MATERI KE SH AN PERSAUDARAAN SETIA TERAT

61  1836  350 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

YANG TIDAK BISA COPY PASTE/DOWNLOAD BISA KLIK DISINI http://karyacombirayang.blogspot.co.id/2016/03/materi-persaudaraan-sehati.html

SEJARAH PENCAK SILAT

Pencak Silat adalah seni bela diri asli Indonesia yang berabad-abad umurnya dan diwariskan secara turun- temurun dari generasi satu kegenerasi berikutnya.

Pada jaman dulu ketika manusia masih hidup berdampingan dengan binatang jalan kita membedaken antara manusia dan hewan yang sama-sama mencari makan pada waktu itu maka terdapat perbedaan and nyata pada manusia kendaan tubuhnya yang sangat lemah bila dibandinghan dengan apa yang dipunyai oleh binatang. Misalnya singa, harimau, srigala, dan sebagainya.

Mereka mempanyai taring yang tajam, tenaga yang besar dan kuku-kuku yang kuat sekali Kerbau, sapi dan banteng mempuryai tanduk yang besar dan kokoh, kuda dan rusa. Mempunyai kuku yang keras laksana besi, sedangkan beruang mempunyai tenaga yang besar dan luar biasa, sebaliknya manusia kukunya tumpul-tumpul gampang robek. giginya tidak t.ajam, tenaganya tidak besar dan kulitnya tipis, namun manusia mempunyai keistimewaan lain yaitu mahluk yang dapat beripikir.

Tanpa otak yang baik inilah manusia akan musnnah dimakan binatang, .tetapi dengan adanya otak manusia menjadi sebaliknya, sehingga binatang musnah dimakan oleh manusia.

Di jaman purba takala otak manusia belum berkembang dangan baik dun hidup didalam goa-goa dan dipohon dan sebagainya. Apabila bertemu dengan binatang buas maka manusia hanya dapat menggunakan tenaganya yang ada padanya untuk melawan hewan tersebut Karena tenaganya kalah dengan hewan maka manusia sering kalah dangan hewan tersebut, apabila menang kondisi badanyapun tentu dalam keadaan menderita berat, ia membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkan luka-lukanya dan kembalinya tenaga yang telah hilang itu karena digunakan melampaui batas.

(2)

bagaimana kera memanjat, mengelakan serangan lawan,meloncat dengan cekatan dari lincah sehingga manusia bisa meniru bagaimana hebatnya gerakan kera tersebut dari situ SHT terciptalah jurus 1 - 4. Sejak waktu itulah manusia sudah tidak terlalu mudah dikalahkan karena sudah dapat meloncat, .menendang, memukul dan sebagainya. Bahkan untuk mempercepat proses mengalahkan lawan-lawannya maka menciptakan senjata untuk melengkapi bela diri yang telah dimilikinya yaitu dari alat yang sederhana berupa kayu untuk pentugan, batu lancip untuk mata tombak, pisau dan sebagainya.

Setelah peradaban lebih maju beladiri tersebut berkembang lebih sempurna dan senjata yang digunakan tambah berkembang dan lebih maju seperti toya, glati, trisula rampik dan sebagainya. Dan beladiri tersebut dinamakan pencak Silat.

Kemudian dari kumpulan orang-orang yang menjuarai beladiri tersebut maka membentuk perguruan-perguruan untuk diajarkan kepada siapa saja yang membutuhkan.

Pada jaman Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan, para bangsawan den kesatria berguru percak Silat, disamping mempelajari ketatanegaraan dan,kesusantraan. Pada saat itu kerajaan-kerajaan Indonesia tidak pernah ditaklukkan oleh kerajaan-kerajaan lain, hal ini Menunjukkan bahwa tingkat bela-diri yang dimiliki bangsa Indonesia sudah pada tingkat tinggi, sehingga dapat dipakai untuk mempertahankan diri dari serangan musuh.

ASAL USUL BERDIRI PENCAK SILAT

Menurut prof. Dr .Purbo Caroko dalam bukunya dituliskan bahwa Pencak Silat diteropong dari sudut kebangsaan Indonesia. Karangan Jumali mengatakan bahwa pencak urat katanya cak artinya injak, lincah-lincah artinya tarulang-ulang menginjak-injak, macak artinya manghias diri. Pancak garis artinya sama dengan mengatur baris. Pencak berarti memasang diri, Silat, lat artinya. pisah, Melat artinya bambu yang pisah dangan batangnya, berarti Silat memisahkan diri.

Menurut Wongso Negoro juga menuliskan dalam buku bahwa Pencak Silat adalah gerak serang dan bela diri yang berupa tari yang berirama dengan peraturan adat kesopanan tertentu yang biasanya untuk pertunjukan umum.

Silat adalah inti sari dari pencak untuk berkelahi membela diri mati-matian yang tidak, dapat dipertunjukan didepan umum

GERAKAN PENCAK SILAT INDONESIA

(3)

Walaupun lerdapat berbagai aliran pencak Silat di indonesia namun pada dasarnya memiliki ciri-ciri umum yang sama yaitu:

1. Bersifat lentur,halus dan lemas tapi tetap menggunakan tenaga pada saat- saat tertentu.

2. Tidak membutuhkan banyak ruang.

3. Lebih mengutamakan mengelak, memindahkan serangan lawan dan mengunci dari pada membenturkan tenaga.

4. Banyak menggunakan tenaga lawan dengan memanfaatkan keseimbangan badan serta saat-saat dimana lawan sedang dalam posisi tidak seimbang, sehingga dapat menghemat tenaga

5. sikap tangan selalu dekat dengan badab, kecuali saat melakukan penyerangan. 6. Gerakan kaki, angkatan dari tendangan tidak terlalu tinggi dan tidak-banyak

permainan tengah dan bawah

7. Pernafasan wajar dan tidak banyak menggunakan suara (dalam melakukan serangan/tangkisan tidak berteriak).

8. Banyak tarian ringan dalam langkah dan ringan. 9. Sikap selalu tenang dan santai tetapi tetap waspada. 10. Mempergunakan kecepatan,ketepatan dan kelincahan.

Meskipun ada ciri-ciri umum yang disebutkan diatas setiap daerah mempunyai ciri-ciri khusus yang disebabkan oleh pengaruh budaya,keadaan wilayah,kepribadian dan pendidikan setempat.

Daerah pesisir mempunyai ciri khusus yang berbeda dengan deerah pegunungan. Dan di daerah perkotaan banyak aliran pencak Silat yang telah imengambil unsur-unsur gerakan dasar bela diri luar negeri sehingga ciri-ciri umum yang ada pada pencak Silat asli tidak banyak terlihat lagi, sehingga gerakannya menjadi kaku dan patah-patah dan mementingkan kekuatan.

Kekasih manusia itu di wujudnya adalah masalah, sebab manusia itu tidak lepas dari masalah dan bila manusia menghadapi mansalah haruslah dihadapi dengan jiwa yang besar, tenang dan diselesuikan dengan baik pula. Seorang SH dalaM menghadapi masalah haruslah tanggap, tangguh dan tanggon.

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA SH

SH didirikan oleh KI NGABEI SOERO DIWIRJO yang diawali dengan berdirinya sedulur tunggal kecer pada tahun 1903 dikampung Tambak Gringsing. KI NGABEI SOERO DIWIRJO pada masa kecilnya bernama MAS DHAN lahir Sabtu pahing 1869. Beliau keturunan bupati Gresik,ayahnya bernama KI NGABEI SOERO MIHARJO mantri cacar daerah Ngimbang Jombang mempunyai 5 (lima) putra :

1. Mas Dhan

(4)

4. Wongso Harjo tinggal di Madiun 5. Karto Diwirjo tinggal di Jombang

Saudara laki-laki ayahnya bernama KI Ngabei Soero Amiprojo sebagai Wedono di Wonokromo Surabaya, saudara sepupunya adalah Raden Mas Kusumo Dinoto sebagai bupati Kediri. Seluruh keluarga ini keturunan dari Bethro Kathong di Ponorogo, putra raja Brawijaya di Mojopahit.

Tahun 1884 beliau berumur 15 th dan magang menjadi juru tulis sebagai Kontrolir diJombang,sambil belajar dan mengajar mengaji beliau belajar pencak Silat yang merupakan dasar kegemaran beliau untuk memperdalam pencak Silat dimasa-masa mendatang.

Tahun 1885, beliau pindah ke Bandung dan belajar pencak Silat dari pendekar-pendekar :

Periangan, dapat menghimpun jurus-jurus: - Cimande

- Cikalong - Cipete - Cibedhuyut - Cimalaya - Ciampas - Sumedangan

Pada tahun 1886 beliau pindah ke Betawi memperdalam pencak Silat disana dan mendapatkan jurus-jurus:

- Betawen - Kwitang - Monyetan - Permainan toya

Saat itu beliau bekerja dikantor kontrolir di Jakarta.

Tahun 1887 beliau pindah pekerjaan di kantor Kontrolir Padang, beliau berguru pada Datuk Raja Baduo di Ampengale kecamatan Pauh kota Padang,Datuk Raja Baduo merupakan guru beliau di daerah Sumatera Barat, setelah Datuk Raja Baduo meninggal diganti adiknya yaitu Datuk Baduo. KI Ngabei Soero Diwirjo belajar selama 10 thn dan mendapat jurus-jurus:

(5)

- Alang Lipe - Sterlak

Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pakaian hitam-hitam komplit pada gurunya. Di Padang beliau bertemu dengan Nyoman Ida Gempol, orang Bali yang dibuang Belanda ke Padang, beliau berguru ilmu kebatinan yang ilmunya menjiwai KI Ngabei Soero Diwirjo dalamsetia hati.

Tahun 1897 beliau kawin dengan gadis di daerah Padang,

pada tahun 1898 beliau dan istrinya pindah ke Aceh bersama adiknya untuk belajar pencak Silat pada Tengku Achmad Ibrahim dan beliau memdapat jurus-jurus:

- Langsa - Simpangan - Kucingan - Ginjai - Taruntung

Tahun 1899 Salah seorang guru beliau yang bernama Nyoman Ida Gempol, Raja kenanga Mangga Tengah pulang ke Bali. Ilmunya dapat dimiliki saudara-saudara SH dengan Motto " gerak lahir lalah dengan gerak batin, gerak batin tercermin oleh gerak lahir."

