Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Dan Pengupahan Di PT.(PERSERO) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

70  126  Download (3)

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM S-1 EXTENSI MEDAN

PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN

PENGUPAHAN DI PT.(PERSERO) ANGKASA PURA II BANDARA

SOEKARNO-HATTA JAKARTA

SKRIPSI

OLEH :

SRI HENNY APRIANY 030503011

DEPARTEMEN AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Universitas Sumatera Utara Medan

(2)

ABSTRACT

Deep implementation activity to attempt, every company very require Human Resource (SDM) as important input which is usually to mention by employees. Either the employees problem which important to be doubtful about system payment of fee and wages. To that necessary by applying of Information System Accountancy (SIA) which design and in implementation which better in order to top information. SIA payroll system to help management in company to handle transaction of fee and payment with handle to raise with internal control of fee and wages at company, until company to attain results which to fixed on. Pursuant clarification make research that to find applying of SIA payroll system and internal control at PT.(Persero) Angkasa Pura II Airport of Soekarno-Hatta Jakarta have adequate?

The research kind which to execute writer is descriptive research, data a kind which use is primary data and secondary data, techniques of kind by data collecting is writers are observation and interview and method analyze data is descriptive method, that is method analyze where data method collected, to be compiled, interpretation, analyzed, so that give complete description for trouble-shooting faced.

PT.(Persero) Angkasa Pura II Airport of Soekarno-Hatta is company of BUMN which a movement in the performance of service area and airport service. This company choose separate procedure in giving of fee and wages to his employees. This company to apply Application SIA program namely Sistem Manajemen Kepegawaian ( SIMPEG ), but practically program SIMPEG not yet is fully used in procedure of payment of fee and wages. This matter can be seen by still used of Microsoft Excel at procedure payment of fee and wages although still there are used system. Applying of SIA payroll in this company have also been supported by this internal control seen by the existence of dissociation of authority system duty and of practice the healthiness. Pursuant to research result, writer can conclude that applying of SIA Payroll at PT.(Persero) Angkasa Pura II Airport of Soekarno-Hatta Jakarta have adequate and good enough although still there are used system.

Keyword : Information System Accountancy ( SIA ), SIA Payroll, Internal

(3)

ABSTRAK

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, setiap perusahaan sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai input penting yang biasa disebut pegawai. Salah satu masalah kepegawaian yang sangat penting adalah menyangkut sistem pembayaran gaji dan upah. Untuk itulah diperlukan penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang didesain dan diimplementasikan dengan baik agar menghasilkan informasi yang andal. SIA penggajian dan pengupahan akan membantu manajemen perusahaan dalam menangani transaksi gaji dan pembayarannya serta meningkatkan pengendalian internal gaji dan upah pada perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan serta pengendalian internal yang digunakan di PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta telah dilaksanakan dengan baik?

Jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian deskriptif, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, tehnik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah wawancara dan observasi dan metode analisis data adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode analisis dimana metode data dikumpulkan, disusun, diinterprestasikan, dianalisis, sehingga memberikan keterangan yang lengkap bagi pemecahan masalah yang dihadapi.

PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Udara Soekarno-Hatta adalah suatu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang jasa pengelolaan dan pelayanan kebandaraan. Perusahaan ini memilih prosedur tersendiri dalam memberikan gaji dan upah kepada karyawannya. Perusahaan ini juga menerapkan suatu Program Aplikasi yaitu Sistem Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), tetapi pada kenyataannya Program Aplikasi SIMPEG belum sepenuhnya digunakan dalam proses pembayaran gaji dan upah. Hal ini dapat dilihat masih digunakannya Microsoft Excel pada prosedur pembayaran gaji dan upah yang menyebabkan ketidakpaduan sistem. Penerapan SIA penggajian dan pengupahan di perusahaan ini juga telah didukung pengendalian internal ini dilihat adanya pemisahan tugas sistem wewenang dan praktik-praktik yang sehat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan pada PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sudah cukup baik dan memadai walaupun masih terdapat ketidak paduan sistem yang digunakan.

Kata Kunci ( Key Word ) : Sistem Informasi Akuntansi (SIA), SIA Penggajian dan

(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul

1 Ancaman dan pengendalian dalam Siklus Penggajian/

Halaman

1-1 Bagan Kerangka Konseptual 5

2-1 Diagram Konteks dalam Silkus SDM/Penggajian 10

2-2 DFD tingkat 0 untuk Siklus Penggajian 15

4-1 Siklus Akuntansi pada Penggajian dan Pengupahan 42

(5)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul

1 Struktur Organisasi PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

2 Tabel Golongan Pegawai PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

3 Tabel Gaji Dasar Pegawai PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

4 Lampiran Berita Acara Negosiasi

5 Bagan Arus Sistem dan Prosedur Gaji dan Tunjangan Seksi Pencatatan Penghasilan

5a Bagan Arus Sistem dan Prosedur Pembayaran gaji dan upah PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

(6)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ………... i

KATA PENGANTAR ………... ii

ABSTRAK ……….... v

ABSTRACT…….... vi

DAFTAR ISI ………. vii

DAFTAR GAMBAR ………... x

DAFTAR LAMPIRAN ……… xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4

E. Kerangka Konseptual ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Informasi Akuntansi ( SIA ) ... 6

B. Siklus Sumber Daya Manusia (SDM)/ Penggajian Dan Pengupahan 1. Pengertian Gaji dan Upah ... 8

2. Gambaran Umum Siklus SDM/Penggajian Dan Pengupahan ... 9

3. Aktifitas Siklus SDM/Penggajian dan Pengupahan ... 10

4. Dokumen Yang Digunakan... 16

5. Catatan Yang Digunakan... 17

(7)

7. Fungsi-fungsi Yang Terkait Dengan Sistem Penggajian Dan

Pengupahan... 19

C. Pengendalian Internal Atas Sistem informasi Akuntansi Pada Sistem Penggajian Dan Pengupahan ... 23

BAB III METODE PENELITIAN A. Jadwal dan Lokasi Penelitian………. 27

B. Jenis Penelitian………...……... 27

C. Jenis dan Sumber Data……….... 27

D. Teknik Pengumpulan Data………..….…………... 28

E. Metode Penganalisaan Data…………..……..……… 29

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian 1. Sejarah Ringkas Perusahaan PT(Persero) Angkasa Pura II ... 30

2. Visi dan Misi PT(Persero) Angkasa Pura II ... 32

3. Struktur Organisasi dan Peraturan Kepegawaian Dari Sistem Penggajian Dan Pengupahan PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara SOEKARNO –HATTA a. Struktur Organisasi ... 33

b. Peraturan Kepegawaian Dari Sistem Penggajian dan Pengupahan ... 35 4 Gambaran Umum Sistem Informasi Akuntansi Pada Sistem

(8)

a. Dokumen Yang Digunakan... 39 b. Catatan Yang Digunakan... 40

c. Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem Penggajian Dan Pengupahan... 42 5. Sistem Pengendalian Internal Atas Sistem Informasi

Akuntansi Pada Sistem Penggajian Dan Pengupahan Yang Diterapkan PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara

SOEKARNO-HATTA ... 50 B. Analisis Hasil Penelitian

1. Analisis Terhadap Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pada Sistem Penggajian Dan Pengupahan Yang Diterapkan PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara SOEKARNO-

HATTA ... 52 2. Analisis Hubungan Sistem Sistem Informasi Akuntansi Pada

Sistem Penggajian Dan Pengupahan Terhadap Sistem

Pengendalian Internal Yang Diterapkan PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara SOEKARNO-HATTA ... 58

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 62 B. Saran ... 65

DAFTAR PUSTAKA

(9)

ABSTRACT

Deep implementation activity to attempt, every company very require Human Resource (SDM) as important input which is usually to mention by employees. Either the employees problem which important to be doubtful about system payment of fee and wages. To that necessary by applying of Information System Accountancy (SIA) which design and in implementation which better in order to top information. SIA payroll system to help management in company to handle transaction of fee and payment with handle to raise with internal control of fee and wages at company, until company to attain results which to fixed on. Pursuant clarification make research that to find applying of SIA payroll system and internal control at PT.(Persero) Angkasa Pura II Airport of Soekarno-Hatta Jakarta have adequate?

The research kind which to execute writer is descriptive research, data a kind which use is primary data and secondary data, techniques of kind by data collecting is writers are observation and interview and method analyze data is descriptive method, that is method analyze where data method collected, to be compiled, interpretation, analyzed, so that give complete description for trouble-shooting faced.

