Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain)

228 

Teks penuh

(1)

PROSES DESAIN LANSKAP L’AVENUE DI KAWASAN PANCORAN, JAKARTA SELATAN

(Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain)

ARIEL DIESTO SITUMORANG

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP FAKULTAS PERTANIAN

(2)

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini, saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul

“PROSES DESAIN LANSKAP L’AVENUE DI KAWASAN PANCORAN JAKARTA SELATAN

(Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain)”

adalah benar merupakan hasil karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk

apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi baik

yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan

dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan pada Daftar

Pustaka skripsi ini.

Bogor, Februari 2013

Ariel Diesto Situmorang

(3)

RINGKASAN

ARIEL DIESTO SITUMORANG. Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain). Dibimbing oleh INDUNG SITTI FATIMAH.

Kegiatan magang dilakukan di Oemardi_Zain, konsultan yang bergerak di

bidang arsitektur lanskap dan bertempat di Bogor. Kegiatan magang ini dilakukan

dari Bulan Februari hingga Juni 2012.

Konsultan Oemardi_zain masih berstatus studio namun telah memiliki

organisasi, sistem kerja, dan teknologi yang baik. Struktur berjalan dengan baik

dengan staf yang telah dibagi menjadi beberapa bagian seperti direktur utama, tim

konsep dan desain, teknisi, administrasi dan keuangan, dan drafter.

Direktur utama merupakan pemilik konsultan dan mempunyai tanggung

jawab penuh atas segala urusan internal dan eksternal perusahaan. Tim konsep

dan desain terbagi menjadi arsitek senior dan arsitek junior. Sistem dan

pembagian kerja pada Oemardi_Zain mengacu pada struktur organisasi tersebut.

Alur komunikasi tidak hanya melalui pertemuan langsung, tetapi juga

menggunakan alat bantu sosial media sehingga dalam pengerjaannya menjadi

lebih efektif. Komunikasi perusahaan pun tak hanya terjadi pada intern, tetapi

juga antar konsultan desain lainnya. Berbagai kebijakan dan keputusan yang

diambil berdasarkan hasil rapat dan diskusi oleh perusahaan, dengan direktur

utama sebagai pemimpin rapat. Dalam setiap proyek yang dimiliki perusahaan,

direktur memilih salah satu dari tim konsep dan desain sebagai pimpinan proyek,

hal itu berguna untuk mengantisipasi loss control pada proyek.

Proyek yang dibahas dalam karya tulis ini adalah proyek desain lanskap L’Avenue di kawasan Pancoran Jakarta Selatan. Proyek tersebut terletak di dekat Patung Pancoran dan merupakan proyek tentang pembangunan kantor dan

apartemen yang dikembangkan oleh PT Bintang Rajawali Perkasa yang menjadi

klien bagi Oemardi_Zain.

Dalam proyek desain lanskap L’Avenue, Oemardi_Zain menerapkan konsep bangunan berkelanjutan yang ramah dalam lingkungan kerja sebagai ide

dasar konsep. Dalam konsep tersebut, persepsi dan pandangan user dalam lahan

(4)

perkerasan, planter, perbedaan material dan lain sebagainya. Konsep tersebut juga

mengontrol user dalam beraktivitas dalam lanskap.

Selain itu terdapat pula beberapa permasalahan yang ditemui di tapak yang

menjadi dasar perumusan tujuan dalam proses desain proyek tersebut. Antara lain,

menciptakan area penerimaan, dan rute sirkulasi yang bersifat user-friendly

dengan memaksimalkan lahan dan mengacu pada konsep awal proyek. Selain itu,

meminimalisir suara atau kebisingan yang timbul dari luar lahan L’Avenue

dengan penambahan soft material sesuai kebutuhan. Pembentukan karakter ruang

yang dimiliki, penerapan desain bangunan dan lahan berkelanjutan dapat terjadi

dan keramahan dalam lingkungan kerja tercapai untuk pengembangan seluruh

tapak.

Manajemen kerja pada Oemardi_zain difokuskan pada lima bagian, yaitu:

struktur organisasi, sistem kerja, proses desain, manajemen studio, dan

manajemen proyek. Pada struktur organisasi terdiri atas direktur, manajer

administrasi, penanggung jawab kantor, designer & drafter. Pada sistem kerja

Oemardi_zain dalam pelaksanaan proyek L’Avenue terbagi dalam empat bagian,

antara lain: direktur yang bertugas untuk membuat konsep dan menerjemahkan

keinginan klien dalam bentuk desain, project manager bertugas untuk mendesain

tapak sesuai konsep, arsitek & arsitek lanskap bertugas untuk mendesain detail

elemen lanskap softscape & hardscape, dan drafter & mahasiswa yang bertugas

untuk membantu pengerjaan detail elemen lanskap softscape & hardscape.

Proses desain L’Avenue mempunyai beberapa tahap, yaitu tahap

penerimaan proyek, riset dan analisis, konsep desain, preliminary concept,

pengembangan desain, dan gambar kerja. Enam tahapan tersebut merupakan

tahapan yang paling penting dan saling bersangkutan satu dengan yang lainnya.

Dalam tahap penerimaan proyek klien memberikan proposal kepada konsultan

Oemardi_zain dan klien menyampaikan persyaratan umum proyek, kemudian

Oemardi_zain mempertimbangkan ide awal desain.

Riset dan analisis merupakan tahap pengenalan karakter lanskap dalam

segala aspek sehingga Oemardi_zain dapat mengeluarkan ide desain sesuai

karakter lanskap yang ada. Setelah mendapatkan ide awal, kemudian

(5)

awal mendesain lanskap. Setelah menyalurkan konsep desain di berbagai aspek,

masuk ke tahap preliminary concept. Tahap ini menjelaskan desain dengan

menggunakan image reference sebagai acuan desain yang akan diterapkan pada

proyek. Setelah proses preliminary concept, selanjutnya dituangkan dalam tahap

pengembangan desain, yaitu ide pada konsep desain dimatangkan dengan

pertimbangan keinginan klien. Setelah sesuai dengan keinginan klien, konsep

masuk dalam pembuatan gambar kerja. Pada tahap ini, gambar telah dibuat

dengan informasi yang detail untuk ditenderkan pada kontraktor.

Manajemen Studio di perusahaan Oemardi_zain meliputi pengolahan dan

pengelolaan data setiap proyek berupa pengaturan pengarsipan, dan pengaturan

format gambar kerja. Format gambar tersebut antara lain berisi mengenai

informasi klien, konsultan penerima proyek, data gambar kerja (tanggal,

pendesain, penggambar, skala dsb), dan nama proyek beserta judul gambar.

Manajemen proyek ditinjau dari parameter kualitas, biaya dan jadwal.

Kualitas produk gambar sebagai hasil dari kegiatan proyek disesuaikan dengan

spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan. Pembayaran biaya dilakukan per

tahapan untuk menghindari kegagalan pembayaran. Pengalokasian waktu (jadwal)

dalam penyelesaian pekerjaan didukung dengan upaya teamwork. Proyek

dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan.

Kata kunci: L’Avenue, kantor dan apartemen, bangunan berkelanjutan,

(6)

® Hak Cipta Milik IPB, tahun 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan ini hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan

kritik, atau tinjauan suatu masalah, dan pengutipan tersebut tidak merugikan IPB.

(7)

PROSES DESAIN LANSKAP L’AVENUE DI KAWASAN PANCORAN, JAKARTA SELATAN

(Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain)

ARIEL DIESTO SITUMORANG

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian

Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian

Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP FAKULTAS PERTANIAN

(8)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan

Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan

Lanskap Oemardi_Zain)

Nama : Ariel Diesto Situmorang

NRP : A44080071

Program studi : Arsitektur Lanskap

Menyetujui,

Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Indung Sitti Fatimah, MSi NIP 19611111 198903 2 002

Mengetahui,

Ketua Departemen Arsitektur Lanskap

Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA

NIP. 19480912 197412 2 001

(9)

i RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kota Bogor pada tanggal 1 September 1990. Penulis

merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dengan ayahanda Johnny Walker

Situmorang yang juga menyelesaikan pendidikan sarjana, magister, dan doktor

dari Institut Pertanian Bogor, dan ibunda Iriana Barita Dame Pakpahan.

Pendidikan awal penulis dimulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) Katholik

Permata Bunda, Kabupaten Bogor. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di

jenjang sekolah dasar SD Katholik Permata Bunda Kabupaten Bogor yang

diselesaikan pada tahun 2002. Selanjutnya penulis meneruskan pendidikan

menengah di SMP Negeri 7 Kota Depok dan menyelesaikan pendidikan

menengah atas di SMA Negeri 99 Jakarta pada tahun 2008.

Penulis diterima sebagai mahasiswa di Institut Pertanian Bogor pada tahun

2008 melalui jalur ujian masuk tes tertulis (dahulu bernama SNMPTN – Seleksi

Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada Departemen Arsitektur Lanskap

Fakultas Pertanian. Selama menjalankan studinya, penulis juga aktif di berbagai

organisasi dan kepanitiaan yang ada di lingkungan kampus.

