PERAN GERAKAN LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL MOVEMENT) DALAM MEMULIHKAN KONDISI JEPANG PASCA TRAGEDI NUKLIR DI FUKUSHIMA TAHUN 2011

38  11  Download (1)

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pasca perang dingin, isu-isu hubungan internasional yang sebelumnya lebih berfokus pada isu-isu high politics (isu politik dan keamanan) mulai meluas pada isu-isu low politics. Isu-isu yang selalu mewarnai dalam hubungan internasional seperti masalah hak asasi manusia (HAM), demokrasi, lingkungan hidup dan isu-isu lainnya juga selalu dapat mempengaruhi kehidupan sistem internasional yang ada.

Isu yang juga dapat mempengaruhi kehidupan sistem international adalah isu mengenai lingkungan hidup memiliki peran serta pengaruh yang penting dalam kelangsungan hidup manusia yang ada di bumi ini. Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang menentukan prikehidupan serta kesejahtraan manusia dan mahluk hidup lainnya1. Berkembangnya isu lingkungan hidup secara global pada abad ke-20 tidak lepas dari adanya perkembangan ekonomi dan pembangunan ini menyebabkan timbulnya degradasi lingkungan karna eksploitasi lingkungan hidup yang berlebihan.

1

Soejani, Moh. Ahmad, Rofiq. Munir, rozy. 1987. Lingkungan : sumber daya Alam dan

(2)

2

Bencana yang menjadi isu lingkungan hidup salah satunya adalah bencana mengenai kecelakaan nuklir yang dapat menimbulkan dampak yang besar bagi lingkungan hidup dan sekitarnya. Kecelakaan nuklir yang pernah terjadi di beberapa negara seperti kecelakaan PLTN di Tree Mile Island di Amerika Serikat pada tanggal 28 Maret 1979, kecelakaan PLTN

Chernobly di Ukraina pada tanggal 26 April 1986, dan yang terakhir

adalah kecelakaan PLTN Fukushima pada tanggal 11 Maret 2011. Kecelakaan tersebut telah mengakibatkan korba jiwa akibat terkena radiasi serta pencemaran lingkungan disekitarnya. Negara-negara maju juga tengah meninjau kembali program nuklir mereka sejak terjadinya tragedi gempa dan tsunami yang merusak PLTN di Fukushima dan wilayah lain di Jepang pada 2011.

Saat ini isu kecelakaan Nuklir yang masih menjadi sorotan serta perdebatan adalah kecelakaan PLTN Fukushima no 1 milik Tokyo Electrik Power Co pasca gempa dan tsunami yang menimpa Jepang. Jepang

(3)

3

gempa berkekuatan 8,9 skala richer yang diikuti tsunami menyebabkan kebocoran reactor nuklir, sehingga tingkat radiasi dari reaktor nuklir Fukushima no 1 ini melampaui batas normalnya. Ini adalah material radioaktif pertama yang lepas ke udara bebas dan diketahui mengeluarkan kekuatan radiasi lebih dari delapan kali batas normal yang biasa dideteksi pos pemantau reaktor nuklir itu. Tingkat radiasi dicatat sudah mencapai sekitar 1.015 msv/jam2.

Terjadinya pembocoran di Fukushima tersebut dikenal masyarakat sebagai ledakan nuklir dan berujung pada kontaminasi lingkungan dan evakuasi daerah sekitarnya, terjadinya ledakan Fukushima Daiichi disebabkan oleh tergenangnya generator milik perusahaan tersebut pasca gempa dan tsunami. Menurut badan Energi Atom International (IAEA) sistem pendingin reaktor nuklir tersebut tidak bekerja dengan baik karena mesin generator disel terendam oleh air akibat gelombang tsunami. Generator berfungsi untuk mendinginkan dan memanaskan atom. Bila generator tersebut tidak mati, maka seharusnya tidak perlu terjadi radiasi dan tidak adanya pencemaran lingkungan di Fukushima3. Akibat musibah ini puluhan ribu warga di reaktor arus diungsikan sementara ketakutan bakal terulangnya tragedi kebocoran PLTN Chernobyl di Ukraina era Uni soviet yang menewaskan ribuan orang.

2Dhenny Armandhanu “ Mengapa Reaktor Nuklir Jepang Meledak”, dapat diakses dari http://fokus.news.viva.co.id/news/read/209208-instalasi-reaktor-nuklir-jepang-meledak diakses pada tanggal 25 September 2012

3

Pikiran Rakyat “ Batu Bara Diprediksi Habis ditahun 2050 ” dapat diakses dari

(4)

4

Masalah nuklir Fukushima ini telah mendapat perhatian yang besar oleh masyarakat internasional serta organisasi yang peduli terhadap lingkungan hidup atau yg dikenal dengan gerakan lingkungan (Environmental Movement). Hal ini dikarenakan pencemaran lingkungan

yang disebabkan oleh nuklir Fukushima tersebut dapat merusak lingkungan hidup dan dapat mengancam kepunahan seluruh mahluk hidup yang ada di sekitarnya. Beberapa organisasi atau gerakan lingkungan (Environmental Movemant) baik internasional atau regional yang peduli terhadap tragedi pembocoran nuklir di Fukushima seperti Greenpeace, FoE (friends of the earth) Green Action, JEA (Japan Environmental

Association), WWF dan organisasi lainnya membentuk jaringan untuk

menolong para korban serta menuntut pemerintah untuk tidak mengunakan energi tenaga nuklir.

