Universitas Muhammadiyah Malang
Arsip Berita
www.umm.ac.id
Gubernur Buka IRCM, Din dan Syafii Maarif Beri Keynote Speech Tanggal: 2012-11-29
International Research Conference on Muhammadiyah (IRCM) malam ini (29/11) resmi dibuka mulai pukul 19.00 WIB, di ruang teater UMM Dome. Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, dijadwalkan membuka acara yang akan berlangsung hingga Minggu (2/12) itu. Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan mantan Ketua PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, akan memberi keynote speech sebagai pembuka wacana.
IRCM merupakan forum internasional pertama yang mengumpulkan peneliti-peneliti dunia yang pernah concern tentang Muhammadiyah. Anggota Steering Committee, Nakamura Mitsuo, mengatakan acara ini menjadi bagian dari peringatan Milad Akbar 1 Abad Muhammadiyah. “Forum ini akan membahas identitas, arah dan gerak Muhammadiyah memasuki Abad ke-2 mendatang,” katanya.
Rektor UMM, Muhadjir Effendy, mengungkapkan sebagai kampus berbasis penelitian, mengumpulkan peneliti ini sangat penting. Riset-riset tentang Muhammadiyah di UMM sendiri telah tumbuh seiring stimulasi yang diberikan kepada dosen dan mahasiswa melalui kucuran dana pengembangan penelitian. Salah satu skema dana tersebut adalah riset kelembagaan Muhammadiyah yang dilakukan baik di amal usaha maupun organisasi di level pusat hingga ranting.
“Saya kira akan muncul banyak kritik dari peneliti luar dan dalam negeri yang akan muncul dalam forum ini yang mengemuka untuk perbaikan Muhammadiyah ke depan. Itu juga yang dilakukan oleh peneliti-peneliti UMM untuk mendorong perbaikan di berbagai lini Muhammadiyah,” ungkap Muhadjir.
Sekretaris SC, Najib Burhani menerangkan 70 persen peneliti yang hadir dari luar negeri, selebihnya dari dalam negeri. Dari luar negeri antara lain dari Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Belanda, Inggris, Perancis, Singapura dan Prancis. Sedangkan dari dalam negeri sebagaian besar merupakan sarjana lulusan luar negeri yang pernah atau sedang mengambil penelitian tentang Muhammadiyah.
Ketua Panitia, Jarum, menjelaskan acara akan mebrlangsung di dua tempat. Selain di ruang teater UMM Dome untuk pembukaan dan pemutaran film, konferensi diadakan di aula BAU. Sementara penginapan pembicara difokuskan di UMM Inn, sedangkan peserta di hotel sekitar kampus dan di Rusunawa.
“Banyak peserta yang menyatakan kehadirannya di akhir-akhir waktu jadi kita harus bekerja keras. Kami harap peserta bisa memaklumi mengingat pembagian tempat ini tidak mudah karena harus mempertimbangkan faktor usia senior-junior, jenis kelamin dan tentu jabatan,” kata Jarum. Namun demikian pihaknya terus memantau untuk memastikan semua berjalan lancar hingga akhir acara. (nas)