PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Pada Perusahaan Food and Beverages Di Bursa Efek indonesia)

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

EFFECT OF LIQUIDITY RATIO, RATIO SOLVENCY AND PROFITABILITY ON SHARE PRICE

(Studies in Food and Beverages Company In Indonesia Stock Exchange)

By

DEDEN SANJAYA

This study aims to determine whether there is a significant influence on financial ratio (liquidityratio, solvability ratio, and profitability ratio) to the stock price on the companies listed on the Stock Exchange and included in the index Food and Beverages in a row 2010-2013.

Selection of the sample in this study was obtained by using method purposive judgment sampling. Based on the criteria, then acquired 16 companies sample. Hypothesis testing is done by using multiple linear regression analysis.

The results showed that of the three variables : liquidity ratio, solvability ratio, and profitability ratio has a significant effect on stock prices.

(2)

ABSTRAK

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM

(Studi Pada Perusahaan Food and Beverages Di Bursa Efek indonesia)

Oleh

DEDEN SANJAYA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan dari rasio-rasio keuangan (Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Profitabilitas) terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI dan masuk dalam index Food and Beverages secara berturut-turut tahun 2010-2013. Pemilihan sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive judgment sampling. Berdasarkan kriteria yang ada, maka didapat 16 perusahaan sampel penelitian. Pengujian hipotesis dilakukan dengan

menggunakan analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukan bahwa dari tiga variabel yang diajui, yaitu: Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham.

(3)

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM

(Studi Pada Perusahaan Food and Beverages Di Bursa Efek indonesia)

Oleh

DEDEN SANJAYA

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA EKONOMI

Pada

Jurusan Akuntansi

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Lampung

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG

(4)

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO SOLVABILITAS,

DAN RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM

(Study pada Perusahaan Food and Beverages di BEI)

(Skripsi)

Oleh

DEDEN SANJAYA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK ...

DAFTAR ISI ... DAFTAR TABEL ... DAFTAR LAMPIRAN ...

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Batasan Masalah ... 4

D. Tujuan Penelitian ... 5

E. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tnjauan Teoritis 1. Signaling Theory ... 7

2. Pengertian Saham ... 8

3. Jenis-jenis Saham ... 10

4. Harga Saham ... 11

(6)
(7)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Statistik Deskripsi ... 35

B. Uji Asumsi Klasik ... 37

1. Uji Normalitas ... 37

2. Uji Multikolinearitas ... 39

3. Uji Autokorelasi ... 40

4. Uji Heterokedastisitas ... 41

C. Pengujian Hipotesis ... 42

D. Koefesien Determinasi ... 45

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 47

B. Saran ... 47

(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung, pada tanggal 15 Januari 1989. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan bapak Nasir dan ibu Jum.

Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis adalah Taman Kanak-Kanak di TK Pembina diselesaikan pada tahun 1995, Kemudian dilanjutkan Sekolah Dasar di SDN 2 Tanjung Gading Bandar Lampung diselesaikan pada tahun 2001, kemudian dilanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMP AL-KAUTSAR Bandar Lampung diselesaikan pada tahun 2004, dan dilanjutkan Sekolah

Menengah Atas di SMK Negeri 1 Bandar Lampung diselesaikan pada tahun 2007.

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Daftar Sampel Perusahaan ... 35

Tabel 2 Statistik Deskriptif dari Sampel Penelitian ... 36

Tabel 3 Uji Normalitas Distribusi ... 38

Tabel 4 Uji Normalitas Distribusi ... 38

Tabel 5 Hasil Pengujian Multikolinearitas ... 39

Tabel 6 Hasil Pengujian Autokorelasi ... 40

Tabel 7 Uji Heteroskedastisitas ... 41

Tabel 8 Uji Hipotesis ... 42

(10)
(11)
(12)

MOTO

“Jika kamu menghitung nikmat Allah,

kamu tidak akan mampu menentukan jumlahnya.

Sungguh Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang”

(Q.S. An Nahl: 18)

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang

memperdayakan.”

(Ali Imron : 185)

“Bukanlah kesabaran jika kamu masih mempunyai batas,

dan Bukanlah Keikhlasan jika masih merasakan sakit”

Jika kamu tidak tahu arah mana yang kamu tuju, tidak masalah

(13)
(14)

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap Bissmillahirrahmanirrahim

Kupersembahkan karya ini kepada:

ALLAH SWT

Bapak dan ibuku tercinta sebagai tanda baktiku.

Seluruh keluarga besarku yang kusayangi.

Almamaterku tercinta Universitas Lampung.

Serta semua pihak yang mendukung dan menanti

(15)

SANWACANA

Asalamualaikum. Wr. Wb

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada baginda Rasulullah SAW yang mulia. Skripsi dengan judul ” Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham (Study Pada Perusahaan Food and

Beverages Di Bursa Efek Indonesia)”adalah dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk pencapaian gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Lampung.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Hi. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Lampung.