(5)

5

diantara gerakan sosial lainnya yang ada diseluruh dunia4. Oleh sebab itu, untuk menciptakan sebuah perubahan di Jepang gerakan lingkungan (environmental movement) melakukan berbagai upaya penolakan energi nuklir sebagai salah satu cara gerakan lingkungan dalam memulihkan kondisi Jepang.

Bencana nuklir Fukushima mengubah segala hal mengenai padangan masyarakat tentang energi nuklir di Jepang. Gerakan lingkungan melakukan aksi protesnya di Jepang kepada pemerintah dalam menanggani kasus nuklir Fukushima dimana mereka menuntut kebijakan pemerintah dalam penggunaan sumber energi yang lebih efektif dan lebih aman. Penolakan energi nuklir yang dilakukan oleh gerakan ini bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari bayang-bayang ancaman yang akan terjadi bila pemerintah masi mengunakan energi nuklir. Penggunaan energi alam atau energi terbarukan dianggap lebih aman bila menjadi energi pengganti nuklir di Jepang.

Energi terbarukan (Renewable Energy) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan energi yang mengandalkan alam seperti angin, matahari dan tenaga air, sumber daya tersebut akan selalu tersedia serta tidak akan pernah punah5. Energi terbarukan menawarkan alternatif pengganti untuk bahan bakar fosil dan nuklir. Mereka menghasilkan

4

Doyle, Timothy. 1960. Environmental movements in minority and majority worlds. Rutger University Press, London. Hlm 2

5

(6)

6

sedikit atau bahkan tidak ada pencemaran atau gas rumah kaca. Bahkan, sumber energi ini tidak akan pernah habis.

Aksi unjuk rasa yang terus dilakukan oleh berbagai gerakan lingkungan dan masyarakat sipil bertujuan untuk menolak pengunaan energi nuklir agar di ganti dengan energi terbarukan. Hingga, pada tanggal 26 Agustus 2011 undang-undang energi terbarukan disahkan oleh parlemen dan pemerintah Jepang juga telah mengeluarkan kebijakan bahwa reaktor-reaktor nuklir untuk memasok energi Jepang akan ditutup sama sekali pada tahun 2030-an6. Namun, hingga saat ini berbagai gerakan lingkungan masih saling bekerja sama dalam menghentikan pengunaan energi nuklir serta saling membantu mengevakuasi para korban agar tidak terkena radiasi dari kebocoran tersebut. Diharapkan pemerintah Jepang bisa bekerja sama dengan para gerakan lingkungan dalam memulihkan kondisi Jepang khususnya di Fukushima.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka research question dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Peran Gerakan Lingkungan

(Environmental Movement) Dalam Memulihkan Kondisi Jepang Pasca Tragedi Nuklir di Fukushima Tahun 2011 ?

6Detiknews dalam “Jepang akan Hapus Pembangkit Tenaga Nuklir” diakses

(7)

7 1.3. Tujuan Penelitian

Dengan memperhatikan latar belakang masalah dan permasalahan yang telah dirumuskan oleh penulis maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memperjelas peran gerakan lingkungan (Environmental Movement) dalam memulihkan kondisi jepang pasca tragedi nuklir di

Fukushima tahun 2011. 1.4. Manfaat Penelitian

Ada dua manfaat dari penelitian ini yaitu manfaat Akademis dan manfaat praktis berikut ini adalah penjelasan dari dua manfaat tersebut : 1.4.1. Manfaat Akademis

Secara akademis penelitian ini diharapkan akan menambah informasi atau wawasan mengenai peran gerakan lingkungan dalam membantu memulihkan kondisi Jepang pasca tragedi nuklir di Fukushima tahun 2011. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu Hubungan Internasional khususnya dalam mengkaji dan mengenal berbagai kerjasama yang dilakukan oleh berbagai gerakan lingkungan untuk membantu memulihkan kondisi sebuah Negara. 1.4.2. Manfaat Praktis

Peneliti berharap agar penelitian dapat memberikan wawasan pengetahuan mengenai aksi dari gerakan lingkungan seperti Greenpeace, FoE, WWF dan gerakan lingkungan lainnya. Serta, bahayanya pengunaan

(8)

8

juga bagi seluruh masyarakat dengan belajar dari tragedi kecelakaan nuklir di Fukushima tahun 2011.

1.5 Penelitian Terdahulu

Peneliti mengambil penelitian dari Kurnia Novianti tentang “Environmental Movement di Republik Ceko: Dinamika Tantangan NGO

(9)

9

lingkungan di Ceko telah menunjukan bahwa terlah berjalannya Civil Society di negara itu7.

