Cara Meringkas yang Baik dan Benar

10  309 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Cara Meringkas yang Baik dan Benar

Sebuah artikel, materi, jurnal, dan bentuk bacaan lainnya tentu terdiri dari paragraf-paragraf tersusun secara terstruktur sehingga membentuk teks yang memiliki kesatuan,

keharmonisan, dan kecocokan. Dalam sebuah paragraf terdiri atas dua bagian diantaranya ialah Paragraf deduktif dan paragraf induktif yang berisi pikiran-pikiran dari seorang penulis. Sebagian pembaca tidak akan membuang waktunya untuk membaca keseluruhan isi dari tulisan tersebut, apalagi tulisan tersebut sangat panjang dan sulit untuk dipahami. Oleh karena itu, cara yang digunakan untuk menangani masalah tersebut yaitu buatlah ringkasan dari teks atau tulisan.

Ringkasan, berasal dari kata dasar “ringkas” memiliki arti pendek, potong, dan pangkas. Kata ringkasan secara harfiah berasal dari bahasa yunani yaitu “percis” artinya memotong atau memangkas. Jadi, Ringkasan secara sempit adalah cara efektif dalam penyajian suatu karangan atau bentuk tulisan lainnya dalam bentuk singkat.

Fungsi Ringkasan adalah untuk mengetahui dan memahami gagasan utama dan tujuan penulis melalui tulisannya seperti buku, artikel, dll secara keseluruhan dengan cepat dan singkat.

Pembuatan ringkasan harus berdasarkan suatu karangan asli bukan berdasarkan pendapat atau pemikiran pembuat ringkasan. Penulis ringkasan tidak bisa melepaskan dirinya dari kesan asli karangan tersebut. Oleh sebab itu, sebuah ringkasan harus atau wajib mempertahankan setiap bagian-bagian dari sebuah karangan atau bentuk tulisan lainnya tanpa ada kekurangan

sedikitpun. Sebuah karangan di pilah dan dipangkas dengan mengambil bagian-bagian pokok dan membuang hal-hal yang bersifat tambahan atau tidak penting (menemukan pokok

permasalahan sebuah tulisan, menyusun kembali dalam tulisan yang ringkas). Pokok permasalahan tersebut bisa ditemukan oleh penulis di setiap pragraf yang memiliki kalimat-kalimat utama.

Kadang-kadang kita masih bingung perbedaan antara Ringkasan, kesimpulan, ikhtisar dan rangkuman. Keempat metode penyajian ulang materi tersebut memiliki persamaan yaitu bisa memperpendek atau mepersingkat sebuah karangan namun memiliki beberapa perbedaan diantaranya ialah :

Ringkasan

: Memperpendek karangan dengan tetap mepertahankan keaslian pikiran-pikiran pokok dan sistematika penulisan asli penulis dari tiap paragraf tanpa ada perubahan sedikitpun.

Kesimpulan

: Menarik kesimpulan dari sebuah karangan berdasarkan pendapat dari seorang pembaca, terlepas dari pikiran pokok penulis.

Ikhtisar

: Lawan dari Ringkasan. Tidak perlu mempertahankan bagian atau sudut pandang penulis asli tetapu dapat langsung

mengemukakan pokok uraian, sementara bagian yang kurang penting dapat dibuang.

Rangkuman

(2)

pikiran tersebut diubah dan ditambah dengan kata konjungsi.

Masing-masing memiliki cara tersendiri dalam menyusun rangkuman dari sebuah karangan, berikut adalah cara atau pedoman yang dapat digunakan dalam membuat ringkasan yang baik dan teratur, yaitu :

A. Membaca dan memindai naskah asli

Membaca naskah asli dari sebuah karangan merupakan cara pertama yang harus dilakukan oleh sesorang dalam pembuatan suatu ringkasan. Bacalah karangan atau naskah asli beberapa kali untuk mengetahui tujuan, sudut pandang serta bagian-bagian penting penulis naskah tersebut. Tujuan dan sudut pandang penulis naskah dapat ditemukan dan dipahami melalui daftar isi, karena daftar isi berisi judul dan sub judul pokok-pokok sebuah karangan.

B. Buatlah atau catat ide utama (gagasan utama)

Setelah membaca naskah atau karangan asli, maka saatnya mencatat setiap ide pokok atau gagasan utama yang mewakili setiap paragraf dalam karangan tersebut. Biasanya ide pokok atau gagasan utama bisa terletak di awal, tengah dan akhir paragraf. Jangan lupa untuk membaca kembali karangan terseut, alinea demi alinea dengan teliti dan seksama.

C. Menyusun Kembali gagasan utama atau mengadakan reproduksi

Ide pokok yang telah dicatat sebelumnya, selanjutnya akan di susun baru tetapi masih menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya. Jika gagasan pokok atau ide pokok tersebut masih belum jelas, disarankan baca ulang kembali karangan agar bisa menentukan ide pokok yang sebenarnya.

