• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proyeksi Kesempatan Kerja Di Kabupaten Deli Serdang Untuk Tahun 2007-2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Proyeksi Kesempatan Kerja Di Kabupaten Deli Serdang Untuk Tahun 2007-2011"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN

DELI SERDANG UNTUK TAHUN 2007-2011

TUGAS AKHIR

LILIS SURYANI

052407031

PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA

DEPARTEMEN METEMATIKA

FAKULTAS MATEMETIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN DELI SERDANG UNTUK TAHUN 2007-2011

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya

LILIS SURYANI 052407031

PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN METEMATIKA

(3)
(4)

PERSETUJUAN

Judul : PROYEKSI KESEMPATAN KERJA

DIKABUPATEN DELI SERDANG UNTUK TAHUN 2007 - 2011

Kategori : TUGAS AKHIR

Nama : LILIS SURYANI

Nomor induk Mahasiswa : 052407031

Program Studi : DIPLOMA-3 STATISTIKA

Departemen : MATEMATIKA

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, Juni 2008

Diketahui/Disetujui oleh

Departemen Matematika FMIPA USU

Ketua, Pembimbing

Dr. Saib Suwilo, M.Sc Drs. Djakaria Sebayang

(5)

PERNYATAAN

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN DELI SERDANG UNTUK TAHUN 2007-2011

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah kerja saya sendiri, kecuali beberapa

kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Juni 2008

LILIS SURYANI

(6)

PENGHARGAAN

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan

karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang berguna untuk

memenuhi persyaratan bagi mahasiswa Program Pendidikan Diploma-3 Statistika

Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Dan

shalawat beriring salam semoga tercurah kepada Baginda rasulullah SAW yang telah

membawa kehidupan ini dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.

Dalam hal ini penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari

sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun

dari pembaca.

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimah kasih kepada :

1. Bapak Dr. Eddy Marlianto, M.Sc selaku Dekan Fakultas Matimatika dan Ilmu

Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU).

2. Bapak Dr. Saib Suwilo, M.Sc Selaku Ketua Departemen Matematika USU.

3. Bapak Drs. Suwarno Ariswoyo, M.Si selaku Dosen Wali yang telah membantu

dalam pelaksanaan proses perkuliahan dan Tugas Akhir ini.

4. Bapak Drs. Djakaria Sebayang selaku Dosen Pembimbing yang telah

memberikan waktu dan bimbingan kepada penulis dalam penyusunan Tugas

Akhir ini hingga selesai.

5. Seluruh Staff dan Pegawai yang ada di Badan Pusat Statistika (BPS) yang

telah membantu dalam pelaksanaan Tugas Akhir ini.

6. Bapak dan Ibu Staff Pengajar FMIPA USU, khususnya Program D3 Statistika

yang telah mendidik selama penulis di Perguruan Tinggi.

7. Kepada yang teristimewa Ayah dan Ibu tercinta atas segala do’a serta kasih

sayangnya yang selama ini diberikan kepada penulis, baik dukungan moril

maupun materil yang telah memberikan dorongan kepada penulis.

8. Adikku tersayang Chandra dan Amalia yang imut dan jail-jail, serta sahabat

terbaikku Ratna, Lili, Intan, Dewi terimah kasih atas nasehat, semangat, kritik

(7)

9. Kepada teman-teman satu kosku yang caem-caem makasih atas dukungan,

semangat dan do’a untuk penulis.

10.Sahabat terdekatku Limah, Renny, Eka, Miss, Ita, Fitri, Dita dan teman-teman

Stambuk ’05 atas pengorbanan, tenaga, waktu dan kesabaran. Semoga

persahabatan yang dilandasi cinta karena Allah ini abadi untuk selamanya.

Amin.

Medan, Juni 2008

Penulis

Lilis Suryani

(8)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR

BAB 1 PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Perumusan Masalah 2

1.3 Tinjauan Pustaka 3

1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian 4

1.5 Manfaat Penelitian 4

1.6 Metodologi Penelitian 5

1.7 Sistematika Penulisan 6

BAB 2 LANDASAN TEORI 7

2.1 Pengertian-pengertian 7

2.1.1 Kesempatan Kerja 7

2.1.2 Metode Proyeksi 13

2.2 Metode Analisa Data 13

2.2.1 Perumusam Masalah 14

2.2.1.1 Perumusan Peramalan Jumlah yang Bekerja

dan Jumlah Angkatan Kerja Tahun 2007-2011 15

2.2.1.2 Perumusan Peramalan Tingkat Kesempatan Kerja 16

BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET 17

3.1 Sejarah Singkat BPS 17

3.2 Program Pengembangan Statistik 20

3.3 Kegiatan BPS 21

3.4 Stuktur Organisasi BPS 24

BAB 4 ANALISA DAN EVALUASI 27

4.1 Pengolahan Data 27

4.1.1 Jumlah Yang Bekerja di Kabupaten Deli Serdang 27

4.1.2 Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Deli serdang 28

4.2 Proyeksi 28

(9)

4.2.2 Proyeksi Jumlah Angkatan Kerka di Kabupaten Deli Serdang 32

4.2.3 Proyeksi Kesempatan Kerja 36

BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM 38

5.1 Pengertian Implementasi Sistem 38

5.2 Tahap Implementasi 38

5.3 Pengenalan Excel 39

5.3.1 Mengaktifkan Microsoft Excel 39

5.3.2 Operasi File 42

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 43

6.1 Kesimpulan 43

6.2 Saran 44

(10)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Banyaknya Jumlah Yang Bekerja Pertahun di Kabupaten

Deli Serdang Tahun 1996 s/d 2006 27

Tabel 4.2 Jumlah Angkatan Kerja di kabupaten Deli Serdang Tahun

1996 s/d 2006 28

Tabel 4.3 Proyeksi Jumlah Yang Bekerja di Kabupaten

Deli Serdang Dengan Menggunakan Rata-rata Bergerak

Linier 4 Tahunan Tahun 2007 s/d 2009 29

Tabel 4.4 Proyeksi Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Deli Serdang Dengan Menggunakan Rata-rata Bergerak Linier

4 Tahunan Tahun 2007 s/d 2009 33

Tabel 4.5 Kesempatan Kerja Dari Seluruh Angkatan Kerja

(11)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 5.1 Tampilan Cara Pengaktifan Excel 40

Gambar 5.2 Tampilan Jendela Microsoft Excel 40

Gambar 5.3 Tampilan Pemasukan Data 41

(12)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kesempatan kerja bagi setiap warga negara Indonesia merupakan hak yang dijamin

oleh undang-undang dasar Negara kita, khususnya tersebut dalam pasal 27 ayat 2 yang

berbunyi :”Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang

layak”. Demikian pula dalam GBHN/TAP MPR IV/1978, manusia Indonesia atau

penduduk disebut modal dasar, disamping tujuh modal lainnya dengan catatan

“Apabila dapat dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif”.

