PERAN YUSRIL TERHADAP PARTAI BULAN BINTANG
A. Yusril Sebagai Penggagas Berdirinya Partai Bulan Bintang
Yusril Ihza Mahendra dilahirkan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia, pada tanggal 5 Februari 1956.Beliau menempuh pendidikan di tempat kelahirannya itu, sampai tamat SMA.Setelah itu melanjutkan pendidikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan spesialisasi Hukum Tata Negara.Beliau dalam menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan spesialisasi di bidang Filsafat. Setelah beliau mendapatkan gelar sarjana, beliaupun melanjutkan melanjutkan pendidikan lagi ke jenjang Strata 2, sampai memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik, dengan spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim, di University Sains Malaysia. Sekembalinya dari Malaysia setelah mendapatkan gelar Doctor of Philosophy beliau kembali mengajar, sampai diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Beliau ditugasi untuk mengajar Hukum Tata Negara, TeoriIlmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program Pascasarjana.
Sejak kecil Yusril Ihza Mahendra sudah aktif dalam organisasi, di sekolah menengah pertama beliau menjadi ketua OSIS, di sekolah menengah atas pun beliau menjadi ketua OSIS. Ketika kuliah di universitas Indonesia Yusril mengikuti organisasi dan juga menjadi ketua majelis permusyawaratan mahasiswa, selagi beliau muda pernah menjadi anggota pemuda muslimin, sebuah
organisasi yang berafiliasi kepada partai syarikat islam Indonesia, beliau pun bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ), dan juga Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia ( BKPMI ), banyak sekali organisasi yang pernah diikuti oleh Yusril Ihza Mahendra, beliau pun pernah ada didalam kepengurusan muhammadiyah, pernah pula berada dalam naungan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ( DDII ), dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia ( ICMI ). Di era reformasi tepatnya setelah terjadinya keruntuhan masa orde baru beliau didaulat menjadi ketua umum Partai Bulan Bintang yang berdiri pada 17 juli 1998.1 Pada saat rapat yang dilakukan dirumah Dr. Anwar Haryono 23 juli 1998 akhirnya tim partai menyepakati Prof.Dr Yusril Ihza Mahendra sebagai pemimpin partai. Dan pada tanggal 26 juli 1998 bertepatan di halaman masjid agung al-azhar Partai Bulan Bintangpun mendeklarasikan berdirinya partai.Seperti itulah awal mulanya jiwa kepemimpinan seorang Yusril Ihza Mahendra yang memang sudah ada sejak beliau masih muda.
Hasil muktamar I Partai Bulan Bintang ( PBB ), berakhir dengan terpilihnya kembali Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum partai periode 2000-2005. Dalam pemilihan ini Yusril meraih keunggulan suara dari para pesaingnya, dengan 305 suara yang diperoleh Yusril, sedangkan Eggi Sudjana meraih 11 suara, Ahmad Soemargono 12 suara, Hartono Mardjono 14 suara, Fadli Zon, Ahmad Ansori, serta Kafrawi masing-masing meraih 1 suara. Pemilihan ketua umum Partai Bulan Bintang berlangsung minggu malam 30 april 2000 di Aula Asrama haji pondok gede Jakarta timur.
1 Artikel yang ditulis Yusril Ihza Mahendra Dengan Judul Pembuka Kata Dalam Blog
Dalam pidatonya setelah terpilih kembali menjadi ketua umum Partai Bulan Bintang, Yusril mengimbau agar setiap perbedaan pendapat dikalangan elite politik Partai Bulan Bintang dapat diselesaikan secara baik.
“marilah kita selesaikan masalah yang ada pada kita secara bersama tanpa perlu mempertajam dan menyebarkan isu pada masyarakat
Beliaupun menyatakan dengan hati terbuka siap dikoreksi dan dikritik dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua umum partai, dan yusril pun meminta pada kelompok-kelompok yang tidak puas selama muktamar berlangsung untuk dapat belajar menerima kekalahan dan menerima kemenangan dengan cara yang sehat.
Saya berharap elite di partai dapat menerima keputusan muktamar, karena muktamar pertama ini dihasilkan dengan cara demokratis dan terbuka, tanpa
rekayasa," ujar Yusril.
