Penilaian Status Kesehatan Dan Kelayakan Pasar Tradisional Ciputat dan Pasar Modern BSD Tahun 2014

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM)

Oleh :

Akbar Yazil Siregar (NIM: 1110101000089)

PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGAN

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

iv SKRIPSI 2014

Akbar Yazil Siregar

Penilaian Status Kesehatan Dan Kelayakan Pasar Tradisional Ciputat dan Pasar Modern BSD Tahun 2014

Xiii+78 halaman, 9 tabel,2 gambar, 6 lampiran.

ABSTRAK

Data Ditjen Perdagangan Tahun 2007 menyebutkan sekitar seperempat dari jumlah total populasi penduduk Indonesia beraktifitas atau berkaitan dengan pasar, sementara pasar dapat menjadi jalur utama untuk penyebaran penyakit SARS dan Flu Burung. Terkait dua hal ini, maka penting kiranya untuk memperhatikan aspek kesehatan dari pasar, penelitian ini bertujuan menganalisa status kesehatan dan kelayakan pasar tradisional Ciputat dan pasar modern BSD City berdasarkan Kepmenkes No.519 tahun 2008.pada bulan Mei-Juli Tahun 2014.

Dalam penelitian ini sampel didapatkan dengan metode purposive sampling. Penilaian status kesehatan pasar dan status kelayakan pasar dilakukan melalui observasi dan analisis item-item penilaian yang tercantum pada form I dan form II untuk mendapatkan nilai status kesehatan dan status kelayakan pasar tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan status kesehatan pasar Ciputat adalah “tidak sehat”dengan skor total 38,94% dan status kesehatan pasar Modern BSD adalah “kurang sehat” dengan skor total 67,88%. Status kelayakan pasar Ciputat adalah “kurang layak” dengan skor total 20 checklist dan status kelayakan pasar Modern BSD adalah “baik”dengan skor total 48 checklist. Saran bagi kedua pasar tersebut agar mengupayakan hal-hal penting terkait kesehatan pasar yang belum dimiliki seperti tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun pada, menyediakan pos pelayanan kesehatan P3K, meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan melakukan desinfeksi pasar secara menyeluruh 6 bulan sekali.

Kata Kunci: Kesehatan, Pasar, Pasar Modern, Pasar tradisional

(6)

v THESIS 2014

Akbar Yazil Siregar

Valuation of Health and Appropriateness Status of Ciputat and Modern BSD City Modern Market on Year 2014

Xiii+78 pages, 9 tables,2 pictures, 6 attachments.

ABSTRAK

According to Ministry of Trading in 2007, about a quarter of the Indonesia population had activity and/or correlated with the market, while the market might be a path of transmition for disease such as SARS and Bird Flu. Based on these things, it’s important to valuate the health aspects of the market, this research purposes to analyze the health and appropriateness status of the traditional market of Ciputat and Modern market of BSD City based on Health Ministry Resolution number 519 year 2008, which is done around month of may to july year 2014

Samples of this research are obtained through the method of purposive sampling, scoring of the health and appropriateness status are conducted through observations and analysis of the Health Ministry Resolution scoring items on form I and form II to acquired the score points which is describing the health and appropriateness status of the market

Results indicated the health status of Ciputat traditional market is “unhealthy” with amount total score of 38.94% and the health status of BSD City modern market is “semi-health” with amount of total score of 67,88%. Appropriateness status for Ciputat traditional market is “not approriate” with 20 checklist amount of total scorea nd BSD City Modern market is “fine” with 48 checklist amount of total score. Suggested for both of market to established places for hand washing at several areas of the market, establishe a first aid and health center and improve the quality of waste management and applying a fully market disinfection for at least once in a six months

Keywords: Health, Market, Modern Market, Traditional Market

(7)

vi

TTL : Medan, 23 Februari 1991

Alamat : Jalan Pare IV, Blok D3, Sektor 1.6, No.7, BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kode Pos 15310

Agama : Islam

Gol. Darah : O

Email : akbaryazil@gmail.com , slam2510@gmail.com

Hp : 083874244292

RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun

1996 - 1997 TK Perwanis, Sei Besitang 1997 - 2003 SDN Karya Bakti

2003 - 2006 SMP Islam Swasta Cikal Harapan BSD 2006 - 2009 SMA Islam Swasta Cikal Harapan BSD

2010 – sekarang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan

PENGALAMAN ORGANISASI

2004 – 2005 Anggota Teater SMP Islam Swasta Cikal Harapn BSD

2006 – 2009 Anggota Kelompok Riset Ilmiah Remaja (KRIR) SMA Islam Swasta Cikal Harapan

PENGALAMAN MAGANG KERJA

2012-2013 Pengalaman Belajar Lapangan(PBL) I dan II Puskesmas Pondok Jagung

kabupaten Tangerang, Banten

(8)

vii Berkat Rahmat Allah Subha ahu wa Taala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

akhirnya saya dapat menyelesaikan skripsidengan judul Analisa Status Kesehatan Dan Status Kelayakan Pasar Tradisional Ciputat Dan Pasar Modern BSD Tahun 2014 .

Shalawat serta salam selalu terjunjun kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salla yang telah membawa umatnya dari dari zaman kegelapan akan iman dan pengetahuan ke

zaman terang benderang akan ilmu dan pengetahuan.

Penyusunan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi persyaratan jenjang pendidikan S-1pada semester VIII Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penulis menyadari masih banyak ketidaksempurnaan dalam penulisan dan penyusun skripsi ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang kepada berbagai pihakatas dukungan,

bantuannya, antara lain :

1. Pimpinan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Bapak Dekan Dr. Arif Sumantri, SKM, M.Kes

2. Kepala Program Didik Kesehatan Masyarakat Ibu Fajar Ariyani M.kes, Ph.D

3. Ibu Dewi Utami, PHD selaku pembimbing I.

4. Ibu DR. Ela Laelasari, M.kes selaku pembimbing II.

5. Pihak Pengelola Pasar Ciputat dan Pasar Modern BSD City.

6. Sahabat dan Saudara terdekat serta rekan-rekan seperjuangan yang telah membantu memberikan senyuman dan doa yang telah mendukung kelancaran penyusunan skripsi ini, terima kasih atas segala bantuan apapun.

7. Terakhir dan terutama untuk kedua orang tuadan segenap keluarga yang mendukungdi setiap waktunya.

Jakarta, 7 Maret 2015

(9)

viii

ABSTRAK iv

CURICULUM VITAE vi

KATA PENGANTAR vii

DAFTAR ISI viii

DAFTAR TABEL x

DAFTAR GAMBAR xi

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang 1

1.2.Rumusan Masalah 3

1.3.Tujuan Penelitian 4

1.4.Manfaat Penelitian 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Pasar 6

2.2. Pengertian Pasar Tradisional 6

2.3. Pengertian Pasar Modern 7

2.4. Pengertian Pasar Sehat 8

2.5. Sanitasi Tempat-tempat Umum 8

2.6. Status Kesehatan Pasar 9

2.7. Status Kelayakan Pasar 9

2.8. Vektor di Lingkungan Pasar 10

2.9. Keamanan Pangan 13

(10)

ix

3.2. Definisi Operasional 19

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Desain Penelitian 22

4.2. Waktu dan Tempat Penelitian 22

4.3. Populasi dan Sampel 22

4.4. Jenis Data 24

4.5 Instrumen Penelitian 24

4.6 Analisis Data 25

BAB V HASIL

5.1. Profil Pasar Ciputat 27

5.2. Profil Pasar Modern BSD 28

5.3. Hasil Penilaian Status Kesehatan Pasar 29

5.4.Hasil Penilaian Status Kelayakan Pasar 56

BAB VI PEMBAHASAN

6.1. Keterbatasan Penelitian 59

6.2. Status Kesehatan Pasar 60

6.3. Status Kelayakan Pasar 68

BAB VII KESIMPULAN & SARAN

7.1. Kesimpulan 77

7.2. Saran 77

(11)

x Tabel 4.1. Penggolongan Hasil Skor Status Kesehatan 25

Tabel 4.2. Penggolongan Hasil Skor Status Kelayakan 26

Tabel 6.1. Perbandingan Penilaian Bangunan Pasar 61

Tabel 6.2. Perbandingan Penilaian Sanitasi Pasar 63

Tabel 6.3. Perbandingan Penilaian PHBS 65

Tabel 6.4. Perbandingan Penilaian Keamanan Pasar 66

Tabel 6.5. Perbandingan Penilaian Fasilitas lain-lain Pasar 67

(12)

xi

Gambar 2.1. Kerangka Teori 16

(13)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari

satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan,

mal, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya. Pasar berdasarkan

jenisnya terbagi dua yaitu pasar tradisional dan pasar modern, pengertian pasar

tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah

daerah, swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik

Daerah (BUMD) termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa

toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola pedagang kecil, menengah,

swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan

dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Adapun pasar

modern adalah pasar yang dikelola dengan manajemen modern, umumnya

terdapat di kawasan perkotaan, sebagai penyedia barang dan jasa dengan mutu

dan pelayanan yang baik kepada konsumen (Pepres RI No. 112, 2007).

