KREASI KIRIGAMI
KIRIGAMI NO SOUSAKU
KERTAS KARYA
Dikerjakan
O
L
E
H
ELSYA FITRI UTAMI
102203009PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA
KREASI KIRIGAMI
KIRIGAMI NO SOUSAKU
KERTAS KARYA
Kertas karya ini diajukan kepada Panitia Ujian Program Pendidikan Non-Gelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III dalam bidang Studi Bahasa Jepang.
Oleh:
ELSYA FITRI UTAMI
102203009PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
KREASI KIRIGAMI
KIRIGAMI NO SOUSAKU
KERTAS KARYA
Kertas karya ini diajukan kepada Panitia Ujian Program Pendidikan Non-Gelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III dalam bidang Studi Bahasa Jepang.
Dikerjakan Oleh :
NIM : 102203009 ELSYA FITRI UTAMI
Pembimbing I Pembimbing II
Zulnaidi, S.S, M.Hum
Nip. 196708072005011001 Nip. 196910112002121001 Mhd. Pujiono, S.S, M.Hum
PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA
Disetujui oleh:
Program Diploma Sastra dan Budaya Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Sumatera Utara Medan
Program Studi DIII Bahasa Jepang Ketua Program Studi,
Nip : 196708072005011001 Zulnaidi, SS, M. Hum
PENGESAHAN
Diterima oleh,
Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Ujian Diploma III dalam Bidang Ilmu Bahasa Jepang pada Fakultas Ilmu Budaya Sumatera Utara.
Pada : Tanggal : Hari :
Fakultas Ilmu Budaya Dekan,
Nip : 195110131976031001 Dr. Drs. Syahron Lubis, M.A.
Panitia Ujian :
No. Nama Tanda Tangan
1. Zulnaidi, S.S, M.Hum ( )
2. Zulnaidi, S.S, M.Hum ( )
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Swt., atas rahmat dan
karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan kertas karya yang berjudul
“KREASI KIRIGAMI / KIRIGAMI NO SOUSAKU” ini dengan baik. Serta shalawat berangkaikan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke jaman yang penuh dengan ilmu
pengetahuan.
Penulis menyadari bahwa kertas karya ini tidak mungkin dapat
diselesaikan tanpa bimbingan dan bantuan serta dukungan dari semua pihak. Oleh
karena itu pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan
terima kasih dan penghargaan yang tulus dari hati kepada :
1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Zulnaidi, S.S., M.Hum., selaku Ketua Program Studi Diploma III
Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Zulnaidi, S.S., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing yang dengan
penuh kesabaran mencurahkan pikiran serta meluangkan waktu, dan
memberikan bimbingan dalam penyelesaian kertas karya ini.
4. Bapak Mhd. Pujiono, S.S, M.Hum selaku Dosen Pembaca yang telah
meluangkan waktu, mencurahkan pikiran serta memberikan bimbingan
5. Bapak Drs. Amin Sihombing dan Zulnaidi S.S., M.Hum., selaku dosen
wali.
6. Bapak Mistam selaku pengurus data akademik di jurusan Program Studi
DIII Bahasa Jepang dan juga memberikan penulis arahan untuk
mendapatkan beasiswa serta saran-saran yang membantu penulis untuk
lebih paham tentang data akademik.
7. Seluruh dosen Program Studi DIII Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Sumatera Utara, yang tidak hanya memberikan pengajaran
materi namun juga mendidik sikap dan moral serta memotivasi masa
depan mahasiswanya.
8. Orang tuaku tercinta, Ayahanda Sudrianto Sritama, SP., MP., dan Ibunda
Fira Citra Sari yang telah mendoakan, memberikan semangat, mencukupi
kebutuhan materi serta kasih sayang dari buaian sampai seumur hidupku,
love u full so much untuk orangtuaku. Bangga mempunyai orangtua
seperti Bapak-Ibu, tak lepas-lepasnya ucapan syukur karena diberi
kesempatan mendapatkan kasih sayang dalam keluarga yang rukun dan
utuh serta merasakan dampak positif atas didikanmu selama hidupku.
9. Adikku Aina Adinda Putri, Naufal Afif Ramadhan serta Amira Rochella
walaupun terkadang memusingkan tetapi guyonan kalian selalu hilangkan
penatku.
10.Abangda yang selalu di hati Filli Azandi, S.Pd, M.Or yang telah
memberikan semangat, doa dan motivasi untuk menyelesaikan kertas
11.Sahabat karibku Santri Cuu, Puja, Fitri, Ayu, Rika, Julaiha, Oshin,
Cilukba, dan dindo-dindo Eks-a yang telah menyemangati, mendengar
curahan hatiku dan memberi masukan untuk tegar menghadapi
permasalahan kampus serta dalam menata karirku.
12.Rekan-rekan Program Studi DIII Bahasa Jepang angkatan 2010 yang telah
membantu dalam proses penyelesaian penulisan kertas karya ini.
Terimakasih untuk informasi dan kenang-kenangan pengalaman yang tak
akan pernah kulupakan. Semoga kita selalu akrab dan meluangkan waktu
untuk berkumpul sama-sama lagi.
13.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, atas bantuan baik
moril atau materil sehingga dapat terselesaikan penulisan kertas karya ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas semua kebaikan yang
diberikan dengan tulus dan ikhlas. Penulis menyadari bahwa kertas karya ini
masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati, penulis
mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun sebagai bekal demi
kesempurnaan kertas karya ini.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Medan, Juni 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iv
BAB I PENDAHULUAN 1.1Alasan Pemilihan Judul ... 1
1.2Tujuan Penulisan ... 6
1.3Pembatasan Masalah ... 7
1.4Metode Penulisan... 7
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG KIRIGAMI 2.1 Sejarah Kirigami ... 8
2.2 Mengenal Macam-macam Kertas dan Perlengkapan Kirigami ... 10
BAB III PEMBUATAN KREASI KIRIGAMI 3.1 Kirigami Sederhana ... 14
3.2 Kirigami untuk Aksesoris ... 16
3.3 Kirigami Berbentuk Kartu Pop-Up ... 18
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan ... 22
4.2 Saran ... 24
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Alasan Pemilihan Judul
Jepang adalah sebuah bangsa yang menyimpan keunikan pada hal
kebudayaan. Kebudayaan Jepang dipengaruhi oleh karakteristik geografis
negaranya serta adanya pengaruh timbal balik dari karakter masyarakatnya.