Kesempatan kerja merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia (Human

Basic Needs) yang tidak ada bedanya dengan sandang, pangan dan papan serta juga

merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat

keberhasilan ekonomi suatu daerah. Yang mana kesempatan kerja dapat

memperlihatkan tingkat partisipasi masyarakat suatu Negara dalam membangun

perekonomiannya. Selain itu, indikator ini dapat digunakan sebagai tolak ukur

keberhasilan pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonominya.

Seiring dengan tuntutan akan kemajuan pertumbuhan ekonomi yang pesat di

Indonesia pada umumnya dan di daerah Kabupaten Deli Serdang khususnya,

(13)

meningkatkan produktivitas usaha yang tinggi dan untuk meningkatkan taraf hidup

para pekerja, mengingat masih tingginya tingkat taraf hidup kemiskinan masyarakat

kita.

Agar bisa bangkit dari keterpurukan tersebut pemerintah dan seluruh lapisan

masyarakat dituntut untuk bekerja keras. Apalagi kita sekarang telah memasuki era

globalisasi dimana saling ketergantungan perekonomian lintas Negara makin kuat dan

sarat dengan persaingan. Dengan demikian perlu pembenahan dan persiapan

diberbagai bidang antara lain menyangkut Sumber Daya Manusia dan

Ketenagakerjaan.

Berdasarkan uraian di atas, maka judul yang saya ambil untuk penulisan tugas

akhir ini adalah “Proyeksi Kesempatan Kerja di Kabupaten Deli Serdang Untuk

Tahun 2007-2011”. Dengan alasan agar dapat mengetahui seberapa besar kesempatan

mendapatkan pekerjaan terutama di Kabupaten Deli Serdang.

1.2 Perumusan Masalah

Salah satu masalah pokok yang dihadapi pemerintah Indonesia adalah jumlah

penduduk yang sangat besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Deli Serdang

merupakan salah satu dari sekian banyak Kabupaten yang ada di Indonesia yang

memiliki jumlah penduduk yang tinggi. Dengan berkembangnya penduduk usia kerja,

yang berarti harus memperluas lapangan kerja baru.

Salah satu kebijakan pemerintah dalam mencapai sasaran perluasan lapangan

kerja adalah kebijakan regional yang diarahkan kepada peningkatan perencanaan dan

(14)

terpadu. Jadi yang menjadi permasalahannya adalah berapa besar jumlah kesempatan

kerja di Kabupatan Deli Serdang untuk masa yang akan datang yaitu untuk tahun

2007-2011 dengan menggunakan Rata-rata Bergerak Ganda (Double Moving

Average).

1.3 Tinjauan Pustaka

Kesempatan kerja juga dapat diartikan sebagai permintaan terhadap tenaga kerja

(demand for labor) yaitu suatu keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan

kerja yang siap diisi oleh para pencari kerja. kesempatan tenaga kerja dapat dihitung

dengan menggunakan rumus :

Kesempatan kerja =

ja

Kemudian untuk menghitung jumlah yang bekerja dan jumlah angkatan kerja

untuk tahun 2007 – 2011 menggunakan rumus Rata-rata Bergerak Ganda (Double

Moving Average) yaitu :

(15)

S"t =

N

S S

S

S't + 't−1+ 't−2 +....+ 'tN−1

Keterangan :

S't = Nilai Rata-rata Bergerak Tunggal (Single Moving Average)

S"t = Nilai Rata-rata Bergerak Ganda (Double moving Average)

at, bt = Konstanta Rata-rata Bergerak Linier (Linier Moving Average)

Ft+m = Hasil Proyeksi untuk m Periode Kedepan yang Diramalkan

m = Jumlah Periode Kedepan yang Diramalkan

1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud dan tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar

kesempatan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang untuk mendapatkan pekerjaan dan

seberapa besar jumlah tenaga kerja produktif tersebut dalam memenuhi lapangan

pekerjaan yang ada di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2007 - 2011.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :

1. Agar kita lebih mengetahui berapa besar kesempatan kerja, jumlah angkatan

kerja dan jumlah yang bekerja di Kabupaten Deli Serdang untuk tahun 2007 –

(16)

2. Mengetahui bagaimana metode yang digunakan penulis untuk mendapatkan

besar kesempatan kerja di Kabupaten Deli Serdang untuk tahun 2007 – 2011

berdasarkan tahun-tahun sebelumnya.

1.6 Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan penulis dalam melaksanaan penelitian ini yaitu:

1. Penelitian Kepustakaan

Suatu cara penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi

dari perputakaan, yaitu dengan membaca buku-buku, referensi, dan

bahan-bahan yang bersifat teoritis yang mendukung penulisan tugas akhir ini.

2. Penelitian Lapangan

Suatu cara penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi

dengan cara terjun langsung ke lapangan dan melihat keadaan yang

sesungguhnya. Data ini bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari

(17)

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan diuraikan untuk memberikan kerangka atau gambaran dari

Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, perumusan

masalah, tinjauan pustaka, maksud dan tujuan penelitian, manfaat

penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB 2 : LANDASAN TEORI

Pada Bab ini menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan

permasalahan Tugas Akhir.

BAB 3 : SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET

Pada Bab ini menceritakan tentang sejarah singkat Badan Pusat

Statistik (BPS) .

BAB 4 : ANALISA DAN EVALUASI

Pada Bab ini berisi tentang cara penggunaan rumus yang telah

ditentukan penulis.

BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM

Pada Bab ini berisi tentang cara memasukkan data dan menganalisa

data pada program Excel.

BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN

Pada Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran untuk permasalahan

(18)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian-pengertian

2.1.1 Kesempatan Kerja

Kesempatan kerja identik dengan Sasaran Pembangunan Nasional, khususnya

pembangunan ekonomi. Oleh karena kesempatan kerja merupakan sumber pendapatan

bagi mereka yang memperoleh kesempatan kerja, di samping merupakan sumber dari

peningkatan Pendapatan Nasional, melalui peningkatan Produk Nasional Bruto. Oleh

karena itulah dalam GBHN pun disebutkan bahwa tujuan Pembangunan Nasional di

samping meningkatkan produksi nasional, maka pertumbuhan ekonomi harus

mempercepat pula pertumbuhan lapangan pekerjaan, oleh karena kesempatan kerja

bukan saja memiliki nilai ekonomis, tetapi juga mangadung nilai kemanusiaan dengan

menumbuhkan rasa harga diri, sehingga memberikan isi kepada asas kemanusian.