Penulis aktif sebagai anggota dan pengurus dalam Himpunan Mahasiswa

Arsitektur Lanskap (Himaskap) periode 2009-2010 dalam divisi Fund-Rising.

Berbagai kepanitiaan pernah diikuti penulis baik itu menyangkut pendidikan

formal maupun non-formal. Salah satunya, panitia masa perkenalan fakultas,

panitia IPB Art Contest (IAC2010) dll.

Penulis memiliki ketertarikan dalam bidang seni dan desain. Oleh karena

ketertarikan itu, penulis pernah menjadi Asisten Mata Kuliah Pengantar Seni dan

Arsitektur untuk semester 4 (2012) dan Asisten Mata Kuliah Proyek Studio untuk

semester 7 (2012).

Dalam pengembangan bakat dalam bidang seni dan desain serta

keterampilannya, penulis melakukan kegiatan magang untuk proses pembuatan

skripsi di Oemardi_Zain, perusahaan konsultan arsitektur lanskap. Dalam kurun

empat bulan itu, penulis mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan

(10)

ii KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan kasih dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

yang berjudul Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta

Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain, Bogor) dengan

baik.

Pembuatan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi

untuk mendapatkan gelar Sarjana Pertanian di Departemen Arsitektur Lanskap,

Institut Pertanian Bogor.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dr. Ir. Indung Sitti Fatimah, MSi selaku dosen pembimbing skripsi yang

telah membimbing dan memberikan masukan dan saran kepada penulis

dalam penyusunan skripsi ini.

2. Ir. Umar Zain selaku direktur dan pemilik Konsultan Oemardi_zain atas

bimbingan dan pengarahan selama proses magang. Mas Hardian, Mba

Citra, Mas Beni, Mas Yudi, Mas Adit, Mas Nanang, Mbak Dini, Kak

Cancan, Mba Novi, Mba Jule, Mba Dwi, Mas Didin serta segenap staf

perusahaan atas segala bantuan dan kerjasamanya selama proses magang.

3. Keluarga tercinta, Papa, Mama, Dr. Ir. Johnny W. Situmorang, MS dan

Iriana BD. Pakpahan, Kakak, Abang, dan Adik untuk doa, kasih sayang,

dan perhatiannya dalam penyelesaian skripsi ini.

4. Reni, terima kasih sudah menemani hingga saat ini, atas kasih, canda tawa,

perhatian, serta omelan demi kelancaran kuliah dan penyusunan skripsi.

5. Teman-teman penginapan mahos (Andre, Enjoy, Ali, Amin) dan

penginapan Iki untuk waktu dan tempat selama proses penyusunan skripsi

ini.

6. Pokraw area dan teman bernyanyi (Mario, Faris, Empe, Coco, Teris) atas

canda tawa, pemberian semangat melalui lagu-lagu andalan dan pertukaran

pikirannya.

7. Teman satu bimbingan skripsi, Niagara Satria Chandra untuk semangat,

(11)

iii

8. Teman seperjuangan magang di Oemardi_zain, Aya dan Dimas untuk

bahu-membahu dan saling mengingatkan dalam penyusunan skripsi ini.

9. Teman-teman (Denden, Qicy, Amelau, Lipexu, Ivi) untuk canda tawa dan

kebersamaannya.

10.Teman angkatan 45 atas dorongan dan semangatnya, bahu-membahu, suka

dan duka dilewati bersama-sama, waktu yang indah selama perkuliahan.

11.Kakak kelas dan adik kelas ARL atas bantuan, semangat, dan dorongan

selama kegiatan di IPB.

12.Teman bermain, teman berpendapat, teman seperjuangan, teman asrama,

teman kontrakan dan sekaligus menjadi teman kostan selama perkuliahan

di IPB (Agung, Pion, Ato, Aji, Jumek, Valdi, Suneo, Dhani) atas

kebersamaan, canda tawa, suka cita, bantuan, dorongan dan semangatnya.

13.Serta pihak lain yang tidak dapat disebutkan secara khusus, atas bantuan

dan dukungan semangatnya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

Bogor, Februari 2013

(12)

iv

2.3 Arsitektur Lanskap ... 5

2.4 Perancangan Lanskap ... 5

2.5 Proses Perancangan Lanskap ... 6

2.6 Kantor (Office) ... 8

2.7 Apartemen ... 8

2.8 Konsultan Lanskap ... 8

2.9 Evaluasi ... 9

METODOLOGI ... 10

3.1 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Magang ... 10

3.2 Metodologi ... 11

(13)

v

3.4 Batasan Magang ... 12

KAJIAN LOKASI MAGANG ... 13

4.1 Sejarah Umum ... 13

4.2 Data Umum Oemardi_zain ... 13

4.3 Struktur Organisasi ... 14

4.4 Visi dan Misi Perusahaan ... 15

4.5 Aplikasi Teknologi Informasi ... 15

4.6 Sistem Kerja Studio ... 16

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 18

5.1 Kondisi Umum Proyek L’Avenue ... 18

5.1.1 Gambaran Umum Kota Jakarta Selatan ... 18

5.1.2 Gambaran Umum Kecamatan Pancoran ... 18

5.1.3 Gambaran Umum L’Avenue ... 19

5.2 Hasil ... 21

5.2.1 Contractual Stage ... 21

5.2.2 Inventory and Data Collection ... 22

5.2.3 Analysis, Synthesis, and Concept ... 23

(14)

vi

5.3.1 Struktur Organisasi ... 62

5.3.2 Sistem Kerja ... 65

5.3.3 Proses Desain ... 66

5.3.3.1 Contractual Stage ... 69

5.3.3.2 Inventory dan Data Collection ... 69

5.3.3.3 Analysis, Synthesis, dan Concept Design ... 70

5.3.3.4 Preliminary Concept ... 71

5.3.3.5 Design Development ... 72

5.3.3.6 Working Drawing ... 72

5.3.4 Manajemen Studio ... 75

5.3.5 Manajemen Proyek ... 79

5.4 Faktor Pendukung dan Penghambat ... 83

5.4.1 Faktor Pendukung ... 83

5.4.2 Faktor Penghambat ... 84

SIMPULAN DAN SARAN ... 85

6.1 Simpulan ... 85

6.2 Saran ... 85

DAFTAR PUSTAKA ... 86

(15)

vii DAFTAR TABEL

1. Data yang Dikumpulkan ... 12

2. Software yang Digunakan di Oemardi_zain ... 16

3. Hardware yang Digunakan di Oemardi_zain ... 16

4. Kriteria Pohon Berdasarkan Fungsi ... 29

5. Daftar Gambar Tahap Pengembangan Desain dan Gambar Kerja... 48

6. Jenis Pohon yang Digunakan Pada L’Avenue ... 56

(16)

viii DAFTAR GAMBAR

1. Dua Tahap Proses Perancangan ... 7

2. Lokasi Konsultan Lanskap Oemardi_zain ... 10

3. Struktur Organisasi Kepengurusan Oemardi_zain ... 14

4. Peta Kecamatan Pancoran ... 19

5. Lokasi Proyek L’Avenue (GoogleMaps) ... 20

6. Lokasi Proyek L’Avenue (GoogleEarth) ... 20

7. Foto Lokasi Proyek L’Avenue ... 22

8. Konsep Ruang ... 27

9. Konsep Sirkulasi ... 29

10. Konsep Vegetasi... 30

11. Drop Off, Garden Strip, dan Paving Area ... 33

12. Konsep Water Feature L’Avenue ... 34

13. Mounding, Pedestrian Path, Swimming Pool, Planter, dan Alfresco Area .... 37

14. Tahap DesignDevelopment ... 38

22. Pola Penyusunan Pavement MaterialPada Ground Floor ... 53

23. Pola Penyusunan Pavement Material Podium Floor ... Error! Bookmark not

(17)

ix

24. Titik Penanaman Pohon Peneduh Utama ... 57

25. Titik Penanaman Pohon Peneduh... 58

26. Titik Penanaman Pohon Aksen Arsitektural ... 59

27. Titik Penanaman Pohon Aksen Berbunga... 60

28. Daftar Gambar Pohon ... 61

29. Alur Komunikasi Oemardi_zain ... 63

30. Lay Out Studio Oemardi_zain ... 64

31. Sistem Kerja Perusahaan Oemardi_Zain ... 65

32. Perbandingan Proses Desain Menurut Simonds dan Oemardi_zain ... 67

33. Perbandingan Proses Desain Menurut Booth dan Oemardi_zain ... 68

34. Proses Desain L’Avenue ... 74

35. Alur Komunikasi Proyek L’Avenue ... 75

36. Contoh Lay Out Gambar Kerja Pada Proyek L’Avenue ... 77

(18)

x DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Perjanjian Kerja ... 88

2. Image Reference Preliminary Concept ... 97

3. Material Plan Ground Floor ... 98

(19)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia telah mengalami perkembangan

pesat dalam berbagai bidang. Selain menjadi pusat kegiatan pemerintah, Kota

Jakarta juga menjadi sentral bisnis dan niaga yang paling maju di Indonesia. Oleh

karena itu, pertumbuhan dan perkembangan penduduk Kota Jakarta menjadi

begitu besar seiring dengan tujuan hidup penduduk dan warga perantau yang

datang untuk mencari lapangan pekerjaan. Branch (1995) menyatakan bahwa

meningkatnya jumlah penduduk, serta beban pembangunan wilayah termasuk di

dalamnya tumbuh dan berkembangnya permukiman, industri, dan pusat-pusat

kegiatan kota, cenderung menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat

perkotaan itu sendiri, akibat semakin meningkatnya lingkungan fisik kritis

perkotaan.

