Perancangan Sistem Informasi Penanaman Modal Di Badan Koordinasi Promosi Dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Provinsi Jawa Barat

144  Download (0)

Teks penuh

(1)

PENANAMAN MODAL DAERAH (BKPPMD) PROVINSI

JAWA BARAT

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat Tugas Akhir pada program Studi Sistem Informasi Jenjang S1 Fakultas Teknik & Ilmu Komputer

Oleh :

DIMAS PRAYOGO

1.05.07.261

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

i

pengolahan data serta kerjasama Penanaman Modal yang tidak terorganisir dengan baik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, membuat rancangan ,menguji serta mengimplementasikan Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Provinsi Bandung.Kegunaan penelitian ini terdiri dari kegunaan praktis dan kegunaan akademis.

Metode yang digunakan adalah metode deskriftif dengan pendekatan pada kasus BKPPMD Provinsi Jawabarat. Metode Pengembangan Sistem yang digunakan penulis yaitu dengan cara metode Prototype. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Microsoft Windows XP Professional SP sebagai OS/Operating System , Database server yang digunakan adalah server database Microsoft SQL Server 2000 dan sistem informasi Penanam Modal menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.

Dari hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa Komputerisasi serta Pembuatan Laporan sangat diperlukan pada proses Penanaman Modal, Dengan program aplikasi ini semua data yang bersangkutan dengan kegiatan Penanaman Modal dapat terpelihara, keefektifan serta keefisienan waktu dapat tercapai dengan baik, Dengan adanya program aplikasi yang dilengkapi dengan password, kebutuhan untuk meningkatkan kontrol dan keamanan data lebih terjamin karena tidak setiap orang berhak melakukan pengaksesan data atau perubahan data.

(3)

ii

and investment cooperation that is not properly organized. In this study aims to find out , make the design , testing and implementing the Capital Investment Information System at the Provincial BKPPMD Bandung. usefulness this study consisted of practical usefulness and usability of academic.

The method used is descriptive method with approach of case BKPPMD Jawabarat Province. Systems Development Method used by writer is method Prototype. The software used in this study are Microsoft Windows XP Professional SP as OS / Operating System database server used is Microsoft's database server is SQL Server 2000 and Investors information system using Visual Basic 6.0 programming language.

From the results of this study concluded that computerization and Reporting is required in the process of Investment, With this application program all data concerned with investment activity can be maintained, the effectiveness and efficiency can be achieved with a good time, With this application program which comes with a password, needs to improvecontrols and data security is guaranteed because not everyone has the right to access data or change data.

(4)

iii

Dengan segala kerendahan hati pertama-tama penulis mengucapkan rasa syukur sebesar besarnya kepada Allah SWT, atas berkat, rahmat, ridlo dan karunia-Nya skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dengan judul

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENANAMAN MODAL DI

BADAN KOORDINASI PROMOSI DAN PENANAMAN MODAL

DAERAH (BKPPMD) PROVINSI JAWA BARAT”. Sebuah rancangan skripsi

ini ditujukan bagi pihak Instansi untuk diharapkan dapat membantu Proses Penanaman Modal. Dalam kesempatan ini, penulis tidak lupa ucapkan rasa banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut andil dan memperlancar dalam proses pembuatan skripsi ini yang diantaranya rasa terimakasih tersebut penulis Ucapkan Kepada:

1. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc, selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.

2. Dr. Arry Akhmad Arman, selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

3. Bapak Dadang Munandar, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

4. Ibu Citra Noviyasari, S.Si, M.T, selaku Dosen Wali MI-6 .

5. Ibu Marliana Budhiningtyas, S.Si., M.Si.selaku Dosen Pembimbing

(5)

iv

8. Ibu & Bapak yang selalu memberikan banyak doa, dorongan, semangat dan ilmu.

9. Kang Dani yang telah memberikan semangat dan dorongan.

10. Teman-teman di kelas MI-6 angkatan 2007 baik yang sudah lulus maupun yang belum lulus.

11. Teman-teman angkatan 2007 dan seterusnya yang akan menghadapi tantangan perkuliahan di UNIKOM, semoga sukses.

Sebagai akhir kata, saya menyadari sebagai mahasiswa bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh sekali dari kesempurnaan, oleh sebab itu kepada para pembaca, saya mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan skripsi ini. Semoga apa yang ada di skripsi ini dapat memberikan manfaat buat pembaca.

Bandung , 2011

(6)

1

1.1. Latar Belakang Penelitian

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan cepat, informasi memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kemajuan. Tanpa informasi, suatu perusahaan atau instansi tidak akan dapat menjalankan kegiatan operasional perusahaan atau instansi dengan baik. Oleh karena itu, untuk menunjang kegiatan operasional yang baik dan teratur, maka diperlukan suatu sistem yang terkomputerisasi dan terintergrasi agar dapat mengupayakan pemanfaatan teknologi informasi secara optimal.

Badan Kordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah ( BKPPMD ) Provinsi Jawabarat merupakan suatu lembaga pemerintah yang memiliki tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dan pengendalian di bidang promosi dan kerjasama Penanaman Modal serta melaksanakan kewenangan tertentu Pemerintah Propinsi sesuai dengan kebutuhan daerah dan kewenangan lain yang dilimpahkan kepada Gubernur. Berlokasi di Jalan Sumatera No.50 Bandung. Dengan Sistem Penanaman Modal yang telah berjalan, BKPPMD kota Bandung telah melaksanakan tugasnya sebagai lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah dalam melakukan promosi dan kerjasma Penanaman Modal untuk masyarakat.

(7)

maksimalnya pelayanan dalam kerjasama Penanaman Modal yang diberikan oleh BKPPMD Bandung. Stigma tersebut muncul karena pada sistem yang saat ini sedang berjalan masih terdapat beberapa masalah yang belum teratasi.

Sistem yang berjalan juga memiliki permasalahan mengenai pengolahan data serta kerjasama Penanaman Modal yang tidak terorganisir dengan baik, berkas-berkas surat yang menumpuk tentunya akan memakan tempat, waktu serta tenaga yang besar dalam pengolahannya selain itu belum dibangunnya sistem informasi Penanaman Modal sebagaimana yang tercantum dalam perda nomor 10 tahun 2008, pada poin (6) Sub bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal, dan poin (7). Sub Bidang Peyebarluasan,Pendidikan dan Pelatihan Penanaman Modal belum optimal.

(8)

Berdasarkan penjelasan dan masalah diatas, maka penulis akan menuangkan sebuah deskripsi dalam pembuatan penelitian skripsi dengan judul

“PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENANAMAN MODAL DI

BADAN KOORDINASI PROMOSI DAN PENANAMAN MODAL

DAERAH (BKPPMD) PROVINSI JAWA BARAT” , dengan harapan

penulisan skripsi ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada, dan membantu dalam perancangan sistem informasi Penanaman Modal yang lebih baik dan terintegrasi untuk Dinas BKPPMD tersebut.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Penulis mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang ada agar dapat mengetahui dan menjawab permasalah yang muncul dari latar belakang masalah.

1.2.1. Identifikasi Masalah

Permasalahan tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Belum dibangunnya Sistem Informasi Penanaman Modal sebagaimana yang tercantum dalam perda nomor 10 tahun 2008, pada poin (6) Sub bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal, dan poin (7). Sub Bidang Peyebarluasan,Pendidikan dan Pelatihan Penanaman Modal belum optimal.

(9)

1.2.2. Rumusan Masalah

Beberapa rumusan masalah yang terjadi pada Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung meliputi :

1. Bagaimana Sistem Informasi Penanaman Modal yang sedang berjalan pada BKPPMD Bandung.

2. Bagaimana Perancangan Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung.

3. Bagaimana Pengujian Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung.

4. Bagaimana Implementasi Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung.

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dari dilaksanakannya penelitian adalah untuk membangun Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung.

Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian adalah untuk :

1. Untuk mengetahui Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung.

2. Untuk membuat Rancangan Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung.

3. Untuk menguji Sistem Informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung. 4. Untuk mengetahui Implementasi Sistem Informasi Penanaman Modal pada

(10)

1.4. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian terdiri dari kegunaan praktis dan kegunaan akademis.

1.4.1. Kegunaan Praktis

Adapun kegunaan praktis dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah diharapkan sistem yang dibuat, dapat menciptakan efisiensi dan efektivitas kerja pada Dinas BKPPMD, maupun dalam meningkatkan pelayanan instansi terhadap pelanggan ataupun klien.