Kesempatan kerja juga dapat diartikan sebagai permintaan tenaga kerja

(demand for labor) yaitu suatu keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan

kerja yang siap diisi oleh para penawar kerja (pencari kerja). Pertumbuhan angkatan

kerja yang masih tinggi serta keterbatasan kesempatan kerja akan mengakibatkan

semakin meningkatnya tingkat pengangguran. Secara konsisten pertumbuhan

angkatan kerja ini masih selalu lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan

(19)

tetap tinggi. Hal ini menandakan bahwa produktivitas para tenaga kerja tersebut belum

optimal. Dimana kesempatan kerja merupakan perbandingan antara jumlah angkatan

kerja yang bekerja terhadap angkatan kerja.

Sejak tahun 1976 hingga saat ini, konsep dan defenisi perihal ketenagakerjaan

yang dipakai Badan Pusat Statistik adalah sama. Konsep dan defenisi tersebut sesuai

dengan The Labour Force Concept yang disarankan oleh International Labor

Organization (ILO). Pendekatan inipun banyak diterapkan oleh Negara-negara

berkembang selain Indonesia.

Konsep dan defenisi yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik dalam

penelitian ketenagakerjaan sejak tahun 1976 adalah sebagai berikut :

1. Bekerja adalah mereka yang melakukan suatu pekerjaan dengan maksud

memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan

lamanya bekerja paling sedikit 1 jam yang secara kontiniu dalam seminggu

yang lalu (seminggu sebelum pencacahan). Dengan demikian pekerjaan

keluarga tanpa upah yang membantu dalam satu usaha/kegiatan ekonomi,

dimasukkan sebagai pekerja.

2. Punya pekerjaan, sementara tidak bekerja adalah mereka yang mempunyai

pekerjaan, tetapi selama seminggu yang lalu tidak bekerja karena berbagai alas

an seperti sakit, cuti, menunggu panen, mogok dan sebagainya, termasuk

mereka yang sudah diterima bekerja tetapi selama seminggu yang lalu belum

bekerja. Mereka ini dikategorikan sebagai bekerja.

3. Mencari pekerjaan adalah mereka yang tidak bekerja dan mencari pekerjaan

(20)

karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan saling berusaha untuk

mendapatkan pekerjaan. Seseorang yang mencari pekerjaan tetapi dia sudah

punya pekerjaan atau masih sedang bekerja, tetapi digolongkan sebagai

bekerja.

4. Sekolah adalah mereka yang melakukan kegiatan bersekolah disekolah formal,

mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi selama

seminggu yang lalu sebelum pencacahan .Termasuk pula kegiatan dari mereka

yang sedang libur sekolah.

5. Mengurus Rumah Tangga adalah mereka yang mengurus rumah tangga tanpa

mendapatkan upah, misalnya ibu-ibu rumah tangga atau anaknya yang

membantu mengurus rumah tangga. Sebaliknya pembantu rumah tangga yang

mendapatkan upah walaupun pekerjaannya mengurus rumah tangga dianggap

bekerja.

6. Kegiatan lainnya kegiatan seseorang selain disebutkan di atas, yakni mereka

yang sudah pensiun, penerima royalty, penerima deviden dan orang-orang

yang cacat jasmani (buta, bisu dan sebagainya) yang tidak mampu melakukan

pekerjaan.

7. Pendidikan tinggi yang ditamatkan adalah tingkat pendidikan yang dicapai

seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi suatu tingkatan

sekolah dengan mendapatkan tanda tamat (ijazah).

8. Jumlah jam kerja seluruh pekerjaan adalah jumlah jam kerja yang dilakukan

oleh seseorang (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang

digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan) selama seminggu yang lalu. Bagi

(21)

sampai tiba kembali di rumah dikurangi waktu yang tidak merupakan jamlah

kerja, seperti mampir ke rumah famili/kawan dan sebagainya.

9. Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari

pekerjaan/usaha/perusahaan/kantor tempat seseorang bekerja.

10.Jenis Pekerjaan/Jabatan adalah macam pekerjaan yang dilakukan oleh

seseorang/atau ditugaskan kepada seseorang yang sedang bekerja atau yang

sementara tidak bekerja.

11.Upah/gaji bersih adalah penerimaan buruh/karyawan berupa uang atau barang

yang dibayarkan perusahaan/kantor/majikan tersebut. Penerimaan dalam

bentuk barang dinilai dengan barang setempat. Penerimaan bersih yang

dimaksud tersebut adalah setelah dikurangi dengan potongan–potongan iuran

wajib, pajak penghasilan dan sebagainya oleh perusahaan/kantor/majikan.

12.Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan di

suatu unit usaha/kegiatan. Mulai tahun 2001 status pekerjaan dibedakan

menjadi 7 kategori yaitu :

a. Berusaha sendiri adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung resiko

secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang

telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak

menggunakan pekerja tak dibayar, termasuk yang sifat pekerjaannya

memerlukan teknologi atau keahlian khusus.

b. Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tak dibayar adalah bekerja atau

berusaha atas resiko sendiri dan menggunakan buruh/pekerja tak dibayar

(22)

c. Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar adalah berusaha atas resiko

sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh/pekerja tetap

yang dibayar.

d. Buruh/karyawan/pegawai adalah seseorang yang bekerja pada orang lain

atau instansi/kantor/perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji

baik berupa uang maupun barang. Buruh yang tidak mempunyai majikan

tetap, tidak di golongkan sebagai buruh/karyawan, tetapi sebagai pekerja

bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 majikan

(orang/rumah tangga) yang sama sebulan terakhir, khusus pada sektor

bangunan batasannya tiga bulan. Apabila majikannya instansi/lembaga

boleh lebih dari satu.

e. Pekerja bebas di pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang

lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan

terakhir) di usaha pertanian baik berupa usaha rumah tangga maupun

bukan usaha rumah tangga atas dasar balas jasa dengan menerima upah

atau imbalan baik berupa uang atau barang, dan baik dengan sistem

pembayaran harian maupun borongan. Usaha pertanian meliputi : pertanian

tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan

perburuan, termasuk juga jasa pertanian.

f. Pekerja bebas di non pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang

lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan

terakhir), di usaha non pertanian dengan menerima upah atau imbalan baik

berupa uang maupun barang dan baik dengan sistem pembayaran harian

maupun borongan. Usaha non pertanian meliputi : usaha di sektor

(23)

sektor perdagangan, sektor angkutan, pergudangan dan komunikasi, sektor

keuangan, asuransi, upah persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan,

sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.

g. Pekerja tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu orang lain

yang berusaha dengan tidak mendapat upah/gaji baik berupa uang maupun

barang. Pekerja tak dibayar tersebut dapat terdiri dari :

1. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, seperti istri yang

membantu suaminya bekerja di sawah.

2. Bukan anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang

dibantunya, seperti famili yang membantu melayani penjualan di

warung.

3. Bukan anggota rumah tangga dan bukan keluarga dari orang yang

dibantunya, seperti orang yang membantu menganyam topi pada

industri rumah tangga tetangganya.

