BAB 14 Inflasi dan Pengangguran serta Kebijakan-kebijakan Ekonomi

Teks penuh

(1)

INFLASI DAN PENGANGGURAN

SERTA KEBIJAKAN-KEBIJAKAN

EKONOMI

MATAKULIAH PENGANTAR ILMU EKONOMI

(2)

SUB POKOK BAHASAN

Inflasi

Tenaga Kerja dan Pengangguran

(3)

INFLASI

Secara umum,

Pengertian inflasi adalah suatu keadaan

perekonomian dimana harga-harga secara umum

mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Kenaikan

harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada

masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena disaat

setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali.

Inflasi secara umum dapat terjadi karena jumlah uang

beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi

merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat

dihilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan

biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan

mengendalikannya.

Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan, kenaikan

(4)

a. Inflasi karena kenaikan permintaan (Demand Pull Inflation)

Terjadi karena adanya kenaikan permintaan untuk beberapa jenis barang. Dalam hal ini, permintaan masyarakat meningkatkan secara agregat (aggregate demand). Peningkatan permintaan ini dapat terjadi karena peningkatan belanja pada pemerintah, peningkatan permintaan akan barang untuk diekspor, dan peningkatan permintaan barang bagi kebutuhan swasta. Kenaikan permintaan masyarakat (aggregate

demand) ini mengakibatkan harga-harga naik karena penawaran tetap.

b. Inflasi karena biaya produksi (Cos Pull Inflation)

Terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi. Kenaikan pada biaya produksi terjadi akibat karena kenaikan harga-harga bahan baku,

misalnya karena kenaikkan upah atau karena kenaikan harga bahan bakar minyak. Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga naik dan terjadilah inflasi.

c. Inflasi karena jumlah uang yang beredar bertambah

Bila jumlah barang itu tetap, sedangkan uang beredar bertambah dua kali lipat maka harga akan naik dua kali lipat. Penambahan jumlah uang yang beredar dapat terjadi misalnya kalau pemerintah memakai sistem anggaran defisit. Kekurangan anggaran ditutup dengan melakukan

(5)

Dampak inflasi:

Dampak Inflasi terhadap Pendapatan

: Inflasi dapat

mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat

bersifat menguntungkan atau merugikan.

Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

: Pada keadaan inflasi,

daya saing untuk barang ekspor berkurang. Berkurangnya

daya saing terjadi karena harga barang ekspor semakin

mahal. Inflasi dapat menyulitkan para eksportir dan negara.

Dampak Inflasi Terhadap Minat Orang untuk Menabung

:

Pada masa inflasi, pendapatan rill para penabung

berkurang karena jumlah bunga yang diterima pada

kenyataannya berkurang karena laju inflasi.

Dampak Inflasi terhadap Kalkulasi Harga Pokok

:

Keadaan inflasi menyebabkan perhitungan untuk

(6)

TENAGA KERJA DAN PENGANGGURAN

 Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan

guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

 Untuk mengetahui banyaknya jumlah angkatan kerja yang dapat diserap

oleh pasar kerja, biasanya dipakai suatu ukuran yang dinamakan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), yang dapat dihitung menggunakan rumus TPAK = jumlah angkatan kerja : jumlah tenaga kerja × 100%

TPAK dinyatakan dalam ukuran persen. Untuk kepentingan analisis

lebih lanjut, TPAK dapat dipilah berdasarkan kepentingannya. Misalnya, berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, dan lapangan pekerjaan.

 Pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan modal dasar

pembangunan. Akan tetapi, banyaknya jumlah penduduk jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan angkatan kerja justru akan

memunculkan permasalahan baru dalam hal ketenagakerjaan, di mana angka pengangguran mengalami peningkatan yang besar pula.

 Permintaan tenaga kerja dan lulusan dari pendidikan akan

(7)

TENAGA KERJA DAN PENGANGGURAN

Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak

bekerja atau sedang mencari pekerjaan.

Pengangguran akan merugikan negara dan

akan memberatkan keluarga karena

kebutuhannya menjadi beban keluarga yang

sudah bekerja. Indikator beban ini

disebut

Dependency Ratio

, dihitung dengan

cara:

Dependency Ratio

(DR) = penduduk luar usia

kerja : penduduk usia kerja

Makin tinggi tingkat

Dependency Ratio

(DR),

(8)

TENAGA KERJA DAN PENGANGGURAN

Jenis-jenis pengangguran:

Pengangguran siklis adalah pengangguran yang disebabkan

merosotnya perekonomian atau resesi ekonomi suatu negara.

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi

karena tidak sesuainya jenis pekerjaan yang diminta dengan yang

ditawarkan.

Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi

karena pergantian musim. Biasanya terjadi di daerah pertanian.

Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang disebabkan

oleh adanya modernisasi dalam berproduksi.

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang disebabkan

karena adanya pergeseran antara permintaan dan penawaran

tenaga kerja. Misalnya, tenaga kerja yang keluar dari pekarjaan

karena ingin pekerjaan yang lebih baik.

Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena

(9)

KEBIJAKAN-KEBIJAKAN EKONOMI

Tingkat inflasi yang terlalu tinggi dapat

membahayakan perekonomian suatu

negara. Oleh karena itu, inflasi harus

segera diatas.

Tindakan yang dapat diambil untuk

mengatasi inflasi dapat berupa

kebijakan moneter, kebijakan fiskal

,

(10)

1. Kebijakan Moneter

a. Kebijakan penetapan persediaan kas

b. Kebijakan diskonto

c. Kebijakan operasi pasar terbuka

2. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah langkah untuk memengaruhi penerimaan

dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan itu dapat memengaruhi

tingkat inflasi.

a. Menghemat pengeluaran pemerintah

b. Menaikkan tarif pajak

3. Kebijakan Lain di Luar Kebijakan Moneter dan Kebijakan

Fiskal

Selain kebijakan moneter dan fiskal, pemerintah masih

mempunyai cara lain.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...