• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yoas Dan Rakyat Memberikan Persembahan Kepada Allah

Dalam dokumen B U K U P E G A N G A N G U R U (Halaman 33-41)

YOAS DAN RAKYAT MEMBERIKAN

PERSEMBAHAN KEPADA ALLAH

Kitab Bacaan:

2 Taw. 24: 1-14

Kebenaran Pelajaran:

Yoas dan rakyat mempersembahkan uang mereka kepada Allah.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa mereka dapat menyembah Allah dengan memberikan persembahan di gereja.

Ayat Hafalan:

“Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Kor. 9:7)

Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah menjadi Juruselamat kami. Kami ingin menyembah-Mu melalui persembahan. Ajarkanlah agar kami dapat mempersembahkan yang terbaik dari milik kami kepada-Mu. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Yoas

Rehabeam, raja pertama Yehuda, meningkatkan dengan pesat pemujaan terhadap Baal. Ketika Ahazia menjadi seorang raja, maka ia hanya memerintah 1 tahun lamanya dan ia juga adalah seorang yang taat dalam menyembah Baal. Setelah kematiannya, maka Atalya, Ibunya yang jahat, merebut takhta dan dengan fanatik menyebarluaskan pemujaan Baal kepada orang banyak. Bahkan para pengikutnya mengambil perbendaharaan Bait Allah dan menaruhnya di sebuah kuil tempat pemujaan Baal.

Atalya melakukan pembunuhan besar-basaran terhadap cucu-cucunya sendiri, termasuk anak-anak raja Ahazia agar mereka tidak dapat merebut takhta darinya. Namun Yosabat, saudara perempuan raja Ahazia, sempat menyelamatkan Yoas yang saat itu masih bayi. Yosabat dan suaminya Yoyada, imam tertinggi, menyembunyikan Yoas di rumah Allah selama kira-kira 6 tahun lamanya. (2 Raj. 11:3)

Ketika Yoas berusia 7 tahun, maka Yoyada mengadakan kesepakatan dengan rakyat dan para kepala pasukan bangsa itu untuk melindungi raja yang sah. (2 Taw. 23:1-3)

Lalu, Yoyada memisahkan Yoas untuk disucikan. Setelah Yoas menerima mahkota emas Daud, Atalya, sang ratu yang jahat, digulingkan dan dibunuh.

Selama 40 tahun lamanya, Yoas memerintah sebagai seorang raja. Selama Yoyada, pamannya, masih hidup, raja muda ini tetap setia kepada Allah dan melakukan hal yang benar di mata Allah.

PEMAHAMAN MURID-MURID

Kata pemujaan adalah suatu konsep yang abstrak. Sebagai contoh: sebenarnya persembahan itu sendiri merupakan bagian dari pemujaan. Banyak murid-murid yang merasa senang ketika memasukkan uang mereka ke dalam kotak persembahan namun mereka masih belum mengerti apa makna sebenarnya dari persembahan itu. Jelaskanlah kepada mereka bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari Allah. mereka sangat sering melihat orang tua mereka membeli makanan dan pakaian dan mereka tidak menyadari bahwa Tuhanlah yang sesungguhnya yang telah menyediakan semua yang kita perlukan itu.

Biarkanlah mereka mengetahui bagaimana uang persembahan yang mereka berikan untuk digunakan menolong sesama. Bicarakanlah tentang berapa banyaknya jumlah uang yang gereja keluarkan untuk memenuhi segala kebutuhan yang ada. Beritahukanlah kepada murid-murid Anda bahwa mereka turut membantu membayar segala kebutuhan gereja itu dengan uang persembahan mereka. Hal yang terpenting adalah agar mereka mengetahui bahwa persembahan kita kepada Allah akan menyenangkan hati-Nya. Ini adalah bagian dari penyembahan. Jadi dengan seizin orang tua mereka, murid-murid ini dapat juga membawa persembahan mereka kepada Allah.

KOSA KATA PELAJARAN

Bait Allah:

Suatu tempat di mana orang menyembah Allah.

