Aplikasi Metode Mann-Whitney Dalam Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan Indeks Prestasi Antara Mahasiswa Dominan Otak Kanan Dan Mahasiswa Dominan Otak kiri

55  16 

Teks penuh

(1)

APLIKASI METODE MANN-WHITNEY DALAM MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERBEDAAN INDEKS PRESTASI ANTARA

MAHASISWA DOMINAN OTAK KANAN DAN MAHASISWA DOMINAN OTAK KIRI

SKRIPSI

PRANA UGIANA GIO 080803033

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

APLIKASI METODE MANN-WHITNEY DALAM MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERBEDAAN INDEKS PRESTASI ANTARA

MAHASISWA DOMINAN OTAK KANAN DAN MAHASISWA DOMINAN OTAK KIRI

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains

PRANA UGIANA GIO 080803033

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : APLIKASI METODE MANN-WHITNEY DALAM

MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERBEDAAN INDEKS PRESTASI ANTARA MAHASISWA DOMINAN OTAK KANAN DAN MAHASISWA DOMINAN OTAK KIRI

Kategori : SKRIPSI

Nama : PRANA UGIANA GIO

Nomor Induk Mahasiswa : 080803033

Program Studi : SARJANA (S1) MATEMATIKA

Departemen : MATEMATIKA

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, Juni 2012

Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2, Pembimbing 1,

Asima Manurung, S.Si, M.Si. Drs. Pengarapen Bangun., M.Si.

NIP. 197303151999032001 NIP. 195608151985031005

Diketahui oleh

Departemen Matematika FMIPA USU Ketua,

NIP. 196409011988031002

(4)

PERNYATAAN

APLIKASI METODE MANN-WHITNEY DALAM MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERBEDAAN INDEKS PRESTASI ANTARA

MAHASISWA DOMINAN OTAK KANAN DAN MAHASISWA DOMINAN OTAK KIRI

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Juni 2012

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan shalawat berangkaikan salam penulis juga sampaikan kepada Rasulullah tercinta Muhammad SAW.

Skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dan diselesaikan oleh seluruh mahasiswa Fakultas FMIPA Departemen Matematika USU. Pada skripsi ini penulis melakukan penelitian tentang ”APLIKASI METODE MANN-WHITNEY DALAM MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERBEDAAN INDEKS PRESTASI ANTARA MAHASISWA DOMINAN OTAK KANAN DAN MAHASISWA DOMINAN OTAK KIRI”.

Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis banyak menerima bantuan dan saran dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. Sutarman, M.Sc, selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Drs. Tulus, Vordipl, M.Si, Ph.D , dan Ibu Dra. Mardiningsih, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Matematika FMIPA USU 3. Bapak Drs. Pengarapen Bangun, M.Si. selaku dosen pembimbing I dan Ibu

Asima Manurung, Si. M.Si. selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan panduan, dukungan moral, motivasi dan ilmu pengetahuan bagi penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.

4. Seluruh Staf Pengajar Departemen Matematika dan pegawai Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara. 5. Ayahanda Sugio dan terkhusus Ibundaku Titin Sumiati yang paling saya

sayangi yang selalu mengiringi langkah anak-anaknya dengan doa yang tulus serta perjuangan yang keras demi pencapaian cita-cita anak-anaknya tanpa mengenal lelah dan keluh kesah.

6. Adikku tersayang Egi Akbar Anagio dan keluarga besarku yang selalu memberikan doa dengan ikhlas demi keberhasilan penulis dalam menyelesaikan studi ini.

7. Sahabat-sahabatku Alvi, Mifdhal, Iqbal, Romi, Ridho, Wilya, Windi, Suci, Febri, Silvi, dan teman-teman lain di Matematika stambuk 2008 serta untuk kakanda Sheila, Nenna, Aghni, Rina dan teman-teman yang tak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Penulis juga berterimakasihkepada Efendi, SitiAisyah, Ramadhani, dan Lintang yang telahmembantudalampengumpulan data.

Terimakasihuntuksemuapihakterkait, semogaTuhan yang MahaKuasamembalasnyadenganpahala dan mencatatnyasebagai amalan yang baik.

Amin.

(6)

Penulis menyadari terdapat banyak kekurangan dalam penulisan ini. Oleh karena itu, penulis meminta saran dan kritik membangun dari pembaca yang dapat membuat tulisan ini lebih baik lagi.

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya penulis ucapkan terima kasih. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa yang membutuhkan.

Medan, Juni 2012 Penulis,

(7)

ABSTRAK

Uji Mann-Whitney dikembangkan oleh Henry Mann dan Donald Ransom Whitney pada tahun 1947. Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik yang digunakan untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Populasi dari sampel pertama berbeda dengan populasi dari sampel kedua sehingga kedua sampel tersebut bersifat independen. Dalam hal ini, uji Mann-Whitney digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan indeks prestasi antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri.

(8)

APPLICATION MANN-WHITNEY METHOD IN DETERMINING THE EXISTENCE OF DIFFERENCE GRADE POINT AVERAGE

BETWEEN STUDENT WITH DOMINANT RIGHT BRAIN AND STUDENT WITH DOMINANT

LEFT BRAIN

ABSTRACT

Mann-Whitney test was developed by Henry Mann and Donald Ransom Whitney 1947. Mann-Whitney test is nonparametric test used for testing two independent samples from different population. Population of first sample differ with other sample so both of these are independent samples. In this case, Mann-Whitney test used for testing there is or no differentiation grade point average (GPA) between student with dominant right brain and student with dominant left brain.

