Musik R&B ( Rhytem&Blues ) (Kajian Tentang Gaya Hidup Pemain Musik R&B di Kota Medan)

85 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Musik R&B ( Rhytem&Blues )

(Kajian Tentang Gaya Hidup Pemain Musik R&B di Kota Medan)

OLEH :

RAFIKA MIRZA NST.

040905010

DEPARTEMEN ANTROPOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Musik R&B ( Rhythm & Blues ) Kajian Tentang Gaya Hidup Pemain Musik R&B di Kota Medan. Musik dapat didefinisikan sebagai sebuah cetusan ekspresi perasaan atau pikiran yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi. Pada perkembangannya masa sekarang ini, Musik terbagi menjadi berbagai aliran atau disebut genre . Salah satu aliran musik yang sedang berkembang pesat di kalangan pemain musik sekarag ini yang paling menonjol adalah aliran musik Rhythm and Blues (R&B). Rhythm and blues adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam yang berkembang dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues melainkan kombinasi dari kedua jenis musik tersebut dengan ketukan yang lebih ringan.

Melihat perkembangan dunia hiburan di Medan sekarang ini, telah banyak diwarnai oleh berbagai aliran musik. Salah satu aliran musik yang sedang berkembang dan banyak diminati adalah aliran musik R&B. Sekarang ini banyak dijumpai pemusik yang sebelumnya beraliran selain R&B, sekarang menjadi beralih ke R&B yang semata-mata mereka lakukan hanya untuk memenuhi permintaan pasar ataupun penikmat musik R&B dalam hal ini adalah masyarakat. Penelitian ini ingin melihat motivasi para pemain musik R&B dalam membawakan aliran musik R&B tersebut. Selanjutnya musik bukan hanya sekadar musik yang di dengarkan melalui telinga, Musik juga membawa obyek-obyek kultural lain, seperti fashion atau cara berpakaian, tingkah laku, potongan rambut, dandanan, dan seterusnya yang disebut dengan gaya hidup. Penelitian ini juga ingin melihat seperti apa gaya hidup pemain musik R&B di kota Medan.

Dari hasil penelitian yang didapat menunjukkan media- media komunikasi elektronik yang semakin canggih dalam memberikan informasi sangat berpengaruh mengarahkan masyarakat kepada aliran musik yang lebih populer dalam hal ini adalah musik R&B. Lewat kemajuan teknologi juga banyak kebudayaan-kebudayaan asing mengalir deras dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Khususnya dalam hal ini musik R&B, para pemain musik R&B mengikuti perkembangan gaya hidup kebarat-baratan, sesuai dengan dari mana musik ini lahir pada awal perkembangannya. Pemain musik R&B meyakini mengikuti gaya hidup seperti artis R&B di luar negri seperti mode fashion juga berpengaruh dengan rasa percaya diri sebagai musisi R&B.

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT berkat rahmat dan

karuniaNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini guna melengkapi dan

memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Antropologi pada

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Adapun judul skripsi ini adalah “Musik R&B(Rhythm & Blues) kajian

tentang gaya hidup pemain musik R&B di kota Medan”. Penulis menyadari

bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, karena keterbatasan kemampuan dan

pengetahuan penulis. Untuk itu kritik dan saran yang bertujuan untuk

penyempurnaan skripsi di masa yang akan datang sangat penulis harapkan.

Selama penulisan skripsi ini, penulis banyak menerima bantuan dan

bimbingan dari berbagai pihak. Penulis menyampaikan rasa terima kasih dan

penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak Prof.Dr.M.Arief Nasution selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs.Humaizi, MA selaku Pembantu Dekan I atas fasilitas yang

telah diberikan kepada penulis.

3. Bapak Drs. Zulkifli Lubis, MA selaku ketua Departemen Antropologi

pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4. Bang Nurman Ahmad, Msoc, sc selaku dosen penasehat akademik yang

mengarahkan penulis dengan baik dari awal kuliah sampai ke tingkat

menyelesaikan penulisan skripsi ini

(4)

5. Drs. Irfan, Msi selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan

waktunya dan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mendidik

penulis untuk menjadi lebih baik dalam penulisan skripsi ini. Penulis

mengucapkan terima kasih yang sangat besar atas seluruh kebijaksanaan,

bimbingan, ketulusan dan kesediaan beliau dalam penulisan skripsi ini.

6. Drs.Agustrisno,Msi dan Drs.Lister Berutu, MA yang telah meluangkan

waktu untuk menjadi penguji dalam ujian proposal dan skripsi penulis.

Terima kasih atas masukan dan saran dalam penyempurnaan skripsi ini.

7. Seluruh Staf Pengajar Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik dan

membekali penulis dalam ilmu pengetahuan.

8. The song pub dan Soccer pub atas kerja samanya dalam pemberian data

yang penulis perlukan.

9. Para pemain musik R&B dan teman-teman musisi lain yang menjadi

Informan dan telah membantu penulis untuk memberikan informasi yang

penulis butuhkan yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

10.Penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis

persembahkan untuk orang tua tercinta, Mama Fitriyani dan Papa

Ikhsanuddin Nst. yang telah memberikan dukungan baik moril maupun

(5)

11.Kakak (Ikfani Mahliza Nst.) dan adik(Ananda Anugrah Nst) tercinta :

terima kasih atas kasih sayang, dukungan dan doa yang diberikan kepada

penulis. Keluarga besar Hauzanur, yang tidak bisa disebutkan satu per

satu terima kasih atas dukungannya.

12.Kepada Edy gurnawan tersayang terima kasih atas dukungan dengan hati

yang tulus dan perhatian penuh yang selama ini diberikan kepada penulis

selama penulisan skripsi ini.

13.Spesial ditujukan kepada sahabat-sahabatku tersayang: M. Gifari, abg Ibnu

Avena, Dian, Hendra, Ayu, Dan Puji yang tidak pernah berhenti

memberikan semangat kepadaku dan thanks untuk persahabatannya.

14.Kepada Kerabat Antropologi stambuk 2004 yang tidak bisa disebutkan

satu persatu, terima kasih atas persaudaraannya. Kepada saudaraku di

Antropologi semua stambu 2005 dan 2006 yang tidak bisa disebutkan satu

per satu.

Akhir kata atas bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, penulis

mendoakan semoga Allah SWT selalu memberikan dan melimpahkan karuniaNya

kepada kita semua. Penulis berharap kiranya skripsi ini dapat bermanfaat bagi

pembaca.

Medan, Maret 2010

Rafika Mirza Nst.

(6)

1.2. Perumusan Masalah --- 9

1.3. Lokasi Penelitian --- 9

1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian --- 9

1.5. Tinjauan Pustaka --- 10

1.6. Metodologi Penelitian --- 17

1.6.1. Tipe dan Pendekatan Penelitian--- 17

1.6.2. Pengumpulan Data--- 18

1.6.3. Analisa Data --- 21

BAB II. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 2.1. Sejarah Kota Medan --- 22

2.2. Kota Medan Secara Geografis --- 27

2.3. Kota Medan Secara Demografis --- 29

2.4. Kota Medan Sebagai Metropolitan --- 32

2.5. Pub dan Live Music The Song --- 35

2.5.1. Struktur Organisasi Pub dan live Music The Song --- 39

2.6. Pub dan Live Music Soccer --- 40

2.6.1. Struktur Organisasi Pub dan live Music Soccer --- 44

BAB III. PERKEMBANGAN MUSIK R&B DI KOTA MEDAN 3.1. Sejarah Musik Rhythm And Blues --- 45

3.1.1. Musik Original Rhythm and Blues --- 46

3.1.2. Rhythm and Blues (R&B) Kontemporer --- 47

3.2. Elemen-Elemen R&B kontemporer --- 47

3.2.1. Hip-Hop --- 49

3.2.2. Musik Funk --- 51

3.2.3. Musik Soul--- 51

(7)

3.3. R&B Kontemporer Dan Turunan Alirannya (Subgenres) --- 53

3.3.1. Quite Storm --- 53

3.3.2. New Jack Swing --- 53

3.3.3. Hip-Hop Soul --- 54

3.3.3. Neo Soul --- 54

3.4. Masuknya Musik R7B di Kota Medan --- 55

BAB IV. GAYA HIDUP DAN MOTIVASI PEMAIN MUSIK R&B 4.1. Gaya Hidup Pemain Musik R&B --- 57

4.1.1. Tempat Berbelanja --- 59

4.1.2. Makan di Luar --- 60

4.1.3. Konsumsi Pakaian --- 61

4.1.4. Persepsi Tentang Kebutuhan Media Elektronik --- 63

4.2. Motivasi Pemain Musik R&B --- 65

4.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Pemain Musik R&B --- 72

4.3.1 Faktor Internal --- 72

4.3.2. Faktor Eksternal --- 72

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan --- 74

5.2. Saran --- 76

(8)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Musik R&B ( Rhythm & Blues ) Kajian Tentang Gaya Hidup Pemain Musik R&B di Kota Medan. Musik dapat didefinisikan sebagai sebuah cetusan ekspresi perasaan atau pikiran yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi. Pada perkembangannya masa sekarang ini, Musik terbagi menjadi berbagai aliran atau disebut genre . Salah satu aliran musik yang sedang berkembang pesat di kalangan pemain musik sekarag ini yang paling menonjol adalah aliran musik Rhythm and Blues (R&B). Rhythm and blues adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam yang berkembang dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues melainkan kombinasi dari kedua jenis musik tersebut dengan ketukan yang lebih ringan.

