Pengaruh Pengendalian Internal dan Code of Conduct (Pedoman Perilaku) Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi Pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

101  32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Lampiran I

Kepada Yth:

Bapak/Ibu Pimpinan Di

Tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan kegiatan penelitian untuk penyusunan skripsi dengan judul

Pengaruh Pengendalian Internal Dan Code Of Conduct (Pedoman Perilaku) Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi Pada PT Perkebunan Nusantara IV (PERSERO) Medan, yang merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Program Studi S1 - Akuntansi Universitas Sumatera Utara, penulis mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/saudari untuk meluangkan waktunya mengisi kuesioner/daftar pertanyaan yang terlampir. Kegiatan penelitian ini ditujukan untuk kepentingan ilmiah dan daftar pertanyaan yang terlampir dalam angket hanya digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan data. Dengan demikian, penulis sangat mengharapkan kejujuran Bapak/Ibu/Saudara/saudari dalam pengisian kuesioner. Atas kesediaan waktu dan bantuannya diucapkan banyak terimakasih.

Medan, ... 2016 Hormat Saya

(2)

Lampiran II

Kuisioner yang digunakan dalam penelitian

KUESIONER PERANAN PENGENDALIAN INTERNAL

Kuesioner yang dipublikasi Resa Dewitasari sebagai skripsi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta diolah oleh peneliti

Petunjuk

1. Isilah data responden pada tempat yang telah disediakan.

2. Berilah jawaban untuk setiap nomor pada kuesioner dengan memberi tanda check list (√) pada kolom di sebelah pertanyaan.

3. Berikanlah jawaban yang sejujurnya.

4. Kami akan menjamin kerahasiaan jawaban anda

Keterangan:

1. Sangat tidak Setuju (STS) 2. Tidak Setuju (TS)

3. Netral (N) 4. Setuju (S)

5. Sangat Setuju (SS)

Identitas Responden

Jabatan :

Tanggal Pengisian :

No Pernyataan

1 Dalam setiap pengambilan kebijakan didalam perusahaan manajer puncak memahami pentingnya pengendalian internal bagi perusahaan.

(3)

diberikan oleh manajer didalam perusahaan.

Penilaian Resiko

3 Pimpinan perusahaan selalu aktif dalam mendapatkan data dan informasi lengkap yang digunakan untuk penaksiran risiko yang mungkin terjadi. 4 Kemampuan seorang karyawan selalu

diuji terlebih dahulu agar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan perusahaan.

Aktivitas Pengendalian

5 Karyawan yang tidak mengikuti prosedur dapat melakukan kecurangan yang merugikan perusahaan.

6 Job description yang sudah ada hingga saat ini masih sesuai dengan kondisi saat ini maupun akan datang.

Informasi dan Komunikasi

7 Sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang dimiliki perusahaan memadai untuk menghasilkan informasi yang lengkap, akurat dan tepat waktu.

8 Perusahaan pernah mendapat saran perbaikan dari akuntan publik diperhatikan untuk kemudian diadakan perbaikan.

Monitoring

9 Akuntansi dan sistem informasi manajemen yang berjalan guna mendukung terciptanya efektivitas pengendalian internal.

(4)

KUESIONER CODE OF CONDUCT (Pedoman Perilaku)

Petunjuk Pengisian:

1. Isilah data responden pada tempat yang telah disediakan.

2. Berilah jawaban untuk setiap nomor pada kuesioner dengan memberi tanda check list (√) pada kolom di sebelah pertanyaan.

3. Berikanlah jawaban yang sejujurnya.

4. Kami akan menjamin kerahasiaan jawaban anda

Keterangan:

1. Sangat tidak Setuju (STS) 2. Tidak Setuju (TS)

3. Netral (N) 4. Setuju (S)

5. Sangat Setuju (SS)

Identitas Responden Jenis Kelamin : L/P

Jabatan :

No Pertanyaan

Code of Conduct (Pedoman Perilaku)

1 berperilaku untuk melaksanakan tugas 2 Upaya mewujudkan Peningkatan

Kinerja Karyawan dalam suatu perusahaan akan membutuhkan komitmen dari seluruh pelaku bisnis 3 Penerapan prinsip Kinerja Karyawan

(5)

4 Semua pelaku bisnis harus menghindari konflik kepentingan (conflict of interest) antara kepentingan pribadi dan keluarga dengan kepentingan perusahaan.

5 Hubungan pelaku bisnis dengan stakeholders. Karena sangat pentingnya stakeholders bagi kelangsungan hidup perusahaan, banyak moto yang digunakan oleh banyak perusahaan

seperti “Customers are our goal”

(6)

KUESIONER KINERJA KARYAWAN

Kuesioner yang dibuat berdasarkan indikator peningkatan kinerja oleh peneliti

Petunjuk Pengisian:

1. Isilah data responden pada tempat yang telah disediakan.

2. Berilah jawaban untuk setiap nomor pada kuesioner dengan memberi tanda check list (√) pada kolom di sebelah pertanyaan.

3. Berikanlah jawaban yang sejujurnya.

4. Kami akan menjamin kerahasiaan jawaban anda

Keterangan:

1. Sangat tidak Setuju (STS) 2. Tidak Setuju (TS)

3. Netral (N) 4. Setuju (S)

5. Sangat Setuju (SS)

Identitas Responden Standar didasarkan pada pekerjaan

1 PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) memiliki standar kinerja yang jelas.

2 Standar kinerja dibuat tanpa memandang siapa yang menduduki pekerjaan tersebut.

Standar dapat dipahami

3 Motivasi dari pimpinan mempengaruhi kinerja karyawan.

4 Standar kinerja harus mudah dipahami oleh jajaran kantor pada PT.

PERKEBUNAN NUSANTARA IV

(7)

Standar spesifik dan terukur

5 Ukuran kinerja karyawan harus sejalan dengan tujuan strategis perusahaan. 6 Produktivitas karyawan mempengaruhi

kinerja pada perusahaan.

Standar berorientasi pada waktu 7 Membangun kompetisi yang sehat untuk

memacu prestasi kerja. Standar harus tertulis

8 Perusahaan harus meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.

(8)

Lampiran III Hasil Kuesioner Pengaruh Pengendalian Internal dan Code of Conduct (Pedoman Perilaku) terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi Pada PT

Perkebunan Nusantara IV (PERSERO) Medan

Variabel Pengendalian Internal (X1)

No Butiran Pertanyaan Jumlah

(9)

29 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 46

Variabel Code Of Conduct (X2)

No Butiran Pertanyaan Jumlah

(10)

28 4 5 4 5 4 4 26

Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No Butiran Pertanyaan Jumlah

(11)

27 4 5 5 5 4 5 5 5 5 43

28 5 5 5 5 5 5 5 5 5 45

29 4 4 5 4 4 5 4 5 5 40

30 5 5 4 4 4 4 4 5 5 40

31 5 4 4 5 4 4 4 4 4 38

32 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36

33 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36

34 5 4 5 5 5 5 5 5 5 44

(12)

Lampiran IV

Hasil Analisis Data SPSS (20) No Variabel

Butir

Pertanyaan rhitung rtabel Kriteria Ket.