Pasar dapat menjadi jalur utama untuk penyebaran penyakit seperti kasus

kolera di Amerika Latin, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Flu

Burung (Avian Influenza) di Asia (Kemenkes 519, 2008). Sehingga untuk

mengantisipasi terjadinya penyebaran dan penularan penyakit berpotensial wabah

termasuk Avian Influenza, diperlukan program pasar sehat yang merupakan salah

(14)

Data Ditjen Perdagangan Dalam Negeri-Departemen Perdagangan tahun

2007 menyebutkan jumlah pasar di Indonesia sekitar 13.450 pasar Tradisional

dengan 12.625 juta pedagang, sehingga diasumsikan jika setiap pedagang

memiliki empat anggota keluarga, maka sekitar 50 juta orang atau hampir sekitar

25% dari populasi total Indonesia beraktifitas atau berkaitan dengan pasar

tradisional (Kemenkes 519,2008).

Terkait besarnya jumlah populasi nasional maupun peran pasar tradisional

bagi masyarakat dan kemungkinan pasar menjadi tempat wabah penyakit menular,

maka penting kiranya untuk memperhatikan aspek kesehatan dari pasar itu

sendiri.

Ada banyak pasar tradisional di Indonesia dan beberapa diantaranya masih

terlihat kotor dan kumuh, namun ada pasar yang pernah diberitakan secara

nasional karena bermasalah serius dalam hal kebersihannya, yaitu pasar Ciputat

yang terletak di kota Tangerang Selatan, provinsi Banten (Kabar6, 2012) dan

hingga tahun 2014 masalah kebersihan ini belum juga selesai (detaktangsel,

2014).

Pada observasi pendahuluan di pasar Ciputat terlihat kotornya lingkungan

pasar akibat sampah sudah bertumpuk dan terlihat juga air lindi di jalan yang

membuat jalan licin yang membahayakan pejalan kaki dan pengendara sepeda

serta sepeda motor, sementara dalam program pengembangan kesehatan pasar

dikenal istilah “pasar acuan”, yaitu pasar yang menjadi contoh pengembangan

(15)

pasar yang dulunya adalah pasar tradisional namun sekarang sudah berubah, pasar

ini pada 2011 menjadi tempat acara pencanangan hari pasar bersih nasional, pasar

ini adalah pasar modern BSD City (Kemendag, 2013).

Penelitian ini menggunakan pedoman Kepmenkes No.519 Tahun 2008

tentang penyelenggaraan pasar sehat dilengkapi instrumen penilaian pasar yaitu

form I (satu) untuk penilaian kesehatan pasar dan form II (dua) untuk penilaian

kelayakan pasar guna menilai seperti apa perbandingan nilai status kesehatan dan

kelayakan pasar tradisional Ciputat dengan pasar Modern BSD City, yang dengan

pedoman dari program ini diharapkan akan berbuah output berupa hadirnya pasar

sehat sesuai dengan kriteria Kementrian kesehatan untuk kedepannya.

1.2 Rumusan Masalah

Pada pasar tradisional Ciputat melalui observasi pendahuluan didapati bau

yang menyengat di jalan sekitar pasar, dan genangan air yang berbau tidak sedap,

serta vektor-vektor penyakit di lingkungan pasar seperti lalat dan tikus. Pada

observasi juga terlihat sampah berserakan dan berceceran di jalanan dan lalu lintas

sehingga dipasang spanduk di pasar yang menyatakan bahwa membuang sampah

di pasar adalah perbuatan yang melanggar peraturan.

Pasar modern BSD City pada observasi pendahuluan di lapangan terlihat

tertata rapi, di bagian luar ada penjualan berbagai barang kebutuhan modern serta

tersedia tempat-tempat sampah baik di bagian dalam maupun di luar dekat tempat

parkir. Tidak tercium bau sampah membusuk dan pada observasi pendahuluan ini

(16)

Maka berdasarkan hal tersebut, peneliti berkesimpulan perlu adanya

penilaian status kesehatan dan kelayakan pasar-pasar tersebut, guna mengetahui

secara ilmiah sebenarnya seperti apakah status kesehatan dan kelayakan antara

pasar tradisional Ciputat dibandingkan pasar acuan yaitu pasar modern BSD City.

1.3 Tujuan Umum

Menganalisa status kesehatan dan status kelayakan pasar tradisional

Ciputat dan pasar modern BSD City.

1.4 Tujuan Khusus

1). Diketahuinya status kesehatan pasar berdasarkan Kepmenkes No.519

tahun 2008.

2). Diketahuinya status kelayakan pasar berdasarkan checklist Kepmenkes

No.519 tahun 2008.

3). Diketahuinya perbandingan status kesehatan dan status kelayakan pasar

tradisional Ciputat dengan pasar modern BSD City.

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Bagi Mahasiswa Peneliti

Sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama

kuliah, di bidang Kesehatan Lingkungan Program Studi Ilmu Kesehatan

(17)

1.5.2 Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk

penelitian kesehatan pasar lainnya.

1.5.3 Bagi Pasar Ciputat dan Pasar Modern BSD City

Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi informasi tambahan sebagai

bahan evaluasi dan bahan pertimbangan untuk kedepannya.

1.5.4 Bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan

Hasil penelitian ini bisa menggambarkan masalah di pasar tradisional dan

pasar modern lebih jelas, sebagai bahan untuk mengambil keputusan dalam

(18)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pasar

Menurut Permendagri No: 53/M-DAG/PER/12/2008 yang disebut pasar

adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik

yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mal, plaza,

pusat perdagangan maupun sebutan lainnya (Permendagri, 2008).

2.2 Pengertian Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh

pemerintah, pemerintah daerah, swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) termasuk kerjasama dengan swasta dengan

tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola pedagang

kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil,

modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar

(Perpres 112, 2007).

Pasar tradisional didirikan dengan izin usaha pengelolaan pasar tradisional

(IUP2T) dan umumnya barang-barang di pasar tradisional tidak dijual dengan

harga tetap sehingga memungkinkan tawar-menawar antara pedagang dan

konsumen (Kuncoro, 2008), di Indonesia tiga komoditas teratas pada pasar

tradisional adalah sayuran sebesar 22,4%, bahan makanan dan minuman sebesar

(19)

2.3 Pasar Modern

Di dalam jurnal dinamika manajemen dijelaskan bahwa Sinaga (2004)

mendefinisikan pasar modern sebagai pasar yang dikelola dengan manajemen

modern, umumnya terdapat di kawasan perkotaan, sebagai penyedia barang dan

jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik kepada konsumen (umumnya anggota

masyarakat kelas menengah ke atas). Pasar modern antara lain mall, supermarket,

departement store, shopping centre, waralaba, toko mini swalayan, pasar serba

ada, toko serba ada, dan sebagainya (Aryani, 2011).

Dari sisi kelembagaan, perbedaan karakteristik pengelolaan pasar modern

dan pasar tradisional nampak dari lembaga pengelolanya, pada pasar tradisional,

kelembagaan pengelola umumnya ditangani oleh dinas pasar yang merupakan

bagian dari sistem birokrasi.

Pasar modern umumnya dikelola oleh profesional dengan pendekatan

bisnis. Selain itu, sistem pengelolaan pasar tradisional umumnya terdesentralisasi

dimana setiap pedagang mengatur sistem bisnisnya masing-masing, sedangkan

pada pasar modern, sistem pengelolaan lebih terpusat yang memungkinkan

pengelola induk dapat mengatur standar pengelolaan bisnisnya

Pasar modern didirikan dengan mengantongi Izin Usaha Pusat

Perbelanjaan (IUPP) atau Izin Usaha Toko Modern (IUTM), toko modern

masing-masing memiliki batas luas lantai penjualan yaitu: minimarket (kurang dari 400

(20)

departement store (diatas 400 m²), perkulakan (diatas 5000 m²) dan pada

umumnya terdapat pada kawasan kota besar (Perpres 112 tahun 2007).

2.4 Pengertian Pasar Sehat

Pasar sehat adalah kondisi pasar yang bersih, aman, nyaman, dan sehat

yang terwujud melalui kerjasama stakeholder yang terkait dalam menyediakan

bahan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat (Kemenkes 519, 2008).