Diatas merupakan cara yang digunakan untuk menyusun ringkasan yang baik dan benar, namun terdapat tambahan atau peraturan dalam membuat ringkasan, yaitu :

1. Gunakanlah kalimat tunggal dari pada kalimat majemuk untuk membuat kalimat ringkasan.

2. Perpendeklah tiap kalimat suatu karangan menjadi frasa dan frasa menjadi kata. 3. Jika, kalimat pada sebuah paragraf tidak penting untuk dijadikan sebagai ide pokok

maka dibuang saja

4. Wajib mempertahankan struktur, gagasan, dan sudut pandang karangan asli. Tidak diperkenankan untuk memasukan pendapat pribadi dalam ringkasan.

(3)

6. Panjang sebuah ringkasan pun memiliki ketetapan, tidak bisa dibuat seperti keinginan pembuat ringkasan. panjang ringkasan tergantung dari permintaan berapa panjang ringkasan tersebut.

Jadi, untuk memahami dan mengetahui sebuah isi buku, artikel, atau bentuk penulisannya lainnya dapat dilakukan dengan cara melakukan peringkasan pada karangan yang di baca. selalu berpedoman pada aturan-aturan ringkasan, sehingga menciptakan ringkasan yang tetap mempertahankan keaslian isi karangan dan ringkasan yang baik.

Referensi :

http://id.scribd.com/doc/13560779/Meringkas-Secara-Efektif

http://pelitaku.sabda.org/cara_membuat_ringkasan

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/ringkasan-dan-rangkuman/

(4)

PENGERTIAN RANGKUMAN

(5)

Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini

Sangatlah tidak bisa dipisahkan mengenai perkembangan dan pertumbuhan

anak saat lahir. Perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan

dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu psikologli perkembangan

anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara

menyeluruh.

Anak akan mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keemasan

anak saat usia dini dimana saat itu anak akan sangat peka dan sensitif terhadap

berbagai rangsangan dan pengaruh dari luar. Laju perkembangan dan

pertumbuhan anak mempengaruhi masa keemasan dari masing-masing anak itu

sendiri. Saat masa keemasan, anak akan mengalami tingkat perkembangan yang

sangat drastis di mulai dari pekembangan berpikiri, perkembangan emosi,

perkembangan motorik, perkembangan fisik dan perkembangan sosial.

Lonjakan perkembangan ini terjadi saat anak berusia 0-8 tahun, dan lonjakan

perkembangan ini tidak akan terjadi lagi di periode selanjutnya. Saat

perkembangan anak khususnya saat perkembangan dini, orang tua harus betul

menjadikannya sebagai perhatian khusus, karena hal ini tentunya akan sangat

berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. Guna

mendukung hal tersebut berikut adalah beberapa hal yang harus di perhatikan

orang tua mengenai perkembangan anaknya.

Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif anak terbagi ke dalam beberapa tahap:

(6)

berbagai kejadian yang menurutnya menarik, mulai menggunakan berbagai hal

atau peralatan guna mencapai tujuannya, melakukan berbagai eksperimen dan

anak sudah mulai menemukan berbagai cara baru. Tahap sensorimotor terjadi

saat usia 0-2 tahun.

Tahapan Pra-operasional, pada tahap ini anak mulai menerima berbagai

rangsangan yang masih terbatas, Kemampuan bahasa anak mulai berkembang,

meskipun pola pikirnya masih bersifat statsi dan masih belum mampu untuk

berpikir secara abstrak, persepsi mengenai waktu dan mengenai tempat masih

tetap terbatas. Tahap pra-operasional berkembang saat usia anak 2-7 tahun.

Tahap konkret operasional, pada tahap ini anak sudah bisa menjalankan

operasional dan berpikirnya mulai berpikir secara rasional. Dalam tahap ini

tugas-tugas seperti menyusun, melipat, melakukan pemisahan, penggabungan,

menderetkan dan membagi sudah dapat dilakukan oleh anak. Tahap konkret

operasional berlangsung pada usia 7-11 tahun.

Tahap Formal Operasional, dalam tahap ini anak sudah mulai beranjak

sebagai seorang remaja. Dalam tahap ini, anak sudah mulai berpikir secara

hipotetik, yaitu penggunaan hipotesis yang relevan sudah dilakukan anak guna

memecahkan berbagai masalah. Sudah mampu menampung atau berpikir

terhadap hal-hal yang menggunakan prinsip-prinsip abstrak, sehingga anak

sudah bida menerima pelajaran-pelajaran yang bersifat abstrak seperti

matematika, agama dan lain-lain.

Perkembangan Fisik Anak

Mengenai perkembangan fisik anak bisa dilihat dari perkembangan motroik

anak. Perkembangan motorik anak ini terbagi lagi ke dalam perkembangan

motorik halus dan perkembangan motorik kasar. Untuk lebih jelasnya bisa di

baca di: Perkembangan Motorik Anak

Perkembangan Bahasa

(7)

Periode prelingual, usia anak 0-1 thn, ciri utama adalah anak mengoceh untuk

dapat berkomunikasi dengan orang tua, anak masih bersifat pasif saat menerima

stimulus dari luar tapi anak akan menerima respon yang berbeda. Contoh: bayi

akan senyum kepada orang yang dikenalnya dan menangis kepada orang yang

tidak dikenal dan ditakutinya.

