Tugas Dan Fungsi Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dalam Menyelesaikan Sengketa Tanah Adat Di Kabupaten...

Teks penuh

(1)

TUGAS DAN FUNGSI KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN)

DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH ADAT DI

KABUPATEN PASAMAN (SUMATERA BARAT)

TESIS

Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan Pada Program PascaSarjana

Universitas Sumatera Utara

Oleh :

MUNDARIZAL

NIM : 017011046

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2003

Mundarizal : Tugas Dan Fungsi Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dalam Menyelesaikan Sengketa…, 2003

(2)

TUGAS DAN FUNGSI KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN) DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH ADAT DI KABUPATEN PASAMAN (SUMATERA BARAT)

Mundarizal1 Rehngena Purba2

Runtung Sitepu2 Muhammad Yamin Lubis2

I N T I S A R I

Di daerah Kabupaten Pasaman KAN berfungsi sebagai lembaga peradilan adat. Dengan dikeluarkannya PERDA Nomor 13 Tahun 1983 maka peradilan adat yang sudah ada sejak zaman Belanda tersebut dikukuhkan kembali keberadaannya. Salah satu tugas dan fungsi KAN adalah meny elesaikan sengketa tanah adat. Dalam perkembangan p e m b a n g u n a n t e r n y a t a t a n a h u l a y a t b a n y a k d i g u n a k a n u n t u k p e m b a n g u n a n t e r s e b u t . P a s a m a n a d a l a h s a l a h s a t u d a e r a h y a n g potensial untuk perkebunan kelapa sawit. Setelah reformasi hal ini banyak menimbulkan permasalahan dan banyak cucu kemanakan yang menuntut supaya mereka diberi plasma dan juga ninik mamak yang menuntut supaya tanah ulayat mereka dikembalikan dan supaya pihak investor memenuhi ketentuan adat yaitu adat diisi limbago dituang yang harus diserahkan kepada nagari. Sehubungan dengan masalah yang timbul maka menurut ketentuan adat di Minangkabau dan peraturan yang ada maka masalah tersebut diselesaikan melalui KAN menurut Perda Nomor 13 Tahun 1983.

Dala m rangka me mb erikan jawaban terhadap masal ah maka penelitian bertujuan untuk : Memaparkan bagaimana peranan KAN m e n u r u t k e n y a t a a n d a l a m m e n y e l e s a i k a n s e n g k e t a t a n a h a d a t , Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masih kurang optimalnya peranan KAN dalam menyelesaikan sengketa tanah adat, Usaha-usaha y a n g t e l a h d i t e m p u h b a i k o l e h K A N m a u p u n p e m e r i n t a h d a l a m meningkatkan peranan KAN.

Sesuai dengan masalah yang telah ditentukan, maka penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di N a g a r i K i n a l i d a n d i N a g a r i L i n g k u a n g A u r K a b u p a t e n P a s a m a n .

1

Mahasiswa Magister Kenotariatan USU

2

(3)

Mundarizal : Tugas Dan Fungsi Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dalam Menyelesaikan Sengketa…, 2003

USU Repository © 2007

Responden ditetapkan dari kedua nagari tersebut sebanyak 60 orang yaitu 20 orang di Nagari Lingkuang Aur dan 40 orang di Nagari Kinali yang terdiri dari ketua dan Sekretaris KAN, mantan Wali Nagari dan pihak-pihak yang berperkara. Data primer dan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi lapangan dengan mempergunakan pedoman wawancara terhadap responden

Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil: Untuk Nagari Kinali mulai dari pembentukan KAN (1983) sampai dengan 2002 KAN kurang berperan dalam menyelesaikan sengketa tanah adat, masyarakat kurang percaya pada KAN. Sedangkan Nagari Lingkuang Aur KAN-nya lebih b er p e r an , t ap i s e h u b u n g a n d en g an ma s a l a h d e n g an i n v es t o r K A N kurang berperan juga, Hambatan yang ditemui oleh KAN, untuk Nagari Kinali, hambatan yang ditemukan datang dari dalam diri KAN itu sendiri dan juga dari luar KAN, begitu juga dengan KAN Lingkuang Aur, tetapi h a mb a t a n y an g d i a l a mi o l e h K i n a l i l eb i h b e s ar , U s a h a p e me r i n t a h selama ini hanya membuat peraturan pelaksana dari Perda Nomor 13 Tahun 1983. Sementara itu dana atau pelatihan yang diberikan kurang dievaluasi, sedangkan dari pihak KAN sendiri sudah ada usaha yang serius untuk meningkatkan kinerjanya.

(4)

T A S K A N D F U N C T I O N O F K E R A P A T A N A D A T N A G A R I ( K A N ) I N

This research is based on the existence of KAN with the function as Tradition Court Institution accorded to the available culture at West Sumatera before the coming of Detach. By the issuance of Regional Regulation Number 13 of 1983, such as available tradition court is more empowered. One of the functions of KAN is too resolute the community land tradition dispute. In the case of development, community land in fact is used for development. Pasaman is one of potential regions for palm –oil plantation. After reformation era, it roused many problems and even some granddaughters and grandsons claim that they will be given plasma and also ninik mamak claiming that their community land should be returned and investor party should fulfill tradition regulation, namely adat libago dituang which must be submitted for nagari. Due to the problem occurs, then according to tradition rule and regulation of Minangkabau, such as problems will be handled through KAN, that is Regional Regulation No. 13 of 1983.

The problems in which its answer are given through this research are : how is KAN role in resulting the community land dispute, the hindrances found by KAN in acting and performing its role for resulting community land dispute, the efforts which have been done either by KAN or government in order to enhance the performance of KAN.

1.

Student of Notary Magister USU Medan

2.

(5)

Mundarizal : Tugas Dan Fungsi Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dalam Menyelesaikan Sengketa…, 2003

USU Repository © 2007

In accordance with the problems determined, this research is descriptive for the sake of describing all phenomenon’s collected This research is done at Nagari Kinali and at Nagari Lingkuang Aur, Pasaman regency.

From the research, it is obtained the result : For Nagari Kinali, starting from KAN forming (1983) up to 2002, such as KAN has less role in resulting the community land dispute. Whereas for Nagari Lingkuang Aur, KAN is more effective. However, in relation to the problems with investor, KAN is less effective. The hindrances found by KAN are from internal and external. It is also with KAN Lingkuang Aur. But, the hindrances at Kinali is bigger. What have been done by government recently is only to make regulation from Regional Regulation No. 13 of 1983. Whereas, the fund available and training performed are less evaluated, and from KAN party, there has been serious effort to enhance its performance.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...