Pasar sehat yang tidak terwujud dengan baik adalah masalah kesehatan

lingkungan, hal ini disebutkan dalam jurnal sanitasi pasar di Nigeria yang

menggambarkan pasar Benin, Nigeria yang lumrah dijumpai tumpukan sampah

dan binatang vektor penular penyakit menjadi penyebab tingginya angka malaria,

TBC dan diare (Abejegah, 2013).

2.5 Sanitasi Tempat-tempat Umum

Sanitasi adalah perilaku yang disengaja dalam pembudayaan hidup bersih

dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan

bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan

meningkatkan kesehatan manusia.

Sanitasi tempat umum termasuk diantaranya pasar, adalah suatu usaha

untuk mengawasi dan mencegah kerugian dari pemanfaatan maupun hasil usaha

(produk) oleh dan untuk umum terutama yang erat hubungannya dengan

(21)

2.6 Status Kesehatan Pasar

Status kesehatan pasar adalah penilaian dari gambaran kondisi sarana dan

prasarana, manajemen pasar dan tingkat mutu aspek-aspek kesehatan di

lingkungan pasar yang bersangkutan, dimana penilaiannya mengacu pada kriteria

Kepmenkes No.519 Tahun 2008 pada form I yang terdiri atas 172 item penilaian.

Berdasarkan pedoman dari Kepmenkes No.519 Tahun 2008, maka

penilaian dilakukan dengan mengisi nilai untuk item yang kondisi dan/atau

keadaannya memenuhi persyaratan yang dicantumkan pada form I.

Untuk melakukan penilaian dan membuktikan bahwa kondisi dan/atau

keadaan memenuhi persyaratan Kepmenkes sebagaimana yang tercantum pada

form I, maka dilakukan berbagai metode seperti observasi, wawancara, dan

pengukuran tergantung isi tuntutan dari item yang bersangkutan untuk

pembuktian apakah kondisi dan/atau keadaannya sesuai standar yang ditetapkan

oleh standar Kepmenkes.

Aspek penilaian form I dan penjabarannya secara garis besar adalah

bangunan pasar, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat/PHBS, keamanan pasar,

fasilitas lain-lain (Kepmenkes 519, 2008).

2.7 Status Kelayakan Pasar

Status kelayakan pasar adalah penilaian dari gambaran kondisi sarana dan

prasarana pasar yang berkaitan dengan perilaku perawatan fasilitas dan kondisi

(22)

pengunjung pasar, dimana penilaiannya mengacu pada kriteria Kepmenkes

No.519 Tahun 2008 pada form II, penilaian dilakukan dengan checklist pada

kolom jika kondisi di lapangan memenuhi persyaratan yang dicantumkan dalam

item penilaian pada form II, aspek penilaian secara garis besar terdiri atas

bangunan pasar, bangunan kios, tempat pembuangan sampah, saluran limbah

drainase, toilet, air bersih, tempat penjualan bahan pangan & makanan,

pengendalian binatang penular penyakit, keamanan pasar, pencahayaan, Suhu dan

kelembapan, tempat cuci tangan, tempat parkir (Kepmenkes 519, 2008).

2.8 Vektor di Lingkungan Pasar

Vektor adalah organisme pembawa parasit/bibit penyakit yang umumnya

merupakan hewan kelompok arthropoda, vektor terbagi dua jenis menurut siklus

hidup parasit yang dibawanya yaitu vektor biologis jika sebagian siklus hidup

parasit terjadi dalam tubuh vektor tersebut, jika tidak terjadi maka disebut sebagai

vektor mekanis yaitu vektor hanya membawa saja parasit tersebut namun sikus

hidup parasit itu sendiri tidak terjadi pada tubuh vektor (Natadisastra, 2009)

2.8.1 Nyamuk

Nyamuk adalah serangga yang termasuk dalam kelas insekta, ordo

dipteral, perkembang biakannya dengan cara bertelur. Nyamuk merupakan vektor

penyebab penyakit pada manusia antara lain penyakit Malaria, Filariasis, Demam

Kuning, Demam Berdarah Dengue, Encephalitis (Komariah, 2010).

Siklus hidup nyamuk adalah telur – larva (jentik) – kepompong (pupa),

(23)

menjadi nyamuk dewasa dalam enam sampai delapan hari, dalam perkembang

biakan nyamuk selalu memerlukan tiga macam tempat yaitu tempat

berkembangbiak atau breeding place, tempat untuk mencari makan atau feeding

place dan tempat untuk beristirahat atau resting place (Sumantri, 2010).

Nyamuk yang aktif mengigit pada malam hari adalah Anopheles.sp dan

Colex.sp sedangkan nyamuk yang aktif pada siang hari menggigit yaitu Aedes,

umumnya nyamuk yang menghisap darah adalah nyamuk betina (Nurmaini,

2001).

2.8.2 Lalat

Lalat merupakan serangga yang termasuk dalam genus Musca sp yang

memiliki bentuk telur lonjong berwarna putih, lalat betina sekali bertelur 100-200

telur, stadium lamanya menetas 12-24 jam dipengaruhi lingkungan, vektor ini

penyebab penyakit pada manusia antara lain penyakit Typhus abdominalis,

Salmonellosis, kolera, disentri (komariah, 2010).

Dari stadium telur sampai dewasa lamanya sampai 8-20 hari, lalat

berkembang biak umumnya pada sampah basah, kotoran, binatang dan tumbuhan

yang membusuk dengan masa bertelur antara 4-20 hari, lalat betina dapat bertelur

4-5 kali seumur hidupnya, dengan jumlah sekali bertelur 100-150 butir

(24)

2.8.3 T i k u s

Tikus adalah hewan mamalia suku muridae, tikus mempunyai penglihatan

yang buruk tetapi mempunyai panca indera seperti penciuman yang tajam, tikus

dapat menularkan penyakit leptospirosis, typhus dan Rat-bite fever (RBF)

(Komariah, 2010).

Tikus bergerak pada malam hari dengan rambut, kumis yang panjang

peka terhadap sentuhan sebagai alat navigasinya, tikus suka mencari makan di

tempat sampah, lemari, selokan dan dapur, umur hidup seekor tikus rata rata

mencapai 1 tahun dan pembiakan cepat terjadi selama musim hujan, apabila

terdapat banyak makanan dan tempat untuk berlindung, tanda-tanda keberadaan

tikus antara lain:

1. Ada dijumpai bekas gigitan yang ditinggalkan tikus

2. Alur jalan tikus pada umumnya kotor dan berminyak.

3. Di jumpai kotoran tikus yaitu kotoran yang masih lembek, mengkilap

berwarna gelap untuk kotoran yang masih baru, sedaangkan kotoran yang lama

ciri-cirinya keras, kering dan berwarna abu – abu.

4. Terdengar adanya suara tikus pada saat hari sudah mulai gelap

(25)

2.9 Keamanan pangan

Menurut Peraturan Pemerintah No.28 tahun 2004 tentang Keamanan,

Mutu dan Gizi Pangan, keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang

diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia

dan benda lain yang mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan

manusia (PP 28, 2004).

2.9.1 Residu pestisida dalam makanan

Residu pestisida adalah zat tertentu yang terkandung dalam hasil pertanian

baik sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari penggunaan pestisida,

mencakup senyawa turunan pestisida, seperti senyawa hasil konversi, metabolit,

senyawa hasil reaksi, dan zat pengotor yang dapat memberikan pengaruh

toksikologik (beracun).

Tingkat bahaya residu pestisida pada suatu bahan makanan, digambarkan

melalui Batas Maksimum Residu (BMR) yaitu konsentrasi maksimum residu

pestisida yang secara hukum diizinkan atau diketahui sebagai konsentrasi yang

dapat diterima pada hasil pertanian yang dinyatakan dalam miligram residu

(26)

2.9.2 Kebersihan Peralatan Makan

Peralatan makan adalah segala macam alat yang digunakan untuk

mengolah dan menyajikan makanan dengan ketentuan peralatan makan yaitu :

a. Cara pencucian, pengeringan dan penyimpanan peralatan memenuhi

persyaratan agar selalu dalam keadaan bersih sebelum digunakan.

b. Peralatan dalam keadaan baik dan utuh.

c. Peralatan makan dan minum tidak boleh mengandung angka kuman

yang melebihi nilai ambang batas yang ditentukan.

d. Permukaan alat yang kontak langsung dengan makanan tidak ada sudut

mati dan halus.

e. Peralatan yang kontak langsung dengan makanan tidak mengandung zat

beracun.

Persyaratan Peralatan makan yaitu :

1. Peralatan yang kontak langsung dengan makanan tidak boleh

mengeluarkan zat beracun yang melebihi ambang batas sehingga membahayakan

kesehatan antara lain Timah (Pb), Arsenik (As), Tembaga (Cu), Seng (Zn),

Cadmium (Cd), Antimony (Sb).

2. Peralatan tidak rusak, retak dan tidak menimbulkan pencemaran

terhadap makanan.