PT.(Persero) Angkasa Pura II Airport of Soekarno-Hatta is company of BUMN which a movement in the performance of service area and airport service. This company choose separate procedure in giving of fee and wages to his employees. This company to apply Application SIA program namely Sistem Manajemen Kepegawaian ( SIMPEG ), but practically program SIMPEG not yet is fully used in procedure of payment of fee and wages. This matter can be seen by still used of Microsoft Excel at procedure payment of fee and wages although still there are used system. Applying of SIA payroll in this company have also been supported by this internal control seen by the existence of dissociation of authority system duty and of practice the healthiness. Pursuant to research result, writer can conclude that applying of SIA Payroll at PT.(Persero) Angkasa Pura II Airport of Soekarno-Hatta Jakarta have adequate and good enough although still there are used system.

Keyword : Information System Accountancy ( SIA ), SIA Payroll, Internal

(10)

ABSTRAK

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, setiap perusahaan sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai input penting yang biasa disebut pegawai. Salah satu masalah kepegawaian yang sangat penting adalah menyangkut sistem pembayaran gaji dan upah. Untuk itulah diperlukan penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang didesain dan diimplementasikan dengan baik agar menghasilkan informasi yang andal. SIA penggajian dan pengupahan akan membantu manajemen perusahaan dalam menangani transaksi gaji dan pembayarannya serta meningkatkan pengendalian internal gaji dan upah pada perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan serta pengendalian internal yang digunakan di PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta telah dilaksanakan dengan baik?

Jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian deskriptif, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, tehnik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah wawancara dan observasi dan metode analisis data adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode analisis dimana metode data dikumpulkan, disusun, diinterprestasikan, dianalisis, sehingga memberikan keterangan yang lengkap bagi pemecahan masalah yang dihadapi.

PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Udara Soekarno-Hatta adalah suatu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang jasa pengelolaan dan pelayanan kebandaraan. Perusahaan ini memilih prosedur tersendiri dalam memberikan gaji dan upah kepada karyawannya. Perusahaan ini juga menerapkan suatu Program Aplikasi yaitu Sistem Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), tetapi pada kenyataannya Program Aplikasi SIMPEG belum sepenuhnya digunakan dalam proses pembayaran gaji dan upah. Hal ini dapat dilihat masih digunakannya Microsoft Excel pada prosedur pembayaran gaji dan upah yang menyebabkan ketidakpaduan sistem. Penerapan SIA penggajian dan pengupahan di perusahaan ini juga telah didukung pengendalian internal ini dilihat adanya pemisahan tugas sistem wewenang dan praktik-praktik yang sehat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan pada PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sudah cukup baik dan memadai walaupun masih terdapat ketidak paduan sistem yang digunakan.

Kata Kunci ( Key Word ) : Sistem Informasi Akuntansi (SIA), SIA Penggajian dan

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, setiap perusahaan sangat membutuhkan peranan Sumber Daya Manusia (SDM). Peranan SDM dalam hal ini adalah sebagai input penting yang biasa disebut pegawai atau karyawan. Dalam hal ini mengandung pengertian orang-orang yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam kegiatan operasional. Semakin berkembangnya suatu perusahaan maka akan memerlukan lebih banyak karyawan. Untuk itu diperlukan konsentrasi khusus dalam menangani masalah kepegawaian. Salah satu masalah kepegawaian yang sangat penting adalah menyangkut sistem pembayaran gaji dan upah karyawan. Pada pelaksanaan pembayaran gaji dan upah karyawan harus dilaksanakan secara profesional dengan maksud agar terciptanya hubungan timbal balik yang baik antara perusahaan dengan karyawan perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan hak dan kewajiban dapat dijalankan dengan selaras dan seimbang.

(12)

sebelumnya dijalankan secara manual dirasakan tidak lagi mampu memberikan manfaat yang memadai dalam bidang operasional.

Oleh karena itu banyak perusahaan yang mulai beralih kepada sistem informasi akuntansi yang berbasis komputer. Pengolahan data akutansi secara komputerisasi terbukti mampu memberikan informasi yang andal dan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan.

Sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan dirancang manajemen untuk menyajikan informasi keuangan bagi kepentingan perusahaan dan pertanggung jawaban keuangan kepada pihak luar perusahaan (investor, kreditor, dan kantor pelayanan pajak). Yang pada tujuan khususnya untuk masalah ini, sistem ini juga dirancang untuk menangani transaksi-transaksi gaji dan pembayarannya diantaranya sistem ini digunakan perusahaan untuk mencatat daftar hadir, mencatat transaksi kedalam jurnal, memposting kedalam buku besar serta menyiapkan laporan keuangan. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari proses pemasukan data, penyimpanan, pengolahan, proses menghasilhan laporan, dan pengendalian.

Dengan adanya sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan pada perusahaan maka diperlukan juga pengendalian internal agar penyelewengan ataupun manipulasi terhadap penggajian dan pengupahan dapat dihindarin.

(13)

Jumlah karyawan yang relatif banyak dari berbagai tingkatan yang terdiri dari karyawan tetap ( karyawan PT. Angkasa Pura II ) dan kontrak ( outsourcing ) yaitu karyawan yang diperbantukan di PT. Angkasa Pura II yang merupakan kerjasama antara PT. Angkasa Pura II dan Koperasi Satya Ardhia Mandiri ( KOSAMI ), mengakibatkan pengeluaran untuk gaji dan upah menjadi sangat penting atau besar sehingga perlu mendapatkan suatu sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal yang baik dalam pelaksanaan pembayaran gaji sehingga dapat memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap sistem informasi akuntansi pada penggajian dan pengupahan di perusahaan PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta Jakarta, yang akan dituangkan dalam skripsi yang berjudul “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Dan Pengupahan Di PT.(PERSERO) Angkasa Pura II Bandara

Soekarno-Hatta, Jakarta.”

B. Perumusan Masalah

Didalam penerapan sistem informasi akuntansi pada proses penggajian dan pengupahan ini perlu diperhatikan cara atau prosedur penggunaan program dan sistem penggendalian internalnya sehingga menghasilkan output yang benar dan akurat sesuai dengan data yang ada.

(14)

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki tujuan antara lain:

1. Untuk mengetahui proses transaksi pembayaran gaji dan upah di PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta.

2. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui peranan sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal pada penggajian dan pengupahan yang digunakan PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara soekarno Hatta.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk memperluas wawasan tentang peranan sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal pada penggajian dan pengupahan

(15)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Mulyadi ( 2001: 2 ) : “Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lain yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”. Dari defenisi tersebut dapat dirinci lebih lanjut pengertian umum mengenai sistem yaitu sebagai berikut :

• Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.

• Unsur-unsur tersebut adalah bagian yang terpadu dari sistem yang bersangkutan. • Unsur suatu sistem bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.

• Suatu sistem merupakan bagian dari sistem yang lain yang lebih besar.

Menurut James A. Hall ( 2001: 7 ) : "Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada para pemakai."

Akuntansi dapat juga dapat didefenisikan sebagai proses pengindentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Menurut Bodnar dan Hopwood ( 2004 : 1 ) : " Sistem informasi akuntansi ( SIA ) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi." Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.

(16)

1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.

2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi.

3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.

4. Softwareyang dipakai untuk memproses data organisasi.

5. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan

pendukung (peripheral device), dan peralatan untuk komunikasi jaringan.

Kelima komponen tersebut secara bersama-sama memungkinkan suatu sistem informasi akuntansi memenuhi tiga fungsi pentingnya dalam organisasi , yaitu :

• Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat dalam berbagai aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, para pegawai dan pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang ( review ) hal – hal yang telah terjadi.

• Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. • Menyediakan pengeendalian yang memadai untuk menjaga aset - aset organisasi

termasuk data organisasi untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal.

B. Siklus Sumber Daya Manusia ( SDM ) / Penggajian Dan Pengupahan

(17)

Istilah penggajian ( payroll ) sering diartikan sebagai jumlah yang dibayarkan kepada karyawan atas jasa-jasa yang mereka berikan selama suatu periode.

Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi (2001 : 373 ) mendefenisikan gaji dan upah adalah sebagai berikut :

Gaji merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer, sedangkan upah umunya merupakan pembayaran atas penyarahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana ( buruh ). Umumnya gaji dibayarkan secara tetap perbulan sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan.