Pada tahun 1900 beliau pindah ke Jakarta sebagai masinis stumbals lalu pindah ke bandung dan menceraikan istrinya yang dari padang.

Tahun 1902 beliau pulang ke Surabaya dan bekerja sebagai Polisi Dinnar hingga mencapai pangkat sersan mayor. Di Surabaya beliau dikenal keberaniannya karena seringnya berkelahi dengan pelaut-pelaut asing.

Tahun 1903 beliau mendirikan pencak Silat dengan nama JOYO GENDILO C.M dikampong TambakGringsing dengan hanya 8 orang siswa yang didahului oleh 2 orang saudara yaitu Noto/Gunadi (adik Ngabei sendiri) dan Kenevel (orang belanda).

Tahun 1905 perkawinan yang kedua dengan ibu Sariati dengan 5 orang anak/putra tapi semuanya meninggal dunia pada waktu keci-kecil.

Tahun 1912 beliau berhenti dari polisi. Tahun 1917 beliau bekerja di DKA di Surabaya, lalu dipindahkan ke DKA Madiun dan beliau tinggal menetap di Winongo Madiun beliau tetap aktif melatih pencak Silat.

Tahun 1917, di Madiun ada pasar malam,siswa JOYO GENDILO CIPTO MULYO berdemonstrasi dialun-alun dan banyak orang-orang yang kagum, namanya populer dan siswanya menjadi banyak. Atas usul dari saudara Osvia dan Mulo nama JOYO GENDILO diganti menjadi SETIA HATI. Beliau menyetujui dan memang lebih serasi dengan tujuan kekeluargaan, keluhuran budi dan kautaman.

(6)

Tahun 1944 beliau wafat di Winongo Madiun tepatnya hari Jum'at Legi 10 November1944 dalam usia 75 th, pukul 14.oo wib. Beliau meninggalkan wasiat supaya Rumah dan pekarangannya di Wakafkan kepada SH dan selama Bu.Soero masih hidup tetap menetap disana menikmati pension beliau almarhum. Almarhum dimakamkan di Desa Winongo Madiun dengan batu Nisan geranit dan di kelilingi bunga melati.

NAMA-NAMA JURUS SETIA HATI:. 1. Jurus 1 : Betawen

2. Jurus 2 : Betowan II 3. Jurus 3 : Cimaunde I 4. Jurus 4 : Cimaunde II 5. Jurus 5 : Cikalong 6. Jurus 6 : Ciampas I '7 Jurus 7 : Ciampas II 8. Jurus 8 : Tanuh baru 1 9. Jurus 9 : Tanuh baru 1.1

10. Jurus 10 : Tionghoa Minangkabau 11. Jurus 11 : Cimande III

12. Jurus 12 : Cimande IV 13. Jurus 13 : Cimande V 14. Jurus 14 : Cibadhuyut/Toya 15. Jurus 15 : Padang Panjang I 16. Jurus 16 : Padang Pandang II 11. Jurus 17 : Cipete

18. Jurus 18 : Padang Siranti 19. Jurus 19 : Somedhangan I . 20. Jurus 20 : Sunnedhangan II 21. Jurus 21 : Kinlho

22. Jurus 22 : Cimande VI 23. Jurus 23 : Alang Lawas I. 24. Jurus 24 : Alang Lawas II

25. Jurus 25 : Mingkabau I Kucingan 26. Jurus 26 : Solok Hinangkabau 27. Jurns 27 : Cipecut

(7)

29. Jurus 29 : Sterlak 30.. Jurus 30 : Padang Ale I 31. Jurus 31 : Padeng Ale II

32.. Jurus 32 : Port do Kock/Bukit Tinggi 33. Jurus 33 : Padang Ale III

34. June 34 : Padang Ale IV 35. Jurus 35 : Kuda Batak

36. Jurus 38 : Sphai Minangkabau III

(8)

S H S I N A N D I

(SETYO BUDYO, SINUPEKET SINGSET) (TINITI ALIRING TINDAK TINATI) (HANGGAYUN PANDENE NGAWIRYO) (HAHARSUDI HANDARANING WIWIHO) (TINULATO ENG REH MENGESTUTI)

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA SETIA HATI TERATE

Setia Hati Terate didirikan oleh KI Hajar Harjo utomo di desa Pilangbangan Madiun,beliaumerupakan perintis kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun 1905 beliau lulus dari sekolah Rakyat atau kelas dua (HIS), terus magang sebagai Guru di Bateng Madiun, tidak cocok bakatnya lalu pindah kerja di SS (PJKA) sebagai leering bempte di Bondowoso,Panarukan dan Tapen. Sikap beliau terlalu berani pada atasan lalu meninggalkan pekerjaan dan pulang ke Madiun.

Tahun 1906 menjadi mantri pasar sopor di Madiun, selama 4 tahun lalu ditempatkan dipasar milir Madiun belaiu dapat promosi karena dapat memungut pleser orang dijual kayu karena pada mulanya tidak mau membayar pleser sehingga diangkat menjadi Ajuned Opsioner dipasar Dolopo Millir dan Pagotan, belum 1 tahun keluar.

Tahun 1916 beliau kawin dan bekerja di pabrik Gula Redjo Agung Madiun. Tahun 1917 beliau ujian Beombte rumah gadai lulus lalu keluar dari pabrik gula dan menunggu panggilan kerja di Rumah Gadai menganggur selama 1 th, bekerja sebagai pekerja harian di stasiun Kereta api Madiun. Mendirikan perkumpulan

"HARTA JAYA" yang bertujuan memberantas rentenir. Pada tahun inilah beliau nyantrik pada KI Ngabei Soero Diwirjo menjadi orang yang disayang oleh KI Ngabei Soero Diwirjo.

Tahun 1923 beliau masuk serikat islam mengadakankegiatan politik, lalu ditangkap Belanda dalam tahanan di Madiun dan ayahnya meninggal.

(9)

Kediri,Nganjuk,Kertosono,Lamungan, Jombang dan solo. Dengan kegiatan tersebut beliau sering keluar masuk tahanan karena sering ditangkap Belanda dengan tuduhan SH Pilang bangau dicurigai sebagai tempat berkumpulnya para Patriot Indonesia untuk melawan Belanda. Tempat-tempat latihan SH juga sering dibubarkan oleh belanda, sehingga latihannya sering juga berpindah-pindah tempat. Lalu untuk mengelabuhi Belanda nama SH diganti dengan nama PSC (Pemuda Sport Club), akhirnya saat itu beliau ditangkap lagi oleh belanda dan ditahan di Madiun.

Tahun 1925,dan saat dibebaskan dari tahanan putrinya yang bernama Harsini meninggal dunia dengan umur 1,6 th.

Tahun 1926 beliau ditangkap belanda lagi ,saat itu ibu Harjo Utomo sedang mengandung,karena didalam penjara Madiun ada pemberontakan dan beliau pun ikut terlibat hal tersebut sehingga tahanannya ditambah 5th lalu dipindahkan ke Buih Cipinang Jakarta selama 2bln dan dipindahkan lagi ke Buih Pandang panjang Sumatera.

Tahun 1932 beliau pulang dari pembuangan dalam penderitaan keluarga,akhirnya beliau tidak mengajarkan pencak Silat lagi secara keliling dan hanya mengajar di Pilang bangau Madiun. Adapun penghidupannya selalu tidak tetap dan beliau juga pernah ditolong , untuk menjadi Redaktur harian dan sebagai Okrol/Pengacara.

Tahun 1942 pada masa pendudukan Jepang atas usul saudara SH PSC yaitu sdr.Suratno Sureng pati nama PSC diganti dengan nama SETIA HATI TERATE sampai sekarang dengan dasar tanpa organisasi.

Tahun 1948 atas usul sdr.Soetomo Mangku Joyo, Jendro Darsono dan Saudara Soemaji diadakan konverensi Setia Hati Terate di Pilang bangau dirumah Bapak Hardjo Utomo dengan haSH bahwa Setia Hati Terate diorganisasikan secara formal dengan pengurus:

Ketua pusat : Sdr.Soetomo Mangku Jaya Wakil ketua : Sdr.Jendro Darsono

Sekretaris : Sdr. Soemaji

Tahun 1950 karena saudara Mangku Joyo pindah ke Surabaya, sauadara Jendro Darsono pindah ke Kediri, pimpinan pusat dipegang oleh Sdr.Ersad, sekertaris Bambang soedarsono.

Tahun 1952 KI Hajar Harjo Utomo meninggal dunia karena sakit darah tinggi. Sdr. Ersad adalah pencipta senam toya 1 – 20 dan senam dasar 1 – 90.

Nama-nama Jurus SH Terate lama :

(10)

Jurus 11 adalah permainan Merak Jurus 12 - 13 adalah permainan Harimau Jurus 14 - 15 adalah permainan Tinju Thailand Jurus 16 - 20 adalah permainan Dobel

Jurus 21 - 24 adalah permainan Pedangan Jurus 25 adalah permainan bawah

(11)

DASAR DAN AZAS PSHT

Ke SH an adalah pendidikan atau pelajaran didalam SH terate mengenai budi pekerti atau kerohanian.

Ajarannya mengenai pelajaran jasmani dan rokhani.

- Pendidikan jasmani yaitu pelajaran pencak Silat, yang diajarkan antara lain: senam, jurus, kripen, toya.

- Pendidikan rohani yaitu pelajaran ke-SH-an. Hal-hal mengenai SH :

persaudaraan SH Terate didirikan pada tahun 1922 di Madiun sebagai pusat organisasinya. Untuk waktu yang tidak ditempat lain didirikan cabang-cabang dan ranting.