Bangsa Jepang umumnya dikenal sebagai bangsa yang mampu mengambil dan
menarik manfaat dari hasil budi daya bangsa lain, tanpa mengorbankan
kepribadiannya sendiri.
Menurut Suryohadiprojo (1982:192-193), rakyat Jepang pada dasarnya
konservatif yaitu suatu bangsa yang berusaha memelihara dan meneruskan
nilai-nilainya sendiri. Tetapi di lain pihak, sifat rakyat Jepang menunjukkan naluri yang
amat kuat untuk menjamin keberlangsungan hidupnya, karena itu ia didorong
untuk menerima atau bahkan mengambil hal-hal baru dari luar, jika hal-hal itu
dirasakan bermanfaat untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
Jepang sejak permulaan sejarahnya, banyak dipengaruhi budaya Cina (baik
secara langsung), maupun melalui Korea. Oleh karena itu tidak heran apabila
hingga saat ini Jepang pun masih merasa dekat dengan Cina. Jepang memperoleh
pengaruh kebudayaan yang kuat dari Cina, ketika Cina dianggap sebagai bangsa
kebudayannya sendiri dengan hasil-hasil kebudayaan dari Cina, dan pada akhirnya
hasil kebudayaan tersebut turut meningkatkan kebudayaan Jepang.
Jepang dikenal sebagai bangsa yang homogen, homogen di bidang bahasa
dan kebudayaannya. Artinya bahwa cara hidup masyarakat di Utara tidak begitu
berbeda dengan masyarakat di Selatan, walaupun tantangan alam di Selatan
Jepang berbeda dengan tantangan alam di daerah Utara, Situmorang (2006:2).
Menurut Koentjaraningrat dalam Khaireni (2010:2), konsep tentang
kebudayaan itu adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia
dengan belajar. Kata kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta buddayah, yaitu
bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian
kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. Oleh
karena itu, budaya selalu dibedakan dengan kebudayaan.
Pendapat lain mengatakan, budaya adalah sesuatu yang semiotik, tidak
kentara atau bersifat laten. Sedangkan kebudayaan adalah sesuatu yang konkret.
Menurut Ienaga Saburo dalam Situmorang (2006:2-3) membedakan pengertian
kebudayaan dalam arti luas dan dalam arti sempit.
Dalam arti luas, kebudayaan adalah seluruh cara hidup manusia (ningen no
seikatsu no itonami kata). Ienaga menjelaskan bahwa kebudayaan adalah
keseluruhan hal yang bukan alamiah. Sedangkan kebudayaan dalam arti sempit
adalah terdiri dari ilmu pengetahuan, sistem kepercayaan dan seni.
Oleh karena itu, Ienaga mengatakan kebudayaan dalam arti luas adalah
kebutuhannya. Sedangkan kebudayaan dalam arti sempit adalah sama dengan
budaya yang berisikan sesuatu yang tidak kentara atau yang bersifat semiotik.
Maka dari itu, contoh budaya jepang adalah budaya rasa malu, budaya kelompok,
budaya nenkoujoretsu (senioritas), dan sebagainya. Sedangkan contoh
kebudayaan Jepang adalah chanoyu, ikebana, kimono, origami, dan sebagainya,
Situmorang (2006:2).
Dari paparan di atas, maka Kirigami yang merupakan modifikasi baru dari
kebudayaan origami dapat jugalah kita sebut sebagai salah satu bagian dari
kebudayaan Jepang. Namun kebudayaan tidaklah terlepas dari seni. Seni kriya
merupakan nama lain dari kerajinan tangan. Kriya termasuk dalam lingkup dunia
seni rupa. Dahulu seni kriya merupakan bagian seni yang berdiri sendiri dan
terpisah dari seni rupa murni. Namun kemudian “seni kriya” dikenal dan masuk
menjadi bagian dari “seni murni” maka menjadi “kriya seni”, lalu menjadi
berkembang dan disebut dengan istilah “kriya" saja, yang menghasilkan produk
kekriyaan dengan penggunaan beragam bahan dan fungsi.
Kriya merupakan peng-Indonesiaan dari istilah Inggris yakni Craft, yaitu
kemahiran membuat produk yang bernilai artistik (buatan seniman) dengan
keterampilan tangan, produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat
tunggal, baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual. Kriya berasal dari
kata: “Creat” bisa juga dari “Kria” atau “Kriya” atau “Kr” dari bahasa Sansekerta
yang berarti “kerja”, “Karya” atau “Pakaryan” dari bahasa Jawa yang berarti
produk. Sedangkan untuk pembuatnya atau pekerja atau penganut (orang) disebut
berarti orang yang mempunyai kecakapan atau keterampilan teknik atau “Empu”
(cerdik pandai atau ahli yang mumpuni) atau “Ahli Teknik Pertukangan” atau
“Ahli Berseni”.
Salah satu pakar kriya modern Jepang, (Tadahiro Baba dalam http://
goesmul.blogspot.com/2012/03/pemahaman-produk-kekriyaan.html
1. Kriya tradisional yang dapat dikategorikan sebagai “Heritage” atau
benda-benda peninggalan yang terkait dengan budaya suatu daerah tertentu, sangat
terkait dengan sejarah dan kehidupan masa lampau, terutama kehidupan para
bangsawan, benda-benda yang terkait dengan tradisi, upacara ritual maupun
seremonial.
) mengatakan,
bahwa esensi kriya adalah barang hasil ciptaan dari kebudayaan sehari-hari (dialy
culture) berbasis tradisi, historis, kepercayaan nilai-nilai dan iklim lokal.