2. Dr. Fajar Gustiawaty Dewi, S.E., M.Si., Akt. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung.

3. Ibu Yustitya Asmaranti, S.E., M.Si. selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung.

(16)

5. Bapak Lego Waspodo, S.E., M.Si., Akt. selaku pembimbing kedua. Terima kasih atas perhatian, kesabaran, dan kesediaannya meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan dan kritik yang membangun dalam proses penyelesaian skripsi ini.

6. Ibu Dr. Ratna Septiyanti, S.E., M.Si., Akt. selaku penguji utama pada ujian skripsi. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, saran, dan nasehat yang telah diberikan.

7. Agus Zahron Idris, S.E., M.Si., Akt. selaku dosen Pembimbing Akademik. 8. Segenap Bapak dan Ibu Dosen yang telah membantu penulis dalam menimba

ilmu dan memperluas wawasan selama penulis menyelesaikan pendidikan di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung.

9. Seluruh Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. 10.Kedua orang tuaku, Ayahanda Nasir dan Ibunda Jum sebagai motivator

terbesarku dalam menyelesaikan pendidikanku.

11.Kakak dan Adik adikku tercinta terima kasih banyak atas do’a, dukungan, perhatian, dan semua yang telah diberikan selama ini.

12. Seluruh keluarga besarku terima kasih atas do’a, dukungan serta perhatian yang selalu diberikan selama ini.

14. Saudara-saudara seperjuanganku Bang Dalom Aji Saka, Umi, Ouksa, Sukron, Wa Muklis, terima kasih banyak atas doa dan dukungan, perhatian dan semua yang telah diberikan selama ini.

(17)

seluruh temen temen akuntansi angkatan 2007 terimakasih atas kebersamaan selama kita kuliah.

17. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu penyelesaian tugas akhir ini.

Akhir kata, Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, 7 Januari 2016 Penulis

(18)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam perkembangan dunia perekonomian yang global, perusahaan sebagai pelaku dari perekonomian dituntut untuk mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Setiap perusahaan harus mampu bersaing agar mampu bertahan dan menjaga kelangsungan usahanya. Strategi pemasaran menjadi hal yang sangat penting, agar dapat bertahan ditengah lingkungan bisnis yang ketat. Manajemen perusahaan harus mampu menentukan strategi yang tepat bagi masing-masing perusahaannya. Perusahaan harus dapat melakukan investasi untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan kelangsungan hidup perusahaan. Tetapi disisi lain perusahaan juga mempunyai kepentingan terhadap pemegang saham.

Menurut Tandelin (2001) dalam Arwiyati (2012) Investasi adalah komitmen atas

sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan

untuk memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan dating. Salah satu aspek

yang dinilai oleh investor adalah kinerja keuangan. Tujuan investor yang

menginvestasikan dananya di pasar modal adalah untuk memperoleh imbalan atau pendapatan dari dana yang diinvestasikan. Bagi investor yang menginvestasikan dananya pada saham suatu perusahaan bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang berupa dividen atau capital gain.

(19)

2

(saham). Pasar Modal dikatakan efisiensi secara informasional apabila harga sekuritassekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. Oleh karena itu informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas, sehingga hal ini dapat

merugikan para pemodal. Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham, maka pasar modal yang

bersangkutan semakin efisien.

Menurut Kusdiyanto, (2001) dalam Arwiyati (2012) Pada prinsipnya semakin baik

prestasi perusahaan maka akan meningkatkan permintaan saham perusahaaan

tersebut, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan pula harga saham perusahaan.

Harga pasar saham merupakan ukuran indeks prestasi perusahaan, yaitu seberapa jauh

menajemen telah berhasil mengelola perusahaan atas nama pemegang saham.

Pergerakan harga suatu saham tidak dapat diperkirakan secara pasti. Harga suatu saham ditentukan menurut hukum permintaan dan penawaran (kekuatan tawar-menawar). Semakin banyak orang yang membeli saham, maka harga saham tersebut cenderung akan bergerak naik. Sebaliknya, semakin banyak orang menjual saham maka harga saham tersebut cenderung akan bergerak turun, untuk itu diperlukannya suatu analisis rasio keuangan untuk memberikan gambaran angka kenaikan dan penurunan suatu saham.

Menurut Harahap (2007) rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang

(20)

3

likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, dan rasio pasar. Namun di dalam penelitian ini kami menggunakan 3 rasio keuangan untuk menguji pengaruhnya terhadap harga saham yaitu Rasio Likuiditas yang diwakili oleh Current Ratio (CR), Rasio Solvabilitas yang diwakili oleh Debt to Equity Ratio (DER) dan Rasio Profitabilitas yang diwakili oleh Earning Per Share

(EPS).

Penelitian Fahlevi (2013) menyatakan bahwa rasio keuangan secara umum yang terdiri dari Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Profitabilitas

menunjukkan bahwa keempat rasio ini memilki dampak yang positif untuk harga saham.

Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa rasio keuangan merupakan salah satu informasi yang dijadikan pedoman investor untuk membeli atau menjual saham. Keputusan para investor tersebut akan mempengaruhi harga saham yang pada akhirnya akan berpengaruh pada indeks harga saham. Dengan demikian maka penulis tertarik untuk mengambil judul “ Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham (Study Pada Perusahaan Food and BeveragesDi Bursa Efek Indonesia”.