13.Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun dan lebih) yang

bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan atau mereka yang

mencari pekerjaan. Mereka adalah penduduk usia kerja dengan kegiatan,

seperti pada butir 1, 2, dan 3 di atas selama seminggu sebelum pencacahan.

14.Bukan Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja dengan kegiatan kerja

seperti pada butir 4, 5, dan 6 di atas selama seminggu sebelum pencacahan.

15.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau dalam penulisan ini dinyatakan

dengan kesempatan/peluang kerja adalah persentase angkatan kerja tehadap

(24)

2.1.2 Metode Proyeksi

Dalam analisa psikolog, proyeksi berarti “mencetuskan inpulasi yang tidak sadar dari

diri sendiri dengan cara melihat sesuatunya seakan memiliki inpulasi agresif secara

tidak sadar sering kali melihat atau memiliki anggapan orang lain juga bersifat

agresif” (Anto Dajan).

Dari hasil kutipan diatas dapat dikatakan bahwa proyeksi sendiri merupakan

suatu pengamatan akan sesuatu hal yang mana pengamatan itu dikembalikan kepada

jiwa pengamat bagaimana dia menanggapi dan mencetuskan hasil pengamatannya

tersebut dengan menggunakan suatu evaluasi ataupun rumusan yang bersesuaian

dengan apa yang diamatinya.

Proyeksi tingkat kesempatan kerja adalah melihat kedepan akan hasil

lowongan kerja dengan melihat perkembangan lowongan kerja tersebut dari

tahun-tahun sebelumnya. Selain memproyeksikan tingkat kesempatan kerja penulis juga

melakukan proyeksi jumlah yang bekerja dan jumlah angkatan kerja pada tahun yang

sama yaitu tahun 2007-2011. Dimana proyeksi jumlah yang bekerja dan jumlah

angkatan kerja ini berguna untuk melihat seberapa besar kesempatan penduduk

khususnya di Deli Serdang untuk mendapat pekerjaan.

2.2 Metode Analisa Data

Dengan memperhatikan data yang sudah diperoleh dapat dilakukan analisa sementara

dengan cara deskriptif. Adapun tahapan-tahapan analisa deskriptif yang dilakukan

(25)

1. Melakukan analisa deskriptif tentang jumlah yang bekerja dan jumlah

angkatan kerja tahun 1996-2006

2. Melakukan analisa deskriptif tentang kesempatan kerja tahun 1996-2006

Perumusan Masalah

Dalam Negara berkembang seperti Indonesia yang berpenduduk besar yang menjadi

salah satu masalah utama pengangguran struktural yang sangat besar. Masalah ini

disebabkan oleh struktur ekonomi yang ada belum mampu menciptakan kesempatan

kerja yang sesuai dan dalam jumlah yang cukup untuk menyerap angkatan kerja yang

ada.

Dengan permasalahan-permasalahan yang sudah dicetuskan pada bab

sebelumnya, penulis merumuskan permasalahan tersebut menjadi suatu rumusan

matematika guna mempermudah penulis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Adapun dalam melakukan perumusan masalah tersebut memiliki beberapa tahapan

sebagai berikut :

1. Perumusan untuk melakukan peramalan tentang jumlah yang bekerja dan

jumlah angkatan kerja pada tahun 2007-2011

2. Perumusan untuk melakukan peramalan tentang tingkat kesempatan kerja pada

(26)

Perumusan peramalan jumlah yang bekerja dan jumlah angkatan kerja

tahun 2007-2011

Dengan memperhatikan data dan melakukan analisa deskriptif diatas maka dapat

digunakan suatu formula (rumusan) untuk melakukan peramalan jumlah yang bekerja

dan jumlah angkatan kerja pada tahun 2007-2011. Adapun rumus yang digunakan

adalah sebagai berikut :

Ft+m = at + btm

S't = Nilai Rata-rata Bergerak Tunggal (Single Moving Average)

S"t = Nilai Rata-rata Bergerak Ganda (Double moving Average)

at, bt = Konstanta Rata-rata Bergerak Linier (Linier Moving Average)

Ft+m = Hasil Proyeksi untuk m Periode Kedepan yang Diramalkan

(27)

Dengan menggunakan rumus diatas maka jumlah yang bekerja dan jumlah

angkatan kerja tahun 2007-2011 dapat diketahui.

Perumusan peramalan tingkat kesempatan kerja tahun 2007-2011

Dengan memperhatikan data dan melakukan analisa deskriptif diatas maka dapat

digunakan suatu formula (rumusan) untuk melakukan peramalan tingkat kesempatan

kerja pada tahun 2007-2011. Adapun rumusan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Kesempatan kerja =

ja a

JumlahAngk ja YangBe

ker tan ker

x 100%

Dengan menggunakan rumusan-rumusan yang sudah ada penulis melakukan

suatu pendugaan/peramalan tingkat kesempatan kerja tahun 2007-2011. Adapun alas

an penulis memilih rumusan tersebut adalah dengan melihat selisih pertumbuhan

tenaga kerja dari setiap tahunnya dan dari selisih tersebut melakukan pendugaan

bahwa tingkat kesempatan kerja setiap tahunnya mengalami pertumbuhan yang

relative konstan.

Dari penggunaan sementara dan analisa deskriptif maka penulis

(28)

BAB 3

SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET

3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS)

Adapun sejarah Badan Pusat Statistik di Indonesia terjadi empat masa pemerintah di

Indonesia, antara lain :

1. Masa Pemerintahan Hindia Belanda

Pada masa Hindia Belanda, Kantor Statistik pertama didirikan oleh direktur

Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan (Directur Van Landbouw Nijeveheid en

Handle), pada bulan Februari 1920 dan berkedudukan di Bogor. Kantor ini diserahi

tugas untuk mengelola dan mempublikasikan data statistik.

Pada bulan Maret tahun 1923, dibentuk suatu komisi untuk statistik yang

anggotanya merupakan wakil tiap-tiap departemen. Komisi tersebut diberi tugas

merencanakan tindakan yang sejauh mungkin untuk mencapai kesatuan dalam

kegiatan di bidang statistik di Indonesia.

Pada tanggal 24 September 1924, nama lembaga tersebut diganti dengan nama

(29)

Bersama dengan itu pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula

dilakukan oleh Kantor Invour Uitvout en Acijinsen (IUA) yang sekarang disebut

Kantor Bea dan Cukai.

2. Masa Pemerintahan Jepang

Pada bulan Juni 1924, Pemerintahan Jepang baru mengaktifkan kembali

kegiatan statistik yang utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang atau

militer. Pada masa ini juga CKS diganti namanya menjadi Shomubu Chosasotu

Gunseikanbu.

3. Masa Pemerintahan Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945,

kegiatan statistik diganti oleh lembaga atau instansi baru yang sesuai dengan suasana

kemerdekaan yaitu KPPURI (Kantor Penyelidik Perangkaan Umum Republik

Indonesia). Berdasarkan edaran Kementrian Kemakmuran, tanggal 12 Juni 1950

Nomor 219/2.C, KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS)

dan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kemakmuran.