Keberadaan barang kriya akan tetap langgeng di tengah masyarakat, apabila benda
tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan strategi pengembangan
produk yang meliputi aspek-aspek kebaharuan fungsi, originalitas bentuk dan
ketetapan dalam pemilihan atau memerlukan material. Pada dasarnya kriya dapat
dikategorikan menjadi tiga yaitu:
2. Kriya baru yang berbasis tradisi yaitu produk-produk yang dihasilkan dan
dipakai saat ini, yaitu kriya sebagai bagian dari kehidupan masa kini yang
masih mengakar pada tradisi, sebagai bagian dari suatu “living culture”.
3. Kriya kontemporer yaitu kriya yang diproduksi berbasiskan bentuk dan gaya
tanpa harus terikat dengan tradisi masyarakat. Kriya sebagai ekspresi
Kriya pada zaman dahulu lebih banyak dipasarkan melalui berbagai
festival-festival kebudayaan. Namun saat ini kriya justru menjadi salah satu lahan
bisnis. Bisnis ini biasanya lebih disebut “bisnis kreatif’, yaitu bisnis aksesori yang
dibuat dengan tangan, pernak-pernik handmade, dan aneka rupa kreativitas buatan
tangan lainnya.
Kirigami yang memadukan antara seni melipat dan menggunting
merupakan salah satu kriya yang dapat dikatakan unik, karena merupakan
ekspresi kriyawan untuk memenuhi kepuasan jiwa seninya (kriya kontemporer)
dan juga termasuk kategori kriya living culture (kriya baru) karena merupakan
kriya yang dihasilkan dan dipakai saat ini. Kriyawan yang tak lain merupakan
masyarakat Jepang telah berhasil memadukan kerajinan melipat dan menggunting
kertas. Dan hasil dari kriya kirigami dapat difungsikan untuk aksesoris dan
merupakan salah satu modifikasi baru dari kriya yang berbahan kertas.
Walaupun kriya kirigami terlihat sederhana, namun bisa menjadi peluang
bisnis yang berhasil, dan diharapkan dapat produktif menciptakan pundi-pundi
penghasilan bagi para kriyawannya. Kerajinan kirigami tidaklah sulit untuk
dipelajari. Hal yang menyulitkan adalah kekonsistenan untuk mempelajari
pembuatan variasi bentuk baru, karena dengan adanya variasi bentuk baru,
kreatifitas pun semakin meningkat, dan kirigami pun menjadi salah satu bisnis
yang menjanjikan. Belakangan ini, bisnis kriya yang berbahan kertas pun menjadi
lahan bisnis yang menjanjikan, terbukti dengan semakin banyaknya hasil kriya
Dari penjelasan singkat mengenai kriya kirigami di atas dan setelah
berkonsultasi dengan beberapa dosen, maka penulis akhirnya memilih dan
menetapkan “KREASI KIRIGAMI” sebagai judul kertas karya ini.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dari kertas karya ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui teknik pembuatan kirigami
2. Untuk menambah wawasan penulisan tentang kreasi kirigami
3. Sebagai syarat utama dalam menyelesaikan pendidikan Jurusan Bahasa
Jepang Program DIII Universitas Sumatera Utara.
1.3 Pembatasan Masalah
Masalah utama yang ingin ditulis dalam kertas karya ini hanya membahas
tentang sejarah kirigami, macam-macam-macam kertas dan perlengkapan yang
digunakan untuk membuat kirigami dan pembuatan kreasi kirigami dari beberapa
model dan fungsinya.
1.4 Metode Penulisan
Untuk menyelesaikan kertas karya ini, penulis mengerjakannya dengan
metode kepustakaan (Library Research). Metode kepustakaan adalah suatu
metode pengerjaan karya ilmiah dengan cara mengumpulkan data-data dan
pada masyarakat Jepang dan pembuatan kreasi Kirigami. Kemudian data-data
BAB II
GAMBARAN UMUM TENTANG KIRIGAMI
2.1 Sejarah Kirigami
Seni kerajinan kertas kirigami merupakan salah satu varian dari kerajinan
origami. Origami merupakan kerajinan kertas lipat yang terlebih dahulu dikenal
di masyarakat luas. Seni kerajinan ini berasal dari “Negeri Matahari”, Jepang.
Pada kerajinan origami selain dijadikan sebagai bentuk ritual ataupun sebagai
sarana untuk memohon kepada dewa, ada pula sebuah mitos yang menyertainya
yaitu apabila membuat kerajinan kertas burung bangau akan mendatangkan
kebaikan dan permintaannya sampai ke langit. Itulah sebabnya kerajinan origami
populer di Jepang bahkan sampai ke tanah Asia dan Eropa.
Kirigami yang pengucapan kata belakangnya sama dengan origami,
sebenarnya memang pengembangan dari seni kerajinan origami. Hal itu tidak
terjadi begitu saja, namun sudah ada sejak zaman dahulu kala, di daratan Cina,
pada zaman dinasti Tang. Kerajinan kertas kirigami dikembangkan dari kerajinan
kertas origami yang hanya terbatas pada seni lipat melipat kertas. Tujuannya
untuk semakin menambah bentuk lain dan meningkatkan kreatifitas serta
membuat kerajinan tersebut lebih indah, bervariasi, dan hidup. Kerajinan kirigami
masih berhubungan dengan seni melipat kertas hanya saja ada penambahan pada
Seni kerajinan kirigami berhubungan dengan seni melipat dan memotong
kertas, itu karena kata kirigami sendiri mempunyai dua kata dasar yaitu “kiru atau
kiri” adalah kata kerja pertama (K1) dalam bahasa Jepang yang mempunyai arti
memotong, dan kata “gami yang berasal dari kata kami” adalah kata benda dalam
bahasa Jepang yang artinya kertas. Jadi apabila kedua kata dasar ini digabungkan,
maka menjadi kirigami yang berarti pemontongan kertas. Apabila pengertian
kirigami dilihat dari segi budaya, maka menjadi salah satu bentuk kerajinan yang
berhubungan dengan memotong kertas, (Sartika dan Saputra.2012:3).