Kedua peneliti mengambil penelitian dari Timoty Doyle yang meneliti tentang “Anti-nuclear Movements: Environmental Movements in

Germany” dalam penelitiannya ia menyatakan bahwa di Jerman posisi anti

nuklir menjadi issue hijau yang paling dominan semenjak kemunculan

gerakan lingkungan hingga sat ini. gerakan lingkungan di Jerman muncul

jauh sebelum jatuhnya tembok Berlin tahun 1990. Demi mewujudkan

tujuannya gerakan lingkungan yang dulu berbasis di Jerman Barat untuk

membentuk partai dan beraliasi dengan partai sosial demokrat untuk

mendapatkan suara di pemilihan umum tahun 1998. Gerakan anti-nuklir

sendiri muncul setelah pengeboman Jepang di kota Hiroshima dan Nagaski

pada perang dunia II. Seiring banyaknya negara yang memproduksi energi

nuklir semakin banyak pula gerakan anti-nuklir yang muncul untuk melawan

pengembangan energi nuklir tersebut yang ditakutkan akan dijadikan

persenjataan. Karakteristik gerakan lingkungan di Jerman yang membedakan

dengan gerakan lingkungan yang lain adalah jangkauannya hingga ke bidang

politik yang mencakup berbagai sektor dan lapisan masyarakat8.

7Kurnia Novianti. Dalam “

Environmental Movement di Republik Ceko: Dinamika Tantangan NGO Lingkungan Pasca-Revolusi Beludru” diakses dari

http://journal.unair.ac.id/filerPDF/Environmental%20Movement%20di%20Republik%20Ceko%2 0-%20Dinamika%20Tantangan%20NGO%20Lingkungan%20Pasca%20Revolusi%20Beludru.pdf diakses pada tanggal 23 April 2013

8

(10)

10

Selanjutnya peneliti mengambil penelitian dari Devi Jurniasih yang meneliti tentang “Peran International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam menanggulanggi Radiasi Nuklir jepang Pasca Tsunami” dalam

penelitiannya ia menyatakan peran IAEA dalam menanggulangi radiasi nuklir di Jepang adalah mengirimkan pakar radiasi nuklir ke Jepang untuk menganalisa dan mengatasi penyebaran radiasi serta melaksanakan manajement bencana dan kerusakan yang terjadi di wilayah yang terkena dampak radiasi. Jepang merupakan negara yang pengembangan nuklirnya berada dibawah pengawasan IAEA9.

Bila dilihat terdapat perbedaan dari masing – masing peneliti, walaupun peneliti pertama dan kedua sama membahas mengenai Environmental Movement. Namun peneliti pertama lebih menekankan pada

peran Environmental Movement di Ceko sedangkan yang kedua membahas tentang Environment Movement di Jerman, sedangkan peneliti ketiga lebih fokus kepada peran IAEA dalam menanggulangi radiasi nuklir di Jepang.

Dari beberapa penjelasan diatas, maka penulis bermaksud untuk melanjutkan penelitian mengenai peran Environmental Movement dalam memulihkan kondisi Jepang pasca tragedi nuklir di Fukushima tahun 2011.

9Devi Jurniasih. Dalam ”Pe

ran International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam menanggulanggi Radiasi Nuklir Jepang Pasca Tsunami” diakses dari

(11)

11 1.6 Landasan Konsep

Dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam suatu penelitiaan, diperlukan suatu kerangka konsep yang membantu penulis dalam penyusunan hipotesa yang tepat hingga memudahkan penulis dealam menganalisis fenomena.

1.6.1 Konsep Evironmental Movement

Gerakan lingkungan merupakan jaringan luas antar manusia atau organisasi-organisasi yang terkait dalam aksi kolektif dengan tujuan untuk memanfaatkan ( melestarikan ) lingkungan10. Gerakan lingkungan sendiri merupakan gerakan sosial yang paling bersemangat, berbeda, dan kuat diantara gerakan sosial lainnya yang ada di seruluh dunia11.

Gerakan lingkungan telah lahir dinegara-negara utara umumnya pada akhir tahun 1960-an hingga awal 1970-an hingga 1980-an. Tanpa gerakan lingkungan maka tidak akan ada bisnis dan birokrasi “hijau”, tidak akan ada Konfrensi Tingkat Tinggi PBB mengenai global warming dan kontrol populasi, tidak mungkin ada pemerintah yang menciptakan kerangka kerja legislatif yang lebih “Hijau” yang berkaitan dengan tingkat polusi industri.

10Kurnia Novianti. Dalam “

Environmental Movement di Republik Ceko: Dinamika Tantangan NGO Lingkungan Pasca-Revolusi Beludru” diakses dari

http://journal.unair.ac.id/filerPDF/Environmental%20Movement%20di%20Republik%20Ceko%2 0-%20Dinamika%20Tantangan%20NGO%20Lingkungan%20Pasca%20Revolusi%20Beludru.pdf diakses pada tanggal 23 April 2013

11

(12)

12

Gerakan lingkungan juga termasuk dalam sebuah gerakan atau kelompok yang memiliki kepentingan dalam bidang lingkungan dimana mereka selalu mengekspresikan pendapat dan keinginan mereka pada pemerintah serta masyarakat lainnya untuk sebuah perubahan. Jadi intinya, Peran gerakan lingkungan itu untuk mengubah kebijakan pemerintah dan melestarikan lingkungan sekitar. Umumnya gerakan lingkungan ini terdiri dari sukarelawan yang peduli terhadap lingkungan dan selalu melakukan kampanye mengenai isu-isu lingkungan.

