UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG JARAK MERAH (Jatropha gossypifoliaLinn.)TERHADAP KANKER SERVIKS (SELHeLa) DAN SEL VERO DENGAN METODE MTTASSAY

34  Download (0)

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

VERGA GIOVANIE ASHBEY

UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL

KULIT BATANG JARAK MERAH

(Jatropha gossypifoliaLinn.)TERHADAP

KANKER SERVIKS (SELHeLa) DAN SEL VERO

DENGAN METODE MTTASSAY

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

ii

Lembar Pengesahan

UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL

KULIT BATANG JARAK MERAH

(Jatropha gossypifolia Linn.)

TERHADAP KANKER SERVIKS (SELHeLa)DAN SEL

VERO DENGAN METODE MTTASSAY

SKRIPSI

Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang 2015

Oleh:

VERGA GIOVANIE ASHBEY 201110410311245

Disetujui oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

(3)

iii

Lembar Pengujian

UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL

KULIT BATANG JARAK MERAH

(Jatropha gossypifolia Linn.)

TERHADAP KANKER SERVIKS (SEL HeLa) DAN

SEL VERO DENGAN METODE MTTASSAY

SKRIPSI

Telah diuji dan dipertahankan didepan tim penguji pada tanggal 22Agustus 2015

2015

Oleh:

Verga Giovanie Ashbey 201110410311245

Tim Penguji

Penguji I Penguji II

Siti Rofida, S.Si., M.Farm.,Apt Ahmad Shobrun Jamil,S.Si.,M.P NIP 114. 0804. 0453 NIP 113. 0907. 0469

Penguji III Penguji IV

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahirrobbil’alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan

kepada Allah SWT atas segala rahmat, nikmat dan pertolonganNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOLKULIT BATANG JARAK MERAH (Jatropha gossypifolia Linn.) TERHADAP KANKER SERVIKS (SEL HeLa)DAN SEL VERO DENGAN METODE MTT ASSAY. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. ALLAH SWT yang senantiasa memberikan kasih sayang dan rahmatNya yang berlimpah.

2. Siti Rofida, S.Si.,M.Farm.,Apt selaku dosen pembimbing I dan Ahmad Shobrun Jamil, S.Si.,M.P selaku dosen pembimbing II. Terimakasih atas saran, bimbingan, masukan, sertamotivasi yang telah diberikan sampai terselesaikannya skripsi ini.

3. Drs. H. Achmad Inoni, Apt dan Dian Ermawati, M.Farm.,Apt selaku Dosen Penguji yang telah banyakmemberikan saran dan masukan demi kesempurnaan skripsi ini.

4. Yoyok Bekti P, S.Kep., M.Kep., Sp.Kom selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan penulis belajar di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

(5)

v

kesempatandan kemudahan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang.

6. Arina Swastika M., S.Farm., Apt selaku dosen wali yang telah memberikan nasihat, motivasi, dan arahan dari mahasiswa baru sampai mahasiswa tingkat akhir.

7. Laboratorium Parasitologi FK UGM khususnya Mbak Juju dan Prof. Supargiyono yang telah membantu dan mengarahkan penulis selama proses penelitian.

8. Dosen-dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang dengan segala dedikasinya dalam dunia pendidikan, ilmu serta bimbingannya selama ini. 9. Mamah dan Papah tercinta, Merry Simanjuntak, SE dan Chanasul Berani,

S.Sos., M.A.P serta Nenek Bayeni Pidjathyang tiada hentinya memberikan doa, perhatian, motivasi serta dukungannya selama ini.

10.Saudara-saudara tersayang, Vergie Giovana Ashbey dan Veraldo Nicholas serta seluruh keluarga besar penulis yang telah memberikan semangat dan motivasinya.

11.Teman terdekat penulis, Riyan Pujianto yang selalu memberikansemangat, dukungan serta doanya selama ini.

12.Sahabat seperjuangan, Uli, Lidya, Jeki, Kaka Riza, Kaka Handy, Kaka Soly, dan Kaka Jauzi. Terimakasih atas kerjasama dan bantuannya selama berlangsungnya penelitian sampai selesainya skripsi ini.

13.Sahabat-sahabattersayang, Maulida Rizkia (Idid) dan Yulianita Purnama Sari (Tatak Uli). Terimakasih atas doa, motivasi, dukungan serta kebersamaannya selama di bangku kuliah.I love you so much guys.

Semoga Allah SWT berkenan melimpahkan karunia-Nya sebagai balasan atas bantuan selama ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Malang, 1 Agustus 2015 Penyusun

(6)

vi

RINGKASAN

Penyakit kanker adalah penyebab kematian kedua terbesar di negara maju (WHO, 2005). Salah satu jenisnya adalah kanker serviks.Setiap tahun lebih dari 270.000 perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks, dan lebih dari 85% kematian ini terjadi di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2014). Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia yakni sebesar 11,78% (Depkes RI, 2010). Berbagai terapi pengobatan kanker jika ditinjau dari efektifitas, toksisitas dan resistensinya memiliki permasalahan sehingga timbul efek samping yang merugikan (Listyowati & Nurkhasanah, 2013; Fajarningsih dkk, 2008).Oleh karena itu, usaha penelitian terus dilakukanuntuk menemukan obat kanker yang ideal dan potensial yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan.

Salah satu tanamanyang dapat dimanfaatkan adalah jarak merah (Jatropha gossypifolia L.). Jatropha gossypifolia L. termasuk dalam famili Euphorbiaceaeadalah tanaman bersemak lebat, tumbuh liar hampir di seluruh India (Felix-Silva dkk,2014). Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan isolasi senyawa diterpen yaitu jatrophone, curcusone B, dan jatropholone A dari ekstrak metanol kulit batang Jatropha gossypifolia dan Jatropha curcas dengan menggunakan metode MTT assay. Jatrophone diisolasi dari kulit batang Jatropha gossypifolia, sedangkan curcusone B dan jatropholone A diisolasi dari kulit batang Jatropha curcas. Nilai IC50 yang diperoleh dari jatrophone, curcusone B, dan jatropholone A terhadap cell line WiDr masing-masing adalah 8,97; 18,24 dan 15,20μM. Sedangkan nilai IC50 dari jatrophone, curcusone B, dan jatropholone A terhadap cell line HeLa masing-masing adalah 5,13; 19,60 dan 36,15 μM (Sahidin dkk,2013). Berdasarkan penelitian tersebut, maka diharapkan tanaman jarak merah bersifat sitotoksik atau berpotensi sebagai antikanker.