Pertumbuhan penduduk dan kebutuhan manusia semakin meningkat, dan

tidak disertai dengan meluasnya lahan. Perubahan ini memberikan pengaruh

terhadap perkembangan kota. Oleh sebab itu, untuk menanggulangi pemakaian

lahan yang berlebihan di kota dan tidak mengurangi fungsi lahan tersebut didapat

suatu pemahaman manusia untuk membangun alternatif fasilitas guna

mendapatkan kenyamanan melalui pembuatan kawasan yang dapat mendukung

kebutuhan manusia. Salah satu kawasan baru yang dibangun dan dikembangkan

adalah L’Avenue.

L’Avenue merupakan sebuah proyek yang dipilih oleh owner dan akan dijadikan sebagai nama kawasan di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Kawasan ini

memiliki luas area 24.507 m2 dan merupakan proyek mixed-use development

(pengembangan suatu kawasan dengan berbagai fungsi) yang meliputi office,

apartemen dan retail. Kegiatan magang ini dilakukan di salah satu konsultan yang

bergerak di bidang perencanaan dan perancangan lanskap, khususnya pada

landscape designing consultant, Oemardi_zain. Keikutsertaan dalam kegiatan

studio dalam proses perancangan lanskap diharapkan dapat meningkatkan

(20)

2 1.2 Tujuan

Tujuan dari kegiatan magang ini adalah sebagai berikut:

1. Memahami sistem dan teknik dalam perancangan serta mengikuti proses

desain lanskap L’Avenue yang dilakukan oleh perusahaan lanskap Oemardi_zain.

2. Menganalisis proses desain lanskap L’Avenue sesuai dengan mekanisme

kerja perusahaan lanskap Oemardi_zain.

3. Mempelajari dan mengikuti proses bekerja di studio dan di lapangan sesuai

dengan manajemen kerja yang diterapkan oleh Oemardi_zain.

1.3 Manfaat

Manfaat dari kegiatan magang ini adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan profesionalisme di bidang arsitektur lanskap dalam

menghadapi kondisi lapangan kerja.

2. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam bidang perancangan

lanskap.

(21)

3 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian

yang lebih luas, arsitektur mencakup perancangan dan pembangunan keseluruhan

lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan

perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain

perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses

perancangan tersebut (Anonim, 2010).

Berdasarkan kamus, kata arsitektur (architecture), berarti seni dan ilmu

membangun bangunan. Menurut asal kata yang membentuknya, yaitu Archi =

kepala, dan techton = tukang, maka architecture adalah karya kepala tukang.

Berikut ini akan dijelaskan arti kata arsitektur menurut beberapa tokoh dalam seni,

antara lain:

1. Amos Rapoport, mengatakan bahwa arsitektur adalah segala macam

pembangunan yang secara sengaja dilakukan untuk mengubah lingkungan

fisik dan menyesuaikannya dengan skema-skema tata cara tertentu untuk

lebih menekankan pada unsur sosial-budaya.

2. Cornelis Van de Ven, memberikan pandangan mengenai arsitektur yang

berarti menciptakan ruang dengan cara yang benar-benar direncanakan dan

dipikirkan. Pembaharuan arsitektur yang berlangsung terus menerus

sebenarnya berakar dari pembaharuan konsep-konsep ruang.

3. Benjamin Handler, mengatakan bahwa arsitek adalah seniman struktur

yang menggunakan struktur secara estetis berdasarkan prinsip-prinsip

struktur itu sendiri.

4. Djauhari Sumintardja, mengartikan bahwa arsitektur merupakan sesuatu

yang dibangun manusia untuk kepentingan badannya (melindungi diri dari

gangguan) dan kepentingan jiwanya (kenyamanan, ketenangan, dll).

5. Vitruvius, dalam pandangannya mengenai arsitektur dibagi dalam tiga

aspek. Aspek yang harus disintesiskan dalam arsitektur yaitu firmitas

(kekuatan atau konstruksi), utilitas (kegunaan atau fungsi) dan venustas

(22)

4

6. Brinckmann, mengartikan bahwa arsitektur merupakan kesatuan antara

ruang dan bentuk. Arsitektur adalah penciptaan ruang dan bentuk.

7. Buowkundige Encyclopedi, memberi pandangan bahwa arsitektur adalah

mendirikan bangunan dari segi keindahan (sedangkan mendirikan

bangunan dari segi konstruksi disebut ilmu bangunan).

2.2 Lanskap

Lanskap atau bentang darat merujuk pada susunan daerah tanah dan

representasi visualnya, khususnya seperti yang digambarkan dalam lukisan.

Dalam hal fisik, istilah lanskap menyatakan penafsiran visual atas susunan tanah,

karena ini adalah cara utama di mana lanskap dirasakan.

Menurut Simond (1983), lanskap adalah suatu bentang alam dengan

karakteristik tertentu yang dapat dinikmati oleh seluruh indera manusia. Dalam

suatu lanskap karakter harus menyatu secara harmonis dan alami untuk

memperkuat karakter lanskap tersebut. Sedangkan Menurut Eckbo (1964),

lanskap adalah keseluruhan elemen fisik secara kompleks di suatu area atau

daerah.

Lanskap terdiri atas beberapa kategori unsur utama:

1. Bentuk tanah

2. Vegetasi

3. Unsur struktural buatan manusia

4. Kedalaman dan luas pandangan

Lanskap juga termasuk:

1. Badan air

2. Bentuk kehidupan lain, seperti fauna

3. Keberadaan manusia

4. Representasi artistik buatan manusia

5. Arah pencahayaan

Bentuk tanah didasarkan pada sekumpulan unsur yang termasuk

ketinggian, kecuraman, orientasi, stratifikasi, pajanan cadas, dan jenis tanah.

Menurut namanya, bentuk tanah termasuk gundukan, bukit, tebing, lembah, dll.

(23)

5

adalah arsitektur lanskap, yang ahlinya disebut arsitek lanskap. Bila istilah

lanskap merujuk pada lukisan diam, cuaca dan keadaan udara juga merupakan

unsur penting.

2.3 Arsitektur Lanskap

Pada dasarnya Arsitektur Lanskap merupakan suatu ilmu dan seni

perencanaan (planning) dan perancangan (design) serta pengaturan lahan,

penyusunan elemen - elemen alam dan buatan melalui aplikasi ilmu pengetahuan

dan budaya, dengan memperhatikan keseimbangan kebutuhan pelayanan dan

pemeliharaan sumber daya, hingga pada akhirnya dapat tersajikan suatu

lingkungan yang fungsional dan estetis (Hakim dan Utomo, 2004).

Dengan demikian, arsitektur lanskap mempunyai wawasan dan berperan

dalam berbagai proyek mulai dari yang berskala besar seperti: studi perancangan

regional, studi kebijakan ruang terbuka, perancangan tapak daerah industri,

perancangan kawasan rekreasi, public parks, sampai kepada desain dan konsultasi

proyek-proyek dalam skala yang lebih kecil seperti taman lingkungan manusia

(Hakim dan Utomo, 2004).

2.4 Perancangan Lanskap

Perancangan lanskap merupakan perluasan dari perencanaan lanskap,

dimana proses itu masih merupakan satu lingkup didalam perencanaan.

Perencanaan ini lebih dimaksimalkan pada komponen rancangan, bahan tanaman,

dan kombinasinya sebagai pemecah masalah terhadap kendala di dalam rencana

tapak (Laurie, 1984).

Sedangkan rencana tapak menunjukkan daerah-daerah kegunaan

(fungsional) berikut jalur-jalur sirkulasinya, perancangan pertamanan yang

terperinci bersangkutan dengan permukaan-permukaan, tepian-tepian dan jalur

miring yang menghubungkan perbedaan ketinggian permukaan, perkerasan

permukaan, dan pengaliran air permukaan, serta seluruh keputusan-keputusan

yang harus dibuat sebelum proyeknya dapat dibangun dan ditanami (Laurie,

1990).

Merancang tidak seperti pekerjaan seni, yang mana biasanya terkelola dan

(24)

6

membutuhkan persiapan perantara dalam langkah-langkah dari sebuah gambaran

simbolik sebagai gagasan yang abstark dari realitas masa depan (Loidl dan

Bernard, 2003).

Menurut Simonds (1983), hasil dari perancangan yang menakjubkan dan

mendapatkan hasil yang optimal terjadi karena penggunaan dan perpaduan

kelebihan-kelebihan yang terdapat dalam tapak rancangannya. Laurie (1984) pun

menambahkan bahwa bentuk dan wujud rancangan timbul dari potensi dan

kendala tapak serta perumusan yang jelas dalam penentuan masalah perancangan.