Melihat perkembangan dunia hiburan di Medan sekarang ini, telah banyak diwarnai oleh berbagai aliran musik. Salah satu aliran musik yang sedang berkembang dan banyak diminati adalah aliran musik R&B. Sekarang ini banyak dijumpai pemusik yang sebelumnya beraliran selain R&B, sekarang menjadi beralih ke R&B yang semata-mata mereka lakukan hanya untuk memenuhi permintaan pasar ataupun penikmat musik R&B dalam hal ini adalah masyarakat. Penelitian ini ingin melihat motivasi para pemain musik R&B dalam membawakan aliran musik R&B tersebut. Selanjutnya musik bukan hanya sekadar musik yang di dengarkan melalui telinga, Musik juga membawa obyek-obyek kultural lain, seperti fashion atau cara berpakaian, tingkah laku, potongan rambut, dandanan, dan seterusnya yang disebut dengan gaya hidup. Penelitian ini juga ingin melihat seperti apa gaya hidup pemain musik R&B di kota Medan.

Dari hasil penelitian yang didapat menunjukkan media- media komunikasi elektronik yang semakin canggih dalam memberikan informasi sangat berpengaruh mengarahkan masyarakat kepada aliran musik yang lebih populer dalam hal ini adalah musik R&B. Lewat kemajuan teknologi juga banyak kebudayaan-kebudayaan asing mengalir deras dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Khususnya dalam hal ini musik R&B, para pemain musik R&B mengikuti perkembangan gaya hidup kebarat-baratan, sesuai dengan dari mana musik ini lahir pada awal perkembangannya. Pemain musik R&B meyakini mengikuti gaya hidup seperti artis R&B di luar negri seperti mode fashion juga berpengaruh dengan rasa percaya diri sebagai musisi R&B.

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Koentjaraningrat (1997) mengatakan Kebudayaan dalam arti kesenian

adalah: ciptaan dari segala fikiran dan prilaku manusia yang fungsional, estetis,

dan indah, sehingga kesenian dapat dinikmati dengan panca inderanya yaitu:

penglihat, penghirup, pengecap, perasa, dan pendengar.

Dipandang dari sudut cara kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan

keindahan itu dinikmati, maka Koentjaraningrat (1996) mengatakan ada dua

lapangan besar penelitian, yaitu : (1) seni rupa, atau kesenian yang dinikmati oleh

mata, dan (2) seni suara, atau kesenian yang dinikmati manusia dengan telinga.

Dari penjabaran bentuk kesenian di atas, khususnya dalam penelitian ini penulis

lebih terfokus pada bentuk kesenian yang kedua yaitu seni suara yang juga disebut

seni musik dengan menggunakan vocal (menyanyi) dan instrumental (dengan alat

bunyi-bunyian).

Musik bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang tidak bisa

dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Beberapa orang menganggap bahwa musik

dalah bagian hidup dari dirinya. Dengan mendengarkan musik, maka segala

kegiatannya dapat berjalan lancar. Di saat sedih ataupun senang sebagian orang

mendengarkan musik. Tak jarang hal itu dilakukan oleh sebagian orang untuk

(10)

Musik adalah salah satu seni tertua, bahkan tidak ada sejarah peradaban

dunia atau masyarakat yang dilewati tanpa adanya musik. Musik dapat

didefinisikan sebagai sebuah cetusan ekspresi perasaan atau pikiran yang

dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi. Pada masa sekarang ini, musik

telah menjadikan dirinya seni yang penting dan berkembang terus, bahkan

perkembangannya sangat cepat. Hampir disetiap tempat, di sepanjang hari, musik

dapat dinikmati, baik melalui radio, televisi, walkman, tape recorder, ipod,

maupun melalui pertunjukan musik langsung. Musik dapat sebagai alat pemersatu

bangsa, musik dapat sebagai alat penghibur, sebagai mata pencaharian, ataupun

dengan nada dan kata yang menyentuh, musik dapat sebagai bahan perenungan

hati untuk instropeksi diri.

Pada umumnya musik terbagi menjadi menjadi berbagai aliran atau

diasebut genre. Beberapa jenis aliran musik dikutip dari situs wikipedia tersebut

adalah :

1. Musik klasik

Musik klasik biasanya merujuk pada musik klasik Eropa, tapi kadang juga pada musik klasik Persia, India, dan lain-lain. Musik klasik Eropa sendiri terdiri dari beberapa periode, misalnya barok, klasik, dan romantik. Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21. Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16.[2] Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktek-praktek seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) maupun musik popular.

(11)

Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Di Indonesia, musik gospel banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing, Giving My Best, Nikita, True Worshippers dan banyak lagi.

3. Jazz

Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.

4. Musik tradisional

Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan bukan sebagai sarana hiburan saja, melainkan ada juga dipakai untuk pengobatan dan ada yang menjadi suatu sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya, hal ini adalah menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik tradisional merupakan perbendaharaan seni lokal di masyarakat. Musik tradisional yang ada di Indonesia, diantaranya adalah gamelan ,angklung dan sasando. selain dari musik tradisional yang berasal dari kebudayaan lokal, juga terdapat musik tradisional yang berasal dari pengaruh kebudayaan luar diantaranya gambang kromong, marawis dan keroncong.

5. Amerika latin

Musik Amerika latin termasuk musik dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia.

6. Blues

Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian mempengaruhi banyak genre musik pop saat ini, termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll, country, dan musik pop.

7. Rhythm and Blues

Rhythm and blues adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues.

8. Funk

Funk juga dipelopori oleh musisi-musisi Afro-Amerika, misalnya James Brown, Parliament-Funkadelic, dan Sly and the Family Stone.

9. Rock

(12)

adalah perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini kemudian didengar oleh orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik Inggris, misalnya The Beatles, mulai meniru dan menjadi populer. Musik rock kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock. Beberapa band Inggris seperti The Yardbirds dan The Who kemudian berkembang menjadi hard rock, dan kemudian menjadi heavy metal. Akhir 1970-an musik punk rock mulai berkembang, dengan kelompok-kelompok seperti The Clash, The Ramones, dan Sex Pistols. Di tahun 1980-an, rock berkembang terus, terutama metal berkembang menjadi hardcore, thrash metal, glam metal, death metal, black metal dan grindcore.

10.Pop

Musik pop adalah genre penting namun batas-batasnya sering kabur, karena banyak musisi pop dimasukkan juga ke kategori rock, hip hop, country, dsb.

11.Country

Country dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika kulit putih, terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal adalah Merle Haggard dan Buck Owens.

12.Electronic

Electronic dimulai lama sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik elektronik analog di tahun 1950-an dan 1960-an. Para pelopornya adalah John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz Stockhausen.

13.Ska, Reggae, Dub

Dari perpaduan musik R&B dan musik tradisional mento dari Jamaika muncul ska, dan kemudian berkembang menjadi reggae dan dub.

14.Hip hop / Rap / Rapcore

Musik hip hop dapat dianggap sebagai subgenre R&B. Dimulai di awal 1970-an dan 1980-an, musik ini mulanya berkembang di pantai timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada sekitar tahun 1992, musik hip hop dari pantai barat juga mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal menghasilkan rapcore.

Medan, sebagai kota metropolis sekaligus kota terbesar ketiga di

Indonesia, merupakan kota yang akses informasinya semakin berkembang dengan

(13)

bidang teknologi dan informasi ini menjadikan kota Medan sebagai sebuah kota

yang sangat terbuka bagi segala bentuk penyebaran informasi, hal ini menjadikan

kota Medan mengikuti perkembangan zaman secara global. Termasuk didalamnya

perkembangan musik popular.

Banyak Konser musik yang telah digelar di kota ini, dan rata-rata

semuanya ramai penonton. Gejala- gejala seperti ini menunjukkan adanya

kehidupan musik yang bergairah dan hidup di Medan. Kenyataan ini juga

didukung dengan semakin maraknya tempat-tempat hiburan yang menyajikan live

music di dalamnya, seperti terlihat pada pub, café, bahkan restoran. Tidak dapat

dipungkiri lagi, media- media komunikasi elektronik yang semakin canggih dalam

memberikan informasi telah mengarahkan masyarakat kepada aliran musik yang

lebih populer (yang dipengaruhi oleh budaya Barat), salah satunya yang paling

menonjol adalah aliran musik Rhythm and Blues (R&B).