(9)

DAFTAR ISI

Bab 1 Pendahuluan 1.1LatarBelakang 1 1.2RumusanMasalah 2 1.3BatasanMasalah 3

1.4TujuanPenelitian 4

1.5KontribusiPenelitian 4 1.6MetodologiPenelitian 4 1.7TinjauanPustaka 7

Bab 2 LandasanTeori 2.1StatistikParametrik 8 2.2StatistikNonparametrik 8 2.3Uji Mann-Whitney 9

2.4Uji Chi Kuadrat 12

2.5Teknik Quota Sampling 13

2.6MenentukanBesarSampel 14 Bab 3 HasildanPembahasan 3.1Pengumpulan Data 15 3.2AnalisadanPengolahan Data 19 Bab 4 Kesimpulandan Saran 4.1Kesimpulan 25 4.2Saran 25 DaftarPustaka 26 Lampiran A Kuesioner 27 Lampiran B TabelNilaiKritis 29

Lampiran C Output BerdasarkanPerhitungan Software SPSS 31

(10)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 TabelData IndeksPrestasiKumulatifTerhadap

MahasiswaDominanMenggunakanOtakKanan 16

Tabel 3.2 Data IndeksPrestasiKumulatifTerhadapMahasiswa

DominanMenggunakanOtakKiri 17

Tabel 3.3 FrekuensiHarapandanFrekuensiHarapan 20

Tabel 3.4 Rank 23

(11)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf.Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia.

Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960.Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda.Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981.Selain itu, dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.

Otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada

otak kanan, terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan,menyanyi, kreativitas, khayalan, befikir lateral, tidak terstruktur, melukis, warna, dan cenderung tidak memikirkan hal hal yang terlalu mendetail. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory).Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.

(12)

menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau,percaya diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak,bebas, spontan. Sedangkan orang yang dominan otak kiri cenderung serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi, terorganisir, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.

Otak kiri berfungsi dalam hal hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan, menulis, sistematis, rapi, analitis, linier, tahap demi tahap dan membaca, serta merupakan pusat matematika.Bagian otak ini merupakan pengendalian intelligence quotient (IQ).Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.

Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan

dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran.

Menurut para ahli, sebagian besar orang didunia hidup dengan mengandalkan otak kirinya.Para pengguna otak kiri pada umumnya lebih kuat dalam matematika.Berdasarkan uraian diatas maka penulis memilih judul “ Aplikasi Metode Mann-Whitney dalam Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan Indeks Prestasi Mahasiswa antara Mahasiswa Dominan Otak kanan dan Mahasiswa Dominan Otak Kiri”.

1.2Rumusan Masalah

(13)

1. Menentukan ada tidaknya perbedaan terhadap indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri.

2. Irwan Widiatmoko dalam bukunya yang berjudul ”Super Great Memory” (2008:19)menyatakan bahwa sesuai dengan penelitian di Habibie Center bahwa hanya tiga persen pengguna otak kanan di Indonesia. ini berarti jumlah orang yang dominan otak kiri lebih banyak dari pada orang yang dominan otak kanan. Peneliti bermaksud untuk menentukan ada tidaknya perbedaan terhadap jumlah mahasiswa dominan otak kanan dan jumlah mahasiswa dominan otak kiri.

1.3Batasan Masalah

Batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Objek penelitian adalah mahasiswa FMIPA USU yang berstatus masih aktif

kuliah dimulai dari semester 2 sampai semester 8.

2. Jumlah responden laki-laki sama dengan jumlah responden perempuan dalam sampel penelitian.

3. Penelitian dilakukan di kampus FMIPA USU pada saat hari-hari kuliah (selain hari minggu) dan responden sedang berada dalam keadaan santai (tidak sedang tergesa-gesa).

(14)

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan mengenai indeks prestasi kumulatif antaramahasiswa dominan otak kanan dengan mahasiswa dominan otak kiri.

2. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara jumlah mahasiswa dominanotak kanan dan jumlah mahasiswa dominan otak kiri.

1.5Kontribusi Penelitian

Kontribusi dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Menambah wawasan dan memperkaya literatur dalam bidang statistika yang berhubungan dengan metode nonparametrik.

2. Menambah wawasan dalam bidang psikologi mengenai fungsi otak kiri dan otak kanan.

1.6Metodologi Penelitian

1.6.1 Pengumpulan Data

(15)

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FMIPA USU yang berstatus masih aktif kuliah dimulai dari semester 2 sampai semester 8.

1.6.1.2 Sumber Data

Data yang digunakan adalah data primer.Data primer adalah data yang diperoleh dari individu atau perseorangan.Alat untuk memperoleh data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik Quota sampling.Peneliti membagikan kuesioner sebanyak 100 kepada mahasiswa yang

terdiri dari 50 mahasiswa laki-laki dan 50 mahasiswa perempuan.Pemberian kuesioner ini bertujuan untuk mengelompokkan apakah mahasiswa tersebut tergolong ke dalam kategori dominan otak kanan atau kategori dominasi otak kiri.

Dalam kuesioner tersebut terdiri dari 21 pertanyaan.Pertanyaan yang terkandung dalam kuesioner tersebut berasal dari buku karangan Irwan Widiatmoko yang berjudul “Super Great Memory”.Setiap pertanyaan terdiri dari dua pilihan jawaban. Masing-masing jawaban bertujuan untuk mengelompokkan seorang mahasiswa apakah ia dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Jika jawaban mengenai kecenderungan menggunakan otak kanan lebih banyak dari pada jawaban mengenai kecenderungan menggunakan otak kiri, maka mahasiswa tersebut tergolong ke dalam mahasiswa otak kanan.

Setelah mengelompokkan mahasiswa terhadap kecenderungan penggunaan otak, peneliti mengambil data nilai indeks kumulatif prestasi yang berada pada website Universitas Sumatera Utara.