2.5 Proses Perancangan Lanskap

Menurut Simonds (1983), proses perencanaan/perancangan terdiri atas:

1. Comission, merupakan tahapan pemberian tugas dan persiapan, yang

berhubungan dengan persetujuan kontrak dengan klien dalam bentuk

tertulis sebagai dasar pegangan pelaksanaan tugas.

2. Research, merupakan tahap pengumpulan data berbagai informasi yang

didapat dari kegiatan inventarisasi.

3. Analysis, pada tahap ini dilakukan analisis terhadap data yang ada dan

penentuan kendala serta potensi.

4. Syntesis, merupakan tahap pemecahan kendala dan pemanfaatan potensi

sebagai bentuk persiapan dalam menentukan alternatif perencanaan.

5. Construction, merupakan tahap pelaksanaan dengan mempersiapkan

dokumen, kontrak kerja, supervisi dan pengecekan pelaksanaan.

6. Operation, merupakan tahap penyelesaian proyek yang mencakup

pelaksanaan kunjungan periodik, penyesuaian dan perbaikan serta

observasi penampakan.

Booth (1983) memaparkan, proses perancangan dimulai dengan pemberian

pemikiran yang logikal dan kerja tim yang baik, memberi informasi yang jelas

tentang sebuah desain, memberikan solusi terbaik dalam alternatif sebuah desain,

dan kemudian menjelaskan solusi tersebut kepada klien. Dalam hal ini,

perancangan L’Avenue akan menghasilkan desain yang menarik dengan

mengikuti proses tahapan desain tersebut. Proses desain menurut Booth (1983)

(25)

7

1. Project Acceptance, merupakan tahapan penerimaan proyek dengan

persetujuan kontrak dengan klien.

2. Research and Analysis, merupakan tahap pengumpulan data berupa

persiapan peta dasar, inventarisasi dan analisis, wawancara dengan klien,

dan pengembangan program.

3. Design, merupakan tahap perancangan yang terbagi atas diagram fungsi,

diagram hubungan tapak, concept plan, studi bentuk perancangan,

preliminary design, schematic plan, master plan, design development.

4. Construction Drawing, merupakan tahap pembuatan gambar-gambar

konstruksi dengan pembagian layout plan, grading plan, planting plan,

dan construction details.

5. Implementation, merupakan tahap pelaksanaan dalam sebuah proyek.

6. Post-Construction Evaluation Maintenance, merupakan tahap evaluasi

setelah konstruksi

7. Maintenance, merupakan tahap pengelolaan untuk hasil proyek yang

sudah ditetapkan.

Menurut tahapannya, proses perancangan dibagi menjadi 2 tahap yang

dilakukan bersamaan, tetapi saling berdiri sendiri. Dua tahap ini adalah site

analysis dan program analysis (Gambar 1). Selama site analysis, perancang

mencari kompilasi alami, buatan, budaya, dan karakter visual dari suatu tapak.

Kompilasi tersebut harus menginventarisasi atribut buatan tapak tanpa

menganggap hal tersebut merupakan fitur yang positif atau negatif. Dalam waktu

yang sama, program analysis dimulai dengan sebuah kompilasi yang detail

mengenai kebutuhan dan keinginan klien. Program ini adalah kebutuhan awal

untuk membuat inventarisasi (Ingels, 2004).

Gambar 1. Dua Tahap Proses Perancangan (Ingels, 2004)

Inventarisasi Kebutuhan Program

Analisis Kebutuhan Program

Inventarisasi Tapak Analisis Inventarisasi Tapak

Diagram Fungsional

(26)

8 2.6 Kantor (Office)

Kantor (dari bahasa Belanda kantoor) adalah sebutan untuk tempat yang

digunakan untuk perniagaan atau perusahaan yang dijalankan secara rutin. Kantor

bisa hanya berupa suatu kamar atau ruangan kecil maupun bangunan bertingkat

tinggi. Kantor sering dibagi kepada dua jenis; kantor yang terbesar dan terpenting

biasanya dijadikan kantor pusat, sedangkan kantor lainnya dinamakan kantor

cabang.

2.7 Apartemen

Pengertian tentang apartemen itu sendiri memiliki beberapa penjelasan

diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Apartemen mempunyai pengertian yaitu suatu ruang atau kumpulan ruang

yang digunakan untuk tempat tinggal yang sifatnya digunakan untuk

keperluan

2. Apartemen mempunyai pengertian yaitu sebuah rumah atau wadah bagi

serangkaian pengalaman emosional yang juga berarti tempat untuk

bersantai atau melepas diri dari ketegangan kehidupan, keributan, dan

kekhawatiran oleh karena itu apartemen harus menyediakan kenyamanan,

keindahan, keamanan, privasi bagi kehidupan keluarga tinggal di

dalamnya

3. Apartemen mempunyai pengertian yaitu suatu bangunan yang mempunyai

tiga unit atau lebih runah tinggal di dalamnya, yang merupakan suatu

kehidupan bersama dalam lingkungan tanah yang terbatas dimana

masingmasing unit hunian itu dapat digunakan atau dimiliki secara

terpisah

4. Apartemen mempunyai pengertian yaitu sebagai jenis unit tempat tinggal

keluarga kecil. Sebuah rumah tinggal yang sendiri bagi satu keluarga.

2.8 Konsultan Lanskap

Konsultan adalah seseorang atau lembaga yang secara profesional

memberikan nasehat-nasehat, pelayanan, atau pelatihan, tentang hal-hal yang

berhubungan dengan bidang pengetahuan tertentu yang dihadapinya. Gold (1980)

(27)

9

tanggung jawab moral dalam hal penyediaan ruang dan fasilitas rekreasi dalam

kota.

Konsultan mampu mewujudkan loyalitas yang tinggi dan kokoh terhadap

profesinya melalui azas profesionalisme, dengan sendirinya pula bersamaan

dengan itu akan terbentuk loyalitas terhadap Pemberi Tugas seperti yang

diharapkan oleh berbagai pihak. Sehingga seluruh kepentingan, maksud, dan

tujuan pihak pemberi tugas akan terlindungi oleh karenanya (Dipohusodo, 1996).

2.9 Evaluasi

Evaluasi adalah kegiatan menilai, mentaksir, dan mengkaji. Evaluasi

diperlukan untuk mendukung pengambilan kesimpulan dan keputusan tentang

suatu program serta nilainya. Evaluasi bertujuan untuk menyeleksi dan

menampilkan informasi sehingga hasil yang didapat nyata. (Echols dan Shadily

(28)

10 BAB III

METODOLOGI

3.1 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Magang

Kegiatan magang dilaksanakan di konsultan lanskap Oemardi_zain.

Perusahaan ini beralamat di Perumahan Bumi Menteng Asri, Blok BE No. 20,

Bogor, Jawa Barat (Gambar 2). Kegiatan utama dalam pelaksanaan magang ini

yaitu mempelajari proses perancangan dengan fokus pada proyek L’Avenue

Mixed-Used Development.

Gambar 2. Lokasi Konsultan Lanskap Oemardi_zain

(sumber: GoogleMaps)

Dalam pelaksanaannya, kegiatan magang ini dilakukan selama empat

bulan dari bulan Februari sampai dengan bulan Juli. Jadwal harian kegiatan

magang adalah hari Senin - Jumat dimulai pukul 09.00-18.00 waktu setempat.

Kegiatan magang ini dibagi dalam beberapa bagian antara lain persiapan,

pengenalan kantor, pembelajaran pembagian kerja dan prosedur dalam pengerjaan

proyek, pengumpulan data awal, analisis-sintesis, survey untuk pengumpulan

(29)

11 3.2 Metodologi

Metode magang yang dilakukan dalam proses perancangan ini ialah

dengan:

1. Aktif dalam kegiatan perusahaan terutama dalam bidang perancangan di

studio dan di lapangan.

2. Melakukan studi pustaka untuk melakukan pengumpulan data dalam

proses perancangan baik melalui buku maupun website yang terkait.

3. Mengenal dan memahami manajemen kerja studio.

Tahapan pekerjaan magang yang dilaksanakan dalam kegiatan magang ini

dibagi menjadi 2 tahap yaitu:

1. Orientasi perusahaan, yaitu langkah awal untuk membiasakan diri dalam

perusahaan, adaptasi terhadap perusahaan, mempelajari struktur organisasi

dan profil perusahaan, pengenalan staf kerja, dan pembelajaran ilmu

perancangan untuk bekal pembuatan karya lanskap suatu proyek pada

nantinya.

2. Evaluasi, yaitu hasil review seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan

untuk proses seleksi data yang dibutuhkan sesuai dengan rencana awal

kegiatan magang.

3.3 Data

Bentuk data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data

primer merupakan data yang diperoleh dari hasil observasi lapang yang dilakukan

selama mengikuti kegiatan perancangan, dalam kegiatan perancangan lanskap

perusahaan baik pada kegiatan perancangan di studio maupun di lapangan.

Sedangkan data sekunder diperoleh berdasarkan studi pustaka dengan melakukan

pengumpulan data baik dari buku maupun website terkait.