Melihat perkembangan dunia hiburan di Medan sekarang ini, telah banyak

diwarnai oleh berbagai aliran musik. Salah satu aliran musik yang sedang

berkembang dan banyak diminati adalah aliran musik R&B. Disamping itu juga

sekarang banyak kita jumpai pemusik yang sebelumnya beraliran selain R&B,

sekarang menjadi beralih ke R&B yang semata-mata mereka lakukan hanya untuk

memenuhi permintaan pasar ataupun penikmat musik R&B dalam hal ini adalah

masyarakat. Ada juga pemusik yang menggunakan pendekatan musik Dance R&B

untuk dijadikan sebagai lagu nasyid.

Dominasi aliran musik Rhythm and Blues ini juga ditandai dengan

(14)

(baik penyanyi dalam negri maupun internasional) di berbagai ajang penghargaan

bagi insan musik. Dari dalam negri sendiri ada nama- nama penyanyi seperti

Glenn Fredly, Ello, T-Five, Dewi Sandra, Saykoji, Maliq n d’essential, dan masih

banyak lagi yang mengusung genre musik ini dan terbukti bahwa album- album

mereka sangat laku di pasaran musik tanah air dan single- single lagu mereka

menjadi top hits di chart lagu Indonesia.

Genre musik R&B sudah ada dan berkembang dengan pesat sejak tahun

1940an, walaupun demikian sejarah kemunculan musik R&B tidak semanis yang

dibayangkan oleh khalayak umum. Musik ini lahir di tengah-tengah penderitaan

orang – orang berkulit hitam (keturunan Afrika dan Amerika) yang hidup di

bawah bayang – bayang paham rasialis pada waktu itu. Kehidupan mereka begitu

menderita dan dipingit serta dikucilkan oleh warga asli Amerika yang merupakan

warga mayoritas. Oleh karena itu tidak salah jika musik R&B bisa juga disebut

sebagai ‘saudara’ musik Jazz, karena selain lahir dari tangan orang – orang

berkulit hitam, musik ini juga lahir pada kondisi yang sama.

Sejarah R&B sebenarnya sudah ada sejak dekade 1940-an. Menurut situs

wikipedia (2006) R&B atau singkatan rhythm and blues pertama kali digunakan

sebagai sebuah istilah pemasaran oleh Jerry Wexler dari majalah Billboard di

Amerika Serikat (AS). Istilah tersebut digunakan untuk menyebut sebuah gaya

musik yang sedang naik daun pada waktu itu, yaitu merupakan gaya musik yang

dimainkan oleh warga kulit hitam AS dan merupakan kombinasi antara warna

musik jazz dan blues, yang ditambahkan unsur ritme berupa beat (ketukan) yang

diekspos di dalamnya. Jadi, sejak awalnya R&B sudah merupakan genre musik

(15)

Dari sepenggalan cerita di atas, siapa yang menyangka kalau musik orang–

orang kulit hitam (negro) tersebut justru kini menjadi raja di antara genre musik

lain di dalam dunia musik populer dewasa ini. Kita lihat saja bagaimana

acara-acara musik di TV yang banyak menayangkan musik R&B dengan tiada hentinya

dan semakin hari tingkat kegemaran masyarakat dunia akan musik R&B semakin

tinggi pula, memang tiada hari tanpa musik R&B.

Kesuksesan R&B dapat dilihat dari merambahnya pengaruh genre musik

ini kepada genre-genre yang lain, misalnya pop,rock, soul, hingga reggae. Sebuah

fenomena yang disebut crossover, dimana aliran musik tersebut di atas juga

menambahkan unsur R&B di dalamnya.Fenomena tersebut merupakan salah satu

keunggulan dari musik R&B yakni bisa berkolaborasi dengan musik jenis apapun,

entah jenis pop, jazz, rock, bahkan klasik sekalipun sehingga musik R&B bisa

dikatakan cocok untuk segala umur.

Keberhasilan musik ini tidak terbatas pada kancah industri musik dunia,

tetapi juga terlihat pada ruang-ruang lain di ranah budaya pop. Film-film produksi

Hollywood belum dianggap ”keren” dan ”gaul” (oleh sebagian besar kaum anak

muda tentunya) kalau belum memasukkan lagu-lagu R&B sebagai soundtrack-

nya. Perhatikan saja soundtrack dari film Box Office: The Fast and The Furious

(2001) dan sekuelnya, 2 Fast 2 Furious (2003) hampir seluruh lagunya bergenre

R&B. Sifat R&B yang mampu bercrossover dengan genre musik lain menjadikan

musik ini seolah–olah tidak memiliki batasan tertentu untuk berkembang dan

begitu diminati di kalangan musisi serta anak muda dewasa ini. Jadi wajar saja

(16)

karena sifatnya yang bisa dibilang ’gaul’, sama persis dengan sifat anak muda

pada umumnya.

Animo masyarakat Medan (khususnya generasi muda) sangat tinggi

terhadap jenis musik ini, yang pada perkembangannya telah mengkombinasikan

elemen dari soul music, funk music, pop music, dan yang terakhir bergabung

hip-hop music (setelah tahun 1986). Pada saat ini jenis musik campuran ini dikenal

dengan nama contemporary R & B. Musik yang awal mulanya diperkenalkan oleh

orang kulit hitam Amerika ini (African-American) seakan menjadi bagian penting

bagi para generasi muda. Fakta ini didukung dengan banyaknya stasiun radio yang

memutar lagu- lagu beraliran ini. Munculnya dan berkembangnya banyak klub

penari breaker (tari yang dipengaruhi oleh budaya R&B kontemporer) di kalangan

generasi muda di Medan juga dipacu oleh kesenangan mereka terhadap genre

R&B kontemporer.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah sebelumnya, permasalahan

utama dari penelitian ini adalah bagaimana keberadan musik R&B di kota medan?

Permasalahan tersebut dapat dijabarkan ke dalam beberapa pertanyaan penelitian

(17)

1. Bagaimana perkembangan aliran musik R&B di kota Medan?

2. Bagaimana gaya hidup pemain musik R&B di kota Medan?

3. Apa motivasi pemain musik R&B membawakan aliran musik R&B di

kota Medan?

1.3 Lokasi penelitian

Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu pub and live music soccer di

Hotel Grand Angkasa Medan dan pub and live music the song di Hotel Tiara

Medan. Alasan memilih lokasi ini karena di dua tempat ini sering menyajikan

pertunjukan musik R&B setiap harinya.

1.4. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan

aliran musik R&B dan motivasi pemain musik R&B di kota Medan. Penelitian ini

juga bermanfaat sebagai suatu proses untuk menerapkan pengetahuan yang telah

di dapat melalui proses perkuliahan selama ini, serta sebagai sumbangan ilmu

pengetahuan bagi para akademisi dan masyarakat umum.

1.5Tinjauan Pustaka

Kebudayaan adalah : “Seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki

bersama oleh para anggota masyarakat,yang kalau dilaksanakan oleh para

anggotanya melahirkan prilaku yang dipandang layak dan dapat diterima

(18)

Malinowski (dalam Haviland, 1985) memberikan tiga tingkatan

fundamental.yang katanya harus dipecahkan oleh setiap kebudayaan, yaitu:

1. Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan biologis, seperti kebutuhan

akan pangan dan prokreasi.

2. Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan instrumental, seperti kebutuhan

akan hukum dan pendidikan.

3. Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan intergrative, seperti agama dan

kesenian.

Menurut Koentjaraningrat “kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan, dan

rasa, tindakan dan karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan

bermasyarakat,yang dijadikan miliknya belajar.” Dengan demikian hampir semua

yang dilakukannya dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak dibiasakannya

dengan belajar (yaitu naluri,refleks,tindakan-tindakan yang dilakukan akibat suatu

proses fisiologi), maupun berbagai tindakan membabi buta, sangat terbatas

.bahkan berbagai tindakan yang merupakan naluri(makan.minum,berjalan) juga

telah banyak dirombak oleh manusia itu sendiri, sehingga menjadi tindakan

berkebudayaan (Koenjaraningrat,1996:72-73).

Menurut koentjaraningrat (1996) kebudayaan memiliki tujuh unsur yang

dapat disebut sebagai isi pokok dari tiap kebudayaan, diantara tujuh unsur tersebut

adalah :

1. Bahasa

2. Sistem pengetahuan

3. Organisasi sosial

(19)

5. sistem mata pencaharian hidup

6. Sistem religi

7. Kesenian

Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan menunjukkan fungsinya

yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalaui kesenian, manusia

mencari, merasakan, dan menciptakan aktivitas yang dapat memenuhi rasa estetis,

sesuai dengan tuntutan emosionalnya (Thohir, 1989:4).