1.6.2 Analisa Data

(16)

1. Uji Chi Kuadrat untuk Keselarasan ( ������������� )

Uji chi kuadrat dapat digunakan untuk menguji keselarasan antara frekuensi harapan dengan frekuensi pengamatan.Dalam hal ini,Peneliti bermaksud menggunakan uji chi kuadrat untuk menentukan ada tidaknya perbedaan antara jumlah mahasiswa dominan otak kanan dan jumlah mahasiswa dominan otak kiri.Dalam penelitian ini, frekuensi harapan adalah jumlah mahasiswa yang dominan otak kanan sama dengan jumlah mahasiswa yang dominan otak kiri, yakni masing-masing 50. Berikut perumusan hipotesisnya.

�0 ∶frekuensi harapan sama dengan frekuensi pengamatan.

�1 ∶frekuensi harapan tidak sama dengan frekuensi pengamatan.

Jika �0 diterima, maka pernyataan bahwa jumlah mahasiswa dominan otak

kanan sama dengan jumlah mahasiswa dominan otak kiri tidak dapat ditolak dan sebaliknya.

2. Uji Mann-Whitney

Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik yang digunakan untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Populasi dari sampel pertama berbeda dengan populasi dari sampel kedua sehingga kedua sampel tersebut bersifat independen.Pada uji Mann-Whitney, jumlah elemen pada masing-masing sampel boleh berbeda.

(17)

dominan otak kanan sama dengan nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa yang dominan otak kiri. Berikut perumusan hipotesisnya.

�0 ∶nilai indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan otak kanan

dengan mahasiswa dominan otak kiri adalah sama.

�1 ∶terdapat perbedaan nilai indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa

dominan otak kanan dengan mahasiswa dominan otak kiri.

1.7 Tinjauan Pustaka

Budi Susetyo dalam bukunya yang berjudul ”Statistika Untuk Analisis Data Penelitian” (2010) menyatakan uji Mann-Whitney atau U-tes digunakan untuk menguji dua kelompok independen atau saling bebas yang ditarik dari suatu populasi.

Irwan Widiatmoko dalam bukunya yang berjudul ”Super Great Memory” (2008) menyatakan pada umumnya manusia, khususnya di Indonesia lebih cenderung menggunakan otak kiri saja, terutama dalam mengingat. Ini sesuai penelitian Habibie Center bahwa hanya tiga persen pengguna otak kanan di Indonesia. Dan tentu saja ingatan tersebut tidak kuat atau ingatan tersebut menjadi jangka pendek sesuai dengan sifat otak kiri pada gambar diatas.

Ipho Santosa PhG dalam bukunya yang berjudul ”Wasiat Terlarang! Dahsyat dengan Otak Kanan” (2008) menyatakan hanya segelintir orang yang kuat otak kanannya. Jadilah mereka golongan minoritas. Salah satu sifat dari otak kiri adalah pemilik IQ (intelligence) tertinggi sedangkan otak kanan adalah EQ (emotional qoutient).

(18)
(19)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Statistik Parametrik

Parametrik berarti parameter.Parameter adalah indikator dari suatu distribusi hasil pengukuran.Indikator dari distribusi pengukuran berdasarkan statistik parametrik digunakan untuk parameter dari distribusi normal.Apa yang dimaksud dengan distribusi normal? Bagaimana mengetahui sebuah data berdistribusi normal atau tidak?Hal ini penting sekali untuk diketahui karena berdasarkan normal atau tidaknya distribusi ini baru dapat ditentukan apakah uji statistik parametrik atau nonparametrik yang digunakan (Tavi & Riantri, 2010:9).

Suatu tes statistik parametrik adalah suatu tes yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tertentu tentang parameter populasi yang merupakan sumber sampel penelitiannya.Syarat-syarat itu biasanya tidak diuji dan dianggap sudah dipenuhi. Seberapa jauh makna hasil suatu tes parametrik bergantung pada validitas anggapan-anggapan tadi (Siegel,Sidney,1986:38).

2.2 Statistik Nonparametrik

(20)

nonparametrik banyak digunakan pada penelitian-penelitian sosial.Data yang diperoleh dalam penelitian sosial pada umumnya berbentuk kategori atau berbentuk ranking (Tavi & Riantri, 2010:10).

Menurut Suharyadi dan Purwanto dalam bukunya “Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern” (2009:262) mengemukakan bahwa beberapa kalangan mempunyai pandangan yang skeptis terhadap statistik parametrik tersebut.Hal ini terjadi apabila asumsinya dipandang tidak relevan, seperti distribusi yang bersifat normal, mungkin saja tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata.

Siegel,Sidney dalam bukunya “Statistik Nonparametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial” (1986:39) mengemukakan bahwa tes statistik parametrik adalah paling kuat apabila semua anggapan model statistiknya dipenuhi dan bila variabel-variabel yang dianalisis diukur setidaknya dalam suatu skala interval. Tetapi, meskipun semua anggapan tes parametrik mengenai populasi dan syarat-syarat mengenai kekuatan pengukuran dipenuhi, kita ketahui dari konsep kekuatan efisiensi bahwa dengan

memperbesar ukuran sampel dengan banyak elemen yang sesuai kita dapat menggunakan suatu tes nonparametrik sebagai ganti tes parametrik dengan masih mempertahankan kekuatan yang sama untuk menolak �0.