B. Perumusan Masalah

(21)

4

maka perumusan masalah yang dapat diambil sebagai dasar kajian dalam penelitian yang dilakukan yaitu

1. Apakah rasio profitabilitas (EPS) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? 2. Apakah rasio Likuiditas (CR) berpengaruh terhadap harga saham pada

perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? 3. Apakah rasio Solvabilitas (DER) berpengaruh terhadap harga saham pada

perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

C. Batasan Masalah

Untuk mendapatkan alur pembahasan yang lebih baik sehingga tujuan penelitian dapat tercapai, maka ruang lingkup penelitian dibatasi yaitu

1. Alat analisis harga saham yang digunakan merupakan harga saham rata-rata berdasarkan atas harga saham pada saat penutupan antara harga saham tertinggi dan harga saham terendah.

2. Alat analisis Rasio Keuangan yang digunakan meliputi Likuiditas yang diwakili oleh Current Ratio (CR), Solvabilitas yang diwakili oleh Debt to Equity Ratio (DER), dan Profitabilitas yang diwakili oleh Earning Per

Share (EPS).

(22)

5

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah

1. Untuk mengetahui pengaruh rasio profitabilitas (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas (CR) terhadap harga saham pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3. Untuk mengetahui pengaruh rasio solvabilitas (DER) terhadap harga saham pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

E. Manfaat Penelitian 1. Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam penelitian-penelitian selanjutnya yang sejenis khususnya yang berkaitan dengan harga saham suatu perusahaan melalui rasio keuangan.

2. Praktis

Kegunaan praktis yang diperoleh dari penelitian ini adalah : a. Bagi Penulis

(23)

6

b. Bagi Perusahaan

Penelitian diharapkan dapat memberikan informasi, masukan, dan evaluasi yang berguna bagi investor sebagai bahan pertimbangan, perbaikan dan penyempurnaan dalam perkembangan harga saham perusahaan.

c. Bagi Masyarakat

(24)

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Tinjauan Teoristis 1. Signaling Theory

Menurut Marwata (2001) dalam Kusumo (2011) Signaling theory menyatakan bahwa pemecahan saham memberikan informasi kepada investor tentang prospek peningkatan return masa depan yang substantial. Dengan memandang bahwa perusahaan akan memberikan tingkat pengembalian yang tinggi, maka perusahaan akan memberi daya tarik kepada investor untuk berinvestasi dan akan mendorong perusahaan untuk melakukan pemecahan saham.

Menurut Jogiyanto (2000), Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk mengambil keputusan investasi. Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Asumsi dari signaling theory adalah informasi yang lebih akurat mengenai perusahaan yang

(25)

8

akan mengakibatkan suatu asimetri informasi antara pihak-pihak yang berkepentingan.

Menurut Sharpe (1997) dalam Kusumo (2011), pengumuman informasi akuntansi memberikan sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa mendatang (good news) sehingga investor tertarik untuk melakukan perdagangan saham, dengan demikian pasar akan bereaksi yang tercermin melalui perubahan dalam volume perdagangan saham. Dengan demikian hubungan antara publikasi informasi baik laporan keuangan, kondisi keuangan ataupun sosial politik

terhadap fluktuasi volume perdagangan saham dapat dilihat dalam efisiensi pasar. Jogiyanto (2000) menyatakan secara garis besar signaling theory erat kaitanya dengan ketersediaan informasi. Berdasarkan informasi maka pasar modal dapat dibedakan menjadi:

1. Pasar modal bentuk lemah (weak form): pasar yang harga-harga sekuritasnya mencerminkan informasi masa lalu.

2. Pasar modal bentuk setengah kuat: pasar yang harga-harga sekuritasnya secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan. 3. Pasar modal bentuk kuat (strong form): pasar yang harga-harga

sekuritasnya mencerminkan secara penuh semua jenis informasi termasuk informasi privat.

2. Pengertian Saham

Darmadji dan Fakhruddin (2008) dalam Arwiyati (2012) Saham dapat

(26)

9

kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.

Definisi saham menurut Subekti dan Surono (2007) dalam Jeni (2012) Saham adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau Persetoan Terbatas (PT). Sedangkan menurut Fuady (2001) dalam Jaenudin (2012) memberikan definisi saham adalah kertas yang dicetak dengan bagus yang membuktikan bahwa pemegangnya turut serta berpartisipasi dalam modal suatu perusahaan

Husnan dan Pudjiastuti (2004) dalam Arwiyati (2012) saham atau sekuritas merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak pemilik kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai kondisi untuk melaksanakan hak tersebut. Selembar saham mempunyai nilai atau harga dan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:

a. Harga Normal

(27)

10

b. Harga Perdana

Harga ini merupakan harga saat saham itu dicatat di bursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk menentukan harga perdana.

c. Harga Pasar

Kalau harga perdana merupakan harga jual dari perjanjian emisi kepada investor, maka harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatat di bursa. Transaksi di sini tidak lagi melibatkan emiten dan penjamin emisi harga, ini disebut sebagai harga di pasar sekunder dan harga inilah yang benar-benar mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar.