Dasar dan azas persaudaraan SH Terate :

1. persaudaraan SH Terate berdasarkan Idiil PancaSHa dan UUD 1945 negara RI

2. persaudaraan SH Terate berazaskan persaudaraan atau kekeluargaan yang kekal,keolahragaan,kesenian, beladiri pencak Silat dan kerohanian

3. persaudaraan SH Terate tidak berafiliasi/memihak pada aliran politik manapun

Hampir seluruh pencakSilat di Jawa menganut aliran SH. Gerakan pencakSilat diseluruh nusantara, karena memang KI AGENG SURO sebelum mendirikan pencakSilat SH telah belajar pencakSilat hampir di seluruh Nusantara. Gerakan itu misalnya berasal dari :

- Cimande (jurus 9) - Banten (senam 50)

Pertsaudaraan adalah ikatan batin yang kuat yang tidak membedakan kaya dan yang miskin.

Aliran adalah gerakan merupakan ciri khas gerakan. Tujuan SH Terate :

1. Mempertebal rasa ke Tuhan yang maha esa.

2. Mempertingi seni budaya pencakSilat dangan berpedonman pada ajaran dan wasiat Persaudaraan SH Terate,

3. Mempertebal rasa cinta kasih pada sesamanya atau "Asih sepadha padhane tumitah".

(12)

5. Mempertingi mental/spiritual dan fisik bangsa lndonesia pada umumnya dan warga SH Terate pada khususnya.

6. Mempertebal kepercayaan pada diri sendiri atas dasar kebenaran.

7. Ikut serta mendidik manusia buntuk menjadi baik dan luhur yang tahu benar dan salah serta berjiwa PancaSHa

Manusia yang barbudi luhur artinya : - mengenal Tuhan.

- bisa mementingkan keperluan orang lain/umum.

- Orang SH itu dalam hal.yang remeh -mengalah tetapi dalam hal yang prinsip dipertahankan.

- Memayu huyuning bawana. - Empan papan.

SH singkatan dari Setia Hati

Arti yang tersurat : setia pada hati sendiri atau percaya pada diri sendiri dengan keyakinan bahwa kekuatan tertinggi itu ditangan Tuhan.

Kenapa munusia itu harus percaya pada dirinya sendiri ?

karena manusia kalau tidak percaya pada dirinya maka manusia akan selalu gagal dalam mencapai cita-citanya.

Pepatah SH mengatakan :

bahwa manusia itu bisa dihancurkan, bisa dimatikan, tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih berpegang teguh pada dirinya atau tetap setia pada hati nuraninya sendiri atau ber-SH pada hatinya sendiri.

sendiri artinya lebih baik mati dari pada kalah. Semboyan menghadapi lawan :

Cilik ora kurang bakal gede ora turah bakal,waton keno dak ingeti ora ilang tak kedhepi ,isih ujud manungso ora bakal mundur.

Kawan gelut, kalah gede kalalah, nanging manungso gelut kalah gede durung mesti yen kalah amarga manungso iku duwe akal lan budi.

(13)

2. Olahraga. 3. Kesenian 4. Beladiri. 5.Kerohanian

1. PERSAUDARAAN

Arti Persaudaraan: ikatan batin yang sang at kuat antara sesama warga SH Terate sehingga seperti saudara sekandung.

Hal ini mengandung pengertian bahwa dalam Terate tidak perduli itu kaya atau miskin pangkat dari tidak pangkat, besar kecil kalau sudah menjadi warga SH harus saling menganggap sebagai saudara kandung dengan tujuan guyub rukun. Agar rasa persaudaraan guyuh rukun kekal dan abadi herus didasari

1. saling pengertian. 2 saling menyayangi.

3. saling bertanggung jawah.

2. OLAH RAGA

Olah raga dalam SH ialah gerakan badan yang teratur dan berencana yang bertujuan menguatkan otot dan menyehatkan tubuh.

Jadi, anggota SH sudah berolah raga sehingga diperoleh tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula

3. KESENIAN

Yang dimaksud disini ialah seni tari yaitu: gerakan badan yang indah, teratur dan berirama yang dapat diiringi bunyi-bunyian tertentu atau gamelan dan sebagainya, sehingga akan menimbulkan kenikmatan tertentu bagi yang melihatnva.

Disitu anggota SH diharapkan dengun materi yang sudah dipelajari: senam, jurus dan lain-lain kecuali sebagai sarana olahraga Juga dapat memainkan sebagai seni tari yang indah hal ini sesuai dengan pengertian "pencak" yaitu gerakan bela berupa tari yang berirama dengun peraturan adat, kesopanan tertentu, yang biasanya untuk pertunjukkan umum.

4. BELA DIRI

Yaitu usaha untuk melepaskan, menghindari atau mempertahankan dari keadaan yang mengancam dirinya.

(14)

diingat oleh anggota SH yaitu pencak Silat yang dimiliki bukan untuk mencari lawan tetapi hanya untuk membela diri bila menghadapi bahaya yang menyerang dirinya. Seperti pepatah SH mengatakan “kami tidak mencari pedang bermerah darah tapi bila ada kami tidak akan lari meninggalkanya” atau musuh tidak dicari tapi kalau ada jangan lari”

5.. KEROKHANIAN

yaitu pendidikan budi pekerti/akhlak yang mengarah pada tujuan SH yaitu mandidik uurga SH untuk Menjadi baik dan berbudi luhur yang tahu benar dan salah.

Pendidikan budi pekerti dalam SH penting sehali sehingga di dalam SH ada istilah "lebih baik: menjadi warga SH yang matang ke-SH-anya tapi mentah pencaknya dari pada matang pencaknya tapi mentah ke-SH-annya. Ibarat pagar ke-SH-an ini adalah sarana untuk memagari. warga SH mengenai apa yang boleh dikerjakan warga dan apa yang tidak boleh dikerjakan. ke-SH-an ini sabagai alat pengontrol bagi warga SH dalum berbuat atau tingkah lakunya di masyarakat

Dalam SH diajarkan pencak Silat karena pencak Silat ini marupakan senjata yang tersembunyi bagi sesoorang yang yang bila penggunaannya tidak pada tempatnya bisa mencelakakan orang lain. Oleh harana itu supaya tidak tarjadi hal-hal yang tidak diinginkan SH mengikat warganya dengan ke-SH-an tersebut, ibarat sepucuk pistol bila dimiliki oleh seorang penjahat, maka pistol itu akan menjadi alat pembunuh yang membahayakan, Sebaliknya bila pistol tersebut dimiliki oleh seorang polisi maka pistol itu akan mejadi pembasmi kejahatan yang baik.

Kurang lebih demikianlah pencak Silat yang dimiliki oleh para warga SH bilamenguasai pencak Silat tersebut mental atau budi pekertinya tidak baik akan mencelakakan orang lain.

Salah satu tujuan-SH yaitu :

Mendidik manusia untuk manjadi baik dan berbudi luhur yang tahu benar dan salah.

benar dan salah menurut SH 1. Benar sendiri :

yaitu pendapat kita anggap benartapi umum tidak mengakui 2. Benarnya umum

yaitu benarnya sendiri kalau sudah diakaui umum maka benarnya sendiri ini akan menjadi benarnya umum.

(15)

Penilaian benar dan salah/baik buruknya menurut SH:

1. Bila seseorang itu baik burunya lebih banyak baiknya maka kita anggap baik. 2. Sebaliknya bila seseorang itu buruknya lebih banyak kita anggap buruk.

Pola hubungan pergaulan manusia : 1. Saya baik dia baik

2. Saya baik dia jelek 3. Saya jelek dia baik 4. Saya jelek dia jelak

Benarnya sendiri dan umum kedua pendapat tersebut yang sering diapakai adalah : benarnya sendiri yang tidak bertentangan dengan umum.

Benar ialah : sesuatu yang memenuhi syarat-syarat atau norma-norma tertentu pada suatu saat dan waktu yang telah ditentukan.

Salah ialah : semua orang yang telah sesuatu yang melanggar syarat-syarat atau norma-norma tertentu pada suatu saaat dan waktu yang telah ditentukan. Adil ialah : semua orang yang telah mendapatkan haknya masing-masing yang

syah menurut ketentuan.

Berbudi luhur menurut SH:

Untuk mencapai berbudi luhur menurut SH harus mencapai memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Keimanan kepada Tuhan mutlak

2. Bisa mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.

3. Kalau soal kecil atau remeh mengalah tapi kalau soal prinsip/besar kita pertahankan atau kita ambil tindakan

4. Asih sepadha phudane tumithah atau cinta kasih kepada sesama 5. Ikut memayu hayuning bawana

6. Empan papan

Iman adalah keyakinan akan ke Esaan Tuhan yang dibenarkan oleh hati diucapkan oleh lidah dan diwujudkan dalam amal perbuatan.

Keimanan yang dapat diukur oleh manusia ada 4 tingkatan :

(16)

2. Melaksanakan perintah Tuhan dan melaksanakan laranganNya

3. Tidak melaksanakan perintah Tuhan dan tidak melaksanakan laranganNya 4. Tidak melaksanakan perintah Tuhan tapi melaksanakan laranganNya Sebagai seorang SH harus bisa melaksanakan yang :

1. Karena keimanan kepada yang mutlak otomatis hati nurani seorang SH selalu berkiblat kepadaTuhan.

2. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi sehingga hubungan pergaulan dalam masyarakat dapat terbina dengan baik.

3. Kalau soal prinsip harus kita ambil tindakan seperti semboyan “pecahe dhada mrucate nyawa”

4. Tidak senang melihat orang lain sengsara atau tidak boleh membuat lain susah. 5. Ikut menjaga ketenteraman dan kelestarian dunia, jalan satu-satunya orang SH

seperti no.4

Tidak senang melihat orang lain sengsara namun orang SH akan senang melihat orang lain bahagia.

6. Orang SH harus bisa menempatkan masalah yang dihadapi pada tempatnya/fleksibel (sesuai dengan sikon)

ARTI LAMBANG PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Lambang persaudaraan setia hati teratemengandung makna yang sangat dalam diawali :

1. Bentuk lambang Segi Empat, artinya:

4 kiblat 5 pancer (dihati) yang dimiliki manusia yang isinya yaitu : 1. cipta , 2. rasa 3. karsa 4. jiwa 5. Badan

kelima tadi bisa seimbang, maka manusia akan dapat berkarya : – cipta : daya pikir

– rasa : perasaan – karsa : kemauan – jiwa : rokhani – badan : jasmani 2. Dasar warna hitam

Dasar warna hitam melambangkanbahwa persaudaraan dalam SH itu kekal abadi. Persaudaraan yang dimaksud adalahseperti saudara sekandung.