“Kebudayaan dalam istilah kesenian adalah: ciptaan dari pikiran atau

prilaku manusia yang fungsional estetis dan indah sehingga ia dapat dinikmati

dengan panca inderanya (yaitu penglihat, pencium, pengecap, persa, dan

pendengar)” (Koenjaraningrat.1997:19).

Berdasarkan indera pendengar manusia ,maka kesenian dibagi ke dalam :

1. Seni musik (termasuk seni musik tradisional)

2. Seni kesusastraan.

Musik adalah:

• Ilmu atau seni yang menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan

hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai

kesatuan dan kesinambungan.

• Nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama,

lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat

(20)

• Cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-

pola yang dapat dimengerti dan dipahami manusia. (Kamus Musik , 2003: 288).

Meriam (1963) mengatakan “penggunaan dan fungsi musik mewakili salah satu dari beberapa masalah penting…tidak hanya menggambarkan kenyataan tentang musik, akan tetapi, yang lebih penting lagi adalah arti sesungguhnya dari musik. Proses penggambaran kenyataan tersebut, menjadikan hal ini penting, menjadikannya sebagai bagian dari masukan yang cukup berarti, ketika hal tersebut diaplikasikannya untuk dapat menjelaskan fenomena yang digambarkan…tidak hanya untuk mengetahui hal itu saja, tetapi lebih penting lagi bagaimana hal tersebut (musik) buat masyarakan dan bagaimana hal tersebut bekerja.”

Lebih rinci lagi Adapun fungsi musik menurut Merriam (1963) antara lain sebagai

berikut :

1) Sebagai Media Hiburan

2) Sebagai Media pengobatan

3) Sebagai Media peningkatan kecerdasan (intelegensi)

4) Dipakai dalam suasana upacara keagamaan

5) Musik sebagai terapi tingkah laku

6) Sebagai sarana komunikasi

7) Sebagai representasi simbolis Sebagai peneguh ritus-ritus dan ikatan

sosial

Setelah menciptakan sebuah aktivitasnya kesenian, manusia akan selalu

berusaha untuk mencari cara, guna pengembangan selanjutnya. Hal ini karena

perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin maju. Sebelum

membicarakan lebih lanjut konsep pengembangan Musik R&B, perlu kiranya

terlebih dahulu dikemukakan apa yang dimaksud dengan pengembangan.

Pengembangan menurut Sedyawati (1984:39) mengandung dua

(21)

1. Pengembangan dalam arti pengolahan berdasarkan unsur-unsur tradisi yang

diberi nafas baru yang sesuai dengan tingkat perkembangan masa, tanpa

mengurangi atau menghilangkan nilai-nilai tradisi.

2. Pengembangan dalam arti penyebarluasan, untuk dapat dinikmati dan diresapi

oleh lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Pengembangan dalam pengertian pertama, sangat erat hubunganya dengan

masalah-msalah yang menyangkut soal mutu seni, yang dalam istilah asing

disebut development (perkembangan), sedangkan pengembangan dalam

pengertian yang kedua, dalam istilah asing dissemination (penyebaran). Menurut

Sedyawati (1981:50), pengembangan seni tradisi berarti membesarkan volume

penyajian, meluaskan wilayah pengenalannya. Tetapi juga berarti membesarkan

volume penyajiannya, meluaskan wilayah pengenalannya. Tetapi juga berarti

memperbanyak tersedianya kemungkinan untuk mengolah dan memperbaharui

wajah, suatu usaha yang mempunyai arti sebagai sarana untuk timbulnya

pencapaian kualitas.

Lebih lanjut (Sedyawati, 1981:7) menambahkan bahwa pengembangan

bertujuan agar seni tidak saja tetap hidup, melainkan bertujuan agar tetap tumbuh.

Pengembangan itu dapat meliputi perluasan variasi bentuk maupun perluasan

cakupan bidang garapannya. Dengan demikian berdasarkan uraian diatas,

pengembangan kesenian adalah menambah atau memperbbesar volume penyajian

suatu bentuk karya seni musik, (iringan/musik, tata rias, tata busana, tempat

pentas, dan pola lantai) dengan tujuan meningkatkan kualitas dengan tidak

(22)

Dalam Kamus Bahasa Indonesia kata bentuk mempunyai arti wujud yang

ditampilkan (Poerwadarminta, 1987:122). Selanjutnya menurut Suwandana

(1992:5) kata bentuk mempunyai arti sesuatu media atau alat komunikasi untuk

menyampaikan pesan tertentu dan pencipta kepada masyarakat sebagai penerima,

sementara Harol Eugg (dalam Isdiyanto, 1998:45) menyatakan bahwa bentuk

adalah organisasi yang paling cocok dan kekuatan-kekuatan, dari

hubungan-hubungan yang didasarkan oleh seniman, hingga ia dapat meletakkannya dengan

sesuatu materi obyektif. Bentuk adalah unsur dasar semua perwujudan.

Bentuk seni sebagai ciptaan seniman merupakan wujud dan ungkapan isi,

pandangan dan tanggapannya kedalam bentuk fisik yang dapat ditangkap indra.

Apabila kata bentuk digunakan dalam pengertian bentuk penyajian dalam Musik

R&B adalah segala sesuatu yang disajikan atau ditampilkan untuk dapat dinikmati

atau dilihatdan didengar. Kehadiran bentuk Musik R&B akan tampak pada Iringan

musik, pola kesinambungan musik, yang ditunjang dengan unsur-unsur

pendukung penampilan musiknya serta kesesuaian dengan maksud dan tujuan

musiknyanya. Unsur-unsur pendukung atau pelengkap sajian musik antara lain

symbol-simbol, gerak, iringan atau musik, tata rias, tata busana, dan tempat

pentas. Dari beberapa pendapat diatas, bentuk penyajian adalah wujud dari

beberapa rangkaian symbol-simbol, gerak, iringan musik, tata rias, tata busana,

tempat pentas, dan pola lantai yang sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan

suatu pesan tertentu dan pencipta kepada masyarakat.

Aliran Musik R&B Merupakan singkatan dari rhythm and blues yang

berarti merupakan salah satu dari aliran musik yang populer. Suatu aliran atau

(23)

yang merupakan kombinasi musik antara jazz dan blues. Pada perkembangannya

di tahun 1986 sebagai musik kontemporer, R&B mengkombinasikan elemen dari

soul music, funk music, pop music, dan hip-hop.(Wikipedia Free Dictionary,

www.wikipedia.com)

R&B Merupakan musik yang lahir dari sentuhan orang berkulit hitam di

Amerika pada tahun 1940an. Secara umum, generasi masa kini mengenal R&B

dari ciri khas adanya beat atau ketukan perkusi yang menonjol dalam

lagu-lagunya. Selain itu, setiap musik yang dimainkan oleh orang-orang berkulit hitam

kemudian oleh khalayak umum dipukul rata menjadi musik R&B.

(Wikipedia,2006 )

Musik popular cenderung diciptakan dengan beberapa sifat yang salah

satutya berupa representasi dari kehidupan manusia, dimana didalamnya terdapat

ekspresi, impresi, sugesti, dan lain-lain. George Plasketes mengatakan

“Musik merupakan pusat dari pengalaman usia remaja, meliputi identitasnya, ideology, dan aktivitas. Semakin meningkat, lirik lagu yang rumit menjadi sangat kuat dan sangat berarti, dari nyayian perorangan menjadi musik kelompok perlawanan untuk protes dan perubahan ditengah-tengah pergolakan politik dan social dengan latar belakang sebuah massa.” (dalam Thomas Inge dan Dennis Hall, 2002 : 1118)

R&B sebagai salah satu aliran musik pada masa sekarang ini termasuk

bagian dari budaya popular. William mendefinisikan empat makna dari istilah

popular yaitu :

“Disukai oleh banyak orang; berbentuk kegiatan atau usaha-usaha yang tidak utama; usaha yang digunakan untuk memenangkan selera masyarakat ; budaya diciptakan dan diperuntukkan untuk diri mereka sendiri.” (dalam storey, 2001 : 5-6).

Dari penjelasan diatas budaya popular sebagai serangkaian hal-hal

(24)

yang menjadi penciptanya, diproduksi secara massal dan untuk dikonsumsi secara

massal, serta mewakili atau memberikan ide dan tata prilaku bagi konsumennya

secara massal. Nilai simbolis dalam konsumsi tampak diinterpretasikan secara

berbeda oleh kelompok yang berbeda.