3. Jenis-jenis Saham

Menurut Usman (2005) dalam kencana (2009) mengelompokan saham jenis saham sebagai berikut: Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih, saham terbagi atas saham biasa dan saham preperent.

(28)

11

1. Saham biasa, yaitu saham yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat dan saham yang menempatkan pemiliknya paling junior terhadap pembagian dividend, dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. Para pemegang saham biasa akan ikut memikul resiko yang besar dibandingkan dengan para investor yang memiliki saham preferent.

2. Saham preferent, yaitu saham yang memiliki hak terlebih dahulu atas pemegang saham biasa dalam memperoleh devidend, dimana dividend tersebut memiliki jumlah yang tetap dan mereka tidak terlalu banyak memikul resiko jika perusahaan mengalami kerugian, karena walupun perusahaan rugi mereka (para pemegang saham) tetap akan menerima dividend walupun dibayarnya nanti setelah perusahaan mengalami laba.

4. Harga Saham

Menurut Sartono (2005) dalam kencana (2009) mendefinisikan harga saham adalah sebagai berikut Harga saham adalah sebesar nilai sekarang atau present value dari aliran kas yang diharapkan akan diterima.

Dalam melakukan investasi pada pasar modal, khususnya saham, perubahan harga pasar menjadi perhatian penting bagi para investor, selain kondisi emiten dan keadaan perekonomiannya. Harga saham yang digunakan dalam melakukan transaksi di pasar modal merupakan harga yang terbentuk dari mekanisme pasar yaitu permintaan dan penawaran pasar.

(29)

12

pasar yang akan berbeda-beda pada tiap-tiap waktunya, hal ini akan berkaitan dengan nilai dari suatu saham tersebut. Terdapat beberapa jenis nilai saham yang dapat mempengaruhi dalam penetapan harga saham, salah satu diantaranya adalah menurut apa yang dipaparkan oleh Jogiyanto (2000) berbagai jenis nilai saham yaitu Mengungkapkan bahwa nilai yang berhubungan dengan saham yaitu nilai nominal (nominal value),nilai buku (book value), nilai pasar (market value), dan nilai intrinsik (intrinsic value).

Berdasrkan pernyataan diatas maka penulis akan menjelaaskan masing-masing dari nilai-nilai yang berkaitan dengan harga saham yaitu terdiri dari:

a. Nilai nominal

Nilai buku adalah nilai yang tercantum dalam sertifikat saham dan pencantumannya berdasarkan keputusan dan dari hasil pemikiran perusahaan yang mempunyai saham tersebut. Jadi nilai nominal sudah ditentukan pada waktu saham itu diterbitkan.

b. Nilai Buku

Nilai buku menunjukan nilai bersih kekayaan perusahaan, artinya nilai buku merupakan hasil perhitungan dari total aktiva perusahaan yang dikurangkan dengan hutang serta saham preferen kemudian dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Nilai buku sering kali lebih tinggi daripada nilai nominalnya.

c. Nilai Intrinsik

(30)

13

d. Nilai Pasar

Nilai Pasar adalah harga saham biasa yang terjadi dipasar selembar saham biasa adalah harga yang dibentuk oleh penjualan dan

pembelian ketika mereka memperdagangkan saham.”

Pada surat berharga tercantum antara lain harga saham, harga ini disebut harga atau nilai nominal. Harga nominal ini merupakan nilai yang ditetapkan oleh perusahaan untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya nominal ini biasanya tergantung dari keinginan emiten atau perusahaan.

5. Return Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan perusahaan sehingga pemegang saham memiliki hak klaim atas dividen atau distribusi lain yang dilakukan perusahaan kepada pemegang sahamnya, termasuk hak klaim atas aset perusahaan, dengan prioritas setelah hak klaim pemegang surat berharga lain dipenuhi jika terjadi likuiditas. Menurut Husnan (2002) sekuritas (saham)

(31)

14

6. Rasio Keuangan

Menurut Harahap (2007) Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang

mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.

Menurut Riyanto (2001) mengenai definisi rasio keuangan yaitu Rasio keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interpretasi dan analisis laporan finansial suatu perusahaan. Pengertian rasio itu sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam arithmatical terms yang dapat digunakan untuk menjelaskanh hubungan antara dua macam data finansial.

Menurut Munawir (2007) analisis rasio keuangan adalah Suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.

Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya kondisi atau posisi keuangan suatu perusahaan.

Kelebihan dan kelemahan rasio keuangan adalah sebagai berikut: 1. Kelebihan rasio keuangan

Analisa rasio ini memiliki kelebihan dibandingkan teknik analisa lainnya, kelebihannya antara lain:

(32)

15

b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan oleh laporan keuangan yang terperinci dan rumit.

c. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industri lain.

d. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan.

e. Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain. f. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa

yang akan datang.