Terlebih lagi, anggapan-anggapan yang harus dibuat untuk memberikan pembenaran terhadap penggunaan tes parametrik biasanya hanya didasarkan atas dugaan dan anggapan, sebab pengetahuan tentang parameter-parameter populasinya hampir selalu tidak ada. Akhirnya untuk beberapan distribusi populasi, tes statistik

nonparametrik jelas lebih unggul dalam kekuatan dibandingkan dengan tes parametrik (Siegel,Sidney, 1986:40).

2.3Uji Mann-Whitney

(21)

telah ditarik dari populasi yang sama. Tes ini termasuk dalam tes-tes paling kuat di antara tes-tes nonparametrik. Tes ini merupakan alternatif lain untuk tes � parametrik

yang paling berguna apabila peneliti ingin menghindari anggapan-anggapan tes � itu, atau manakala pengukuran dalam penelitiannya lebih lemah dari skala interval.

Kalau tes Mann-Whitney diterapkan untuk data yang dapat dianalisis secara

layak dengan tes parametrik yang paling kuat, yaitu, tes �, maka kekuatan efisiensinya mendekati 3/� = 95,5% seiring dengan meningkatnya � (Mood, 1954), dan

mendekati 95% meskipun untuk sampel berukuran sedang. Karena itu, tes ini merupakan pengganti yang sangat baik untuk tes �, dan tentu saja tes ini tidak memiliki anggapan-anggapan yang membatasi, serta persyaratan-persyaratan, yang

semuanya itu diperlukan dalam tes � (Siegel,Sidney, 1986:159).

Whitney (1948: 51-56) memberikan contoh-contoh distribusi dimana tes U ini lebih unggul dibandingkan dengan tes parametrik lain yang dapat dipakai sebagai pengganti tes ini.

Uji Mann-Whitney dikembangkan oleh Henry Mann dan Donald Ransom Whitney pada tahun 1947. Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik yang

digunakan untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Populasi dari sampel pertama berbeda dengan populasi dari sampel kedua sehingga kedua sampel tersebut bersifat independen.

Uji Mann-Whitney menguji parameter populasi dari masing-masing sampel.Pada dasarnya, parameter yang di uji adalah median populasi. Jika nilai median dari populasi pertama sama dengan nilai median dari populasi kedua, maka kedua sampel tersebut berasal dari populasi yang sama. Namun jika nilai median dari populasi pertama tidak sama dengan nilai median dari populasi kedua, maka kedua sampel tersebut berasal dari populasi yang berbeda.

Data yang dianalisis pada uji Mann-Whitney berupa ranking dari hasil pemeringkatan seluruh nilai dari dua sampel.Karena data yang dianalisis berupa

(22)

diberi ranking, kemudian menjumlahkan ranking berdasarkan masing-masing sampel.Setelah menjumlahkan ranking untuk masing-masing sampel, kemudian menentukan nilai dari statistik uji Mann-Whitney.

�1 = �1�2+

Keterangan :�1 adalah jumlah elemen pada sampel pertama.

�2adalah jumlah elemen pada sampel kedua.

�1adalah jumlah ranking pada sampel pertama.

�2adalah jumlah ranking pada sampel kedua.

Nilai � yang terkecil adalah nilai dari uji statistik Mann-Whitney. Nilai dari uji statistik Mann-Whitney digunakan untuk menentukan apakah hipotesis akan diterima atau ditolak. Nilai dari uji statistik Mann-Whitney dibandingkan dengan nilai kritis Mann-Whitney berdasarkan tabel nilai kritis Mann-Whitney.Berikut aturan dalam pengambilan keputusan berdasarkan uji statistik Mann-Whitney.

������������������������� − �ℎ�����

> ����������� ,ℎ�������������������.

������������������������� − �ℎ�����< ����������� ,ℎ������������������.

Untuk masing-masing sampel berukuran besar, yakni lebih dari 20, maka

pendekatan normal atau uji statistik � dapat digunakan. Nilai dari uji statistik Mann-Whitney terlebih dahulu ditransformasi ke dalam bentuk nilai peubah acak normal �.

(23)

Keterangan :� adalah nilai dari uji statistik Mann-Whitney.

�1adalah jumlah elemen pada sampel pertama.

�2adalah jumlah elemen pada sampel kedua.

�adalah nilai peubah acak normal �.

Setelah memperoleh nilai peubah acak normal �, kemudian pengambilan keputusan terhadap hipotesis dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai

peubah acak normal � dengan nilai krits yang diperoleh berdasarkan tabel distribusi normal. Cara lain dengan menentukan nilai probabilitas kumulatif dari nilai peubah acak normal � berdasarkan tabel distribusi kumulatif normal. Nilai probabilitas

kumulatif dari nilai peubah acak normal � kemudian dibandingkan dengan nilai tingkat signifikansi. Berikut aturan dalam pengambilan keputusan berdasarkan uji

statistik �.

������������������������������

> �������������������,ℎ�������������������.

������������������������������

< �������������������,ℎ������������������.

2.4 Uji Chi Kuadrat

Uji chi kuadrat goodness of fit merupakan uji statistik yang dikembangkan oleh Karl Pearson pada tahun 1900.Uji chi kuadrat goodness of fit digunakan untuk menguji keselarasan antara frekuensi harapan atau teori dan frekuensi pengamatan.Data yang dianalisis pada uji chi kuadrat dapat berupa data nominal atau data ordinal.Hipotesis nol pada uji chi kuadrat menyatakan terjadi keselarasan antara frekuensi harapan dan ferkuensi pengamatan.

(24)

�2 =∑���− �ℎ� 2

�ℎ

Keterangan :� merupakan frekuensi pengamatan.

�ℎmerupakan frekuensi harapan atau teori.

�2merupakan nilai uji statistik chi kuadrat.