Goffman (1951) mengatakan :

“barang yang dikonsumsi kemudian menjadi wakil dari kehadiran. Hal ini berhubungan dengan aspek-aspek psikologis dimana konsumsi suatu produk berkaitan dengan perasaan atau rasa percaya diri yang menunjukkan bahwa itu bukan hanya sekedar assesoris, tetapi barang-barang merupakan isi dari kehadiran seseorang karena dengan cara itu ia berkomunikasi.”(dalam Abdullah 2006)

Berdasarkan proses konsumsi dapat dilihat bahwa konsumsi citra (image)

di satu pihak telah menjadi proses konsumsi yang penting dimana citra yang

dipancarkan oleh suatu produk dan praktik merupakan alat ekspresi diri bagi

kelompok. Proses konsumsi simbolis diatas telah menegaskan beberapa

kecenderungan yaitu salah satu diantaranya Abdullah (2006) mengatakan :

“Pertama, hidup di perkotaan telah menjadi suatu proses seni yang bertumpu pada the work of art, yang menegaskan nilai-nilai khusus. Hal ini dapat dilihat bahwa semua kelompok memperlihatkan keahlian didalam menempatkan diri secara lebih baik dalam posisinya masing-masing dengan kemampuan mempercantik atau menserasikan penampilan. Barang-barang atau praktik-praktik sebagai alat komunikasi telah mengalami proses intensifikasi yang berbeda. Penambahan gaya pada setiap bidang dari penampilan dan kebiasaan merupakan cara untuk menyesuaikan diri dengan konteks dimana seorang menjadi bagian yang bagaimanapun juga memperlihatkan kecenderungan-kecenderungan dalam pembentukan relativisme nilai. Sentuhan seni tampak pada setiap benda, seperti rumah dan sesisinya, praktik-praktik, seperti prilaku makan dan rekreasi. Semua itu dilakukan sebagai bagian dari proses estetis dengan lebih menekankan nilai-nilai simbolis ketimbang nilai kegunaan, yang ini mendorong redefinisi etika dalam kehidupan kolektif.”

Dari uraian di atas secara ringkas Musik R&B sebagai sebuah unsur

(25)

dengan penampilan musik beserta dengan para musisinya dan artisnya yang

menggunkan seperangkat produk yang menjadi citra (image) yang dikenakan

untuk mewakili kelompoknya, yang kemudian menjadi symbol-simbol yang

digemari oleh pengikut aliran musik ini.

1.6Metode Penelitian

1.6.1 Tipe dan pendekatan penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pendekatan

historis yang bersifat deskriptif, yang memberikan gambaran dengan cepat

tentang suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu, dengan mencari

Group Musik R&B yang memainkan musik ini dalam berbagai kurun waktu.

Seperti yang dijelaskan Hebert (dalam Koentjaraningrat, 1983: 30-32),

bahwa maksud dari penelitian diskriptif adalah semata-mata untuk memberikan

gambaran yang tepat dari suatu gejala dan pokok perhatian adalah pengaturan

yang cermat dari satu atau lebih variable terikat dalam suatu kelompok penduduk

tertentu. Penelitian diskriptif kualitatif menurut Rahman (1993: 108), adalah

prosedur penelitian yang menggunakan data diskriptif berupa kata-kata tertulis

atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini

menggunakan pendekatan kualitatif karena ingin mendeskripsikan berupa

(26)

1.6.2 Pengumpulan data

Teknik penumpulan data yang digunakan berupa data kualitatif, yaitu

pengumpulan data yang tidak menggunakan perhitungan angka, namun

berdasarkan fakta-fakta yang diproleh melalui : metode observasi dan wawancara

Observasi, wawancara, dan dokumen.

Mendeskripsikan masalah mengenai musik R&B yang terdapat di kota

medan, penelitian akan langsung turun ke kelapangan sebagai suatu upaya untuk

memperoleh data primer dari wawancara dan observasi, slain itu peneliti juga

akan melakukan studi kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Dalam

penelitian kualitatif untuk memperoleh data primer tersebut metode yang

digunakan adalah :

a. Observasi

Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek. adapun jenis

Observasi yang penulis lakukan adalah observasi langsung. Dalam pengamatan

penulis tidak turut aktif dalam kegiatan dan tugas yang dijalankan oleh para

subjek, tetapi penulis cukup mengadakan pengamatan pengambilan data. Metode

observasi dilakukan guna mengetahui situasi dalam konteks ruang dan waktu pada

daerah penelitian. Menurut penulis data yang diperoleh dari hasil wawancara saja

(27)

diperlukan suatu aktivitas dengan langsung mendatangi suatu tempat penelitian

dan melakukan pengamatan. Penulis menggunakan alat bantu kamera untuk

mengambil gambarnya. Hal-hal yang diamati adalah bentuk penyajian aliran

musik R&B dan Aktivitas para pelaku musik R&B di kota Medan.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan

dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara atau terviewer yang mengajukan

pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban dari pertanyaan

yang diajukan (Moleong, 1998: 115). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan

wawancara Mendalam.

Wawancara mendalam yang dilakukan dipandu dengan pedoman

wawancara (interview guide). Wawancara mendalam dilakukan terhadap

informan pangkal, informan kunci dan informan biasa. Informan pangkal

merupakan informan awal yang dijumpai yang dianggap dapat membantu peneliti

dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi informan pangkal

adalah Ketua perkumpulan musisi R&B di Medan. Informan kunci merupakan

informan yang memiliki pengetahuan yang luas tentang masalah yang sedang di

teliti. Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah Musisi dan

penggemar musik di Medan dari kalangan Musik R&B. Sedangkan yang menjadi

informan biasa adalah masyarakat umum yang memiliki perhatian khusus pada

bidang musik. Jumlah informan kunci dan informn biasa ditentukan sesuai dengan

kebutuhan data yang akan diperoleh.

Wawancara mendalam yang di tujukan kepada informan untuk

(28)

- Wawancara dengan ketua perkumpulan musik R&B di kota Medan, untuk

memperoleh informasi tentang asal-usul masuk dan berkembangnya musik

R&B di kota Medan.

- Wawancara dengan seniman R&B untuk memperoleh informasi tentang

gaya hidup musisi Aliran musik R&B dan motivasi mereka membawakan

musik R&B.

- Wawancara dengan Penggemar musik R&B serta masyarakat umum untuk

memperoleh informasi tentang gambaran dan pandangan umum mengenai

keberadaan musik R&B di kota Medan.

1.6.3 Analisa Data

Analisa data merupakan sebuah pengkajian di dalam data yang mencakup

prilaku objek, atau pengetahuan yang teridentifikasi. Beberapa hal yang dilakukan

dalam analisa data yaitu: pemilihan, pemilahan, kategorisasi dan evaluasi data.

Data yang diperoleh tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis domain.

Teknik analisis domain digunakan untuk menganalisis gambaran objek penelitian

secara umum, namun relatif utuh tentang objek penelitian. Artinya analisis hasil

penelitian ini hanya ditargetkan untuk memperoleh gambaran seutuhnya mengenai

perkembangan aliran musik R&B di kota Medan.

Langkah selanjutnya data-data akan di analisis secara kualitatif

keseluruhan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan sumber

kepustakaan disusun berdasarkan pemahaman-pemahaman akan fokus penelitian

(29)

BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

2.1. Sejarah Kota Medan

Pada zaman dahulu Kota Medan ini dikenal dengan nama Tanah Deli dan

keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha. Beberapa sungai

melintasi Kota Medan ini dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungai-sungai

itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra,

Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera.

Pada mulanya yang membuka perkampungan Medan adalah Guru

Patimpus lokasinya terletak di Tanah Deli, maka sejak zaman penjajahan orang

selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman

kemerdekaan lama kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap

sehingga akhirnya kurang popular.

Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari Sungai Ular (Deli

Serdang) sampai ke Sungai Wampu di Langkat sedangkan Kesultanan Deli yang

berkuasa pada waktu itu wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah diantara

kedua sungai tersebut.

Secara keseluruhan jenis tanah di wilayah Deli terdiri dari tanah liat, tanah

(30)

merupakan penelitian dari Van Hissink tahun 1900 yang dilanjutkan oleh

penelitian Vriens tahun 1910 bahwa disamping jenis tanah seperti tadi ada lagi

ditemui jenis tanah liat yang spesifik. Tanah liat inilah pada waktu penjajahan

Belanda ditempat yang bernama Bakaran Batu (sekarang Medan Tenggara atau

Menteng) orang membakar batu bata yang berkwalitas tinggi dan salah satu pabrik

batu bata pada zaman itu adalah Deli Klei.

Mengenai curah hujan di Tanah Deli digolongkan dua macam yakni :

Maksima Utama dan Maksima Tambahan. Maksima Utama terjadi pada

bulan-bulan Oktober s/d bulan-bulan Desember sedang Maksima Tambahan antara bulan-bulan

Januari s/d September. Secara rinci curah hujan di Medan rata-rata 2000 pertahun

dengan intensitas rata-rata 4,4 mm/jam.