(7)

vii

Selanjutnya untuk mengetahui sitotoksisitas ekstrak etanol kulit batang jarak merah terhadap kanker serviks (sel HeLa) dan untuk mengetahui selektivitasnya terhadap sel normal (sel vero), digunakan metode MTT assay. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) memiliki sitotoksisitas dengan nilai IC50 sebesar 386,723µg/ml terhadap sel HeLa dan nilai IC50 45,359µg/ml terhadap sel vero. Suatu ekstrak dinyatakan sangat aktif memiiki aktivitas antikanker apabila memiliki nilai IC50 <10 μg/ml, aktif apabila memiliki nilai IC50 10-100 μg/ml dan cukup aktif apabila memiliki nilai IC50 100-500 μg/ml (Ahmad dkk, 2014). Sehingga dapat disimpulkan bahwaekstrak etanol kulit batang jarak merah tersebut selain bersifat sitotoksik pada sel HeLa, juga bersifat sitotoksik pada sel vero (sel normal) atau dengan kata lain ekstrak tersebut bekerja secara tidak selektif terhadap kanker serviks (sel HeLa).

(8)

viii

ABSTRAK

Latar belakang: Kanker serviks merupakan penyakit ginekologik yang menyebabkan kematian utama akibat kanker pada wanita. Berbagai terapi pengobatan kanker yang ditinjau dari efektivitas, toksisitas dan resistensi memiliki permasalahan sehingga timbul efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, usaha penelitian terus dilakukanuntuk menemukan obat kanker yang ideal dan potensial yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah (Jatropha gossypifolia L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sitotoksik ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.)terhadap kanker serviks (sel HeLa) dan selektivitasnya terhadap sel verountuk dikembangkan sebagai antikanker.

Metode: Ekstrak dibuat dengan metode remaserasi pengadukan konstan dan menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya dilakukanidentifikasi kandungan senyawa dengan menggunakan KLT dan dilakukan uji sitotoksisitas dengan metode MTT Assay.Konsentrasi ekstrak uji yang digunakan pada penelitian ini antara lain 400µg/ml;200 µg/ml;100 µg/ml;50 µg/ml;25 µg/ml; 12,5 µg/ml; 6,25 µg/ml serta 3,125µg/ml.Aktivitas dari sel kanker dapat dilihat dari persentase sel hidup yang diinkubasi selama semalamkemudian dianalisis probit log dengan menggunakan SPSS edisi 20 untuk mengetahui harga IC50ekstrak tersebut.

Hasil: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan,disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.)mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, polifenol maupun antrakuinon, serta memiliki sitotoksisitasdengan nilai IC50sebesar386,723µg/mlterhadap sel HeLa dan IC50sebesar 45,359µg/ml terhadap sel vero.

(9)

ix

ABSTRACT

Background: Cervical cancer is a gynecologic disease which causing main mortality due to cancer in woman. In terms of the effectiveness, toxicity, and resistency, many kind of cancer medication therapy has problem that can caused an adverse effect.Therefore, a continuous study was comitted to find out the ideal and potential medication for cancer which is sourced from plants.One of the plant thatcan be used is (Jatropha gossypifolia L.). The aim of this study was to find the cytotoxic potentialethanol extractof bellyache bush (Jatropha gossypifolia L.) stem bark to the cervical cancer cell (HeLa cell) and the selectivity to the vero cell, to be developed as an anticancer agent.

Method: Extract was made by constant stirring remaseration method using 96% ethanol as an eluent. And then the compound content was identified using TLC and cytotoxically tested using MTT assay method. Eight consentration such as 400µg/ml;200 µg/ml;100 µg/ml;50 µg/ml;25 µg/ml; 12,5 µg/ml; 6,25 µg/ml and 3,125µg/ml consisted of this research.The anticancer activity can be seen from the percentage of the living cells which are incubated during a night, then analyzed probit logs by using SPSS ed. 20th to find out the value of IC50from the extract.

Result: From the study, it can be concluded that the ethanol extract of bellyache bush (Jatropha gossypifolia L.) stem bark contain alkaloids, terpenoids, flavonoids, polifenols and anthraquinones, and also have a cytotoxicity with IC50value 386,723µg/mlto the HeLa celland IC5045,359µg/mlto the vero cell.

(10)

x

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PENGUJIAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iv

RINGKASAN ... vi

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

DAFTAR SINGKATAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1 Tinjauan Tentang Jarak Merah ... 7

2.1.1 Klasifikasi Tanaman ... 7

2.1.2 Sinonim ... 7

2.1.3 Nama Daerah ... 7

2.1.4 Morfologi ... 8

2.1.5Ekologi dan Penyebaran ... 8

2.1.6 Khasiat ... 8

2.1.7 Kandungan ... 9

2.2 Tinjauan Tentang Ekstraksi ... 11

2.3Parameter StandarisasiEkstrak ... 14

(11)

xi

2.5 Tinjauan Tentang Kanker ... 15

2.5.1 DefinisiKanker ... 15

2.5.2 Sifat dan Karakteristik Sel Kanker ... 16

2.5.3 Proses Karsinogenesis... 18

2.5.4 SiklusSel ... 20

2.6 Tinjauan TentangKanker Serviks ... 21

2.6.1 Definisi ... 21

2.6.2 Etiologi ... 23

2.6.3 FaktorResiko ... 23

2.6.4 Gejala ... 26

2.6.5 Stadium KankerServiks ... 27

2.6.6Tinjauan Tentang Terapi Antikanker ... 28

2.7Sel HeLa ... 32

2.8Sel Vero ... 33

2.9Tinjauan TentangKulturSel ... 33

2.10Tinjauan Tentang MTT Assay ... 35

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL ... 36

BAB IV METODE PENELITIAN ... 39

4.1 BahanPenelitian ... 39

4.1.1 Bahan Tanaman ... 39

4.1.2 Bahan Penelitian ... 39

4.1.3 Alat-AlatPenelitian ... 40

4.2 VariabelPenelitian ... 41

4.2.1 VariabelBebas ... 41

4.2.2 VariabelTergantung ... 42

4.3 MetodePenelitian ... 42

4.3.1 RancanganPenelitian ... 42

4.3.2 Kerangka Operasional ... 43

4.4 ProsedurKerja ... 44

4.4.1 PembuatanEkstrakBahanUji ... 44

4.4.2 IdentifikasiGolonganSenyawadengan KLT ... 46

(12)