(13)

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation .23848609

Most Extreme Differences

Absolute .142

Positive .142

Negative -.063

Kolmogorov-Smirnov Z .839

Asymp. Sig. (2-tailed) .483

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Case Processing Summary

a. Listwise deletion based on all variables in the

procedure.

a. Listwise deletion based on all variables in the

procedure.

a. Listwise deletion based on all variables in the

(14)

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) -.108 .657 -.165 .870

Pengendalian

Internal .225 .180 .194 1.252 .220 .532 1.879

Pedoman

Perilaku .802 .200 .622 4.004 .000 .532 1.879

(15)

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

ANOVAa

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

b. Predictors: (Constant), Pedoman Perilaku, Pengendalian Internal Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Pedoman Perilaku, Pengendalian Internal

(16)
(17)

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno, 2012. Auditing ( Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor Akuntan Publik, Edisi 4, Jilid 1, Selembat Empat, Jakarta.

Arens, Elder, Beasley, 2008. Auditing dan Jasa Assurance, Pendekatan Terintegrasi, Edisi 12,Alih Bahasa Herman Wibowo,Wibi Hardayani: Editor, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Arikunto S, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Dewi, Sari Permata, 2012. Pengaruh Pengendalian Internal dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan SPBU Yogyakarta (Studi Kasus Pada SPBU Anak Cabang Perusahaan RB. Group)”, Jurnal Nominal, Volume 1 Nomor 1, Halaman 1-22, Diakses tanggal 20 Januari 2014.

Dewitasari, Resa, 2009. “Pengaruh Audir Intern dan Pengendalian Intern Terhadap Penerapan Good Corporate Goverrnance (GCG)”

Erlina, 2008. Metodologi Penelitian Bisnis, Edisi Kedua, USU Press, Medan. Hartadi, Bambang, 1999. Sistem Pengendalian Intern dalam hubungannya

dengan manajemen dan audit, Edisi 3, Penerbit BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.

Hery, 2011. Auditing 1 Daar-Dasar Pemeriksaan Akuntansi. Penerbit KENCANA, Jakarta.

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2014 Buku Pedoman Penulisan Skripsi dan Ujian Komprehensif Prograam Strata Satu (S1), Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, Medan.

Mukminin, Lion Saiful, 2010. “Pengaruh Audit Operasional Terhadap Kinerja Non Keuangan Dengan Audit Atas Persediaan Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur di Tanggerang)”,Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

(18)

Rivai, H. Veithzal dan Sagala, Ella Janvani, 2009.Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktek. PT Rajawali Pers, Jakarta.

Sekaran, Uma, 2009. Metodologi Penelitian Bisnis, Buku 1, Edisi 5, Penerjemah Kwan Men Yon, Salemba Empat, Jakarta.

Sitompul, Evelyn Yusrina. 2008. “ Pengaruh Peranan Biro Satuan Pengawasan Internal (SPI) Terhadap Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Pada PTPN II (Persero) Tanjung Morawa”,Skripsi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Kesembilan, Alfabeta, Bandung.

Tresnawati, Rina, 2012. “ Pengaruh Efektifitas Pengendalian Intern Terhdap Kinerja Instansi Pemerintah Di Dinas PendapatanDaerah Kota Bandung , Forum Bisnis & Keuangan, Halaman 139-151, Diakses tanggal 20 Oktober 2014.

Usman, Zulkarnain, 2013. “ Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT.Mnc Sky Vision Cabang Gorontalo)”, Skripsi, Universitas Negeri Gorontalo,Gorontalo.

Xiaomin Yu, 2008. “ Impacts of Corporate Code of Conduct on Labor Standart: A Case Study of Reebok’s Athletic Footwear Suplier”, Journal of Business Ethics 81, Halaman 513-528, Diakses tanggal 2 Oktober 2010.

Wibowo, 2007. Manajemen Kinerja, Edisi Ketiga, Raja Grafindo, Jakarta.

(19)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian asosiatif kausal yaitu penelitian untuk mengetahui hubungan dua variabel

atau lebih (Sugiyono, 2006 : 10-11). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengendalian internal dan code of conduct (pedoman perilaku)

terhadap kinerja karyawan.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini di PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN yang beralokasi di Jl. Suprapto No. 2 Medan.

Pelaksanaan penelitian untuk penulisan skripsi ini akan berlangsung pada 18 Agustus 2015 s.d selesai dengan lokasi penelitian seperti yang telah disampaikan diatas.

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Erlina (2008 : 75) populasi adalah “sekelompok orang, kejadian, suatu yang mempunyai karakteristik tertentu”. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV

(PERSERO) MEDAN pimpinan/staff bagian akuntansi dan karyawan pimpinan/staff bagian SPI yang terlibat dalam mendukung kinerja

(20)

karena karyawan-karyawan tersebut berpatisipasi didalam pelaksanaan kinerja karyawan. Sampel merupakan objek yang mewakili populasi yang

dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini.

Menurut Arikunto (2006 : 130) “apabila objek kurang dari 100 orang,

lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subjek besarnya telah melebihi 100 orang maka dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25%”. Karena populasinya kurang

dari 100, maka dalam hal ini penulis mengambil seluruh populasi untuk dijadikan sampel yaitu 35 orang karyawan.

Menurut Arikonto (2006 : 133) “teknik stratified random sampling digunakan bila populasi berkarakteristik heterogen, heterogenitas tersebut mempunyai arti yang sinifikan pada pencapaian tujuan penelitian”. Untuk

penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling.

3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Di dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen.

1. Variabel Independen

Variabel independen dalam penelitian ini yaitu pengendalian internal (X1) dan code of conduct (pedoman perilaku) (X2).

Pengendalian internal adalah suatu prosedur yang digunakan untuk melindungi harta perusahaan dan memberikan informasi pelaporan

(21)

yang digunakan dalam pengendalian internal yaitu lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan

komunikasi, dan pemantauan.

Code of Conduct (pedoman perilaku) merupakan pedoman bagi

seluruh pelaku bisnis atau karyawan di PTPN IV dalam bersikap dan berperilaku untuk melaksanakan tugas dan kedinasan sehari-hari serta dalam berinteraksi dengan dengan para karyawan, rekanan maupun rekan sekerja,

mitra usaha dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan.Indikator yang digunakan dalam pedoman perilaku yaitu kebijakan dan sanksi.

Kedua variabel diatas menggunakan skala sikap likert dan skala interval. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, Sugiyono (2006: 86). Semakin tinggi skor, maka

kedua variabel independen semakin memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Dimana poin 1(Sangat Tidak Setuju), 2(Tidak Setuju), 3 (Netral),

4(Setuju), 5(Setuju Sekali). 2. Variabel Dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Peningkatan Kinerja Karyawan. Peningkatan kinerja karyawan adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan kerja yang mana karyawan

harus memiliki prestasi yang dapat diperlihatkan dalam menjalankan aktivitas perusahaan. Indikator yang digunakan dalam peningkatan kinerja

(22)

standar berorientasi pada waktu, standar harus tertulis dan standar dapat berubah.

Variabel ini menggunakan skala sikap likert dan skala interval. Dimana poin 1(Sangat Tidak Setuju). 2(Tidak Setuju), 3(Netral),

4(Setuju), 5(Setuju Sekali).

Definisi operasional dan pengukuran variabel diatas dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel

penelitian Definisi Operasional Indikator

Skala Ukur Variabel

Dependen

Kinerja Karyawan

Peningkatan kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan kerja yang mana karyawan harus memiliki prestasi yang dapat diperlihatkan dalam menjalankan aktivitas 5.Standar spesifik dan

(23)

Variabel Independen

Pengendalian Internal

Pengendalian intern adalah suatu prosedur yang digunakan untuk melindungi harta perusahaan dan memberikan informasi pelaporan keuangan yang akan sesuai dengan kepatuhan hukum dan peraturan yang berlaku sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif.