Ahli lain yaitu Mathis dan Jackson ( 2002 : 119-120 ) membagi bentuk balas jasa yang diterima oleh karyawan dalam tiga kelompok yaitu :

a. Gaji pokok adalah kompensasi dasar yang diterima oleh karyawan dimana pembayarannya yang konstan dari waktu ke waktu dengan tidak memperhatikan jumlah jam kerja.

b. Gaji variabel dikaitkan dengan pencapaian kinerja individual atau kelompok. Bentuk gaji variabel ini seperti bonus, insentif.

c. Tunjangan karyawan adalah imbalan tidak langsung seperti asuransi kesehatan, uang cuti, atau uang pensiun yang diberikan pada karyawan atau sekelompok karyawan berbagai bagian dari keanggotaannya di organisasi

Dari defenisi diatas dapat disimpulkan perbedaan gaji dan upah adalah dari segi satuan waktu. Dimana satuan waktu gaji lebih panjang dari satuan waktu untuk upah. Menurut Achmad S. Ruky ( 2002 : 110-112 ) faktor –faktor yang mempengaruhi tingkat standar gaji dan upah perusahaan adalah sebagai berikut :

(18)

• Tingkat upah atau gaji pasaran. • Kemampuan perusahaan.

• Kualifikasi sumber daya manusia yang digunakan. • Tuntutan pekerjaan.

2. Gambaran Umum Siklus SDM / Penggajian dan Pengupahan

Siklus SDM / penggajian dan pengupahan adalah rangkaian aktifitas bisnis berulang dan operasional pemprosesan data terkait yang berhubumgan dengan cara yang efektif dalam mengelolah pegawai. Pada gambar 2-1 menyajikan diagram konteks sistem penggajian yang memperlihatkan lima sumber utama input sistem penggajian. Dimana departemen SDM memberikan informasi mengenai pengangkatan tenaga kerja, pemberhentian, dan perubahan tingkat gaji karena adanya kenaikan ataupun promosi. Para pegawai membuat perubahan dalam pengurangan contohnya kontribusi untuk rencana pensiun. Sementara itu berbagai departemen memberikan data mengenai kehadiran. Lembaga pemerintah menyediakan tarif pajak dan intruksi untuk memenuhi persyaratan tertentu. Dalam cara yang sama perusahaan asuransi dan perusahaan lainnya memberikan intruksi menghitung memotong berbagai tarif yang ditetapkan.

(19)

Sistem

Diagram Konteks( Context Diagram ) dalam Siklus SDM / Penggajian

Sumber: MARSHALL B.ROMNEY,PAUL JOHN STEINBART, Sistem InformasiAkuntansi, Buku Dua, Salemba Empat, Jakarta, 2004, hal.186.

Pengembalian dan

3. Aktifitas Siklus SDM / Penggajian

Pada dasarnya siklus SDM / penggajian memiliki tujuh aktifitas dasar yang dilakukan dalam siklus SDM / penggajian. Gambar 2-2 menunjukkan tujuh aktifitas dasar yang dilakukan dalam siklus SDM / penggajian. Ketujuh aktifitas siklus SDM / Penggajian yaitu sebagai berikut :

• Perbarui file induk pegawai

Aktivitas ini melibatkan pembaruanfile induk penggajian untuk mencerminkan berbagai jenis perubahan penggajian : memperkerjakan orang baru, pemberhentian, perubahan tingkat gaji, atau perubahan dalam pengurangan diskresi ( lingkaran 1.0 dalam Gambar 2-2 ). Departemen SDM memberikan informasi ini, pemeriksaan edit yang tepat, seperti pemeriksaan validitas atas nomor pegawai dan uji kewajaran atas perubahan yang dilakukan, berlaku untuk semua transaksi perubahan penggajian.

(20)

Aktivitas kedua dalam siklus SDM/penggajian adalah memperbarui informasi mengenai tarif dan pemotongan pajak lainnya ( lingkaran 2.0 dalam Gambar 2-2 ). Bagian penggajian membuat perubahan-perubahan ini, tetapi perubahan jarang terjadi. Perubahan tersebut terjadi ketika bagian penggajian menerim pembaruan mengenai perubahan dalam tarif pajak dan potongan gaji lainnya dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi.

• Validasi data kehadiran dan waktu

Langkah ini memvalidasi setiap data waktu dan kehadiran pegawai ( lingkaran 3.0 dalam Gambar 2-2 ). Informasi ini datang dalam berbagia bentuk, bergantung pada status pembayaran pegawai. Bagi para pegawai yang dibayar per jam, banyak perusahaan menggunakan kartu waktu untuk mencatat waktu kedatangan pegawai dan waktu keluar, untuk setiap giliran kerja. Para pegawai yang mendapatkan gaji tetap jarang mencatat pekerjaan mereka ke dalam kartu waktu. Sebagai gantinya, para supervisor mereka secara informal akan mengawasi kehadiaran mereka dalam suatu pekerjaan.

• Siapkan penggajian

(21)

catatan file induk penggajian data catatan transaksi terkait akan dibaca dan gaji kotor akan dihitung. Bagian para pegawai yang dibayar per jam, jumlah jamyang dihabiskan akan dikali dengan tingkat upah dan kemudian tambahan untuk lembur atau bonus akan ditambahkan. Bagi para pegawai yang menerima gaji bulanan, gaji kotor adalah pecahan dari gaji tahunan, yang mencerminkan lamanya periode pembayaran. Selanjutnya, semua potongan penggajian akan dijumlah dan totalnya dikurangkan dari gaji kotor untuk mendapatkan gaji bersih. Potongan gaji berada dalam dua kategori umum : potongan untuk pajak penghasilan dan potongan sukarela. Potongan untuk pajak penghasilan mencakup pajak federal, negara bagian, dan lokal, serta pajak jaminan sosial. Potongan sukarela mencakup kontribusi rencana pensiun ; premi asuransi jiwa, kesehatan, dan cacat ; iuran serikat pekerja ; dan kontribusi untuk berbagai amal. Terakhir, daftar prnggajian dan cek gaji pegawai dicetak. Daftar penggajian adalah laporan yang mendaftar gaji kotor setiap pegawai, potongan gaji, dan gaji bersih dalam format multikolom. Daftar ini sering kali disertai dengan daftar potongan terpisah, yang mendaftar berbagai potongan sukarela untuk setiap pegawai. Daftar penggajian juga digunakan untuk mengesahkan transfer dana ke rekening bank perusahaan untuk penggajian. Cek gaji pegawai juga umumnya melampirkan slip gaji, yang mencantumkan jumlah gaji kotor, potongan, dan gaji bersih untuk periode saat ini, dan total hingga tahun ini, untuk setiap kategori.

• Keluarkan dana penggajian

(22)

meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya pemrosesan penggajian. Para pegawai yang dibayar melalui setoran langsung biasanya akan menerima sebuah kopi cek gaji yang menunjukkan jumlah yang disimpan bersama dengan slip gaji. Setiap penggajian tersebut harus menghasilkan serangkaian file simpanan gaji, satu untuk setiap bank tempat setoran gaji dilakukan. Setiap file berisi sebuah catatan unutk setiap pegawai yang rekeningnya ada di bank tertentu. Setiap catatan mencakup nama pegawai, nomor jaminan sosial, nomor rekening bank, dan jumlah gaji bersih. Dana tersebut kemudian akan dikirim secara elektronis dari rekening bank perusahaan ke rekening pegawai. Jadi, setoran langsung meniadakan perlunya kasir menandatangani setiap cek gaji. Akan tetapi, kasir tetap harus mensahkan transfer dana dari rekening giro reguler organisasi tersebut. • Hitung kompensasi dan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan

Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan kompensasi pegawai secara langsung ( lingkaran 6.0 dalam Gambar 2-2 ). Contohnya, perusahaan harus membayar pajak jaminan sosial, sebagai tambahan dari jumlah yang ditahan dari cek gaji pegawai. Hukum federal dan negara bagian juga mensyaratkan perusahaan untuk memberikan kontribusi dalam persentase tertentu ke setiap gaji kotor pegawai, hingga ke batas maksimal tahunan, untuk dana asuransi kompensasi pengangguran federal dan negara bagian. Sebagai tambahan, perusahaan sering kali memberikan kontribusi atau menanggung keseluruhan pembayaran permi asuransi kesehatan, cacat, dan jiwa untuk para pegawai. • Pengeluaran dana pajak penghasilan dan potongan lain-lain

(23)

menggunakan transfer dana secara elektronis untuk membayar berbagai kewajiban pajak yang terjadi. Lembaga pemerintahan terkait menspesifikasikan waktu untuk pembayaran ini. Sebagai tambahan, dana yang secara sukarela dikurangi dari cek gaji pegawai untuk berbagai kompensasi, seperti rencana tabungan gaji, harus dibayarkan keorganisasi terkait.

Sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan dirancang manajemen untuk menyajikan informasi keuangan bagi kepentingan perusahaan dan pertanggung jawaban keuangan kepada pihak luar perusahaan (investor, kreditor, dan kantor pelayanan pajak). Yang pada tujuan khususnya untuk masalah ini, sistem ini juga dirancang untuk menangani transaksi-transaksi gaji dan pembayarannya diantaranya sistem ini digunakan perusahaan untuk mencatat daftar hadir, mencatat transaksi kedalam jurnal, memposting kedalam buku besar serta menyiapkan laporan keuangan.. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari proses pemasukan data, penyimpanan, pengolahan, proses menghasilhan laporan, dan pengendalian.

4. Dokumen Yang Digunakan

Dokumen yang digunakan dalam siklus penggajian dan pengupahan seperti dikemukakan oleh Mulyadi ( 2001 : 374 ) yaitu :

• Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah. • Kartu jam hadir.

• Kartu jam kerja. • Daftar gaji dan upah.

• Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah. • Surat pernyataan gaji dan upah.

• Amplop gaji dan upah. • Bukti kas keluar.

Berikut ini uraian masing-masing dokumen diatas :

Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah.

(24)

pembuatan daftar gaji dan upah.

Kartu jam hadir.

Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam hadir setiap karyawan diperusahaan. Catatan jam hadir dapat berupa daftar hadir biasa, dapat pula berbentuk mesin pencatat waktu.

Kartu jam kerja.

Dokumen ini digunakan hanya diperlukan dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan. Dokumen ini diisi oleh mandor kemudian diserahi kefungsi pembuat daftar gaji dan upah kemudian dibandigkan dengan kartu jam hadir sebelum digunakan untuk distribusi biay upag langsung kesetiap jenis produk.

Daftar gaji dan upah.

Dokumen ini berisi jumlah gaji dan upah bruto setiap karyawan, dikurangi potongan-potongan berupa PPh Pasal 21, utang karyawan, iuran utnuk organisasi karyawan, dan lain sebagainya.

Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah.

Dokumen ini merupakan ringkasan gaji dan upah per departemen, yang dibuat berdasarkan daftar gaji dan upah. Distribusi biaya tenaga kerja ini dilakukan oleh fungsi akuntansi biaya dengan dasar rekap daftar gaji dan upah.

Surat pernyataan gaji dan upah.

Dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah bersamaan dengan pembuatan daftar gaji dan upah atau dalam kegiatan yang terpisah dari pembuatan daftar gaji dan upah. Dokumen ini dibuat sebagai catatan bagi setiap karyawan mengenai rincian gaji dan upah yang diterima setiap karyawan beserta berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan.

Amplop gaji dan upah.

Uang gaji dan upah karyawan diserahkan kepada setiap karyawan dalam amplop gaji dan upah. Di halaman muka amplop gaji dan upah setiap karyawan ini berisi informasi mengenai nama karyawan, nomor identifikasi karyawan dan jumlah gaji bersih yang diterima karyawan dalam bulan tertentu.

Bukti kas keluar.

Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji dan upah yang diterima dari fungsi pembuatan gaji dan upah.

5. Catatan yang Digunakan

Adapun catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan transaksi yang berhubungan dengan siklus penggajian dan pengupahan adalah :

Jurnal umum.

Dokumen sumber untuk pencatatan dalam jurnal adalah bukti kas keluar.

(25)

Kas

Potongan Pajak Penghasilan xxx

Premi grup asuransi xxx

Potongan Dana Pensiun xxx

Iuran Serikat Buruh xxx

Kartu harga pokok produk

Catatan ini merupakan buku pembantu yang digunakan mencatat upah tenaga kerja langsung yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu. Dokumen sumber untuk pencatatan kedalam buku pembantu ini adalah rekap daftar upah.

Catatan biaya.

Catatan ini merupakan buku pembantu yang dipakai untuk mencatat biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya tenaga kerja non produk setiap departemen dalam perusahaan. Sumber informasi untuk pencatatan ini adalah jurnal umum atau rekap daftar gaji dan upah.

Kartu penghasilan karyawan

Catatan mengenai penghasilan karyawan dan berbagai potongan yang diterima oleh setiap karyawan. Ini dipakai sebagai dasar penghitungan PPh pasal 21 yang menjadi beban setiap karyawan.

6. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Penggajian dan Pengupahan

Adapun jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian dan pengupahan menurut Mulyadi ( 2001 : 385-386 ) adalah sebagai berikut :

• Prosedur pencatatan waktu hadir

• Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah • Prosedur pembayaran gaji

(26)

• Prosedur pembuatan bukti kas keluar

Berikut uraian masing-masing prosedur dapat dijelaskan sebagai berikut : • Prosedur Pencatatan Waktu Hadir.

Prosedur ini bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan. Pencatatan waktu hadir diselenggarakan oleh fungsi pencatat waktu dengan manggunakan daftar hadir pada pintu masuk kantor administrasi atau pabrik. Pencatat waktu hadir dapat menggunakan daftar hadir biasa, yang karyawan harus menandatanganinya setiap hadir dan pulang dari perusahaan atau dapat menggunakan kartu hadir ( berupa clock card ) yang diisi secara otomatis dengan menggunakan mesin pencatatan waktu ( time recorder machine ). Pencatatan waktu hadir ini diselenggarakan untuk menentukan gaji dan upah karyawan. Bagi karyawan yang digaji bulanan, daftar hadir digunakan untuk menentukan apakah karyawan dapat memperoleh gaji penuh, atau harus dipotong akibat ketidakhadiran mereka. Daftar hadir ini juga digunakan untuk menentukan apakah karyawan bekerja di perusahaan dalam jam biasa atau jam lembur, Sehingga dapat digunakan untuk menentukan apakah karyawan akan menerima gaji saja atau menerima tunjangan lembur ( yang terakhir ini umumnya bertarif di atas tarif gaji biasa ).

Prosedur Pembuatan Daftar Gaji Dan Upah.

Fungsi pembuat daftar gaji dan upah membuat daftar gaji dan upah karyawan. Data yang dipakai adalah surat keputusan mengenai pengangkatan karyawan baru, pemberhentian karyawan, penurunan pangkat, daftar gaji bulan sebelumnya dan daftar hadir.

Prosedur Distribusi Biaya Gaji dan Upah.

Dalam prosedur distribusi biaya gaji dan upah, biaya tenaga kerja didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati manfaat tenaga kerja. Distribusi biaya tenaga kerja ini dimaksudkan untuk pengendalian biaya dan perhitungan harga pokok produk.

Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah.

Prosedur pembayaran gaji dan upah melibatkan fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Fungsi akuntansi membuat perintah pengeluaran kas kepada fungsi keuangan untuk menulis cek guna pembayaran gaji dan upah. Fungsi keuangan kemudian menguangkan cek tersebut ke bank dan memasukkan uang ke amplop gaji dan upah. Jika jumlah karyawan perusahaan banyak, pembagian amplop gaji dan upah biasanya dilakukan oleh juru bayar ( pay master ). Pembayaran gaji dan upah dapat dilakukan dengan membagikan cek gaji dan upah kepada karyawan.

Prosedur Pembuatan Bukti Kas Keluar

(27)

7. Fungsi-fungsi yang Terkait Dengan Sistem Penggajian dan Pengupahan

Dalam sistem penggajian dan pengupahan ada beberapa fungsi yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Fungsi-fungsi yang saling terkait dengan sistem penggajian dan pengupahan antara lain :

• Fungsi personalia / kepegawaian.

Tanggung jawabnya dalam pengangkatan karyawan, penetapan jabatan, penetapan, tariff gaji, dan upah, promosi dan penurunan pangkat, mutasi karyawan , penghentian karyawan dari pekerjaannya, dan penetapan berbagai tunjangan kesejahteraan karyawan serta perhitungan gaji dan upah karyawan

• Fungsi keuangan

Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan upah dan menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji dan uaph setiap karyawan, untuk selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak.

• Fungsi akuntansi

(28)

Bagian Utang. Bagian ini memegang fungsi pencatat utang yang dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan bertanggung jawab untuk memproses pembayaran gaji dan upah seperti yang tercantum dalam daftar gaji dan upah. Bagian ini menerbitkan bukti kas keluar yang memberi otorisasi kepada fungsi pembayaran gaji dan upah untuk membayarkan gaji dan upah kepada karyawan seprti yang tercantum dalam daftar gaji dan upah tersebut.

Bagian Kartu Biaya. Bagian ini memegang fungsi akuntansi biaya yang dalam

sistem akuntansi panggajian dan pengupahan bertanggung jawab untuk mancatat distribusi biaya ke dalam kartu harga pokok produk dan kartu biaya berdasarkan rekap daftar gaji dan upah dan kartu jam kerja ( untuk tenaga kerja langsung pabrik )

Bagian Jurnal. Bagian ini memegang fungsi pencatat jurnal yang bertanggung

jawab untuk mencatat biaya gaji dan upah dalam jurnal umum.