xii

4.5 PembuatanLarutanIndukdanLarutanUji ... 49

4.5.1PembuatanLarutanInduk ... 49

4.5.2PembuatanLarutanUji ... 49

4.6 UjiSitotoksisitasdenganMetode MTT ... 50

4.7 Analisis Data ... 51

BAB V HASIL PENELITIAN ... 52

5.1 Hasil Determinasi Tanaman ... 52

5.2 Hasil Pembuatan Serbuk Simplisia (Jatropha gossypifolia L.) ... 52

5.3 Hasil Pembuatan Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) ... 53

5.4 Hasil Identifikasi Senyawa dengan Kromatografi Lapis Tipis ... 54

5.4.1 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Alkaloid ... 54

5.4.2 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Terpenoid ... 55

5.4.3 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Flavonoid ... 55

5.4.4 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Polifenol ... 56

5.4.5 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Antrakuinon ... 57

5.5 Perhitungan Sel HeLa, Sel Vero dan Volume Panenan Sel yang di Transfer...57

5.5.1 Hasil Perhitungan Sel HeLa ... 57

5.5.2 Hasil Perhitungan Sel Vero ... 58

5.6 Uji Sitotoksisitas dari Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) Terhadap Kanker Serviks (Sel HeLa) dan Sel Vero dengan Metode MTT Assay ... 59

5.6.1 Hasil Pengujian Sitotoksisitas dengan Metode MTT Assaypada Kanker Serviks (Sel HeLa) ... 59

(13)

xiii

5.7Analisis Data Sel HeLa dan Sel Vero ... 63

5.7.1 Analisis Data Sel HeLa ... 63

5.7.2 Analisis Data Sel Vero ... 63

BAB VI PEMBAHASAN ... 65

BAB VIIKESIMPULAN DAN SARAN ... 74

DAFTAR PUSTAKA ... 75

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

II.1 Stadium Kanker Serviks ... 28 IV.1Kelompok Perlakuan Kultur Sel Kanker Serviks HeLa dalamTiap Percobaan

... 42 V.1 Nilai Moisture Content Simplisia Serbuk Kulit Batang Jarak Merah ... 53 V.2 Hasil Pembuatan Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha

gossypifolia L.) ... 54

V.3 Data Hasil Uji MTT Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) Terhadap Sel HeLa ... 59 V.4 Data Hasil Uji MTT Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Jarak Merah (Jatropha gossypifoliaL.) ... 7

2.2 Proses Karsinogenesis ... 18

2.3 Siklus Sel ... 20

2.4 Serviks ... 21

2.5 Morfologi Sel HeLa ... 32

3.1Skema Kerangka Konseptual ... 36

4.1 Skema Kerangka Operasional ... 43

4.2Skema Pembuatan Ekstrak Etanol 96% Kulit Batang Jarak Merah ... 45

4.3 Perhitungan Sel ... 48

5.1Persiapan Simplisia Kering dan Serbuk Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.). ... 52

5.2Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) ... 53

5.3Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Alkaloid ... 54

5.4 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Terpenoid ... 55

5.5 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Flavonoid ... 55

5.6 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Polifenol ... 56

5.7 Hasil Uji KLT pada Identifikasi Senyawa Golongan Antrakuinon ... 57

5.8 Kondisi sel sebelum dan sesudah pemberian MTT pada konsentrasi400 µg/ml dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 40 kali... 60

5.9Kondisi sel sebelum dan sesudah pemberian MTT pada konsentrasi50 µg/ml dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 40 kali ... 60

5.10Kontrol selsebelum dan sesudah pemberian MTT dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 40 kali ... 60

5.11Kondisi selsebelum dan sesudah pemberian MTT pada konsentrasi200 µg/ml dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 40 kali... 62

(16)

xvi

mikroskop dengan perbesaran 40 kali ... 62 5.14Hubungan AntaraKonsentrasiEkstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah

(Jatropha gossypifolia L.) terhadap Persentase Viabilitas Sel Hidup Kanker Serviks (Sel HeLa) ... 63 5.15 Hubungan AntaraKonsentrasiEkstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1 Daftar Riwayat Hidup ... 84

2 Surat Pernyataan... 85

3 Surat Determinasi Tanaman... 86

4 Perhitungan Persentase Vialbilitas Sel Hidup HeLa ... 87

5Perhitungan Persentase Vialbilitas Sel Hidup Vero ... 88

6Analisis Probit Log Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) Terhadap Kanker Serviks (Sel HeLa) ... 89

7Analisis Probit Log Ekstrak Etanol Kulit Batang Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) Terhadap Sel Vero ... 92

8 Foto Alat dan Bahanyang digunakan ... 95

(18)

xviii

DAFTAR SINGKATAN

ACS : American Cancer Society

AIDS : Acquired Immunodeficiency Syndrome ATCC : American Type Culture Collection BPOM RI : Badan Pengawasan Obat dan Makanan

C : Celcius

CCRC : Cancer Chemoprevention Research Center CO2 : Karbon Dioksida

DepKes Ri : Departemen Kesehatan Republik Indonesia DES : Diethilstilbestrol

DMSO : Dimethyl Sulfoxide

DNA : Deoxyribose Nucleic Acid EDTA : Ethylene Diamine Tetra Acid

ELISA : The Enzyme-Linked Immunosorbent Assay FBS : Fetal Bovine Serum

FeCl3 : Besi (III) Klorida

FIGO : International Federation of Gynecologists and Obstetrician

HCl : Asam Klorida

HeLa : Henrietta Lacks

HIV : Human Immunodeficiency Virus HPV : Human Papilloma Virus

HL-60 : Human Promyeleocytic Leukemia Cells IC5O : Inhibitory Concentration 50%

IUD : Intra-utery Device

KLT : Kromatogrfai Lapis Tipis KOH :Kalium Hidroksida LAF : Laminar Air Flow

MK : Media Kultur

MTT : Microculture Tetrazolium Salt NaOH : Natrium Hidroksida

(19)

xix NaHCO3 : Natrium Bikarbonat

NIS : Neoplasma Intraepitel Serviks OAI : Obat Asli Indonesia

PBS : Phospat Buffer Salin Riskesdas : Riset Kesehatan Dasar RNA : Ribonucleic Acid

RS : Rumah Sakit

SIRS : Sistem Informasi Rumah Sakit SDS : Sodium Dedosil Sulfat

(20)

xx

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, T.H., 2009. Satu Abad Kultur Sel dan Jaringan: Perkembangan Teknologi dan Implementasinya. Bandung: Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

ACS (American Cancer Society). 2014. Chemotherapy Principles. Atlanta: American Cancer Sociaty.inc.