2. Kelemahan rasio keuangan

Di samping kelebihan yang dimiliki, analisa rasio juga memiliki kelemahan yang harus diperhatikan penggunanya agar tidak salah dalam penggunanya, kelemahannya antara lain:

a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat untuk digunakan oleh kepentingan pemakaiannya.

b. Bahan perhitungan rasio banyak mengandung taksiran dan judgment yang dapat dinilai subjektif.

c. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan harga pasar.

d. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.

a. Rasio Profitabilitas

(33)

16

digunakan untuk mempengaruhi harga saham adalah rasio profitabilitas.

Profitabilitas dalam hubungannya dengan investasi adalah dimana kategori rasio-rasio profitabilitas ini mengukur besar kecilnya laba perusahaan dalam kaitannya dengan jumlah dana yang telah diinvestasikan untuk mendatangkan laba tersebut. Oleh sebab itu rasio - rasio ini sangat berguna untuk menaksir efektivitas

manajemen perusahaan secara keseluruhan.

Menurut Sartono (2001) dalam Jaenudin (2012) Rasio profitabilitas terdiri atas dua jenis rasio yakni rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan dan rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi. Dengan demikian bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan analisis profitabilitas ini misalnya bagi pemegang saham akan melihat keuntungan yang benar-benar akan diterima dalam bentuk dividen.

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Profitabilitas sendiri, dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap profitabilitas suatu perusahaan, dapat digunakan rasio keuangan.

a. Earning Per Share (EPS)

(34)

17

adalah suatu ukuran dimana baik manajemen maupun pemegang saham menaruh perhatian besar.

Menurut Fabozzi (2003) dalam Fahlevi menyatakan bahwa pengertian EPS adalah

Earning per share (EPS) adalah jumlah laba bersih atau keuntungan yang diterima

setelah bunga dan pajak berbanding jumlah rata-rata lembar saham beredar.

Berdasarkan rumus di atas, setidaknya ada dua faktor yang menentukan besarnya tingkat EPS yang dihasilkan. Pertama yakni pada angka pembilangnya, dimana jika Net Income After Tax (Laba Bersih Setelah Pajak) semakin besar maka besaran EPS nya juga akan besar. Faktor kedua yang menentukan besarnya tingkat EPS adalah jumlah saham beredar (Number Of Share Outstanding) yang fungsinya sebagai angka penyebut dalam rumus tersebut, dimana semakin banyak perusahaan menggunakan dana dari penambahan jumlah saham beredar, maka akan semakin memperkecil besarnya tingkat EPS yang diperoleh.

b. Rasio Likuiditas

(35)

18

Lebih lanjut, menurut Munawir (2001) ada beberapa kriteria sehingga perusahaan bisa dikatakan mampu memiliki posisi keuangan yang baik, yaitu:

1. Mampu memenuhi kewajiban-kewajibannya tepat pada waktunya, yaitu pada waktu ditagih (kewajiban keuangan terhadap pihak eksternal).

2. Mampu memelihara modal kerja yang cukup baik untuk operasi yang optimal (kewajiban keuangan pada pihak internal).

3. Mampu membayar bunga dan deviden yang dibutuhkan. 4. Mampu memelihara tingkat kredit yang menguntungkan.

a. Current Ratio (CR)

Munawir (2001) menjelaskan Rasio yang paling umum digunakan untuk menganalisa posisi modal kerja suatu perusahaan (likuiditas) adalah dengan menggunakan current ratio (CR). Rasio ini menunjukkan perbandingan nilai kekayaan lancar (yang segera dapat dijadikan uang) dengan hutang jangka pendek.

Menurut Husnan (2002) current ratio adalah rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan aktiva lancar perusahaan biasa dipergunakan untuk memenuhi kewajiban lancarnya.

Wild (2005) dalam Kusumo (2011) Alasan digunakannya CR secara luas sebagai ukuran likuiditas karena kemampuannya untuk menggambarkan:

1. Kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancarnya (kewajiban jangka pendek).

2. Kemampuan perusahaan dalam menyangga kerugian.

(36)

19

c. Rasio Solvabilitas

Menurut Machfoedz (1989) dalam Kusumo (2011) Rasio solvabilitas adalah perbandingan antara dana yang berasal dari modal sendiri dengan dana yang berasal dari kreditur. Rasio ini sangat penting bagi kreditur atau calon kreditur untuk mengetahui seberapa besar para pemilik (pemegang saham) mempunyai dana dalam perusahaan tersebut, hal ini digunakan untuk menentukan tingkat keamanan para kreditur. Apabila dana yang disediakan pemilik lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang disediakan kreditur maka perusahaan tersebut akan sangat bergantung pada kreditur. Manfaat dari rasio solvabilitas adalah memberikan informasi yang bermanfaat dalam penentuan manfaat utang.

Brigham dan Houston (1998) dalam kusumo (2011) menjelaskan bahwa

solvabilitas keuangan adalah rasio yang memberikan suatu ukuran sampai sejauh mana sekuritas berpenghasilan tetap (utang dan saham preferen) digunakan dalam struktur modal perusahaan. Para investor yang rasional cenderung untuk

menghindari resiko, akan tetapi apabila suatu perusahaan menggunakan hutang dalam struktur modalnya maka para pemodal perusahaan tersebut akan

menanggung resiko finansial (financial risk). Resiko finansial adalah resiko tambahan yang ditanggung oleh investor karena perusahaan menggunakan solvabilitas keuangan.

