PROSES KEBERMAKNAAN HIDUP REMAJA YANG MENIKAH DI USIA DINI Proses Kebermaknaan Hidup Remaja Yang Menikah Di Usia Dini.

19 

Teks penuh

(1)

PROSES KEBERMAKNAAN HIDUP REMAJA YANG MENIKAH DI USIA DINI

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Psikologi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi

Diajukan Oleh :

ANGGIT KUSUMANINGTYAS F 100 120 064

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

ii

PROSES KEBERMAKNAAN HIDUP REMAJA YANG MENIKAH DI USIA DINI

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Psikologi UMS Untuk memenuhi sebagian syarat Memperoleh gelar Sarjana (S-1) Psikologi

Diajukan Oleh :

ANGGIT KUSUMANINGTYAS F 100 120 064

FAKULTAS PSIKOLOGI

(3)
(4)
(5)
(6)

vi MOTTO

“Sesungguhnya bersama kesukaran itu ada keringanan. Karena itu bila kau selesai (mengerjakan yang lain). Dan berharaplah kepada Tuhanmu”

(Q.S Al-Insyirah: 6-8)

“Maha Suci Allah Yang ditangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”

(Q.S Al-Mulk : 1)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh

jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha

mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbil’alamin.

Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta alam yang telah memberikan anugerah berupa kekuatan, kesabaran dan kelancaran sehingga saya dapat

menyelesaikan karya ini dengan baik.

Karya ini saya persembahkan untuk:  Keluarga tercinta, yang senantiasa

memberikan kasih sayang, cinta, pengorbanan, dukungan, semangat, kesabaran, dan doa yang tiada henti sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Kekasih tercinta, yang selalu

memberikan nasehat dan motivasi kepada penulis.

Sahabat-sahabat tersayang, yang

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Alhamdulillahirobbil’alamin, Puja dan Puji Kepada Allah SWT yang telah

memberikan limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar. Tujuan dari penyusunan skripsi ini yaitu untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Penulis menyadari banyak pihak yang sudah membantu, membimbing, memberikan dukungan, dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dengan segala kerendahan hati, penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Bapak Taufik, M.Si, Ph.D selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

2. Ibu Setia Asyanti S.Psi, M.Si, selaku Pembimbing Akademik dan Pembimbing Skripsi yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing penulis, memberikan nasihat dan saran dengan penuh perhatian dan kesabaran untuk menghasilkan karya terbaik.

(9)

ix

4. Ibu Santi Sulandari, S.Psi., M.Ger selaku Kepala Asisten Biro Skripsi dan Olahdata, yang sudah memberikan kesempatan kepada penulis sehingga penulis banyak mendapat ilmu yang sangat bermanfaat selama menjadi asisten Biro Skripsi dan Olah Data.

5. Seluruh Staff Pengajar dan Staff tata Usaha Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah membantu kelancaran kelancaran administrasi penulis.

6. Ibu Sutiwi, Bapak Marno, Adik Gunawan, Simbah Paimin, dan seluruh keluarga besar yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas doa, cinta, kasih sayang dan dukungan yang luar biasa dalam membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.

7. Sahabat penulis: Alifah, Dhian, Henny, Desi, dan Senja yang telah memberikan semangat, dukungan, kasih sayang, dan bantuannya selama di bangku perkuliahan.

8. Teman seperjuangan dalam penyelesaian skripsi: Alifah Nurdjanah, yang selalu memberikan ilmu, waktu, dukungan, dan motivasi yang luar biasa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

(10)

x

10.Keluarga Kos Pasadena mbak Anjani, mbak Vera, mbak Uki, Ana, Diaz, Anis, Anida, Novia, Kiki, Tyas, Ayu, Vivi, dan Susi terima kasih sudah menjadi keluarga kedua penulis dalam berbagi suka maupun duka.