• Fungsi pencatat waktu

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. Sistem pengendalian intern yang baik mensyaratkan fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah.

• Fungsi pembuat daftar gaji dan upah

(29)

pembuatan bukti kas keluar yang dipakai sebagai dasar untuk pembayaran gaji dan upah karyawan.

Berikut ini dapt dilihat contoh perhitungan biaya gaji :

Budi bekerja pada PT. XX, dengan gaji dasar yang diterimanya adalah sebesar Rp. 1.200.000. Selain gaji dasar Budi juga mendapatkan tambahan berupa tunjangan dan upah lembur yang masing-masing sebesar Rp. 300.000 dan Rp. 200.000. Budi juga dikenakan potongan yaitu potongan pajak penghasilan ( PPh ) sebesar Rp. 120.000, iuran Jamsostek sebesar Rp. 20.000 dan potongan lainnya sebesar Rp. 150.000. Maka jumlah gaji yang diterima oleh Budi adalah :

Penghasilan bruto :

Gaji dasar Rp. 1.200.000 Tunjangan Rp. 300.000 Upah lembur Rp. 200.000

Total penghasilan bruto Rp. 1.700.000

Potongan-potongan :

PPh Rp. 120.000

Iuran Jamsostek Rp. 20.000 Potongan lain-lain Rp. 150.000

Total potongan Rp. 290.000

Total gaji bersih yang dibayarkan Rp. 1.410.000

Iuran Jamsostek Rp. 20.000

Maka Jurnalnya :

Gaji dan Upah Rp. 1.700.000

Bank Rp.1.410.000

(30)

Potongan lain-lain Rp. 150.000

D. Pengendalian internal atas sistem informasi akuntansi berbasis komputer

pada

sistem penggajian dan pengupahan

Romney dan Steinbart (2004:229) mendefinisikan pengendalian internal sebagai “rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan”.

Menurut Bodnar dan Hopwood (2000:182) prosedur-prosedur pengendalian internal merupakan “kebijakan dan prosedur yang tercakup dalam lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang harus ditetapkan oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa tujuan tertentu akan dapat dicapai”.

Fungsi sistem informasi akuntansi ( SIA ) dalam siklus SDM / Penggajian menurut Romney dan Steinbart (2004:199) adalah menyediakan pengendalian yang memadai agar dapat memastikan terpenuhinya tujuan berikut ini :

• Semua transaksi penggajian diotorisasi dengan benar • Semua transaksi penggajian yang dicatat valid

• Semua transaksi penggajian yang valid dan diotorisasi dicatat • Semua transaksi penggajian dicatat secara akurat

• Peraturan pemerintah terkait yang berhubungan dengan pengiriman pajak dan pengisian laporan penggajian / SDM telah terpenuhi

(31)

• Aktivitas siklus SDM / penggajian dilakukan dengan benar

Dalam penerapan sistem pengendalian internal gaji dan upah perlu diperhatikan unsur-unsur pengendalian internal atas gaji dan upah. Mulyadi ( 2001 : 386-387 ) membagi unsur pengendalian internal dalam sistem informasi akuntansi pada penggajian dan pengupahan dari beberapa segi yaitu :

Organisasi

1. Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi keuangan. 2. Fungsi pencatatan waktu harus terpisah dari fungsi operasional.

Sistem Otorisasi

3. Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama.

4. Setiap perubahan gaji dan upah karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada surat keputusan Direktur Keuangan.

5. Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain dari pajak penghasilan harus didasarkan atas surat potongn atas gaji dan upah yang diotorisasi oleh fungsi kepegawaian.

6. Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu.

7. Perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yang bersangkutan.

8. Daftar gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi personalia.

9. Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi.

Prosedur Pencatatan

10.Perubahan dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan upah karyawan.

11.Tarif upah yang dicantumkan dalam kartu jam kerja diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi.

Praktik yang Sehat

12.Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi tenaga kerja langsung.

13.Pemasukan kartu jam hadir kedalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu.

14.Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akuntansi sebelum dilakukan pembayaran.

15.Perhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan.

(32)

Romney dan Steinbart dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi” menjelaskan beberapa ancaman dan pengendalian dalam siklus penggajian / SDM yang dapat dilihat pada tabel 1 yaitu sebagai berikut :

Tabel 1 : Ancaman dan pengendalian dalam siklus penggajian / SDM

Proses / Aktivitas Ancaman Prosedur Pengendalian Dapat

diterapkan

Prosedur memperkerjakan yang baik, termasuk verifikasi keahlian pelamar kerja, referensi dan riwayat pekerjaan

Dokumen lengkap atas prosedur untuk

memperkerjakan, pelatihan perkembangan terkini dalam hal

hukum ketenagakerjaan

Pemisahan tugas: data SDM dengan penggajian dan distribusi cek gaji, pengendalian akses, tinjauan atas semua perubahan

Otomatisasi pengumpulan data

berbagai pemeriksaan edit, rekonsiliasi data kartu waktu dengan data kartu waktu kerja

Total batch dan pengendalian aplikasi lainnya, rekening kliring penggajian, tinjauan peraturan IRS

Setoran langsung, distribusi cek gaji dilakukan oleh seseorang yang independen dari proses penggajian, penyelidikan cek gaji yang

tidakdiklaim, akses terbatas ke cek gaji kosong; pemberian nomor tercetak dan perhitungan serta pencatatan periodik untuk semua cek gaji, penggunaan rekening giro terpisah untuk

(33)

Umum • Kehilangan atau pengungkapan data tanpa otorisasi • Kinerja yang kurang

baik

Prosedur pembuatan cadangan; rencana pemulihan dari bencana, pengendalian akses fisik dan logis, enkripsi data

Pengembangan dan tinjauan periodik atas metrik kinerja yang tepat, program pelatihan

(34)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jadwal dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini berlangsung dari bulan September 2007 sampai dengan selesai. Objek penelitian adalah PT.(Persero) Angkasa Pura II berlokasi di gedung 601 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

B. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara menguraikan sifat-sifat dan keadaan yang sebenarnya dari objek penelitian. Objek yang diteliti adalah Sistem Informasi Akuntansi Penggajian dan Pengupahan yang digunakan oleh PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta.

C. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Data Primer, merupakan data yang didapat dari sumber pertama yang masih memerlukan pengolahan lebih lanjut dan dikembangkan dengan pemahaman sendiri oleh penulis, seperti hasil wawancara.

(35)

penggajian dan penggupahan yang digunakan PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan beberapa cara sebagai berikut:

1. Teknik Observasi, yaitu dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap objek penelitian, dalam hal ini Sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan yang digunakan PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta.

2. Teknik Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab dan diskusi secara langsung dengan beberapa pihak yang berkompeten dan berwewenang dalam memberikan data yang dibutuhkan, seperti pihak bagian akuntansi dan bagian teknologi informasi.

3. Teknik Studi Literatur, yaitu mengumpulkan data-data dengan membaca dan mempelajari teori-teori dan literatur –literatur yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

4. Teknik Dokumentasi, yaitu melakukan pencatatan dan pengcopyan atas data-data sekunder untuk mendapatkan data yang mendukung penelitian ini.

E. Metode Penganalisaan Data

(36)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Penelitian

1.

PT (Persero) Angkasa Pura II adalah salah satu perusahaan pengelola bandara yang ada di Indonesia. Perusahaan ini berkantor pusat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, gedung administrasi 600, Tangerang. Dan kantor cabang utamanya berkantor di gedung 601.

Perusahaan ini berstatus Persero, yang merupakan pengelola keduabelas bandara yang terdapat di Indonesia. Kesepuluh bandar udara tersebut adalah :

Sejarah Singkat Perusahaan PT.(Persero) Angkasa Pura II .

1. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. 2. Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta.

3. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. 4. Bandara Husein Sastra Negara, Bandung.

5. Bandara Polonia, Medan. 6. Bandara Supadio, pontianak.

7. Bandara Sultan Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam. 8. Bandara Sultan Syarief Kasim II, Pekan Baru.

9. Bandara Internasional Minangkabau, Padang. 10.Bandara Kijang, Tanjung Pinang.

(37)

Perusahaan ini dahulu dibentuk dengan nama Perusahaan Negara Angkasa Pura Kemayoran (PN Kemayoran), yang didirikan dengan PP No.33/1962 tanggal 15 November 1962, yang tugasnya adalah mengelola Pelabuhan Udara (Pelud) Kemayoran.