3. Permukaan yang kontak langsung dengan makanan harus conus atau

tidak ada sudut mati, rata, halus dan mudah dibersihkan.

(27)

5. Peralatan yang kontak langsung dengan makanan yang siap disajikan

tidak boleh mengandung angka kuman yang melebihi ambang batas dan tidak

boleh mengandung E. coli per 0 cm² permukaan alat (Tumelap, 2011).

2.9.3 Escherichia coli dalam makanan

Escherichia coli adalah salah satu bakteri yang termasuk ke dalam

golongan koliform dan secara normal hidup di dalam usus besar dan kotoran

manusia maupun hewan, oleh karena itu disebut juga koliform fekal sehingga

digunakan secara luas sebagai indikator pencemaran yang jika dikonsumsi bisa

menyebabkan diare (Herlina, 2012).

2.10 Baku Mutu Air

Air erat kaitannya dengan kesehatan, terdapat sekitar 20-30 macam

penyakit infektif terkait air, salah satu mekanisme penularan itu adalah

waterborne mechanism, yaitu penularan melalui kuman patogen di dalam air yang

menular kepada manusia melalui mulut atau sistem pencernaan. Contoh

penyakitnya antara lain kolera, tifoid, hepatitis viral, disentri basiler dan

poliomyelitis (Sumantri, 2010). Beberapa komponen dan standar baku pada air

bersih meliputi berbagai aspek baik fisik, kimia, mikrobiologi dan radioaktifitas

(28)

2.11 Kerangka Teori

Teori dalam penelitian ini dijabarkan dengan status kesehatan pasar dan status

kelayakan pasar memengaruhi performa pasar sehat yang secara umum

digambarkan:

Gambar 2.1 Kerangka Teori

PASAR SEHAT

STATUS KELAYAKAN PASAR (bangunan pasar, bangunan kios, tempat pembuangan sampah, saluran limbah drainase, toilet, air bersih, tempat penjualan bahan pangan & makanan, pengendalian binatang penular penyakit, keamanan pasar, tempat parkir, pedagang, pengunjung)

(Sumber: Kepmenkes 519, 2008) STATUS KESEHATAN PASAR

►Lokasi

►Bangunan Pasar

►Sanitasi

►Perilaku hidup bersih dan sehat

►Keamanan

►Fasilitas lain

(29)

Penelitian ini akan menilai pasar dari status kesehatan dan kelayakannya

melalui berbagai variabel atau item penilaian dimana pada form I dengan 172 item

penilaian untuk dinilai dan pada form II dengan 59 item penilaian untuk dinilai

dan pada akhir penelitian akan dilihat perbandingan pasar tradisional Ciputat dan

(30)

BAB 3

KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Konsep

Form I yang digunakan dalam penilaian status kesehatan pada penelitian

ini telah dimodifikasi karena keterbatasan peneliti dan item penilaian yang

memerlukan penilaian profesional di bidang lain, setelah dimodifikasi maka

diketahui nilai skor maksimal yang baru adalah 2.170 yang semula adalah 10.000

dan penentuan kategori kesehatan pasar dinilai dari persentase dari skor yang

diperoleh dimana nilai 100% adalah nilai 2.170

Gambar 3.1 Kerangka Konsep

Penilaian status kelayakan pasar atau form II, berjumlah 59 item penilaian

akan dinilai secara keseluruhan tanpa pengurangan item. STATUS KESEHATAN PASAR

(Bangunan Pasar, Sanitasi ,Perilaku hidup bersih dan sehat, Keamanan, Fasilitas lain )

STATUS KELAYAKAN PASAR (bangunan pasar, bangunan kios, tempat pembuangan sampah, saluran limbah drainase, toilet, air bersih, tempat penjualan bahan pangan & makanan, pengendalian binatang penular penyakit, keamanan pasar, tempat parkir, pedagang, pengunjung)

(Sumber: Kepmenkes 519, 2008)

Pasar sehat dan

layak

(31)

3.2 Definisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional

No. Variabel

Penelitian Definisi Alat Ukur Hasil Ukur

Skala Ukur

1. Status kesehatan pasar

Gambaran kesehatan pasar yang diperoleh dari nilai poin form I Kepmenkes No.519 Tahun 2008

tentang penilaian

kesehatan pasar

Gambaran kelayakan pasar yang diperoleh dari nilai poin form II

Kepmenkes No.519

Tahun 2008 tentang penilaian kelayakan pasar

(32)

Tabel 3.1 (Lanjutan)

3. Bangunan pasar

Bagian dari infrastruktur pasar yang berfungsi

sebagai tempat

operasional kegiatan pasar. masyarakat pada pasar yang dilakukan baik oleh pengelola, pedagang dan pengunjung terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia.

Semua perilaku kesehatan oleh pengelola, pedagang dan pengunjung pasar yang dilakukan atas

kesadaran sendiri

sehingga dapat

menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan.

(33)

Tabel 3.1 (Lanjutan)

6. Keamanan Pasar

Kondisi dan kesiapan pasar secara umum dalam

(34)

BAB 4

METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian

Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan

metode checklist yang berpedoman pada Kepmenkes No.519 Tahun 2008.

4.2 Waktu dan Tempat Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian

Tempat penelitian ini adalah pasar Ciputat, yang berlokasi di

Jl.Raya Ciputat dan pasar modern BSD City.

4.2.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini meliputi observasi lapangan, wawancara tidak

terstruktur, dan studi literatur adalah pada bulan Mei-Juli Tahun 2014.

4.3 Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasar di kota Tangerang

Selatan, dan sampel didapatkan dengan metode purposive sampling, yaitu dua

pasar dimana salah satu pasar tersebut adalah pasar tradisional yang telah

dimodernkan serta menjadi acuan untuk pasar bersih. Serta satu pasar lagi adalah

pasar tradisional yang memiliki masalah kebersihan pasar yaitu pasar tradisional

Ciputat.

Penilaian status kesehatan pasar dilakukan melalui observasi dan analisis

(35)

seperti kios/los dan perlengkapannya, fasilitas pasar dan pendukungnya (seperti

toilet, tangga, atap, tempat sampah, alat angkut sampah, dll) cara penilaian pada

form I tergantung pada apa yang akan dinilai, seperti jarak kios maka akan

dilakukan observasi dan analisis dengan bantuan alat ukur meteran.

Penilaian terhadap hal seperti situasi dan kondisi pasar/sarana prasarana

pasar untuk status kesehatan pasar didapatkan melalui wawancara tidak terstruktur

kepada pihak pengelola pasar, pedagang dan pengunjung di masing-masing lokasi

di pasar yang pertanyaannya beragam terkait isi form I yang akan dinilai.

Observasi terhadap sarana dan prasarana dilakukan menyeluruh sehingga jika ada

sarana dan prasarana yang telah rusak/tidak lengkap/kondisi yang tidak

semestinya maka belum dianggap memenuhi syarat seperti yang tercantum pada

form I.

Penilaian status kelayakan pasar berbeda dengan status kesehatan pasar,

karena yang menjadi sampel adalah 6 tempat saja, yaitu:

a.) kios/los basah (kios daging, kios ikan, kios unggas potong)

b.) kios/los makanan matang/siap saji

c.) kios/los sayur mayor

d.) kios/los buah

e.) kios/los barang dagangan kering (beras, kelontong, baju)

f.) tempat penjualan unggas hidup;

Status kelayakan pasar dinilai yang akan diamati dari perilaku pedagang

dan pengunjung kios/los masing-masing kios/los sebanyak 1 orang sebagaimana

(36)

4.4 Jenis Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dibagi dua berdasarkan pada

sumber diperolehnya data tersebut, yaitu:

1). Data Primer

Data Primer dikumpulkan melalui checklist observasi 2 buah form

sebagaimana telah dijelaskan dan juga melalui wawancara pihak

pengelola, pedagang dan pengunjung terkait pengisian form.

2). Data Sekunder

Data sekunder dikumpulkan melalui dokumen-dokumen pasar, meliputi:

A.) Struktur organisasi pasar.

B.) Data unit/kios pasar.

C.) Data sumber daya manusia pengelola pasar.

4.5 Instrumen Penelitian

Instrumen adalah alat-alat dan kelengkapan guna menjalankan penelitian yaitu:

1). Alat tulis.

2). Lembar observasi Kepmenkes No. 519 Tahun 2008 sebagai instrumen

penelitian.

3). Kamera / alat dokumentasi.

4). Meteran: untuk mengukur jarak kios, los dan lain-lain.

(37)

6). Dokumen pasar/data sekunder.

4.6 Analisis Data

Penilaian dalam penelitian ini akan mengikuti panduan dari Kepmenkes

No.519 tahun 2008 dengan cara mencocokan kriteria yang ada di form dengan

kenyataan di lapangan dengan wawancara, observasi, dan pengukuran.