(37)

20

ratio, long term debt to capitalization ratio, time interest earned, cash flow

interest coverage, cash flow to net income, dan cash return on sales. Rasio

solvabilitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Debt to Equity Ratio (DER).

a. Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur

perbandingan antara total modal dengan total aktiva Kasmir (2008) dalam Fahlevi (2013). Rasio utang (debt to equity ratio) menunjukan beberapa banyak utang yang digunakanmembiayai aset-aset perusahaan sedangkan rasio DER menurut Andarini (2007) dalam Fahlevi (2013) dipergunakan untuk mengukur tingkat penggunaan utang terhadap total shareholder’s equity yang dimiliki perusahaan. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.

Kasmir (2006) dalam Fahlevi (2013) menyatakan Apabila rasionya tinggi, artinya pendanaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mempu menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Demikian pula sebaliknya, apabila rasio rendah, semakin kecil perusahaan dibiayai oleh utang.

B.Tinjauan Penelitian Terdahulu a. Ilham Reza Fahlevi (2013)

(38)

21

Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR) sebagai variabel independen dan return saham sebagai variabel dependen. Penelitian ini membuktikan bahwa ROA, DER, dan CR berpengaruh signifikan terhadap return saham. Perbedaan penelitian yang dilakukan Gian Ismoyo Kusumo (2011) dengan penelitian ini ada pada

perusahaan yang diteliti ada pada variabel independen, pada penelitian ini mengguanakan Earning Per Share (EPS).

b. Gian Ismoyo Kusumo (2011)

Melakukan penelitian tentang Analisis pengaruh rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan non bank LQ 45. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR) dan Total Assets Turnover (TAT) sebagai variabel independen dan return saham sebagai variabel dependen. Penelitian ini membuktikan bahwa ROA, DER, dan CR berpengaruh signifikan terhadap return saham. Perbedaan penelitian yang dilakukan Gian Ismoyo Kusumo (2011) dengan penelitian ini ada pada variabel independen yang digunakan penelitian ini menggunakan variabel EPS, DER, dan CR dan Variabel Dependen menggunakan rumus harga saham rata-rata.

c. Satria (2008)

Dalam penelitiannya, Satria (2008) yang menguji pengaruh rasio keuangan likuiditas, solvabilitas dan pasar terhadap harga saham perusahaan manufaktur di BEJ. Penelitian ini mengambil sampel 70 perusahaan manufaktur yang terdaftar tahun 2003-2005 di BEJ. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) sebagai

(39)

22

pengujian dengan regresi linear dan regresi berganda diperoleh kesimpulan bahwa semua variabel independen (CR, ROE, NPM) baik secara simultan maupun parsial mempengaruhi harga saham. Perbedaan penelitian yang dilakukan Satria (2008) dengan penelitian ini ada pada variabel independen yang digunakan penelitian ini menggunakan variabel EPS, DER, dan CR dan Variabel Dependen menggunakan rumus harga saham rata-rata.

d. Nurmalasari (2008)

Nurmalasari (2008) melakukan penelitian tentang analisis pengaruh rasio profitabilitas terhadap harga saham emiten LQ45 yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2005-2008 menyatakan bahwa rasio profitabilitas secara umum yang terdiri dari Return On Assets (ROA) adalah 22,44%, Return On Equity (ROE) adalah 12,87%, Net Profit Margin (NPM) adalah 8.04%, dan Earning Per

Share (EPS) adalah Rp. 470,39,- hal ini menunjukkan bahwa keempat rasio ini

memilki dampak yang positif untuk harga saham, semakin tinggi rasio

(40)

23

e. Halim (2007)

Penelitian Halim (2007) yang meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dari perusahaan-perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta, dengan sampel sebanyak 55 perusahaan dengan periode waktu 2004-2006. Harga saham merupakan variabel dependen. Variabel independennya meliputi return on equity, debt to equity ratio, dan earning per share. Hasil penelitian menunjukkan

ROE dan EPS memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur, sedangkan rasio DER tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur.

C.Kerangka Penelitian

Model penelitian ini digunakan untuk pengembangan hipotesis pada penelitian. Rasio keuangan merupakan rasio yang digunakan oleh perusahaan untuk

mengukur efektif tidaknya kebijakan yang telah diambil oleh perusahaan. Rasio-rasio yang ada dapat mempengaruhi harga saham.