Nilai uji statistik chi kuadrat kemudian dibandingkan dengan dengan nilai kritis berdasarkan tabel nilai kritis chi kuadrat.Berikut aturan keputusan berdasarkan

uji statistik chi kuadrat.

�����2 <����������� ,ℎ�������������������.

�����2 >����������� ,ℎ������������������.

2.5 Teknik Quota Sampling

Sugiarto, dkk (2001:42) menyatakan Quota sampling bahwa sampel yang diambil harus sejumlah tertentu yang dijatah (quotum) dari setiap subgroup yang telah

ditentukan dari suatu populasi.

Menurut Sugiarto,dkk (2001) kelebihan dari teknik sampling ini adalah pada rendahnya biaya penelitian. Kelebihan lainnya adalah dengan keleluasaan peneliti untuk menentukan elemen-elemen untuk setiap quotanya.Bahkan pada kondisi-kondisi tertentu, hasil penelitian dengan teknik quota sampling dapat menyamai hasil penelitian yang dilakukan dengan salah satu teknik sampling yang termasuk rumpun probability sampling.

(25)

tidak dapat diterima seperti penampilan (gaya berpakaian, sikap), jenis kelamin, ras, dan lain sebagainya.

2.6 Menentukan Besar Sampel

Menurut Roscoe dalam buku Research Methods For Bussines (1992:253) memberikan saran-saran tentang ukuran sampel sebagai berikut :

1. Ukuran sampel yang layak digunakan dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500.

2. Bila sampel dibagi dalam kategori (pria-wanita, pegawai negeri-swasta) maka

jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.

3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariat (korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Misalnya variabel penelitiannya ada 5 (independen + dependen) maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50.

(26)

BAB 3

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Pengumpulan Data

Data yang digunakan adalah data primer.Data primer adalah data yang di peroleh dari individu atau perseorangan.Alat untuk memperoleh data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner.Peneliti membagikan kuesioner sebanyak 100 kepada mahasiswa yang terdiri dari 50 mahasiswa laki-laki dan 50 mahasiswa perempuan.Pemberian kuesioner ini bertujuan untuk mengelompokkan apakah mahasiswa tersebut tergolong ke dalam mahasiswa dominan otak kanan atau mahasiswa dominan otak kiri.

Dalam kuesioner tersebut terdiri dari 21 pertanyaan.Pertanyaan yang terkandung dalam kuesioner tersebut berasal dari buku karangan Irwan Widiatmoko yang berjudul “Super Great Memory”.Setiap pertanyaan terdiri dari dua pilihan

jawaban. Masing-masing jawaban bertujuan untuk mengelompokkan seorang mahasiswa apakah ia dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Jika jawaban mengenai kecenderungan menggunakan otak kanan lebih banyak dari pada jawaban mengenai kecenderungan menggunakan otak kiri, maka mahasiswa tersebut tergolong ke dalam mahasiswa otak kanan.

(27)

Tabel 3.1

Data Indeks Prestasi Kumulatif Terhadap Mahasiswa Dominan Menggunakan Otak Kanan

(28)

(1) (2) (3) (4) (5)

Data Indeks Prestasi Kumulatif Terhadap Mahasiswa Dominan Menggunakan Otak Kiri

(29)
(30)

(1) (2) (3) (4) (5)

58 Laki Laki D3 komputer 2 2,75

59 Laki Laki D3 komputer 2 2,125

60 Laki Laki D3 komputer 2 2,825

3.2 Analisa dan Pengolahan Data

Untuk pemecahan suatu permasalahan perlu dilakukan analisa dan pengolahan data.Teknik penganalisaan yang digunakan dalam pemecahan permasalahan ini adalah dengan menggunakan uji chi kudrat dan uji Mann-Whitney.Dari data yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner terhadap beberapa mahasiwa, dapatlah dilakukan analisa dari permasalahan berikut.

3.2.1 Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan antara Jumlah Mahasiswa Dominan Otak Kanan dan Jumlah Mahasiswa Dominan Otak Kiri.

Berdasarkan tabel 3.1 dan tabel 3.2, jumlah mahasiswa dominan otak kanan dan jumlah mahasiwa dominan otak kiri masing-masing adalah 40 dan 60. Dalam hal ini, akan diuji apakah jumlah mahasiswa dominan otak kanan sama dengan jumlah mahasiswa dominan otak kiri. Teknik yang digunakan untuk pemecahan permasalahan ini adalah dengan menggunakan uji chi kuadrat.Berikut tahap-tahap yang diperlukan

untuk pemecahan permasalahan ini.

Merumuskan Hipotesis

(31)

�0 : Frekuensi harapan sama dengan frekuensi pengamatan atau jumlah mahasiswa

dominan otak kanan sama dengan jumlah dominan otak kiri.

�1 : Frekuensi harapan tidak sama dengan frekuensi pengamatan atau jumlah

mahasiswa dominan otak kanan tidak sama dengan jumlah dominan otak kiri.

Menghitung Nilai Kritis Berdasarkan Tabel Nilai Kritis Chi Kuadrat

Tingkat signifikansi yang digunakan pada penelitian ini adalah 5%.Untuk menentukan nilai kritis, terlebih dahulu menentukan nilai derajat bebas.

������������= � −1,������ℎ�����ℎ��������

Nilai derajat bebas merupakan hasil pengurangan antara jumlah kategori dengan 1. Diketahui jumlah kategori sebanyak dua, yakni kategori dominan otak kanan dan kategori dominan otak kiri sehingga nilai derajat bebas adalah 2−1 = 1. Nilai kritis

berdasarkan tabel nilai kritis chi kuadrat dengan derajat bebas 1 dan tingkat signifikansi 5% adalah 3,841.