1.4.2. Kegunaan Akademis

Kegunaan akademis dari penelitian yang dilakukan oleh penulis diantaranya:

1. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini diharapkan menjadi pembandingan antara ilmu manajemen (teori) dengan keadaan yang terjadi langsung di lapangan (praktek). Sehingga dengan adanya perbandingan tersebut akan lebih memajukan ilmu Sistem Informasi yang sudah ada untuk ditahapkan pada dunia nyata dan dapat mengutungkan berbagai pihak.

2. Bagi penulis, berguna dalam menambah atau memperkaya wawasan pengetahuan baik teori maupun praktek, belajar menganalisa dan melatih daya fikir dalam mengambil kesimpulan atas permasalahan yang ada didalam perusahaan, khususnya di BKPPMD Bandung

(11)

1.5. Batasan Masalah

Perancangan sistem informasi Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung ini memiliki batasan masalah sebagai berikut :

1. Penelitian ini hanya dilakukan di BKPPMD (Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah) Provinsi JawaBarat Ruang lingkup penelitian hanya meliputi dibagian Data dan Pelaporan.

2. Sistem informasi ini hanya membahas pada proses pemohonan dan laporan penanaman modal pada BKPPMD Bandung.

3.Sistem informasi ini yang dibuat menggunakan Client – Server.

1.6. Lokasi dan Waktu Penelitian

(12)

Tabel 1.1.Waktu Penelitian

(13)

8 BAB II

LANDASAN TEORI

Bab ini akan menjelaskan teori-teori yang penulis gunakan yang memiliki kaitan dengan permasalahan mengenai Penanaman Modal pada BKPPMD Bandung.

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai konsep dasar sistem, penulis akan membahas satu persatu beberapa penjelasan dibawah ini.

2.1.1 Pengertian Data

Menurut Jack Febrian (2007 : 129). “Data merupakan fakta, atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka, huruf-huruf, atau simbol-simbol yang menunjukan suatu ide, objek, kondisi atau situasi dan kondisi data itu sendiri merupakan bentuk jamak dari data yang berarti informasi.”

Data merupakan faktor penting dalam menunjang suatu sistem informasi, yang akan menentukan kualitas informasi yang dihasilkan. Baik atau tidaknya suatu keputusan yang diambil oleh seorang pimpinan sangat ditentukan oleh hasil pengolahan data yang diperoleh menjadi infomasi yang dibutuhkan.

2.1.2 Konsep Dasar Sistem

(14)

Menurut Kennet E.Kendall dan Julie Kendall (2007 : 523), “Serangkaian

subsistem yang saling terkait dan tergantung satu sama lain, bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnnya. “

Sistem sangatlah dibutuhkan dalam organisasi atau perusahaan, dimana kinerja dari organisasi tersebut ditunjang oleh sistem yang digunakan. Supaya sistem dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan maka diperlukan kerjasama yang baik antara komponen-komponen dalam sistem tersebut.

Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan yaitu sistem merupakan suatu kumpulan komponen-komponen yang saling bekerjasama dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu, yang telah ditetapkan oleh organisasi.

2.1.3. Ciri – Ciri Sistem

Ciri – Ciri Sistem menurut Dr. Azhar Susanto, MBus, Ak dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen Konsep dan Pengembangannya

[2004:18]”, digambarkan dalam gambar 2.1 berikut ini :

Gambar 2.1 Ciri – Ciri Sistem

(15)

1. Tujuan Sistem

Merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem. 2. Batas Sistem

Merupakan garis abstraksi yang memisahkan antara sistem dan lingkungannya.

3. Sub Sistem

Merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem, sub sistem ini bisa phisik ataupun abstrak.

4. Hubungan Sistem

Merupakan hubungan yang terjadi antar sub sistem dengan sub sistem lainnya yang setingkat atau antara sub sistem dengan sistem yang lebih besar. Ada dua macam hubungan sistem, yaitu hubungan horizontal dan hubungan vertikal. hubungan vertikal disebut sebagai hubungan khirarki yang menggambarkan tingkatan, sedangkan hubungan horizontal menggambarkan hubungan antara sub sistem dengan sub sistem lain yang setingkat. Hierarki sistem pada dasarnya menggambarkan hubungan sistem dengan sistem yang lebih besar yang disebut sebagai super sistem dan hubungan dengan sistem yang lebih kecil yang disebut sebagai sub sistem.

5. Input – Proses – Output

Ciri lain dari sistem adalah melihat dari sudut fungsi dasarnya yaitu :

(16)

a. Input adalah segala sesuatu yang masuk kedalam suatu sistem. Input ini bervariasi bisa berupa energi, manusia, data, modal, bahan baku, layanan atau lainnya. Input merupakan pemicu bagi sistem untuk melakukan proses yang diperlukan. Input dapat diklasifikasikan kedalam tiga kategori, yaitu : Serial input, Probabel input dan Feedback input.

b. Proses merupakan perubahan dari input menjadi output. Proses ini mungkin dilakukan oleh mesin, orang atau komputer.

c. Output merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem. Berdasarkan penggunaannya suatu output dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu :

a) Output yang langsung diberikan ke konsumen untuk dikonsumsi atau untuk diproses lebih lanjut, sebagai contok multiplek bias langsung digunakan atau dibuat lemari.

b) Output suatu sistem yang dikonsumsi oleh sub system yang lain dalam system yang sama dalam suatu siklus produksi sebagai contoh adalah barang setengan jadi.

(17)

6. Lingkungan Sistem

Adalah faktor – faktor di luar sistem yang mempengaruhi sistem. Lingkungan sistem ada dua macam, yaitu : lingkungan eksternal (diluar sistem) dan lingkungan internal (didalam sistem).

2.1.4. Karakteristik Sistem

Menurut Kusrini dan Andri Koniyo (2007: 54), Suatu sistem mempunyai karakteristik . karakteristik sistem adalah sebagai berikut ini.

1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau subsistem-subsistem.

2. Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary) 3. Suatu sistem mempunyai lingkungan (enviromment) 4. Suatu sistem mempunyai penghubung (interface) 5. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal)

2.1.5. Klasifikasi Sistem

Menurut Kusrini dan Andri Koniyo (2007: 53), “Suatu sistem dapat di klasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) lawan sistem fisik (physical system), sistem alamiah (natural system) lawan system buatan manusia (human made system), system pasti probalistik (probabilistik system) dan sistem tertutup (closed system) lawan sistem terbuka (open system).”

(18)

terbuka, karena sistem ini berhubungan dengan lingkungan luarnya. Lingkungan luar sistem informasi dapat berupa sesuatu diluar sistem informasi ini tetapi masih dilingkungan perusahaannya atau sesuatu diluar lingkungan perusahaannya.

2.2. Konsep Dasar Informasi

Informasi memiliki nilai penting bagi seorang manajer dan dipandang sebagai salah satu sumber daya yang tersedia dan memiliki nilai sama dengan sumber daya lainnya. Konsep dasar informasi dapat diartikan sebagai berikut :

Menurut Jack Febrian (2007 : 238). Informasi adalah : “Keterangan, penerangan. Data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan mendatang. Susunan hirarki informasi mulai dari data, fakta, kemudian diseleksi dan diolah menjadi sesuatu yang berguna” .

Dari definisi diatas, ditarik kesimpulan bahwa data merupakan bentuk mentah yang belum memiliki nilai lebih, sehingga perlu diolah lebih lanjut, tetapi tidak semua hasil dari pengolahan data tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau manfaat bagi seorang manajer tidak dapat dikatakan sebagai suatu informasi.

2.3. Konsep Dasar Sistem Informasi

(19)

Sistem Informasi memiliki pengertian yaitu kumpulan dari komponen-komponen yang saling memiliki keterkaitan dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan dalam mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat, dalam pengambilan keputusan.

2.3.1 Komponen Sistem Informasi

Menurut Kusrini dan Andri Koniyo (2007: 9). Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen sebagai berikut:

1. Perangkat keras (hardware), mencakup berbagai peranti fisik seperti komputer dan printer.

2. Perangkat lunak (software) atau program, yaitu sekumpulan intruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data.

3. Prosedur, yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikenhendaki.

4. Orang, yaitu semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.

5. Basis data (database), yaitu sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.

(20)

2.4. Penanaman Modal

2.4.1. Pengertian Penanaman Modal

Menurut I.G Rai Widjaya (2005 : 23), “Modal dalam Negeri adalah bagian kekayaan masyarakat Indonesia termasuk hak-hak dan benda-benda, baik yang memiliki oleh negara maupun swasta nasional atau swasta asing yang berdomisili di Indonesia, yang disisihkan/disediakan guna menjalankan sesuatu usaha sepanjang modal tersebut tidak diatur oleh ketentuan Pasal 2 Undang-Undang No.1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang mengatur mengenai Modal Asing.”

Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN adalah penggunaan kekayaan seperti tersebut diatas, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menjalankan usaha menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-Undang Penanaman Modal.

Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang apabila sekurang-kurangnya 51% dari modal dalam negeri yang ditanam didalamnnya dimiliki oleh negara dan atau swasta nasional. Dan bila dalam bentuk perseroan terbatas atau PT, maka sekurang-kurangnya persentase 51% dari jumlah sahamnya harus saham atas nama. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, persentase itu harus selalu ditingkatkan sehingga menjadi sebesar 75% pada tanggal 1 januari 1974. Sedangkan perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut adalah termasuk perusahaan asing.

(21)

Modal asing adalah alat pembayaran luar negeri yang tidak merupakan bagian dari kekayaan devisa Indonesia, yang dengan persetujuan Pemerintah digunakan untuk pembiayaan perusahaan di Indonesia.

Menurut I.G Rai Widjaya (2005 : 31), “Permohonan penanaman modal baru adalah permohonan persetujuan penanaman modal baik penanaman modal dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) serta fasilitasnya yang diajukan oleh calon penanaman modal untuk mendirikan dan menjalankan usaha baru”

Persetujuan PMDN adalah persetujuan penanaman modal berserta fasilitasnnya yang diberikan dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1968jo. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri, yang berlaku pula sebagai Persetujuan Prinsip atau Izin Usaha Sementara.

Persetujuan PMA adalah persetujuan penanaman modal berserta fasilitasnya yang diberikan dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1967 jo. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing, yang berlaku pula sebagai Persetujuan Prinsip atau Izin Usaha Sementara.

2.5. Arsitektur Jaringan

2.5.1. Pengertian Jaringan Komputer

(22)

2.5.2 Jenis – jenis Jaringan

Menurut Iwan Sofana (2008 : 4), dalam secara umum dibagi atas empat jenis, yaitu ;

1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) adalah jaringan lokal yang dibuat pada area tertutup. Misalkan dalam satu gedung atau dalam satu ruangan. Kadangkala jaringan lokal disebut juga jaringan privat. LAN biasa digunakan untuk jaringan kecil yang menggunakan resource bersama-sama, seperti penggunaan printer secara bersama, penggunaan media penyimpanaan secara bersama.

2. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), menggunakan metode yang sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan MAN bisa satu RW, beberapa kantor yang berbeda dalam komplek yang sama, satu kota, bahkan satu provinsi. Dapat dikatakan MAN merupakan pengembangan dari LAN.

3. Wide Area Network (WAN)

(23)

4. Internet

Internet adalah interkoneksi jaringan-jaringan komputer yang ada di dunia. Sehingga cakupannya sudah mencapai satu planet, bahkan tidak menutup kemungkinan mencakuo antarplanet. Koneksi antarjaringan komputer dapat dilakukan berkat dukungan protokol yang khas, yaitu Internet Protocol (IP).

2.5.3. Topologi Jaringan Komputer

Menurut Iwan Sofana (2008 : 7), ada 5 jenis Topologi Jaringan, yaitu : 1. Topologi Bus

Topologi bus sering juga disebut daisy chain atau ethernet bus topologies. Sebutan terakhir diberikan karena pada topologi bus digunakan perangkat jaringan atau nerwork interface card (NIC) bernama ethrenet. Jaringan yang menggunakan topologi bus dapat dikenali dari pengguaan sebuah kabel backbone (kabel utama) yang menghubungkan semua peralatan jaringan (devica). Karena kabel backbone menjadi satu-satunya jalan bagi lalu lintas data maka apabila kabel backbone rusak atau terputus akan menyebabkan jaringan mati total.

Gambar 2.2 Topologi Bus

(24)

2. Topologi Ring (Cincin)

Topologi ring sangat berbeda dengan topologi bus. Sesuai dengan namannya, jaringan yang menggunakan topologi ini dapat dikenali dari kabel backbone yang membentuk cincin. Setiap komputer terhubung dengan kabel backbone.setelah sampai pada komputer terakhir maka ujung kabel akan kembali dihubungkan dengan komputer pertama.

Gambar 2.3 Topologi Ring

[Sumber Prima Kurniawan, Topologi Jaringan,2009] 3. Topologi Star (Bintang)

(25)

Gambar 2.4 Topologi Star

[Sumber Prima Kurniawan, Topologi Jaringan,2009] 4. Topologi Mesh

(26)

Gambar 2.5 Topologi Mesh

[Sumber Prima Kurniawan, Topologi Jaringan,2009] 5. Topologi Tree

Topologi Tree topologi bus. Topologi Tree digunakan untuk menghubungkan beberapa LAN dengan LAN lain. Hubungan antar LAN dilakukan via hub. Masing-masing hub dapat dianggap sebagai akar (root) dari masing-masing pohon (Tree). Topologi Tree dapat mengatasi kekurangan topologi bus yang disebabkan persoalan broadcast traffic , dan kekurangan topologi star yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas port hub.

2.5.4. Berdasarkan Fungsi

Berdasarkan fungsinya, jaringan komputer dibagi menjadi 2 jenis yaitu: 1. Client Server

(27)

2. Peer to Perr

Peer to Peer adalah jaringan komputer di mana setiap komputer bisa menjadi sever sekaligus client. Setiap komputer dapat menerima dan memberikan accsess dari/ke komputer lain. Peer to Peer banyak diimplementasikan pada LAN.walaupun dapat juga diimplementasikan pada MAN,WAN, atau Internet, namun hal ini kurang lazim. Salah satun alasannya adalah masalah manajemen dan scurity pada jaringan peer to peer manakala pengguna komputer sudah sangat banyak.

2.6. Perangkat Lunak Pendukung

Dalam membangun perangkat lunak ini penulis meanggunakan perangkat lunak Visual Basic 6.0 dan Microsoft SQL Server.

2.6.1 Sekilas Tentang Visual Basic 6.0 Dan Crystal Report

Menurut Kusrini dan Andri Koniyo (2007: 314), “Visual basic merupakan salah satu development tool, yaitu alat bantu untuk membentuk berbagai macam program komputer, khususnya yang menggunakan sistem operasi windows. Visual basic merupakan salah satu bahasa pemograman komputer yang mendukung objek (objek oriented programing = OOP)”.

(28)

Microsoft Visual Basic berasal dari bahasa pemrograman BASIC (Beginners All-purpose Symbolic Instruction Code). Karena bahasa Visual Basic cukup mudah untuk dipelajari dan dipahami, maka sistem setiap programmer menguasai bahasa ini.

Keunggulan Microsoft Visual Basic 6.0 adalah sebagai berikut:

1.Mempunyai fasilitas toolbox yang dapat secara langsung mendesain program yang akan dibuat.

2.Mempunyai jendela properties dimana dapat mengedit computer suatu objek terpilih yang berada dalam suatu aplikasi.

Menurut Kusrini dan Andri Koniyo (2007: 325), “Crystal report merupakan salah satu program yang digunakan untuk membuat,menganalisis dan menterjemahkan informasi yang terkandung dalam database atau program ke dalam berbagai jenis laporan.”

2.6.2 Microsoft SQL Server 2000

Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak Relation Database Management System (RDBMS) yang handal. Di desain untuk mendukung proses transaksi yang besar seperti order online, inventory, akuntansi atau manufaktur. Microsoft SQL Server 2000 dapat dijalankan pada Microsoft Windows NT 4.0 Server atau Microsoft Windows 2000 Server, selain itu dapat pula di jalankan pada personal desktop di Microsoft Windows 2000 Professional dan Microsoft Windows Millenium.

(29)

SQL Server 2000, selain itu database ini juga compatible dengan bahasa pemrograman Visual Basic yang digunakan. Secara teoritis, program SQL yang sudah terinstal pada sistem dapat menampung 32.767 database dan terdapat lebih dari 2 billion object. Kelebihan Microsoft SQL Server 2000 dalam pembuatan database adalah sebagai berikut :

1.Mempunyai transaction log tersendiri dan mengatur transaksi dalam database. 2.Data dapat berkisar antara 1 MB sampai 1.048.516 MB.

3.Dapat menambah ukuran data secara manual atau otomatis.

(30)

25 3.1. Objek Penelitian

Objek penelitian yang dilakukan yaitu di BKPPMD Bandung bertempat bagian Data Dan Pelaporan.

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

(31)

memperdayakan perlu disusun Perencanaan Strategis ( RENSTRA) BKPPMD Propinsi Jawa Barat selama 5 Tahun ( 2001-2005).

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

Adapun Visi, Misi, Tujuan serta Sasaran yang dari Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Propinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :

1. VISI :

Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah Propinsi Jawa Barat sebagai fasilitator promosi dan pengembangan Penanaman Modal yang dinamis dan berdaya saing.