Periode Lingual, usia antara 1-2,5 tahun, dalam taha ini anak sudah mampu

membuat sebuah kalimat, satu atau dua kata dalam percakapannya dengan

orang lain.

Periode Diferensiasi, usia anak 2,5 - 5 thn, anak sudah memiliki kemampuan

bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa yang baik dan benar.

Permbendaharaan katanya sudang berkembang secara baik dilihat dari segi

kuantitas dan kualitas.

Perkembangan Sosio-emosional

Perkembangan sosio emosisonal anak terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu:

Tahap percaya versus curiga (trust vs mistrust), usia anak 0-2 tahun, dalam

tahap ini anak akan tumbuh rasa percaya dirinya jika mendapatkan pengalaman

yang menyenangkan, namun akan tumbuh rasa curiga jika anak mendapat

pengalaman yang tidak menyenangkan.

Tahap Mandiri versus Ragu ( Autonomy vs Shame), usia anak 2-3 tahun,

perasaan mandiri mulai muncul tatkala anak sudah mulai menguasai seluruh

anggota tobuhnya, sifat ragu dan malu akan muncul pada tahap ini ketika

lingkungan tidak memberinya sebuah kepercayaan.

Tahap berinisiatif versus bersalah (initiative versus guilt), usia anak 4-5

tahun. Pada masa ini anak sudah mulai lepas dari orang tuanya, anak sudah

mampu bergerak bebas dan berhubungan dengan lingkungan. Kondisi ini dapat

menimbulkan inisiatif pada diri anak, namun jika anak masih belum bisa

(8)

Sumber : Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini http://bidanku.com/psikologi-perkembangan-anak-usia-dini#ixzz3I6KUU9Te

Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini dan Teknik Pengembangannya di Sekolah, (12) Analisis Percakapan, (13) Metode Pembelajaran Bahasa di SD, (14) Bercerita sebagai Wahana Pembelajaran Bahasa di TIK, dan lain-lain. Buku yang pernah ditulis selain uang sedanga Anda baca ini. Buku yang

sudah disiapkan adalah buku tentang “Kesulitan Membaca pada Anak: Diagnosa dan Cara Mengatasinya”. Kegiatan yang sering dilakukan selain mengajar di atas, adalah memberikan pelatihan bagi guru-guru dan mengisi di beberapa pertemuan ilmiah tentang ke-TK-an dan ke-SD-an, juga keterlibatannya di DIKTI tentang kegiatan-kegiatan ke-PGSD-an.

149

Cover belakang Perkembangan bahasa dan bagaimana cara mengembangkannya untuk Anak Usia Dini (AUD) kini semakin menarik perhatian orang khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia anak, lebih khusus lagi bagi mereka yang asyik dengan masalah pendidikan anak. Buku tentang

pengembangan bahasa AUD ini, sudah masuk dalam kurikulum Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK). Oleh karena buku yang tersedia belum seperti yang diharapkan, maka buku ini sengaja ditulis untuk mengisi kekosongan tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai buku ini, pembaca dapat mengetahui tentang hakikat pengembangan bahasa anak, hubungan antara bahasa dan berbicara, teori pemerolehan bahasa, tahap-tahap perkembangan bahasa, dan beberapa contoh teknik pengembangannya. Pengembangan bahasa pada anak merupakan suatu proses. Proses yang dimaksud adalah pola pembentukan bahasa yang dimulai dari kegiatan yang paling sederhana, yaitu kegiatan menyimak/mendengarkan, mengucapkan/berbicara, membaca/membaca gambar, sampai pada kegiatan yang sulit yaitu menulis/menggambar. Ketika anak menyimak bunyi bahasa, ia juga mendengarkan bahasa yang digunakan sehari-haro. Dari kegiatan mendengar itu, anak diharapkan dapat mengungkapkannya dalam bahasanya sendiri secara bebas, ini berarti anak berbicara. Demikian juga ketika anak melihat gambar karena ia belum dapat membaca, ia pun juga diharapkan dapat menceritakannya kembali secara lisan atau menggambarkan kembali dengan sesuka hati. Ini berarti anak belajar menulis. Sehingga tidak

mengherankan ketika anak pada awal memasuki sekolah, ia sudah menunjukkan keterampilannya dalam berbahasa. Demikianlah gambaran tentang bagaimana keterampilan bahasa anak ini ditanamkan agar kemampuan linguistiknya berkembang. Anak haruslah diberi kesempatan untuk mengekspresikan kemampuannya lewat bahasa. Anak seharusnya diberi kebebasan untuk mendengarkan, bercerita, membaca/malihat gambar, berbicara dan menulis atau menggambar. Berilah kesempatan itu,

150

(9)
(10)

Usi

NAM FM SOSEM KOGNITIF BAHASA

Figur

gambar orang
gambar orang . View in document p.10

Referensi

Memperbarui...