Imam tertinggi:

Seseorang yang melayani di Bait Allah; pemimpin semua orang yang melayani Allah di sana.

Pilar:

Sebuah tiang yang tinggi dan tebal untuk menyangga suatu bangunan.

Persembahan:

Suatu bentuk pemberian kita kepada Allah.

KISAH PELAJARAN

Ketika seseorang memberikan kepada kalian suatu hadiah, menurut kalian, apakah yang sedang mereka perlihatkan kepada kalian? (Mereka menyukaimu.) Sebagai contoh: Ketika seorang teman sedang sakit, terkadang kita memberikan suatu pemberian. Atau ketika kita ingin orang lain mengetahui bahwa kita menyayangi mereka, maka kita akan memberikan suatu pemberian kepada mereka. Di dalam Kisah Pelajaran pada hari ini, akan diberitahukan kepada kita tentang orang-orang yang memberikan suatu persembahan kepada Allah.

Raja yang Berusia 7 Tahun

seorang yang menjadi raja saat masih berusia 7 tahun? (Kemungkinan mereka akan menjawab “Tidak.”) Ketika kita membayangkan seorang raja, maka biasanya kita akan membayangkan seorang yang telah dewasa.

Namun pada suatu kali, ada seorang raja di Israel yang baru berusia 7 tahun. Namanya adalah Yoas. Ketika Yoas masih kecil, ia memiliki seorang nenek yang jahat yang ingin membunuhnya agar sang nenek ini dapat terus menjadi ratu. Sekalipun demikian, Allah melindungi Yoas yang masih kecil itu dan ia disembunyikan di rumah Allah oleh imam tertinggi. Ketika saatnya tiba, maka Yoas dinobatkan sebagai raja.

Yoas berusaha melakukan semua yang Allah kehendaki agar ia lakukan. Yoas mendengarkan orang-orang dewasa di sekelilingnya. Kemudian, Yoas bertambah dewasa dan menjadi seorang raja yang baik dan bijaksana.

Yoas Memperbaiki Bait Allah

Pada suatu hari, Yoas memperhatikan bahwa Bait Allah memerlukan beberapa perbaikan. Bait Allah adalah bangunan yang besar di mana orang dapat menyembah Allah. Yoas mengamati tangga dan pilar dari Bait Allah itu. Ternyata tangga maupun pilar itu retak dan rusak. Seharusnya Bait Allah tidak kelihatan seperti itu! Lalu, Yoas bertekad untuk memperbaiki tangga dan pilar Bait Allah itu. Ia ingin menjadikan Bait Allah suatu tempat yang indah dan aman bagi orang-orang yang ingin menyembah Allah.

Yoas membutuhkan uang untuk memperbaiki Bait Allah. Ia telah menyuruh beberapa orang untuk pergi dan mengumpulkan persembahan dari rakyat, namun mereka menolaknya. Maka Yoas berbicara dengan imam tertinggi. Dia adalah seorang yang mengasihi Allah dan sering membantu Yoas dalam mengambil keputusan.

Banyak Orang Membawa Persembahan kepada Allah

Setalah itu, maka Yoas menaruh sebuah kotak persembahan di luar Bait Allah. Ia menyuruh seorang pesuruhnya untuk pergi memberitahukan kepada rakyatnya agar segera mereka dapat membawa persembahan mereka.

Tak lama kemudian, rakyat berdatangan dari segala penjuru untuk memberikan persembahan mereka ke dalam kotak persembahan yang besar itu. Beberapa dari mereka adalah orang-orang kaya dan mereka memberikan banyak uang. Sementara yang lainnya tidak memiliki banyak uang untuk dipersembahkan namun mereka semua ingin memberikan persembahan kepada Allah.

Lalu terkumpulah uang yang cukup untuk memperbaiki Bait Allah. Yoas dan imam tertinggi itu memanggil para pekerja. Lalu, para pekerja itu segera membawa peralatan mereka dan mulailah mereka bekerja. Mereka segera memperbaiki tangga dan pilar yang retak dan rusak itu. Para pekerja yang lainnya membuat perabot rumah tangga yang baru untuk diletakkan di dalam Bait Allah.