3. Hati berwarna putih tepi berwarna merah:

(17)

b. hati tepinya berwarna merah artinya : melambangkan kasih sayang yang tidak ada batasnya bisa yang dijadikan diberi kasih sayang kesengsaraan pembunuhan.

4. Hati yang bersinar:

a. dimanapun orang SH berada harus memancarkan kasih sayang / sepadha padhane tumitah".

b. Orang SH itu percaya akan adanya hukum karma atau hukum timbal balik. - Sinar kasih sayang : tidak mau semena-mena kepada orang lain tidak mau

berbuat tumbak cocokan/ adu-adu.

- Manungau iko bakal ngunduh wohing pekerti : manusia itu akan memetik haSH yang dilakukan.

5. Bunga terate.

a. adalah yang bisa hidup disegala tempat, itu melambangkan itu orang SH harus bisa hidup disegala lapisan masyarakat. Bunga terate ada 3 :

- kuncup

- setengah mekar - mekar sekali

semua warga SH terdiri dari berbagai macam lapisan masyarakat, namun tetap satu seperti saudara sekandung.

6. Pita sebelah kanan : putih garis tengah merah.

Artinya orang SH harus berdiri tegak ditenga-tengah keadilan dan kebenaran 7.Senjata

Artinya di SH diberi pelajaran beladiri berupa pencak Silat .mengapa pencak Silat ? karena pencakSilat merupakan beladiri kebudayaan bangsa indonesia yang asli. Pepatah SH mengatakan bangsa yang kehilangan kebudayaannya adalah bangsa yang terjajah jiwanya.

8.Tulisan PERSAUDARAAN.

Mengapa yang ditulis dulu persaudaraan ? karena dalam SH yang mengutamakan persaudaraannya sedang pencak Silat hanyalah tali pengikat untuk memperkuat tali persaudaraan.

MEMELIHARA PERSAUDARAAN

Persaudaraan adalah pergaulan antar umat manusia untuk mencapai hidup guyub rukun satu sama lainnya.

Dalam persaudaraan sangat diperlukan adanya : tanpa pamrih dengan pandangan sama-sama sederajat tidak ada menang-menangan dan lebih mengutamakan :

(18)

2. saling mebutuhkan 3. saling menghargai

4. saling mengutamakan rukunya dari pada pada kumpulnya.

Di dalam PSHT berdasarkan suatu prinsip :

Pelajaran SHT kita hayati dan kita amalkan, pepacuh dan wasiat kita tidak dilanggar. PSHT bukan persaudaraan awut-awutan tetapi ada peraturannya dan kaedahnya :

1. Tidak boleh sawenang-wenung bagi warga senior terhadap warga yunior. 2. Bagi warga yonior tidak boleh bertindak semaunya terhadap wardga senior. 3. Persaudaraan tidak boleh meninggalkan tertib organisasi atau Administrasi

persaudaraan.

4. Persaudaraan tidak boleh meninggalkan disiplin.

5. Disini persaudaraan SHT adalah persaudaraan yang menghargai martabat sesama saudara yang dijiwai hati yang tulus untuk saling bantu-membantu, tolong-menolong dalam mengarungi samudra kehidupan ini.

Dalam PSHT tersebut pastilah ada hambatan-hambatan persaudaraan antara lain: 1. Kalau ada warga SH Terate yang merasa hebat sendiri dan menhendaki

warga lainnya tunduk dan mengikuti kehendaknya.

2. persaudaraan Setia Hati Terate bisa terganggu apabila didalam kegiatan-kegiatan ada pemimpin yang bersifat kurang memiliki kepribadian yang dewasa.

SIFAT-SIFAT WARGA SETIA HATI: 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Berbudi luhur, pemberani dan tidak takut mati, soal kecil mengalah, soal besar dan prinsip baru bertindak. Soal kecil mengalah artinya warga SH Terate suka memberi maaf kepada orang lain, baru pada masalah yang besar dan prinsip warga SH terate bertindak dengan tidak meninggalkan tanggung jawab.

3. Sederhana, suka memayu hayuning bawana,

sederhana yaitu baik bertingkah lakukita akan kita sesuaikan dengan keadaan dimana kita berada.

 Kalau menghadiri orang meninggal dunia kita bisa ikut bela sungkawa

(19)

 Kalau kita berbicara kita tidak menambah-nambahi sehingga kita tidak menimbulkan / menjurus kepada kesombongan.

- Sikap memayu buyuning bawana berarti kita senang melihat kebahagian orang lain, sifat tersebut diatas dapat disingkat menjadi 3 hal :

1. Bisa menghilangkan keakuan 2. Bisa menghilanghan rasa meri.

3. Siap menjalanhan tugas dan kewajiban dalam kehidopan sehari-hari/ini.

Jadi ilmu Setia Hati Terate merupakan sumber pondasi daripada cara berpikir, tindak tanduk, tingkah laku dan pengambilan keputusan dari suatu permasalahan.

Untuk itulah maka persauda.raan Setia Hati Terate mampu atau bisa guyub rukun yang kekal dan abadi. Samua ini ada. kaitannya dengan langgengnya persaudaraan ada saling pengertian, ada saling sayang menyayangi dan taling tenngung jawab, artinya persaudaraan kita didasari:

1. saling menghargai 2. saling membutuhkan 3.. saling mempercayai

Uraian tersebut di atas tadi adalah syarat-syarat demi kita warga SH Terate dalam persaudaraan yang kekal abadi. Sedangkan ilmunya dinama.kan illmu Setia Hati, ilmu Setia Hati Terate adalah lmu untuk mengenal diri pribadi sebaik-baiknya, karena warga.yang sudah mengenal diri pribadinya sendiri maka ia tidak sulit mengenal diri pribadi orang lain, siapa yang bisa menasehati diri sendiri maka ia tidak sulit menasehati orang lain, siapa yang bisa memimpin diri sendiri maka ia tidak sulit memimpin orang lain.

ARTI KESETIAAN DALAM SETIA HATI:

Setelah kita mengetahui arti persaudaraan dan makna ilmu SH maka timbulah kesetiaan di hati kita masin-masing yang berarti setia hati. Orang yang.telah setia pada hatinya sendiri ia punya sifat "jumbuh njobo njerona' kalau perasaan di hati kita putih, maka luaryapun putih, kalau yana ada di hati kuning, maka yang keluarpun kuning. Ini berarti orang SH tiada punya sitat munafik.

Untuk itu perguruan persaudaraan SH Terate dilambari pertemuan dari hati ke hati yang membuahkan temu rasane.

(20)

Orang yang punya pendirian yang teguh adalah orang yang mempunyai kepribadian. Orang yang mempunyai pendirian yang teguh adalah orang yang mempanyai sifat-stat yang tidak sudah terseret oleh sitat lingkungan yang tidak baik, malah orang tersebut. bisa memimpin lingkungan tersebut menuju lingkungan yang baik yang tahu benar dan salah.

Manusia yang tahu dengan salah adalah manusia yang mengerti apa yang dikerjakan.

Untuk itulah kita harus merasa ikut handarbeni persaudaraan Setia Hati Terate yang kita cintai ini. Karena kite turut handarbeni kita harus berani ikut hagondeli. Kalau kita sudah bisa hanagondeli kita harus bisa ngulat sariro hangrosowani, artinya para warga SH Terate tahu tempat dirinya masing-masing dan akhirnya mengerti tugas dan kewadiban dan anal yang harus kita kerjakan karena ilmu yang baik bila tidak diamalkan akan sangat berdosa.

Untuk itulah dalam pelajaran ke-SH-an manusia bisa barbuat dosa tanpa bertindak, jadi SH Terate telah Mengerti mengihayati, ilmu-ilmu SH harus juga diamalkan kepada. Masyarakat luas

Tanpa mengerjakan hal tersebut kebobrokan yang ada dalam masyarakat/lingkungan dia berada, dia ikut berdosa, jelasnya dimanapun warga SH burada. persaudaraan SH Terate harus berdiri dan berkambang.

Pepatah mengatakan:

"Kardiyo Westro lungset ing sampiran"

Ibarat orang yang memiliki ilmu yang tidak dikembangkan.

Kenapa orang SH tidak boleh terlalu susah sebab orang yang paling susah biasanya mengenai dua hal:

1. Bila cita-citanya gagal

2. Bila kehilangan barang yang dicintai

Ad.1. bila cita-citanya gagal

Dalilnya supaya tidak terlalu susah:

a. Tidak semua cita-tita manusia itu berhaSH sebab apabila cita-cita manusia itu berhaSH makaa justru keadaan dunia tidak seperti sekarang ini.

b. Bila mempunyai cita-cita hendaknya disesuaikan dangan kemampuan

c. Bila cit.a-cita saudara gagal handakla.h segera pindah pada cita-cita yang lain cita-cita yang baru.

ad.2. Bila kehilangan barang yang dicintai dalilnya

(21)

mungkin kehilangan,

b. Kalau mempunyai tidak mau kehillagan sebaiknya yang hilang saudara dulu. MUTIARA-MUTIARA SH / FALSAFAH-FALSAFAH SH :

1. menangis dalam kebahagiaan itu banyak tapi orang yang tertawa dalam penderitaan itu tidak banyak, maka dari itu siapa yang bisa menyelesaikan penderitaannya dengan senang hati adalah orang hebat.

2. Menunda pekerjaan berarti memperpanjang pekerjaan.

3. Orang itu tidak akan berhaSH dalam segala hal tanpa didahului disiplin.

4. Lebih baik lebih dulu 3jam daripada terlambat 3 menit.

5. Orang bodoh itu bisa dipintarkan,tapi jika males sukar untuk diajak maju.

6. Orang yang cerdas belum tentu cerdik tapi orang cerdik pasti cerdas.

7. Tingginya ilmu seseorang bukan jaminan suatu kemenangan,tingginya keberanian pun juga bukan jaminan suatu kemenangan,tapi dari rangkaian keberanian,tingginyailmu,ketabahan dan taktik lah yang bakal menentukan.