2. MISI :

a. Menciptakan rumusan kebijakan teknis promosi dan Penanaman Modal yang terarah dan terpadu secara regional.

b. Mendorong terwujudnya pengembangan promosi dan Penanaman Modal melalui kerjasama dengan stakeholders.

c. Mendorong dunia usaha untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat.

3. TUJUAN

d. Terwujudnya pedoman pelaksanaan Penanaman Modal yang memenuhi tuntutan dunia usaha.

e. Keterpaduan pelaksanaan penanaman modal dengan potensi regional.

f. Terwujudnya kegiatan promosi yang efektif dan efesien antara pemerintah, dunia saha dan masyarakat.

(32)

h. Adanya peningkatan Penanaman Modal di daerah secara proporsional. i. Terciptanya kesempatan kerja pada berbagai sektor/bidang usaha. 4. SASARAN

j. Tersusunnya satu buah pedoman di bidang promosi dan tiga buah pedoman di bidang Penanaman Modal.

k. Meningkatnya pelaksanaan Penanaman Modal sebesar 10% pertahun pada bidang usaha yang berbasis potensi regional.

l. Meningkatnya sinergitas dalam melaksanakan kegiatan promosi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat yang didukung oleh peningkatan anggaran.

m. Meningkatnya kegiatan Penanaman Modal yang menggunakan bahan baku lokal, dan tidak merusak lingkungan.

n. Meningkatnya Penanaman Modal sesuai dengan karakteristik pengembangan kabupaten/kota masing-masing.

3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 3.1 Struktur Organisasi

(33)

Struktur Organisasi BKPPMD Propinsi Jawa Barat akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Kepala BKPPMD, di bantu oleh : a) Sekertaris.

b) Kepala bidang pengembangan investasi. c) Kepala bidang promosi.

d) Kepala bidang pelayanan dan fasilitas investasi. e) Kepala bidang pengendalian investasi.

2. Sekertaris, di bantu oleh :

a) Kasubag perencanaan dan program. b) Kasubag keuangan.

c) Kasubag umum dan kepegawaian.

3. Kepala bidang pengembangan investasi, di bantu oleh: a) Kasubid pengembangan potensi dan peluang. b) Kasubid pengembangan infrastruktur.

4. Kepala bidang promosi, di bantu oleh: a) Kasubid promosi dalam negeri. b) Kasubid promosi luar negeri.

5. Kepala bidang pelayanan dan fasilitas investasi a) Kasubid fasilitas.

(34)

6. Kepala bidang pengendalian investasi a) Kasubid pengendalian.

b) Kasubid data dan pelaporan.

3.1.4. Deskripsi Tugas

Keberadaan BKPPMD Propinsi Jawa Barat, diatur dengan peraturan daerah propinsi Jawa Barat No. 16 Tahun 2000 tanggal 12 Desember 2000, tentang Lembaga Teknis Daerah Propinsi Jawa Barat. Adapun tugas pokok dan fungsi berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 62 Tahun 2001 Tanggal 4 Desember 2001, adalah sebagai berikut:

Merumuskan kebijakan teknis dan pengendalian di bidang promosi dan kerjasma Penanaman Modal serta melaksanakan kewenangan tertentu Pemerintah Propinsi sesuai dengan kebutuhan daerah dan kewenangan lain yang dilimpahkan kepada Gubernur.

Untuk melaksanakan tugas pokok diatas, BKPPMD Propisi Jawa Barat Memiliki fungsi, sebagai berikut:

a. Perumusan kebijakan teknis dan pengendalian di bidang promosi serta kerjasama Penanaman Modal.

b. Fasilitas di bidang promosi dan Penanaman Modal. c. Penyelenggaraan sekretariat badan.

3.2. Metode Penelitian

(35)

3.2.1. Desain Penelitian

Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif. Metode deskriftif yaitu metode dalam penelitian suatu kasus dengan cara mengumpulkan data sebagai gambaran keaadaan objek yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada. Metode deskriftif yaitu membuat gambaran (dari sekelompok manusia, objek, kondisi pada masa sekarang) secara sistematis. Factual dan akurat tentang fakta, sifat dan hubungan antar fenomena, yang mempunyai sistem sebagai berikut : 1. Data yang digunakan berdasarkan pada fakta yang terpercaya, bukan opini. 2. Ada deskripsi yang jelas tentang tempat dan waktu penelitian

3. Dijelaskan tentang teknik pengumpulan dan analisis data, maupun pustaka yang digunakan.

4. Prinsip, fakta, dapat dinyatakan sebagai sebuah nilai dan gambaran suatu kondisi tertentu.

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan cara data primer dan data sekunder.

3.2.2.1. Sumber Data Primer

1.Studi Lapangan

a. Wawancara (Interview). Penulis melakukan tanya jawab secara langsung kepada pembimbing di BKPPMD Propinsi Jawa Barat di bagian data dan pelaporan.

(36)

2.Studi Litelatur Pustaka (Library Research).

Dalam mengerjakan laporan skripsi ini, penulis melakukan library research, untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan materi skripsi melalui buku-buku, bahan kuliah dan bacaan lainnya yang memiliki relevansi dengan system tersebut.

3.2.2.2. Sumber Data Sekunder

1.Dokumentasi

Penulis juga melakukan dokumentasi terhadap objek yang akan diteliti. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah metode Dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dari sumber-sumber kebanyakan dari materi sejenis dokumen yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Metode ini digunakan untuk pengumpulan data yang berhubungan dengan sejarah, tujuan, kegiatan dan struktur organisasi.

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Metode pendekatan dan pengembangan sistem digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan sistem sehingga sistem yang akan dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini penulis menggunakan metode pendekatan terstruktur dan metode pengembangan sistem menggunakan metode Prototype Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan dari masing-masing metode :

3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem

(37)

masalah dalam bentuk program. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem

Metode Pengembangan Sistem yang digunakan penulis yaitu dengan cara metode Protoptyping.. Pada model ini dimulai dengan pengumpulan informasi

mengenai kebutuhan, dimana

1. Pengembang dan pemesan bertemu dan mendefinisikan sasaran sasaran umum

2. Mengidentifikasi kebutuhan yang telah diketahui dan

3. Mencari bidang-bidang yang masih memerlukan pendefinisian

Setelah pengembangan telah dilakukan terhadap kebutuhan yang telah teridentifikasi pada pertemuan. Perancangan difokuskan pada representasi yang tampak oleh pengguna. Hal ini menuntun pengembangan prototype perangkat lunak yang akan diberikan ke pemakai. Prototype dievaluasi oleh pemakai dan digunakan sebagai landasan untuk memperbaiki spesifikasi kebutuhan. Proses ini berulang sampai memahami permasalahan dengan lebih baik.

Berikut rincian tahapan-tahapan yang akan dikerjakan dalam proses

Protoptyping , diantaranya :

1. Mengidentifikasi kebutuhan, yaitu analisa terhadap kebutuhan calon user 2. Quick design, yaitu pembuatan desain secara global untuk membentuk

(38)

3. Build prototype, yaitu pembuatan perangkat lunak prototipe termasuk pengujian dan penyempurnaan

4. Evaluasi pelanggan yaitu mengevaluasi prototipe dan memperhalus analisa kebutuhan calon pemakai

5. Pembuatan dan implementasi

Variasi dari model ini adalah : Trow away prototyping dan Dead prototyping

a. Trow away prototyping

Prototype benar-benar hanya digunakan untuk pengumpulan kebutuhan-kebutuhan pemakai, dibuang kemudian dibuat perangkat lunak yang akan benar-benar digunakan di operasi.

b. Dead prototyping

Prototype yang versi terakhir merupakan produk perangkat lunak yang benar-benar dipasang dan digunakan di operasi sehari-hari.

Berikut adalah gambar prototype paradigma :

Gambar 3.2 Prototype Paradigma

(39)

3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Pada langkah ini perancangan digambarkan dalam bentuk bagan alir dokumen (Flowmap),Diagram Konteks (Conteks Diagram), Diagram Arus Data (Data Flow Diagram) dan Kamus Data (Data Dictionary).

3.2.3.3.1. Bagan Alir Dokumen (Document Flowmap)

Bagan alir dokumen atau disebut juga bagan alir formulir merupakan bagan alir yang menunujukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan tembusannya. Bagan alir dokumen menggambarkan aliran dokumen dan informasi arus antar area pertanggung jawaban di dalam sebuah organisasi. Secara rinci bagan alir ini menunjukan dari mana dokumen tersebut berasal, distribusinya, tujuan digunakannya dokumen tersebut dan lain-lain. Bagan alir ini bermanfaat untuk menganalisis kecukupan prosedur pengawasan dalam sebuah sistem.