Sementara itu pemilihan untuk ketua majelis syuro Partai Bulan Bintang berakhir dengan terpilihnya Muhammad Sulaiman yang mengantongi 211 suara sedangkan untuk KH Syahrozi Bisri terpilih sebagai wakil ketua, dan keduanya sekaligus menjadi anggota formatur, dan anggota formatur lainnya yaitu MS Kaban, KH Maksum Nawawi, Sahar L Hasan, Zubair Bachri, Zaihar Bahaudin dan Ahmad Sumargono, dan tugas tim formatur yang diketuai Yusril Ihza Mahendra adalah dalam waktu 30 hari untuk menyusun kepengurusan DPP PBB
periode 2000-2005.2
Namun dalam hasil muktamar yang pertama ini mengalami pro dan kontra dalam tubuh Partai Bulan Bintang, Hartono Mardjono dan Abdul Qadir Djaelani, dan juga 14 fungsionaris Partai Bulan Bintang, menolak pertanggung jawaban Yusril, karena bahwasanya tidak pernah dibicarakan dengan pengurus pusat lain, dan mereka pun tidak keberatan kalau dilakukan islah, asalkan dihilangkan dahulu para provokator yang ada dalam arena muktamar. Yusril pun mengakui memang ada konplik internal dalam pengurus pusat partai, dahulu awal-awal terbentuknya Partai Bulan Bintang ini siapapun yang ingin bergabung dengan Partai Bulan Bintang diterima, dan sebaiknya konflik internal partai sudah semestinya diselesaikan melalui muktamar, bukan melalui selebaran.3
Syarifin Maloko pun membenarkan bahwasanya dahulu memanglah ada pro dan kontra, beliau menjelaskan “ bahwasanya sebuah partai ada pro dan kontra itu mungkinlah suatu proses pendewasaan dalam berpolitik, dan orang yang kontra itu dinamakan tim 16 oleh media, dan sekarang sudah tidak ada lagi kontra dalam tubuh partai bulan bintang” 4
Kalau masa kepemimpinannya yang pertama Yusril Ihza Mahendra dipilih oleh badan ormas, dan organisasi intelektualisme Muslim, dan dipilih oleh mantan tokoh partai Masyumi, sedangkan pada pemilihan di tahun 2000-2005 ini Yusril Ihza Mahendra dipilih oleh para anggota DPP PBB sendiri dengan mengusungkan beberapa para kandidat calon pemimpin Partai Bulan Bintang.
Pada hasil Muktamar II periode 2005-2010 yang dilakukan pada 01 mei
2http://www.kompas.com/kompas
3 Kompas, minggu, 30 april 2000
2005 ( 22 rabiul awwal 1426 ), mengesahkan bahwasanya Prof.Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH sebagai Ketua Majelis Syura.Dan ketua umum Dewan Pimpinan Partai Bulan Bintang dijabat oleh H. MS. Kaban, SE, MSi.5
Sesuai dengan keinginan dari Yusril Ihza Mahendra yang menginginkan dirinya hanya dua periode saja menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang periode 2000-2005 adalah yang terakhir Jabatan yang beliau raihpun merupakan sebuah amanat partai yang harus ia jaga dan Yusril pun mengakuinya cukup berat bebannya.
Sebenarnya adanya keterlibatan Yusril Ihza Mahendra dalam partai bukanlah semata-mata karena hasrat ataupun keinginan dari diri pribadinya untuk tampil dalam politik menggunakan partai sebagai alat perjuangan, dan sebenarnya lebih didasarkan pada amanah dari dukungan banyak orang. Termasuk salah satunya adalah dari kalangan masyumi..
Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwasanya menjadi seorang pemimpin partai bukan suatu kenikmatan melainkan suatu beban tanggung jawab, memimpin partai itu sungguh sangat berat, fitnahnya banyak, intriknya banyak, sehingga haruslah banyak bersabar. Beliau pun mengungkapkan bahwasanya janganlah partai itu dijadikan alat kepentingan pribadi, Yusril pun memiliki prinsip janganlah seseorang itu lama-lama dalam pucuk kepmimpinan sebuah partai kaena akan menimbulkan sebuah ekses yakni kedudukan itu seperti menjadi identik dengan pribadinya maka dari itulah beliau tidak mau berlama-lama menjadi pemimpin partai, sebagai partai yang demokratis tentu saja siapa pun
boleh mencalonkan diri dalam menduduki jabatan dalam partai.
Dalam kepemimpinannya Yusril Ihza Mahendra sangatlah konsisten dalam memperjuangkan syariat Islam agar masuk kedalam konstitusi Negara Republik Indonesia melalui perjuangan amandemen UUD 1945, dan ini telah dibuktikan salam sidang tahunan dari sejak sidang MPR tahun 1999 sampai berakhirnya pembahsan amandemen UUD 1945, sebagai sebuah konstitusi baru di tahun 2002, bersama dengan partai Islam lainnya PPP.6
Maka dari itulah Partai Bulan Bintang menawarkan platform perjuangan yang mengkombinasikan dan mengintegrasikan antara keislaman dan keindonesiaan, dimana ini adalah upaya untuk membumikan ajaran Islam dalam konteks kehidupan dalam pengertian luas, yang diwujudkan dengan upaya politik yang demikian gigih untuk memperjuangkan syariat Islam didalam Amandemen Konstitusi.7
DR. Ahmad Sumargono pun mengemukakan bahwasanya “ yusril itu ,masih memperjuangkan syariat Islam sebagai hukum beliau masih konsisten untuk itu, dan bahkan beliau sudah membuat konspirasi hukum-hukum pidana kedalam Undang-Undang yang aspiratif, jadi bahwasanya tidak perlu harus Negara Islam, tetapi hukum-hukumnya saja yang menggunakan syariat Islam.8
Yang dimaksud dengan gigih untuk memperjuangkan syariat Islam masuk kedalam amandemen konstitusi, bukan berarti partai ini ingin menjadikan Negara yang Islam melainkan menginginkan agar hukumnya menggunakan hukum Islam.
6
Kompas, sabtu, 12 agustus 2000
7Drs. Firdaus Syam, MA, Yusril Ihza Mahendra Perjalanan Hidup Pemikiran Dan
Tindakan Politik, h 47-53
8 Hasil wawancara dengan DR. Ahmad Sumargono, SE, MM, di rumah Ahmad
B. Kemajuan yang dicapai Partai Bulan Bintang masa kepemimpinan