Menurut Volker pada tahun 1860 Medan masih merupakan hutan rimba

dan disana sini terutama dimuara-muara sungai diselingi pemukiman-pemukiman

penduduk yang berasal dari Karo dan semenanjung Malaya. Pada tahun 1863

orang-orang Belanda mulai membuka kebun Tembakau di Deli yang sempat

menjadi primadona Tanah Deli. Sejak itu perekonomian terus berkembang

sehingga Medan menjadi Kota pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatera

Utara.

Pada awal perkembangannya merupakan sebuah kampung kecil bernama

"Medan Putri". Perkembangan Kampung "Medan Putri" tidak terlepas dari

posisinya yang strategis karena terletak di pertemuan sungai Deli dan sungai

Babura, tidak jauh dari jalan Putri Hijau sekarang. Kedua sungai tersebut pada

(31)

sehingga dengan demikian Kampung "Medan Putri" yang merupakan cikal bakal

Kota Medan, cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting.

Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan

isteri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan melahirkan anaknya yang

pertama seorang laki-laki dan dinamai si Kolok. Mata pencarian orang di

Kampung Medan yang mereka namai dengan si Sepuluh dua Kuta adalah bertani

menanam lada. Tidak lama kemudian lahirlah anak kedua Guru Patimpus dan

anak inipun laki-laki dinamai si Kecik.

Pada zamannya Guru Patimpus merupakan tergolong orang yang

berfikiran maju. Hal ini terbukti dengan menyuruh anaknya berguru (menuntut

ilmu) membaca Alqur’an kepada Datuk Kota Bangun dan kemudian

memperdalam tentang agama Islam ke Aceh. Keterangan yang menguatkan

bahwa adanya Kampung Medan ini adalah keterangan H. Muhammad Said yang

mengutip melalui buku Deli In Woord en Beeld ditulis oleh N.Ten Cate.

Keterangan tersebut mengatakan bahwa dahulu kala Kampung Medan ini

merupakan Benteng dan sisanya masih ada terdiri dari dinding dua lapis berbentuk

bundaran yang terdapat dipertemuan antara dua sungai yakni Sungai Deli dan

sungai Babura. Rumah Administrateur terletak diseberang sungai dari kampung

Medan. Kalau kita lihat bahwa letak dari Kampung Medan ini adalah di Wisma

Benteng sekarang dan rumah Administrateur tersebut adalah kantor PTP IX

(32)

Sekitar tahun 1612 setelah dua dasa warsa berdiri Kampung Medan,

Sultan Iskandar Muda yang berkuasa di Aceh mengirim Panglimanya bernama

Gocah Pahlawan yang bergelar Laksamana Kuda Bintan untuk menjadi pemimpin

yang mewakili kerajaan Aceh di Tanah Deli.

Gocah Pahlawan membuka negeri baru di Sungai Lalang, Percut.

Selaku Wali dan Wakil Sultan Aceh serta dengan memanfaatkan

kebesaran imperium Aceh, Gocah Pahlawan berhasil memperluas wilayah

kekuasaannya, sehingga meliputi Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan

Medan Deli sekarang. Dia juga mendirikan kampung-kampung Gunung Klarus,

Sampali, Kota Bangun, Pulau Brayan, Kota Jawa, Kota Rengas Percut dan

Sigara-gara.

Dengan tampilnya Gocah pahlawan mulailah berkembang Kerajaan Deli

dan tahun 1632 Gocah Pahlawan kawin dengan putri Datuk Sunggal. Setelah

terjadi perkawinan ini raja-raja di Kampung Medan menyerah pada Gocah

Pahlawan.

Gocah Pahlawan wafat pada tahun 1653 dan digantikan oleh puteranya

Tuangku Panglima Perunggit, yang kemudian memproklamirkan kemerdekaan

Kesultanan Deli dari Kesultanan Aceh pada tahun 1669, dengan ibukotanya di

Labuhan, kira-kira 20 km dari Medan.

Jhon Anderson seorang Inggris melakukan kunjungan ke Kampung Medan

tahun 1823 dan mencatat dalam bukunya Mission to the East Coast of Sumatera

(33)

tapi dia hanya melihat penduduk yang berdiam dipertemuan antara dua sungai

tersebut.

Anderson menyebutkan dalam bukunya “Mission to the East Coast of

Sumatera“ (terbitan Edinburg 1826) bahwa sepanjang sungai Deli hingga ke

dinding tembok mesjid Kampung Medan di bangun dengan batu-batu granit

berbentuk bujur sangkar. Batu-batu ini diambil dari sebuah Candi Hindu Kuno di

Jawa.

Pesatnya perkembangan Kampung "Medan Putri", juga tidak terlepas dari

perkebunan tembakau yang sangat terkenal dengan tembakau Delinya, yang

merupakan tembakau terbaik untuk pembungkus cerutu. Pada tahun 1863, Sultan

Deli memberikan kepada Nienhuys Van der Falk dan Elliot dari Firma Van

Keeuwen en Mainz & Co, tanah seluas 4.000 bahu (1 bahu = 0,74 ha) secara

erfpacht 20 tahun di Tanjung Sepassi, dekat Labuhan. Contoh tembakau deli.

Maret 1864, contoh hasil panen dikirim ke Rotterdam di Belanda, untuk diuji

kualitasnya. Ternyata daun tembakau tersebut sangat baik dan berkualitas tinggi

untuk pembungkus cerutu.

Kemudian di tahun 1866, Jannsen, P.W. Clemen, Cremer dan Nienhuys

mendirikan de Deli Maatscapij di Labuhan. Kemudian melakukan ekspansi

perkebunan baru di daerah Martubung, Sunggal (1869), Sungai Beras dan

Klumpang (1875), sehingga jumlahnya mencapai 22 perusahaan perkebunan pada

tahun 1874. Mengingat kegiatan perdagangan tembakau yang sudah sangat luas

dan berkembang, Nienhuys memindahkan kantor perusahaannya dari Labuhan ke

(34)

semakin ramai dan selanjutnya berkembang dengan nama yang lebih dikenal

sebagai "Kota Medan".

2.2. Kota Medan Secara Geografis

Secara geografis, Kota Medan memiliki kedudukan strategis sebab

berbatasan langsung dengan Selat Malaka di bagian Utara, sehingga relatif dekat

dengan kota-kota / negara yang lebih maju seperti Pulau Penang Malaysia,

Singapura dan lain-lain. Demikian juga secara demografis Kota Medan

diperkirakan memiliki pangsa pasar barang/jasa yang relatif besar. Hal ini tidak

terlepas dari jumlah penduduknya yang relatif besar dimana tahun 2007

diperkirakan telah mencapai 2.083.156 jiwa. Demikian juga secara ekonomis

dengan struktur ekonomi yang didominasi sektor tertier dan sekunder, Kota

Medan sangat potensial berkembang menjadi pusat perdagangan dan keuangan

regional/nasional.

Sesuai dengan dinamika pembangunan kota, luas wilayah administrasi

Kota Medan telah melalui beberapa kali perkembangan. Pada Tahun 1951,

Walikota Medan mengeluarkan Maklumat Nomor 21 tanggal 29 September 1951,

yang menetapkan luas Kota Medan menjadi 5.130 Ha, meliputi 4 Kecamatan

dengan 59 Kelurahan. Maklumat Walikota Medan dikeluarkan menyusul

keluarnya Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 66/III/PSU tanggal 21

September 1951, agar daerah Kota Medan diperluas menjadi tiga kali lipat.

Melaui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1973

Kota Medan kemudian mengalami pemekaran wilayah menjadi 26.510 Ha yang

terdiri dari 11 Kecamatan dengan 116 Kelurahan. Berdasarkan luas administrasi

(35)

140/2271/PUOD, tanggal 5 Mei 1986, Kota Medan melakukan pemekaran

Kelurahan menjadi 144 Kelurahan.

Perkembangan terakhir berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH

Tingkat I Sumatera Utara Nomor 140.22/2772.K/1996 tanggal 30 September 1996

tentang pendefitipan 7 Kelurahan di Kotamadya Daerah Tingkat II Medan

berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 1992

tentang Pembentukan Beberapa Kecamatan di Kotamadya Daerah Tingkat II

Medan, secara administrasi Kota Medan dimekarkan kembali, dibagi atas 21

Kecamatan yang mencakup 151 Kelurahan. Berdasarkan perkembangan

administratif ini Kota Medan kemudian tumbuh secara geografis, demografis dan

sosial ekonomis.

Gbr.I Peta kota Medan

Secara administratif , wilayah kota medan hampir secara keseluruhan

berbatasan dengan Daerah Kabupaten Deli Serdang, yaitu sebelah Barat, Selatan

dan Timur. Sepanjang wilayah Utara nya berbatasan langsung dengan Selat

(36)

Daya alam (SDA), Khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Karenanya

secara geografis kota Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya Sumber

daya alam seperti Deli Serdang , Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli Utara,

Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini

menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai

kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan, saling memperkuat

dengan daerah-daerah sekitarnya.