Menghitung Nilai dari Uji Statistik Chi Kuadrat

Pada tahap ini akan dihitung nilai dari uji statistik chi kuadrat. Nilai tersebut digunakan untuk menentukan apakah hipotesis akan diterima atau ditolak. Berdasarkan tabel 3.1 dan 3.2 diketahui frekuensi mahasiswa dominan otak kanan dan frekuensi mahasiswa dominan otak kiri masing-masing adalah 40 dan 60.

Tabel 3.3

Frekuensi Harapan dan Frekuensi Harapan

Kategori Otak Kanan Otak Kiri

Frekuensi Harapan 50 50

(32)

Nilai dari uji stasitik chi kuadrat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

�2 =∑���− �ℎ� 2

�ℎ

Keterangan :� merupakan frekuensi pengamatan.

�ℎmerupakan frekuensi harapan atau teori.

�2merupakan nilai uji statistik chi kuadrat.

Sehingga

�2 = (40−50)2+ (60−50)2

50

�2 = 4

Nilai dari uji statitistik chi kuadrat adalah 4.

Pengambilan Keputusan

Pada tahap ini adalah pengambilan keputusan terhadap hipotesis.Aturan keputusan disesuaikan berdasarkan uji statistik yang digunakan.Berikut aturan keputusan berdasarkan uji statistik chi kuadrat.

�����2 <����������� ,ℎ�������������������.

�����2 >����������� ,ℎ������������������.

(33)

3.2.2Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif antara Mahasiswa Dominan Otak Kanan dan Mahasiswa Dominan Otak Kiri.

Tabel 3.1 dan tabel 3.2 masing-masing merupakan nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri. Dalam hal ini, uji Mann-Whitney akan digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan nilai indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri. Berikut tahap-tahap yang diperlukan untuk pemecahan permasalahan ini.

Merumuskan Hipotesis

Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Dalam hal ini, uji Mann-Whitney akan digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri. Berikut

perumusan hipotesisnya.

�0 : Nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kanan sama dengan nilai

indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kiri.

�1 : Nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kiri berbeda dengan

nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kanan.

Menghitung Nilai dari Uji Statistik Mann-Whitney

(34)

Tabel 3.4 Rank

Berdasarkan tabel 3.4, nilai pada kolom N masing-masing 60 dan 40 merupakan nilai frekuensi pengamatan mahasiswa dominan otak kiri dan nilai frekuensi pengamatan mahasiswa dominan otak kanan. Pada tabel 3.4 juga memberikan informasi bahwa nilai rata-rata ranking (mean rank) masing-masing adalah 54,73 dan 44,15. Terlihat bahwa nilai rata-rata ranking mahasiswa dominan otak kiri terlihat lebih tinggi dari

pada nilai rata-rata ranking mahasiswa dominan otak kanan.

Tabel 3.5 Test Statistics

Test Statisticsa

Nilai

Mann-Whitney U 946.000

Wilcoxon W 1766.000

Z -1.787

Asymp. Sig. (2-tailed) .074

a. Grouping Variable: otak

Berdasarkan tabel 3.5 memberikan informasi bahwa nilai dari uji statistik Mann-Whitney (Mann-Whitney U) adalah 946 dan peubah acak normal (�) adalah −1,787. Nilai probabilitas kumulatif berdasarkan tabel distribusi kumulatif normal untuk

�=−1,787 adalah 0,0375.

Menghitung Nilai Tingkat Signifikansi

(35)

Pengambilan Keputusan

Pada tahap ini adalah pengambilan keputusan terhadap hipotesis.Aturan keputusan disesuaikan berdasarkan uji statistik yang digunakan.Berikut aturan keputusan berdasarkan uji statistik normal.

�������������������������> ������������������� ,ℎ�������������������.

�������������������������< ������������������� ,ℎ������������������.

Diketahui nilai probabilitas kumulatif adalah 0,0375 dan nilai tingkat signifikansi yang akan dibandingkan adalah 0,025. Karena nilai probabilitas kumulatif, yakni

(36)

BAB 4

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

1. Terjadi perbedaan antara jumlah mahasiswa dominan menggunakan otak kanan dan mahasiswa dominan menggunakan otak kiri.

2. Tidak terdapat perbedaan antara indeks prestasi mahasiswa dominan menggunakan otak kanan dan indeks prestasi mahasiswa dominan menggunakan otak kiri.

4.2 Saran

1. Pada tulisan ini penulis menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney, maka dalam penelitian yang lain disarankan menggunakan uji parametrik seperti uji beda dua rata-rata populasi tidak berhubungan (independen) untuk melihat perbandingan kesamaan hasil dan perbedaannya.

2. Bagi yang ingin melakukan penelitian ini disarankan agar mengambil sampel dalam ukuran yang lebih besar untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai apakah terdapat perbedaan antara jumlah mahasiswa dominan otak kanan dan jumlah mahasiswa dominan otak kiri serta apakah terdapat perbedaan antara nilai indeks prestasi mahasiswa dominan menggunakan otak kanan dan nilai indeks prestasi mahasiswa dominan menggunakan otak kiri.

(37)

Conover, W.J. 1999. Practical Nonparametric Statistics, New York :John Wiley & Sons Inc.

Hall, Doug. 2012.Jump Start Your Business Brain, United States of America :Eureka! Institute Inc.

Santosa,Ippho. 2008.13 Wasiat Terlarang! Dahsyat Dengan Otak Kanan,Jakarta : PT Gramedia.

Sekaran, Uman dan Bougie, Roger. 2010. Research Methods for Business, United Kingdom :Copy righted Material.