Selanjutnya berdasarkan PP No.21/1965, tanggal 17 Mei 1965, nama PN Angkasa Pura Kemayoran ditetapkan menjadi PN Angkasa Pura. Kemudian status Perusahaan Negara (PN) ini dengan PP No.37/1974 tanggal 21 Oktober 1974 di jadikan Perusahaan Umum (Perum), yaitu Perum Angkasa Pura.

Disamping mengelola Pelabuhan Udara Kemayoran, Perum Angkasa Pura juga mengelola Pelabuhan Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta tahun 1974, dan Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali tahun 1980. Sampai saat itu, Perum Angkasa Pura masih berbentuk Otorita Pelabuhan Udara (Airport Authority), dimana fungsi penguasaan (pemerintahan) dan pengusahaan berada pada satu tangan, yaitu pada pihak otorita. Dalam perkembangan selanjutnya, Perum Angkasa Pura lebih diarahkan kepada fungsi pengusahaan pelabuhan udara, sedangkan fungsi penguasaan atau pemerintahan kembali diserahkan ke jajaran Departemen Perhubungan (Dephub).

Setelah selesai pembangunan Pelabuhan Udara Jakarta-Cengkareng (sekarang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta), pada tanggal 13 agustus 1984 berdasarkan PP No.20/1984, Perum Angkasa Pura berubah nama menjadi Perum Pelabuhan Udara Jakarta-Cengkareng (PPUJC). Mengawali kegiatan usahanya sebagai pengelola Bandar Udara Jakarta-Cengkareng, perusahaan umum ini memperoleh tugas tambahan untuk mengelola Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

(38)

PPUJC menjadi Perum Angkasa Pura II, sedangkan Perum Angkasa Pura menjadi Perum Angkasa Pura I.

Pada waktu itu, pemerintah merencanakan untuk memasukan beberapa bandar udara lainnya ke dalam pengelolaan badan usaha kebandarudaraan tersebut dan menata pembagian wilayah kerja kedua badan usaha sejenis ini, yaitu untuk wilayah Indonesia bagian barat untuk Perum Angkasa II dan wilayah Indonesia bagian timur untuk Perum Angkasa Pura I.

Kemudian sesuai dengan Keputusan Menteri No.19/1988, Perum Angkasa Pura II diserahi tugas untuk mengelola Senopen (Sentra Operasi Penerbangan) Jakarta yang semula berada di bawah Ditjen Perhubungan udara.

Berdasarkan PP No. 14/1992, tertanggal 17 Maret 1992, yang memutuskan perubahan status bagi kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, maka Perum Angkasa Pura I menjadi PT (Persero) Angkasa Pura I yang kini mengelola 13 bandar udara di Indonesia timur, sedangkan Perum Angkasa Pura II menjadi PT (Persero) Angkasa Pura II dengan akte notaris Muhani Salim No.13/1993 tertanggal 2 Januari 1993, yang kini mengelola 12 bandar udara di wilayah Indonesia barat.

2.

Visi perusahaan menurut anggapan umum adalah bayangan, harapan atau impian mengenai masa depan perusahaan yang lebih baik. Visi PT (persero) Angkasa Pura II adalah ”Menjadi pengelola bandar udara bertaraf Internasional yang mampu bersaing di kawasan regional”.

Visi dan Misi PT (Persero) Angkasa Pura II

(39)

lingkup penekanan teknologi dengan suatu cara yang merefleksikan nilai dan prioritas dari pengambil keputusan strategis. Misi PT (Persero) Angkasa Pura II adalah ”Mengelola jasa kebandarudaraan dan pelayanan lalu lintas udara yang mengutamakan keselamatan penerbangan dan kepuasan pelanggan, dalam upaya memberikan manfaat yang optimal kepada pemegang saham, mitra kerja, pegawai, masyarakat dan lingkungan dengan memegang teguh etika bisnis”.

3.

a. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi dan Peraturan Kepegawaian Dari Sistem Penggajian

dan Pengupahan PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta

Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan yang berkerja atas dasar terus menerus untuk mencapai tujuan bersama dari sekelompok tertentu. Dengan kata lain organisasi merupakan suatu lembaga atau kelompok fungsional dimana orang berkerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Untuk mencapai tujuan tersebutlah dibutuhkan struktur organisasi, sehingga terdapat batasan-batasan jelas dari setiap orang akan apa yang harus dikerjakan dan kepada siapa pekerjaan itu akan dipertanggungjawabkannya. Dengan demikian arus komunikasi dan informasi akan lebih jelas dan agar dapat memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan yang tepat.

(40)

Berdasarkan Keputusan Direksi PT.(Persero) Angkasa Pura II Nomor : KEP. 470/OM.00/1998-AP II, dapat dilihat bahwa strukturorganisasi yang dianut oleh PT.( Persero ) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta adalah sistem garis dimana pimpinan tertinggi berada pada seorang Kepala Cabang dan membawahi langsung Manajer Opstek, Manajer Bidang Adkom, Kepala Bidang, Divisi dan Officer In Charge ( OIC ).

Kepala Cabang Utama memimpin penyelenggara tugas Kantor Cabang Utama dan melaksanakan tugas lain sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Direksi. Manajer Opstek ynag mengkordinasikan tugas Bidang-bidang Operasi dan Teknik. Manajer Bidang Adkom yang mengkodinasikan tugas Bidand-bidang Operasi Adminitrasi dan Komersial. OIC merupakan pelaksanaan structural yang bertanggungjawab langsung kepada Kepala Cabang. Kelompok petugas operasi ( OIC ) ini terdiri dari sebanyak-banyaknya 5 ( lima ) orang dan mempunyai kedudukan setingkat dengan Kepala Divisi. Bertugas untuk menanggulangi permasalahan untuk operasional tingkat pertama di Bandara yang dilakukan secara bergantian oleh kelompok petugas operasi melalui koordinasi kegiatan operasi lalu lintas udara, badan usaha, komersial, teknik dan keuangan. .

Susunan organisasi PT.( Persero ) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta dapat dilihat pada lampiran I

b. Peraturan Kepegawaian Dari Sistem Penggajian dan Pengupahan

(41)

pengendalian biaya pegawai dipandang perlu untuk menetapkan sistem penggajian yang dapat memotivasi pegawai dalam pengabdiannya di Perusahaan, maka dalam hal ini pun pimpinan PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta telah memetapkan Pengaturan Gaji Dasar Pegawai PT(Persero) Angkasa Pura II dalam suatu Keputusan Direksi Nomor : KEP.164/KP.201/APII-2003 Tentang Gaji Pegawai PT(Persero) Angkasa Pura II, yang isinya antara lain :

1. Perusahaan adalah PT(Persero) Angkasa Pura II

2. Pegawai adalah pegawai PT(Persero) Angkasa Pura II yang terdiri atas Pegawai Perusahaan dan Pegawai kontrak ( outsourcing ) yaitu karyawan yang diperbantukan di PT. Angkasa Pura II yang merupakan kerjasama antara PT. Angkasa Pura II dan Koperasi Satya Ardhia Mandiri ( KOSAMI )

3. Golongan adalah tingkatan dasar penggajian pada tabel gaji dasar berdasarkan tingkat pendidikan pada penetapan awal. Tabel golongan pegawai dapat dilihat pada lampiran II.

4. Penghasilan Pegawai adalah jumlah penerimaan pegawai setiap bulannya terdiri dari :

a. Gaji Dasar adalah salah satu komponen penghasilan pegawai yang diberikan setiap bulan sebagai pengganti paket gaji ( merupakan gabungan komponen gaji pokok, tunjangan istri/suami/anak, tunjangan perusahaann dan tunjangan pangan )

Tabel gaji dasar adalah besaran dan tingkatan golongan pegawai berdasarkan tingkat golongan pegawai. Tabel gaji dasar dapat dilihat pada lampiran III. Gaji dasar juga dipergunakan untuk perhitungan :

• Iuran peserta pensiun dan manfaat pensiun

(42)

• Iuran Jamsostek

b. Insentif Prestasi adalah salah satu komponen penghasilan pegawai yang diberikan setiap bulan sesuai hasil perkalian antara indeks skala insentifd prestasi individu dengan indeks skala prestasi kelompok dengan indeks harga konsumen ( IHK ) dengan harga jabatan.

c. Tunjangan adalah salah satu komponen penghasilan pegawai yang diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai yang ditetapkan dengan Keputusan Direksi.

Untuk memberikan pelayanan yang optimal pada pengguna jasa serta meningkatkan citra Bandara Soekarno-Hatta, maka diperlukan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai kebutuhan.