Data yang dikumpulkan selama kegiatan magang L’Avenue di Konsultan

Lanskap Oemardi_zain, Bogor dibagi menjadi dua bagian, yaitu data yang

berhubungan dengan proyek yang dikerjakan dan data yang berhubungan dengan

perusahaan. Berikut ini akan ditampilkan tabel jenis data perusahaan dan data

(30)

12

Tabel 1. Data yang Dikumpulkan

Jenis Data Bentuk Data Sumber

KELEMBAGAAN

Sejarah Perusahaan Deskripsi Oemardi_zain

Data Umum Perusahaan Deskripsi Oemardi_zain

Struktur Organisasi Diagram Oemardi_zain

Visi dan Misi Deskripsi Oemardi_zain

Aplikasi Teknologi Deskripsi & Tabel Oemardi_zain

Sistem Kerja Deskripsi & Diagram Oemardi_zain

Manajemen Studio Deskripsi & Gambar Oemardi_zain

Manajemen Proyek Deskripsi & Gambar Oemardi_zain

DATA PROYEK L'AVENUE

Skala Pekerjaan Deskripsi Klien & Oemardi_zain

Kondisi Umum Deskripsi Arsitek & Oemardi_zain

Penerimaan Proyek Deskripsi & Spasial Oemardi_zain

Riset & Analisis Deskripsi & Spasial Oemardi_zain

Konsep Desain Deskripsi & Spasial Oemardi_zain

Preliminary Concept Deskripsi & Spasial Oemardi_zain

Pengembangan Desain Deskripsi & Spasial Oemardi_zain

Gambar Kerja Deskripsi & Spasial Oemardi_zain

3.4 Batasan Magang

Kegiatan magang yang dilakukan meliputi pembelajaran dalam pekerjaan

nyata dengan staf perusahaan melalui pengamatan dan mengikuti setiap kegiatan

proses desain lanskap yang dilakukan perusahaan sesuai dengan mekanisme kerja

di konsultan Oemardi_zain. Kegiatan magang difokuskan pada desain lanskap

L’Avenue dibawah bimbingan direktur OZ, project manager, dan tim pendukung

lainnya. Kegiatan studio yang dilakukan berupa kegiatan drafting gambar meliputi

gambar material dan dimension plan, planting plan, section, gambar perspektif

(31)

13 BAB IV

KAJIAN LOKASI MAGANG

4.1 Sejarah Umum

Konsultan Lanskap Oemardi_zain berdiri pada tahun 2004 dan didirikan

oleh Ir. Umar Zain beserta istrinya Ir. Dini Arfianti. Bapak Umar Zain adalah

seorang Sarjana Pertanian lulusan IPB tahun 1994 dengan bidang studi Arsitektur

Lanskap. Setelah 12 tahun berkarir dibidang lanskap, Umar Zain mencoba untuk

mendirikan sebuah konsultan yang bergerak di bidang lanskap.

Pada awal pendiriannya konsultan lanskap ini terdiri atas 2 staf, namun

saat ini Oemardi_zain telah memiliki 21 staf. Pengembangan terus dilakukan oleh

konsultan lanskap Oemardi_zain, diantaranya menambah karyawan dengan basis

arsitektur agar dapat membuat karya yang lebih variatif dan dapat bersaing dengan

konsultan lanskap lainnya.

Jasa yang diberikan oleh konsultan lanskap Oemardi_zain adalah

pekerjaan perancangan lanskap. Lingkup pekerjaan perancangan Oemardi_zain

meliputi perancangan lanskap hotel, club, resort, residential, theme park, civic,

dan comercial park.

4.2 Data Umum Oemardi_zain

Saat ini Oemardi_zain merupakan konsultan yang masih berbentuk studio

(belum berupa badan hukum). Namun dalam perkembangan dan pengembangan,

perusahaan ini akan diajukan menjadi bentuk lembaga resmi berupa badan hokum

sesuai dengan pemberitahuan direktur perusahaan.

Data umum Oemardi_zain dapat dijabarkan sebagai berikut:

Nama Perusahaan : Oemardi_zain

Asal Negara : Indonesia

(32)

14 4.3 Struktur Organisasi

Secara terstruktur organisasi Oemardi_zain terdiri atas Principal &

Direktur, Associate, Manajer Administrasi, Penanggung Jawab, Design & Drafter

yang dapat dilihat pada bagan dibawah (Gambar 3).

(33)

15

Tugas masing-masing bagian dalam struktur organisasi Oemardi_zain

dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Principal/Direktur, merupakan manager dan kepala dalam perusahaan.

Bertanggung jawab terhadap kinerja staf, hubungan dengan klien,

memutuskan dalam penerimaan proyek, membimbing dalam pelaksanaan

proyek, dan bertugas sebagai konseptor dalam suatu proyek.

2. Associate, merupakan pihak yang membantu dan mendukung jalannya

perusahaan dari awal terbentuknya perusahaan.

3. Manajer Administrasi, merupakan sesorang yang bertanggung jawab atas

segala aktifitas pegawai dan administrasi yang ada di dalam perusahaan.

4. Penanggung Jawab, merupakan pihak pertama setelah direktur perusahaan

yang mengkomandoi seluruh aktivitas proyek dalam perusahaan.

5. Drafter & Designer, merupakan bagian yang bertugas menggambar hasil desain yang telah ditentukan konsepnya. Pada bagian inilah mahasiswa

melaksanakan kegiatan magang.

4.4 Visi dan Misi Perusahaan

Visi konsultan lanskap Oemardi_zain adalah untuk menjadi leader, “to be

a world class landscape consultant”. Visi perusahaan ini diterapkan karena beberapa perusahaan dan developer yang terdapat di Indonesia lebih percaya pada

konsultan asing dibandingkan dengan konsultan yang ada di Indonesia.

Sedangkan misi perusahaan ini adalah “memberikan pelayanan lanskap dengan produk yang terbaik dengan harga yang relatif murah”.

4.5 Aplikasi Teknologi Informasi

Perusahaan Oemardi_zain menggunakan beberapa aplikasi teknologi

dalam mendukung proses kerja pada perusahaan. Selama mahasiswa

melaksanakan kegiatan magang di Oemardi_zain terdapat beberapa software

(perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras) yang digunakan untuk

mengerjakan proyek, termasuk proyek L’Avenue. Berikut ini dijelaskan beberapa

software dan hardware yang digunakan di perusahaan Oemardi_zain beserta

(34)

16

Tabel 2. Software yang Digunakan di Oemardi_zain

No Fasilitas Kegunaan

1 AutoCAD 2004 CAD drawing

2 3D Studio Max 3D Rendering dan animation

3 Google Sketch Up 3D Rendering dan animation

4 Google Earth Map Searching

5 Adobe Photoshop 7.0 dan CS4 Rendering dan image editing

6 Adobe Acrobat Dokumentasi dan publikasi

7 MS. Office 2003 dan 2007 Dokumentasi

8 Yahoo Messenger dan Digsby Komunikasi internal dan eksternal Sumber: Oemardi_zain, 2012

Tabel 3. Hardware yang Digunakan di Oemardi_zain

No Hardware Jumlah

1 Server 1

2 Work station (Personal Computer) 17

3 Laptop 1

Sistem kerja di konsultan lanskap Oemardi_zain adalah secara teamwork.

Proyek yang dikerjakan di Oemardi_zain secara keseluruhan dikerjakan secara

bersama-sama oleh staf perusahaan. Direktur perusahaan juga sebagai

penganalisis proyek awal dan menjadi konseptor utama dalam seluruh proyek

yang dikerjakan. Setiap pekerjaan dapat melibatkan seluruh anggota untuk saling

membantu, mengisi, dan mendukung untuk mendapatkan hasil desain yang

maksimal.

Pelaksanaan studio di Oemardi_zain dilakukan dengan menggunakan

sistem komputerisasi. Sistem penggunaan komputer telah terstruktur dengan baik.

Setiap proyek memiliki folder tersendiri yang diberi nama sesuai dengan nama

proyek. Setiap komputer yang digunakan oleh masing-masing staf terhubung

(35)

17

pegawai. Selain itu setiap komputer terhubung dengan jaringan internet hingga

mempermudah hubungan antara karyawan, owner dan pimpinan.