Gerakan lingkungan juga merupakan salah satu jenis gerakan sosial yang termaksud dalam kerangka teori New social Movement (NSM) hal ini dikarenakan isu lingkungan merupakan isu yang baru dan memiliki peran serta pengaruh yang penting dalam sebuah kelangsungan hidup manusia yang ada dimuka bumi ini12. berkembangnya berbagai isu lingkungan hidup secara global lah yang membuat banyak bermunculan berbagai gerakan yang memiliki kepentingan yang. Environmental movement akan menjadi semakin besar dan menguat di masa datang baik di negara berkembang ataupun negara maju, sebagai bagian dari gerakan sosial baru. Hal ini dikarenakan makin banyaknya isu lingkungan baru yang muncul maka akan semakin banyak pula gerakan – gerakan baru yang muncul.

Berkembangnya isu lingkungan hidup menjadi isu global dikarenakan adanya perkembangan ekonomi dan pembangunan yang mengakibatkan timbulnya degradasi lingkungan karena adanya

12

(13)

13

pengeksploitasian lingkungan hidup yang berlebihan13. Eksploitasi sumber daya alam bisa menyebabkan kelangkaan yang memungkinkan terjadinya konflik dalam masyarakat itu sendiri. Kebanyakan kasus kerusakan lingkungan sangat sulit bahkan sama sekali tidak dapat diperbaiki kembali ke kondisi semula. Hal ini merupakan tantangan bagi gerakan lingkungan dalam mengurangi atau memulihkan kondisi lingkungan yang telah rusak.

Beban akibat kerusakan lingkungan dan solusinya cenderung memiliki cakupan yang bervariasi, baik dari dimensi waktu maupun dimensi ruang atau wilayah. Oleh karena itu, mengapa isu lingkungan memiliki sifat yang luas, kesalahan perilaku yang diperbuat manusia dapat mengakibatkan kerusakan alam, kerusakan ini tidak bersifat wilayah yang terbatas saja, tetapi juga dapat meluas hingga melintas batas-batas negara dan menjadi semuah ancaman14. Keamanan lingkungan (Environmental Security) diperlukan untuk mencegah kemungkinan timbulnya resiko yang merugikan lingkungan hidup dan sekitarnya yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri atau karena perbuatan dari manusia sendiri, disinilah gerakan lingkungan memiliki peran yang penting karena membantu menjaga keamanan lingkungan dan membantu memecahkan persoalan isu lingkungan yang ada. Environmental security juga merupakan salah satu pilar dari human security.

13

Dapat diakses di http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/396/jbptunikompp-gdl-fitriismir-19787-7-bab3.pdf

(14)

14

Diplomasi lingkungan diperlukan untuk mendapatkan solusi atau kesepakatan dalam memecahkan masalah isu lingkungan yang sedang berkembang. Hal inilah yang menjadi motivasi bagi gerakan lingkungan dalam menyampaikan kampanye atau aspirasi mereka. Peran gerakan lingkungan tidak dapat diabaikan dari diplomasi lingkungan hidup karena gerakan lingkungan juga bertindak sebagai pengamat dalam pelaksanaan diplomasi lingkungan15.

Isu lingkungan yang sedang berkembang dan telah menjadi isu global salah satunya adalah isu mengenai kecelakaan nuklir Fukushima Daiichi yang terjadi di Jepang dimana kecelakaan tersebut terjadi pasca gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada tanggal 11 Maret 2011. Kecelakaan ini menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan yang parah dan dapat berpengaruh pada kelangsungan hidup di negara Jepang. Kerusakan dan pencemaran yang ditimbulkan ini mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan, khususnya gerakan – gerakan yang peduli terhadap lingkungan.

Gerakan lingkungan ini berasal dari berbagai kalangan baik dari internasional atau regional. Kehadiran gerakan lingkungan sendiri bertujuan untuk membantu masyarakat Jepang yang menjadi korban serta ingin melakukan perubahan khususnya perubahan kebijakan pemerintah Jepang dalam penggunaan energi nuklir sebagai energi utama di Jepang. Makin

15

(15)

15

berkembangnya isu nuklir ini maka makin bermunculan pula gerakan lingkungan yang membantu memulihkan kondisi Jepang. Gerakan lingkungan seperti Greenpeace, FoE, Green Action, Fukuro-nu-kai dan JEA bergabung untuk melakukan aksi protes kepada pemerintah Jepang. Selain itu anggota gerakan lingkungan bisa jadi tidak dari organisasi lingkungan saja namun terdapat beberapa peran organisasi lain diluar organisasi lingkungan yang membantu dan membentuk sebuah gerakan lingkungan untuk memulihkan kondisi Jepang seperti JANIC (Japan NGO Center for Internasional Cooperation), Save The Children Japan dan beberapa lainnya.