Siegel, Sidney. 1985. Statistik Nonparametrik untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Strover, David. 2000. Beyond a World Divided: Human Values in the Brain-Mind Science of Roger Sperry, United States of America : an imprint of

iUniverse.com, Inc.

Suharyadi dan Purwanto. 2009.Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern, Jakarta: Salemba Empat.

Supranto, J. 2008.Statistika Teori dan Aplikasi.Jakarta : Erlangga.

Supriana, Tavi dan Barus, Riantri. 2010.Statistik Nonparametrik Aplikasi dalam Bidang Sosial Ekonomi Pertanian, Medan : USU Press.

Susetyo, Budi. 2010.Statistika untuk Analisis Data Penelitian,Bandung : PT Refika Aditama.

(38)

LAMPIRAN A : KUESIONER

Berikut merupakan kuesioner yang digunakan dalam penelitian. Kuesioner tersebut berasal dari buku karangan Irwan Widiatmoko yang berjudul ”Super Great Memory”. Pilih salah satu jawaban A atau B sesuai dengan kondisi yang anda alami.

1. A. Saya lebih suka mengerjakan sesuatu menurut cara saya sendiri. B. Saya lebih suka diberi tahu cara terbaik untuk mengerjakan sesuatu.

2. A. Saya lebih suka membuat perencanaan sendiri.

B. Saya dapat mengikuti perencanaan yang dibuat oleh siapa saja.

3. A. Saya sangat fleksibel dan kadang kadang sulit ditebak. B. Saya orang yang sangat stabil dan konsisten

4. A. Saya menyimpan segala suatu pekerjaan ditempat yang khusus.

B. Tempat saya menyimpan barang tergantung pada apa yang sedang saya kerjakan

5. A. Saya mengerjakan suatu pekerjaan dengan menggunakan jadwal teratur dan alokasi waktu yang sesuai.

B. Saya lebih suka mengerjakan tugas menjelang ��������.

6. A. Saya tahu kalau saya benar karena saya mempunyai alasan yang benar. B. Saya tahu kalau saya benar walaupun tanpa ada alasan sama sekali.

7. A. Saya membutuhkan banyak variasi dan perubahan dalam hidup saya. B. Saya suka hidup terencana dan teratur dengan baik.

8. A. Kadang kala saya mempunyai terlalu ide dalam suatu situasi yang baru. B. Kadang kala saya tidak mempunyai ide apapun dalam situasi yang baru.

9. A. Saya mengerjakan hal yang mudah dulu dan mengerjakan hal yang penting paling terakhir.

(39)

10. A. Bila harus membuat suatu keputusan yang besar, saya memutuskan berdasarkan apa yang saya tahu merupakan hal benar.

B. Bila harus membuat keputusan yang besar, saya memutuskan berdasarkan apa yang saya rasa merupakan hal yang benar.

11. A. Saya membuat perencanaan waktu dalam mengerjakan sesuatu. B. Saya tidak membuat perencanaan waktu dalam mengerjakan sesuatu.

12. A. Saya biasanya mempunyai disiplin diri yang baik. B. Saya biasanya bertindak sesuai dengan perasaan.

13. A. Orang lain tidak mengerti cara saya mengatur sesuatu.

B. Orang lain berpendapat bahwa saya mampu mengatur sesuatu dengan baik.

14. A. Saya setuju dengan ide baru sebelum orang lain setuju dengan ide tersebut. B. Saya lebih mempertanyakan ide baru dibandingkan orang lain.

15. A. Saya lebih banyak berfikir dalam bentuk gambar B. Saya lebih banyak berfikir dalam bentuk kata kata

16. A. Saya mencoba menemukan satu cara terbaik untuk menyelesaikan suatu masalah.

B. Saya mencoba menemukan beberapa cara untuk menyelesaikan suatu masalah.

17. A. Saya dapat menganalisis apa yang akan terjadi kemudian. B. Saya dapat merasakan apa yang akan terjadi kemudian.

18. A. Saya tidak begitu imajinatif dalam melakukan pekerjaan saya.

B. Saya dapat menggunakan imajinasi saya hampir dalam setiap pekerjaan yang saya lakukan

19. A. Saya mengerjakan banyak pekerjaan tetapi tidak pernah saya selesaikan. B. Saya mengerjakan satu pekerjaan dulu sebelum mengerjakan pekerjaan hal lain.

(40)

21. A. Saya suka mengambil resiko. B. Saya lebih suka tidak mengambil resiko.

LAMPIRAN B : TABEL NILAI KRITIS

TABEL DISTRIBUSI KUMULATIF NORMAL

(41)

-1.1 0.1357 0.1335 0.1314 0.1292 0.1271 0.1251 0.1230 0.1210 0.1190 0.1170

TABEL NILAI KRITIS DISTRIBUSI CHI KUADRAT

derajat bebas luas sisi kanan

(42)

25 34.382 37.652 41.566 44.314

26 35.563 38.885 42.856 45.642

27 36.741 40.113 44.140 46.963

28 37.916 41.337 45.419 48.278

29 39.087 42.557 46.693 49.588

30 40.256 43.773 47.962 50.892

LAMPIRAN C : OUTPUT BERDASARKAN PERHITUNGAN SOFTWARE SPSS

Chi-Square Test

Frequencies

jumlah_mahasiswa

Observed N Expected N Residual

40 40 50.0 -10.0

60 60 50.0 10.0

Total 100

dominasi_otak

Observed N Expected N Residual

otak kiri 60 50.0 10.0

otak kanan 40 50.0 -10.0

Total 100

(43)

jumlah_mahasiswa dominasi_otak

Chi-Square 4.000a 4.000a

Df 1 1

Asymp. Sig. .046 .046

a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 50.0.