1.Lingkungan

Pedoman perilaku adalah standar etika dan perilaku yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran bank yang meliputi komisaris, direksi, executive management dan seluruh karyawan dalam menjalankan tugas dan kedinasan sehari-hari serta dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah, rekanan maupun rekan sekerja.

1.Kebijakan 2.Sanksi

Skala Interval

3.5 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data a. Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yaitu:

1. Data Primer, yaitu berupa data yang belum diolah yang diperoleh dari jawaban kuisioner yang telah diisi oleh karyawan pimpinan/staff dan bagian SPI yang terlibat dalam mendukung adanya kinerja

(24)

2. Data sekunder, yaitu berupa data yang telah diolah yang diperoleh dari perubahan seperti sejarah ringkas dan struktur organisasi PTPN

IV (Persero) Medan.

b. Teknik Pengumpulan Data

Dalam hal ini peneliti melakukan proses pengumpulan data melalui:

a. Kuesioner (angket) diberikan peneliti kepada karyawan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang ada pada yang beralokasi di

Jl. Suprapto No. 2 Medan. Kuesioner diberikan hanya sekali kepada populasi, setelah 1 minggu peneliti mengumpulkan kuesioner yang telah diisi.

b. Studi dokumentasi yaitu mengambil data permanen seperti sejarah dan struktur organisasi dari PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang

ada pada yang beralokasi di Jl. Suprapto No. 2 Medan.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data penelitian merupakan bagian dari proses pengujian data

setelah tahap pemilihan dan pengumpulan data dalam penelitian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science). Beberapa teknik analisis data yang

(25)

3.6.1 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrument dan Data 3.6.1.1 Pengujian Validitas Instrumen dan Data

Validitas menunjukkan seberapa jauh ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya

(Azwar, 2000) dalam Erlina (2008 : 91). Menurut Erlina (2008 : 92)

Validitas berhubungan dengan ketepatan alat ukur untuk melakukan tugasnya dalam mencapai sasarannya, validitas berhubungan dengan kenyataan, validitas juga berhubungan dengan tujuan dari pengukuran. Pengukuran dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan nyata dan benar.

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan alat bantu program statistik dengan kriteria sebagai berikut:

a. Jika �ℎ� �� positif dan �ℎ� ��>� ��, maka butir pertanyaan

tersebut valid.

b. Jika �ℎ� �� negatif atau �ℎ� ��<� ��, maka butir

pertanyaan tersebut tidak valid.

c. �ℎ� �� dapat dilihat pada kolom Corrected Iten Total

correlation.

3.6.1.2Pengujian Reliabilitas Instrumen dan Data

Menurut Erlina (2008 : 99) “Reliabilitas data adalah tingkat

seberapa besar suatu pengukur mengukur dengan stabil dan konsisten. Untuk melihat realibitas masing-masing instrument yang

(26)

Kriteria untuk mengukur reliabilitas menurut Sekaran (2009) adalah:

1. Kurang dari 0,6 tidak reliabel 2. 0,6-0,7 dapat diterima

3. 0,7 – 0,8 baik

4. Lebih dari 0,8 reliabel

3.6.2 Statistik Deskriptif

Menurut Sugiyono (2006 : 142) “statistik deskriptif adalah

statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul

sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi”.

Statistik deskriptif digunakan bila peneliti hanya ingin

mendeskripsikan data sampel dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi dimana sampel diambil. Termasuk dalam

statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram perhitungan modus, median, mean

(pengukuran tendensi sentral), perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata standar deviasi dan perhitungan prosentasi, dalam Sugiyono (2006 : 143).

Penelitian yang dilakukan menggunakan pengujian hipotesis asosiatif dengan datanya berbentuk interval maka digunakan teknik

(27)

independen dinaikkan atau diturunkan nilainya (dimanipulasi), dalam Sugiyono (2006 : 149).

3.6.3 Pengujian Asumsi Klasik 3.6.3.1 Uji Normalitas

Tujuan uji normal variabel atau residual memiliki

distribusi adalah ingin mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji

normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji grafik dan uji Statistik Kolmogrov-Smirov (K-S). Pada uji grafik, data yang baik adalah data dengan bentuk lonceng (bell shaped) yang

mempunyai pola seperti distribusi normal.

Uji statistik Kolmogrov-Smirov (K-S) memiliki kriteria sebagai berikut:

1. Nilai Signifikan < 0,05, maka distribusi data adalah tidak normal.

2. Nilai Signifikan > 0,05, maka distribusi data adalah normal.

3.6.3.2Uji Multikolinieritas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi diantara variabel independen. Multikolinieritas adalah situasi adanya korelasi variabel-variabel

independen antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini kita sebut variabel-variabel bebas ini tidak ortogonal.

(28)

terjadi korelasi sempurna diantara sesama variabel bebas, maka konsekuensinya adalah :

a. Koefisien –koefisien regresi menjadi tidak dapat ditaksir.

b. Nilai standar error setiap koefisien regresi menjadi tidak terhingga.

Pengujian ini bermaksud untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antarvariabel independen. Jika

terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas. Ada dua cara yang dapat dilakukan jika terjadi

multikolinearitas, yaitu:

a. Mengeluarkan salah satu variabel, misalnya variabel independen A dan B saling berkolerasi dengan kuat, maka bisa

dipilih A atau B yang dikeluarkan dari model regresi.

b. Menggunakan metode lanjut seperti Regresi Bayesian atau

Regresi Ridge.

Pengujian multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai VIF dan tejadi korelasi di antara variabel independen. Jika nilai

VIF lebih besar dari 2, maka terjadi multikolinearitas di antara variabel independen. Disamping itu, suatu model dikatakan

(29)

3.6.3.3Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi

terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas, Erlina (2008: 106). Untuk

mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode grafik plot.

Metode grafik plot dilakukan dengan cara mendiagnosa diagram residual plot yang kemudian dibandingkan dengan hasil prediksi. Penentuan heteroskedastisitas didasari oleh:

1. Jika titik-titik tersebar membentuk pola tertentu dan teratur bergelombang melebar kemudian menyempit, maka

mengidentifikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

2. Jika tidak terlihat pola yang jelas serta titik menyebar di atas dan

di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka heteroskedastisitas tidak terjadi.

3.6.4 Analisis Regresi Berganda

Menurut Sugiyono (2006 : 210) analisis regresi ganda digunakan

oleh peneliti bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih

(30)

Untuk menentukan hubungan yang berlaku antara peranan pengendalian internal dan code of conduct (pedoman perilaku) terhadap

peningkatan kinerja karyawan bagian akuntansi pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. Peneliti menggunakan analisis regresi

berganda yang dirumuskan sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + e Dimana :

Y : Peningkatan Kinerja Karyawan a : Nilai intersep (konstanta) � − � : koefisien arah regresi

X1 : Peranan Pengendalian Internal X2 : Pedoman Perilaku

e : error

3.6.5 Uji Hipotesis 3.6.5.1Uji t

Uji ini menunjukkan seberapa jauh variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji- t ini disebut juga sebagai uji signifikasi individual. Uji hipotesis ini

dilakukan dengan cara membandingkan �ℎ� �� dengan � ��

dalam tingkat probabilitas 5%.