Banyak orang menyangka bahwa kerajinan kirigami berasal dari negara
Jepang, tapi yang sebenarnya terjadi adalah kerajinan kirigami berasal dari negeri
Tiongkok. Memang di negara Cina, seni menggunting kertas tidak bernama
kirigami, namun semua pola dan cara pembuatannnya yang menggunakan gunting
sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Biasanya kerajinan kertas yang digunting hanya digunakan untuk kegiatan
keagamaan saja, lalu setelah berkembangnya kegiatan seni kerajinan dan
aksesoris, maka kerajinan kertas yang digunting pun ikut berbaur mengikuti
perkembangan kegiatan seni kerajinan dan aksesoris. Pada zaman Dinasti Tang,
pembuatan seni menggunting kertas ini dibuat untuk hiasan kepala wanita.
Bahkan, pada zaman Dinasti Song, sekitar abad ke-12, kerajinan menggunting
kertas digunakan sebagai hiasan pembungkus oleh-oleh. Keterampilan ini
berkembang disesuaikan dengan zamannya. Setelahnya, keterampilan
menggunting kertas justru dijadikan sarana untuk mengetahui calon mempelai
Kerajinan menggunting kertas kirigami kemudian bersinggungan dengan
keterampilan origami milik orang jepang disebabkan oleh para peziarah yang
melakukan perjalanan jauh dari Jepang ke Cina. Para peziarah dari Jepang ini
membawa kerajinan origami milik mereka sebagai salah satu kesenian tradisional
budaya mereka. Di perjalanan menuju Cina, para peziarah berhadapan dengan
kerajinan yang ada di “Negara Tirai Bambu” tersebut. Maka terjadilah
percampuran di antara keduanya. Karena adanya persinggungan di antara dua
kebudayaan tersebut, maka masuklah kirigami ke negeri “Matahari Terbit” yang
dibawa oleh orang-orang yang hilir mudik antara negeri sakura dan negeri
tiongkok. Besar kemungkinan orang-orang itu adalah para pendeta yang pergi ke
Tiongkok untuk mempelajari agama Budha.
2.2 Mengenal Macam-macam Kertas dan Perlengkapan Kirigami
Cara membuat kirigami merupakan hal yang tidak bisa dikatakan mudah
maupun sulit, namun yang dibutuhkan adalah tingkat imajinasi dan ketelitian yang
tinggi. Pembuatan kirigami biasanya dilakukan dengan cara melipat-lipat kertas
menjadi beberapa lipatan, mengguntingnya dengan membentuk pola tertentu
sehingga pada saat kertas kembali dibuka dan dikembangkan akan muncul dengan
bentuk yang artistik dan sesuai dengan pola. Belakangan cara mengguntingnya
pun semakin variatif hingga menciptakan bentuk-bentuk baru yang menakjubkan.
Untuk membuat kerajinan kirigami, bahan utama yang diperlukan tentu
mengolah bentuk kertas menjadi aneka bentuk yang menarik. Ada berbagai
macam kertas yang tersedia di pasaran yang bisa digunakan untuk membuat
kerajinan kirigami, mulai dari tekstur yang lembut, berbahan kaku, keras, sampai
jenis kertas daur ulang. Secara teknis hampir semua jenis kertas bisa dibuat
menjadi kerajinan kirigami. Namun, kertas yang dipilih oleh banyak orang untuk
menciptakan aneka rupa kreasi adalah kertas khusus untuk kerajinan kertas lipat
origami. Sedangkan khusus untuk kerajinan kirigami berbentuk kartu pop-up bisa
digunakan kertas daur ulang dengan tekstur yang unik.
Tidak ada perlakuan khusus terhadap kertas yang akan digunakan untuk
membuat kerajinan kirigami. Namun ada baiknya menggunakan kertas yang
disesuaikan dengan pola kirigami yang akan dibuat, apakah bentuk sederhana,
bentuk kartu pop-up, ataupun bentuk-bentuk yang difungsikan untuk aksesoris.
Beberapa jenis kertas yang umum digunakan dalam kerajinan kirigami, antara lain
yaitu :
1) Kami adalah kertas berbentuk bujur sangkar ukuran 2,5 cm hingga 25cm,
dengan satu sisi berwarna dan sisi lainnya berwarna putih. Sisi yang berwarna
ada yang berwarna gradasi, dua warna atau bermotif. Kami menyerupai kertas
marmer yang kita kenal.
2) Washi adalah kertas tradisional yang umum digunakan untuk membatasi
ruang rumah tradisional di Jepang. Menurut sejarah, sejak dahulu orang
Jepang mempelajari cara untuk menggunakan serat kulit kayu dari semak
Kertas tersebut digunakan di rumah-rumah untuk pintu geser (fusuma) dan
pembatas (byobu).
3) Kertas printer atau kertas fotocopi biasa, berat 70-90 gram. Umumnya
digunakan untuk latihan membuat kirigami. karena selain mudah didapat,
harganya pun murah.
4) Kertas origami memiliki warna-warna yang menarik. Umumnya warna hanya
ada pada satu sisi, sementara sisi lainnya putih polos. Namun sekarang sudah
ada kertas origami yang bercorak batik dan sebagainya.
5) Kertas berlapis foil, memiliki warna mengkilap dari lapisan alumunium tipis
di satu sisinya. Umumnya digunakan untuk membuat kirigami bagi keperluan
dekorasi.
Selain bahan utama di atas, kerajinan kirigami tidak akan lengkap tanpa
kehadiran beberapa alat bantu lainnya. Alat bantu ini berguna untuk memtong
dengan baik pola dasar yang sudah disiapkan untuk kerajinan kirigami. Beberapa
alat yang harus disiapkan untuk pembuatan kerajinan kertas kirigami, antara lain :
1) Gunting
2) Cutter
3) Lem
BAB III
PEMBUATAN KREASI KIRIGAMI
Untuk memulai pembuatan kreasi kirigami, tidak perlu harus sampai mahir
dahulu. Namun sebaiknya, sebagai pemula perlu mengetahui bentuk dasar
kirigami yang mudah atau sederhana. Setelah mampu melewati tahap bentuk
dasar kirigami sederhana, maka kita masuk ke tahap yang kedua yaitu berkreasi
bentuk kirigami untuk aksesoris. Pada tahap yang kedua ini hampir sama seperti
kreasi bentuk kirigami sederhana, hanya saja memerlukan sedikit ketelitian,
imajinasi yang tinggi, penguasaan pada pola lipatan dan guntingan yang lebih
rumit dari bentuk sederhana.
