seni & hiburan film

seni & hiburan film pekan ini

Tap pada gambar untuk melihat

lebih jelas

Hasyim, mantan sukarelawan kon-frontasi Indonesia-Malaysia tahun 1965 hidup dalam kesendirian setelah istri tercintanya meninggal. Hidup di per-batasan Indonesia-Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih di-dominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan eko-nomi.

TANAH SURGA ... KATANYA Jenis Film: Drama

Produser:Bustal Nawawi Produksi:CITRA SINEMA Sutradara: Herwin Novianto Durasi:90 menit

Mereka adalah lima sahabat, yang tinggal di pinggir kali Ciliwung. Walau semua berbeda, tapi mereka selalu bersama dan menamakan diri sebagai Pasukan Ciliwung.

BRANDAL-BRANDAL CILIWUNG Jenis Film: Drama

Produser: Ody Mulya Hidayat Produksi: MAXIMA PICTURES Sutradara: Guntur Soeharjanto Durasi: 105 menit

Majalah detik 30 juli - 5 agustus 2012

seni & hiburan film

Majalah detik 3 - 9 september 2012

seni & hiburan film pekan ini

Tap pada gambar untuk melihat

lebih jelas

Hasyim, mantan sukarelawan kon-frontasi Indonesia-Malaysia tahun 1965 hidup dalam kesendirian setelah istri tercintanya meninggal. Hidup di per-batasan Indonesia-Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih di-dominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan eko-nomi.

TANAH SURGA ... KATANYA Jenis Film: Drama

Produser:Bustal Nawawi Produksi:CITRA SINEMA Sutradara: Herwin Novianto Durasi:90 menit

Expendables kembali ketika Mr. Church meminta mereka untuk melakukan sebu-ah misi yang tampaknya sederhana. Saat semuanya berjalan tidak sesuai rencana, Expendables dipaksa untuk membalas den-dam.

THE EXPENDABLES 2 Jenis Film: action

Produser: Kevin King Templeton, Avi Lerner

Produksi: ALLIANCE FILMS Sutradara: Simon West Durasi:102 menit

Dalam dokumen 20120903 MajalahDetik 40 Sampang (Halaman 117-123)

Dokumen terkait