Dengan surat Menteri Perekomian tanggal 1 Maret 1952 Nomor P/44, lembaga

KPS di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perekonomian. Selanjutnya

Keputusan Menteri Perekonomian. Tanggal 24 September 1953 Nomor 18.099/M

KPS dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu bagian research yang disebut Afdeling A dan

(30)

Dengan keputusan Presiden RI Nomor 131 tahun 1957, Kementrian

Perekonomian dipecah menjadi perdagangan dan Kementrian Perindustrian. Untuk

selanjutnya Keputusan Presiden RI Nomor 172 tahun 1957, terhitung mulai tanggal 1

Juni 1957 KPS diubah menjadi Badan Pusat Statistik dan Urusan Statistik yang

semula menjadi tanggung jawab dan wewenang berada dibawah Perdana Menteri.

4. Masa Orde Baru Sampai Sekarang

Pada Pemerintahan Orde Baru, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dalam

perencanaan dan evaluasi pembangunan, maka untuk mendapat Statistik yang handal,

lengkap, tepat, akurat dan terpercaya mulai diadakan perbenahan organisasi Badan

Pusat Statistik.

Dalam masa Orde Baru ini Badan Pusat Statistik telah mengalami empat kali

perubahan struktur organisasi :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 1968 tentang Organisasi BPS.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1980 tentang Organisasi BPS.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1980 tentang Organisasi BPS dan

Keputusan Presiden Nomor 6 tahun 1992 tentang kedudukan, tugas, fungsi,

susunan dan tata kerja BPS.

4. Undang-undang Nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik.

5. Keputusan Presiden RI Nomor 86 tahun 1998 tentang BPS.

6. Keputusan Kepala BPS Nomor 100 tahun1998 tentang Organisasi dan Tata

(31)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1998 tentang Penyelenggaraan

Statistik.

Tahun 1968, ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1968 yaitu

yang mengatur organisasi dan tata kerja di Pusat dan di Daerah. Tahun 1980,

Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti

peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 1968, berdasarkan Peraturan Pemerintah

Nomor 6 tahun 1980 di tiap propinsi terdapat perwakilan BPS dengan nama kantor

Statistik Propinsi dan di Kabupaten atau Kotamadya terdapat cabang perwakilan BPS

dengan nama Kantor Statistik Kabupaten atau Kotamadya. Pada tanggal 19 Mei 1997

menetapkan tentang statistik sebagai pengganti UU Nomor 6 dan 7 tentang sensus dan

statistik. Pada tanggal 17 Juli 1998 dengan Keputusan Presiden RI Nomor 86 tahun

1998 ditetapkan Badan Pudat Statistik sekaligus mengatur tata kerja dan struktur

organisasi BPS yang baru.

3.2 Program Pengembangan Statistik

Untuk mewujudkan pengembangan statistik, BPS membagi kedalam 4 program yaitu :

a. Program Penyempurnaan dan Pengembagan Statistik.

b. Program Penyempurnaan Sistem Informasi.

c. Program Pendidikan dan Aparatur Negara.

d. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara.

Adapun visi dari BPS adalah menjadi informasi statistik sebagai tulang

(32)

berkualitas, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi yang muktahir. Sedangkan

misi BPS adalah untuk menjunjung pembangunan nasional BPS mengembangkan misi

mengarahkan pembangunan statistik pada penyediaan data yang bermutu dan handal,

efektif, efisien, peningkatan kesadaran masyarakat akan arti, dan kegunaan statistik

dan pengembangan ilmu pengetahuan statistik.

3.3 Kegiatan Badan Pusat Statistik

Adapun kegiatan BPS meliputi :

1.Kedudukan, Tugas dan Fungsi Bada Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik sebagai Lembaga Pemerintah non Departemen yang

berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden (Kepres Nomor 86 tahun

1998), dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan beberapa ketentuan perundangan :

1. UU Nomor 16 tentang Statistik.

2. Kepres Nomor 86 tahun 1998 tantang Badan Pusat Statistik.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan

Statistik.

Berdasarkan Kepres Nomor 86 tahun 1998, dalam penyelenggaraan statistik

dasar melaksanakan koordinasi dan kerja sama, serta mengembangkan dan membina

statistik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik :

1. Perumusan kebijakan Nasional dibidang statistik.

(33)

3. Penyelenggaraan statistik dasar.

4. Koordinasi dan kerja sama statistik dengan instansi Pemerintah, Lembaga,

Organisasi, Perorangan, dan Unsur Masyarakat lainnya.

5. Penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep defenisi, klasifikasi dan

ukuran-ukuran serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang

mendukung penyelenggaraan statistik.

6. Pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada Pemerintah dan

masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan

sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi.

7. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara, baik langsung maupun tidak

langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan dasar statistik bagi masyarakat.

8. Pembinaan penyelenggaraan statistik, responden, dan penggunaan statistik.

9. Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS, pembinaan

pengendalian dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS.

2. Tata Kerja Badan Pusat Statistik

Para deputi wajib melaksanakan koordinasi dan kerja sama teknis statistik di dalam

dan di luar negeri sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing dan harus

melaporkan kepada kepala BPS dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan

prinsip koordinasi, baik dalam lingkungan masing-masing antara satuan unit

organisasi di lingkungan BPS maupun dengan instansi lainnya di luar BPS sesuai

(34)

3. Alasan Pemakaian Komputer di BPS

Mengingat semakin meningkatnya jumlah data yang akan diolah, sehingga

perlu dibantu oleh suatu alat pengolahan data yaitu komputer. Badan Pusat Statistik

adalah suatu Instansi Pemerintah Indonesia yang menggunakan komputer sebagai alat

Bantu. Dengan semakin beragamnya jenis statistik yang diperlukan BPS secara

berlanjut harus meremajakan pengolahan data, baik perangkat lunak maupun

pengolahan data, salah satu peran komputer dilihat dari perangkat lunaknya adalah

sebagai berikut :

1. Perekam

Data yang diolah hendaknya tertulis di dalam suatu formulir untuk dijadikan

dasar dalam pengolahan selanjutnya.

2. Klasifikasi

Pemberian suatu identifikasi kedalam dat yang diolah, apakah identifikasi

tersebut dilakukan untuk satu kelompok pada data yang bersangkutan perlu

diberikan.

3. Penyiratan

Setelah data yang akan diolah diberikan identifikasi seperti tersebut mungkin

perlu diatur sedemikian rupa mempunyai urutan menurut kode klasifikasi.

4. Perhitungan

Manipulasi data seperti perhitungan.

5. Penyusunan

Untuk melakukan manipulasi, maka perlu dilakukan penyimpanan atau

(35)

6. Penyimpanan

Data yang telah disusun, disimpan di dalam suatu file sebagai referensi yang

akan digunakan untuk keperluan yang akan datang.