Kecelakaan nuklir Fukushima ini telah memberikan dampak serta ancaman yang besar bagi kelangsungan hidup di Jepang. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah keamanan lingkungan dengan mengantikan energi nuklir dengan energi yang lebih aman dan efektif. Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diadakan pada tanggal 20-22 juni 2012 di Rio de Janeiro, Brazil atau yang dikenal dengan Rio20+ Earth Summit diharapkan dapat membantu Jepang dalam memulihkan kondisi Jepang pasca tragedi kecelakaan nuklir Fukushima. konfrensi ini di hadiri juga oleh beberapa gerakan lingkungan Jepang dimana mereka membahas bagaimana penanggulangan bencana nuklir dan bahaya akan penggunaan nuklir.

(16)

16 1.6.2. Konsep Sekuritisasi

Sekuritisasi (Securitization), secara sederhana diartikan sebagai perluasan cakupan keamanan nasional kedalam berbagai bidang sehingga semua masalah bisa dilihat sebagai masalah keamanan melalui proses politik16. Sekuritisasi dapat diartikan sebagai versi ekstrim dari politisasi. Dalam sekuritisasi, aktor melakukan perluasan cakupan keamanan nasional melalui proses politik17. politisasi isu yang dilakukan aktor menyebabkan isu yang tadinya bukan merupakan isu keamanan berubah menjadi isu yang mengancam dan membutuhkan agenda nasional untuk mengatasinya. Melalui sekuritisasi, maka akan terjadi sebuah pergeseran isu dari yang hanya sebuah isu politik biasa, menjadi isu yang diasumsikan urgent dan membutuhkan sebuah penangganan yang cepat tanpa sebuah peraturan normal dan aturan-aturna pembuatan keputusan lainnya.18

Sekuritisasi memiliki beberapa konsep yang didalamnya menunjukan bagaimana aktor melakukan sekuritisasi. Konsep-konsep tersebut yaitu aktor sekuritisasi, speech act, existensial threat, refrent object, dan audience19. Actor sekuritisasi merupakan pihak yang mengusahakan sekuritisasi. Aktor tersebut akan mengusahakan sebuah sosialisasi ide atau

16Jaka Setiawan, dalam “

Intelegent, Terorisme dan Law Enforcement intelligencePasca 9/11”

diakses dari http://barometerpost.com/opini/181-intelijen-terorisme-dan-law-enforcement-intelligence-pasca-911.html diakses tanggal 30 Mei 2013

17Barry Buzan, Ole Waever, Jaap de Wilde, dalam “Security : A New Framework for Analysis, (London: Lynne Riener Publisher, 1998), hlm. 23

18Rita Taureck, dalam “

Securitization Theory” diakses dari

http://wrap.warwick.ac.uk/1082/1WRAP_Floyd-Securitization_theory_and_securitization_studies-WRAP.pdf diakses tanggal 30 Mei 2013

(17)

17

yang disebut dengan speech act, dengan cara mengkampanyekan existensial threat, dan akan berpengaruh pada referent object, yaitu pihak yang akan

terancam jika isu tersebut tidak disikapi dengan serius.

Dalam menganalisis proses sekuritisasi dengan pendekatan speech act terdapat tiga jenis unit yang penting untuk dibedakan,antara lain : (1)

referent object ( object refrensi), (2) securitizing actors (aktor sekuritisasi),

dan (3) functional actor (aktor Fungsional)20. adapun yang dimaksud dengan objek referent adalah hal-hal yang terancam oleh existensial threat serta memiliki klain yang sah terhadap kelangsungan hidupnya (survival). Contoh referent object sangat beragam antara lain negara, pemerintah terkait, teritori

dan masyarakat. Sementara itu, securiting actor merupakan aktor-aktor yang menyekuritisasikan isu dengan cara mendeklarasikan sebuah referent object sebagai “terancam”. Biasanya securitizing actors tidak menjadikan dirinya

sebagai referent object, melaikan kelompok,satuan atau sebuah komunitas yang lebih besar lagi seperti negara, bangsa, peradaban, prinsip maupun sistem. Yang terakhir adalah fungsional actor, menurut Buzan, Waever, dan de Wilde, mengacu kepada pihak-pihak yang pada akhirnya mempengaruhi dinamika dari sebuah sektor langsung maupun turunan dari sebuah isu yang tersekuritisasikan. Contoh dari aktor ini antara lain perusahaan-perusahaan yang menghasilkan polusi dan limbah dari isu keamanan nasioanal. Artinya perusahaan tersebut bukan sebuah referent object dan bukan pula sebuah aktor yang berusaha melakukan sekuritisasi terhadap isu tersebut.

20Barry Buzan, Ole Waever, Jaap de Wilde, dalam “

(18)

18

Saat ini sebuah ancaman tidak lagi hanya berupa ancaman militer saja akan tetapi juga meliputi ancaman politik, ancaman sosial, ancaman ekonomi, maupun ancaman ekologis. Permasalahan dan ancaman tersebut kemudian digolongkan menjadi bagian dari isu-isu keamanan non tradisional. Dalam pendekatan non tradisional, konsepsi keamanan lebih ditekankan kepada kepentingan keamanan pelaku-pelaku bukan negara (non-state actors). Menurut konsep ini sebuah keamanan tidak bisa hanya diletakkan dalam perspektif kedaulatan nasional dan kekuatan militer. Konsepsi keamanan juga ditujukan kepada upaya menjamin keamanan warga negara/keamanan manusianya.