Secara umum, hasil komputerisasi di Oemardi_zain berupa printout

gambar CAD yang akan diberikan kepada klien maupun kontraktor. Kertas yang

digunakan umumnya adalah kertas berukuran A3. Selain gambar CAD, terdapat

pula hasil akhir berupa gambar ilustrasi dengan menggunakan software Adobe

Photoshop, SketchUp dan 3Dmax. Hasil akhir Adobe Photoshop biasanya

digunakan sebagai ilustrasi gambar perspektif dan potongan, untuk SketchUp dan

3Dmax biasanya digunakan sebagai gambar 3D secara keseluruhan sesuai

(36)

18 BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Kondisi Umum Proyek L’Avenue

5.1.1 Gambaran Umum Kota Jakarta Selatan

Jakarta Selatan terletak pada 106’22’42 Bujur Timur (BT) s.d. 106’58’18 BT, dan 5’19’12 Lintang Selatan (LS). Luas Wilayah sesuai dengan Keputusan

Gubernur KDKI Nomor 1815 tahun 1989 adalah 145,37 km2 atau 22,41% dari

luas DKI Jakarta. Terbagi menjadi 10 kecamatan dan 65 kelurahan, berada di

belahan selatan banjir kanal dengan batas-batas wilayah sebagai barikut:

1. Sebelah Utara : Banjir Kanal Jl. Jenderal Sudirman Kecamatan Tanah

Abang, Jl. Kebayoran Lama dan Kebun Jeruk

2. Sebelah Timur : Kali Ciliwung

3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kota Administrasi Depok

4. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Ciledug, Kota

Administrasi Tangerang

Topografi Wilayah Jakarta Selatan pada umumnya dapat dikategorikan

sebagai daerah perbukitan rendah dengan tingkat kemiringan 0,25%. Ketinggian

tanah rata-rata mencapai 5-50 meter di atas permukaan laut. Pada wilayah bagian

selatan, banjir kanal relatif merupakan daerah perbukitan jika dibandingkan

dengan wilayah bagian utara. Jakarta Selatan beriklim panas dengan suhu rata-rata

pertahun 27°C dengan tingkat kelembapan berkisar antara 80-90%. Arah angin

dipengaruhi angin Muson Barat terutama pada bulan Mei-Oktober.

5.1.2 Gambaran Umum Kecamatan Pancoran

Kecamatan Pancoran merupakan pecahan dari kecamatan Mampang

Prapatan pada tahun 1985, waktu itu bernama kecamatan perwakilan Pancoran.

Kecamatan Pancoran terletak di Kotamadya Jakarta Selatan dengan luas mencapai

8,23 km2 dan terdiri dari 6 Kelurahan antara lain: Pancoran, Duren Tiga, Kalibata,

Cikoko, Pangadegan, dan Rawajati. Kecamatan Pancoran memiliki batas wilayah

(37)

19

1. Sebelah Utara : Tebet

2. Sebelah Timur : Kramat Jati Jakarta timur

3. Sebelah Selatan : Pasar Minggu

4. Sebelah Barat : Mampang Prapatan

Gambar 4. Peta Kecamatan Pancoran (Sumber: Tatakota Jakartaku, 2012)

5.1.3 Gambaran Umum L’Avenue

Salah satu proyek yang sedang dikerjakan konsultan lanskap

Oemardi_zain selama mahasiswa melakukan kegiatan magang adalah proyek

desain lanskap sebuah office dan apartment L’Avenue. Proyek ini dirancang

dengan tujuan dapat memberikan ketenangan untuk pengguna tapak dengan

konsep komplek bangunan berkelanjutan yang ramah dalam lingkungan kerja.

Pemilik atau pemberi kerja proyek ini adalah sebuah perusahaan

pengembang yakni PT Bintang Rajawali Perkasa. Proyek perancangan L’Avenue

melibatkan beberapa konsultan yang diantaranya terdiri dari konsultan arsitektur,

(38)

20

lanskap. Proyek ini mulai dikerjakan oleh Oemardi_zain sejak Desember 2011

dengan batasan pekerjaan berupa desain lanskap perkantoran dan apartemen.

Gambar 5. Lokasi Proyek L’Avenue

(Sumber: GoogleMaps)

Proyek ini terletak di Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Raya Pasar Minggu

KM. 16, Pancoran – Jakarta Selatan. Proyek ini berada di pinggir jalan utama

akses antara Kota Jakarta dan Kota Depok, sehingga termasuk dalam lokasi yang

strategis dalam pengembangan tujuan proyek. Berikut ini adalah gambar lokasi

proyek yang diambil melalui software GoogleEarth.

Gambar 6. Lokasi Proyek L’Avenue

(39)

21 5.2 Hasil

5.2.1 Contractual Stage

Contractual stage atau penerimaan proposal proyek baik dari arsitek

lanskap maupun klien merupakan tahap awal proses dalam desin (Lampiran 1,

Surat Perintah Kerja (SPK) Pasal II). Pada pertemuan pertama antara kedua pihak,

klien menyampaikan keinginan dan persyaratan general/umum terhadap

perancangan L’Avenue dan arsitek lanskap menyampaikan proposal tertulis yang

lebih detail tentang servis, produk, dan biaya servis.

Pada proyek L’Avenue, klien menyampaikan visi dan misi proyek serta keinginan desain lanskap L’Avenue dengan mencakup lingkup pekerjaan:

1. Desain geometri dan komposisi material lanskap area perencanaan.

2. Desain dan penataan eksternal lighting, water feature, dan feature lainnya.

3. Desain dan penataan eksternal pavement, planters, walls, dan feature

perkerasan lainnya.

4. Desain dan komposisi elemen hardscape penunjang seperti timber deck,

pergola, shade, signage, seating, steps dan ramp, railing, dan elemen

hardscape lainnya.

5. Pemilihan dan penataan jenis tanaman.

6. Desain sistem irigasi dan drainase lanskap kawasan.

Klien juga menyampaikan tahap pekerjaan dalam area perencanaan

L’Avenue (Lampiran 1, SPK Pasal I). Area tersebut meliputi:

1. Main Entrance dan Drop Lobby Area Courtyard

2. Office Tower dan Apartment Main Courtyard

3. Apartment’s Pool Courtyard

4. Apartment’s Play dan Games Court

5. Office dan Retail Garden

6. Roof Garden

7. Area Batas Kawasan/ Green

Tahap pekerjaan perencanaan lanskap meliputi kegiatan studio dan

(40)

22 5.2.2 Inventory and Data Collection

Tahap ini berkaitan dengan inventarisasi dan pengambilan data.

Inventarisasi dilakukan Oemardi_zain melalui wawancara, studi pustaka dan

survei lapang. Pada proyek L’Avenue, data awal tentang tapak yang didapatkan

dari klien meliputi baseplan dan acuan desain. Gambar baseplan awal yang

berasal dari klien berisi batas desain pada tapak lengkap dengan tata letak desain

bangunan yang akan dibangun melalui rancangan konsultan arsitek yaitu Urbane

Architecture Consultant. Kemudian, gambar baseplan yang telah dirancang

arsitek diberikan kepada konsultan arsitek lanskap, Oemardi_zain.

Gambar tersebut berguna bagi Oemardi_zain sebagai bahan pengamatan

kondisi tapak dan bahan pengecekan secara langsung dengan lokasi tapak

sebenarnya. Pada tahap ini, juga dilakukan pengambilan foto kondisi lokasi pada

saat sebelum proyek (Gambar 7).

Gambar 7. Foto Lokasi Proyek L’Avenue

(Diambil tanggal 30 November 2011)

Lokasi proyek terletak di Jalan Raya Pasar, dimana jalan ini merupakan

salah satu akses utama menuju Kota Jakarta melalui Pancoran. Oleh sebab itu

daerah ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna L’Avenue karena

kebisingan dan polusi yang tinggi. Untuk menciptakan kondisi yang nyaman,

maka desain taman didominasi oleh pepohonan yang disesuaikan dengan konsep.

Penempatan tanaman untuk kenyamanan, tanaman untuk area terbuka hijau,

tanaman sebagai penghalang juga dipertimbangkan sesuai lokasi tapak. Lahan

yang digunakan untuk kawasan L’Avenue awalnya adalah area kosong dan area

(41)

23 5.2.3 Analysis, Synthesis, and Concept

Acuan desain yang diberikan oleh klien digunakan Oemardi_zain sebagai

bahan analisis pembuatan konsep desain. Pembuatan konsep sebagai bentuk hasil

riset, analisis, dan sintesis L’Avenue dilakukan oleh konseptor sekaligus direktur

utama perusahaan. Perancangan L’Avenue ini secara keseluruhan mengusung satu

visi yakni “Sustainable Building Complex Comfortable Working Environment

yang mempunyai arti Komplek Bangunan Berkelanjutan yang Ramah Dalam

Lingkungan Kerja.

Konsep ini dipilih dengan meneruskan keinginan klien yang ingin

menciptakan suasana yang dapat memfasilitasi keinginan pengguna dalam

melakukan aktivitas dalam satu area. Konsep umum perancangan L’Avenue yang

sudah ditentukan kemudian diterjemahkan oleh direktur Oemardi_zain yang

bertindak sebagai konseptor utama dan dibantu oleh project manager beserta tim

kerja.

Aspek yang ditawarkan oleh L’Avenue bervariasi dengan adanya tema

mixed use didalam perancangan. Area tersebut dibagi menjadi beberapa bagian

dengan bantuan zoning namun tetap memprioritaskan fungsi area tersebut. Bagian

pertama adalah sebagai area office yang diarahkan pada bagian depan tapak.

Bagian kedua dalam proyek adalah area apartment yang diarahkan pada bagian

tengah tapak. Bagian terakhir adalah area retail yang mengelilingi seluruh tapak

untuk mendukung aktivitas pengguna dalam tapak. Konsep ini kemudian

ditingkatkan dengan penambahan ruang terbuka hijau diharapkan dapat

meminimalisir polusi yang diakibatkan oleh kendaraan dalam kota melalui

lanskap L’Avenue.