7. Perincian

Perlengkapan yang diperlukan untuk pencarian data yang disimpan.

8. Pengadaan

Kerap data yang ada kita pilih, logis diperbanyak sesuai dengan keinginan.

9. Pembagian

Didalam kegiatan sehari-hari kerap kali ditemui bahwa informasi yang

dihasilkan berasal dari data yang dilaksanakan penyesuaiannya oleh beberapa

orang, mungkin di dalam suatu bagian dalam organisasi perusahaan atau

industri.

Strutur Organisasi Badan Pusat Statistik

Sebagaimana dimuat didalam lampiran “Struktur Organisasi Kantor Badan Pusat

Statistik Propinsi Sumatera Utara” dipimpin oleh seorang Kepala dibantu oleh Bagian

Tata Usaha, yang terdiri dari :

1. Sub Bagian Urusan Dalam.

2. Sub Bagian Perlengkapan dan Perbekalan.

3. Sub Bagian Keuangan.

Uraian Tugas Bagian Tata Usaha :

1. Menyusun program kerja tahunan.

2. Mengatur dan melaksanakan perhimpunan dan penyusunan program kerja

(36)

3. Mengatur dan melaksanakan urusan dalam yang meliputi surat menyurat,

pengadaan atau percetakan ke arsip, rumah tangga, pemeliharaan gedung,

keamanan dan ketertiban lingkungan, serta perjalanan dinas dalam dan luar

negeri.

4. Mengatur dan melaksanakan urusan perlengkapan dan perbekalan yang

meliputi penyusunan rencana kebutuhan. Penyaluran dan pengemasan

penyimpanan pergudangan, inventaris, penghapusan, serta pemeliharaan

peralatan dan perlengkapan.

5. Mengatur dan melaksanakan urusan keuangan yang meliputi tata usaha

keuangan, perbendaharaan, dan pembukuan

Sedangkan Bidang Penunjang BPS ada 3 bagian yaitu :

1. Bidang Statistik Produksi.

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan BPS pertanian, industri, serta BPS

konstruksi pertambangan dan energi. Uraian tugas Bidang Statistik Produksi :

a. Menyusun program kerja tahunan bidang.

b. Yang termasuk ruang lingkup BPS Produksi adalah meliputi pelaksanaan

kegiatan statistik pertanian, industri, konstruksi, pertambangan, energi dan

statistik produksi lainnya yang ditentukan.

c. Mengatur keikutsertaan program latihan yang diselenggarakan oleh pusat

dibidang statistik produksi.

d. Membantu Kepala Kantor BPS atau Pimpinan Proyek atau Pimpinan

Bagian Proyek untuk menyiapkan program petugas bagian lapangan.

e. Mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaraan pelatihan petugas

(37)

f. Mengatur dan melaksanakan penjatahan dokumen yang diperlukan untuk

(38)

BAB 4

ANALISA DAN EVALUASI

4.1 Pengolahan Data

Sebelum mengolah tingkat kesempatan kerja terlebih dahulu penulis melakukan

pengolahan jumlah yang bekerja dan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Deli

Serdang. Karena tingkat kesempatan kerja merupakan perbandingan antara jumlah

yang bekerja dengan jumlah angkatan kerja dikali 100 %.

4.1.1 Jumlah Yang Bekerja Di Kabupaten Deli Serdang

Tebel 4.1 Banyaknya jumlah yang bekerja pertahun di Kabupaten Deli Serdang

tahun 1996-2006

Tahun Jumlah Yang Bekerja

1996 716.598

1997 728.672

1998 739.240

1999 741.696

2000 883.602

2001 895.484

2002 915.520

2003 548.129

2004 572.129

2005 587.927

2006 607.215

(39)

4.1.2 Jumlah Angkatan Kerja Di Kabupaten Deli Serdang

Pembahasan mengenai keberadaan tenaga kerja di Daerah Kabupaten Deli Serdang,

dalam hal ini penduduk yang berusia di atas 10 tahun menurut jenis kegiatan. Data

tersebut bersumber dari BPS Kabupaten Deli Serdang yang merupakan hasil Survei

Sosial Ekonomi Nasional.

Tabel 4.2 Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1996-2006

Tahun Jumlah Angkatan Kerja

1996 753.131

1997 798.982

1998 852.244

1999 892.453

2000 933.452

2001 946.004

2002 967.171

2003 651.419

2004 679.941

2005 698.716

2006 721.638

Sumber : BPS Kabupaten Deli Serdang

4.2 Proyeksi

4.2.1 Proyeksi Jumlah Yang Bekerja di Kabupaten Deli Serdang

Dari tabel 4.1 diatas dapat dilakukan proyeksi jumlah yang bekerja tahun 2007-2011.

(40)

Tabel 4.3. Proyeksi Jumlah Yang Bekerja dengan menggunakan

Rata-rata Bergerak Linier 4 Tahunan Tahu 2007-2011

Tahun (1)

2003 548.129 810.683,75 814.516,81 806.850,69 -2.555,73 966.311,75

2004 572.129 732.815,5 804.395,06 661.235,94 -47.719,71 804.294,96

2005 587.927 655.926,25 764.625,25 547.227,25 -72.466 613.516,23

2006 607.215 578.850 694.56888 463.131,12 -77.145,92 474.761,25

2007* 385.985,2

2008* 308.839,28

2009* 231.693,36

2010* 154.547,44

2011* 77.401,52

Keterangan : * adalah hasil peramalan Jumlah Yang Bekerja

Adapun perhitungan yang dilakukan pada tabel 4.3 adalah perhatikan ramalan untuk

tahun 2003 yang dibuat pada tahun 2002 dengan menggunakan Metode Rata-rata

Bergerak Linier yaitu sebagai berikut :

Ft+m = at + btm

F2002+1 = a2002 + b2002(1)

F2003 = 923.417,25 + 42.894,5 (1)

(41)

Dimana

− (859.075,5 – 794.733,75)

=

(42)

Ft+m = at + btm

F2003+1 = a2003 + b2003(!)