Mengingat pernambahan tenaga kerja dengan cara rekuitmen eksternal memerlukan kajian dan waktu yang lama serta adanya kebijakan manajemen PT (Persero) Angkasa Pura II untuk tidak menambah pegawai, maka artenatif pemenuhan kebutuhan tenaga kerja maka dilakukan kerjasama dengan Koperasi Satya Ardhia Mandiri ( KOSAMI ), sebagai penyedia tenaga kerja kontrak ( outsourcing ). Perjanjian ini sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Nomor PJJ.06.07.05/01/12/2006/122, yang isinya yaitu :

1. Kerjasama penyediaan tenaga outsourcing adalah selama 1 tahun kalender. 2. Biaya pelaksaan pekerjaan terdiri dari :

a. Biaya langsung, meliput i : • Upah Pokok

• Uang Makan • Uang Transport

(43)

• Pakaian Dinas

• Jamsostek ( 7.54 % dari upah pokok ) • Kesehatan

• THR ( Upah Pokok / 12 ) • Paket Lembur

• Terminasi ( Upah Pokok / 12 )

c. Manajemen Fee ( 10 % dari biaya total sebelum PPN ) d. Pajak Pertambahan Nilai ( PPN )

3. Harga penawaran yang diajukan oleh KOSAMI dengan harga penawaran kepada PT (Persero) Angkasa Pura II Soekarno-Hatta (OE- Owner Estimate ) dan setelah dilakukan negosiasi, harga yang disepakati adalah sesuai dengan harga negosiasi ( sebagaimana terlampir pada lampiran IV )

4. Pakaian Dinas ditanggung oleh KOSAMI

4.

Bagi pegawai tetap, perusahaan memberikan gaji dasar, tunjangan tidak tetap dan insentif prestasi dalam bentuk uang sebagai balas jasa, dengan didasarkan pada

Gambaran Umum Sistem Informasi Akuntansi Pada Sistem Penggajian Dan

Pengupahan Yang Diterapkan PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara

Soekarno-Hatta

(44)

golongan, dan kelas jabatan. Bagi pegawai outsourcing, pembayaran upah tenaga

outsourcing oleh PT(Persero) Angkasa Pura II setiap bulannya, pembayarannya sama

seperti pembayaran pegawai tetap. Dalam hal ini PT(Persero) Angkasa Pura II hanya membayarkan yang sesuai jumlah dengan isi Perjanjian Kerjasama antara PT(Persero) Angkasa Pura II dan KOSAMI.

Hari kerja perusahaan terdiri dari hari kerja administratif dan hari kerja operasional. Hari kerja administratif sebanyak 5 (lima) hari kerja yaitu hari senin sampai dengan hari jum’at. Sedangkan hari kerja operasional disesuaikan dengan operasional bandara. Waktu kerja perusahaan adalah 8 (delapan) jam kerja dalam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu. Waktu kerja perusahaan dibedakan menjadi waktu kerja administratif dan waktu kerja operasional.

Waktu kerja administratif diatur sebagai berikut : Hari Senin – Kamis : 08.00 – 17.00 WIB Hari Jum’at : 07.30 – 17.00 WIB Waktu istirahat antar jam kerja : 12.00 – 13.00 WIB Waktu istirahat hari Jum’at : 11.30 – 13.00 WIB

Sedangkan waktu kerja dan waktu istirahat operasional diatur oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan diperusahaan, sesuai dengan kebutuhan bandara.

(45)

menggunakan komputer sebagai alat untuk menginput, memproses dan menghasilkan data dan informasi. Pada pemprosesan penggajian dan pengupahan, perusahaan menggunakan microsoft excel dalam sistem perhitungan. Sedangkan software sistem

kepegawaia ( SIMPEG) hanya digunakan dibagian kepegawaian untuk mencatat

file-file pegawai.

1. Dokumen yang digunakan

Dokumen yang digunakan oleh PT. (Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno – Hatta adalah :

a. Surat pengangkatan pegawai

b. Daftar hadir dan daftar lembur pegawai c. Daftar gaji dan upah pegawai

d. Rekap daftar gaji dan Rekap daftar upah pengawai e. Bukti pengeluaran kas

f. Slip gaji pegawai g. Amplop gaji / Upah

2. Catatan akuntansi yang digunakan

a. Buku jurnal b. Buku besar Ad.a Buku jurnal

• Atas dasar bukti kas keluar dan dokumen pendukung daftar gaji dan upah, bagian akuntansi menjurnal akun gaji dan upah sebagai berikut :

Biaya gaji dan upah Rp. x x

(46)

• Atas dasar bukti kas keluar dan dokumen pendukung surat pengangkatan pegawai, bagian akuntansi menjurnal akun honorarium sebagai berikut :

Biaya honorarium Rp. x x

Kas / Bank Rp. x x

• Atas dasar bukti kas keluar dan dokumen pendukung daftar hadir dan daftar lembur pegawai, bagian akuntansi menjurnal akun lembur sebagai berikut :

Biaya Lembur Rp. x x

Kas / Bank Rp. x x

• Atas dasar bukti kas keluar dan dokumen pendukung laporan kehadiran peagawai, bagian akuntansi menjurnal akun makanan dan minuman sebagai berikut :

Biaya makanan & minuman Rp. x x

Kas / Bank Rp. x x

Ad.b Buku besar

Pempostingan akun-akun tersebut diatas adalah sebagai berikut : Gaji dan Upah 501.1

Rp. x x

Honorarium 501.21

Rp. x x

Lembur 501.8

Rp. x x

(47)

Rp. x x

Tetapi semua catatan akuntansi yang digunakan telah diproses secara komputerisasi dengan menggunakan software Microsoft Excel. Setiap transaksi pada buku jurnal dicatat berdasarkan tanggal, nomor bukti, nomor akun, dan keterangan dimana nominal dimasukkan kedebet dan kredit. Selanjutnya akun diposting ke Buku Besar empat kolom dimana dicantumkan saldo pada sisi uraian. Selanjutnya dibuatkan Neraca Saldo, mengutip Data yang Disesuaikan dan menyiapkan Neraca Lajur. Berdasarkan Neraca Lajur dapat dibuatlah Laporan Keuangan. Berikut dapat digambarkan siklus akuntansi penggajian dan pengupahan.

Buat jurnal penutup

Gambar 4-1 Siklus Akuntansi pada Penggajian dan Pengupahan

3. Jaringan prosedur yang membentuk sistem

Seperti yang telah dijelaskan pada bab II sebelumnya, sistem penggajian dan pengupahan terdiri dari jaringan prosedur yang membentuk suatu sistem. Adapun

(48)

Gambar 4-2 telah menunjukkan DFD untuk jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian dan pengupahan pada PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian dan pengupahan dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Prosedur penerimaan karyawan

Penerimaan, penempatan dan pengangkatan karyawan PT. (Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Penerimaan karyawan perusahaan dapat dilakukan secara internal dan eksternal.

a) Sumber Internal yaitu meliputi karyawan yang ada sekarang yang dapat dicalonkan untuk dipromosikan, dipindah tugaskan atau dirotasi tugasnya. b) Sumber Eksternal yaitu diantaranya penarikan tenaga kerja melalui iklan,

rekomendasi dari karyawan yang ada sekarang, penarikan melalui pengguna badan penyalur tenaga kerja (KOSAMI) ataupun pelamar-pelamar yang datang sendiri.

(49)

b. Prosedur pemutusan hubungan kerja

Pemutusan hubungan kerja dilakukan jika karyawan yang bersangkutan melanggar peraturan dan bukti melakukan kesalahan berat, yang mengakibatkan karyawan menerima hukuman disiplin berat, dan juga terhadap karyawan yang telah mendapat surat peringatan 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi tidak memperlihatkan perubahan sikap menjadi baik. Dimana tiap surat peringatan mempunyai masa berlaku selama enam bulan dan surat peringatan itu tidak diberikan sesuai dengan urutannya, tetapi dinilai dari besar kecilnya kesalahan yang telah dilakukan oleh karyawan.