ACS (American Cancer Society). 2014. Cervical Cancer. Atlanta: American Cancer Sociaty.inc.

Agoes, G., 2007., Teknologi Bahan Alam. Bandung :ITB.

Ahmad, A., Usman, H., Natsir, H., Karim, A., 2014. Isolation and Characterization of Bioactive Protein from Green Algae Halimeda macrobola acting as Antioxidant and Anticancer Agent. American Journal of Biomedical and Life Sciences, Vol. 2 No. 5, pp. 134-140.

Alatas, Z., 2007. Faktor Genetik dalam Karsinogenesis yang diinduksi oleh Radiasi Pengion. PTKMR-BATAN.

Anam, C., 2010. Ekstraksi Oleoresin Jahe (Zingiber officinale) Kajian dari Ukuran Bahan, Pelarut, Waktu dan Suhu. Jurnal Pertanian MAPETA, Vol. 7 No. 2, Hal. 101-110.

Anam, S., Yusran, M., Trisakti, A., Ibrahim, N., Khumaidi, A., Ramadanil., Zubair, M.S., 2013. Standarisasi Ekstrak Etil Asetat Kayu Sanrego (Lunasia amara Blanco). Online Journal of Natural Science, Vol. 2 No. 3, Hal. 1-8. Apu, A.S., Hossain, F., Rizwan, F., Bhuyan, S.H., Matin, M., Jamaluddin, A.T.M., 2013. Study of Pharmacological Activities of Methanol Extract of Jatropha gossypifolia Fruits. Journal of Basic and Clinical Pharmacy,

Vol. 4 Issue 1.

Arun, P.K., Rajesh, S.S., Sundaram, S.M., Sivaraman, T., Brindha, P., 2014. Structural Characterizations of Lead Anticancer Compounds From The Methanolic extract of Jatropha tanjorensis. A Journal of The Bangladesh Pharmacological Society, pp. 452-465.

ATCC (American Type Culture Collection). 2011. MTT Cell Proliferation Assay Intruction Guide. USA.

(21)

xxi

Balaji, R., Rekha, N., Deecaram, M., Manikandan, L., 2009. Antimetastatic and Antiproliferative Activity of Methanolic Fraction of Jatropha curcas Against B16F10 Melanoma Induced Lung Metastasis in C57BL/6 Mice.

African Journal of Pharmacy and Pharmacology, Vol. 3 No. 11, pp.

547-555.

Boik, J., 2001. Natural Compounds in Cancer Therapy: Promosing Nontoxic Antitumor Agents from Plants and Other Natural Sources. USA: Oregon Medical Press.

BPOM RI, 2014, Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

CCRC (Cancer Chemoprevention Research Center). 2014. Kanker. Yogyakarta:

Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=14 Diakses tanggal 28 Oktober 2014.

CCRC (Cancer Chemoprevention Research Center). 2014. Sel HeLa. Yogyakarta:

Fakultas Farnasi Universitas Gadjah Mada.

https://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-kanker/sel-hela/. Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

CCRC (Cancer Chemoprevention Research Center). 2009. Prosedur Tetap.

Yogyakarta Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/protokol/. Diakses tanggal 30 Oktober 2014.

Depkes RI (Departemen Kesehatan Republik Indonesia). 2010. Jika Tidak Dikendalikan 26 Juta Orang di Dunia Menderita Kanker.

http://www.depkes.go.id/article/view/1060/jika-tidak-dikendalikan-26-juta-orang-di-dunia-menderita-kanker-.html. Diakses tanggal 14 Desember 2014. Depkes RI (Departemen Kesehatan RI). 2000, Parameter Standar Umum

Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Direkterot Pengawasan Obat Tradisional.

Depkes RI (Departemen Kesehatan RI), 2008. Skrining Kanker Leher Rahim dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Devappa, R.K., Makkar, H.P.S., Becker, K., 2010. Jatropha Diterpenes: a Review. J Am Oil Chem Soc.

Diananda, R., 2007. Mengenal Seluk Beluk Kanker. Cetakan 1. Yogyakarta: Katahati.

(22)

xxii

Engel, N., Falodun, A., Kuhn, J., Kragl, U., Langer, P., Nebe, B., 2014. Pro-apoptotic and Anti-adhesive Effects of Four African Plants Extracts on The Breast Cancer Cell Line MCF-7. BMC Complementary and Alternative Medicine, pp. 1-13

Fajarningsih, N.D., Nursid, M., Wikanta, T., Marraskuranto, E., 2008. Bioaktivitas Ekstrak Turbinaria decurrens sebagai Antitumor (HeLa dan T47D) serta Efeknya terhadap Proliferasi Limfosit. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Vol. 3 No. 1.

Faria, M.H.G., Carvalho, T.G., Rabenhorst, S.H.B., Sidrim, J.J.C., Moraes-Filho, M.O., 2006. Cytotoxic and Antifungal Properties of Medicinal Plants from Ceara, Brazil. Braz, J. Biol, Vol. 66 No, 4, pp. 1133-1135.

Fatmawati, D., Puspitasari, P.K., Yusuf, I., 2011. Efek Sitotoksik Ekstrak Etanol Sarang Semut (Myrmecodia pendens) pada Sel Line Kanker Serviks HeLa Uji Eksperimental Secara In Vitro. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Vol. 3 No. 2.

Fauzana, D.L., 2010. Perbandingan Metode Maserasi, Remaserasi, Perkolasi, dan Reperkolasi terhadap Rendemen Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Bogor: Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian Bogor.

Felix-Silva, J., Giordani, R.B., Silva-Jr, A.A.D., Zucolotto, S.M., Fernandes-Pedrosa, M.D.F., 2014. Jatropha gossypiifolia L. (Euphorbiaceae): A Review of Traditional Uses, Phytochemistry, Pharmacology, and Toxicology of This Medicinal Plant. Hindawi Publishing Corporation Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, Vol. 2014. Fitriana, N.A., Ambarini, T.K., 2012. Kualitas Hidup Pada Penderita Kanker

Serviks yang Menjalani Pengobatan Radioterapi. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, Vol. 1 No. 03.