Kriteria pengambilan keputusan:

Ho diterima jika : �ℎ� �� > � �� atau sig t < 0.05

(31)

3.6.5.2Uji F

Uji ini digunakan untuk menunjukkan apakah semua

variabel independen yang dimasukkan dalam model ini mempunyai pengurus secara bersama-sama terhadap variabel

dependen.Untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak

Kriteria pengambilan keputusan:

Jika �ℎ� ��>� �� maka tolak Ho artinya signifikan

Jika �ℎ� ��<� �� maka terima Ho artinya tidak signifikan Dengan taraf signifikan (α) = 0,05

3.6.5.3Koefisien Determinan (��)

Pengujian koefisien determinan ( � ) digunakan untuk

mengukur proporsi atau persentase sumbangan variabel independen yang diteliti terhadap variasi naik turunnya variabel

dependen. Koefisien determinan bernilai antara nol sampai satu ( 0 ≤ � ≥ 1). Hal ini bila � = 0 menunjukkan tidak adanya

pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen,

bila � semakin mendekati 1 menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan bila � semakin kecil mendekati nol maka dapat dikatakan semakin

kecilnya pengaruh variabel independen terhadap variabel

(32)

BAB IV

ANALISIS HASIL DATA

4.1 Gambaran Umum PTPN IV (Persero) Medan 4.1.1 Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan

PT Perkebunan Nusantara IV disingkat PTPN IV didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1996, merupakan hasil

peleburan 3 (tiga) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Perkebunan VI (Persero), PT Perkebunan VII (Persero), dan PT

Perkebunan VIII (Persero) sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara IV No. 37 tanggal 11 Maret 1996 yang dibuat dihadapan Harun Kamil, SH,

Notaris di Jakarta, yang anggaran dasar telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam

Surat Keputusan Nomor: C2-8332.HT.01.01.Th.96 tanggal 8 Agustus 1996 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia

tanggal 8 Oktober 1996 Nomor 81 dan Tambahan Berita Negara No. 8675. Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun

2014 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan

(33)

Iwan, SH, MKn. Berdasarkan Perubahan Anggaran Dasar tersebut, status Perseroan berubah dari BUMN menjadi anak perusahaan BUMN.

Bidang Usaha

PTPN IV adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang

agrobisnis dan agroindustri. Dalam menjalankan bisnisnya PTPN IV mengelola 2 segmen usaha komoditi perkebunan yaitu :

1. Segmen Usaha Komoditi Kelapa Sawit

2. Segmen Usaha Komoditi Teh

PTPN IV memiliki 30 Unit Kebun yang mengelola budidaya

Kelapa Sawit, 3 Unit kebun yang mengelola teh dan 1 unit Kebun Plasma Kelapa Sawit, yang berlokasi di 9 Kabupaten, yaitu Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu,

Padang Lawas, Batubara dan Mandailing Natal. Dalam proses pengolahan, PTPN IV memiliki 16 Unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS)

dengan kapasitas total 615 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam, 2 unit Pabrik Teh dengan kapasitas total 154 ton Daun Teh Basah (DTB)

perhari, dan 1 unit Pabrik Pengolahan Inti Sawit dengan kapasitas 450 ton perhari. Selain mengelola kedua komoditi tersebut PTPN IV juga mengelola balai benih kelapa sawit yang terdapat di Unit Usaha Adolina.

PTPN IV juga didukung oleh 1 Unit Usaha Engineering Manufacturing and Construction yaitu Pabrik Mesin Tenera (PMT) dan 3 Unit Usaha

(34)

Bidang Usaha menurut Anggaran Dasar Perusahaan

Sesuai dengan Anggaran Dasar sebagaimana dimuat dalam Akte

Nomor : 11 tanggal 4 Agustus 2008 yang dibuat dihadapan Sri Ismiyati, SH, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan usaha di bidang

agro bisnis dan agro indutri serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, untuk mendapatkan/mengejar keuntungan guna

meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,

perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut : a. Pengusahaan budidaya tanaman meliputi pembukaandan pengolahan

lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemungutan hasil tanaman serta melakukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan pengusahaan budidaya tanaman tersebut.

b. Produksi meliputi pengolahan hasil tanaman sendiri maupun dari pihak lain menjadi barang setengah jadi dan atau barang jadi serta produk turunannya.

c. Perdagangan meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran berbagai macam hasil produksi serta melakukan kegiatan perdagangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan.

(35)

agro bisnis dan agro industri, jasa penyewaan dan pengusahaan sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan.

Produk dan Jasa Yang Dihasilkan

PTPN IV memiliki 2 segmen usaha yaitu kelapa sawit dan teh

dengan komoditi kelapa sawit merupakan segmen usaha terbesar. Selain itu perseroan juga memiliki 1 Unit Usaha Engineering Manufacturing and Construction yaitu Pabrik Mesin Tenera (PMT)

Dolok Ilir dan 3 Unit Usaha Rumah Sakit. Produk dan Jasa yang dihasilkan Perseroan sebagai berikut :

Komoditi Kelapa Sawit: Minyak Sawit dan Inti Sawit Komoditi Teh:

Teh Hitam Jasa lainnya

Jasa Pelayanan Kesehatan, Jasa Engineering, Manufacturing and Construction yang dihasilkan dari Unit Usaha PMT Dolok Ilir

Budaya Perusahaan

Memberi, membimbing dan mendorong perilaku seluruh karyawan perusahaan agar dalam melaksanakan tugas selalu:

1. Berpikir positif untuk dapat menangkap setiap peluang. 2. Proaktif dalam menghasilkan inovasi dan prestasi. 3. Kerjasama tim untuk membangun kekuatan.

(36)

5. Menempatkan peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian sasaran perusahaan

Paradigma Bisnis

1. Mampu membangun sistem yang sinergis dan terpadu sesuai dengan perubahan dan perkembangan pasar, yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan melalui kinerja yang unggul (excellence).

2. Mampu merencanakan, melaksanakan, menganalisa dan mengevaluasi secara objektif, bekerja keras, beretika, kreatif dan inovatif serta berorientasi pada hasil, untuk memberikan nilai tambah perusahaan.

3. Kepemimpinan yang visioner (mampu memandang jauh kedepan dan kedalam perusahaan) serta menjadi panutan dan inspirator terhadap lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

4. Bertanggung jawab dalam pelaksanaan regulasi (peraturan dan undang-undang) yang terkait dengan perusahaan dan hubungan industrial yang harmonis.

5. Perubahan adalah peluang, selalu siap mengembangkan diri, cerdas dan tangkas untuk meningkatkan nilai perusahaan.

6. Peduli terhadap kehidupan social masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan, serta menghargai setiap ide/gagasan/masukan dari stakeholder, dalam menciptakan hubungan yang sinergis.

7. Dalam mengelola pengetahuan (knowledge management) perusahaan mewajibkan setiap personil berbagi pengetahuan (knowledge sharing) untuk perbaikan yang berkelanjutan.

(37)

Tata Nilai

Tata nilai dirangkum dalam frasa ”PRIMA”, meliputi:

P : Profitability (mengutamakan profit)

R : Responsibility (bertanggung jawab terhadap stakeholder) I : Integrity (integritas)

M : Market ahead (selalu yang terdepan) A : Accountability (terpercaya).

4.1.2 Visi dan Misi perusahaan Visi Perusahaan

Menjadi perusahaan unggul dalam usaha agroindustri yang terintegrasi. Misi Perusahaan

1. Menjalankan usaha dengan prinsip-prinsip usaha terbaik, inovatif,

dan berdaya saing tinggi.

2. Menyelenggarakan usaha agroindustri berbasis kelapa sawit, teh, dan

karet.

3. Mengintegrasikan usaha agroindustri hulu, hilir dan produk baru, pendukung agroindustri dan pendayagunaan aset dengan preferensi

pada teknologi terkini.