Kriteria yang tidak sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam form

observasi maka diisi dengan skor 0 (nol). Jika sesuai kriterianya, maka diisi

dengan nilai skor yang disediakan oleh form untuk item yang bersangkutan,

skor-skor tersebut akan dijumlahkan dan skor-skor total akan menentukan kategori pasar

tersebut, dengan penggelompokkan sebagai berikut:

Tabel 4.1 Penggolongan Hasil Skor Status Kesehatan

Status Kesehatan Penggolongan Penilaian Form I

Pasar Tidak Sehat Jika skor kurang dari 60%

Pasar Kurang Sehat Jika skor diantara 60%-74,99%

Pasar Sehat Jika skor berkisar 75%-100%

(Sumber: Kepmenkes 519 Tahun 2008)

Form II digunakan untuk penilaian status kelayakan pasar, dengan total 59

item penilaian dengan checklist yang dinilai secara keseluruhan dengan

(38)

Tabel 4.2 Penggolongan Hasil Skor Status Kelayakan

Status Kelayakan Penggolongan Penilaian Form II Pasar Kurang Layak Jika checklist 37 buah atau kurang

Pasar Cukup Layak Jika checklist berkisar 38-46 buah

Pasar Kelayakan Baik Jika checklist 47 buah atau lebih

(39)

BAB 5 HASIL 5.1 Profil Pasar Tradisional Ciputat

Pasar Ciputat adalah pasar tradisional, pasar yang dikelola perusahaan

daerah (PD) Pasar Jaya ini telah berdiri sejak tahun 1997 dengan luas lahan 5.670

m² dan luas bangunan 3.342 m², terdiri atas 3 lantai bangunan permanen, ruang

dagang yang tersedia antara lain kios sebanyak 1.132 unit, los sebanyak 238 unit

dan PKL berjumlah 276 orang, dengan jumlah total 1.646 unit dan komposisi

ruang dagang berdasarkan asal-usul bangunan adalah 80% APBD dan 20%

Swadaya.

Berdasarkan dokumen pasar Ciputat diketahui ruang dagang yang aktif

untuk kios berjumlah 489 unit, los sebanyak 51 unit dan PKL berjumlah 276,

dengan jumlah total 816 unit yang menjual setidaknya 41 jenis komoditi dagang,

bidang pengelolaan pasar terdiri atas pengurus pasar, keamanan dan kebersihan.

Jumlah tenaga pengurus pasar sebanyak 5 orang, tenaga keamanan

sebanyak 30 orang dan tenaga kebersihan sebanyak 21 orang, sarana dan

prasarana pasar antara lain 1 unit kantor pasar di lantai 2, mushola/masjid di lantai

2 sebanyak 1 unit, MCK sebanyak 5 unit dimana sumber air bersihnya adalah air

tanah, dan tempat pembuangan sementara (TPS) seluas 63m² di depan pasar

(40)

5.2 Profil Pasar Modern BSD

Pasar Modern BSD adalah pasar yang dikelola SinarMas Land ini telah

berdiri sejak tahun 2004 dengan luas lahan 3 hektar dan luas bangunan 1,4 hektar.

Terdiri atas 1 lantai bangunan permanen dengan jam operasional yaitu

jam 04.00 – 17.00 ini didirikan sebagai bagian dari fasilitas umum (fasum) bagi

warga yang tinggal di BSD city dan berdasarkan wawancara dengan pihak

pengelola pasar diketahui bahwa pasar Modern BSD merupakan pasar

percontohan di daerah kota Tangerang Selatan untuk pasar yang bersih dan

nyaman.

Ruang dagang yang aktif untuk ruko berjumlah 100 unit, kios sebanyak

320 unit dan lapak berjumlah 296, dengan jumlah total 716 unit, bidang

pengelolaan pasar terdiri atas:

a.) Pengurus pasar: sebanyak 13 orang, terdiri atas kepala pasar yang

membawahi staf, admin, kasir, tenant relation (TR), dan maintenance (ME),

b.) Bagian keamanan: tenaga keamanan sebanyak 23 orang dari sumber

outsourcing,

c.) Bagian kebersihan: tenaga kebersihan pasar sebanyak 4 orang.

d.) Bagian Parkir: tenaga petugas/pengawas sebanyak 40 orang dari tenaga

outsourcing.

Sarana dan prasarana pasar antara lain 1 unit kantor pasar dan 1 unit

kantor keamanan, 1 unit mushola/masjid, 2 unit MCK dimana sumber air

bersihnya adalah PDAM, dan tempat pembuangan sementara (TPS) di sudut

(41)

5.3 Hasil Penilaian Status KesehatanPasar

a.) Penilaian bangunan pasar dengan penjabarannya:

1). Penilaian penataan ruang dagang (item analisis: 5 item, yaitu apakah:

1. Pembagian area sesuai dengan peruntukkannya / zoning

(analisis: pada kedua pasar area berjualan telah terkelompokkan

walaupun pada pasar Ciputat belum ada papan tandanya).

2. Zoning dengan identitas lengkap (Analisis: pada pasar Modern

BSD, zoning telah dibuat dengan identitasnya, sedangkan pasar

ciputat tidak ada petunjuk zoning yang jelas).

3. Lebar lorong antar los minimal 1,5 meter (Analisis: pasar

Ciputat belum memiliki lebar jarak seperti ini, pada pasar Modern

BSD jarak lebar telah terpisah lebih dari 1,5 meter).

4. Jarak tempat penampungan dan pemotongan unggas dengan

bangunan pasar minimal 10 meter atau dibatasi tembok (analisis:

pasar Modern BSD telah memenuhi hal ini, pada pasar Ciputat hal

ini belum dilakukan).

5. Pestisida dan bahan berbahaya beracun terpisah dengan zona

makanan dan bahan pangan (analisis: kedua pasar telah

(42)

2.) Penilaian ruang kantor pengelola (item analisis: 1 item, yaitu apakah:

1. Tersedia toilet dan tempat cuci tangan (analisis: pada area kantor

pengelola kedua pasar tersebut tersedia toilet dan tempat cuci

tangan).

3). Penilaian tempat penjualan bahan pangan dan makanan (item analisis:

77 item), yang meliputi:

3.1). Penilaian tempat penjualan bahan pangan basah (item analisis: 16

item, yaitu apakah:

1. Meja tempat penjualan

a. Tahan Karat (analisis: dalam observasi terlihat bahwa

meja-meja tempat penjualan bahan pangan basah pada

kedua pasar melalui observasi didapati bahwa meja terbuat

dari batu dan kayu yaitu bahan yang tahan karat).

b. Rata (analisis: dalam observasi terlihat bahwa meja-meja

tempat penjualan bahan pangan basah di kedua pasar

memiliki permukaan rata yang tidak membuat bahan yang

dijual jatuh dari meja).

c. Kemiringan (analisis: dalam observasi terlihat bahwa

meja-meja tempat penjualan bahan pangan basah di kedua

(43)

d. Tinggi 60 cm (analisis: dalam observasi terlihat bahwa

meja-meja tempat penjualan bahan pangan basah di pasar

Modern BSD telah memenuhi tinggi 60 cm, tapi tidak

semua untuk pasar Ciputat).

2. Karkas daging digantung (analisis: pada kedua pasar karkas

daging digantung).

3. Alat pemotong (talenan) tidak terbuat dari kayu, tidak beracun,

kedap air dan mudah dibersihkan (analisis: dalam observasi

terlihat talenan di kedua pasar tersebut masih terbuat dari kayu).

4. Tempat penyimpanan bahan pangan dengan rantai dingin (cold

chain) bersuhu (4-10°C) (analisis: pada observasi di tempat

penjualan bahan pangan basah kedua pasar hal ini tidak

ditemukan).

5. Tersedia tempat pencucian bahan pangan dan peralatan

(analisis: pada observasi di tempat penjualan bahan pangan basah

kedua pasar para pedagang menyediakan baskom/ember untuk

menyuci bahan pangan dan peralatannya).

6. Tempat cuci tangan dilengkapi:

a. Sabun (Analisis: Sabun tidak terlihat disediakan di area

(44)

b. Air mengalir (Analisis: pada pasar Modern BSD ada

keran yang digunakan untuk membilas tangan oleh

pedagang, sedangkan pengunjung hanya mencelup tangan

ke baskom air).

7. Saluran pembuangan limbah:

a. Tertutup (analisis: melalui observasi tempat penjualan

bahan pangan basah di pasar Ciputat tidak punya saluran

pembuangan limbah, adapun pada pasar Modern BSD

terlihat ada saluran pembuangan dilantai).

b. Kemiringan (analisis: dalam observasi pada saluran

pembuangan pasar Modern BSD belum terlihat kemiringan

ke arah lubang saluran pembuangan).