Kreasi kirigami bukan hanya dibuat melalui cara dilipat dan digunting
seperti pada bentuk kirigami sederhana dan untuk aksesoris. Pada tahapan ketiga
yaitu kirigami yang berbentuk kartu pop-up sudah mendapatkan modifikasi antara
teknik kirigami dengan pola lipatan kertas yang dapat menghasilkan bentuk 3
(tiga) dimensi. Kreasi kirigami bentuk kartu pop-up, merupakan seni kreasi
kirigami yang paling sukar. Tetapi bila mempunyai niat dan kesungguhan untuk
belajar kreasi kirigami, maka sesukar apapun pola lipatan dan guntingan tersebut
akan terasa ringan mengerjakannya.
Berikut adalah cara-cara pembuatan kreasi kirigami yang sudah disusun
berbentuk kartu pop-up. Pada setiap tahapan, masing-masing akan diberikan 3
contoh kreasi kirigami yang bertujuan untuk membuka daya imajinasi dan
menarik keinginan untuk berkreasi.
3.1 KIRIGAMI SEDERHANA
Kirigami sederhana ini merupakan tahapan yang mudah. Hal yang harus
diingat dan merupakan bagian yang paling penting dari kerajinan kirigami adalah
pola melipat kertas sebelum mengguntingnya. Kita harus memikirkan apakah
lipatan-lipatan tersebut akan saling bersambung ketika proses pengguntingan
selesai dan membentuk pola sesuai dengan yang kita inginkan. Bentuk kirigami
sederhana yang akan dijabarkan cara pembuatannya yaitu bentuk kirigami yang
pola lipatan dan potongannya simpel dan sederhana, antara lain bentuk bintang,
bunga dan kupu-kupu.
Sebelum mulai berkreasi, ada baiknya terlebih dahulu menyiapkan bahan
dan peralatan yang akan digunakan, yaitu:
1. Kertas origami dua sisi. Kertas ini bisa mempercantik bentuk kirigami yang
kita buat. Namun, penggunaan kertas origami dua sisi tidak mutlak. Pilihlah
kertas sesuai dengan kebutuhan kreasi anda. Atau kertas karton, manila, dan
sebagainya. Tapi pada tahap sederhana ini di harapkan untuk menggunakan
kertas yang tipis dengan tujuan mudah dalam pengguntingannya.
3.1.1 Bentuk Bintang
a. Lipatlah kertas menjadi dua bagian ke arah samping, yang dimulai dari arah
kanan ke kiri.
b. Setelah kertas dilipat pada tahap (a), maka kertas kembali dilipat namun dari
arah bawah ke atas sampai kertas menjadi ukuran kubus yang kecil.
c. Lipat kertas pada sisi yang satu ke arah dalam hingga membentuk segitiga, dan
biarkan sisa dari sisi tersebut tanpa lipatan.
d. Kemudian lipat sisi satunya lagi ke arah sebaliknya sehingga membentuk pola
lipatan segitiga.
e. Jadilah lipatan segitiga dengan dua sisi yang dilipat berbeda dan dan siap
dipotong mengikuti pola lipatan.
f. Apabila pola lipatan kurang tampak, untuk memudahkan pengguntingan,
sebaiknya pola lipatan tersebut dibentuk kembali dengan pensil.
g. Pola kirigami bentuk bintang pun telah selesai.
3.1.2 Bentuk Bunga
a. Lipatlah kertas menjadi dua bagian ke arah samping, yang dimulai dari arah
kanan ke kiri.
b. Setelah kertas dilipat pada tahap (a), maka kertas kembali dilipat, namun kali
ini dari bawah ke atas sampai kertas membentuk kubus kecil.
c. Lipat kembali kertas pada satu sisi saja sehingga membentuk segitiga.
d. Setelah sisi membentuk segitiga, lipat sisi satunya ke arah berlawanan sehingga
e. Setelah jadi segitiga utuh yang membentuk segitiga siku, lalu lipat lagi kertas
membentuk segitiga (seperti pada tahap c dan d).
f. Kemudian lipat kembali segitiga yang sudah jadi menjadi lebih kecil lagi. Satu
lipatan ke arah bagian dalam. Satu lipatan lagi ke arah bagian luar. Agar
ukuran kertas semakin mengecil dalam bentuk segitiga.
g. Pola untuk membuat bentuk bunga ada dua. Pertama, guntinglah kertas
membentuk lingkaran oval yang dimulai dari sudut yang paling lancip/runcing.
Pola kedua, guntinglah kertas membentuk lingkaran oval kembali, hanya saja
pada bagian kertas belakang (dekat sudut siku).
3.2 KIRIGAMI SEBAGAI AKSESORIS
Pada kirigami sebagai aksesoris ini sebenarnya dibuat dengan
mengembangkan teknik gunting dan lipatan yang lebih kompleks dan rumit.
Kirigami yang sudah menerapkan teknik pemotongan yang rumit, maka baru bisa
dikategorikan sebagai kirigami yang fungsinya untuk hiasan atau aksesoris.