11.Segenap rekan guru dari SD AL Firdaus Surakarta, yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu terimakasih atas segala dukungannya sehingga penulis selalu bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

12.Teman-teman Karang Taruna Kharisma, Dek Bela, Mbak Nita, Lina, dek Chusnul dan masih banyak lagi yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu, terimakasih atas motivasinya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

13.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Terima kasih untuk waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Semoga Allah membalas segala dukungan dan bantuan menjadi sebuah amalan yang baik. Amin

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Surakarta, 25 Oktober 2016

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

(12)

xii

2. Aspek-aspek Kebermaknaan Hidup ... 13

3. Proses Mencari Kebermaknaan Hidup ... 17

4. Karakteristik Individu yang Memiliki Kebermaknaan Hidup 18 5. Karakteristik Individu yang Tidak Memiliki Kebermaknaan Hidup... 21

3. Pengertian Pernikahan Dini ... 39

4. Faktor-faktor Pernikahan Dini ... 41

D. Kebermaknaan Hidup Remaja Yang Menikah di Usia Dini ... 43

E. Pertanyaan Penelitian ... 45

BAB III METODE PENELITIAN... 46

A. Identifikasi Gejala Penelitian ... 47

B. Definisi Operasional ... 47

C. Informan Penelitian ... 47

D. Metode Pengumpulan Data ... 48

(13)

xiii

F. Metode Analisis Data ... 52

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 54

A. Persiapan Penelitian ... 54

1. Orientasi Lapangan ... 54

2. Persiapan Alat Pengumpul Data ... 55

B. Pengumpulan Data ... 55

1. Penentuan informan penelitian ... 56

2. Prosedur pelaksanaan dan pengumpulan data ... 56

3. Jadwal pengumpulan data ... 57

4. Data Informan ... 58

5. Hasil pengumpulan data ... 59

C. Pembahasan ... 102

1. Tujuan Hidup Remaja yang Menikah Dini ... 102

2. Proses Remaja yang Menikah Dini Memaknai Kehidupannya ... 104

BAB V PENUTUP... 110

A. Kesimpulan ... 110

1. Tujuan hidup remaja yang menikah dini ... 110

2. Proses Remaja yang menikah dini memaknai hidupnya ... 110

B. Saran ... 111

DAFTAR PUSTAKA ... 112

(14)

xiv

DAFTAR GRAFIK

(15)

xv

DAFTAR BAGAN

Bagan 1. Proses Kebermaknaan Hidup... 17

Bagan 2. Informan TM ... 79

Bagan 3. Proses kebermaknaan hidup informan (TM) ... 86

Bagan 4. Informan AP ... 87

Bagan 5. Proses kebermaknaan hidup informan (AP) ... 93

Bagan 6. Informan YAS ... 94

Bagan 7. Proses kebermaknaan hidup informan (YAS) ... 100

(16)

xvi

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Data Dispensasi Pernikahan tahun 2014-2015 Kabupaten Sragen .. 6

Tabel 2. Guide Interview ... 49

Tabel 3. Jadwal Pengambilan Data Informan Utama ... 57

Tabel 4. Jadwal Pengambilan Data Informan Pendukung: ... 57

Tabel 5. Data Informan Utama ... 58

Tabel 6. Data Informan Pendukung ... 59

Tabel 7. Matriks 1 Penyebab remaja yang menikah di usia dini ... 59

Tabel 8. Matriks 2 Tujuan hidup remaja yang menikah di usia dini ... 62

Tabel 9. Matrik 3.1 Kebebasan Berkehendak ... 64

Tabel 10. Matrik 3.2 Hasrat untuk hidup bermakna ... 70

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Verbatim Informan (TM)... 117

Lampiran 2. Verbatim Informan Pendukung (BL) ... 160

Lampiran 3. Verbatim Informan Utama (AP) ... 176

Lampiran 4. Verbatim Informan Pendukung (JP) ... 211

Lampiran 5. Verbatim Informan Utama (YAS) ... 218

Lampiran 6. Verbatim Informan Pendukung (P) ... 261

Lampiran 7. Matrik 4 Kesimpulan Per Aspek ... 268

Lampiran 8. Informef Consent ... 272

Lampiran 9. Surat Keterangan Bukti Fisik Penelitian ... 278

(18)

xviii

PROSES KEBERMAKNAAN HIDUP REMAJA YANG MENIKAH DI USIA DINI

ABSTRAK Anggit Kusumaningtyas

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta anggitkusumaningtyas@gmail.com