3.2.3.3.2. Diagram Konteks

(40)

3.2.3.3.3. Diagram Alir Data ( Data Flow Diagram / DFD )

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu gambaran secara logical. DFD biasanya digunakan untuk membuat sebuah model sistem informasi dalam bentuk jaringan proses yang saling berhubungan satu sama lainnya oleh aliran data. Keuntungan menggunakan DFD adalah untuk lebih memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai dalam bidang program untuk lebih mengerti sistem yang akan dikembangkan atau dikerjakan. Proses data pada Data Flow Diagram (DFD) merupakan sekumpulan program dapat juga merupakan transformasi data secara manual.

3.2.3.3.4. Kamus Data

Kamus data atau Data Dictionary adalah catalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari satu system informasi. Dengan menggunakan kamus data, analisis system dapat mendefinisikan data yang mengalir di system lengkap. Untuk dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya maka kamus data harus memuat hal-hal seperti nama arus data, alias, bentuk data, arus data penjelasn, periode, volume, dan struktur data.

3.2.3.3.5. Perancangan Basis Data

(41)

Basis data merupakan kumpulan dari data-data yang saling terkait dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Basis data adalah kumpulan-kumpulan file yang saling berkaitan.

Merancang data base merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesulitan utama dalam merancang data base adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memuaskan keperluan saat ini dan masa mendatang. Pada langkah ini terdapat empat bagian,yaitu ERD(Entity Relationship Diagram), nomalisasi, relasi tabel dan struktur file.

1.Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model untuk menjelaskan hubungan antara data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real world terdiri dari objek-objek dasar yang mempunyai hubungan relasi antara objek-objek tersebut.

ERD (Entity Relationship Diagram) berfungsi untuk menggambarkan relasi dari dua file atau dua tabel yang dapat digolongkan dalam tiga macam bentuk relasi, antara lain :

a.One to One Relationship

Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding satu.

.a1

.a2

.a3

.a4

.b1

.b2

.b3

.b4

Satu ke satu

(42)

b.One to Many Relationship

Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding banyak atau dapat pula dibalik menjadi banyak lawan satu.

.a1

.a2

.b1

.b4

Satu ke banyak .b2

.b3

Gambar 3.4 One To Many Relationship

c.Many to Many Relationship

Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah banyak berbanding banyak.

.a1

Banyak ke banyak .a2

.a3

.b2 .b1

.b3

.a4 .b4

Gambar 3.5 Many To Many Relationship

d.Many to One Relationship

Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah banyak berbanding satu.

.a1

Banyak ke satu

.a2

.b2 .b1

.a4 .a3

(43)

2.Normalisasi

Normalisasi merupakan pengelopokan data elemen menjadi table-table yang menunjukan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi, apakah ada kesulitan pada saat tambah/insert, menghapus/delete, mengubah/update, membaca/retrive pada suatu database, bila ada kesulitan pada pengujian tersebut, maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan belumlah mendapat database yang optimal, walaupun jumlah normalisasi ini bervariasi dasar normalisasi sebenarnya hanya ada tiga, yaitu bentuk normal pertama, dan bentuk normal kedua.

1.Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.

2. Bentuk Normal Pertama (1NF/First Normal Form)

Bentuk ini sangat sederhana. Aturannya sebuah table tidak boleh mengandung kelompok yang terulang.

3. Bentuk Normal Kedua (2 NF/ Second Normal Form)

(44)

4.Bentuk Normal Ketiga (3NF / Third Normal Form)

Aturan normalisasi ketiga berbunyi bahwa relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan tidak boleh ada kebergantungan antara field-field non-kunci (kebergantungan transitif).

3. Relasi Tabel

Didalam sebuah database, setiap tabel memiliki sebuah fields yang memiliki nilai untuk setiap baris. Fields ini ditandai dengan icon bergambar kunci di depan namanya. Baris-baris yang berhubungan pada tabel mengulangi kunci primer (primary key) dari baris yang dihubungkannya pada tabel lain. Salinan dari kunci primer di dalam tabel-tabel yang lain disebut dengan kunci asing (foreign key). Dan semua field bisa menjadi kunci asing. Yang membuat sebuah field merupakan kunci asing adalah jika dia sesuai dengan kunci primer pada tabel lain

3.2.4. Pengujian Software

Pengujian dilakukan dengan metode blackbox.

Menurut Presman (2005 : 459),”Pengujian Black Box adalah pengujian

aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengeahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar.

Pengujian Blackbox berusaha menemukan kesalahan dalam kategori : 1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang

2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal

(45)

40

4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan

Dalam analisis sistem akan membahas tentang prosedur yang berjalan mengenai flowmap, diagram konteks, dan dfd pada Sistem Informasi Penanaman Modal di Badan Kordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Barat yang meliputi berbagai dokumen kegiatan, yang terdiri dari dokumen permohonan Penanaman Modal baru dalam rangka Penanaman Modal dalam Negeri , laporan kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN).

4.1.1. Analisis Dokumen

(46)

dokumen yang dirasa cukup sering digunakan dan diperlukan dalam aktivitas Penanaman Modal tersebut diantaranya adalah:

1. Dokumen Permohonan Penanaman Modal 2. Dokumen Pelaporan Penanaman Modal

Tabel 4.1. Permohonan Penanaman Modal

No Dokumen Uraian

1. Permohonan Penanaman Modal

Deskripsi: Berisi informasi mengenai permohonan

Penanaman Modal baru dalam rangka Penanaman Modal dalam Negeri.

Fungsi: Digunakan untuk menampilkan daftar

Penanam Modal

Rangkap: 2

Sumber: Penanam Modal,

Distribusi: BKPM Pusat

Bentuk Dokumen: Permohonan Penanaman Modal

Atribut Data: nama_pemohon , npwp , no_akta ,

(47)

Tabel 4.2. Pelaporan Penanaman Modal

No Dokumen Uraian

2. Pelaporan Penanaman Modal

Deskripsi: Berisi informasi mengenai laporan

kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN).

Fungsi: Digunakan untuk menampilkan laporan

Penanam Modal dalam Negeri.

Rangkap: 4

Sumber: Kasubib Data dan Pelaporan,

Distribusi: Kepala BKPPMD

Bentuk Dokumen: Pelaporan Penanaman Modal

Atribut Data: nama_perusahaan , npwp_perusahaan ,

(48)

4.1.2. Analisis Prosedur yang sedang berjalan

Analisis prosedur yang sedang berjalan yaitu menguraikan setiap prosedur dan sistematis dari sistem yang sedang berjalan yang dibuat terdiri dari prosedur,flowmap, diagram konteks, data flow diagram.

4.1.2.1. Prosedur dan Flowmap

Prosedur menjelaskan dan menguraikan setiap prosedur dan kegiatan yang dilakukan di dalam sistem informasi. Dan flowamap adalah gambaran aliran dokumen yang bergerak dalam sistem yang disajikan dalam bentuk gambar dan symbol-simbol, flowmap juga menjelaskan setiap prosedur yang dilakukan di dalam sistem.

Prosedur dan flowmap yang terdapat pada sistem informasi Penanaman Modal yang sedang berjalan, adalah sebagai berikut.

4.1.2.1.1. Prosedur dan Flowmap Permohonan Penanaman Modal

1. PENANAM MODAL wajib melakukan Pendaftaran untuk melakukan Penanaman Modal.

2.PENANAM MODAL yang akan melakukan Penanaman Modal dapat langsung mengajukan permohonan Pendaftaran ke PTSP (1a) untuk mendapatkan IZIN PENDAFTARAN sebelum berstatus badan hukum perseroan terbatas dan wajib ditindaklanjuti dengan pembuatan akta pendirian perseroan terbatas.

(49)

4.PENANAM MODAL yang telah disahkan sebagai badan hukum perseroan terbatas oleh DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA (2) yang akan melakukan Penanaman Modal dapat mengajukan permohonan Pendaftaran ke PTSP (1c) untuk mendapatkan IZIN PENDAFTARAN.

5.PENANAM MODAL yang sudah mendapatkan IZIN PENDAFTARAN dapat mengajukan Izin Pelaksanaan konstruksi perusahaan (4) sebelum melakukan kegiatan produksi atau komersialisasi.