Frizzell, J.P., 2001. Handbook of Pathophisiology. Philadelphia: Sprighouse Corporation.

Goodman and Gilman., 2008. Dasar Farmakologi Terapi Volume 2. Jakarta: EGC.

Goodwin, E.C., DiMaio, D., 2000. Repression of Human Papillomavirus Oncogenes in Hela Cervical Carcinoma Cells Causes the Orderly Reactivation of Dormant Tumor Suppressor Pathways. Biochemistry Journal, Vol. 97 No.23.

(23)

xxiii

Handayani, L., Suharmiati., Ayuningtyas, A., 2012. Menaklukan Kanker Serviks dan Kanker Payudara dengan 3 Terapi Alam. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Harborne, J.B.. 1987. Metode Fitokimia-Penuntun Cara Modern Menganalisisa Tumbuhan. Bandung : Institut Teknologi Bandung.

Haryadi, D., 2012. Senyawa Fitokimia dan Sitotoksisitas Ekstrak Daun Surian (Toona sinensis) terhadap Sel Vero dan MCF-7. Bogor: Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.

Hayani, E., Sukmasari, M., 2005. Teknik Pemisahan Komponen Ekstrak Purwoceng Secara Kromatografi Lapis Tipis. Buletin Teknik Pertanian,

Vol. 10 No. 2.

Hernani., Marwati, T., Winarti, C., 2007. Pemilihan Pelarut pada Pemurnian Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga) secara Ekstraksi. Jurnal Pascapanen, Vol. 4 No. 1, Hal. 1-8.

Hutapea, J.R., Syamsuhidayat, S.S., 2000. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I) Jilid I. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Kesehatan RI. Hal. 160.

Ilhami, F.Y., Wahyuni, F.S., Husni, E., 2013. Uji Efek Sitotoksik Hasil Fraksinasi Ekstrak Etanol Akar Asam Kandis (Garcinia cowa Roxb.) terhadap Sel Kanker Payudara T47D dengan Metoda MTT. Prosiding Seminar Nasional Perkembangan Terkini Sains Farmasi dan Klinik III,

Hal. 71-77.

Katzung, B.G., 2004. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta : Salemba Medika.

Kinho, J., Arini, D.I.D., Tabba, S., Kama, H., Kafiar, Y., Shabri, S., Karundeng, M.C., 2011. Tumbuhan Obat Tradisional di Sulawesi Utara Jiid I. Manado : Balai Penelitian Kehutanan Manado.

Kintzios, S.E., Barberaki, M.G., 2004. Plant The Fight Cancer. New York: CRC Press.

Kristanti, A.N., Aminah, N.S., Tanjung, M., Kurniadi, B., 2008. Buku Ajar Fitokimia. Surabaya: Jurusan Kimia Laboratorium Kimia Organik FMIPA Airlangga University Press.

Lenny, S., 2006. Senyawa Flavonoida, Fenilpropanoida dan Alkaloid. Medan:

Karya Ilmiah Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

(24)

xxiv

Lisdawati, V., Wiryowidagdo, S., Kardono, L.B.S., 2007. Isolasi dan Elusidasi Struktur Senyawa Lignan dan Asam Lemak dari Ekstrak Daging Buah Phaleria Macrocarpa. Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 35 No. 3, Hal. 115-124.

Lisdawati, V., 2009. Kajian Terhadap Prospek Pengembangan Bahan Bioaktif Buah Mahkota Dewa (P. marcocarpa.) Sebagai Kandidat New Chemical Entity (NCE) untuk Pengobatan Kanker (Sitostatika). Buletin Penelitan Kesehatan, Vol. 37 No. 1, Hal. 23-32.

Listyowati, Y., Nurkhasanah., 2013. Efek Sitotoksik dan Pemacuan Apoptosis Fraksi Petroleum Eter Ekstrak Etanol Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber Linn) Terhadap Sel Hela. Pharmaciana, Vol. 3 No. 2, Hal. 1-7.

Madirhusodo, H.R., Wahyuningsih, M.S.H., Ardian, O., Empel, G.V., 2011. Sitotoksisitas Campuran Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (HEMSLEY) A. GRAY) dan Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) pada Sel WiDr. Majalah Obat Tradisional, Vol. 16 No. 3, Hal. 174-181.

Ma’mun., Suhirman, S., Manoi, F., Sembiring, B.S., Tritianingsih., Sukmasari,

M., Gani, A., Tjitjah, F., Kustiwa, D., 2006. Teknik Pembuatan Simplisia dan Ekstrak Purwoceng. Laporan Pelaksanaan Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik.

Marliana, S.D., Suryanti, V., Suryono., 2005. Skrining Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam Ekstrak Etanol. Biofarmasi, Vol. 3 No. 1, Hal. 26-31.

Martindale., 2009. Martindale : The Complete Drug Reference 36th edition. London: Pharmaceutical Press.

Meizarini, A., 2005. Sitotoksisitas Bahan Restorasi Cyanoacrylate pada Variasi Perbandingan Powder dan Liquid Menggunakan MTT Assay. Majalah Kedokteran Gigi (Dentist Journal), Vol. 38 No. 1, Hal. 20-24.

Melliawati, R., Rohmatussolihat., Octavina, F., 2006. Seleksi Mikroorganisme Potensial untuk Fermentasi Pati Sagu. BIODIVERSITAS, Vol. 7 No. 2, Hal. 101-104.

Misgiyanto., Susilawati, D., 2014. Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Penderita Kanker Serviks Paliatif. Jurnal Keperawatan, Vol. 5 No. 1, Hal. 1-15.

(25)

xxv

Muliani, H., 2011. Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L) Setelah Pemberian Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas). BIOMA, Vol. 13 No. 2, Hal. 73-79.

Mulyono, T., Handayani, W., Fajar, H.B.H., 2012. Pengembangan Analisis Spot Secara Kuantitatif pada Metode Kromatografi Lapis Tipis menggunakan LabVIEW. Prosiding Seminar Nasional Kimia Unesa 2012, Hal. 76-81. Nafrialdi., Ganiswara, S., 2007. Farmakologi dan Terapi. Edisi ke-5, Jakarta:

Balai Penerbit FK UI.