F2004 = 506.850,69 + -2.555,73(1)

= 804.295,31

Ramalan untuk tahun 2005 (m = 1) adalah

Ft+m = at + btm

F2004+1 = a2004 + b2004(1)

F2004+1 = 661.235,94 + -47.719,71(1)

= 613.516,23

Ramalan untuk tahun 2006 (m = 1) adalah

Ft+m = at + btm

F2005+1 = a2005 + b2005(1)

F2006 = 547.227,25 + -72.466 (1)

= 474.761,25

Sementara itu untuk periode 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011, ramalannya

menggunakan nilai terakhir dari a dan b ( tahun 2006) sebagai berikut :

Ramalan untuk tahun 2007 (m = 1) adalah

Ft+m = at + btm

F2006+1 = a2006 + b2006(1)

F2007 = 463.131,13 +-77.145,92(1)

= 385.985,21

(43)

Ft+m = at + btm

F2006 +2= a2006 + b2006 (2)

F2008 = 463.131,12 + (-77.145,92) (2)

=308.839,28

Ramalan untuk tahun 2009 (m=3) adalah

Ft+m = at + btm

F2006+3= a2006 + b2006(3)

F2009 = 463.131,12 + (-77.145,92) (3)

= 231.693,36

Ramalan untuk tahun 2010 (m=4) adalah

Ft+m = at + btm

F2006 +4= a2006 + b2006 (4)

F2010 = 463.131,12 + (-77.145,92) (4)

= 154.547,44

Ramalan untuk tahun 2011 (m=5) adalah

Ft+m = at + btm

F2006+5= a2006 + b2006 (5)

F2011 = 463.131,12 + (-77.145,92) (5)

=77.401,52

4.2.2 Proyeksi Angkatn Kerja Di Kabupaten Deli Serdang

Dari tabel 4.2 diatas dapat dilakukan proyeksi angkatan kerja tahun 2007-2011.

(44)

Tabel 4.4. Proyeksi Jumlah Angkatan Kerja dengan Menggunakan Rata-rata

Bergerak Linier 4 Tahunan Tahun 2007-2011

Tahun (1)

2003 651.419 874.511,5 896.150,63 852.872,37 -14.426,09 1.020.097,7

2004 679.941 811.133,75 881.613,38 740.654,12 -46.986,42 838.446,28

2005 698.716 749.311,75 842.431,75 656.191,75 -62.080 693.667,7

2006 721.638 687.928,5 780.721.38 595.135,62 -61.861,92 594.111,75

2007* 533.273,7

2008* 471.411,78

2009* 409.549,86

2010* 347.607,94

2011* 285.826,02

Keterangan : * adalah hasil peramalan Jumlah Angkatan Kerja

Adapun perhitungan yang dilakukan pada tabel 4.3 adalah perhatikan ramalan untuk

tahun 2003 yang dibuat pada tahun 2002 dengan menggunakan Metode Rata-rata

Bergerak Linier yaitu sebagai berikut :

(45)

a2002 = 2 S'2002 - S"2002

Demikian pula, ramalan untuk tahun 2004 (m = 1) adalah

Ft+m = at + btm

F2003+1 = a2003 + b2003(!)

(46)

F2004 = 852.872,37 + -(14.426,09)(1)

= 838.446,28

Ramalan untuk tahun 2005 (m = 1) adalah

Ft+m = at + btm

F2004+1 = a2004 + b2004(1)

F2005 = 740.654,12 + (-46.986,42)(1)

= 693.667,7

Ramalan untuk tahun 2006 (m = 1) adalah

Ft+m = at + btm

F2005+1 = a2005 + b2005(1)

F2006 = 656.191,75 + (-62.080)(1)

= 594.111,75

Sementara itu untuk periode 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011, ramalannya

menggunakan nilai terakhir dari a dan b ( tahun 2006) sebagai berikut :

Ramalan untuk tahun 2007 (m = 1) adalah

Ft+m = at + btm

F2006+1 = a2006 + b2006(1)

F2007 = 595.135,62 + (-61861,92)(1)

= 533.273,7

Ramalan untuk tahun 2008 (m=2) adalah

Ft+m = at + btm

(47)

F2008 = 595.135,62 + (-61.861,92) (2)

= 471.411,78

Ramalan untuk tahun 2009 (m=3) adalah

Ft+m = at + btm

F2006+3= a2006 + b2006(3)

F2009 = 595.135,62+ (-61.861,92) (3)

= 409.549,86

Ramalan untuk tahun 2010 (m=4) adalah

Ft+m = at + btm

F2006 +4= a2006 + b2006 (4)

F2010 = 595.135,62+ (-61.861,92) (4)

= 347.687,94

Ramalan untuk tahun 2011 (m=5) adalah

Ft+m = at + btm

F2006+5= a2006 + b2006 (5)

F2011 = 595.135,62+ (-61.861,92) (5)

= 285.826,02

4.2.3 Proyeksi Kesempatan Kerja

Tingkat pengangguran yang terus meningkat, mengisyaratkan bahwa jumlah angkatan

(48)

Dari tabel 4.3 dan 4.4 dapat dilihat kesempatan kerja atau peluang kerja dari seluruh

angkatan kerja.

Tabel 4.5 Kesempatan Kerja Dari Seluruh Angkatan Kerja Di Kabupaten Deli

Serdang Tahun 2003-2011

Tahun Yang Bekerja Jumlah Angkatan Kerja Kesempatan Kerja(%)

2003 966.311,75 1.327.097,7 94,73

2004 804.294,96 838.446,28 95,93

2005 613.516,23 639.667,7 88,45

2006 474.761,25 594.111,75 79,91

2007* 385.985,2 533.273,7 72,38

2008* 308.839,28 471.411,78 65,51

2009* 231.693,36 409.549,86 56,57

2010* 154.574,44 347.687,94 44,45

2011* 77.401,52 285.826,02 27,08

Keterangan : * adalah hasil peramalan Kesempatan Kerja

Peluang kerja atau peluang kerja tahun 2003 adalah sebesar 94,73% artinya

dari 100 oarang angkatan kerja ada sekitar 95 orang yang bekerja. Berdasarkan hasil

proyeksi di tahun 2011 nanti akan diketahui kesempatan kerja sebesar 27,08% yang

diperoleh dari :

Kesempatan kerja =

ja

(49)

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Pegertian Implementasi Sistem

Implementasi sistem adalah prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan desain

sistem yang ada dalam desain sistem yang telah disetujui, menginstal dan memulai

sistem baru/sistem yang diperbaiki.

Tujuan dari implementasi sistem adalah sebagai berikut :

1. Menyelesaikan desain sistem yang ada dalam dokumen sistem yang disetujui.

2. Menulis, menguji dan mendokumentasikan program-program dan

prosedur-prosedur yang diperlukan oleh dokumen desain sistem yang disetujui.

3. Memastikan bahwa prosedur dapat mengoperasikan sistem baru.

4. Memperhitungkan bahwa sistem memenuhi permintaan pemakai.

5. Memastikan bahwa konversi ke sistem baru berjalan dengan benar.

5.2 Tahap Implementasi

Tahapan implementasi merupakan tahapan penerapan hasil desain tertulis ke dalam

programming. Pada tahapan inilah seluruh hasil desain dituangkan kedalam bahasa

programming tertentu untuk menghasilkan sebuah sistem informasi yang sesuai

(50)

yang akan diterapkan dalam menuangkan hasil desain tertulis sehingga desain yang

dibentuk memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri.

Implementasi yang sudah selesai harus diuji coba kehandalannya sehingga

dapat diketahui kehandalannya dari sistem yang ada dan telah sesuai dengan apa yang

diinginkan. Dalam pengolahan data pada karya tulis ini penulis menggunakan suatu

perangkat lunak sebagai implementasi sistem yaitu program excel dalam masalah

memperoleh hasil perhitungan.