6.Penanam Modal yang sudah mendapatkan IZIN PENDAFTARAN dapat menerima fasilitas non fiskal (5) seperti:

* Angka Pengenal Importir Produsen (API-P)

* Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) * Rekomendasi Visa Untuk Bekerja (TA. 01)

* Izin Mempekerjakan Tenaga kerja Asing (IMTA)

(50)

Dibawah ini adalah flowmap permohonan Penanaman Modal yang sedang berjalan :

Flowmap Penanaman Modal yang berjalan

Penanam Modal Notaris Departmenen Hukum

dan HAM PTSP BKPM Pusat Jakarta

P akta pendirian yang disahkan

Gambar 4.1 Flowmap Penanaman Modal Yang Berjalan

Keterangan Gambar:

A = Arsip Permohonan dan Akta Pendirian

B = Arsip Permohonan dan Akta Pendirian yang telah disahkan C,D = Arsip Penanaman Modal

(51)

4.1.2.1.1. Prosedur dan Flowmap Pelaporan Penanaman Modal

1. Data yang masuk diberikan kepada BKPM pusat jakarta .

2. Data yang masuk kepada BKPM pusat jakarta diberikan kepada kesekertariat (bagian umum) untuk dicatat.

3. Kemudian disposisi kepada sekertaris badan yang di lanjutkan oleh sekertariat yang telah disposisi ke kepala BKPPMD.

4. Kepala BKPPMD memberikan kepada ke seketariatan (badan umum) yang telah disposisi oleh kepala BKPPMD untuk dicatat.

5. Setelah dicatat oleh keseketariatan kemudian didistribusikan ke bidang pengendalian untuk dicatat dan diagendakan di Bidang TU.

6. Data dari bidang pengendalian disposisi ke kepala bidang.

7. Kemudian disposisi lagi oleh kasubib data pelaporan dan diberikan kepada subib data dan pelaporan.

(52)

Dibawah ini adalah flowmap pelaporan Penanaman Modal yang sedang berjalan :

Gambar 4.2 Flowmap Pelaporan Penanaman Modal Yang Berjalan

Keterangan Gambar:

a1,a2,a3,a4,a5,a6 = Arsip Penanaman Modal Flowmap Pelaporan Penanaman Modal Yang Berjalan

BKPM Pusat

Kasubib Data dan Pelaporan

Subib Data dan

(53)

4.1.2.2. Diagram Kontek

Diagram konteks Merupakan diagram tingkat atas, yaitu diagram dari sebuah sistem informasi yang menjelaskan hubungan sistem yang sedang berjalan dengan entitas-entitas luar. Diagram konteks dibawah ini menggambarkan sistem Penanaman Modal secara garis besar atau keseluruhan pada BKPPMD Provinsi Jawa Barat:

Perancangan Sistem Informasi Penanaman Modal

Penanam Modal

Kasubib Data dan Pelaporan Kepala BKPPMD Departement Hukum dan HAM

Permohonan Penanaman Modal Permohonan Penanaman Modal dan izin pendirian Permohonan Penanaman Modal dan izin pendirian

Permohonan Penanaman Modal , izin pendirian dan

pengesahan

Permohonan Penanaman Modal,izin usaha Penanaman Modal acc

Gambar 4.3 Diagram Konteks yang sedang berjalan

4.1.2.3. Data Flow Diagram

(54)

1.0 Penanaman Modal

Penanam Modal Notaris

Departement Hukum dan HAM

Permohonan Penanaman Modal Permohonan Penanaman Modal dan izin pendirian

P

Permohonan Penanaman Modal,izin usaha

Penanaman Modal

BKPM Pusat Jakarta

Penanaman Modal

Penanaman Modal acc

2.0 Pelaporan Penanaman Modal

Kasubib Data dan Pelaporan

Kabupaten Kota

Penanaman Modal acc

P

Lap. Penanaman Modal Lap. Penanaman Modal,penanam modal

Penanaman Modal acc

Gambar 4.4 DFD Level 1

1.1 Melakukan Permohonan

Penanam Modal Notaris

Departement Hukum dan HAM

BKPM Pusat Jakarta Pengajuan Akta Pendirian

Perusahaan

Data Pemohon Data Rencana Proyek

Data Penanam Modal

(55)

2.1 Pencatatan

BKPM Pusat Data Perusahaan Data Perusahaan Kepala BKPPMD 2.2

Perizinan Data produksi dan pemasaran

Data persetujuan proyek Kasubib Data dan Pelaporan PerizinanData

2.6

Data Produksi dan pemasaran

Data Pelaporan Penanam Modal

Gambar 4.6 DFD Level 2 Proses 2

4.1.3. Eveluasi Sistem yang sedang Berjalan

Dari hasil penelitian dan analisis sistem informasi Penanaman Modal yang berjalan, maka dihasilkan suatu kesimpulan mengenai kekurangannya. Adapun kekurangan dari sistem yang ada saat ini adalah, sebagai berikut :

1. Apabila ada kesalahan dalam pencatatan Penanaman Modal maka hasil perhitungan modal yang di investasi akan salah, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan perhitungan ulang.

2. Belum tersedianya database Penanaman Modal khususnya Penanam Modal dan laporan Penanam Modal untuk menyimpan semua data yang saling keterkaitan berdasarkan kode atau urutan tertentu, sehingga mempersulit dalam pencarian data jika dibutuhkan secara mendadak.

3. Keamanan informasi tidak terjamin seperti data itu hilang.

(56)

Sedangkan pemecahan/solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah masalah tersebut di atas antara lain :

1. Pengolahan data Penanaman Modal dilakukan dengan cara yang cepat, efektif, dan efisien, dengan adanya perubahan proses pengolahan data Penanaman Modal di dalam sistem yang lama, dengan menggunakan suatu database supaya memudahkan proses pencarian data yang diperlukan.

2. Tersedianya database khusus masing-masing Penanam Modal, agar dalam pencarian datanya tidak sulit.

3. Sistem pelaporan secara manual diubah menjadi proses pelaporan dengan menggunakan fasilitas client-server atau secara jaringan, supaya bagian yang terkait dalam proses Penanaman Modal dapat mengakses informasi secara cepat, efisien dan efektif, serta mengurangi tingkat resiko kesalahan dalam pembuatan laporan.

4.2. Perancangan Sistem

(57)

ini diperlukan pendeskripsian yang meliputi perancangan. Pada tahap perancangan ini akan dijelaskan mengenai perancangan pada struktur data yang digunakan, perancangan arsitektur program yang akan dibuat, perancangan antarmuka dan perancangan prosedural.

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem

Perancangan sistem informasi bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sistem yang diusulkan sebagai penyempurnaan dari sistem yang sedang berjalan. Sistem yang sedang berjalan secara keseluruhan dilakukan penyimpanannya yang tidak beraturan, sedangkan system yang diusulkan akan lebih efektif dalam penyimpanan datanya.

4.2.2. Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan

Dalam tahap ini gambaran umum sistem yang diusulkan bertujuan untuk menghasilkan perancangan sistem informasi Penanaman Modal yang terintegrasi dan terkomputerisasi. Usulan perancangan yang dilakukan adalah merubah sistem yang masih dilakukan secara manual berubah menjadi terkomputerisasi. Adapun gambaran umum sistem ini mencakup flowmap, diagram konteks sistem, diagram alir data sistem yang dapat menjelaskan aliran data yang diproses hingga menghasilkan informasi yang diinginkan.

4.2.3. Perancangan Prosedur yang Diusulkan

(58)

terjadi. Sedangkan yang diusulkan disertakan dokumen laporan kepada Penanaman Modal dan hasilnya disimpan dalam basis data.Kedua pada flowmap pelaporan Penanaman Modal, pada sistem yang berjalan pengarsipan dan pengolahan dokumen masih dilakukan manual. Sedangkan yang diusulkan dilakukan dengan terkomputerisasi , terintergrasi dan hasilnya disimpan dalam basis data.

Berikut ini merupkan prosedur-prosedur dari flowmap yang di usulkan pada dokumen penanaman modal :

1. PENANAM MODAL wajib melakukan Pendaftaran untuk melakukan penanaman modal.

2.PENANAM MODAL yang akan melakukan penanaman modal dapat langsung mengajukan permohonan Pendaftaran ke PTSP (1a) untuk mendapatkan IZIN PENDAFTARAN sebelum berstatus badan hukum perseroan terbatas dan wajib ditindaklanjuti dengan pembuatan akta pendirian perseroan terbatas.

3.PENANAM MODAL yang akan melakukan penanaman modal dapat mengajukan permohonan Pendaftaran ke PTSP (1b) untuk mendapatkan IZIN PENDAFTARAN sebelum berstatus badan hukum perseroan terbatas apabila memiliki akta pendirian perusahaan dari NOTARIS (1).

(59)

5.PENANAM MODAL yang sudah mendapatkan IZIN PENDAFTARAN dapat mengajukan Izin Pelaksanaan konstruksi perusahaan (4) sebelum melakukan kegiatan produksi atau komersialisasi.