8. Seorang pendekar haruslah mempunyai jiwa yang kuat, ulet dan tangguh ulet dan tangguh dalam menghadapi cobaan di dunia ini, ibarat batu karang yang kokoh yang ada di tengah samudara tak runtuh oleh deburan ombak namun tambah kukuh dan perkasa

9. Sepiro gedhene sengsoro yen tinompo aung dadi cobo

10. Cin tak ocak acik Mrico Polo tak Gawe Dakon karepku tak gawe becik/apik dene mbok tampa ala mangga sak kersa

11. Cilik ora kurang bakal gede ora turah bakal,waton keno dak ingeti ora ilang tak kedhepiisih ujud manungso jalok opo bakal tag ladeni.

12. Kewan gelul kalah gedhe kalah, manungsa gelug kalah gedhe durung karuan.

13. Sing sopo menang sa wenang-wennag ora bajal lestari anggone menang.

14. Sing supu salah ora ngakoni kalah bakal lestari anggone salah.

15. Manungso iku bakal ngunduh wohing pekerti.

16. klabang iku wisane ana ing endase, kalajeng king iku wisane ana ing pucuking buntute,yen ulo wisane dumunung ana untune, nanging uwong kang munafik wisane dumunung ana ding sak kujur awake"

17. Pendekar SH Terate iku kudu bisa : 1. Menang tanpa ngasorake

2. Ngluruk perang tanpa bala

(22)

4. Dekdaya tanpa aji

18. Yen siro dibeciki dening liyan tulisen ing watu supoyo ora ilang lan tansah kelingan,yensiro gawe kabecikan tulisen ing lemah ben ilang lan tansah ora kelingan.

19. Wong linuwih iku sugih welas lan cekak pengapurane.

20. Wong kang ora gelem ngudi kabecikan iku prasat setan.

21. Ojo seneng gawe gendro jalaran gawe gendro iku sipating demit.

22. Ojo pisan-pisan nyacat dening liyan,amarga ora ono wong kang tanpo cacat.

23. Wong linuweh iku kudu biso ngepek ati lan ngepenakake liyan.

24. Wong golek iku yen wes oleh weweh,yen wes weweh ngengeh.

WASIAT SH TERATE

wasiat ini sering disebut pepacuh/larangan-larangan Pasal 1Warga Setia Hati Terate Harus :

1. Berbakti Kepada Tuhan, orang tua dan gurunya. 2. Menjaga kebaikan nama SH Terate pada umumnya 3. Bersikap ksatria dan tetap pendiriannya

4. Berdiri diatas keadilan, kebenaran dan tidak boleh memihak sebelah 5. Berani karena benar, dan takut karena salah

6. Bertanggungjawab atas segala perbuatannya

7. Menjaga ketentraman dan menjunjung tinggi nusa dan bangsa 8. Membuktikan sebagai bangsa yang merdeka

9. Melenyapkan sikap mementingkan diri sendiri

10. Kekal dalam persaudaraan, dan menguatkan semangat tolong-menolong diantara sesama bangsa indonesia terutama sesama anggota SH Terate

Pasal 2 : warga SH tidak boleh

1. Memberi pelajaran pencak Silat tanpa surat kuasa dari pengurus pusat atau cabang

2. Sombong dan membuat sakit hati sesamanya

3. Menunjukkan kepandaiannya di muka umum, yang hingga dapat membuat sakit hati orang lain.

(23)

5. Menerima segala sesuatu yang tidak sah Pasal 3 Warga Setia Hati Terate dilarang : 1. Berkelahi sesama warga SH Terate 2. Merusak Pager Ayu

3. Merusak Purus hijau (sesuatu yang masih dalam keadaan hijau) 4. Merampas dan memiliki hak orang lain

(24)

RETORIKA

Arti retorika disebut juga teknik berpidato. Pidato adalah penyampaian pikiran informasi dari pembicara kepada khalayak ramai.

Pidato yang baik adalah yang mampu meyakinkan pendengarnya.

Syarat seorang berpidato yang baik adalah : 1. Berpengetahuan yang luas

2. Bertekat untuk meyakini keberhaSHan pidatonya 3. Mempunyai perbendaharaan kata yang cukup 4. Sering latihan

Tata krama berpidato

1. Berpakaian rapi dan sopan ( tidak pamer) 2. Ramah dan rendah hati (tidak angkuh) 3. Menggunakan kata-kata yang menarik 4. Perlu diselingi homur

5. Isi dan tema disesuaikan dengan yang hadir (tokoh masyarakat, wanita, anak-anak dan lain-lain).

Sistematika berpidato

1. Salam pembukaan : Assalamualaikum, selamat pagi, siang dan lain-lain 2. Pendahuluan : ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa

Ucapan terima kasih kepada hadirin Ucapan kegembiraan dan lain-lain

3. Materi pidato : hal-jhal yang dipidatokan sesuai dengan acara, harus jelas, mudah diikuti oleh pendengar

4. Kesimpulan : menyimpulkan isi pidato 5. Harapan / ajakan

6. Penutup

Faktor penunjang

(25)

2. Faktor fisik : pembicara harus sehat, gagah, simpatik dan rapi 3. Faktor sarana

- Waktu dan tempat harus tepat - Pengeras suara

- Kondisi panggung dan podium harus baik 4. Faktor keamanan

Penguasaan masa

a. Volume suara : suara harus sesuai dengan kondisi masa

b. Kondisi pendengar masa harus diketahui untuk menyesuaikan bahan pidato c. Pembicara harus pandai dan cerdas

d. Waktu pembicara jangan terlalu lama dan membosankan Penutup

Supaya dicamkan :

1. Barang siapa naik podium tanpa persiapan yang baik berarti dia akan turun podium dengan tanpa penghormatan

2. Pembicara harus bermoral baik dan jujur pada diri sendiri, karena jika pembicara tidak bvermoral yang baik tidak akan didengar apa isi pembicaraannya.

FUNGSI KEPEMIMPINAN DAN CIRI-CIRINYA

Pengertian yang sebenarnya dalam bentuk umum ialah menunjukan suatu proses kegiatan seseorang/ sekelompok orang dalam mempengaruhi, membina, mengontrol jalan pikiran perasaan, tingkah laku seseorang/ sekelompok orang untuk menuju kepada sasaran yang telah ditetapkan.

Kepemimpinan menurut dewan pusat SHT (MAS IMAM)

Kepemimpinan adalah : seni mempengaruhi dan membimbing untuk memperoleh ketaatan yang ikhlas penghargaan dan bantuan serta kerja sama yang ikhlas yang kesemuanya diperlukan untuk terpenuhinya demi diselesaikan tugas pokok.

Sedangkan menurut Mas BAMBANG

Kepemimpinan adalah : suatu kemampuan yang dimiliki seseorang yang dalam mempengaruhi orang lain/ sekelompok orang untuk menuruti kehendaknya guna menuju sasaran yang disepakati bersama.

(26)

1. Peniruan

Tujuannya menjadikan seseorang sebagai tokoh dalam organisasi sebagai tingkah laku.

Misalnya : tokoh werkudoro dalam pewayangan yang mana tokoh tersebut mempunyai tingkah laku yang sangat terpuji, diantaranya berani, jujur, bersikap kesatria dan tindak tanduknya baik dan lain-lain.

Pengaruh peniruan seperti ini secara tidak langsung dapat merubah tingkah lakus eseorang untuk berbuat seperti apa yang dilakukan tokoh yang bersangkutan, sehingga orang lain akan mengikuti dan meneladani tokoh yang digambarkan tersebut.

2. Sugesti

Caranya dengan menyajikan ide-idenya yang meyakinkan sehingga orang lain terpengaruh dan mengikuti kehendaknya. Cara ini masih belum langsung mengikuti atau tidak mengikuti.

3. Persuasi

Persuasi ini lebih luas dari sugesti karena seseorang diyakinkan atatu didorong kerah tindakan tertentu. Hal ini dapat disertai janji-janji yang diinginkan / berhadiah/ pujian sehingga orang tersebut bersedia mengikuti kehendaknya.

Cara ini adalah cara mempengaruhi secara langsung dengan dapat mengubah sifat dan tingkah laku orang secara langsung pula hal ini akan terlihat dari tindakan orang lain seperti rajin masuk bekerja, bersemangat dan lain-lain.

4. Paksaan

Cara paksaan adalah yang paling keras dari pengaruh yaitu tekanan-tekanan terhadap diri seseorang supaya dia mengikuti kehendak orang lain. Tekanan ini dapat berupa orang menggunakan alat-alat untuk melaksanakan tekanan itu sehingga mau tak mau orang harus mengikuti pengaruh orang yang mempengaruhi/ pemimpin dapat memilih salah satu kombinasi dari sarana tersebut diatas tergantung pada situasi yang bagaimana yang dihadapi.

BENTUK/TYPE PEMIMPIN ADALAH SUATU KELOMPOK/ORGANISASI 1. Tipe Otokratis

(27)

1. Mengganggap orgasisasi sebagai milik pribadi

2. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. 3. Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata 4. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat bawahannya

5. Dalam tindakan penggerakannya sering menggunakan cara paksaan dan menghukum.

2. Tipe Militeris Mempunyai sifat :

1. Dalam menggerakkan bawahannya sistem perintah

2. Senang kepada formalitas yang berlebihan dan melihat status pangkat dan golongan

3. Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan 4. Sukar menerima kritik bawahannya.

3. Tipe Paternalistis Mempunyai sifat :

1. Dalam menggerakkan bawahannya selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah mahluk mulia (menghargai hak asasi manusia)

2. Selau berusaha mensinkronkan kepentingan dan tujuan dan kepentingan organisasi dengan tujuan dan kepentingan pribadi bawahan

3. senang dan mau menerima saran dari bawahan

4. selalu berusaha mengutamakan kerja sama dalam team work dalam usaha pencapaian tujuan

5. ikhlas memberikan kebebasan yang luas pada bawahannya untuk berbuat salah yang kemudian dibimbing untuk diperbaiki agar lebih berani dalam melaksanakan tugas/program kerja dan kegiatan yang lain.