5.3 Pengenalan Excel

Microsoft Excel adalah aplikasi pengolahan angka (spread sheet) yang sangat populer

dan canggih saat ini yang dapat digunakan untuk mengatur, menyediakan maupun

menganalisa data dan mempresentasikan dalam bentuk tabel, grafik atau diagram.

5.3.1 Mengaktifkan Microsoft Excel

• Cara I

Klik tombol Start

Pilih dan klik Program, Microsoft Office, Microsoft Excel

• Cara II

Klik tombol Start

Pilih dan klik Run

Ketik pada bagian Open ; Excel, klik OK

• Cara III

Klik kanan pada tombol Start

Pilih dan klik Open, klik ganda pada Program File, Microsoft Office, Office,

Excel.exe (Biasanya folder Program File berada di direktory C:\)

(51)

Gambar 5.1 Tampilan Cara Pengaktifan Excel

(52)

Gambar 5.3 Tampilan Pemasukkan Data

(53)

5.3.2 Operasi File

a. Menyimpan Worksheet

1. Klik menu File, Save atau tekan Control + S

2. Pada pilihan menu Save In, atau pilih klik drive dan folder tempat

simpan file

3. Pada bagian File Name, klik nama file yang diinginkan

4. Klik tombol Save

b. Membuka Worksheet

1. Klik menu File, Open atau tekan Crtl + O atau tekan tombol Crtl

+ F12

2. Pada bagian Look In, pilih dan klik drive dan folder file yang akan

dibuka

3. Pada daftar file, pilih nama file yang ingin di buka

4. Klik tombol Open

c. Menyimpan Worksheet ke Nama Lain

1. Klik menu File, Save As atau tekan tombol F12

2. Pada pilihan Save in, pilihan klik atau drive dan folder tempat

simpan file

3. Pada bagian File Name, ketik nama file yang diinginkan

4. Klik tombol Save

d. Keluar dari MS. EXCEL

Klik menu File, Exit atau tekan Alt + F4 pada keyboard, pilih Yes atau

No

e. Membuka lembar kerja baru

(54)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

1. Pada setiap tahunnya terjadi penambahan jumlah angkatan kerja yang

sudah bekerja. Hal ini wajar karena berbagai sektor usaha selalu

membutuhkan tenaga kerja.

2. Terjadi peningkatan jumlah penduduk, selalu diikuti dengan

meningkatnya jumlah angkatan kerja.

3. Meskipun kesempatan kerja atau peluang kerja, persentasenya

menunjukkan angka yang stabil, namun pada setiap periode (1 tahun)

terjadi peningkatan angka jumlah angkatan kerja yang belum

mendapatkan pekerjaan.

4. Metode peramalan yang dipilih untuk meramalkan jumlah yang bekerja

dan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Deli Serdang untuk tahun 2007

sampai dengan 2011 adalah Metode Double Moving Average dengan

ramalan 4 tahunan.

5. Pada tahun 2007 diproyeksi kesempatan kerja pada angkatan kerja

sebesar 72,38% pada tahun 2008 sebesar 65,51%, pada tahun 2009

56,57%, pada tahun 2010 44,45%, proyeksi kesemapatan kerja terus

(55)

6.2 Saran

6.2.1 Pemerintah dan Pengusaha

1. Perlu adanya pusat informasi pasar kerja atau suatu lembaga yang menangani

masalah ketenagakerjaan secara sentral dan terkoordinasi dengan lebih serius

yang didukung data mengenai lowongan pekerjaan dan jumlah maupun

kualitas angkatan kerja yang tersedia dan mencari kesempatan kerja

khususnya di Kabupaten Deli Serdang.

2. Agar lebih cepat mengatisipasi mengenai jumlah angkatan kerja yang belum

memperoleh pekerjaan.

3. Mengupayakan lapangan usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja

lebih besar.

6.2.2 Angkatan Kerja

1. Berusaha untuk membuka lapangan usaha sendiri tanpa sepenuhnya

bergantung pada orang lain.

2. Berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan dengan cara

mengikuti pelatihan-pelatihan baik itu formal maupun informal agar

(56)

DAFTAR PUSTAKA

Biro Pusat Statistik, “Proyeksi Tenaga Kerja Sumatera Utara Tahun 2000-2009”.

Mantra, Ida Bagoes, 1999,” Demografi Umum”, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Sagir, Soeharsono, 1982, “Kesempatan Kerja Ketahanan Nasional dan Pembangunan

Manusia Seutuhnya”, Bandung: Tarsito Bandung.

Makridakis, Spyros. 1993.”Metode Aplikasi Peramalan”, Jakarta: Erlangga.

Iqbal, Hasan. 2003."Pokok-pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriftif)”. Edisi Kedua,

Jakarta: Bumi Aksara.

Napitupulu, Normalina. 2006. “Microsoft Excel-Powerpoint”, Medan.

Gambar

Tabel 4.2  Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1996-2006
Tabel 4.3. Proyeksi Jumlah Yang Bekerja dengan menggunakan Rata-
Tabel 4.4. Proyeksi Jumlah Angkatan Kerja dengan Menggunakan Rata-rata
Tabel 4.5 Kesempatan Kerja Dari Seluruh Angkatan Kerja Di Kabupaten Deli
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pada dasarnya standart yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perbankan adalah rasio CAMELS (Capital, Asset, Manajement, Earning, Liquidity dan Sensitivity to

Tujuan utama dari penjadwalan distribusi adalah suatu kombinasi yang akan meminimalkan biaya dengan mengalokasikan sumber daya yang tepat dan efisien sehingga mengurangi

jumlah leukosit di hari pertama stroke iskemik akut adalah faktor prognosis.. perkembangan penyakit dan jumlah leukosit merupakan faktor

Fenonemologi Konstitutif-Naturalistik yang mengkaji bagaimana kesadaran membentuk atau mengambil segala sesuatu di dunia natural, dengan mengasumsikan perilaku alami

Dalam rangka memastikan ketepatan sasaran Program Subsidi Beras Untuk Rakyat Miskin (Raskin), pemerintah kembali menegaskan bahwa program raskin hanya untuk masyarakat

Iqbal Basri, Sitti Rafiah, Nikmatiah Latief, Harpiah Djayalangkara, John Irwan Lisal, Saharuddin, Asty Amalia Iqbal Basri, Sitti Rafiah, Nikmatiah Latief, Harpiah

Sementara media pasir tanah panjang akar sekunder memberikan hasil yang lebih baik daripada media pasir dan media pasir tanah arang sekam.Perakaran pada stek

responden menjadi responden secara sukarela, setelah responden bersedia maka diminta untuk menandatangani lembar persetujuan (informed consent), menjelaskan cara pengisian