6.Penanam modal yang sudah mendapatkan IZIN PENDAFTARAN dapat menerima fasilitas non fiskal (5) seperti:

* Angka Pengenal Importir Produsen (API-P)

* Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) * Rekomendasi Visa Untuk Bekerja (TA. 01)

* Izin Mempekerjakan Tenaga kerja Asing (IMTA)

7. Perusahaan penanaman modal yang dalam pelaksanaan penanaman modalnya telah siap melakukan kegiatan/berproduksi komersial, wajib mengajukan permohonan Izin Usaha (7) ke PTSP.

8. PTSP memberikan laporan mengenai penanaman modal kepada Penanam Modal.

Sedangkan ini merupakan prosedur-prosedur dari flowmap yang di usulkan pada dokumen pelaporan penanaman modal :

1. Data yang masuk diberikan kepada BKPM pusat jakarta .

2. Data yang masuk kepada BKPM pusat jakarta diberikan kepada kesekertariat (bagian umum) untuk diimputkan ke dalam aplikasi penanaman modal.

(60)

4. data perusahaan yang telah diberi izin yang kemudian Kepala BKPPMD memberikan kepada ke keseketariatan (badan umum) untuk diimputkan kembali untuk disimpan dan dicetak.

5. Setelah dicetak oleh keseketariatan kemudian didistribusikan ke bidang pengendalian untuk diinputkan data realisasi investasi dan disimpan dalam database.

6. Data realisasi dari bidang pengendalian disposisi ke kepala bidang untuk melakukan perizinan.

7. Kemudian data realisasi yang telah memiliki izin disposisi lagi oleh kasubib data pelaporan untuk diolah menjadi data penanaman modal dan diberikan kepada subib data dan pelaporan untuk diinputkan dan di cetak.

(61)

4.2.3.1. Flow Map

a. Flow Map Penanaman Modal yang Diusulkan

Dibawah ini adalah flowmap penanaman modal yang sedang diusulkan:

Flowmap Penanaman Modal yang Diusulkan

Penanam Modal Notaris Departmenen Hukum

dan HAM PTSP

Gambar 4.7 Flow map penanaman modal yang diusulkan

Keterangan Gambar:

A = Arsip Permohonan dan Akta Pendirian

(62)

b. Flow Map Pelaporan Penanaman Modal yang Diusulkan

Dibawah ini adalah flowmap pelaporan penanaman modal yang sedang berjalan :

Flowmap Pelaporan Penanaman Modal yang Diusulkan

Kepala

Kasubib Data dan Pelaporan

Subib Data dan

Pelaporan Publik

(63)

4.2.3.2. Diagram Kontek

Diagram Konteks digunakan untuk menggambarkan system Penanaman Modal secara garis besar atau keseluruhan. Diagram konteks ini dirancang memperhatikan masukan yang dibutuhkan oleh system dan keluaran yang dihasilkan oleh system. Diagram Konteks system Penanaman Modal digambarkan sebagai berikut :

Perancangan Sistem Informasi Penanaman Modal

Penanam Modal

Kasubib Data dan Pelaporan Kepala BKPPMD Departement Hukum dan HAM

Permohonan Penanaman Modal Permohonan Penanaman Modal dan izin pendirian Permohonan Penanaman Modal dan izin pendirian

Permohonan Penanaman Modal , izin pendirian dan

pengesahan

Permohonan Penanaman Modal,izin usaha

Gambar 4.9 Diagram Konteks yang diusulkan

Penjelasan Diagram Konteks :

(64)

4.2.3.3. Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu gambaran secara logical. DFD biasanya digunakan untuk membuat sebuah model sistem informasi dalam bentuk jaringan proses yang saling berhubungan satu sama lainnya oleh aliran data. Keuntungan menggunakan DFD adalah untuk lebih memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai dalam bidang komputer untuk lebih mengerti sistem yang akan dikembangkan atau dikerjakan. Proses data pada Data Flow Diagram (DFD) merupakan sekumpulan program dapat juga merupakan transformasi data secara manual. Adapun DFD sitem yang diusulkan sebagai berikut :

(65)

a. DVD Level 1

1.0 Penanaman Modal

Penanam Modal Notaris

Departement Hukum dan HAM

Permohonan Penanaman Modal Permohonan Penanaman Modal dan izin pendirian

P

Permohonan Penanaman Modal,izin usaha

Penanaman Modal

BKPM Pusat Jakarta

Penanaman Modal

Penanaman Modal acc

2.0 Pelaporan Penanaman Modal

Kasubib Data dan Pelaporan

Kabupaten Kota

Penanaman Modal acc

P

Penanaman Modal acc

Gambar 4.10 DFD Level 1

b. DVD Level 2

1.1 Melakukan Permohonan

Penanam Modal Notaris

Departement Hukum dan HAM

BKPM Pusat Jakarta Pengajuan Akta Pendirian

Perusahaan

File Pemohon File Rencana Proyek

File Penanam Modal

(66)

2.1 Pencatatan

BKPM Pusat Data Perusahaan Data Perusahaan Kepala BKPPMD PerizinanData Perizinan 2.2 Pencatatan 2.3 Data Data produksi dan pemasaran

Data persetujuan proyek Kasubib Data dan Pelaporan Data

Perizinan

File Produksi dan pemasaran

File Pelaporan Penanam Modal

Gambar 4.12 DFD Level 2 Proses 2

4.2.3.4. Kamus Data

(67)

Tabel 4.3. Kamus Data Penanam Modal

Nama Data : Data Penanam Modal

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Formulir Permohonan Penanaman Modal

Arus Data : Entitas Penanam Modal - Proses 1.5, Proses 1.4 –

Entitas BKPM Pusat Jakarta, Proses 1.4 – Entitas Penanam Modal

Struktur Data : id_penanaman_modal, no_pemohon , no_perusahaan,

tanggal

Tabel 4.4. Kamus Data Perusahaan

Nama Data : Data Perusahaan

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Dokumen Pelaporan Penanaman Modal

Arus Data : Entitas BKPM Pusat - Proses 2.1, Proses

2.1-Storege,Proses 2.1- Kepala BKPPMD

Struktur Data : no_perusahaan ,nama_perusahaan , npwp_perusahaan ,

(68)

Tabel 4.5. Kamus Data Pemohon

Nama Data : Data Pemohon

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Keterangan Pemohon Penanaman Modal

Arus Data : Entitas Penanam Modal -Proses 1.1, Proses 1.1 –

Entitas Notaris

Struktur Data : no_pemohon, nama_pemohon , npwp , akta ,

no_pengesahan , alamat_pemohon,tanggal_pemohon, tanggal_pengesahan , telepon , fax email

Tabel 4.6. Kamus Data Rencana Proyek

Nama Data : Data Rencana Proyek

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Keterangan Rencana Proyek

Arus Data : Entitas Notaris - Proses 1.2

Struktur Data : bidang_usaha , provinsi , kota , luas , tenaga_kerja ,

(69)

Tabel 4.7. Kamus Data Perizinan

Nama Data : Data Perizinan

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Keterangan Perizinan Proyek

Arus Data : Entitas Kepala BKPPMD - Proses 2.2, Proses 2.5 –

Kasubib Data Dan Pelaporan

Struktur Data : no_izin, fasilitas_pabean , barang_ modal , bahan_baku

, rptka , izin_lokasi , sk_tanah , izin_bagunan , izin_uu_gangguan , izin situ

Tabel 4.8. Kamus Data Produksi dan Pemasaran

Nama Data : Data Produksi dan Pemasaran

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Keterangan Produksi dan Pemasaran

Arus Data : Proses 2.3 – Proses2.4 , Proses 2.4 - Storage

Struktur Data : jenis_barang_produksi , satuan_produksi ,

(70)

Tabel 4.9. Kamus Data Realisasi Investasi

Nama Data : Data Realisasi Investasi

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Keterangan Data Realisasi Investasi

Arus Data : Proses 2.2 – Proses 2.3 , Proses 2.3 - Storage

Struktur Data : tanah , bangunan , mesin , lain_lain , modal_kerja ,

modal_sendiri , dalam_negeri ,

luar_negeri,tanggal_ralisasi , sub,total,total keseluruhan

Tabel 4.10. Kamus Data Akta Pendirian

Nama Data : Data Akta Pendirian

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Keterangan Data Akta Pendirian

Arus Data : Proses 1.2 – Entitas Departemen Hukum Dan HAM

Struktur Data : no_akta, nama_notaris, no_pendirian,

(71)

Tabel 4.11. Kamus Data Persetujuan Proyek

Nama Data : Data Persetujuan Proyek

Alias : -

Bentuk Data : Dokumen

Penjelasan : Keterangan Data Persetujuan Proyek

Arus Data : Proses 2.4 – Entitas Kepala Bidang , Entitas Kepala

Bidang – Proses 2.5

Struktur Data : nkp,no_persetujuan , iut

4.2.4. Perancangan basis data

Perancangan basis data merupakan perancangan sebuah database pada dasarnya melibatkan enam tahap yang bersifat berulang yaitu perencanaan, analisis, perancangan, pemrograman, implementasi, dan penggunaan. Adapun unsur-unsur yang mempengaruhi dalam merancang sebuah database yaitu sebagai Berikut :

4.2.4.1. Normalisasi

(72)

1. Bentuk Unormal

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.