Sebelum mulai berkreasi, ada baiknya terlebih dahulu menyiapkan bahan
dan peralatan yang akan digunakan. Bahan dan peralatan yang digunakan sama
seperti kirigami bentuk sederhana. Hanya saja pada kirigami sebagai aksesoris ini,
lebih banyak menggunakan kertas origami bermotif, seperti motif batik, abstrak
dan sebagainya. Kertas bermotif ini nantinya akan memberi kesan keindahan dan
dapat menarik minat pembeli apabila kirigami untuk aksesoris ini digunakan
sebagai peluang usaha. Peralatan yang digunakan pun sama seperti kirigami
3.2.1 Kirigami untuk Alas atau Tatakan
a. Mula-mula, lipat kertas menjadi dua bagian ke samping, dimulai dari kanan ke
kiri.
b. Lipat kertas menjadi bentuk kubus, dari arah bawah ke atas.
c. Lipat kembali kertas pada satu sisinya saja, membentuk segitiga.
d. Setelah satu sisi membentuk segitiga, lipat lagi satu sisinya ke arah berlawanan
sehingga membentuk segitiga yang utuh.
e. Lipat kembali segitiga yang sudah jadi menjadi lebih kecil lagi. Satu lipatan ke
arah dalam, dan lipatan berikutnya ke arah luar.
f. Setelah lipatan yang berukuran kecil terbentuk, maka gambarlah kertas tadi
menggunakan pensil sesuai keinginan. Bisa gambar heart, daun-daunan kecil,
lingkaran, ataupun abstrak.
g. Setelah gambar selesai, gunting perlahan, apabila ada gambar yang tidak bisa
dipotong dengan gunting, maka kita bisa menggunakan cutter sebagai
penggantinya.
h. Kirigami untuk aksesoris pun selesai.
3.2.2 Kirigami sebagai Lukisan
a. Mula-mula, lipat kertas menjadi dua bagian ke samping, dimulai dari kanan ke
kiri.
b. Lipat kertas menjadi bentuk kubus, dari arah bawah ke atas.
d. Setelah satu sisi membentuk segitiga, lipat lagi satu sisinya ke arah berlawanan
sehingga membentuk segitiga yang utuh.
e. Lipat kembali segitiga yang sudah jadi menjadi lebih kecil lagi. Satu lipatan ke
arah dalam, dan lipatan berikutnya ke arah luar.
f. Setelah lipatan yang berukuran kecil terbentuk, maka gambarlah sketsa pada
kertas tadi menggunakan pensil sesuai keinginan. Misalkan sketsa wajah,
boneka-boneka lucu, tokoh-tokoh anime, atau sketsa lain sesuai keinginan.
g. Setelah selesai digambarkan, guntinglah sketsa tersebut secara perlahan dan
hati-hati sehingga membentuk sketsa sesuai yang diinginkan.
3.3 KIRIGAMI BERBENTUK KARTU POP-UP
Kirigami bukan hanya dibuat dengan cara dilipat dan digunting, tetapi bisa
dimodifikasikan dan lebih diperluas lagi. Salah satu modifikasi dari kirigami
adalah jenis kartu pop-up, yaitu jenis lipatan yang kemudian menghasilkan bentuk
tiga dimensi. Ini adalah seni dari kirigami yang termasuk sukar.
Kirigami bentuk pop-up biasanya digunakan sebagai kartu ucapan dan
banyak diperjual-belikan. Bila desainnya rumit dan indah, harga yang dipatok
untuk kerajinan jenis ini pun termasuk mahal dan melambung tinggi. Namun pada
tahap pembuatan kirigami berbentuk kartu pop-up ini memerlukan ketelitian serta
kecermatan dalam teknik melipat dan dibagian mana pola seharusnya dipotong.
Kerumitan yang sesungguhnya dari kerajinan pop-up yaitu teknik melipat
Sebelum memulai pembuatan kirigami pop-up, persiapkan jenis kertas
yang agak kasar agar mudah dilipat. Sediakan pula kertas lapisan tambahan,
seperti kertas karton warna hitam atau kertas duplek maupun kertas lain yang
disesuaikan dengan kebutuhan. Ketika kertas pertama dipotong sesuai dengan
pola, lalu lipat hasil potongannya. Biasanya potongannya akan dibuat tetap
menyatu. Perhatikan baik-baik jenis potongan, kemudian lipat dengan hati-hati
sesuai dengan alur potong. Apabila bentuk tiga dimensi yang diharapkan sudah
didapatkan, kemudian lapis bagian belakang kertas tersebut dengan kertas lain.
Terutama kertas yang tebal (kertas manila, duplek, dan sebagainya). Sehingga
jadilah kartu pop-up. Di bawah ini akan dipaparkan berbagai jenis kartu pop-up
beserta cara pembuatannya.
3.3.1 Kirigami Kartu Pop-up Berbentuk Daun
a. Siapkan kertas agak kaku dan keras. Pastikan bentuk kertas kokoh ketika akan
dipajang atau diberdirikan.
b. Lipat kertas menjadi dua bagian, yang dimulai dari bagian bawah ke atas.
Setelah itu pola daun dapat digambarkan.
c. Gambarlah pola daun dengan ukuran sedang di tengah-tengah lipatan karton.
Setelah pola digambar, tempel dengan kertas berwarna yang sesuai dengan
gambar.
d. Gunting pola sesuai lipatan dan lipatlah kembali secara perlahan sesuai alur
potongan lipatan.
3.3.2 Kirigami Kartu Pop-up Berisi Tulisan Timbul
a. Siapkan kertas agak kaku dan keras. Pastikan bentuk kertas kokoh ketika akan
dipajang atau diberdirikan.
b. Lipat kertas menjadi dua bagian yang dimulai dari bagian bawah ke atas.
c. Gunakan kertas dengan warna cerah atau putih agar bentuk tulisannya terlihat.
Padukan lapisannya dengan warna yang berbeda agar lebih berkesan.
d. Gambar pola dengan tulisan kata atau kalimat sesuai dengan yang diinginkan.
Tempatkan tulisan tersebut di tengah-tengah lipatan kertas. Setelah itu tempel
dengan kertas berwarna untuk menambah kesan keindahan.
e. Gunting pola sesuai lipatan dan lipatlah kembali secara perlahan sesuai alur
potongan lipatan.
f. Kartu pop-up berbentuk tulisan pun selesai.
3.3.3 Cara Praktis Pembuatan Kirigami Kartu Pop-Up
a.