Naritasari, Fimma., Susanto, Hendri., Suprianto., 2010. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Bonggol Nanas (Annas comosus (L.) Merr) terhadap Apoptosis Karsinoma Sel Skuamosa Lidah Manusia. Majalah Obat Tradisional, Vol.15 No.1, Hal. 16-25.

NCI (National Cancer Institute), 2012. What You Need To Know About Cervical Cancer. US: Departement of Health and Human Services.

Nurani, L.H., 2011. Uji Sitotoksisitas dan Antiproliferatif Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Biji Jinten Hitam (Nigella sativa, Lour) Terhadap Sel Mieloma. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, Vol.1 No.2, Hal. 11-21.

Nurani, L. H., 2012. Uji Sitotoksisitas dan Antiproliferatis Sel Kanker Payudara T47D dan Sel Vero Biji Nigella sativa, L. Jurnal Ilmiah Kefarmasian,

Vol. 2 No. 1, Hal. 17-29.

Nurhayati, S., Lusiyanti, Y., 2006. Apoptosis dan Respon Biologik Sel Sebagian Faktor Prognosa Radioterapi Kanker. Buletin Alara, Vol.7 No.3, Hal. 57-66.

Nurwijaya, H., 2010. Cegah dan Deteksi Kanker Serviks. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Oliveira, P.A., Colaco, A., Chaves, R., Guedes-Pinto, H., De-La-Cruz, L.E., Lopez, C., 2007. Chemical Carcinogenesis. Anals of The Brazillian Academy of Sciences, Vol.79 No.4, pp. 593-616.

Oskoueian, E., Abdullah, N., Saad, W.Z., Omar, A.R, Ahmad, S., Kuan, W.B., Zolkifli, N.A., Hendra, R., Ho, Y.W., 2011. Antioxidant, Anti-inflammatory and Anticancer Activities of Methanolic Extracts From Jatropha curcas Lin. Journal of Medicinal Plants Research, Vol.5 No.1, pp. 49-57.

Pasaribu, E.T., 2006. Epidemiologi dan Etiologi Kanker. Majalah Kedokteran Nusantara, Vol. 39 No. 3.

(26)

xxvi

Prasetyo, S., Sunjaya, H., Yanuar, Y., 2012. Pengaruh Rasio Massa Daun Suji/Pelarut, Temperatur dan Jenis Pelarut pada Ekstraksi Klorofil Daun Suji Secara Batch dengan Pengontakan Dispersi. Bandung: Penelitian Ilmiah Universitas Katolik Prahayangan.

Prasetyorini., Wiendarlina, I. Y., Peron, A.B., 2011. Toksisitas Ekstrak Rimpang Cabang Temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb.) pada Larva Udang.

Fitofarmaka, Vol. 1 No. 2, Hal 46-49.

Pramudita, T., Syafnir, L., Purwanti, L., 2015. Isolasi Senyawa Flavonoid dari Ekstrak Etanol Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.). Prosiding Penelitian Sivitas Akademia (Kesehatan dan Farmasi), Hal 19-24.

Puspitasari, E., Ulfa, E.U., 2009. Uji Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Buah Buni (Antidesma Bunius (L) Spreng) terhadap Sel HeLa. Jurnal ILMU DASAR, Vol 10 No.2, Hal 181-185.

Puspitasari, R.L., Sardjono, C.T., Setiawan, B., Sandra, F., 2008. Kultur Embryonic Stem Cell Menjadi Sel Neuron Dengan Medium Bebas Serum.

Stem Cell and Cancer Institute, Vol. 35 No. 6.

Radji, M., Aldrat, H., Harahap, Y., Irawan, C., 2010. Uji Sitotoksisitas Buah Merah, Mahkota Dewa dan Temu Putih Terhadap Sel Kanker Serviks.

Jurnal Farmasi Indonesia, Vol. 5 No. 1, Hal. 41-47.

Rahbari, R., Sheahan, T., Modes, V., Collier, P., Macfarlane, C., Badge R.M., 2009. A Novel L1 Retrotransposon Marker for HeLa Cell Line Identification. Short TechnicalReports, Vol. 46, No.4.

Rahmawati, E., Sukardiman., Muti, A.F., 2013. Aktivitas Antikanker Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol Herba Pacar Air (Impatients balsamina Linn) terhadap Sel Kanker Payudara T47D. Media Farmasi, Vol.10 No.2, Hal. 47-55.

Rai, K., Tiwari, E., 2012. Epidermal Studies in Identification of Jatropha Species.

IOSR Journal of Pharmacy and Biological Sciences, Vol.2 Issue.5, pp. 41-51.

Ren, W., Qiao, Z., Wang, H., Zhu, L., Zhang, L., 2003. Flavonoids: Promising Anticancer Agents. Medicinal Research Reviews, Vol. 23 No.4, pp. 519-534.

Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar), 2013. Penyajian Pokok-Pokok Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, Jakarta.

Sabella, R., 2009. Cara Pintar Atasi Kanker. Klaten : Cable Book.

(27)

xxvii

Sari, L.O.R.K., 2006. Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 3 No. 1, Hal. 01-07.

Sudiana, I.K., 2008. Patologi Molekuler Kanker. Jakarta: Salemba Media. Suhendi, A., Muhtadi., Adhiyati, L., Sudjono, T.A., Haryoto., 2014. Aktivitas

Sitotoksik dari Ekstrak Kulit Buah Durian (Durio zibethinus Murr.) dan Kelengkeng (Dimocarpus longan Mark.) Terhadap Sel Vero dan Sel HeLa.

Simposium Nasional RAPI XIII, Hal. 59-63.

Suhendi, A., Nurcahyanti., Muhtadi., Sutrisna, E.M., 2011. Aktivitas antihiperurisemia ekstrak air jinten hitam (Coleus ambonicus Lour) pada mencit jantan galur balb-c dan standardisasinya. Majalah Farmasi Indonesia, Vol. 22 No.2, Hal. 77-84.

Sukowati, E.G., 2011. Pengaruh Pemberian Eicosapentaenoic Acid (EPA) Terhadap Jumlah Sel T CD4 Pada Pasien Karsinoma Mamae Stadium III yang Mendapatkan Kemoterapi. Semarang: Tesis Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

Sumarawati, T., Fatmawati, D., 2011. Isolasi dan Uji Sitotoksisitas Senyawa Alkaloid Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) pada Kultur Sel Kanker Payudara (T47D). Prosiding Semnas Herbs For Cancer KK UNISSULA,

Hal. 102-110.