5.2.3.1 Konsep Ruang

Secara garis besar, pembagian ruang pada tapak ini dibagi menjadi dua

bagian, yaitu ruang kavling dan non kavling. Kavling merupakan ruang yang

dimanfaatkan untuk bangunan sedangkan non kavling dimanfaatkan untuk sarana

penunjang bangunan seperti jalan, saluran, taman, pathway dan fasilitas lainnya.

Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Pasal 1, perencanaan Lanskap

(42)

24

untuk mendukung konsep dasar proyek dihasilkan pembagian zona untuk desain

lanskap L’Avenue (Gambar 8). Tujuan dari pembagian zona ini adalah untuk menentukan prioritas ruang dalam hal kebutuhan dan fungsional. Setiap zona

mempunyai perlakuan yang berbeda. Hal tersebut dimaksudkan agar tercipta ritme

di setiap zona ruang yang ditentukan. Zona ruang tersebut terbagi menjadi 4

bagian dengan penjabaran sebagai berikut,

1. Drop off merupakan area masuk dan terdapat di tiga titik (office,

apartment, retail). Zona ini berfungsi sebagai tempat penurunan

penumpang atau barang sesuai dengan tujuannya. Pada ruang ini aktivitas

utamanya adalah kendaraan.

2. Green amenities merupakan area di tengah tapak dan menjadi area

aktivitas perkantoran dan apartemen ditunjang dengan retail. Area ini

mengikuti konsep awal yang menerapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

untuk penggunaan pleasure (kesenangan) khususnya bagi pengguna. Oleh

karena itu, area ini memungkinkan pengguna untuk beraktivitas, berkreasi

dan menikmati keindahan taman.

Zona ini mempunyai karakter dominan outdoor organik dengan sentuhan

nuansa kayu (timber deck) di area retail juga penambahan fasilitas

penunjang untuk aktivitas dalam tapak seperti water feature dan tempat

duduk.

3. Green perimeter merupakan area yang terdapat di sepanjang utara, barat

dan selatan tapak. Area ini mengelilingi tapak, berfungsi sebagai pembatas

area dan penutup tapak sebagai perbatasan antara tapak dan luar tapak.

Area ini juga berfungsi sebagai blocking badview di beberapa titik. Area

ini didominasi dengan penanaman beberapa jenis pohon untuk

memperkuat karakter desain lanskap L’Avenue.

4. Amenities merupakan area penunjang apartemen untuk mendukung

aktivitas tapak. Area ini bersifat privat yang hanya dapat dinikmati oleh

pengguna apartemen saja. Pada area ini membentuk suatu kegiatan

tertentu, seperti dalam tapak, antara lain adanya kolam renang, dan tenis.

Area ini dihiasi dengan kolam resapan, leveling lanskap dan dipadu

(43)

25 5.2.3.2 Konsep Sirkulasi

Proyek L’Avenue terbagi menjadi tiga kelas dalam pengklarifikasian

sirkulasi. Kelas ini dibagi berdasarkan lokasi, fungsi, dan tingkat keramaian. Hal

ini bertujuan untuk membedakan secara jelas tiap sirkulasi berdasarkan kegunaan

dan kegiatannya. Sirkulasi pertama adalah sirkulasi primer terletak di area depan

tapak. Sirkulasi ini berupa jalan raya dan berbentuk aspal. Sirkulasi ini cukup

besar, satu jalur memiliki lebar tujuh meter dan merupakan jalur penghubung

antara Jakarta – Depok, jadi banyak dilalui oleh kendaran roda dua maupun empat

atau lebih. Sirkulasi ini juga merupakan sirkulasi utama untuk masuk kedalam

tapak L’Avenue.

Sirkulasi kedua adalah sirkulasi sekunder yaitu sirkulasi yang terletak di

dalam tapak dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Sirkulasi ini juga

berupa aspal dan memiliki dua pintu utama, satu pintu menjadi pintu masuk ke

dalam tapak dan pintu lainnya menjadi pintu keluar bagi pengguna tapak.

Sirkulasi ini diakses oleh kendaraan bermotor dan pejalan serta mempunyai fungsi

sebagai jalur kendaraan untuk area lobby office, lobby apartment, lobby retail dan

parking lot.

Sirkulasi terakhir adalah sirkulasi tersier berupa jalur pedestrian yang

terletak di bagian belakang tapak dan memiliki lebar yang tidak beraturan tetapi

kecil sehingga hanya dapat dilewati oleh pejalan kaki. Sirkulasi ini mengelilingi

apartemen selatan dan berfungsi sebagai jogging track dan maintenance service.

Sirkulasi ini bersifat privat dengan arti lain hanya user tapak yang dapat

menggunakannya. Sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, sirkulasi ini didesain

dengan tema organik sehingga tidak terkesan kaku. Konsep sirkulasi pada proyek

L’Avenue ini dapat dilihat pada Gambar 9.

5.2.3.3 Konsep Vegetasi

Konsep tata hijau yang direncanakan adalah penataan vegetasi sebagai

sumberdaya lanskap yang disesuaikan dengan fungsi ruang pada tapak. Proyek

L’Avenue mempunyai area lahan hijau yang mengelilingi tapak. Area ini terbagi

dalam beberapa bagian, salah satunya adalah area hijau dan vegetasi. Pada konsep

(44)

26

berdasarkan fungsi, yaitu: tanaman peneduh utama, tanaman peneduh, aksen

arsitektural, aksen berbunga (Gambar 10).

Tanaman peneduh utama merupakan tanaman yang difungsikan sebagai

penyeimbang bangunan terhadap lahan. Bangunan yang tinggi membutuhkan

pohon yang dapat menghasilkan oksigen dan menyerap karbondiosida. Oleh dasar

itu, dibutuhkan tanaman besar dan berfungsi sebagai peneduh dalam proyek

perancangan L’Avenue. Selain itu, tanaman ini juga difungsikan untuk menutup

lahan, penetralisir panas matahari dan suhu daerah tapak. Tanaman ini terletak di

area terbuka lahan, dan ditanam secara mengacak pada sudut-sudut tapak. Hanya

terdapat dua pohon peneduh utama yang diterapkan pada L’Avenue ini, yaitu

Ficus religiosa (pohon bodhi), Delonix regia (flamboyan), dan Samanea saman

(trembesi).

Tanaman peneduh merupakan tanaman yang difungsikan sebagai

penunjang aktivitas pengguna tapakketika siang atau saat adanya cahaya matahari

langsung. Tanaman ini tersebar merata di seluruh tapak dengan diterapkan dalam

berbagai jenis tanaman. Pada wilayah utara tapak, tanaman peneduh ini

didominasi oleh Manilkara kauki (sawo kecik), wilayah timur oleh Elaeocarpus

angustifolius (anyang-anyang), dan wilayah selatan oleh Canarium commune

(kenari).

Aksen arsitektural merupakan tanaman dalam golongan unik dan indah

yang difungsikan untuk menambah estetika area tapak melalui warna, pola pohon,

bentuknya. Tanaman ini akan di padukan di beberapa area tertentu sesuai dengan

kebutuhan tapak. Pada kelas ini, tanaman didominasi oleh Pinus merkusii (pinus).

Aksen berbunga adalah tanaman pendukung dan tanaman pelengkap untuk tapak,

tanaman ini disebar di beberapa titik utama tapak sebagai variasi dari bagian

desain lanskap tapak tersebut. Tanaman ini dapat dinikmati melalui keindahan

bunga yang diproduksi oleh pohon tersebut. Pada kelas ini, tanaman didominasi

oleh Tabebuia chrysantha (tabebuia bunga kuning). Adapun data mengenai

(45)

27

(46)

28

(47)

29

Tabel 4. Kriteria Pohon Berdasarkan Fungsi

No Kode Peneduh Peneduh Aksen Aksen

Nama Latin Nama Lokal Utama Arsitektural Berbunga

1 Acacia mangium Akasia √

2 Alstonia scholaris Pulai √

3 Bouhinia blakeana Bunga Kupu-kupu √

4 Bucida molinetii Ketapang Mini √ √

5 Canarium commune Kenari √

6 Cinnamomum iners Kayu Manis √

7 Delonix regia Flamboyan √ √

8 Elaeocarpus angustifolius Anyang-anyang √

9 Erythrina crista-galli Dadap Merah √ √

10 Ficus religiosa Pohon Bodhi √

11 Lagerstromia floribunda Bungur √

12 Livistonia rotundifolia Palem Sadeng √

13 Manilkara kauki Sawo Kecik √

14 Plumeria rubra Kamboja Putih Kuning √ √

15 Pinus merkusii Pinus √

16 Schizolobium parahybum Tower Tree √

17 Samanea saman Trembesi √

18 Tabebuia chrysantha Tabebuia Bunga Kuning √

19 Terminalia cattapa Ketapang √ √

20 Washingtonia robusta Palem Washington √

Sumber: Oemardi_zain, 2012

(48)

30

(49)

31 5.2.4 Preliminary Concept

Oemardi_zain mempunyai tipe mendesain suatu proyek dengan cara

penggunaan image reference dan akan dikembangkan dengan mengikuti

bentukan, desain, pola, dan material yang terdapat dalam gambar. Image reference

ini juga diambil dari library perusahaan Oemardi_zain ini sendiri.Tahap ini yang

dinamakan tahap preliminary konsep. Preliminary konsep adalah tahap penjelasan

konsep yang akan dikembangkan dalam perancangan sebuah proyek, termasuk

L’Avenue. Pada tahap ini konsultan memberikan ide dan gambaran sebuah desain

dengan mencantumkan image reference pada area yang akan dikembangkan

(Lampiran 2).

memudahkan masuk atau keluarnya penumpang dari dalam kendaraan menuju

lobby office. Drop off apartemen terletak di area belakang tapak. Lokasi tersebut

terletak di bagian belakang tapak karena merupakan area pribadi (private area)

sehingga tidak memungkinkan user office atau user retail untuk melewati area

apartemen. Area drop off dapat dilihat pada Gambar 11.