Sekarang, Bait Allah menjadi indah kembali. Rakyat begitu senang untuk datang beribadah kepada Allah di suatu bangunan yang indah. Mereka bersukacita karena telah membawa persembahan untuk membantu memperbaiki Bait Allah.

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Berapakah usia Yoas saat ia dinobatkan menjadi seorang raja? (Saat itu Yoas masih berusia 7 tahun.)

2. Apakah yang telah rusak sehingga memerlukan perbaikan? (Bait Allah.)

3. Bagaimana Yoas mengumpulkan uang untuk usaha perbaikan Bait Allah itu? (Rakyat memberikan persembahan di dalam kotak persembahan.)

4. Setelah rakyat mempersembahkan uang mereka, apakah yang Yoas lakukan kemudian? (Ia memanggil para pekerja untuk memperbaiki Bait Allah.)

5. Apakah Bait Allah itu menjadi indah kembali setelah diperbaiki? (Ya, Bait Allah itu menjadi indah kembali dan rakyat berdatangan untuk menyembah kepada Allah.)

Apakah Allah mengasihi anak laki-laki dan perempuan yang memberikan persembahan? (Ya.) Menurut kalian apakah Allah lebih senang bila kita mempersembahkan Rp. 1.000,- atau Rp. 100,-? (Bukanlah hal yang penting bagi Allah berapa jumlah yang kita persembahkan kepada-Nya, Allah akan bersukacita bila kita mempersembahkan semampu kita dengan hati yang rela.) Memberikan persembahan adalah suatu cara untuk menunjukkan kasih kita kepada Allah. (Bila murid-murid membandingkan jumlah persembahan, maka katakanlah kepada mereka bahwa Allah tidak mementingkan jumlah yang kita persembahkan kepada-Nya. Allah menghendaki agar kita mempersembahkan karena kita mengasihi-Nya, bukan untuk membandingkan siapa yang mempersembahkan lebih banyak.)

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Permen bagi Semua Anak!

Pada suatu hari Minggu siang, David ingin pergi ke toko. Jarak dari rumah ke toko itu adalah 3 blok jauhnya. Ia baru belajar mengendarai sepeda dan ia senang mengendarainya ke toko itu.

Setibanya di sana, maka David mengeluarkan uang yang telah diberikan oleh ayahnya untuk dibelikan permen bagi kakak laki-lakinya, adik perempuannya, dan tentunya bagi dirinya sendiri.

David lama sekali memilih-milih permen yang akan ia beli itu. Akhirnya, ia merasa kesulitan untuk memutuskan permen mana yang harus ia beli itu.

Lalu manajer toko itu, Pak Elliot, menghampiri David untuk membantunya.

“Bolehkah aku menolongmu, David?” tanya Pak Elliot.

“Oh, hai, Pak Elliot,” kata David. “Aku ingin membeli permen bagi kakakku, adikku, dan bagiku sendiri, namun aku tidak memiliki cukup uang.”

“Kelihatannya engkau memiliki uang Rp. 1.000,-,” kata Pak Elliot. “ Kamu dapat membeli 3 buah permen dengan uangmu itu.”

“Aku hanya akan memakai sebagian uangku saja,” kata David.

“Untuk apakah sebagian uang yang lainnya itu?” tanya Pak Elliot.

“Akan dikembalikan kepada Allah,” jawab David. “Allah telah memberikan segalanya kepada kita. Oleh karena itu, maka kita harus mengembalikan sesuatu

kepada-Nya untuk menunjukkan rasa terima kasih kita.”

"Kamu sungguh baik,” kata Pak Elliot. “Begini saja. Kamu dapat membelikan permen bagi kakak, adik, dan engkau sendiri hanya dengan membayar sebagian dari uangmu saja.”