Studi Keamanan Non-Tradisional juga merasa memiliki kebutuhan untuk memperluas agenda keamanannya menjadi lima sektor keamanan yang merepresentasikan lima wujud ancaman dan lima domain aspek yang berpotensi menjadi objek ancaman tersebut (Referent Objects)21. Perluasan agenda keamanan tersebut yaitu : Sektor keamanan militer, sektor keamanan politik, sektor keamanan ekonomi, sektor keamanan lingkungan dan sektor keamanan sosietal.

Sekuritisasi tidak memiliki suatu suatu dasar normatif untuk menentukan apakah suatu isu masuk menjadi sebuah kajian sekuriti atau tidak. Seperti yang dikatan oleh aliran Copenhagen School bahwa sekuritisasi merupak teori yang “morally wrong” sedangtkan desekuritisasi

21

Buzan, Barry (1991) dalam “People, States and Fear : An Agenda for International Security Studies in The Post-Cold War Era”. 2nd ed. Boulder: Lynne Rienner; Hemel Hempstead:

(19)

19

sebagai suatu proses yang “morally right”. Contoh dari moralitas ini adalah

dalam kasus isu lingkungan. Floyd dalam bukunya mengatakan bahwa sekuritisasi khususnya dalam isu lingkungan mendasarkan diri pada consequentialism. Consequentialism adalah suatu teori yang mengajarkan

untuk menentukan apakah suatu keputusan merupakan keputusan yang tepat yang telah diputuskan suatu agen dengan melihat konsekuensi relevan yang dihasilkan dari keputusan tersebut22.

Isu lingkungan telah menjadi bagian dari konsep sekuritisasi. Hal ini dikarenakan isu lingkungan yang selama ini terjadi banyak membawa ancaman baik bagi negara atau masyarakat yang ada didalam negara tersebut hingga dibutuhkan sebuah keamanan yang menjamin kelangsungan hidup sekitar. Isu lingkungan yang telah mendapat banyak perhatian dan membutuhkan sebuah keamanan adalah tragedi kecelakaan nuklir Fukushima Jepang yang terjadi pada Maret 2011. Peran energi nuklir di Jepang sangatlah besar hal ini dilihat dari banyaknya PLTN yang dibangun di Jepang. Pada awalnya energi nuklir dianggap aman dan tidak merusak lingkungan sehingga Jepang sangat tergantung pada penggunaan energi nuklir.

Jepang telah mengenal energi nuklir sejak lama mengingat Jepang pernah diserang oleh Amerika menggunakan energi nuklir yang menghancurkan kota Nagasaki dan Hiroshima. Kejadian tersebut bukanlah

22Rita Floyd, dalam “

(20)

20

sebuah ancaman bagi Jepang untuk menggunakan energi nuklir namun energi nuklir yang digunakan hanya sebagai pemasok listrik bagi negara Jepang sehingga dianggap aman.bagi masyarakat dan lingkungan. Namun, pada Maret 2011 tragedi kecelakaan nuklir Fukushima Daiichi terjadi yang berakibat pada bocornya radiasi nuklir yang mengancam lingkungan dan kelangsungan hidup di negara Jepang. Kecelakaan nuklir ini membahayakan masyarakat Jepang yang tinggal disekitar reaktor karena menjadi ancaman bagi kesehatan mereka bila terkena radiasi dari nuklir. Keberadaan environmental movement di Jepang yaitu untuk membantu para korban dan

mengkampanyekan kepada pemerintah akan bahaya penggunaan energi nuklir, hal ini bertujuan agar masyarakat Jepang tidak dibayangi oleh ancaman energi nuklir bila hal yang sama akan terjadi lagi.

Peran environmental movement disini sebagai aktor yang mengangkat isu energi nuklir yang tadinya dianggap aman oleh pemerintah Jepang ternyata menjadi sebuah ancaman keamanan bagi masyarakat Jepang hingga mereka menuntut kepada pemerintah Jepang agar meninggalkan penggunaan energi nuklir dan menutup semua reaktor yang ada di Jepang. Masyarakat Jepang sendiri sebagai referent object yang terancam karena penggunaan energi nuklir yang berdampak negatif bagi kelangsungan hidup masyarakat yang ada di Jepang.

Environmental movement merupakan aktor yang mendeklarasikan

(21)

21

Environmental movement berharap pemerintah mau mendengar dan peduli

akan nasib para korban dan menggubah kebijakan energi baru yang lebih aman dan memberikan keuntungan bagi negara dan masyarakat didalamnya. Environmental movement menyadarkan pemerintah Jepang akan bahaya

yang ditimbulkan oleh energi nuklir dan belajar dari kecelakaan-kecelakaan nuklir yang pernah terjadi di beberapa negara termaksud Jepang.