Untuk lebih memperjelas konsep tersebut, dapat dilihat pada bagan di bawah ini

Gambar 1. Model Penelitian

Current Ratio (X1)

Debt to Equity Ratio (X2)

Earning Per Share (X3)

(41)

24

D.Hipotesis

a. Current Ratio (CR)

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fahlevi (2013) didapat Current Ratio (CR) berpengaruh positif terhadap return saham. Hasil yang sama juga ditunjukan oleh penelitian yang dilakukan oleh Yusak (2012) dengan analisis jalur atau path analysis dapat diketahui bahwa secara langsung likuiditas berpengaruh terhadap

harga pasar saham. Syamsudin,L (2007) Current Ratio (CR) menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar hutang–hutang jangka pendek. Tidak ada ketentuan yang mutlak tentang berapa tingkat CR yang dianggap baik atau yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan karena biasanya tingkat CR ini juga sangat tergantung kepada jenis usaha dari masing-masing perusahaan. Karena dalam penelitian ini jenis perusahaan berbeda-beda maka hanya diambil kesimpulan dari perusahaan yang digunakan sebagai objek penelitian. Maka dihipotesiskan sebagai berikut:

X1 : Current Ratio (CR) berpengaruh positif terhadap return saham.

b. Debt to Equity Ratio (DER)

Dari hasil penelitian Kusumawardani (2010) dalam Kusumo (2011) didapat DER sangat berpengaruh terhadap return saham. Syamsudin,L (2007) menyatakan hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Ika Hermawati (2008) yang

(42)

25

Semakin kecil angka rasio ini berarti semakin besar jumlah aktiva yang didanai oleh pemilik perusahaan dan semakin besar penyangga risiko kreditor. Dari hasil perhitungan didapat nilai DER yang cukup tinggi, hal ini menunjukkan komposisi total hutang semakin besar dibandingkan dengan total modal sendiri sehingga semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar. Dengan demikian peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut:

X2 : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif terhadap return saham.

c. Earning per share (EPS)

Menurut Darmadji (2006) Earning per share (EPS) merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau pemegang saham untuk setiap lembar saham. Semakin tinggi nilai EPS, semakin besar laba yang tersedia bagi pemegang saham. Earning per share adalah suatu ukuran dimana baik manajemen maupun pemegang saham menaruh perhatian besar.

Hal ini sejalan dengan penelitian Halim (2007) yang meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi return saham dari perusahaan-perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta, dengan sampel sebanyak 55 perusahaan dengan periode waktu 2004-2006. return saham merupakan variabel dependen. Variabel independennya meliputi Return On Equity, Debt To Equity Ratio, dan Earning Per Share. Hasil penelitian menunjukkan ROE dan EPS memiliki pengaruh yang

(43)

26

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Populasi dan Sampel

Populasi merupakan kelompok orang, kejadian atau peristiwa yang menjadi perhatian para peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan tahun penelitian dari

2010-2013. Perusahaan Food and Beverages yang menjadi objek penelitian merupakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menyajikan laporan keuangan secara berturut-turut, lengkap, dan dipublikasikan dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD

Sampel merupakan bagian dari populasi. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria dan sistematika tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif.

Kriteria-kriteria yang menjadi faktor penentu dalam sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara berturut-turut dari tahun 2010-2013.

b. Perusahaan Food and Beverages yang menerbitkan data-data laporan keuangan secara lengkap.

(44)

27

B. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan sumber data penelitian secara tidak langsung melalui media perantara. Data sekunder diperoleh dari situs resmi emiten serta diperoleh dari

ICMD (Indonesian Capital Market Directory) yang didapat dari kantor IDX Bandar Lampung.

C. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan dokumentasi.

1. Studi Pustaka

Teori diperoleh dari literatur, artikel, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Metode ini digunakan untuk mempelajari dan memahami literatur-literatur yang memuat pembahasan yang berkaitan dengan penelitian.

2. Dokumentasi

Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan mendokumentasikan data-data yang telah berhasil dikumpulkan.

D. Variable Penelitian

1. Variabel Dependen (Variabel Y)

(45)

28

Pt + Pt-1

Y =

Pt-1

Keterangan:

Y = Return saham

Pt = Harga saham penutup pada hari t Pt-1 = Harga saham pada hari t-1

2 Variabel Independen (Variabel X)

Variabel independen (bebas) merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan dengan notasi X, berikut beberapa variabel yang digunakan sebagai variabel independen yaitu sebagai berikut :

1. Current Ratio (CR) sebagai variabel independen X1

Rasio CR digunakan untuk mengukur kemampuan aktiva lancar untuk menutupi kewajiban lancar (kewajiban jangka pendek) yang dimiliki perusahaan. Rasio CR mewakili rasio likuiditas dalam penelitian ini. CR didapatkan dengan cara membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar (kewajiban jangka pendek). Secara matematis CR dirumuskan sebagai berikut Ang (1997) dalam Fahlevi (2013):

Aktiva Lancar

Current Ratio = X 100 % Kewajiban Lancar

(46)

29

Rasio DER digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan

memanfaatkan sumber ekonomi yang ada untuk menciptakan laba. Rasio DER mewakili rasio leverage atau rasio solvabilitas. DER didapatkan dengan

membandingkan nilai total hutang dengan total modal sendiri. Secara matemaris DER dituliskan dengan rumus berikut ini Ang (1997) dalam Fahlevi (2013):

Total Hutang

Debt to Equity Ratio = X 100 % Total Ekuitas

3. Earning Per Share (EPS) sebagai variabel independen X3

EPS adalah jumlah laba bersih atau keuntungan yang diterima setelah bunga dan pajak berbanding jumlah rata-rata lembar saham beredar. Secara matematis maka EPS dapat diketahui dengan rumus sebagai beikut Ang (1997) dalam Fahlevi (2013):

