• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Buku Komik Bobodoran Kang Ibing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Buku Komik Bobodoran Kang Ibing"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Aris Nugraha
  • Pengajar:
    • Dodi Nursaiman, M.Ds
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Desain Komunikasi Visual
  • Topik: Perancangan Buku Komik Bobodoran Kang Ibing
  • Tipe: tugas akhir
  • Tahun: 2015
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah yang menjadi dasar perancangan buku komik Bobodoran Kang Ibing. Dalam konteks pendidikan, buku ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi terhadap kebudayaan lokal, khususnya bobodoran, yang sering dianggap ketinggalan zaman. Penelitian ini berupaya untuk memperkenalkan kembali bobodoran dalam format yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang membahas pentingnya sosialisasi dan komunikasi dalam masyarakat, serta bagaimana bobodoran sebagai bentuk humor dan kritik sosial dapat memberikan hiburan sekaligus pendidikan. Buku komik ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara tradisi dan generasi muda, memperkenalkan humor lokal yang kaya akan nilai-nilai budaya.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup kurangnya pengetahuan dan apresiasi terhadap bobodoran, serta tidak adanya media yang mengemas bobodoran dalam bentuk komik. Hal ini menjadi tantangan untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap bentuk seni tradisional ini.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah menekankan pada bagaimana menggambarkan bobodoran Kang Ibing melalui visual kartun komik. Ini menjadi penting untuk memahami bagaimana cara menyampaikan pesan humoris yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan budaya.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan pada bobodoran yang ditampilkan oleh Kang Ibing selama siaran di radio Mara pada tahun 1989, menggunakan gaya visual yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

1.5 Tujuan Perancangan

Tujuan utama perancangan adalah untuk memperkenalkan kembali budaya lokal bobodoran kepada masyarakat, khususnya generasi muda, melalui media komik yang menarik dan mudah diakses.

1.6 Manfaat Perancangan

Manfaat dari perancangan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Kang Ibing dan bobodoran, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya Sunda.

II. BUKU KOMIK BOBODORAN KANG IBING

Bagian ini membahas pengertian buku komik dan sejarah bobodoran, serta pentingnya keduanya dalam konteks pendidikan dan pengembangan budaya. Buku komik tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan pendidikan.

2.1 Pengertian Buku Komik

Buku komik didefinisikan sebagai media yang menggabungkan gambar dan teks untuk menyampaikan cerita. Dalam konteks pendidikan, komik dapat digunakan sebagai alat untuk menarik perhatian pembaca dan menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

2.1.1 Pengertian Buku

Buku sebagai kumpulan kertas bertulisan memiliki fungsi penting dalam menyatukan ilmu pengetahuan. Dalam pendidikan, buku menjadi alat untuk belajar dan mengakses informasi secara sistematis.

2.1.2 Pengertian Komik

Komik sebagai media komunikasi yang kuat dapat menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan menghibur. Hal ini menjadikannya sebagai alat yang efektif dalam pendidikan, terutama untuk anak-anak dan remaja.

2.1.3 Sejarah Komik di Indonesia

Sejarah komik di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan dari zaman ke zaman. Komik telah menjadi bagian penting dalam budaya populer dan pendidikan, memberikan informasi dengan cara yang mudah dicerna.

2.1.4 Ciri Dan Komponen Pada Komik

Komik memiliki ciri khas yang membedakannya dari media lain, termasuk penggunaan panel, balon kata, dan narasi. Unsur-unsur ini berkontribusi pada cara pembaca memahami dan menikmati cerita.

2.1.5 Fungsi Dan Jenis Komik

Komik memiliki berbagai fungsi, termasuk sebagai media pendidikan, hiburan, dan informasi. Jenis-jenis komik yang ada memberikan variasi dalam penyampaian cerita dan pesan.

III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

Bagian ini menjelaskan strategi perancangan buku komik dan konsep visual yang digunakan untuk menarik perhatian audiens. Pendekatan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang efektif dan menyenangkan.

3.1 Strategi Perancangan

Strategi perancangan mencakup pengenalan budaya Sunda melalui buku komik. Ini dilakukan dengan menggabungkan elemen visual yang menarik dan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens muda.

3.1.1 Target Audience

Target audiens adalah anak-anak dan remaja usia 12-16 tahun, serta orang dewasa yang ingin mengenang kembali budaya Sunda. Ini penting untuk memastikan bahwa buku komik dapat diterima dengan baik oleh pembaca dari berbagai kalangan.

3.1.2 Pendekatan Komunikasi

Pendekatan komunikasi yang digunakan adalah dengan mempertahankan identitas verbal bobodoran Kang Ibing, sehingga pesan yang disampaikan tetap relevan dan dapat dipahami oleh audiens saat ini.

IV. TEKNIS PRODUKSI MEDIA

Bagian ini membahas teknis produksi media untuk buku komik, termasuk media utama dan pendukung yang diperlukan untuk menciptakan produk yang berkualitas.

4.1 Media Utama

Media utama yang digunakan adalah buku komik yang berisi bobodoran Kang Ibing, yang dirancang untuk menarik perhatian pembaca dengan ilustrasi yang menarik dan teks yang humoris.

4.2 Media Pendukung

Media pendukung seperti poster, flyer, dan merchandise lainnya akan digunakan untuk mempromosikan buku komik dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya Sunda.

Referensi Dokumen

  • Komik Indonesia ( Marcel Boneff )
  • Kebudayaan Sunda ( Edi Ekajati )
  • Kang Ibing, Wilujeng Angkat ( Taufik Faturrochman )
  • Urang Sunda Kumaha ? ( Ahmad Kurnia )
  • Pengantar Desain Komunikasi Visual ( Adi Kusrianto )

Gambar

Gambar II.1 " Put On "salah satu komik strip yang lahir di Indonesia. Karya Kho Wan
Gambar II.2"Kisah Pendudukan Jogja". Komik Indonesia Pertama yang Dibukukan
Gambar II.3 Bobodoran dengan media wayang
Gambar II.4 Borangan "ngabodor sorangan" salah satu bentuk bobodoran dengan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu perlu dibuat suatu perancangan strategi kreatif sebagai upaya untuk memperkenalkan identitas visual (visual identity) yang baru dari Solopucinno Coffee

Identitas visual merupakan kombinasi dari logo, system visual (tipografi, warna, imagery) yang dibuat menjadi satu kesatuan yang padu untuk menyampaikan pesan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan identitas visual dan promosi pada Planetarium Jakarta terhadap target audience serta meningkatkan value dari Planetarium

Desain Cover Depan Buku Fotografi (Sumber : Hasil Olahan Peneliti) Desain cover yang akan ditampilkan memilih yang lebih sederhana dengan adanya ikon koleksi

Tujuan tata desain dari identitas visual ini yaitu untuk memberikan karakter identitas visual yang menarik sesuai dengan ciri khas objek wisata dan menyampaikan

Berdasarkan rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu bagaimana identitas kota Surabaya direpresentasikan melalui simbol-simbol visual yang ditampilkan melalui

museum yang modern dan menarik baik dari segi fisik maupun non fisik, salah satunya adalah identitas visual, perumusan masalahnya adalah bagaimana merancang sebuah identitas

Hasil analisis yang didapat dari penelitian ini adalah dibutuhkannya sebuah kampanye yang bertujuan untuk menarik kembali minat masyarakat yang ada di kota Metro, khususnya anak-anak