Karyawan yang tidak masuk kerja dalam waktu paling sedikit 5 (lima) hari kerja berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh perusahaan sedikitnya 3 (tiga) kali, karyawan tersebut dianggap memutuskan kerja sepihak atas kemauan sendiri.

c. Prosedur pencatatan waktu hadir

(50)

diberikan surat peringatan pertama, namun jika dilakukan terus menerus perusahaan dapat mengambil tindakan keras terhadap karyawan tersebut.

d. Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah

Semua daftar hadir dan daftar lembur karyawan dari tiap-tiap unit kerja dikumpulkan oleh dinas kepegawaian yang digunakan untuk membuat daftar gaji dan upah pada akhir bulan. Gaji dan upah dasar setiap karyawan sama jumlahnya pada tiap jabatan yang sama, yang membuatnya berbeda yaitu besarnya isentif prestasi, tunjangan-tunjangan, serta potongan-potongan. Seluruh data yang ada akan diinput ke SIMPEG yang memiliki data base setiap karyawan yang kemudian data karyawan tersebut diproses. Hasil proses tersebut adalah daftar gaji dan upah karayawan per-departemen. Daftar gaji dan upah ini dibuat rangkap 2 (dua).

Adapun penghitungan gaji karyawan adalah sebagai berikut :

Menghitung jumlah gaji adalah sebagai berikut :

Jumlah Gaji = Gaji dasar + Mobilitas / Uang Transport + Insentif prestasi Potongan-potongan yang ada di perusahaan ini adalah :

• Pajak penghasilan karyawan (PPh 21)

• Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja) sebesar 2,5% x gaji dasar, meliputi jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK), dan jaminan kematian (JK)

• Iuran untuk dana pensiun (5% x gaji dasar) dan iuran untuk tunjangan hari tua (2,5% x gaji dasar)

(51)

Besaran Insentif Prestasi ditetapkan dengan rumus sebagai berikut : IP = ISP x HJ x KoPB

Dimana ; IP adalah insentif prestasi dalam satuan rupiah

ISP adalah nilai yang ditunjukkan oleh kelas jabatan dan masa kerja prestatif HJ adalah harga jabatan dalam satuan rupiah, dengan ketentuan berikut : harga jabatan periode tahun 2006-2007 ditetapkan sebesar Rp. 618.000 ( perkalian antara harga jabatan Rp. 200.000 yang diatur dalam Keputusan Direksi Nomor KEP.208.4/KP.201.7/AP II-99 dengan IHK tahun 2004 sebesar 3.09.

KoPB adalah koefisien pembinaan unit kerja Bandara ditetapkan sebesar 0.9917 yang diatur oleh Keputusan Direksi Nomor KEP.065/KP.201.7/AP II 2006

Untuk lebih jelasnya perhitungan gaji bersih yang diterima pegawai dapat dilihat dari contoh berikut :

M. Joko Wahyudi adalah seorang karyawan PT (Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Saat ini menduduki jabatan sebagai staf komersial dengan kelas jabatan peringkat 13, golongan E, dapat tunjangan transport Rp. 525.000 serta memeliki indeks skala prestasi sebesar 3,603. Dari keterangan diatas, maka penghasilan bruto untuk Joko dapat dihitung sebagai berikut :

Gaji dasar untuk golongan E masa kerja satu tahun adalah sebesar Rp. 750.000.

(52)

= 3,603 x Rp. 618.000 x 0,9917 = Rp. 2.208.172,77

Jadi total pengahasilan bruto = Gaji dasar + Uang transport + Insentif prestasi (IP)

= Rp. 750.000 + Rp. 525.000 + Rp. 2.208.172,77 = Rp. 3.483.172,77.

Perhitungan premi upah lembur per jam ditentukan perusahaan sesuai dengan kelas jabatan setiap karyawan Perhitungannya adalah sebagai berikut :

• Untuk kelas jabatan 1 – 4 sebesar Rp. 6000 • Untuk kelas jabatan 5 – 7 sebesar Rp. 5.500 • Untuk kelas jabatan 8 – 9 sebesar Rp. 5000 • Untuk kelas jabatan 10 – 12 sebesar Rp. 4.500 • Untuk kelas jabatan 13 – 16 sebesar Rp. 4.000

Jumlah maksimal waktu lembur dapat dibayar oleh perusahaan adalah sebanyak 60 ( enam puluh ) jam untuk setiap bulannya.

Apabila kerja lembur dikerjakan pada hari libur nasional, maka cara perhitungannya adalah sebagai berikut :

1. Untuk setiap jam kerja dalam jangka waktu 1 – 8 jam dibayar upah sebesar 2 (dua) kali premi lembur per jam.

2. Untuk jam ke 9 (sembilan) dibayar 3 (tiga) kali premi lembur per jam.

(53)

4. Diberikan satu kali uang makan lembur sebesar Rp. 10.000

e. Prosedur pembayaran gaji dan upah

Sistem gaji dan upah dibayar secara bulanan untuk para karyawan. Dalam menghitung pembayaran gaji yang akan dibayar kepada karyawan perusahaan menggunakan microsoft excel. Dokumen yang digunakan pada prosedur ini adalah daftar gaji dan upah yang berasal dari Divisi Kepegawaian.

(54)

ditandatangani dan diperiksa diserahkan ke Petugas Akuntasi untuk dilakukan proses akuntansi dan disimpan oleh Petugas Akuntansi berdasarkan tanggal sebelum berkas tersebut diserahkan kembali ke Petugas Kepegawaian untuk memperbaharui file yang sudah ada. Dalam hal ini pembayaran kepada pegawai berupa pemberian slip gaji oleh Petugas Kepegawaian yang pencatatan dan penyimpanannya berdasarkan tanggal.

5.

Dari segi organisasi adanya pembagian tugas pada tiap divisi kerja. Dalam hal ini ada suatu divisi pun yang melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Begitu juga pada perusahaan ini telah dilakukan pembagian tugas. Dimana perhitungan gaji dan upah pegawai dilakukan oleh Divisi Kepegawaian berdasarkan data yang ada yang digunakan untuk perhitungan gaji dan upah seorang pegawai. Sementara itu pembayarannya dilakukan oleh Divisi Keuangan, dalam hal ini yaitu KA. Divisi Adm. Keuangan setelah memperoleh persetujuan dari KA Divisi Keuangan. Sedangkan

Sistem Pengendalian Internal Atas Sistem Informasi Akuntansi Pada Sistem

Penggajian Dan Pangupahan Yang Diterapkan PT.(Persero) Angkasa Pura

II Bandara SOEKARNO-HATTA.

Tujuan dari pengendalian internal gaji dan upah adalah untuk memperkecil dan menghilangkan kemungkinan terjadinya salah perhitungan dan pencatatan gaji dan upah serta pembayarannya, serta memastikan bahwa gaji dan upah benar diberikan kepada yang berhak menerimanya. Bentuk pengendalian internal gaji dan upah yang diberlakukan oleh PT.(Persero) Angkasa Pura II Bandara SOEKARNO-HATTA adalah sebagai berikut :

(55)

untuk pencatatannya dilakukan oleh Divisi Akuntansi berdasarkan bukti pengeluaran kas dan laporan mutasi harian bank yang telah ditandatangani oleh Kepala Divisi Akuntansi, sebagai kontrol pembukuan.

b. Pegawai yang Berkualitas

Untuk memperoleh yang berkualitas dalam bidangnya PT(Persero) Angkasa Pura II Bandara SOEKARNO-HATTA telah melaksanakan perekrutan karyawan baru melalui seleksi yang ketat dan dalam beberapa tahapan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh pegawai yang berkualitas sesuai dengan keinginan perusahaan tersebut.

c. Sistem Wewenang ( Otorisasi dan Prosedur Pencatatan )

Setiap transaksi yang terjadi diperusahaan harus mendapatkan persetujuan dari yang berwenang. Misalnya dalam prosedur penerimaan, pemberhentian, penempatan pegawai, dan pemindahan pegawai maka harus dibuat surat keputusan yang ditandatangani oleh Kepala Cabang dan Direksi. Setiap karyawan yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah maka harus memiliki surat pengangkatan pegawai yang ditandatangani oleh pihak yang berwenang. Selain itu bukti pengeluaran kas untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh Kepala Divisi Akuntansi dan Kepala Divisi Keuangan. Begitu juga dengan daftar hadir dan lembur harus diotorisasi keabsahannya oleh Kepala Divisi Kepegawaian.

d. Praktek-Praktek Yang Sehat

Figur

Gambar 2-1Diagram Konteks( Context Diagram ) dalam

Gambar 2-1Diagram

Konteks( Context Diagram ) dalam p.19
Gambar 4-1 Siklus Akuntansi pada Penggajian dan Pengupahan

Gambar 4-1

Siklus Akuntansi pada Penggajian dan Pengupahan p.47
Gambar 4-2 : DFD Siklus Penggajian/Pengupahan PT(Persero)   Angkasa Pura  (AP II) Bandara Soekarno-Hatta

Gambar 4-2 :

DFD Siklus Penggajian/Pengupahan PT(Persero) Angkasa Pura (AP II) Bandara Soekarno-Hatta p.67

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di