{ nama_perusahaan , npwp_perusahaan , bidang_usaha , status_perusahaan , tahap_kegiatan , dati , kawasan_industri , alamat_proyek , alamat_kantor_pusat , telepon_pusat , fax_pusat , alamat_kantor_perwakilan , telepon_perwakilan , fax_perwakilan, kode_pos, tanggal_perusahaan, Fasilitas_pabean , barang_ modal , bahan_baku , rptka , izin_lokasi , sk_tanah , izin_bagunan , izin_uu_gangguan , izin situ, Jenis_barang_produksi , satuan_produksi , kapasitas_izin , kapasitas_terpasang , jenis_barang_pemasaran , satuan_pemasaran , dalam_negeri , ekspor,tanggal Produksi, Tanah , bangunan , mesin , lain_lain , modal_kerja , modal_sendiri , dalam_negeri , luar_negeri,tanggal_ralisasi , sub,total,total keseluruhan, no_persetujuan , iut, nama_pemohon , npwp , akta , no_pengesahan , alamat_pemohon, tanggal_pemohon, tanggal_pengesahan , telepon , fax email, Bidang_usaha , provinsi , kota , luas , tenaga_kerja , jadwal,tanggal_rencana, No_akta, nama_notaris, no_pendirian, tanggal_pendirian}

2. Bentuk Normal Pertama

Bentuk ini sangat sederhana. Aturannya sebuah table tidak boleh mengandung kelompok yang terulang. seperti berikut ini :

Figur

Gambar 3.3 One To One Relationship

Gambar 3.3

One To One Relationship p.41
Gambar 3.4 One To Many Relationship

Gambar 3.4

One To Many Relationship p.42
Gambar 3.5 Many To Many Relationship

Gambar 3.5

Many To Many Relationship p.42
Gambar 3.6 Many To One Relationship

Gambar 3.6

Many To One Relationship p.42
Tabel 4.1. Permohonan Penanaman Modal

Tabel 4.1.

Permohonan Penanaman Modal p.46
Tabel 4.2. Pelaporan Penanaman Modal

Tabel 4.2.

Pelaporan Penanaman Modal p.47
Gambar 4.1 Flowmap Penanaman Modal Yang Berjalan

Gambar 4.1

Flowmap Penanaman Modal Yang Berjalan p.50
Gambar 4.2 Flowmap Pelaporan Penanaman Modal Yang Berjalan

Gambar 4.2

Flowmap Pelaporan Penanaman Modal Yang Berjalan p.52
Gambar 4.3 Diagram Konteks yang sedang berjalan

Gambar 4.3

Diagram Konteks yang sedang berjalan p.53
Gambar 4.12 DFD Level 2 Proses 2

Gambar 4.12

DFD Level 2 Proses 2 p.66
Tabel 4.3. Kamus Data Penanam Modal

Tabel 4.3.

Kamus Data Penanam Modal p.67
Tabel 4.8. Kamus Data Produksi dan Pemasaran

Tabel 4.8.

Kamus Data Produksi dan Pemasaran p.69
Tabel 4.10. Kamus Data Akta Pendirian

Tabel 4.10.

Kamus Data Akta Pendirian p.70
Tabel 4.11. Kamus Data Persetujuan Proyek

Tabel 4.11.

Kamus Data Persetujuan Proyek p.71
Gambar 4.13 Relasi Tabel

Gambar 4.13

Relasi Tabel p.77
tabel dengan tujuan untuk memperjelas hubungan antar tabel penyimpanan. ERD

tabel dengan

tujuan untuk memperjelas hubungan antar tabel penyimpanan. ERD p.78
Tabel 4.15 Struktur File Produksi dan Pemasaran

Tabel 4.15

Struktur File Produksi dan Pemasaran p.81
Tabel 4.16 Struktur File Data Realisasi Investasi

Tabel 4.16

Struktur File Data Realisasi Investasi p.82
Gambar 4.15 Struktur Menu Program Aplikasi

Gambar 4.15

Struktur Menu Program Aplikasi p.89
Gambar 4.16 Rancangan Input Akta Pendirian

Gambar 4.16

Rancangan Input Akta Pendirian p.90
Gambar 4.25 Laporan Data Pemohon

Gambar 4.25

Laporan Data Pemohon p.93
Gambar 4.28 Laporan Data Rencana Proyek

Gambar 4.28

Laporan Data Rencana Proyek p.94
Tabel 5.2. Implementasi Menu Form Menu Utama

Tabel 5.2.

Implementasi Menu Form Menu Utama p.107
Gambar 5.3. Implementasi Antar Muka Form Setting Password

Gambar 5.3.

Implementasi Antar Muka Form Setting Password p.109
Tabel 5.4. Implementasi Menu Form Data Rencana Proyek

Tabel 5.4.

Implementasi Menu Form Data Rencana Proyek p.111
Tabel 5.6. Implementasi Menu Form Data Perusahaan

Tabel 5.6.

Implementasi Menu Form Data Perusahaan p.112
Gambar 5.8.Implementasi Antar Muka Form Data Perusahaan

Gambar 5.8.Implementasi

Antar Muka Form Data Perusahaan p.113
Tabel 5.7. Implementasi Menu Form Realisasi Investasi

Tabel 5.7.

Implementasi Menu Form Realisasi Investasi p.113
Gambar 5.9.Implementasi Antar Muka Form Realisasi Investasi

Gambar 5.9.Implementasi

Antar Muka Form Realisasi Investasi p.114
Tabel 5.8. Implementasi Menu Form Produksi dan Pemasaran

Tabel 5.8.

Implementasi Menu Form Produksi dan Pemasaran p.114

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : Perancangan Sistem Informasi Penanaman Modal Di Badan Koordinasi Promosi Dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Provinsi Jawa Barat Latar Belakang Penelitian PENDAHULUAN Maksud dan Tujuan Penelitian Batasan Masalah Lokasi dan Waktu Penelitian Pengertian Data Konsep Dasar Sistem Ciri – Ciri Sistem Konsep Dasar Informasi Penanaman Modal 1. Pengertian Penanaman Modal Topologi Jaringan Komputer Arsitektur Jaringan 1. Pengertian Jaringan Komputer Berdasarkan Fungsi Arsitektur Jaringan 1. Pengertian Jaringan Komputer Sekilas Tentang Visual Basic 6.0 Dan Crystal Report Microsoft SQL Server 2000 Sejarah Singkat Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan Desain Penelitian Pengujian Software Analisis Dokumen Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis Prosedur yang sedang berjalan Tujuan Perancangan Sistem Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan Perancangan Prosedur yang Diusulkan Flow Map Pelaporan Penanaman Modal yang Diusulkan Bentuk Unormal Perancangan basis data Relasi Tabel Entity Rrelationship Diagram Struktur File Bentuk Normal Ketiga Kodifikasi Bentuk Normal Ketiga Perancangan Antar Muka DVD Level 2 Perancangan Aarsitektur Jaringan DVD Level 2 Tampilan Form Login Tampilan Form Menu Utama Tampilan Form Setting Password Tampilan Form Ubah Tampilan Form Data Pemohon Tampilan Form Data Rencana Proyek Tampilan Form Akta Pendirian Tampilan Form Data Perusahaan Tampilan Form Data Realisasi Investasi Tampilan Form Data Produksi dan Pemasaran Tampilan Form Kode Proyek Tampilan Form Penanam Modal Tampilan Form Laporan Data Penanam Modal Tampilan Form Laporan Pelaporan Penanam Modal Login Form Menu Utama Form Setting Password Form Ubah Password Form Data Pemohon Form Data Rencana Proyek Form Akta Pendirian Form Data Realisasi Investasi Pengujian Login Kasus Dan Hasil Pengujian Pengujian Setting Password Pengujian Data Pemohon Pengujian Akta Pendirian Pengujian Rencana Proyek Pengujian Data Perusahaan Pengujian Kode Proyek Pengujian Realisasi Investasi Pengujian Produksi dan Pemasaran

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di