6. Berusaha mengembangkan kapasitas dan kemampuan pribadinya sebagai pemimpin dan bawahannya.

AZAS DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN Asas kepemimpinan yang baik adalah :

Kepemimpinan yang mengandung kebenaran fundamental yang digali darikepribadian/kebudayaan bangsanya.

(28)

PancaSHa).

Manifestasi kepemimpinan PancaSHa dijabarkan dalam 11 asas,yaitu: 1. Taqwa:

Bertaqwa kepada Tuhan YME dengan sesungguhnya sehingga ikhlas dalammenjalani perintah dan laranganNYA. Dengan taqwa ini seorang pemimpin dapat menjadi tuntunan bahagia, bergairah dan bergembira yang sekaligus dapat terpenuhi kewajibannya dan amanah dari Allah dan amanah dari manusia yang memberikan kepercayaannya.

Ciri-ciri orang taqwa : tentram, damai, gembira, bahagia, tabah, sabar dan tawakal.

2. Ing Ngarso Sung Tulodho

Seorang pemimpin harus berdiri didepan dan bisa memberikan contoh suritauladan yang baik,menjauhkan diri dari perilaku yang tidak hormat. 3. Ing Madyo Mangun Karso

Seorang pemimpin harus mampu menggugah semangad anak buahnya melaluihubungan dan dialog yang akrab,kekeluargaan,terbuka,obyektif dan saling pengertian.

4. Tut Wuri Handayani

Seorang pemimpin harus mampu member dorongan pada anak buahnya agartidak sewenang-wenang dan agar berprestasi.

5. Waspodho Purbawasesa

Seorang pemimpin harus selalu waspada serata sanggup dan berani memberikankoreksi yang benar pada anak buahnya dan selalu mencegah pengaruh-pengaruhnegatif yang dapat merusak mental dan moral maupun disiplin anggota, serta harus dapat melihat anak buanya yang mempunyai dedikasi yang tinggi dan prestasi yang baik.

6. Ambek Parumarto

Seorang pemimpin harus dapat memilih dengan tepat mana yang harus dilakukan yang harus mendapat prioritas dalam melaksanakan dalam program kerjanya.azas ini mengandung prinsip ekonomis efektif dan efisien untuk dpat mengambil tindakan yang tepat dan dengan resiko yang kecil.

7. Prasojo

Seorang pemimpin harus memiliki perilaku yang lebih baik,kreatif dalam berpikirdan mampu menangani segala permasalahan yang dihadapi.

8. Setia

(29)

organisasi.

9. Gemi Nastiti

Seorang pemimpin harus dapat membatsi pengeluaran dan penggunaan keuangan organisasi pada kepentingan yang tidak benar-benar diperlukan (bisa menghemat pengeluaran organisasi)

10. Bloko

Seorang pemimpin harus memiliki kerelaan, berani tanggung jawab, keberanian mempertanggungjawabkan segala tindakan, berani mengakui kesalahan dan memiliki watak Satria/ tidak menutupi suatu kekurangan / kesalahan.

11. Legowo

Mempunyai kemampuan dengan rela ikhlas pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya. Jabatan seorang pemimpin tidak akan ada garansi untuk dipertahankan secara abadi.

NORMA ATAU CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BAIK

Untuk menjadi pemimpin yang baik seharusnya mempunyai kelebihan sikap tertentu diatas orang yang dipimpinnya yaitu meliputi pemikiran dan rasio/ penalaran rokhani dan jasmani.

Norma ciri-ciri kepemimpinan yang baik : 1. Berwibawa

2. Jujur 3. Terpercaya 4. Bijaksana 5. Mengayomi 6. Berani mawas diri 7. Mampu melihat kedepan

8. Berani dan mampu mengatasi kesulitan

9. Bersikap wajar, Tegas dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil 10. Sederhana penuh pengabdian pada tugas dan kewajiban

11. Mempunyai sifat-sifat ingin tahu, mendorong untuk banyak berpikir atau belajar pada bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi.

Catatan:

(30)

telah diambilnya dan berani mempertangang jawabkan apa yang telah diambilnya dangan resiko apapun.

ARTI PEMBUKAAN

Pembukaan diawali dengan berdiri alif, dengan penjelasan pengakuan adanya Tuhan YME. Tidak sekedar pengakuan tetapi diyakini dengan seyakin-yakinnya sehingga seorang SH dapat membuktikan adanya Tuhan YME. Sebagai pengantar dapat membuktikan adanya Tuhan YME. Sebagai pengantar dapat diberikan contoh antara lain ebagai berikut :

1. Kalau diangkasa ada awan berarak, maka kita yakin bahwa disana ada angin, meskipun kita tidak merasakan dan melihat angin tersebut.

2. Juga kita melihat daun kelapa bergerak pasti daun tersebut ditiup angin, anginnya tidak nampak yang nampak adalah beraraknya awan dan bergeraknya daun kelapa.

Maka kita yang sehat ini harus yakin seyakin-yakinnya tentang adanya angin tersebut, demikian juga dengan dunia dan isinya ini. Tidak mungkin ada kalau tidak ada yang mengadakan.

Karena kita yang beriman tentunya kita akan yakin seyakin-yakinnya kalau yang mengadakan adalah Tuhan YME.

Untuk itulah seorang warga SH dituntut untuk mempertebal imannya sesuai dengan agama yang dipeluknya.

Iman adalah keyakinan penuh akan Allah yang dibenarkan hatidan diucapkan oleh lidah. Diujudkan oleh amal perbuatan.

Selain itu berdirinya tegak alif :

1. Berdiri ditengah-tengah kebenaran dan keadilan

2. Siap untuk melaksanakan dan mengamalkan pelajaran-pelajaran SHT dengan baik dan benar.

3. Kuat dan tangguh dalam menghadapi segala cobaan hidup dan menyelesaikannya dengan haSH yang baik tanggung jawab (tahan derita pantang putus asa, siapa yang SHoleh itulah yang menang)

4. Teguh dalam iman kepada Tuhannya tidak mudah terpengaruh dan lurus dalam hatinya

5. Menegakan barang barang yang doyong dan meluruskan barang yang bengkok.

6. Kenceng pikire gedhe karape, matep lekade sehingga akan tercapai apa yang dicita-citakan (kalau mempunyai maksud apa-apa supaya madep mantep, cilike gelem) kalau manusia besar maksudnya seperti itu biasanya akan terlaksana.

(31)

njerona/ tidak munafik).

Setelah berdiri alif kemudian kaki dibuka dengan kemudian kaki dibuka dengan mengugah, artinya gagah perkasa, selalu mempunyai sifat kesatria, jauh dari sifat tercela, selalu berani mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dalam bahasa jawa "luwih becit mati mbegagah tinimbang mati nguncupake tangan nekuk dengkul.

Duduk pada tumit berat badannya dibebankan pada tumit sendiri yang selayaknya menjadi beban hidupnya atau tanggung jawabnya.

Disinilah letak rasa narimo atau menyadari akan tanggung jawabnya.

Telapak kaki jinjit artinya dalam segala tindak tanduk harus berhati-hati. Berhati-hati dalam pikir, berhati-hati dalam kata dan berhati-hati dalam perbuatan. Inilah yang dikatakan nastiti ngati-ngati.

Tangan menyilang (membantu meringankan beban tumit). artinya suka menolong orang yang membutuhkan dan senang bergotong royong.

Dua jari melanbangkan isi dunia ini ada dua yang saling. membutuhkan, misalnya; ada pria dan wanita, ada siang ada malam dan lain-lain.

Dua jari juga melambangkan akan hubungan antara Alkholiq dengan makhluknya.

Tuhan itu akan selalu dekat dan cinta atan mencintai manusia tetapi biasanya manusia yang menjauhinya. Oleh sebab itu seorang warga SH haruslah selalu dekat kepada Tuhannya dan selalu mensyukuri rahmatNya karena manusia yang mensyukuri rahmat-Nya maka rahmat tersebut akan lestari. Dua jari menunjuk ke tanah yang tersurat menunjuk kepada Ibu partiwi atau tanah air kita, kalau kita bisa hidup ini dari haSH ibu pertiwi makan, minum dan sebagainya. Oleh sebab itu seorang warga SH haruslah diharapkan mempunyai kacintaan kepada, tanah airnya dalam arti berani membela tanah air dari serangan musuh yang mengancamnya sampai titik darah terakhir (rela mati demi ibu pertiwi).

Menurut yang tersirat adalah betul-betul menunjukkan kepada ibu kita (yang melahirkan kita) 0leh sebab itu kita warga SH harus barbakti kepada ibu yang melahirkannya (tidak akan menyakiti jiwa dan raganya).

Kedua jari menunjuk ke atas:

1. Menurut yang tersurat menunujuk kepada bapa angkasa atau adanya Karena kita ini bisa hidup dengan menghirup udara di Indonesia artinya sama dengan arti di atas.

(32)

Tangan mengapal artinya nggegem sedulur papat lima pancer artinya pada lambang.

Tangan mengepal juga berarti memohon perlindungan untuk dapat menghalau lawan lahir dan batin dengan keyakinan bahwa kita akan dapat manyelesaikan semua masalah dengan baik

Dua jari menempel di pilingan artinya berpikir selalu cling, ingat dan menghormat kepada Tuhan , orang tua, guru, sesama hidup dan menghormat kepada agama lain. Dengan memiliki watak hormat dan tansah eling maha merendahkan orang lain, sombong kikir dan lain-lain atau tersebut tidak akan mendapat tempat di hati warga SH.

Badan diputar dari kirl ke kanan artinya luwes dalam pergaulan ini merupakan modal hidup dalam masyarakat. Untuk itu warga SH diharapkan dalam hidup di masyarakat selalu supel dalam pergaulan dan kukuh. Kukuh artinya memegang teguh prinsip-prinsip yang baik.

Tangkisan dengan siku artinya bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan menghaSHkan yang baik pula atau mberangkas karya atau mrantasi gawe dengan rasa penuh dengan tanggung jawab.