1.7.1. Metedologi Penelitian 1.7.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Metode penelitian Deskriptif Kualitatif merupakan tipe penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara terperinci tentang fenomena yang terjadi dan mengambarkan gejala atau variable yang menjelaskan secara sistematis, faktual dan aktual mengenai fakta-fakta, sifat dan hubungan antar fenomena yang diamati. Penelitian menjelaskan tentang studi pustaka terhadap hubungan variable yang telah tercantum dalam penelitian. Jadi dalam hal ini menjelaskan Peran Gerakan Lingkungan (Environmental Movement) dalam memulihkan kondisi Jepang Pasca Tragedi Nuklir di Fukushima tahun 2011.

1.7.2 Ruang Lingkup Penelitian

(22)

22

membatasi masalah agar dalam pembahasan nanti tidak keluar dari jalur dan kerangka masalah yang di tentukan.

1.7.3 Batasan Materi

Batasan materi menunjukan ruang sebuah peristiwa yakni cakupan kawasan dan gejala atau daerah studi. Adapun batasan materi dari penelitian ini adalah penulis akan mengulas mengenai bagaimana Peran Gerakan Lingkungan (Environmental Movement) dalam memulihkan kondisi Jepang Pasca Tragedi Nuklir di Fukushima tahun 2011.

1.7.4 Batasan Waktu

(23)

23

tersebut pemerintah Jepang mulai membatasi pengunaan PLTN hingga tahu 2030 dan mulai beralih ke energi ramah lingkungan.

1.7.5 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data sekunder atau yang sering disebut studi kepustakaan ( Library research ). Data diperoleh dari berbagai buku, junal, artikel, serta

informasi dari media cetak atau electronik lainnya yang relevan dengan masalah penelitian.

1.7.6 Teknik Analisa Data

(24)

24 1.7.7 Alur Pemikiran

(25)

25 1.8. Sistematika Penelitian

Sistematika penulisan dalam penelitian ini di Gambarkan sebagai berikut :

 BAB 1 PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan mencakup : Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Peneliti Terdahulu, Landasan Konsep dan Teori, Metedologi Penelitian, dan Sistematika Penulisan.

 BAB II DAMPAK KEBOCORAN NUKLIR YANG TERJADI DI

FUKUSHIMA

Bab ini mambahas : Penggunaan energi Nuklir di Jepang, Energi baru sebagai pengganti energi nuklir di Jepang, Dampak tragedi nuklir Fukushima terhadap Jepang dan Penangganan kebocoran nuklir di Fukushima

 BAB III PERAN GERAKAN LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL

MOVEMENT) DALAM MEMULIHKAN KONDISI JEPANG PASCA

TRAGEDI NUKLIR DI FUKUSHIMA TAHUN 2011

Bab ini membahas dan menganalisi : Kondisi Jepang sebelum dan pasca bencana kebocoran nuklir di Fukushima dan Peran yang dilakukan gerakan lingkungan (Environmental Movement) dalam memulihkan kondisi Jepang pasca tragedi nuklir di Fukushima.

 BAB IV KESIMPULAN

(26)

PERAN GERAKAN LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL MOVEMENT)

DALAM MEMULIHKAN KONDISI JEPANG PASCA TRAGEDI NUKLIR DI FUKUSHIMA TAHUN 2011

SKRIPSI

Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana ilmu politik (S.Ip) Strata – 1

Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Oleh

Arini Hardiyanti Chaeruddin NIM: 08260031

JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

(27)
(28)
(29)

PERNYATAAN ORISINALITAS

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Arini Hardiyanti Chaeruddin Tempat, Tanggal Lahir : Ternate, 19 September 1991

NIM : 08260031

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan : Hubungan Internasional

Menyatakan bahwa karya ilmiah (Skripsi) dengan judul :

PERAN GERAKAN LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL MOVEMENT) DALAM MEMULIHKAN KONDISI JEPANG PASCA TRAGEDI NUKLIR DI FUKUSHIMA

TAHUN 2011

Adalah bukan karya tulis ilmiah (Skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya siap mendapat sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Malang, 22 Mei 2013 Yang Menyatakan,

(30)
(31)

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iv

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ... v

ABSTRAKSI ... vi

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

1.4.1 Manfaat Akademis ... 7

1.4.2 Manfaat praktis ... 7

1.5 Penelitian Terdahulu ... 8

1.6 Landasan Konsep ... 11

1.6.1 Konsep Environmental Movement ... 11

1.6.2 Konsep Sekuritisasi ... 16

1.7 Metedologi Penelitian ... 21

1.7.1 Jenis Penelitian ... 21

1.7.2 Ruang Lingkup penelitian ... 21

1.7.3 Batasan Materi ... 22

1.7.4 Batasan Waktu ... 22

1.7.5 Teknik Pengumpulan Data ... 23

1.7.6 Teknik Analisa Data ... 23

(32)

1.7.8 Lokus dan Fokus Penelitian ... 24

1.8 Sistematika Penelitian ... 26

BAB II DAMPAK KEBOCORAN NUKLIR YANG TERJADI DI FUKUSHIMA 2.1 Penggunaan Energi Nuklir di Jepang ... 27