Syaifudin, M., 2007. Gen Penekan Tumor p53, Kanker dan Radiasi Pengion.

Buletin Alara, Vol. 8 No. 3, Hal. 119-128.

Turalely, R., Hadanu, R., Mahulete, F., 2012. Uji Aktivitas Sitotoksik dan Analisis Fitokimia Ekstrak Daun Kapur (Harmsiopanax Aculeatus Harms).

Prosiding InSINas, Hal. 98-103.

Uripi, V., 2002. Menu untuk Penderita Kanker. Cetakan 1. Jakarta : Puspa Swara.

Van Steenis, C.G.G.J., 1975. Flora untuk Sekolah Indonesia. Jakarta Pusat : Pradnya Pramita.

Wahyuningsih, M.S.H., Syarif, R.A., Suharmi, S., Murini, T., Saputra, F., Suryo, A.W., 2013. Selectivity of Purified Extract From The Leaves of Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray Against HeLa Cells. Traditional Medicine Journal, Vol. 18 No.1, p. 22-28.

(28)

xxviii

WHO (World Health Organization, 2005. Strengthening The Prevention of Oral Cancer: The WHO perspective. Community Denttistry and Oral Epidemiol, Vol. 33, p. 397–399.

WHO (World Health Organization), 2006. New Vaccines Against Cervical Cancer Major Opportunity for Developing World.

http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2006/pr73/en/. Diakses tanggal 13 Desember 2014.

WHO (World Health Organization), 2014. Genes and Human Disease.

http://www.who.int/genomics/public/geneticdiseases/en/. Diakses tanggal 12 November 2014.

Widyaningsih, T.D., Sukardiman., Agus, D., Darmanto, W., 2012. Efek Imunomodulator Ekstrak Air Cincau Hitam (Mesona palustris BL) Terhadap Karsinogenesis Mencit. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan,

Vol. 13 No.1, Hal. 29-35.

Wijayakususma, H.M.H., 2005. Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. Jakarta: Puspa Swara.

(29)

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kanker adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan dan pembelahan sel yang tidak terkendali. Sel tersebut selanjutnya memiliki kemampuan invasive yakni menyusup dan merusak jaringan di dekatnya serta bermetastasis yakni menyebar ke jaringan lainnya melalui sistem pembuluh darah dan limpa (Dipiro, 2008). Sel kanker berasal dari sel normal tubuh yang mengalami transformasi menjadi ganas, karena adanya mutasi spontan atau induksi karsinogen (Puspitasari & Ulfa, 2009).

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2005 kanker adalah penyebab kematian kedua terbesar di negara maju. Data menunjukan terdapat sekitar 7,1 juta kematian pada tahun 2003 akibat kanker, dan diperkirakan jumlah keseluruhan kasus baru akan meningkat sebesar 50% dalam 20 tahun ke depan (WHO, 2005). Di Indonesia, tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahunnya (YKI, 2012). Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330 orang. Kanker tertinggi yang diderita wanita Indonesia adalah kanker payudara dengan angka kejadian 26 per 100.000 perempuan, disusul kanker leher rahim dengan 16 per 100.000 perempuan (Depkes RI, 2010).

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang serviks uterus (leher rahim), suatu daerah pada organ reproduksi perempuan yang terletak antara rahim dengan liang senggama (vagina) (Misgiyanto & Susilawati, 2014). Pada penyakit ini menunjukkan adanya sel-sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel jaringan yang tumbuh terus menerus dan tidak terbatas pada bagian leher rahim (Fitriana & Ambarini, 2012). Penyebab terjadinya gangguan sel serviks adalah Human Papiloma Virus (HPV) yang merupakan faktor inisiator dari kanker serviks

(30)

2

Kanker serviks merupakan penyakit ginekologik yang memiliki tingkat keganasan yang cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita (Fitriana & Ambarini, 2012). Menurut Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2005 penyakit kanker serviks merupakan jenis kanker kedua terbanyak yang diderita perempuan diseluruh dunia dengan kematian diperkirakan meningkat hampir 25 persen selama 10 tahun ke depan (WHO, 2006). Setiap tahun lebih dari 270.000 perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks, dan lebih dari 85% kematian ini terjadi di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2014). Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia yakni sebesar 16,85%, disusul kanker leher rahim yakni sebesar 11,78% (Depkes RI, 2010).

Tingginya tingkat kematian akibat kanker terutama di Indonesia antara lain disebabkan karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker, tanda-tanda dini dari kanker, faktor-faktor resiko terkena kanker, cara penanggulangannya secara benar serta membiasakan diri dengan pola hidup sehat (YKI, 2012). Selain itu dikarenakan sebagian besar penderita kanker terlambat mendapat pengobatan atau penanganan medis karena berbagai alasan (Fajarningsih dkk, 2008).

Pengobatan kanker pada umumnya sama, yaitu salah satu atau kombinasi

dari pembedahan, penyinaran (radioterapi), kemoterapi (sitostastik), peningkatan

daya tahan tubuh dan pengobatan dengan hormon. Pembedahan tidak dapat

dilakukan pada kanker stadium lanjut khususnya pada sel kanker yang sudah

bermetastatis. Kemoterapi dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian

penyakit kanker, meskipun demikian kemoterapi memiliki efek samping dan

toksisitas yang tinggi. Kegagalan kemoterapi dapat berkaitan dengan kegagalan

agen antikanker untuk mempengaruhi kematian sel secara terprogram (apoptosis)

(Listyowati & Nurkhasanah, 2013). Selain itu, banyak obat kanker yang ada saat

(31)

3

obat kanker yang menimbulkan efek resisten terhadap pasien (Fajarningsih dkk, 2008).

Obat antikanker yang ideal seharusnya bersifat selektif yang dapat

membunuh sel kanker tanpa membahayakan jaringan sehat. Namun sampai

sekarang belum ditemukan obat yang memenuhi kriteria demikian. Oleh karena

itu, usaha penelitian terus dilakukan untuk menemukan obat kanker yang ideal.