4.1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas-batas

(38)

yang telah ditetapkan. Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang berfungsi melaksanakan serangkaian kegiatan tertentu. Struktur

organisasi adalah posisi setiap jabatan yang ada yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT

Perkebunan Nusantara IV No. 04.15/Kpts/55/VIII/2014 Tentang Struktur Organisasi PT Perkebunan Nusantara IV.

(39)
(40)

Job Description

Berikut ini adalah Uraian Tugas (Job Description) dari setiap unit pada PT Perkebunan Nusantara IV Medan yang terdiri dari :

1. Rapat Umum Pemegang Saham

Pemegang Saham adalah organ perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar. Jenis RUPS :

 RUPS Tahunan diadakan setiap tahun, meliputi RUPS mengenai persetujuan Laporan Tahunan dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.

 RUPS lainnya/RUPS Luar Biasa yang diadakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. Hak Pemegang Saham :

 Hak untuk menghadiri RUPS dan memberikan suara pada RUPS.

 Hak untuk memperoleh informasi material mengenai pengelolaan perusahaan baik dari Dewan Komisaris maupun Direksi secara lengkap, tepat waktu, dan teratur.

 Hak untuk memperoleh pembagian laba perusahaan (dividen).

 Menyelenggarakan RUPS dalam hal Direksi atau Komisaris lalai menyelenggarakan RUPS Tahunan dan sewaktu-waktu meminta

 penyelenggaraan RUPS Luar Biasa. Wewenang Pemegang Saham

 Mengangkat dan memberhentikan Direksi dan anggota Dewan Komisaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 Menyetujui atau menolak Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan RKAP.

(41)

 Menetapkan auditor eksternal untuk melakukan audit atas laporan keuangan.

 Menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi sesuai ketentuan yang berlaku.

 Menetapkan anggaran dasar dan perubahannya. Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang SahamTahunan RUPS yang diadakan selama tahun 2012 adalah RUPS mengenai Persetujuan Laporan Tahunan untuk Tahun Buku 2011 yang dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2012.

2. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umumatau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberi nasihat kepada Direksi. Berdasarkan Anggaran Dasar PTPN IV No. 11 tanggal 04 Agustus 2008 dan Peraturan Menteri Negara BUMN No: PER-12/MBU/2012 tentang Organ Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN adapun tugas dan wewenang Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:

Tugas Dewan Komisaris

 Melakukan pengawasan terhadap kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengurusan Perseroan serta memberi nasehat kepada Direksi termasuk pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan.

 Melakukan evaluasi terhadap laporan atas pencapaian target dari masing-masing Indikator Kinerja Kunci (IKK) atau Key Perfomance Indicator (KPI) dan melakukan tindakan yang diperlukan dalam rangka pencapaian target yang telah ditetapkan.

 Memantau efektivitas praktek Good Corporate Governance yang diterapkan oleh perusahaan.

Wewenang Dewan Komisaris Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Komisaris berwenang untuk:

(42)

 Memasuki pekarangan, gedung, dan kantor yang dipergunakan oleh Perusahaan.

 Meminta penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat lainnya mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perusahaan.

 Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang dan akan dijalankan oleh Direksi.

3. Tugas Direktur Utama

 Mengelola Perusahaan sesuai amanat RUPS untuk mewujudkan sasaran Perusahaan.

 Menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan baik didalam maupun diluar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS.

 Memimpin, mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan pelaksanaan program kegiatan Direktur Produksi, Direktur SDM dan Umum, Direktur Keuangan dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha, Manajer Grup dan Manajer Unit.

 Menjalankan arahan dari Dewan Komisaris dan RUPS.

 Mengatur pembagian tugas dan wewenang masing-masing anggota Direksi.

Wewenang Direktur Utama

 Menetapkan kebijakan kepengurusan Perusahaan yang sejalan dengan RUPS.

(43)

 Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi kepada seseorang atau beberapa anggota Direksi untuk mengambil keputusan atas nama Direksi atau mewakili Perusahaan di dalam dan di luar pengadilan.  Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi kepada seseorang atau

beberapa orang pekerja Perusahaan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama atau kepada orang lain, untuk mewakili Perusahaan didalam dan diluar Pengadilan.

 Mengangkat dan memberhentikan pekerja Perusahaan setelah mendengarkan saran dari Direktur SDM dan Umum.

4. Tugas Direktur Produksi

 Memimpin dan mengkoordinasikan tugas-tugas dibawah Direktorat Produksi.

 Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan dibawah Direktorat Produksi.

 Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatandi Bidang Tanaman, Pengolahan (termasuk P3TBS)dan Teknik.

 Menjalankan arahan dari Direktur Utama, Dewan Komisaris dan RUPS.

 Mengadakan rapat-rapat internal secara berkala di lingkungan Direktorat Produksi untuk mengevaluasi pelaksanaan program usaha

Wewenang Direktur Produksi

 Menetapkan kebijakan pengelolaan Perusahaan pada Direktorat Produksi.

 Mewakili Perusahaan baik didalam maupun diluar pengadilan sesuai ketentuan yang berlaku.

(44)

 Mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan surat kuasa untuk melakukan perbuatan tertentu yang berkaitan dengan tugas-tugas Direktur Produksi.

 Memberikan persetujuan pengeluaran anggaran dalam rangka operasional Direktorat Produksi dengan batasan nilai sesuai ketentuan yang berlaku.

Tugas Direktur Keuangan

 Memimpin dan mengkoordinasikan tugas-tugas di bawah Direktorat Keuangan.

 Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan di bawah Direktorat Keuangan.

 Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan yang telah dirumuskan, meliputi Bidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran.  Menjalankan arahan-arahan dari Direktur Utama, Dewan

Komisaris dan RUPS.

 Mengadakan rapat internal secara berkala guna membahas masalah-masalah dibidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran. Wewenang Direktur Keuangan

 Menetapkan kebijakan pengurusan Perusahaan pada Direktorat Keuangan.

 Mewakili Perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Bertindak untuk dan atas nama Direksi berdasarkan surat kuasa dari Direktur Utama.

 Mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan surat kuasa untuk melakukan perbuatan tertentu yang berkaitan dengan tugas-tugas Direktur Keuangan.

6. Tugas Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha

(45)

 Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan dibawah Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Usaha.

 Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan di Bidang Perencanaan (termasuk IT), Pengembangan Usaha (tidak termasuk pengembangan di Bidang Tanaman) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

 Menyusun dan melaksanakan kegiatan Perusahaan dalam pengembangan industri hilir dan industri pendukung.

 Pengelolaan dan pengurusan Anak Perusahaan dan Perusahaan Penyertaan (tidak termasuk aspek legal).

Wewenang Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha

 Menetapkan kebijakan pengurusan Perusahaan di bidang Perencanaan, Pengembangan Usaha dan PKBL.

 Mewakili Perusahaan baik didalam maupun diluar pengadilan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Bertindak untuk dan atas nama Direksi berdasarkan surat kuasa dari Direktur Utama.

 Mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan surat kuasa untuk melakukan perbuatan tertentu yang berkaitan dengan tugas-tugas Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha.

 Memberikan persetujuan pengeluaran anggaran dalam rangka operasional Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Usaha dengan batasan nilai sesuai ketentuan yang berlaku.

7. Tugas Direktur SDM dan Umum

 Memimpin dan mengkoordinasikan tugas-tugas di bawah Direktorat SDM dan Umum.

 Menyusun struktur organisasi Perusahaan beserta uraian tugasnya.  Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan di bawah

(46)

 Melaksanakan dan mengendalikan program kegiatan dibidang SDM, Umum, Hukum dan Pertahanan serta Pengadaan.