Jika Anda ingin membuat desain sendiri, menggambarlah di selembar kertas.
b. Tempatkan kertas ke alas potong dan potong perlahan dengan hati-hati di
sepanjang semua garis solid (putur-putus) dalam desain kirigami dengan pisau
kerajinan. Berhati-hatilah untuk tidak memotong luar garis padat, seperti kertas
yang harus tetap melekat dalam poin-poin kunci untuk kartu pop-up .
c. Lipat mengikuti garis putus-putus dalam desain kartu kirigami. Konvensi
bervariasi dari satu desain ke yang lain, tapi satu jenis garis putus-putus akan
Lipatan di tengah kartu akan menjadi lipatan lembah karena di situlah kartu
lipatan dalam setengah untuk menutup dengan bagian dalam desain kirigami.
d. Tutup kartu kirigami sepanjang pusat lipat, berhati-hati bahwa desain dalam
lipatan di semua tempat yang benar dan tidak membungkuk atau lipat di lokasi
lain.
e. Lem kartu ke kertas penyanggah dengan warna yang kontras. Pastikan lem
hanya bagian dari kartu yang mengelilingi daerah dengan luka (bagian yang
terkena lem). Jika Anda terlalu banyak lem, desain kartu pop-up kirigami tidak
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya,
maka penulis dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Jepang adalah sebuah bangsa yang menyimpan keunikan pada hal
kebudayaan. Bangsa Jepang umumnya dikenal sebagai bangsa yang mampu
mengambil dan menarik manfaat dari hasil budi daya bangsa lain, tanpa
mengorbankan kepribadiannya sendiri.
2. Jepang sejak permulaan sejarahnya memperoleh banyak pengaruh budaya
Cina (baik secara langsung), maupun melalui Korea.
3. Jepang dikenal sebagai bangsa yang homogen, homogen di bidang bahasa
dan kebudayaannya, terbukti dari cara hidup masyarakat di Utara tidak begitu
berbeda dengan masyarakat di Selatan, walaupun tantangan alam di Selatan
Jepang berbeda dengan tantangan alam di daerah Utara
4. Kirigami yang merupakan modifikasi baru dari kebudayaan origami dapat
jugalah kita sebut sebagai salah satu bagian dari kebudayaan Jepang apabila
didasarkan pada pengertian kebudayaan dalam arti sempit adalah terdiri dari
ilmu pengetahuan, sistem kepercayaan dan seni.
5. Kirigami termasuk dalam kriya yang merupakan peng-Indonesiaan dari istilah
Inggris yakni Craft, yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik
umumnya eksklusif dan dibuat tunggal, baik atas pesanan ataupun kegiatan
kreatif individual.
6. Seni kerajinan kertas kirigami merupakan salah satu varian dari kerajinan
origami. Kerajinan kirigami masih berhubungan dengan seni melipat kertas
hanya saja ada penambahan pada seni memotongnya.
7. Kerajinan kirigami tidak berasal dari negara Jepang, tapi yang sebenarnya
terjadi adalah kerajinan kirigami berasal dari negeri Tiongkok tetapi hanya
namanya saja yang berbeda.
8. Pembuatan kirigami biasanya dilakukan dengan cara melipat-lipat kertas
menjadi beberapa lipatan, mengguntingnya dengan membentuk pola tertentu
sehingga pada saat kertas kembali dibuka dan dikembangkan akan muncul
dengan bentuk yang artistik dan sesuai dengan pola. Belakangan cara
mengguntingnya pun semakin variatif hingga menciptakan bentuk-bentuk
baru yang menakjubkan.
9. Kertas yang digunakan untuk kreasi kirigami antara lain: kami/gami, washi,
kertas printer/foto copy, kertas origami, dan kertas berlapis foil. Sedangkan
untuk peralatannya antara lain: pensil, gunting, cutter, dan lem.
10. Bentuk dasar kirigami yang mudah atau sederhana. Setelah mampu melewati
tahap bentuk dasar kirigami sederhana, maka kita masuk ke tahap yang kedua
yaitu berkreasi bentuk kirigami untuk aksesoris. Pada tahap yang kedua ini
hampir sama seperti kreasi bentuk kirigami sederhana, hanya saja
memerlukan sedikit ketelitian, imajinasi yang tinggi, penguasaan pada pola
11. Pada tahapan ketiga yaitu kirigami yang berbentuk kartu pop-up sudah
mendapatkan modifikasi antara teknik kirigami dengan pola lipatan kertas
yang dapat menghasilkan bentuk 3 (tiga) dimensi. Kreasi kirigami bentuk
kartu pop-up, merupakan seni kreasi kirigami yang paling sukar.
4.2 Saran
1. Kirigami memanglah suatu kesenian yang identik dengan dunia anak-anak.
Akan tetapi, bukan berarti hanya anak-anak saja yang boleh melakukannya,
melainkan orang dewasa juga boleh melakukannya. Hal tersebut dikarenakan
kirigami merupakan aktivitas yang sederhana dimana tidak memerlukan
banyak biaya, menyenangkan serta memilki peluang sebagai dunia bisnis.
Maka dari itu, bagi siapa saja tidak perlu malu untuk berkreasi kirigami
karena ini merupakan kebudayaan serta kesenian yang masih berkembang
untuk menyamai origami.
2. Bagi orang-orang yang harus melakukan kegiatan kirigami, mungkin akan
menemukan kendala dalam menyelesaikan suatu model kirigami, seperti
salah lipat, ataupun guntingan di luar jalur garis putus-putus yang seharusnya
diikuti yang mengarah pada ketidakberhasilan dalam menyelesaikannya.
Maka disarankan janganlah mudah menyerah. Tetap terus belajar hingga
suatu saat pasti akan berhasil dengan maksimal.