Laba Bersih Setelah Pajak

Earning Per Share = X 100 %

Jumlah Saham Biasa Yang Beredar

E. Metode Analisis Data

(47)

30

1. Uji Asumsi Klasik

Untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan representatif, maka model tersebut harus memenuhi asumsi klasik regresi. Uji asumsi klasik yang dilakukan adalah uji normalitas, multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas

Menururt Ghozali (2013) Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residul memiliki distribusi normal. Salah satu cara apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Pendeteksian dilakukan dengan cara melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik dengan dasar

pengambilan keputusan:

1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinearitas

(48)

31

independen. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi adalah dilihat dari nilai Tolerance dan lawannya Variance Inflation Factor Nilai yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya

multikolinieritas adalah nilai Tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10.

c. Uji Autokorelasi

Ghozali (2013) menyebutkan uji autokorelasi yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang tahun berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini

timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke

observasi lainnya. Salah satu cara mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi

adalah dengan uji Durbin-Watson dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Deteksi autokorelasi positif

 Jika d < dL maka terdapat autokorelasi positif

 Jika d > dU maka tidak terdapat autokorelasi positif

 Jika dL < d < dU maka pengujian tidak dapat disimpulkan

2. Deteksi autokorelasi negatif

 Jika (4 - d) < dL maka terdapat autokorelasi negatif

 Jika (4 - d) > dU maka tidak terdapat autokorelasi negative

(49)

32

d. Uji Heterokedastisitas

Menurut Ghozali (2013) uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians (ragam) dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedasitas. Cara mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedasitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen dengan residualnya dengan dasar analisis berikut:

1. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut Sugiyono (2007) analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis regresi ganda akan dilakukan bila jumlah variabel

independennya minimal dua. Persamaan regresinya adalah: Y=a+b1Xi+b2X2+b3X3 +e

b1,2,3, : besaran koefisien regresi dari masing-masing variabel

(50)

33

Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara variabel independen dengan variabel dependennya. Untuk menguji model regresi yang terbaik, maka model yang diajukan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Uji Statistik t

2. Uji R2 (Koefisien Determinasi)

a. Uji Statistik t

Menurut Ghozali (2013) pengujian ini menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen. Tahap pengujian yang akan dilakukan, yaitu:

Derajat keyakinan (level significant/α = 5%) a. Apabila nilai sig t > α (0,05),

Artinya secara individual variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

b. Apabila nilai sig t < α (0,05),

Artinya secara individual variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

b. Uji R2 (Koefisien Determinasi)

(51)

34

(52)

47

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio keuangan yang terbagi menjadi 3 variabel yaitu Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share terhadap harga saham. Penelitian ini dilakukan pada 16 perusahaan food

and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode

pengamatan selama 2010-2013.

Dari beberapa variabel yang diuji dalam penelitian ini, yaitu: Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share. Hasil pengujian menunjukan bahwa

secara statistik Current Ratio memiliki hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Begitu juga dengan Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share secara statistik berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

B.Saran

Saran yang diajukan adalah sebagai berikut:

(53)

48

2. Jangka waktu riset dapat diperpanjang sehingga menghasilkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam. Perpanjangan periode penelitian dan jumlah sampel yang besar memungkinkan untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik mengenai harga saham.

3. Peneliti di masa mendatang diharapkan bisa menambahkan rasio

(54)

DAFTAR PUSTAKA

Ardiani, Anita. 2007. Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan di BEJ. Depok: Universitas Gunadarma.

Arwiyati, Niekie. 2012. Pengaruh EVA, Rasio Profitabilitas dan EPS terhadap Harga Saham pada Perusahaan Asuransi yang Terdaftar Di BEI Tahun 2006-2010. Semarang: Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Halim. 2007. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Pada Perusahaan-Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Jakarta. Medan: Universitas Sumatra Utara.

Harahap, Sofyan. 2007. Analisis Kritis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.

Husnan, Suad. 2001. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi 3. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Jaenudin, Jeni. 2012. Analsiss Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan LQ 45 Di Bursa Efek Indonesia. Banda Lampung: Universitas Lampung.

Jogiyanto. 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi II. Yogyakarta: BPFE – UGM.

Kencana, Linda. 2009. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Pasar Terhadap Harga Saham (Study pada Perusahaan Whole sale and Retail Trade yang Terdaftar di BE)I. Bandung: Universitas Pasundan.

Kusumo, Gian. 2011. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham pada Perusahaan Non Bank LQ 45. Semarang: Universitas Diponegoro.

Lestari, Wuryaningsih. 2013. Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di BEI Tahun 2008-2010. Surakarta: Universitas Muhammadiyah.

Munawir. 2001. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

(55)

Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelajaran Perusahaan, Edisi 4. Yogyakarta: BPFE.

Satria. 2008. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Likuiditas, Solvabilitas dan Pasar Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di BEJ. Skripsi. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Syamsudin, Lukman. 2007. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Figur

Gambar 1.

Gambar 1.

p.40

Referensi

Memperbarui...

Outline : Rasio Keuangan