Salah satu sumber obat-obatan kemoterapiyang potensial yaitu tumbuh-tumbuhan

(Ilhami dkk, 2013). Pencarian obat kanker sekarang semakin menarik dengan semakin tingginya gerakan kembali ke alam, yaitu dengan pemanfaatan fitofarmaka, menggali kandungan unsur kimiawi dalam tumbuh-tumbuhan yang potensial dapat dipakai sebagai obat (Wahyuningsih, 2012).

Penelitian tentang khasiat obat herbal telah lama dilakukan, namun sampai sekarang masih banyak aspek-aspek obat herbal yang belum diungkapkan oleh para peneliti. Metoda pendekatan penelitian etnobotani terhadap penggunaan obat herbal yang digunakan oleh etnis tertentu, perlu dibuktikan aktifitas farmakologisnya secara eksperimental dan dilanjutkan dengan isolasi senyawa yang memiliki aktifitas biologis tersebut. Salah satu pemanfaatan obat herbal yang sedang dikembangkan adalah untuk membantu penyembuhan penyakit kanker (Radji dkk, 2010).

Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara

maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit

kronik meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit

tertentu di antaranya kanker serta semakin luas akses informasi mengenai obat

herbal di seluruh dunia. WHO merekomendasi penggunaan obat tradisional

termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan

pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif dan

kanker. WHO juga mendukung upaya-upaya dalam peningkatan keamanan dan

khasiat dari obat tradisional (Sari, 2006). Produk obat-obat herbal yang

berkualitas ditentukan salah satunya oleh mutu dari bahan baku (simplisia) atau

ekstrak yang digunakan. Ekstrak sebagai bahan dan produk kefarmasian yang

(32)

4

telah ditetapkan untuk dapat menjadi obat herbal terstandar atau obat fitofarmaka

(Azizah & Salamah, 2013).

Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah jarak merah (Jatropha gossypifolia L.). Jatropha gossypifolia L. termasuk dalam famili Euphorbiaceae adalah tanaman bersemak lebat, tumbuh liar hampir di seluruh India. Kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman jarak merah diantaranya adalah alkaloid, kumarin, steroid, lignan, saponin, tanin, fenol, flavonoid, dan terpenoid yang masing-masing tersebar di seluruh organ tanaman tersebut (Apu dkk, 2013; Felix-Silva dkk, 2014). Pada kulit batang Jatropha gossypifolia L. mengandung alkaloid (jatrophine) dan lignan (jatroiden) (Apu dkk, 2013). Kandungan senyawa-senyawa aktif yang terkandung pada tanaman Jatropha gossypifolia L. ini telah dilaporkan memiliki aktivitas biologis diantaranya dapat digunakan sebagai anti hipertensi, anti inflamasi, analgesik, antikoagulan, anti kolinesterase, antioksidan, antineoplasik, anestesi lokal, anti diare, imunomodulator, hepatoprotektif, antipiretik, antimikroba, antiemetik, dan antidiabetes. Selain itu, penggunaan lainnya juga dapat digunakan sebagai insektisida, pestisida, produksi biodiesel, serta untuk ritual keagamaan (Felix-Silva dkk, 2014).

Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan isolasi senyawa diterpen yaitu jatrophone, curcusone B, dan jatropholone A dari ekstrak metanol kulit batang Jatropha gossypifolia dan Jatropha curcas dengan menggunakan metode MTT

assay. Jatrophone diisolasi dari kulit batang Jatropha gossypifolia, sedangkan

(33)

5

Untuk dapat melakukan ekstraksi zat aktif tertentu dari bahan tanaman secara sempurna, pelarut yang ideal adalah pelarut yang menunjukan selektivitas maksimal, mempunyai kapasitas terbaik ditinjau dari koefisien saturasi produk dalam medium, dan kompatibel dengan sifat-sifat bahan yang diekstraksi. Pengolahan ekstraksi bahan tumbuhan obat dengan pelarut yang sesuai menjadi ekstrak cair atau ekstrak kering banyak dilakukan untuk tujuan standarisasi sediaan obat herbal sekaligus memberi keuntungan dari segi formulasi sediaannya. Departemen Kesehatan merekomendasikan air, alkohol atau campuran air dengan alkohol untuk cairan penyari ekstrak untuk keperluan bahan baku obat tradisional (Ma’mun dkk, 2006).

Dalam rangka pengembangan Jatropha gossypifolia L. sebagai antikanker untuk mengetahui sitotoksisitas dari berbagai macam organ tanaman seperti daun, kulit batang, akar dan buah, diharapkan dapat diperoleh bahan baku yang memiki potensi paling besar untuk antikanker serviks dan dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber daya alam untuk pengembangan obat tradisional. Pada penelitian ini akan dilakukan uji sitotoksisitas ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) terhadap kanker serviks (sel HeLa) dan sel vero dengan menggunakan metode Microculture Tetrazolium Salt (MTT) Assay.

Salah satu metode untuk menilai sitotoksisitas suatu bahan adalah dengan uji enzimatik menggunakan pereaksi 3-(4,5-dimethylthiazol-2-il)-2,5 diphenyltetrazolium bromide (MTT) (Meizarini, 2005). Metode 3-(4,5dimetilthiazol-2-il)-2,5 dipheniltetrazolium bromid (MTT) digunakan untuk mengukur aktivitas metabolit kultur sel in vitro dengan menafsirkan karakteristik pertumbuhan sel, menentukan nilai IC50 dan menghitung sel hidup dengan dasar pembentukan formazan ungu (Mardihusodo dkk, 2011).

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana sitotoksisitas ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) terhadap kanker serviks (sel HeLa) dengan metode MTT

(34)

6

2. Bagaimana sitotoksisitas ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) terhadap sel vero dengan metode MTT Assay ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui sitotoksisitas ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) terhadap kanker serviks (sel HeLa) dengan metode MTT

Assay.

2. Mengetahui sitotoksisitas ekstrak etanol kulit batang jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) terhadap sel vero dengan metode MTT Assay.

1.4 Manfaat penelitian

1. Dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang farmasi dalam penggunaan bahan alam sebagai obat. 2. Dapat memberikan informasi ilmiah mengenai tanaman jarak merah yang

memiliki potensi sebagai antikanker yang aman dan efektif dan dapat ditindaklanjuti dengan pengembangan obat tradisional.

3. Dapat mengetahui manfaat tanaman jarak merah sebagai alternatif penggunaan pengobatan penyakit kanker serviks.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di