 Melaksanakan pengelolaan SDM, termasuk rekrutmen, penempatan, penilaian kinerja, karir, remunerasi dan purna tugas. Wewenang Direktur SDM dan Umum

 Menetapkan kebijakan pengurusan Perusahaan pada Direktorat SDM dan Umum.

 Mewakili Perusahaan baik didalam maupun diluar pengadilan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Bertindak untuk dan atas nama Direksi berdasarkan surat kuasa dari Direktur Utama.

 Mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan surat kuasa untuk melakukan perbuatan tertentu yang berkaitan dengan tugas-tugas Direktur SDM dan Umum.

 Memberikan persetujuan pengeluaran anggaran dalam rangka operasional Direktorat SDM dan Umum dengan batasan nilai sesuai ketentuan yang berlaku.

 Mengusulkan kepada Direktur Utama untuk promosi, demosi, mutasi dan memberhentikan karyawan dilingkungan Direktorat SDM dan Umum dan Direktorat lainnya sesuai peraturan kepegawaian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 8. Anak Perusahaan dan Penyertaan Saham

PTPN IV memiliki tiga anak perusahaan yaitu, PT. Sarana Agro Nusantara (PT.SAN) yang bergerak dalam bidang jasa tangki timbun dan pemompaan CPO, PT Agro Sinergi Nusantara dan PT Sinergi Perkebunan Nusantara yang bergerak dalam bidang Perkebunan Kelapa Sawit. Selain memiliki anak perusahaan, PTPN IV juga memiliki perusahaan asosiasi, yaitu:

(47)

3. PT Nusantara Mas

Serta penyertaan saham pada : 1. PT Padasa Enam Utama

2. PT Karisma Pemasaran Bersama Nusantara 3. PT Riset Perkebunan Nusantara

4. Hamburg – Indonesische Import (dalam likuidasi).

Jaringan Usaha

PTPN IV adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang usaha agroindustri. Mengusahakan perkebunan dan pengolahan

komoditas kelapa sawit dan teh yang mencakup pengolahan areal dan tanaman, kebun bibit dan pemeliharaan tanaman menghasilkan, pengolahan

komoditas menjadi bahan baku berbagai industri, pemasaran komoditas yang dihasilkan dan kegiatan pendukung lainnya.

PTPN IV memiliki 30 Unit Kebun yang mengelola budidaya Kelapa

Sawit dan Teh, dan 3 unit Proyek Pengembangan Kebun Inti Kelapa Sawit, 1 unit Proyek Pengembangan Kebun Plasma Kelapa Sawit, yang menyebar

di 9 Kabupaten, yaitu Kabupaten Langkat, Deli Serdang,Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu,Padang Lawas , Batubara dan Mandailing Natal. Dalam proses pengolahan, PTPN IV memiliki 15 Unit

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas total 575ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam, 2 unit Pabrik Tehdengan kapasitas total 154 ton Daun

(48)

(PMT) dan 3 Unit Usaha Rumah Sakit yaitu RS. Laras, RS. Balimbingan dan RS. Pabatu. Seluruh Unit Usaha dan Proyek Pengembangan PTPN IV

dikelompokkan kedalam 5 (lima) Grup Unit Usaha (GUU). Berikut penjelasan mengenai unit-unit usaha tersebut.

Kinerja Usaha

Capaian produksi TBS Kebun Sendiri Triwulan I/2014 berada diatas RKAP sebesar 9.698 ton atau 2,19% dan pembelian TBS dibawah RKAP sebesar 72.786 ton atau 30,99%. Secara gabungan produksi TBS dibawah RKAP sebesar 63.088 ton atau 9,31%. Realisasi produksi TBS Kebun Sendiri dan Pembelian TBS Triwulan I/2014 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu masing-masing mengalami kenaikan sebesar 6.672 ton atau 1,50% dan 25. 722 ton atau 18,86%. Realisasi produksi Daun Teh Basah kebun sendiri Triwulan I/2014 dibawah RKAP sebesar 339 ton atau 5,61% dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu diatas sebesar 740 ton atau 14,90%.

Capaian penjualan setelah pungutan ekspor Triwulan I/2014 sebesar Rp 1.474,97 milyar jika dibandingkan dengan RKAP sebesar Rp 1.318,00 milyar maka bedara diatas RKAP sebesar Rp 156,97 milyar atau 11,91%. Realisasi biaya secara keseluruhan Triwulan I/2014 sebesar Rp 1.202,05 milyar. Jika dibandingkan dengan RKAP sebesar Rp 1.331,55 milyar maka realisasi biaya berada dibawah RKAP sebesar Rp 129,50 milyar atau 9,73%.Capaian Laba sebelum PPh Triwulan I/2014 sebesar Rp 272,91 milyar jika dibandingkan dengan kerugian RKAP sebesar Rp 13,55 milyar, berada diatas RKAP sebesar Rp 286,46 milyar atau 2.114,56%.

Rencana Usaha

Secara umum rencana kerja Perseroan akan diarahkan pada bidang – bidang sebagai berikut :

(49)

2. Ekspansi pengembangan areal perkebunan kelapa sawit ke Kalimantan dan Sulawesi

3. Peningkatan kapasitas olah pabrik kelapa sawit 4. Pengembangan perbengkelan PMT Dolok Ilir 5. Spin off Rumah Sakit & Sekolah

PTPN IV merupakan BUMN yang berkomitmen menerapkan GCG (Good Corporate Governance) secara konsisten dan berkelanjutan. Penerapan GCG sebagai budaya perusahaan mencakup kalangan internal dan kalangan eksternal perusahaan seperti mitra bisnis pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.

Penerapan GCG berlandaskan pada lima prinsip dasar yaitu :

1. Transparansi (transparency): yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dandalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.

2. Akuntabilitas (accountability): yaitu kejelasan fungsi pelaksanaan dan pertanggung jawaban organik sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.

3. Pertanggungjawaban (responsibility): yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

4. Kemandirian (independency): yaitu pengelolaan perusahaan yang dilakukan secara profesional tanpa benturan kepentingan pengaruh dan tekanan dari pihak manapun serta taat asas terhadap peraturan perundangan yang berlaku serta prinsip – prinsip korporasi yang sehat. 5. Kewajaran (fairness): yaitu keadilan dan kesetaraan didalam memenuhi

hak-hak pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian dan ketentuan yang berlaku.

(50)

penerapan tata kelola ini sebagai salah satu pilar dalam strategi bisnis yang ditetapkan oleh manajemen setiap tahunnya untuk meningkatkan komitmen dalam penerapan tata kelola.

4.2 Analisis Hasil Data 4.2.1 Deskriptif Data

Perusahaan yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan, dengan sampel penelitian

seluruh karyawan bagian akuntansi dan bagian SPI pada perusahaan ini. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner penelitian secara langsung kepada responden dengan mengantarkan

kuesioner ke alamat perusahaan. Penyebaran serta pengembalian kuesioner dilaksanakan mulai tanggal 14 Desember 2015 hingga 10

Januari 2016. Dari pengambilan kuesioner yang disebarkan, 35 (100%) kuesioner yang diterima kembali oleh peneliti.

4.2.2 Deskriptif Responden

(51)

Dari 35 kuesioner yang dapat diolah, gambaran umum responden yang terinci pada Tabel 4.1 dilihat dari jenis kelamin responden, pria 28

orang (80%) dan wanita 7 orang (20%), artinya sebagian besar responden adalah pria. Dilihat dari tingkat jabatan responden, Asisten Keuangan 3

orang (9%), Asisten Staf 8 orang (23%), Asisten Urusan 6 orang (17%), Karpel Pelaporan Keuangan 6 orang (17%), Kepala Urusan Akt 3 orang (9%), Kaur 5 orang (14%), dan Pelaksana 4 orang (11%), hal ini berarti

sebagian besar responden adalah asisten staf yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih banyak jabatan asisten staf di bagian

akuntansi dan bagian SPI daripada jabatan lainnya yang mengisi setiap kuesioner untuk memberikan jawabannya.