Dari berdiri jongkok lalu berdiri lagi artinya tahu atas tahu bawah, tahu tua tahu muda dapat menempatkan diri dalam pergaulan, tahu unggah-unggah atau supan santun, ini bekal penting dalam pergaulan.

Dari berdiri Jongkok dan gerak lingkup pembukaan sampai akhirnya berdir tegak seperti semula dapat diartikan lahir, hidup dan matinya manusia, tidak ada lalu ada selanjutnya kembali ke tidak ada.

Untuk itulah mari warga SH semua senyampang kita masih hidup kita isi kehidupan ini dengan kebaikan dan rasa berbakti kepada Tuhan YME agar kalau kita sudah tidak ada besok tidak getun dan sudah mempunyai bekal, amal yang banyak.

Catatan:

Gerakan tangan ke kiri dalam pembukaan waktu menunjuk udara dan tanah artinya sama dengan yang kanan

.

ARTI MORI PENGESAHAN DALAM SHT

(33)

pemiliki barang-barang-barang yang tidak sah. Kecuali itu Warna putih dalam mori melambangkan pasrah kita dibarengi ikhlas pada Tuhan

Yang Maha Esa. Untuk sewaktu-waktu, kapanpun dan dimanapun kita dipanggil untuk meniadapNya kita sudah siap, rela dengan tidak berat hati meninggalkan duni fana ini

Karena kalau kita sudah siap, rela dan ikhlas dalam berjalan kepada Tuhan YME kita akan berangkat dengan tenang dan tanpa menghadapi sakaratul maut yang sangat berat, kalau kita menyatakan siap, lalu bekal apa yang bisa kita miliki untuk itu ? Untuk itulah warga SHT semakin mempertebal keimanan kepada Tuhan YME melalui agama yang dianutnya, dengan dibarengi pelaksanaan pelajaran ke-SH-an yang telah dipelajari.

Mori tersebut harus disimpan di tempat yang bersih, ini agar kita selalu teringat dan merasa terpanggil untuk berbuat baik dan berbudi luhur, yang tahu benar dan salah.

Bila bepergian jauh mori pengesahan bisa dibawa ( untuk kendit ) ini untuk menjaga kemungkinan kita mengalami kecelakaan dan sampai merenggut nyawa kita atau dalam perjalanan mesakan akan dipanggil untuk menghadapnya maka orang yang menemukan jasad kita tidak sulit-sulit mencari pembungkus, bahkan ia tersebut akan mengatakan wah hebat sendiri, sehingga tidak merepotkan orang lain dalam arti mori bukan lambang pembungkus mayat.

Kebiasaan di SH Terate mori biasanya dicuci pada bulan suro,tetapi sebenarnya kita boleh mencucinya dibilas hanya lambang saja yang mana agar kita selalu menjaga keharuman nama kita yang sampai ini kita laksanakan. Jadi semakin lama kita hidup harus semakin baik tidak semakin jelek.

Untuk warga SHT perlu diingatkan dengan tegas bahwa mori tersebut jangan dipandi-pandi, dimenyani, dikutuki dan lain-lain yang seolah-olah mempunyai kekuatan gaib yang hebat karena ini akan merusak keimanan saudara yang selama ini saudara bina fngan baik (jangan menjurus ke arah kemusrikan). Yang saudara perlu ingat dan kerjakan adalah sifat mori tersebut yang putih dan lambang kesuciannya yang saudara jalankan.

Demikian penjelasan singkat mengenai mori pengesahan warga setia hati terate, semoga pengertian ini dapat diterima dengan baik dan tidak menimbulkan pandangan negative bagi orang yang kurang mengerti arti mori pengesahan tersebut. Catatan :

(34)

Atau lebih ini juga suatu lambang supaya hendaknya kemauan atau cita-cita kita supaya disesuaikan dengan keadaan yang ada.

PIAGAM

Bahwa sesungguhnya hakekat hidup itu berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju kesempurnaan; demikian kehidupan manusia sebagai makhluk tuhan yang terutama hendak menuju ke keabadian kembali kepada causa prima.

Titik tolak segala sesuatu yang ada melalui tingkat ke tingkat,namun tidak setiap insan menyadari bahwa apa yang di kejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap di lubuk hati nuraninya.

SETIA HATI sadar menyakini akan hakiki hayati itu dan akan mengajak serta para warganya menyikap tabir/tirai seluruhh hati nurani dimana "sang mutiara hidup" bertahta.

Pencak Silat salah satu ajaran SH dalam tingkat pertama berintikan seni olah raga yang mengandung unsur pembelaan diri untuk mempertahankan kehormatan,keselamatan dan kebahagiaan dari kebenaraan terhadap setiap penyerang,dalam pada itu SH sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bukanlah insan,makhluk atau kekuatan yang di luar dirinya.oleh karena itu pencak Silat hanyalah suatu syarat untuk mempertebal kepercayaan kepada diri sendiri dan mengenal diri pribadi

Maka SH pada hakekatnya tanpa mengingkari segala martabat-martabat keduniawian,tidak kandas/tenggelam pada pelajaran pencak Silat sebagai pendidikan ketubuhan saja,melainkan lebih menyelami ke dalam lambang pendidikan kejiwaan untuk memiliki sejauh-jauhnya kepuasa hidup abadi lepas dari pengaruh rangka dan suasana.

Sekedar syarat bentuk lahir,disusunlah Organisasi persaudaraan "SETIA HATI TERATE", sebagai ikatan antar saudara "SETIA HATI"dan lembaga yang bergawai sebagai pembawa dan pemancar cita.

Manusia yang berjiwa kuat adalah manusia yang dalam segala hal tidak banyak alasan.

(35)

PANCA DASAR “SETIA HATI TERATE” 1. Persaudaraan

2. Olah raga 3. Kesenian 4. Bela diri

5. Mental kerohanian

Ad. 1. Persaudaraan :

Kumpulan kumpulan manusia yang menganggap orang lain menjadi keluarga sendiri ( seperti saudara sekandung)

Ad. 2. Olah Raga :

Ialah manusia itu jasmaninya harus dijaga diopeni jadi jika berolahraga janganlah terlalu payah dan janganlah diam saja.

Ad. 3. Kesenian :

Ialah diambil dari keindahannya, jadi orang SH harus tahu seni dan kesenian Ad. 4. Bela diri

Ialah sangat berguna untuk menegakan keadilan untuk membela kelestarian hidup, pembelaan diri tidak hanya dengan pencak Silat saja, dengan cara ramah tamah, sopan santun, juga suatu bela diri.

Contoh : kalau seorang menderita sakit dan bisa sembuh itupun juga merupakan bela diri.

Ad.5. Kebatinan :

Ialah sumber azas Tuhan Yang Maha Esa untuk mencapai budi luhur guru kesempurnaan hidup.

TUJUAN SETIA HATI TERATE 1. Mencari persaudaraan

2. Membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah 3. Berbakti kepada Tuhan YME, kedua orang tua dan guru

Ad. 1 . Mencari persaudaraan

(36)

Ad. 2 . Membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah,. Maksudnya ialah manusia yang bertindak, tahu empan pupun.

Arti istilah benar atau salah.

Istilah benar atau salah ialah suatu pekerjaan yang dikerjakan tidak mengakibatkan kerugian, jika kebenarannya lebih banyak dari kesalahannya maka dinyatakan benar.

Istilah salah ialah suatu pekerjaan yang dikerjakan tidak mengakibatkan untung dan rugi, jika manusia itu lebih banyak melakukan kesalahan daripada kebenarannya, maka orang itu dianggap salah.

Benar ada dua macam : a. Benar untuk sendiri

Ialah ebnar yang diakui diri kita sendiri b. Benar untuk umum

Ialah benar yang diakui oleh orang banyak.

ARTI LAMBANG “SETIA HATI TERATE” 1. Segi Empat

Kiblat papat lima pancer 2. Dasar warna hitam

Dasar warna hitam melambangkanbahwa persaudaraan dalam SH itu kekal abadi (langgeng) dan subur.

Sifat kekal abadi : a. Kesabaran b. Persaudaraan

c. Tahu akan hukum-hukum benar dan salah 3. Jantung berwarna putih dengan berbatas merah

Artiya suatu lambang cinta kasih yang terbatas

- Putih adalah cinta kasih yang suci, sedang batas merah adalah kejam - Cinta kasih yang terbatas suatu pembunuhan

Contohnya:

(37)

Peribahasan :

Wis to dik, mbok olehmu koyo-koyo meres, gelih tatap ora bakal tak menehi nangling mbsuk yo yen wis mari njaluk sepiro waton dudu lintang lan mbulan mesti tak golek ako.

4. Jantung bersinar

- Yang dipancarkan orang SH terate adalah cinta kasih - Jantung putih cinta kasih suci.

Hikmahnya

Dengan cinta kasih, manusia bisa dikalahkan

Contoh : pria cinta wanita, berarti pria itu dibawahnya, juga sebaliknya. Cinta itu tidak memelu yang memerlukan harta benda

5. Sinar

Melambangkan jalan hukum karma dunia (hukum timbal balik) Contoh :

Nek ora gelem diidoni kawi yo ojo ngidoni. Jadi jangan menyakiti orang lain kalau tidak mau disakiti.

“wong naglah iko luhur wekasane” 6. Bunga terate.

- Adalah bunga yang megah dan indah, jadi melambangkan orang SH walau bagaimana bentuknya haruslah simpatik dan berwibawa.

- Kumpul wong sugih ora ketuk mlaroto - Kumpul wong goblok ora minteri - Kumpul wong pinter ora ingah – ingih.

- Ada yang kuncup setengah mekar dan mekar sekali, artinya walaupun orang SH terdiri dari bermacam-macam golongan masyarakat. Misalnya golongan kaya, golongan miskin, golongan pandai/bodoh, semua derajatnya sama itu semua dianggap sebagai saudara sekandung.

7. Pita Garis Tegak

Putih merah putih melambangkan bahwa orang SH itu harus berdiri tegak di atas keadilan.

- berarani karena benar takut karena salah atau keadilan terletak di tangan Tuhan YME.