Di samping itu sebagai daerah yang pada pinggiran jalur pelayaran Selat

Malaka, Maka Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu

masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik

maupun kuar negeri (ekspor-impor). Posisi geografis Kota Medan ini telah

mendorong perkembangan kota dalam 2 kutub pertumbuhan secara fisik , yaitu

daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.

2.3. Kota Medan Secara Demografis

Penduduk Kota Medan memiliki ciri penting yaitu yang meliputi unsur

agama, suku etnis, budaya dan keragaman (plural) adat istiadat. Hal ini

memunculkan karakter sebagian besar penduduk Kota Medan bersifat terbuka.

Secara Demografi, Kota Medan pada saat ini juga sedang mengalami masa

transisi demografi. Kondisi tersebut menunjukkan proses pergeseran dari suatu

keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian tinggi menuju keadaan dimana

tingkat kelahiran dan kematian semakin menurun. Berbagai faktor yang

(37)

masyarakat dan perubahan social ekonominya. Di sisi lain adanya faktor

perbaikan gizi, kesehatan yang memadai juga mempengaruhi tingkat kematian.

Dalam kependudukan dikenal istilah transisi penduduk. Istilah ini

mengacu pada suatu proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingkat

kelahiran dan kematian tinggi ke keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian

rendah. Penurunan pada tingkat kelahiran ini disebabkan oleh banyak factor,

antara lain perubahan pola berfikir masyarakat akibat pendidikan yang

diperolehnya, dan juga disebabkan oleh perubahan pada aspek sosial ekonomi.

Penurunan tingkat kematian disebabkan oleh membaiknya gizi masyarakat akibat

dari pertumbuhan pendapatan masyarakat. Pada tahap ini pertumbuhan penduduk

mulai menurun.

Pada akhir proses transisi ini, baik tingkat kelahiran maupun kematian sudah tidak

banyak berubah lagi, akibatnya jumlah penduduk juga cenderung untuk tidak

banyak berubah, kecuali disebabkan faktor migrasi atau urbanisasi.

Komponen kependudukan lainnya umumnya menggambarkan berbagai

berbagai dinamika social yang terjadi di masyarakat, baik secara sosial maupun

kultural. Menurunnya tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian

(mortalitas), meningkatnya arus perpindahan antar daerah (migrasi) dan proses

urbanisasi, termasuk arus ulang alik (commuters), mempengaruhi kebijakan

kependudukan yang diterapkan. Pada akhir proses transisi ini, baik tingkat

kelahiran maupun kematian sudah tidak banyak berubah lagi, akibatnya jumlah

penduduk juga cenderung untuk tidak banyak berubah, kecuali disebabkan faktor

(38)

Tabel Jumlah Laju Pertumbuhan dan Kepadatan Penduduk

Di Kota Medan Tahun 2005 – 2007

Tahun

Keterangan : * Angka Sementara Pertengahan Tahun 2007

Melalui data tabel diatas diketahui, jumlah penduduk Kota Medan mengalami

peningkatan dari 2,036 juta jiwa pada tahun 2005 menjadi 2,067 juta jiwa pada

tahun 2006 dan 2,083 juta jiwa pada tahun 2007. Dari tahun ke tahun laju

pertumbuhan mengalami peningkatan dari 1,50 persen pada tahun 2005

meningkta menjadi 1,53 persen pada tahun 2006, dan menurun kembali menjadi

0,77 persen pada tahun 2007.

2.4. Kota Medan Sebagai Metropolitan

Beralih menjadi kota metropolis, kini Medan semakin hingar bingar

(39)

hal ini terlihat dari lokasi hiburan malam yang selalu penuh sesak dipenuhi

masyarakat dari berbagai usia. Mulai dari live musik, klub malam hingga diskotik

mulai berkembang di kota Medan.

Gbr.2. Tiara Pub di Medan

Fasilitas yang diperoleh pengunjung di Live musik, Club Malam dan

Diskotik malah sulit untuk dibedakan. Bahkan, perbedaan ini juga ternyata

membingungkan instansi yang mengurusi fasilitas pariwisata di Kota Medan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Medan Sesuai dengan perda NO.

37/2002 tentang Retribusi Izin Fasilitas Pariwisata. Di dalam Perda itu tak ada

yang merinci dengan jelas tentang perbedaan jenis tempat hiburan malam. Bila

secara defenisi, Kepala Bidang Sarana dan Prasana Pariwisata Kota Medan,

Ramlan menerangkan, Live Musik merupakan tempat untuk mendengarkan musik

(40)

Sedangkan untuk Club Malam, merupakan musik yang dipancarkan langsung dari

satu tempat dan kecenderungannya musik DJ, sementara itu, Diskotik ini sendiri

merupakan fasilitas hiburan malam yang merupakan full musik DJ dan disediakan

tempat untuk berdisko. Kenyataannya, aturan perbedaan ini tak sesuai dengan apa

yang ada di Medan. Sejumlah fasilitas hiburan malam khususnya Live Musik,

Diskotik dan Club Malam hampir seluruhnya menyediakan musik DJ. Uniknya,

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak mengetahui hal ini.

Saat disinggung mengenai alat untuk perbedaan ketiga fasilitas pariwisata

Kota Medan ini, Ramlan mengakui bahwa sulit untuk dirinci masalah perbedaan

fasilitas hiburan malam jenis ini. Bisa dilihat sekarang ini, diskotik itu ada lima

yang memiliki izin yakni LG, The Song, M-Three, X-Three dan Iguana dan untuk

Club Malam ada dua yaitu Super dan Tobasa.

Beberapa tempat hiburan yang menyajikan musik sebagai hiburan di waktu

(41)

1. Diskotik di Niagara Hotel

2. Diskotik Retro di gedung Capital Building di Jalan Putri Hijau Medan

3. Diskotik F1 Jalan Kolonel Sugiono

4. Iguana Diskotik, Jalan Iskandar

5. The Song Diskotik (Tiara Hotel) Alamat: Jl. Imam Bonjol

6. Diskotek Sing a Long Hotel Novotel Soechi

7. Diskotik M-3 Thamrin Plaza

8. Soccer Music Lounge Jl. Sutomo No. 1 Basement Hotel Grand Angkasa,

Medan.

9. Station Karaoke Tiara Convention Center, Ground Floor – Medan

10.Rainbow Karaoke Jl. H. Adam Malik no. 5

11.Flamingo Karaoke & Lounge Deli Plaza Lt. II

12.Ozone Music Lounge Jl. H. Adam Malik No. 5

13.Party Box Karaoke Semarak International Hotel

14.Equator Karaoke Hotel Novotel Soechi Medan

15.Anggrek Coffee House Jl. H.Adam Malik No.5

16.Bel Mondo Cafe & Noodle House Jl. KH. Zainul Arifin No. 122 B

17.Famous Seafood & Cafe Jl. S. Parman Blok A no.21

18.Equator Pub Hotel Novotel Soechi Medan

19.Kakatua Cafe Quality Suite Lt. II Jl. Listrik No. 15

20.La Salvador Jl. S. Parman No. 308 / 40

21.Zodiac pub Novotel Soechi Medan

22.Inul Vista karaoke jln Multatuli

(42)

24.Nav karaoke Jln Raden Saleh

25.Karaoke Keluarga Jln Multatuli

2.5. Pub dan Live Musik The Song

The song adalah Pub, live musik dan diskotik yang berada di lantai satu

gedung hotel Tiara Medan yang terletak di jalan cut mutiah Medan. The Song Pub

dibangun pada bulan februari tahun 2002, dengan luas lebih kurang 1.758,93 m²

tujuan pembangunannya adalah untuk menyediakan tempat hiburan.

Gbr. 3. Hotel Tiara Medan

The Song menghadirkan beragam hiburan dengan tema-tema yang

berbeda-beda. Mulai dari Minggu malam dengan tema Kembang Kenangan, pada

Senin malam akan menampilkan dua band dengan tema By One Get One Nite.

(43)

Kamis malam temanya Jugling Nite, dan Jumat malam temanya Dj Party, serta

Sabtu malam temanya Sexy Dancer. The Song Pub menghadirkan suasana

nyaman dengan layanan penuh dengan senyuman. The Song Pub juga

menghadirkan beragam minuman coocktail dari segala jenis. Sedangkan suasana

yang dihadirkan tiap malam desain interiornya ala bangsa Romawi. Kenyamanan

didukung dengan desain interior bangsa Romawi. seperti, menempatkan beberapa

patung-patung seperti penjaga atau tentara Romawi. Ada juga desain bangunan

dengan sentuhan batu alam di setiap dindingnya, menambah kesan eksklusif.