4.2.3 Uji Kualitas Data 4.2.3.1 Uji Validitas

Uji Validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian

mengukur apa yang seharusnya diukur, Erlina (2008: 92). Pengukuran dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan nyata dan benar. Suatu skala pengukuran dikatakan valid bila ia melakukan apa seharusnya

dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. Berdasarkan tabel 4.2 yang merupakan ringkasan dari hasil uji validitas, dapat diketahui

bahwa instrumen-instrumen pada setiap variabel dalam penelitian ini

adalah valid. Hal ini dibuktikan dengan nilai �ℎ� �� > � �� atau jika

(52)
(53)

4.2.3.2 Uji Reliabilitas

Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang

terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan uji statistik Cronbach

Alpha. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach Alpha

lebih besar dari nilai 0,6 maka instrumen yang digunakan reliabel (Sekaran : 2009). Tabel 4.3 merupakan ringkasan dari hasil uji

reliabilitas. Berdasarkan Tabel 4.3 berikut ini dapat dilihat bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini reliabel. Hal ini dibuktikan dengan

nilai Cronbach Alpha > 0,6.

Tabel 4.3 Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s

Alpha

Keterangan

Kinerja Karyawan (Y) 0,641 Reliabel

Pengendalian Internal(X1) 0,851 Reliabel

Pedoman Perilaku (X2) 0,763 Reliabel

Sumber : Data Primer diolah, 2016

4.2.4 Uji Asumsi Klasik

4.2.4.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Uji normalitas dapat dilihat melalui grafik Histogram dan

(54)

pada diagram histogram dan pada grafik P-P Plots titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal merupakan data yang baik. Berikut ini

hasil uji normalitas berdasarkan grafik.

Gambar 4.2 Grafik Histogram

Gambar 4.3 Normal P-P Plots

Dilihat dari grafik Histogram dan grafik P-P Plots diatas maka

(55)

pola seperti lonceng pada diagram histogram dan pada grafik P-P Plots titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal.

Melakukan uji normalitas menggunakan grafik tidaklah cukup, diperlukan perhitungan secara statistik untuk membuktikannya. Oleh

karena itu dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirov dengan kriteria sebagai berikut:

1. Nilai Signifikan < 0,05, maka distribusi data adalah tidak normal

2. Nilai Signifikan > 0,05, maka distribusi data adalah normal

Tabel 4.4 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized

Residual

N 35

Normal Parametersa,b

Mean 0E-7

Std.

Deviation ,23848609

Most Extreme Differences

Absolute ,142

Positive ,142

Negative -,063

Kolmogorov-Smirnov Z ,839

Asymp. Sig. (2-tailed) ,483

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber : Data Primer diolah, 2016

Hasil pengujian yang ditunjukkan pada tabel 4.4 yaitu nilai Kolmogorov Smirnov sebesar 0,839 dengan value 0,483. Karena

(56)

4.2.4.2 Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui hubungan

yang bermakna (korelasi) antara setiap variabel bebas dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik adalah tidak terjadai korelasi

diantara variabel bebas. Multikoleniaritas dapat dilihat dari nilai tolerance/ variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance lebih

besar dari 0,10/ VIF kurang dari 10, maka dapat dikatakan model telah

bebas dari masalah multikolinearitas.

Tabel 4.5 Uji Multikolinearitas

Variabel Tolerance VIF

Pengendalian Internal (X1) 0,532 1,879

Pedoman Perilaku (X2) 0,532 1,879

Sumber : Data Primer diolah, 2016

Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa nilai Tolerance semua

variabel independen > 0.10 yaitu sebesar 0,532 dan 0,532 dengan nilai VIF semua variabel independen kurang dari 10 yaitu sebesar 1.879 dan 1.879 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut tidak terjadi

multikolinieritas.

4.2.4.3 Uji Heterokedastisitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi

(57)

Gambar 4.4 Grafik Scatterplot

Dari grafik Scatterplot dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu dan titik menyebar di atas dan di

bawah angka 0 pada sumbu Y, maka heteroskedastisitas tidak terjadi.

4.2.5 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis

regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 20. Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mencari pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat. Besarnya pengaruh tersebut dapat dilihat

pada tabel 4.6 dibawah ini.

Tabel 4.6

Analisis Regresi Berganda Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) -,108 ,657 -,165 ,870

Pengendalian Internal (X1) ,225 ,180 ,194 1,252 ,220

Pedoman Perilaku (X2) ,802 ,200 ,622 4,004 ,000

(58)

Hasil perhitungan pada tabel 4.6 (coefficients) diperoleh nilai persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = -0,108 + 0,225 X1 + 0.802 X2 + e Keterangan :

Y = Kinerja Perusahaan X1 = Pengendalian Internal

X2 = Code Of Conduct (Pedoman Perilaku)

e = Error

Dari persamaan diatas dapat dijelaskan bahwa:

1. Nilai konstanta sebesar -0,108 menunjukkan setiap perubahan pengurangan satu satuan skor, Pengendalian Internal dan Pedoman

Perilaku akan merubah skor Kinerja Karyawan .

2. Nilai koefisien regresi � sebesar 0.225 menunjukkan bahwa variabel Pengendalian Internal berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

Hal ini berarti bahwa bila Pengendalian Internal ditingkatkan maka akan menaikkan nilai dari Kinerja Karyawan.

3. Nilai koefisien regresi � sebesar 0.802 menunjukkan bahwa variabel

Pedoman Perilaku berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Hal ini berarti bahwa bila Pedoman Perilaku ditingkatkan maka akan

menaikkan nilai dari Kinerja Karyawan.

4. Dari nilai Beta maka Pengendalian Internal sebesar 0.194 sedangkan

(59)

4.2.5.1 Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing

variabel independen terhadap variabel dependen. Hipotesis diterima jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 dan hipotesis ditolak

jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Tabel 4.7

Uji t Coefficientsa

Sumber : Data Primer diolah, 2016

Dari tabel 4.7 dapat dilihat besarnya thitung untuk variabel

pengendalian internal sebesar 1,252 dengan nilai signifikan 0,220,

sedangkan � �� adalah 1,692 sehingga �ℎ� �� (1,252 > 1,692), maka

pengendalian internal secara parsial tidak berpengaruh positif terhadap

kinerja karyawan. Signifikan penelitian juga menunjukkan angka <

0,05 (0.220 > 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka artinya

pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja

karyawan.

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) -,108 ,657 -,165 ,870

Pengendalian Internal

(X1) ,225 ,180 ,194 1,252 ,220

(60)

Pedoman perilaku memiliki �ℎ� �� sebesar 4,004 dengan nilai

signifikasi 0,000, sedangkan � �� adalah 1,692, sehingga �ℎ� �� >

� �� (4,004 > 1,692), maka pedoman perilaku secara parsial

berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Signifikasi penelitian juga

menunjukkan angka < 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha

diterima. Artinya pedoman perilaku berpengaruh signifikan terhadap

kinerja karyawan

4.2.5.2 Uji F

Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan

terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi < 0,05 berarti bahwa variabel independen secara bersamaan memiliki pengaruh

terhadap variabel dependen.

Tabel 4.8 Uji F ANOVAa

Model Sum of

Squares

Df Mean

Square

F Sig.