8. Tempat sampah :

a. Terpisah sampah basah & kering (analisis: pada pasar

Ciputat hal ini belum dilakukan, pasar Modern BSD ada

yang telah memisahkan namun tidak seluruh tong

sampahnya membuat pemisahan ini).

b. Kedap air (analisis: dalam observasi pada tempat

penjualan bahan pangan basah di kedua pasar, tempat

(45)

c. Tertutup (analisis: dalam observasi ditemukan pada

tempat penjualan bahan pangan basah tempat sampah pasar

ciputat terbuka, sedangkan pada pasar Modern BSD tempat

sampah telah tertutup semua).

9. Bebas binatang penular penyakit (vektor) & tempat

perindukannya (analisis: dalam observasi terlihat bahwa tempat

penjualan bahan pangan basah kedua pasar belum bebas vektor

penular penyakit, yaitu masih ada lalat di kedua pasar tersebut

bahkan tikus pada pasar Ciputat).

3.2). Penilaian tempat penjualan bahan pangan kering (item analisis:

10 item, yaitu apakah:

1. Meja tempat penjualan dengan: permukaan rata, mudah

dibersihkan, dengan tinggi minimal 60 cm:

a. Permukaan rata (analisis: tempat penjualan bahan pangan

kering pada kedua pasar terlihat rata dan barang-barang

dapat ditata dengan rapi).

b. Mudah dibersihkan (analisis: pada kedua pasar meja

mudah dibersihkan karena bentuk yang sederhana dan tidak

berliku).

c. Tinggi minimal 60 cm (analisis: pada kedua pasar meja

(46)

minimal 60 cm, namun pada pasar ciputat masih ada meja

kecil yang tingginya kurang dari 60 cm).

2. Meja terbuat dari bahan tahan karat dan bukan dari kayu

(analisis: pada tempat penjualan bahan pangan kering di kedua

pasar, meja dari kayu masih digunakan).

3. Tempat sampah:

a. Terpisah sampah basah & kering (analisis: pada Tempat

penjualan bahan pangan kering pasar Ciputat hal ini belum

dilakukan, pasar Modern BSD ada yang telah memisahkan

namun tidak seluruh tong sampahnya membuat pemisahan

ini).

b. Kedap air (analisis: tempat sampah pada penjualan bahan

pangan kering pada pasar Modern BSD telah kedap air

namun tidak pada pasar Ciputat yang terbuat dari anyaman

bambu).

c. Tertutup (analisis: tempat sampah pasar ciputat terbuka

seluruhnya, sedangkan pada pasar Modern BSD tempat

(47)

4. Tempat cuci tangan dilengkapi:

a. Dengan sabun (analisis: tidak ditemukan sabun pada

observasi di tempat penjualan bahan pangan kering).

b. Air mengalir (analisis: air mengalir hanya tersedia di

pasar Modern BSD, di pasar Ciputat belum terdapat tempat

cuci tangandi tempat penjualan bahan pangan kering).

5. Bebas vektor penular penyakit dan tempat perindukkannya

(analisis: lalat masih ditemukan pada tempat penjualan bahan

pangan kering di kedua pasar tersebut).

3.3). Penilaian tempat penjualan makanan matang/siap saji (item

analisis: 18 item, yaitu apakah:

1. Tempat penyajian makanan:

a. Tertutup (analisis: pada kedua pasar tersebut, tempat

penyajian makanan masih ditutup seadanya atau tidak

ditutup).

b. Bahan tahan karat (analisis: dalam observasi pada kedua

pasar tersebut terlihat bahwa meja tempat penyajian

makanan umumnya kayu yang didempul dan diberi lapisan

(48)

c. Permukaan rata (analisis: meja-meja tempat makanan

disajikan terlihat rata pada observasi di kedua pasar

sehingga tidak membuat piring/gelas bergeser sendiri diatas

meja tersebut).

d. Mudah dibersihkan (analisis: dalam observasi terlihat

meja-meja di tempat makanan siap saji di kedua pasar

tersebut ada yang sudah kotor, cat terkelupas dan berkerak

sehingga tidak mudah dibersihkan).

e. Tinggi minimal 60 cm (analisis: dalam observasi terlihat

bahwa meja-meja di tempat makanan siap saji di kedua

pasar tersebut sudah lebih tinggi dari 60 cm).

2. Tempat cuci tangan dilengkapi:

a. Dengan sabun (analisis: pada kedua pasar tidak tersedia

sabun pada tempat penjualan makanan siap saji).

b. Air mengalir (analisis: pada kedua pasar telah tersedia air

mengalir pada penjualan makanan siap saji).

3. Tempat cuci peralatan:

a. Kuat (analisis: melalui observasi ditemukan bahwa

umumnya di tempat makanan siap saji di kedua pasar

tersebut tempat mencuci adalah ember/baskom yang masih

(49)

b. Aman (analisis: melalui observasi ditemukan bahwa

umumnya di tempat makanan siap saji di kedua pasar

tersebut tempat mencuci adalah ember/baskom dan

posisinya ditempatkan di pinggir jalan yang bila tumpah

isinya bisa mengenai pedagang/konsumen sehingga tidak

tergolong aman).

c. Tidak berkarat (analisis: pada observasi di tempat

makanan siap saji di kedua pasar tersebut, yang digunakan

adalah baskom atau ember, tidak ada tempat mencuci yang

berkarat).

d. Mudah di bersihkan (analisis: dalam observasi terlihat

bahwa tempat mencuci berupa ember dan baskom di tempat

makanan siap saji di kedua pasar tersebut mudah

dibersihkan karena tingginya rata-rata setinggi lutut orang

dewasa).

4. Pisau yang digunakan untuk memotong bahan mentah dan

bahan matang harus berbeda dan tidak berkarat (analisis: pada

observasi di tempat makanan siap saji di kedua pasar tersebut, hal

(50)

5. Saluran pembuangan limbah:

a. Tertutup (analisis: dalam observasi di tempat makanan

siap saji di kedua pasar terlihat bahwa air bekas cucian

hanya ditumpahkan ke tanah di sekitar tempat penjualan

makanan).

b. Kemiringan (analisis: dalam observasi di tempat

makanan siap saji di kedua pasar terlihat bahwa air bekas

cucian hanya ditumpahkan ke tanah yang tidak mempunyai

kemiringan).

6. Tempat sampah:

a. Terpisah basah dan kering (analisis: dalam observasi di

tempat makanan siap saji pada kedua pasar tidak ditemukan

tempat sampah yang memisahkan berdasarkan basah dan

kering).

b. Kedap air (analisis: dalam observasi di tempat makanan

siap saji pada pasar Ciputat tidak ditemukan tempat sampah

kedap air, sedangkan pada pasar Modern BSD tempat

sampah telah kedap air).

c. Bertutup (analisis: dalam observasi di tempat makanan

(51)

tertutup, sedangkan pada pasar Modern BSD tempat

sampah telah tertutup).

7. Bebas vektor penular penyakit dan tempat perindukannya

(analisis: dalam observasi pada tempat penjualan makanan siap

saji masih terlihat lalat di kedua pasar tersebut).

3.4). Penilaian area parkir (item analisis: 9 item, yaitu apakah:

1. Ada pemisah yang jelas dengan batas wilayah pasar (analisis:

pada pasar Modern BSD telah ada pemisahan, namun pada pasar

Ciputat tidak tersedia area parkir yang memang dibangun oleh

pasar sehingga pengunjung, pedagang, pengelola parkir tidak

tertata dengan baik, sehingga analisis tempat parkir di pasar

Ciputat dianggap tidak ada nilai).

2. Parkir mobil, motor, sepeda, andong/delman, becak terpisah

(analisis: pada pasar Modern BSD hal ini sudah terlihat).

3. Tersedia area parkir khusus kendaraan pengangkut hewan

hidup (analisis: pasar Modern BSD sudah memiliki hal ini).

4. Tersedia area khusus bongkar muat (analisis: pasar Modern

BSD sudah memiliki hal ini).

5. Tidak ada genangan air (analisis: pada observasi memang

(52)

6. Tersedia tempat sampah setiap radius 10 meter (analisis:

tempat sampah pasar Modern BSD ada tapi jaraknya masih

berjauhan lebih dari 10 meter).

7. Ada jalur dan tanda masuk dan keluar kendaraan yang jelas

(analisis: pasar Modern BSD sudah memiliki hal ini).

8. Ada tanaman penghijauan (analisis: pasar Modern BSD sudah

memiliki hal ini).

9. Adanya area resapan air (analisis: pasar Modern BSD sudah

memiliki hal ini).