3. Bagi orang-orang yang berkreasi kirigami dengan memiliki tujuan dan
selama proses pembuatannya. Jangan langsung pantang menyerah, tetaplah
berusaha untuk segera menyelesaikannya. Apabila usaha anda sudah sangat
maksimal, maka akan timbul rasa bangga, lega hati, dan ingin memberikan ke
orang-orang yang disayang, serta yang lebih baik lagi memperluas ilmu
kepada rekan-rekan, keluarga, dan masyarakat agar tingkat kreativitas
DAFTAR PUSTAKA
Khaireni, Okky. 2010. Kebudayaan Origami dalam kehidupan Masyarakat Jepang. Medan:
Universitas Sumatera Utara
Sartika, Dewi dan Urip Saputra. 2012. Kreasi Kirigami. Jakarta: Dunia Kreasi
Situmorang, Hamzon. 2006. Ilmu Kejepangan. Medan: USU Press
Suryohadiprojo, Sayidiman. 1982. Manusia dan Masyarakat Jepang dalam Perjuangan
Hidup. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press) dan Pustaka Bradjaguna
LAMPIRAN
A. CARA PEMBUATAN KIRIGAMI BENTUK BINTANG
Gambar 1: Cara pembuatan kirigami bentuk bintang (hal 15)
Gambar 2: Cara pembuatan kirigami bentuk bunga (hal 16)
Catatan: Pola guntingan kirigami bentuk bunga, selain berbentuk oval, bisa juga kita
gunting dengan meniru ujung-ujung daun hidup (daun mangga, nangka, jambu, dan
sebagainya).
C. KIRIGAMI KARTU POP-UP BERBENTUK DAUN
Gambar 3: Cara pembuatan kirigami bentuk pop-up daun (hal 19)
Gambar 5: Kirigami sedehana bentuk
bunga
Gambar 6: Kirigami sedehana bentuk
bintang
Gambar 8: Kirigami aksesoris hiasan ruangan
F. KIRIGAMI BENTUK KARTU POP-UP
Gambar 10: Kirigami kartu pop-up pada
hari raya Idul Fitri
Gambar 11: Kirigami kartu pop-up
KREASI KIRIGAMI
KIRIGAMI NO SOUSAKU
Oleh:
Elsya Fitri Utami 102203009
Prodi DIII Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya
ABSTRAK
Jepang adalah sebuah negara yang menyimpan keunikan pada hal kebudayaan.
Bangsa Jepang umumnya dikenal sebagai bangsa yang mampu mengambil dan menarik
manfaat dari hasil budi daya bangsa lain, tanpa mengorbankan kepribadiannya sendiri.
Jepang sejak permulaan sejarahnya, banyak dipengaruhi budaya Cina baik secara langsung
maupun melalui Korea. Jepang memperoleh pengaruh kebudayaan yang kuat dari Cina,
ketika Cina dianggap sebagai bangsa dan negara termaju di dunia. Sehingga Jepang
mengkombinasikan perkembangan kebudayannya sendiri dengan hasil-hasil kebudayaan dari
Cina. Pada akhirnya hasil kebudayaan tersebut turut meningkatkan kebudayaan Jepang.
Kebudayaan dalam arti luas adalah seluruh cara hidup manusia (ningen no seikatsu no
itonami kata). Ienaga menjelaskan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan hal yang bukan
alamiah. Sedangkan kebudayaan dalam arti sempit adalah terdiri dari ilmu pengetahuan,
sistem kepercayaan dan seni. Oleh karena itu, Ienaga mengatakan kebudayaan dalam arti luas
adalah segala sesuatu yang bersifat konkret yang diolah manusia untuk memenuhi
kebutuhannya. Sedangkan kebudayaan dalam arti sempit adalah budaya yang berisikan
sebagainya. Sedangkan contoh kebudayaan Jepang yang lainnya adalah chanoyu, ikebana,
kimono, origami, dan sebagainya.
Kirigami merupakan modifikasi baru dari kebudayaan origami dan dapat juga disebut
sebagai salah satu bagian dari kebudayaan Jepang. Kirigami atau seni menggunting kertas
pada awal sejarahnya berasal dari negeri Tingkok. Pada zaman Dinasti Tang, pembuatan seni
menggunting kertas ini hanya sebagai hiasan kepala wanita. Sedangkan pada zaman Dinasti
Song (abad ke-12), kirigami hanya digunakan sebagai hiasan pembungkus oleh-oleh.
Kirigami termasuk dalamseni kriya (kerajinan tangan). Kriya termasuk dalam lingkup dunia
seni rupa yang menghasilkan produk kekriyaan dengan penggunaan beragam bahan dan
fungsi.
Pembuatan kirigami biasanya dilakukan dengan cara melipat-lipat kertas menjadi
beberapa lipatan, mengguntingnya dengan membentuk pola tertentu. Sehingga pada saat
kertas kembali dibuka dan dikembangkan akan muncul dengan bentuk yang artistik dan
sesuai dengan pola. Belakangan cara mengguntingnya pun semakin variatif. Sehingga
menciptakan bentuk-bentuk baru yang menakjubkan.
Untuk membuat kirigami, bahan utama yang diperlukan adalah kertas (kami atau
gami). Karena kirigami adalah membentuk kertas menjadi aneka bentuk yang menarik. Ada
berbagai macam kertas yang tersedia di pasaran yang bisa digunakan untuk membuat
kirigami. Kertas tersebut mulai dari tekstur yang lembut, berbahan keras, sampai jenis kertas
daur ulang. Secara teknis hampir semua jenis kertas bisa dibuat menjadi kirigami. Namun,
kertas yang dipilih oleh banyak orang untuk menciptakan aneka rupa kreasi adalah kertas
khusus membuat origami. Tetapi khusus untuk kirigami berbentuk kartu pop-up bisa
menggunakan kertas daur ulang dengan tekstur yang unik.
a) kirigami sederhana, merupakan tahapan yang mudah karena pola lipatan dan gunting
masih sederhana.
b) kirigami sebagai aksesoris, merupakan tahap pembuatan dengan mengembangkan teknik
gunting dan lipatan yang lebih kompleks dan rumit. Menggunakan peralatan cutter
(pisau) untuk mendapatkan kirigami yang lebih artistik.
Kirigami bentuk pop-up, merupakan kreasi kirigami 3 dimensi. Menggunakan kertas yang
bertekstur keras bertujuan dapat menopang lipatan dan guntingan sesuai pola yang
diinginkan. Kirigami bentuk pop-up, biasanya digunakan sebagai kartu ucapan dan banyak