Pernikahan Dini ialah pernikahan yang dilakukan pada saat usia remaja. Pada saat remaja, emosi masih sangat labil karena belum terjadi kemantapan berpikir. Secara langsung remaja harus berperan sebagai seorang dewasa, sehingga dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang seharusnya belum bisa ia laksanakan sebagaimana mestinya. Akibatnya remaja memaknai kehidupan barunya sebagai sesuatu yang sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses mencari kebermaknaan hidup remaja yang menikah di usia dini. Informan pada penelitian ini memiliki karakteristik yaitu: a) perempuan, berjumlah 3 orang, b) remaja yang menikah di usia dini, yakni menurut Undang-Undang Hak Anak, usia anak adalah 10-18 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tujuan hidup remaja menikah di usia dini lebih sederhana daripada usia pernikahan dewasa, seperti supaya ada yang lebih memperhatikan dan ingin membuktikan bisa membina keluarganya di usia yang masih dini. Tujuan hidup tersebut dapat diraih oleh ketiga informan dengan cara yang berbeda-beda. Tujuan hidup dapat dicapai dengan mencari kebermaknaan hidup. proses remaja yang menikah dini karena peristiwa kehamilan di luar nikah merasakan perasaan putus asa, cemas, rasa bersalah, dan hidup tidak berarti. Mengambil keputusan untuk menikah, menjadi sadar sudah menjadi istri dan ibu untuk anaknya, tanggung jawab atas kewajibannya, namun dari semua informan belum mempunyai inisiatif untuk mengembangkan potensi pribadi. Mereka merasakan kehidupan yang bermakna jika bisa membahagiakan orangtua, hidup tentram, kebutuhan tercukupi, dan bisa hidup mandiri. Kebahagiaan yang diharapkan informan belum semuanya tercapai karena belum membahagiakan orang tua, hidup tenteram, kebutuhan tercukupi.dan hidup mandiri.

(19)

xix ABSTRACT Anggit Kusumaningtyas

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta anggitkusumaningtyas@gmail.com

Early Marriage is defined as the marriage done during adolescent period. Emotion in the period of adolescent is very unstable due to the inconsistency thought of the person. The adolescents should play role as adult and carry out the adult responsibiliy that should not be done by them immediately. Therefore, the adolescents will interpret their new life as something simple. The purpose of this study was to describe the process of seeking meaningfulness life of adolescent married in early age. The informants of this study have met the characteristics such as: a) female b) adolescents married in early age, as stated according to the Child Rights Act that child;s age is from 10-18 years old c) married for ± 1-3 years. The method applied in this study was a structured interview and observation. The results indicated that, the life purpose of adolescent married in early age is more modest than the marriage of adult age, such as to get more attention and has desire to prove that they can manage family in early age. Those life purpose can be reach by the three informants in different ways. The purpose of life the the are arcieved the three informants with a different way. The porpose of life could be arcived by looking for meaningfulness life. The process of teens who married early because the incident pregnancy out of wedlock feel feelings of despair, anxious, guilt, and life are means. Judge to marry, become aware of have been a wife and mother for his son, responsibility on the their obligantion, but from all informants did not have the initiave to expland their personal. They felt a meaningfullness life if coult happy parent, life in enough. Life in enough, and could live on their own. Happiness expected informants not all achieved because not happy parent, careless, need nenough and live on their own.

Figur

Tabel 1. Data Dispensasi Pernikahan tahun 2014-2015 Kabupaten Sragen ..
Tabel 1 Data Dispensasi Pernikahan tahun 2014 2015 Kabupaten Sragen . View in document p.16

Referensi

Memperbarui...