3.5). Penilaian konstruksi (item analisis: 24 item), meliputi:

3.5.1). Penilaian atap (item analisis: 3 item, yaitu apakah:

1. Atap:

a. Kuat (analisis: pada observasi atap pasar Ciputat tidak

lagi terlihat kuat karena ada bagian-bagian yang sudah

bergeser, dan pada atap pasar Modern tidak terlihat hal

seperti itu).

b. Tidak bocor (analisis: atap pasar ciputat telah ada yang

bocor, namun pada pasar modern BSD tidak ditemukan

(53)

c. Tidak menjadi tempat perindukan vektor (analisis: pada

observasi terlihat atap pasar ciputat ada bagian atap yang

telah dipenuhi sampah sehingga diasumsikan menjadi

tempat perkembangbiakan vektor, pada pasar Modern BSD

atap terlihat bersih dan sangat miring sehingga tidak ada

tempat air bagi jentik nyamuk).

2. Kemiringan atap cukup dan tidak memungkinkan genangan air

(analisis: melalui beberapa observasi kemiringan atap pasar

cukup untuk membuat air curah mengalir kebawah pada kedua

pasar tersebut pada saat hujan turun).

3. Atap dengan ketinggian lebih 10 meter dilengkapi penangkal

petir (analisis: pada kedua pasar tersebut atap telah dilengkapi

penangkal petir).

3.5.2). Penilaian dinding (item analisis: 6 item, yaitu apakah:

1. Keadaan dinding:

a. Bersih (analisis: dinding pasar Ciputat telah banyak

coretan dan jamur, sementara pasar Modern BSD relatif

bersih).

b. Tidak lembab (analisis: pada dinding pasar ciputat ada

bagian yang lembab dan berjamur, hal yang serupa tidak

(54)

c. Berwarna terang (analisis: pada observasi di kedua pasar

tersebut, dinding di kedua pasar terlihat terang di cat warna

terang seperti putih, kuning, biru, oranye).

2. Permukaan dinding yang selalu terkena percikan air terbuat

dari:

a. Bahan yang kuat (analisis: dalam observasi pada kedua

pasar terlihat dinding sudah terbuat dari batu yang

merupakan bahan yang kuat).

b. Kedap air (analisis: dalam observasi pada pasar Ciputat

terlihat lapisan dinding sudah ada yang terkelupas dan bisa

menangkap air yang membasahinya, pada pasar modern

dinding masih terawat dan kedap air).

3. Pertemuan lantai dengan dinding harus lengkung / conus

(analisis: dalam observasi pada kedua pasar tersebut hal ini sudah

terlihat dari adanya lengkungan tersebut, namun pada pasar

Ciputat lengkungan ini ada terihat kecacatannya).

3.5.3). Penilaian lantai (item analisis: 5 item, yaitu apakah:

1. Keadaan lantai:

a. Kedap air (analisis: dalam observasi pada pasar Modern

(55)

namun pada pasar Ciputat ada lantai yang disemen yang

tidak kedap air).

b. Rata (analisis: pada pasar Ciputat lantai ada yang sudah

rusak dan menimbulkan lubang-lubang kecil, pada pasar

Modern BSD lantainya rata).

c. Tidak licin (analisis: pada kedua pasar hal ini telah

terpenuhi).

d. Tidak retak (analisis: dalam observasi pada pasar

Ciputat, ditemukan lantai telah retak-retak, pada pasar

Modern BSD lantai tidak ditemukan tanda keretakan).

e. Mudah di bersihkan (analisis: lantai pasar Ciputat

kotorannya telah berkerak, agak sulit untuk dibersihkan.

Sedangkan lantai pasar modern BSD terbuat dari marmer

yang mudah dibersihkan).

2. Lantai kamar mandi, tempat cuci dan sejenisnya mempunyai

kemiringan ke saluran pembuangan (analisis: pada kedua pasar

air yang disiram kelantai kamar mandi terlihat masuk ke saluran

pembuangan yang artinya lantai kamar mandi kedua pasar telah

memilki kemiringan ke saluran pembuangan dan tidak terjadi

(56)

3.5.4). Penilaian tangga (item analisis: 2 item, yaitu apakah:

1. Terdapat pegangan tangga (analisis: dalam observasi pada

kedua pasar terlihat terdapat pegangan pada tangga di pasar).

2. Kuat dan tidak licin (analisis: dalam observasi diketahui

bahwa tangga di kedua pasar tersebut masih memiliki tangga

yang kuat dan tidak licin).

3.5.5). Penilaian pintu dengan1 item analisis yaitu apakah kios/los

penjual daging, ikan dan sejenisnya menggunakan pintu yang dapat

membuka dan menutup sendiri atau tirai plastik untuk menghalangi

binatang atau serangga penular penyakit (analisis: pada kedua

pasar ditempat penjualan daging, ikan dan sebagainya hal ini

belum ditemukan pada observasi).

b.) Penilaian sanitasi dengan penjabarannya:

1). Penilaian air bersih (item analisis: 3 item, yaitu apakah:

1. Air bersih selalu tersedia dalam jumlah yang cukup (analisis:

dari hasil wawancara ke pada petugas toilet dan pengelola pasar

serta melalui pengamatan rutin tidak didapati kejadian sering

macetnya air bersih di kedua pasar).

2. Jarak sumber air bersih dengan septic tank minimal 10 meter

(analisis: kedua pasar telah memenuhi syarat ini karena telah

(57)

3. Pengujian air bersih dilakukan 6 bulan sekali (analisis: dari

wawancara dengan pengelola kedua pasar tersebut, diketahui

belum pernah ada pengujian air bersih pernah dilakukan).

2). Kamar mandi dan toilet (item analisis: 11 item, yaitu apakah:

1. Toilet: laki-laki dan perempuan terpisah dengan jumlah yang

cukup:

a. Terpisah (analisis: pada pasar Ciputat dan pasar Modern

BSD toilet telah terpisah).

b. Jumlah cukup (analisis: dalam observasi terlihat bahwa

jumlah kamar mandi telah cukup dengan bukti tidak adanya

antrean pengunjung yang mengantre masuk kamar mandi

pada kedua pasar tersebut).

2. Tersedia bak dan air bersih dengan jumlah cukup (analisis:

dalam observasi kamar mandi tidak ditemukan bak pada kedua

pasar tersebut).

3. Toilet dengan leher angsa (analisis: toilet kedua pasar telah

menggunakan jamban modern yaitu leher angsa).

4. Tersedia tempat cuci tangan dan sabun (analisis: dalam

observasi di kamar mandi kedua pasar ditemukan wastafel,

(58)

5. Tersedia tempat sampah yang tertutup (analisis: pada observasi

terlihat tempat sampah pasar Modern BSD telah tertutup, namun

hal serupa tidak ditemukan pada pasar Ciputat).

6. Tersedia lubang septik tank yang memenuhi syarat kesehatan

(analisis: pada kedua pasar lubang septik tank lancar dan tidak

membuat air di toilet menggenangi lantai).

7. Letak toilet minimal 10 meter dari tempat penjualan makanan

dan bahan pangan (analisis: pada pasar Modern BSD telah

memenuhi hal ini, namun pada pasar Ciputat belum karena jarak

kamar mandi masih ada yang berdekatan dengan lokasi

berdagang).

8. Lantai kedap air, tidak licin, mudah dibersihkan, dengan

kemiringan cukup (analisis: lantai kamar mandi di kedua pasar

tidak merupakan kayu maupun tanah dan punya kemiringan yang

membuat air tidak tergenang dilantai kamar mandi).

3). Penilaian pengelolaan sampah (item analisis: 15 item, yaitu apakah:

1. Setiap kios/lorong/los tersedia tempat sampah basah dan

kering (analisis: dalam observasi pada kedua pasar terlihat tidak

setiap kios/lorong/los mempunyai tempat sampah basah dan

(59)

2. Tempat sampah terbuat dari:

a. Bahan kedap air (analisis: untuk pasar Modern BSD telah

memenuhi, tapi pada pasar Ciputat tempat sampah terbuat

dari anyaman kayu).

b. Tidak mudah berkarat (analisis: Tempat sampah di pasar

Modern BSD tidak mudah berkarat, pada pasar Ciputat

tempat sampah mudah rusak jika terinjak).

c. Kuat (analisis: Tempat sampah di pasar Modern BSD

tidak mudah berkarat, pada pasar Ciputat tempat sampah

mudah rusak jika terinjak).

d. Tertutup (analisis: Tempat sampah di pasar Modern BSD

sudah tertutup, pada pasar Ciputat tidak ditemui ada yang

tertutup).

e. Mudah dibersihkan (analisis: Tempat sampah di pasar

Ciputat dan pasar Modern BSD mudah dibersihkan karena

terbuat dari bahan yang tidak dicat seperti

plastik/logam/kayu).