Mann-Whitney Test

Ranks

dominasi_otak N Mean Rank Sum of Ranks

Nilai otak kiri 60 54.73 3284.00

otak kanan 40 44.15 1766.00

Total 100

Test Statisticsa

nilai

Mann-Whitney U 946.000

Wilcoxon W 1766.000

Z -1.787

Asymp. Sig. (2-tailed) .074

(44)

LAMPIRAN D : PERHITUNGAN MANUAL UNTUK MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERBEDAAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF ANTARA MAHASISWA DOMINAN OTAK

KANAN DAN MAHASISWA DOMINAN OTAK KIRI

Berikut tahap-tahap yang diperlukan untuk penyelesaian secara manual dalam menentukan ada tidaknya perbedaan indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri.

Merumuskan Hipotesis

Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Dalam hal ini, uji Mann-Whitney akan digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri. Berikut perumusan hipotesisnya.

�0 : Nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kanan sama dengan nilai

(45)

�1: Nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kiri berbeda dengan nilai

indeks prestasi kumulatif mahasiswa dominan otak kanan.

Menghitung Nilai dari Uji Statistik Mann-Whitney

Berikut tahap-tahap yang diperlukan untuk menghitung uji statistik Mann-Whitney.

 Menggabungkan seluruh nilai indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri. Berikut disajikan sebuah tabel nilai indeks prestasi kumulatif dari mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri.

(46)
(47)
(48)

89 Laki Laki S1 Matematika 2 2.34211

(49)
(50)
(51)

46 Perempuan D3 Statistika 2 3.7 0 97

92 Laki Laki S1 Biologi 2 3.80952 0 98

72 Perempuan S1 Matematika 2 3.81579 0 99

19 Laki Laki D3 Statistika 2 3.9 1 100

Berdasarkan tabel di atas, terdapat kolom Kode. Nilai kode bernilai 1 atau 0. Nilai 1 berarti mahasiswa dominan otak kanan sedangkan nilai 0 berarti mahasiswa dominan otak kiri. Berdasarkan tabel di atas, individu ke-35, jenis kelamin laki-laki, jurusan D3 Kimia, semester 2 dengan IPK 1,47722 berada pada urutan ke-1. Individu ke-19, jenis kelamin laki-laki, jurusan D3 statistika, semester 2 dengan IPK 3.9 berada pada urutan ke-100.

 Memberi ranking pada indeks prestasi kumulatif dari masing-masing dominasi otak. Tabel Nilai IPK Mahasiswa Dominan Otak Kiri Setelah Diranking

(52)

100 Laki Laki D3 komputer 2 2.825 0 48 48

(53)
(54)

7 Perempuan

 Menghitung nilai dari uji statistik Mann-Whitney. Berdasarkan tabelnilai IPK mahasiswa dominan otak kiri setelah diranking dan tabelnilai IPK mahasiswa otak dominan kanan setelah diranking , jumlah ranking nilai IPK mahasiswa dominan otak kiri adalah 3284 dan jumlah ranking nilai IPK mahasiswa dominan otak kanan adalah 1766. Kemudian menghitung nilai dari uji statistik Mann-Whitney.

�1 = �1�2+

Nilai � yang terkecil adalah nilai dari uji statistik Mann-Whitney.

�1 = (60)(40) +

Sehingga nilai dari uji statistik Mann-Whitney adalah 946.

(55)

Berikut rumus untuk mentransformasi nilai dari uji statistik Mann-Whitney menjadi nilai peubah acak normal Z.

�= � − ��

1�2

2 �

�(�1)(�2)(�1+�2 + 1)

12

Berdasarkan perhitungan sebelumnya, nilai dari uji statistik Mann-Whitneyadalah 17,5 sehingga

Nilai dari peubah acak normal � adalah −1,78713. Nilai probabilitas kumulatif dari

�=−2,46 berdasarkan tabel distribusi kumulatif normal adalah 0,0367 ���� 0,37. Berikut aturan dalam pengambilan keputusan berdasarkan uji statistik �.

������������������������������ > �������������������,

ℎ�������������������.

������������������������������ < �������������������,

ℎ������������������.

Berdasarkan perhitungan sebelumnya, nilai probabilitas kumulatif, yakni 0,0367 lebih kecil dari nilai tingkat signifikansi, yakni 0,05

2 = 0,025 sehingga hipotesis nol diterima

Figur

Tabel 3.1
Tabel 3 1 . View in document p.27
Tabel 3.2 Data Indeks Prestasi Kumulatif Terhadap Mahasiswa
Tabel 3 2 Data Indeks Prestasi Kumulatif Terhadap Mahasiswa . View in document p.28
Tabel 3.3
Tabel 3 3 . View in document p.31
Tabel 3.4 Rank
Tabel 3 4 Rank . View in document p.34
Tabel 3.5 Test Statistics
Tabel 3 5 Test Statistics . View in document p.34
TABEL DISTRIBUSI KUMULATIF NORMAL
TABEL DISTRIBUSI KUMULATIF NORMAL . View in document p.40
TABEL NILAI KRITIS DISTRIBUSI CHI KUADRAT
TABEL NILAI KRITIS DISTRIBUSI CHI KUADRAT . View in document p.41
Tabel Nilai IPK Mahasiswa Dominan Otak Kiri Setelah Diranking
Tabel Nilai IPK Mahasiswa Dominan Otak Kiri Setelah Diranking . View in document p.51
Tabel Nilai IPK Mahasiswa Dominan Otak Kanan Setelah Diranking
Tabel Nilai IPK Mahasiswa Dominan Otak Kanan Setelah Diranking . View in document p.52

Referensi

Memperbarui...