1

Regression 2,777 2 1,388 22,974 ,000b

Residual 1,934 32 ,060

Total 4,710 34

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

b. Predictors: (Constant), Pedoman Perilaku (X2), Pengendalian Internal (X1) Sumber : Data Primer diolah, 2016

Dari tabel Uji ANOVA, diperoleh �ℎ� �� sebesar 22,974

(61)

dengan signifikan 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengendalian dan pedoman perilaku secara simultan

berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan karena �ℎ� �� > � �� (22,974 > 3,29) dan signifikasi penelitian < 0,05

(0,000 < 0,05).

4.2.5.3 Koefisien Determinan (��)

Nilai Koefisien Determinan (� ) menunjukkan seberapa besar variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen.

Nilai Koefisien Determinan (� ) dapat dilihat pada tabel 4.9 yaitu

sebesar 0,589.

Tabel 4.9

Uji Koefisien Determinan (R2) dan Uji Adjusted R² Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,768a ,589 ,564 ,24583

a. Predictors: (Constant), Pedoman Perilaku (X2), Pengendalian Internal (X1) b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

Sumber : Data Primer diolah, 2016

Hal ini menunjukkan nilai � sebesar 0.589. hal ini berarti Pengendalian Internal (X1) dan Pedoman Perilaku (X2) mampu

menjelaskan variabel kinerja karyawan (Y) yaitu sebesar 58,9% terhadap Kinerja Karyawan (Y) Pada PT Perkebunan Nusantara IV

(62)

4.3Pembahasan

a. Pengaruh Pengendalian Internal terhadap Kinerja Karyawan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian internal tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Jika suatu

perusahaan tidak memiliki pengendalian internal yang baik terhadap kinerja karyawannya maka perusahaan tersebut tidak dapat beroperasi secara baik. Dikarenakan bahwa pengaruh antara pengendalian internal

dengan kinerja karyawan adalah semakin rendah pengendalian internal, maka kinerja karyawan yang dihasilkan akan mengakibatkan penurunan

hasil produksi perusahaan, sebaliknya apabila pengendalian internal semakin tinggi maka kinerja karyawan yang dihasilkan dapat meningkatkan hasil produksi perusahaan tersebut.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perkebunan yang menjadi sampel dalam penelitian ini harus memperhatikan pentingnya

pengendalian internal dalam perusahaan. Alasannya adalah karena pengendalian internal merupakan suatu pengendalian yang mengarahkan

kinerja karyawannya untuk dapat bekerja sesuai prosedur, secara efektif dan efisien untuk mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan.

b. Pengaruh Code Of Conduct (Pedoman Perilaku) terhadap Kinerja Karyawan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa code of conduct (pedoman

(63)

karyawan yang optimal dari sebuah perusahaan adalah dibutuhkannya suatu pedoman perilaku atau etika yang baik. Untuk menentukan

keberhasilan dan pengembangan yang berkelanjutan, maka perusahaan saat ini harus memiliki sistem yang baik dan kinerja karyawan yang

berkualitas. Karena adanya etika atau pedoman perilaku yang baik maka nilai produktivitas perusahaan tersebut akan meningkatkan keberhasilan jauh lebih baik. Hal ini berarti pedoman perilaku atau etika penting bagi

setiap kinerja karyawan didalam perusahaan tersebut.

c. Pengaruh Pengendalian Internal dan Code Of Conduct (Pedoman Perilaku) terhadap Kinerja Perusahaan

Hasil hipotesis dengan menggunakan uji F menunjukkan bahwa pengendalian internal dan pedoman perilaku berpengaruh secara simultan

terhadap kinerja karyawan. Apabila pengendalian internal dan pedoman perilaku berjalan dengan baik terhadap kinerja karyawan di dalam

perusahaan maka akan dapat mempermudah perusahaan dalam mencapai tujuannya dan meningkatkan kinerja karyawan secara bersama-sama. Hal

(64)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah Pengendalian Internal dan Pedoman Perilaku berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. Dengan

Kuesioner 35 responden dari populasi yang ada. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

a. Berdasarkan uji t yang dilakukan, variabel pengendalian internal secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka < 0,05 (0,220 > 0,05) sedangkan

variabel pedoman perilaku secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka < 0,05 (0,000

> 0,05)

b. Berdasarkan uji F yang dilakukan bahwa variabel pengendalian internal

dan pedoman perilaku secara simultan berpengaruh positif dan signifikan

terhadap kinerja karyawan karena �ℎ� ��> � �� (22,974 > 3,29) dan nilai

(65)

5.2 Saran

Dengan segala keterbatasan yang telah diungkapkan sebelumnya, maka

peneliti memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan PT Perkebunan Nusantara IV (PERSERO) Medan:

1. Bagi peneliti selanjutnya, masih terdapat faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan, maka diharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan melibatkan faktor-faktor yang

belum diteliti.

2. Bagi PT Perkebunan Nusantara IV (PERSERO) Medan, agar penelitian ini

(66)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teoritis

2.1.1 Pengendalian Internal

a. Pengertian Pengendalian Internal Menurut Arens et al (2008 : 370)

Defenisi pengendalian internal ialah sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang di desain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini:

(a) Keandalan pelaporan keuangan (b) Efektivitas dan efisiensi operasi

(c) Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku Manajemen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan bagi para investor, kreditor dan pengguna lainnya. Tanggung jawab untuk

memilih dan mengadopsi kebijakan akuntansi yang tepat, menyelenggarakan pengendalian internal yang memadai, serta menyajikan laporan keuangan yang wajar berada di pihak manajemen

bukan auditor.

Menurut AICPA ( American Institute of Certified Public Accountants) dalam Hartadi (1999 : 3)

Figur

Tabel 3.1  Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Tabel 3 1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel . View in document p.22
Tabel 4.1  Deskriptif Responden
Tabel 4 1 Deskriptif Responden . View in document p.50
Tabel 4.2  Uji Validitas
Tabel 4 2 Uji Validitas . View in document p.52
grafik P-P Plots. Pada uji grafik, data yang memiliki pola seperti lonceng
P P Plots Pada uji grafik data yang memiliki pola seperti lonceng . View in document p.53
Gambar 4.2 Grafik Histogram
Gambar 4 2 Grafik Histogram . View in document p.54
Grafik Histogram
Grafik Histogram . View in document p.54
Gambar 4.3 Normal P-P Plots
Gambar 4 3 Normal P P Plots . View in document p.54
Tabel 4.4  Uji Normalitas
Tabel 4 4 Uji Normalitas . View in document p.55
Tabel 4.5  Uji Multikolinearitas
Tabel 4 5 Uji Multikolinearitas . View in document p.56
Grafik Gambar 4.4 Scatterplot
Grafik Gambar 4 4 Scatterplot . View in document p.57
Tabel 4.7  Uji t
Tabel 4 7 Uji t . View in document p.59
Tabel 4.8  Uji F
Tabel 4 8 Uji F . View in document p.60
Tabel 2.1 Ikhtisar Tinjauan Penelitian Terdahulu
Tabel 2 1 Ikhtisar Tinjauan Penelitian Terdahulu . View in document p.80
Gambar 2.1 Kerangka Konsepteual
Gambar 2 1 Kerangka Konsepteual . View in document p.81
Tabel 1.1 Hasil Tindak Lanjut Temuan SPI (Auditor Internal) PTPN IV Medan
Tabel 1 1 Hasil Tindak Lanjut Temuan SPI Auditor Internal PTPN IV Medan . View in document p.86

Referensi

Memperbarui...