3. Tersedia alat pengangkut sampah:

a. Kuat (analisis: baik pada pasar Ciputat maupun pasar

Modern BSD kendaraan angkut sudah terlihat berkarat dan

(60)

b. Mudah di bersihkan (analisis: pada pasar Ciputat maupun

pasar Modern BSD kendaraan angkut sudah tidak mudah

dibersihkan)

4. Tersedia tempat sampah pembuangan sementara:

a. Kuat (analisis: sampah pada pasar Ciputat umumnya

tersebar dilantai dan tengah jalan, pada Pasar Modern BSD

sampah dikumpulkan dalam wadah besi).

b. Kedap air (analisis: TPS pasar Modern kedap air namun

tidak tertutup).

c. Mudah di bersihkan (analisis: TPS pasar modern mudah

dibersihkan karena cat pada TPS belum terkelupas).

d. Mudah di jangkau (analisis: TPS terletak di ujung paling

kanan pasar dan dengan mudah dapat terlihat).

5. TPS tidak menjadi tempat perindukan binatang penular

penyakit (analisis: pada kedua pasar terlihat anak lalat yang kecil

di daerah tumpukan sampah yang artinya TPS masih menjadi

tempat perindukan binatang penular penyakit, yaitu lalat).

6. TPS tidak dijalur utama pasar dan berjarak minimal 10 meter

dari bangunan pasar (analisis: hal ini hanya terpenuhi pada pasar

(61)

7. Sampah diangkut minimal 1 X 24 jam (analisis: pada kedua

pasar tersebut sampah telah diangkut minimal 1 X 24 jam,

dibuktikan berubah drastisnya tumpukan sampah dari hari ke

hari).

4). Penilaian drainase (item analisis: 4 item, yaitu apakah:

1. Tertutup dengan kisi-kisi, terbuat dari logam dan mudah di

bersihkan (analisis: tidak ada diantara kedua pasar yang

menggunakan saluran dari logam karena harga pengadaannya

tergolong mahal).

2. Limbah cair harus mengalir (analisis: limbah cair mengalir

pada kedua pasar, hanya saja pada pasar Ciputat lajunya sangat

pelan seakan-akan tidak mengalir).

3. Tidak ada bangunan di atas saluran (analisis: hal ini telah

terpenuhi pada kedua pasar).

4. Pengujian kualitas limbah cair berkala setiap 6 bulan sekali

(analisis: dari wawancara dengan pihak pengelola diketahui

kedua pasar tersebut belum melakukan hal ini).

5). Penilaian tempat cuci tangan (item analisis: 3 item, yaitu apakah:

1. Lokasi mudah dijangkau (analisis: dalam observasi pada pasar

(62)

dan baskom yang dimiliki pedagang, pada pasar Modern BSD

mudah ditemukan namun didesain pada tempat lapak pedagang).

2. Dilengkapi sabun (analisis: dalam observasi pada kedua pasar

tidak terlihat sabun pada tempat cuci tangan di kedua pasar

tersebut, bahkan yang didalam toilet sekalipun).

3. Tersedia air mengalir (analisis: dalam observasi pada pasar

Ciputat yang ada adalah baskom air, sedangkan pada pasar

Modern sudah tersedia air mengalir).

6). Penilaian binatang penular penyakit/vektor (item analisis: 3 item, yaitu

apakah:

1. Los makanan siap saji dan bahan pangan harus bebas dari lalat

dan tikus (analisis: lalat masih ditemukan di los makanan siap

saji dan bahan pangan di kedua pasar tersebut).

2. Angka kepadatan tikus harus nol (analisis: pada pasar Modern

BSD tidak ditemukan tikus pada observasi, namun pada pasar

Ciputat ditemukan).

3. Container Index (CI) jentik nyamuk aedes tidak melebihi 5%

(analisis: pada pemeriksaan jentik di kamar mandi kedua pasar

tersebut dengan menggunakan senter kecil tidak terlihat jentik

(63)

melainkan ember kecil yang seringkali kosong airnya, sehingga

tidak didapati jentik).

7). Penilaian kualitas makanan dan bahan pangan (item analisis: 3 item,

yaitu apakah:

1. Ikan, daging dan olahannya disimpan dalam suhu 0 s/d 4 °C

(analisis: pasar Ciputat belum melakukan hal ini, sedangkan pada

pasar modern BSD hal ini sudah dilakukan).

2. Sayur dan buah disimpan dalam suhu 10 °C, telur, susu dan

olahannya disimpan dalam suhu 5-7 °C (analisis: kedua pasar

pada observasi belum melakukan hal ini).

3. Penyimpanan bahan makanan dengan jarak 15 cm dari lantai,

5 cm dari dinding dan 60 cm dari langit-langit (analisis: pada

observasi kedua pasar telah melakukan hal di item ini).

8). Penilaian desinfeksi pasar (item analisis: 2 item, yaitu apakah:

1. Dilakukan secara menyeluruh 1 hari dalam sebulan (Analisis:

diketahui dari wawancara dengan pihak pengelola, kedua pasar

belum melakukan hal ini).

2. Bahan desinfeksi tidak mencemari lingkungan (analisis:

(64)

c.) Penilaian perilaku hidup bersih dan sehat/PHBS dengan penjabarannya:

1). Penilaian pedagang dan pekerja (item analisis: 3 item, yaitu apakah:

1. Pedagang daging / unggas, ikan menggunakan alat pelindung

diri (Analisis: pada pasar Ciputat pedagang mayoritas tidak

menggunakan alat pelindung, sedangkan pasar Modern BSD

telah menggunakan).

2. Berperilaku hidup bersih dan sehat / PHBS (analisis: pedagang

pasar BSD telah memiliki PHBS yang baik dengan bukti antara

lain tidak meludah sembarangan, membuang sampah ke lantai,

merokok pada saat berjualan, hal serupa tidak ditemukan pada

pasar Ciputat).

3. Dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal 6

bulan sekali (Analisis: dari wawancara dengan pengelola pasar,

diketahui pasar belum melakukan hal ini).

2). Penilaian pengunjung (item analisis: 2 item, yaitu apakah

1. Berperilaku hidup bersih dan sehat / PHBS (analisis: pada

kedua pasar masih terlihat ada pengunjung pasar yang merokok,

meludah sembarangan dan buang sampah sembarangan di

Figur

Tabel 3.1.
Tabel 3 1 . View in document p.11
Gambar 2.1.
Gambar 2 1 . View in document p.12
Gambar 2.1 Kerangka Teori
Gambar 2 1 Kerangka Teori . View in document p.28
Gambar 3.1 Kerangka Konsep
Gambar 3 1 Kerangka Konsep . View in document p.30
Gambaran kesehatan pasar
Gambaran kesehatan pasar . View in document p.31
Tabel 3.1 (Lanjutan)
Tabel 3 1 Lanjutan . View in document p.32
Tabel 3.1 (Lanjutan)
Tabel 3 1 Lanjutan . View in document p.33
Tabel 4.1 Penggolongan Hasil Skor Status Kesehatan
Tabel 4 1 Penggolongan Hasil Skor Status Kesehatan . View in document p.37
Tabel 4.2 Penggolongan Hasil Skor Status Kelayakan
Tabel 4 2 Penggolongan Hasil Skor Status Kelayakan . View in document p.38
Tabel 6.1 Perbandingan Penilaian Bangunan Pasar
Tabel 6 1 Perbandingan Penilaian Bangunan Pasar . View in document p.73
Tabel 6.2 Perbandingan Penilaian Sanitasi Pasar
Tabel 6 2 Perbandingan Penilaian Sanitasi Pasar . View in document p.75
Tabel 6.3 Perbandingan Penilaian PHBS
Tabel 6 3 Perbandingan Penilaian PHBS . View in document p.77
Tabel 6.4 Perbandingan Penilaian Keamanan Pasar
Tabel 6 4 Perbandingan Penilaian Keamanan Pasar . View in document p.78
Tabel 6.5 Perbandingan Penilaian Fasilitas lain-lain Pasar
Tabel 6 5 Perbandingan Penilaian Fasilitas lain lain Pasar . View in document p.79
Tabel 6.6 Hasil Penilaian Kelayakan Pasar
Tabel 6 6 Hasil Penilaian Kelayakan Pasar . View in document p.80
Tabel 6.6 (Lanjutan)
Tabel 6 6 Lanjutan . View in document p.81
Tabel 6.6 (Lanjutan)
Tabel 6 6 Lanjutan . View in document p.82
Tabel 6.6 (Lanjutan)
Tabel 6 6 Lanjutan . View in document p.83
Tabel 6.6 (Lanjutan)
Tabel 6 6 Lanjutan . View in document p.84
Tabel 6.6 (Lanjutan)
Tabel 6 6 Lanjutan . View in document p.85
Tabel 6.6 (Lanjutan)
Tabel 6 6 Lanjutan . View in document p.86

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (131 Halaman)