8. Senjata

- Melambangkan bahwa orang SH itu harus mempunyai senjata atau pembelaan diri untuk membentengi. dirinya.

(38)

berjiwa satria.

- orang SH itu hanya berjiwa kuat. Contohnya :

Suatu negara dimana penduduknya ramah tamah bila tidak mempunyai pembelaan diri pasti akan dihina orang lain.

9. Persaudaraan

inilah sebagai dasar dari SH Terate. Tidak ditambah pencak Silat berarti bukan orang SH Terate lagi tetapi bila ditulis persaudaraan SH Terate.

Walaupun sudah tidak bisa pencak Silat tetap sebagai orang-arang SH Terate bila orang itu sudah disyahkan sebagai warga.

10. Setia Hati.

Artinya percaya kepada diri sendiri. Tidak ditulis suci hati, karena tidak cocok dengan tujuan SH.

11. Terate

Lambang bunga terate bukan sembarang nama tetapi nama tetapi nama yang diberikan oleh Eyang soro sewaktu beliau bersemedi dan mendapat ilham bahwa perkumpulannya supaya diberi nama "SETIA HATI TERATE" agar dapat langsung kekal abadi selama-lamanya.

C. FALSAFAH SETIA TERATE

Maksud falsafah Setia Hati Terate yaitu : 1. Jujur

2. Amal

3. Tidah perlu takut pada lawan

4. Tidak boleh iri pada. kepandaian orang lain 5. Tidak boleh putus asa

Manusia Dapat Dihancurkan; Manusia bisa Dimatikan; Tetapi Manusia Tidak Dapat Dikalahkan, Selama Manusia Itu Masih Setia Pada Hatinya Sendiri

a. aluwung tak entengake patiku tinimbang aku kalah. Sebab : Bunah,susah,kendel,jerih iku duwene menungso. Pati,urip, rejeki, jodoh iku duwene gusti Allah.

b. Cilik ora kurung bakal, gode ora turah bakal, wato isih gade durung karuan yen kalah.

(39)

D. PEDOMAN SETIA HATI TERATE

1. nandur telo tukul telo utowo nandur becik tukul becik nandur olotukul olo maksudnya: Siapa yang menanam kebaikan akan mendapat balasan kebaikan, Siapa yang menanam kejahatan akan mendapat balasan kejelekan.

2. Orang SH itu sifatnya mengalah itu ada batasnya Segala persoalan diselesaikan dengan baik dan damai tetapi apabila dianggap jelek/sepele kita akan menghadapinya dengan dada terbuka / secara jantan.

3. cik ocak acik mrico polo tak gawe dakon karepku tak gawe becek dianggep polo monggo mawon untuk memperkuat tali persaudaraan.

4. Musuh jangan dicari,kalau ada musuh jangan lari.

Maksudnya : wedi ning ya wani, ora wedi ning ya ora wani artinya : - ora wani yaiku nyerang ndisiki

- ora wedi yaiku wani yen ono sing are ngancurake awake dewe.

5. SH terate sing sopo menang sewenang mesti ora bakal lestari anggone menang, nanging sing sopo kalah ora ngakoni kalah mesti bakal lestari anggone kalah. 6. Seorang pencakar/pendekar tidak perlu berbadan besar

7. Gono lan lopo kalah kalawan sabar lan narimo 8. Suro diro joyo ningrat lebar dening pengastuli

9. Sopo suci adoh beboyo pati, sopo kakehan milik bakal kaliren wekasane.

E,PEPACUH / LARANGAN SE'TIA HATI TERATE

1. Orang SH tidak boleh manye.rang lebih dahulu, sebab orang yang tidak manyerarig lebih dulu itu banyak selamatnya Ki Ageng Suro ngendiko:

" Wong sing ora gelem nyerang ndisik iku akeh slatmate tilimbang cilakene. " Sabab-sebab tidak boleh nyerang lebih duhulu :

Orang yang menyerang lebih duhulu itu seumpana hatinya. pasti akan berkata:

"Orang yang akan saya hancurkan ", sedang yang di.Hancurkan itu kepunyaan sia.pa, ialah kepunyaan Gusti Allah, maka 'Tuhan tidak akan mengiijnkan/tidak akan rela bila milliknya dirusak. maka orang yang tidak menyerang lebih dulu itu banyak selamatnya, dari pada celakanya, apabila kita. dipukul kita wajib membalas memukul Sebab (bahasa jawa):

(40)

diumpamakne barang : yen barang kuwi. mau arep uwong barang sing arep dirusak mau ora nesu, nanging .Sing nesu kowi sing duwe ba.rang.

Molo sing duwe awaku/sing ngutus aku: "Yen awakmu arep dirusak uwong, kodu mbok jogo, waton do disiki.

2. Orang SH tidak boleh merusak "PAGER AYU / BAGUS"

maksudnya: bukan lalu merusak suami/isteri orang lain tetapi tetapi pager ayu:krayon/bagus, siapa yang melanggar pasti tidah rahayu. Misalnya: Kita sudah tahu itu sudah berumah tangga dan kita senggaja menggodanya (ndemeni).

3. Orang SH tidaK boleh "Kupus Ijo" (merusak)

Artinya : merusak gadis remaja yang belum dewasa/wanita yang masih parawan dan belum rusak selaputnya. Maksudnya ialah andai kata. kita. berpacaran dan sudah suka sama suka sehingga kita bergaul terlalu bebas yang akhirnya tenggelam serta lupa akan dirinya sehingga mengandakan hubungan sex dan ia tidak bertanggung jawab. Inilah yang dimaksud dengan kupus ijo.

4. Tidak boleh berkelahi sesama orang SH

Maksudnya : bukan hanya berbaku hantam saja terhadap sesama warga SH melainkan juga termasuk bertengkar, pertengkaran pasti akibatnya dendam dan sentimen.

F.ARTI PERSAUDARAAN DAN SETIA a Persaudaraan.

Suatu hubungan batin antara manusia dengan manusia yang sifatnya seperti sekandung.

Setia

Suatu hubungan manusia jiwa manusia yang sanggup menanggung bersama-sama segala cobaan di dunia.

Setia tidak terlihat dengan manusia tersebut entah barsaudara entah tidak. b. Persaudaraan di SH mangenal hukum SH yaitu benar dan salah.

- apabila orang itu kebenarannya lebih banyak dari pada kesalahannya, maka orang itu dianggap benar.

- apabila orang itu kesalahannya lebih banyak dari pada kebenarannya maka orang itu dianggpa salah

- dan selalu diingat bahwa seumpama ada laporan/berit.a, selalu diterima tetapi belum tentu samua laporan itu dimasukan kedalam hati.

(41)

3. saling tolong menolong

4. dalam segala hal tiada yang sentimen. d. Cara memelihara persaudaraan

- Janganlah hendaknya memutuskan persaudaraan begitu saja, hanya karena disebabkan kesalahan yang sepele.

- Bila hanya kesalahan yang sepale itu maka harus dimaafkan.

- Orang yang baik. Kalau soal-soal yang kecil dia. akan mengalah, tetapi kalau soal yang basar dia bersedia untuk mengorbankan dirinya sampai titik darah penghabisan. Soal yang besar artinya yang tidak dapat ditebus dangan apa-apa..

- Orang .yang dekat/disenangi Tuhan ialah orang yang disenangi pula oleh orang banyak.

- Makin tiriggi tingkahnya makin bunyak pul.a menanggung cacatnya/kekurangannya.

- Makin banyak cacatnya, makin banyak pula pahala dan makin dekat dengan Tuhan nya

e. Ciri-ciri orang SH dan Kewajibannya 1. Ora ngguwunan

2. Bijaksana 3. Ora dahuen

4. melatih artinya : - ikut membimbing - ikut mempertahankan

- Ikut menciptakan manusia baru 5. Beribicara

6. Memberi contoh

dalam masyarakat "Olo tanpa rupa yen Lumandang umung sedelo f. Etikanya SH Terate

1. Saling menghormati 2. Saling tanggung jawab 3. Saling cinta mencintai.

G.HAL HAL YANG HARUS DIKETAHUI

(42)

1. Seorang SH Terate tidak boleh mempunyai pikiran untuk mengalahkan orang lain, tetapi juga tidak perlu khawatir dapat dikalahkan orang lain/ lawan.

2. Orang SH itu Lego larane ora tega patine 3. Orang SH itu tidak pernah kesepian.

4. Orang SH itu tidak mengenal jalan buntu dalam menghadapi segala hal-hal yang sulit, kesukaran memang berat, tetapi dianggap sebagai kebiasan.

5. Suatu jalan untuk mempererat persaudaraan di dalam SH Terate adalah dengan Jalan melalui tingkatan kasar (penca Silat).

6. Orang SH tidak boleh cepat marah, segala sesuatunya harus dipikirkan masak-masak dahul.u.

7. Skali diam, bila ada soal yang sulit, harus menjadi pelopornya.

8. Semua berita/laporan sebaiknya didengarkan dahulu, tetapi belum tentu dimasukan dalam hati.

9. Seseorang dapat berbuat dosa tanpa berbuat sesuatu.

10. Wong lku yen diwenehe patine ketemu uripe, d:iwenehi rekasane sing ketemu bengjuno, yen sing dloyek keseneni ane ketemu cilakane.

11. Pada umumnya orang tauut pada 4 macam : a. Takut malu

b.Takut salah. c. Takut. sakit.. d. Takut mati

tetapi sebenarnya kita tidak boleh takut sebab kita : a. Takut malu, setiap orang pasti pernah menndapat malu, b. Takut salah, setiap Orang pasti pernah melakuka.n kesalahan c.Takut sakit, setiap orang pasti pernah menderita sakit.

d.Takut mati, setiap orang na.ntInya akan mengalami mati. Sakit ada tiga macam:

a. Sakit karena alam (memarng sakit) dapat disembuhkan. b. Sakit dibuaut orang, dapat disembuhkan.

c. Sakit ngonduh wohing pekerti tidak dapat disembuhkan. 12. Agar sambung menjadi baik:

a. Permainan dasar baik (senang dan jurus) b. Teknik praktek baik

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...