Selain menghadirkan live musik setiap malam dengan tema yang

berbeda-beda, The Song Pub di Hotel Tiara Medan juga menggelar program promo untuk

pengunjungnya. Program promo diberikan khusus untuk minuman. Yakni, setiap

memesan satu minuman, akan mendapat satu minuman jenis yang sama dan

promo minuman ini hanya berlaku untuk jenis minuman hardrink saja. Namun

program ini tidak memiliki batas waktu, malam apa saja program ini bisa

digunakan.

Selain program tersebut The Song Pub juga memberikan diskon sebesar 20

persen. Diskon sebesar ini diperuntukkan untuk tamu atau pengunjung yang masih

terbilang baru mengunjungi The Song Pub. Yang lebih menarik lagi, jika telah

menjadi member, maka diskon yang diberikan mulai dari 30 persen hingga 40

persen. Seperti yang dikatakan Dewi Manajer operasional The Song :

“Kalau masuk memang kita tidak mengenakan biaya apapun. Kita hanya

mengenakan biaya ketika pengunjung memesan minuman atau snack,”

Untuk masuk menjadi member tidak sulit. Cukup melakukan kunjungan

(44)

“Kita tidak mengenai biaya apapun untuk menjadi member. Mau jadi member, maka datanglah secara rutin dan sering, minimal tiga kali kunjungan. Maka secara otomatis akan menjadi member kita dan mendapatkan kartu member,”

The Song beropersi mulai pukul 21.00 WIB sd 02.00 WIB. Setiap harinya

di perkirakan 30 sampai 50 orang pengunjung yang datang ke pub ini. The song

juga merupakan sebuah wadah komunitas dan hiburan yang digunakan sebagai

sarana penyaluran hobi dalam bermusik (baik sebagai penikmat maupun

performer musik), dan berbincang santai oleh pengunjungnya sambil menikmati

minuman dan makanan ringan. Mereka yang datang pada umumnya adalah

komunitas penggemar musik musik R&B pada khususnya dan penggemar musik

pada umumnya yang lebih ingin mengenal musik R&B itu sendiri. Kebanyakan

pengunjung yang datang adalah dari kalangan remaja, mahasiswa, dan profesional

muda. Pengunjung yang datang di kategorikan sebagai orang-orang yang sudah

dewasa yaitu dari umur 17 sampai dengan 50 tahun Tujuan mereka datang ke

tempat ini bermacam-macam,ada yang hanya ingin berbincang sambil bersantai

menikmati musik, ada yang ingin menyalurkan kemampuan bermusik mereka

dengan tampil di live music, dan ada juga yang hanya sekedar mampir

melepaskan lelah setelah seharian bekerja.

The Song dikategorikan sebagai salah satu tempat hiburan yang dilengkapi

dengan fasilitas-fasilitas yang modern. Ruangannya memiliki AC yang membuat

ruangan menjadi sejuk dan tidak membuat konsumen gerah, dilengkapi dengan

areal parkir yang luas dan aman sehingga kendaraan pengunjung aman dan

mereka tidak perlu was-was pada saat menikmati hiburan, dan juga dilengkapi

(45)

melakukan kegiatan kejahatan dan juga terhindar dari kejahatan. Setiap

Pemesanan makanan dan minuman dihitung dengan menggunakan mesin register

yang berfungsi untuk menghitung belanjaan konsumen, dan dilengkapi dengan

fasilitas bayar dengan menggunakan credit card atau autodebit dari tabungan

sehingga konsumen tidak perlu membawa uang tunai ketika berkunjung.

Tugas dari Pramusaji Cafe dan Bar melayani tamu, dan menyiapkan pesanan

tamu, sedangkan Bartender bertugas menyiapkan peralatan bar, menata botol

minuman di back bar untuk display, menyajikan minuman kepada pengunjung dan

pramusaji sesuai order yang telah ditulis, Kasir bertugas menerima pembayaran

sesuai jumlah yang seharusnya diterima sesuai dengan yang tertera di billnya, baik

tunai atau kartu kredit yang berlaku. Operator bertugas menghidupkan dan

mematikan peralatan sound system, merawat sound system agar selalu dalam kondisi

normal, memperbaiki kerusakan-kerusakan peralatan musik, menjaga kebersihan dan

kenyamanan panggung. Lighting dan Mixing bertugas mengatur lighting dan sound

di stage saat live music berlangsung, mengatur sound dari microphone maupun alat

musik saat live music berlangsung. Alat musik terdiri dari drum, gitar, bas, keyboard,

microphone, amplifier, sound system dan alat efek.

Fasilitas lain The Song juga dilengkapi dengan toilet yang bersih dan

nyaman, pengelola juga telah menyediakan cleaning service yang bertugas

menjadikan Soccer selalu bersih. Selain menyediakan cleaning service pengelola

juga memperkerjakan satpam yang menjaga keamanan.

(46)

Berdasarkan struktur organisasi yang ada, terlihat bahwa struktur

organisasi The song adalah berbentuk struktur organisasi garis. Dengan struktur

organisasi garis ini, maka setiap bawahan mempunyai seseorang atasan langsung,

sehingga dengan demikian ia akan menerima perintah secara langsung dari atasan

secara vertikal, sesuai dengan garis wewenangnya langsung dari pihak pimpinan

pada pihak bawahan.

Struktur organisasi The song terdiri dari:

1. Unsur Pimpinan Dewan Direksi, terdiridari:

- Direktur Utama

2. Unsur Staf, terdiri dari::

- Satuan Pengawas Intern

- Bagian Umum

- Bagian Hukum dan Humas

- Bagian Keuangan

- Bagian Penertiban dan Keamanan

- Bagian Perencanaan dan Evaluasi

- Bagian Kebersihan dan Perawatan

3. Unsur Pelaksanaan

4. Sub Bagian Pemasaran .

(47)

Satu lagi Tempat hiburan yang menyajikan musik adalah Soccer Karaoke

and Music Lounge. Soccer terletak di dalam Hotel Grand Angkasa Medan, Jalan

Sutomo Medan. Soccer di bangun pada tahun 2001 dengan luas lebih kurang

1.474, 88 m². Tujuan dari pembangunan Soccer ini adalah fasilitas hoel Grand

Angkasa dan sebagai sarana hiburan. Soccer terdiri dari live music dan karaoke ini

memberikan nuansa ruangan yang bertemakan olahraga sepak bola.

Gbr. 5. Soccer Pub dan live Music

Khusus untuk karaoke, Soccer menyediakan fasilitas yang lain dari pada

biasanya. Pengunjung bukan hanya dapat menikmati asyiknya suara sendiri dalam

ruangan karaoke yang Anda pesan tersebut, tapi juga rasa nyaman. Tempat

hiburan satu ini memang menarik dijadikan sebagai referensi bagi para keluarga

yang ingin bersantai bersama di waktu weekend. David, Purchasing Soccer and

Music Lounge Grand Angkasa Medan mengatakan :

(48)

standartnya saja dapat menampung sebanyak 10 orang di dalamnya. Sedangkan ruang VIP nya dapat mencapai kapasitas 20 orang. Ruangan ini sangat cocok dengan keluarga yang memiliki jumlah anggota keluarga yang terbilang banyak,”

Sedangkan bagi Pengunjung bersama keluarga yang ingin menikmati

pertunjukkan musik langsungnya, Soccer juga menyediakan fasilitas ruang

pertunjukkan musik di dalamnya. Hiburan yang satu ini juga menarik, karena

disini pengunjung bersama keluarga dapat menikmati pertunjukkan musik.

Bahkan, Soccer juga sering mendatangi artis-artis ibukota sebagai bintang tamu

kegiatan hiburan di Music Loungenya. Malah tak jarang, juga band-band papan

kelas atas didatangkan ke Soccer.

Konsumen dari Soccer terdiri dari berbagai golongan , ada tua muda,

wanita, pria, mulai dari anak-anak SMP, SMA, Mahasiswa, Pekerja tetapi

sebagian besar konsumen terdiri atas anak muda belia dan remaja. Pada masa

sekarang ini masyarakat konsumen menganggap sebuah pub tidak hanya sebagai

tempat yang digunakan untuk makan/minum saja, tetapi sering digunakan oleh

konsumen sebagai medan/area/tempat untuk berkomunikasi, seperti remaja yang

senang berkumpul-kumpul untuk bercerita, curhat, mengobrol dan bergosip. Dan

terkadang tidak hanya para remaja para eksekutif muda dan para pebisnis juga

mulai suka menggunakan pub untuk mencari teman, koneksi, untuk

pertemuan/meeting, perembugan sebuah proyek, untuk melloby orang atau bisa

saja café itu hanya sekadar digunakan sebagai tempat untuk bersantai, rileks,

mencari keasyikan tersendiri sebagai sensasi karena adanya kebosanan yang

Figur

Tabel Jumlah
Tabel Jumlah . View in document p.38

Referensi

Memperbarui...