5.2.4.2 Garden Strip

Garden Strip adalah sebuah elemen estetika dalam suatu lanskap. Didesain

dengan bentuk dan keinginan yang disesuaikan dengan konsep dan kebutuhan

tapak suatu proyek. Desain garden strip juga dapat memperkaya kebutuhan area

terbuka sebagai penambahan keindahan suatu area tertentu sehingga area tersebut

dapat dinikmati ketika sedang dilewati user. Dengan garden strip ini, permainan

pola dan material yang dipakai dalam penerapan desainnya sangat mempengaruhi

(50)

32

Pada proyek ini diketahui bahwa garis-garis yang membuat pola dalam

garden strip adalah sebagai aksen estetik untuk area tersebut. Dengan adanya

penambahan pohon palem dalam rangkaian desain garden strip tersebut

menjadikan area ini sebagai grand view atau terkesan mewah karena ciri-ciri

pohon palem yang mempunyai fisik tinggi, dengan batang yang rapi, bersih dan

tertata dengan baik. Peletakan titik garden strip dapat dilihat pada Gambar 11.

5.2.4.3 Paving Pattern

Paving Pattern dalam proyek ini mengikuti konsep awal yang

berkecenderungan bersih, rapi, bertata dan modern. Dengan pemahaman tersebut

muncul ide pola striping sebagai desain paving pattern pada green amenities area.

Adapun material yang dipakai dalam proyek di area ini adalah batu alam. Batu

alam dipakai karena selain bentuknya yang minimalis, bersih, pemeliharaannya

mudah dan mempunyai kesan mewah. Batu alam juga mempunyai warna yang

tidak beragam dan tidak banyak bentukan sehingga terlihat simpel namun tetap

modern. Konsep area drop off, garden strip, dan paving pattern disajikan pada

Gambar 11.

5.2.4.4 Water Feature

Water Feature dalam proyek ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama

terletak di area drop off office dan menjadi main decoration area office, bagian

kedua terletak di area green amenities sebagai aksen penyelarasan tempat dengan

adanya aksen air. Dengan desain lanskap yang telah dibuat, didapatkan gagasan

bahwa agar dapat menyejukkan area dari bagian satu ke bagian lainnya, dibuatlah

konsep water feature yang mengindikasikan bahwa seakan-akan mengalir dari

satu tempat ke tempat lainnya. Konsep ini dimulai dari water feature office

kemudian mengalir ke area green amenities dan berakhir pada kolam resapan

yang terletak di belakang tapak.

Konsep Water Feature dalam proyek ini dibuat dengan model dan pola

bentuk seperti pada image reference yang telah ditentukan. Desainnya dengan

permainan air mancur dan mengalir melalui badan water feature. Konsep water

(51)

33

Gambar 11. Drop Off, Garden Strip, dan Paving Area

(52)

34

Gambar 12. Konsep Water Feature L’Avenue

Figur

Gambar 3. Struktur Organisasi Kepengurusan Oemardi_zain
Gambar 3 Struktur Organisasi Kepengurusan Oemardi zain . View in document p.32
Gambar 4. Peta Kecamatan Pancoran
Gambar 4 Peta Kecamatan Pancoran . View in document p.37
Gambar 6. Lokasi Proyek L’Avenue
Gambar 6 Lokasi Proyek L Avenue . View in document p.38
Gambar 5. Lokasi Proyek L’Avenue
Gambar 5 Lokasi Proyek L Avenue . View in document p.38
Gambar 8. Konsep Ruang
Gambar 8 Konsep Ruang . View in document p.45
Gambar 9. Konsep Sirkulasi
Gambar 9 Konsep Sirkulasi . View in document p.46
Tabel 4. Kriteria Pohon Berdasarkan Fungsi
Tabel 4 Kriteria Pohon Berdasarkan Fungsi . View in document p.47
Gambar 10. Konsep Vegetasi
Gambar 10 Konsep Vegetasi . View in document p.48
Gambar 11. Drop Off, Garden Strip, dan Paving Area
Gambar 11 Drop Off Garden Strip dan Paving Area . View in document p.51
Gambar 12. Konsep Water Feature L’Avenue
Gambar 12 Konsep Water Feature L Avenue . View in document p.52
Gambar 13. Mounding, Pedestrian Path, Swimming Pool, Planter, dan Alfresco Area
Gambar 13 Mounding Pedestrian Path Swimming Pool Planter dan Alfresco Area . View in document p.55
Gambar 15. Site Plan Revisi 1 L’Avenue
Gambar 15 Site Plan Revisi 1 L Avenue . View in document p.59
Gambar 21. Potongan D – D’
Gambar 21 Potongan D D . View in document p.65
Tabel 5. Daftar Gambar Tahap Pengembangan Desain dan Gambar Kerja
Tabel 5 Daftar Gambar Tahap Pengembangan Desain dan Gambar Kerja . View in document p.66
Tabel 5. Lanjutan
Tabel 5 Lanjutan . View in document p.67
Tabel 5. Lanjutan
Tabel 5 Lanjutan . View in document p.68
Tabel 5. Lanjutan
Tabel 5 Lanjutan . View in document p.69
Gambar 22. Pola Penyusunan Pavement Material Pada Ground Floor
Gambar 22 Pola Penyusunan Pavement Material Pada Ground Floor . View in document p.71
Gambar 23. Pola Penyusunan Pavement Material Podium Floor
Gambar 23 Pola Penyusunan Pavement Material Podium Floor . View in document p.72
Tabel 6. Jenis Pohon yang Digunakan Pada L’Avenue
Tabel 6 Jenis Pohon yang Digunakan Pada L Avenue . View in document p.74
Gambar 24. Titik Penanaman Pohon Peneduh Utama
Gambar 24 Titik Penanaman Pohon Peneduh Utama . View in document p.75
Gambar 25. Titik Penanaman Pohon Peneduh
Gambar 25 Titik Penanaman Pohon Peneduh . View in document p.76
Gambar 26. Titik Penanaman Pohon Aksen Arsitektural
Gambar 26 Titik Penanaman Pohon Aksen Arsitektural . View in document p.77
Gambar 27. Titik Penanaman Pohon Aksen Berbunga
Gambar 27 Titik Penanaman Pohon Aksen Berbunga . View in document p.78
Gambar 28. Daftar Gambar Pohon (Sumber: Oemardi_zain, 2012)
Gambar 28 Daftar Gambar Pohon Sumber Oemardi zain 2012 . View in document p.79
Gambar 30. Lay Out Studio Oemardi_zain
Gambar 30 Lay Out Studio Oemardi zain . View in document p.82
Gambar 32. Perbandingan Proses Desain Menurut Simonds dan Oemardi_zain
Gambar 32 Perbandingan Proses Desain Menurut Simonds dan Oemardi zain . View in document p.85
Gambar 33. Perbandingan Proses Desain Menurut Booth dan Oemardi_zain
Gambar 33 Perbandingan Proses Desain Menurut Booth dan Oemardi zain . View in document p.86
Gambar 34. Proses Desain L’Avenue
Gambar 34 Proses Desain L Avenue . View in document p.92
Gambar 35. Alur Komunikasi Proyek L’Avenue
Gambar 35 Alur Komunikasi Proyek L Avenue . View in document p.93

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) Latar Belakang Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) Tujuan Manfaat Arsitektur Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) Lanskap Arsitektur Lanskap Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) Perancangan Lanskap Proses Perancangan Lanskap Kantor Office Apartemen Konsultan Lanskap Evaluasi Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Magang Metodologi Data Batasan Magang Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) Sejarah Umum Data Umum Oemardi_zain Aplikasi Teknologi Informasi Sistem Kerja Studio Kondisi Umum Proyek L’Avenue Hasil .1 Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) Manajemen Kerja Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) Faktor Pendukung dan Penghambat Simpulan Saran Proses Desain Lanskap L’Avenue di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Kegiatan Magang di Konsultan Lanskap Oemardi_Zain) POOL DECK Batu andesit RTM Platform Batu sandstone acak putih Tangga Railing Pipa stainless steel Tipe 2 Koping Tipe 3 Koping Dinding Tipe 4 Koping Dinding Tipe 2 Batu Andesit RTM