“Wow, benarkah?” kata David. “Terima kasih! Kakak dan adikku akan

menjadi senang. Dan Allah pun akan menjadi bersukacita pula.”

“Oh, aku yakin bahwa Allah akan menjadi sukacita saat melihat ada seorang anak-laki-laki seperti kamu,” kata Pak Elliot sambil tersenyum.

Lalu, Pak Elliot itu melambaikan tangannya kepada David saat David naik ke sepedanya dan pulang ke rumah.

Pertanyaan untuk Direnungkan

1. Mengapa David menyisihkan sebagian dari uangnya itu?

2. Bila seseorang memberikan kepada kita uang, berapa banyakkah yang harus kita kembalikan kepada Allah?

AKTIVITAS 1

Temukanlah apa yang harus diberikan oleh Patrick. Lalu, cocokkanlah dengan gambar yang ada di setiap kolom untuk menunjukkan bagaimana Patrick mempersembahkan miliknya itu kepada gereja.

1. “Patrick, engkau dapat bermain piano untuk koor anak-anak.”

“Terima kasih Allah karena aku dapat bermain piano bagi kegiatan gereja.”

2. “Minggu depan, kita akan membersihkan gereja.”

“Aku dapat memunguti sampah.”

3. “Ini uang sakumu, Patrick.”

“Aku akan mempersembahkan sebagian dari uangku kepada Allah.”

Tolonglah aku, Tuhan, agar Engkau memberikan kekuatan kepadaku agar aku dapat memberikan apa yang aku miliki kepada-Mu.

Berikanlah Apa yang Menjadi Milik Kita

Temukanlah apa yang harus diberikan oleh Patrick. Lalu, cocokkanlah dengan gambar yang ada di setiap kolom untuk menunjukkan bagaimana Patrick

mempersembahkan miliknya itu kepada gereja.

1. "Patrick, engkau dapat bermain piano untuk

koor anak-anak."

"Aku dapat memunguti sampah."

2. Minggu depan, kita akan membersihkan gereja."

"Terima kasih Allah, karena aku dapat bermain piano bagi kegiatan gereja."

3. "Ini uang sakumu, Patrick."

"Aku akan mempersembahkan sebagian dari uangku

kepada Allah."

Tolonglah aku, Tuhan, agar Engkau memberikan kekuatan kepadaku agar aku dapat memberikan apa yang aku miliki kepada-Mu.

AKTIVITAS 2

Kita Memberikan Persembahan kepada-Nya Bahan:

Krayon. Lem. Gunting. Kertas berwarna. Selotip. Buku cerita. Kertas bekas. Gambar/poster.

Pilihan:

Meja. Kursi. Uang mainan.

Petunjuk:

1. Buatlah sebuah toko buku Kristen dengan menggunakan berbagai macam barang yang ada di dalam kelas sebagai barang dagangannya.

2. Pilihlah seorang murid untuk menjadi pelayan toko dan murid-murid lainnya bergiliran mengunjungi ke toko buku itu untuk membeli barang yang mereka sedang butuhkan.

3. Para pembeli haruslah mengembalikan barang kepada Anda agar Anda dapat memberitahukan di mana mereka harus meletakkannya kembali.

4. Bila masih ada waktu, suruhlah murid-murid lainnya untuk mengajukan diri menjadi pelayan toko.

5. Pilihan - suruhlah murid-murid untuk menggunakan uang mainan mereka untuk membelikan barang yang mereka sedang butuhkan.

6. Bicarakanlah tentang bagaimana kita dapat menyembah Allah dengan memberikan waktu dan uang kita. Sebagai contoh: Dengan sikap yang sukarela untuk mengunjungi toko buku Kristen itu untuk membeli barang yang sedang diperlukan gereja adalah suatu cara bagi kita dalam memberikan waktu kepada Allah.

Kita dapat menunjukkan betapa kita mengasihi Allah dengan memberikan waktu dan uang kita.

Dalam dokumen B U K U P E G A N G A N G U R U (Halaman 33-41)