2.2 Energi Baru Sebagai Pengganti Energi Nuklir di Jepang .... 33

2.3 Dampak Tragedi Nuklir Fukushima Terhadap Jepang ... 40

2.3.1 Dampak Terhadap Lingkungan ... 41

2.3.2 Dampak Terhadap Kesehatan ... 43

2.3.3. Dampak terhadap Ekonomi ... 46

2.4 Penangganan Kebocoran Nuklir di Fukushima ... 47

BAB III PERAN GERAKAN LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL MOVEMENT) DALAM MEMULIHKAN KONDISI JEPANG PASCA TRAGEDI NUKLIR DI FUKUSHIMA TAHUN 2011 3.1 Kondisi Jepang sebelum dan pasca bencana kebocoran nuklir di Fukushima ... 53

3.2 Peran yang dilakukan gerakan lingkungan (Environmental Movement) dalam memulihkan kondisi Jepang pasca tragedy nuklir di Fukushimatahun 2011 ... 60

BAB IV PENUTUP Kesimpulan ... 77

(33)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Penggunaan Energi Jepang di Masa Depan ... 37 Tabel 2 Data gerakan Lingkungan dan Kerjasama Beberapa NGO dalam

(34)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Soejani, Moh. Ahmad, Rofiq. Munir, rozy. 1987. Lingkungan : sumber daya Alam dan Kependudukan dalam Pembangunan. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta. Hal.3-4

Doyle, Timothy. 1960. Environmental movements in minority and majority worlds. Rutger University Press, London. Hal 2

Pramudianto. Andreas. 2008. Diplomasi Lingkungan. Universitas Indonesia (UI-Press), Jakarta. Hal 255

Barry Buzan, Ole Waever, Jaap de Wilde, dalam “Security : A New Framework for Analysis, (London: Lynne Riener Publisher, 1998), hlm. 23

Internet

Acore. What is Renewable Energ, http://www.acore.org/what-is-rewewable-energy/”, diakses tanggal 25 september 2012

Armandhanu, Dhenny. Mengapa Reaktor Nuklir Jepang Meledak, http://fokus.news.viva.co.id/news/read/209208-instalasi-reaktor-nuklir-jepang-meledak diakses pada tanggal 25 September 2012

Amijaya, Chrisnanta. Peranan IAEA melalui Intrenational Fact Finding Expert Mission of the Fukushima, dalam penanganan kerusakan Reaktor Nuklir di

Jepang pasca Tsunami 11 Maret 2011,

http://elob.unikom.ac.id/files/disk1/585/jbptunikompp-gdl-chrisnanta-29229-7-unikom_c-i.pdf diakses tanggal 23 Januari 2013

Anonym, dalam Nuclear Power in Japan, http://www.world-nuclear.org/info/inf79.html Diakses 23 Januari 2013

Anup, Shah. Japan Earthquake, Tsunami and Nucler Crisis, http://www.globalissues.org/article/794/japan-earthquake-tsunami-nuclear diakses pada tanggal 03 maret 2012

DW. Jepang Memperingati Bencana Gempa dan Fukushima,

http://www.dw.de/jepang-peringati-bencana-gempa-dan-fukushima/a-16662986, diakses tanggal 22 Maret 2013 DW. Jepang Tinggalkan Energi Nuklir diakses dari

(35)

Fritz, Martin. Jepang Tidak Kembali ke Negara Atom,

http:www.dw.de/jepang-tidak-kembali-ke-negara-atom/a-16490767 diakses tanggal 23 Januari 2013

Friends of Earth. Poka-Poka Project for Children Fukushima

http://www.foejapan.org/en/news/120419.html diakses tanggal 07 maret 2013

Fiyanto, Arief. Bencana Nuklir Fukushima dalam Serial Foto Greenpeace, http://m.tribunnews.com/2012/02/20/bencana-nuklir-fukushima-dalam-serial-foto-greenpeace di akses tanggal 25 Januari 2013

Feinstein, Mike. Green Party Formed in Japan, http://gp.org/greenpages-blog/?p=3162 , diakses tanggal 11 Maret 2013

_______. Fukushima: the Consequences, http:www.iiss.org/publications/strategic-

comments/past-issues/volume-18-2012/march/fukushima-the-consecuences/, diakses pada tanggal 20 Maret 2013

Green Action. Request for UN Intervebtion to Stabilize the Fukushima Daiichi Unit 4 Spend Nuclear Fuel Pool, http://fukushima.greenaction-japan.com/, diakses tanggal 22 Maret 2013

Greenpeace. Pelajaran dari Fukushima,

http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/belajar-dari-fukushima-sebuah-peringatan-terh/blog/39410, diakses tanggal 06 Mei 2013

Hijauku. Mengungkap Dampak Bencana Nuklir Fukushima,

http://www.hijauku.com/2012/07/19/mengungkap-dampak-bencana-nuklir-fukushima/ diakses tanggal 25 Januari 2013

Himpalaunas. Musibah Reaktor di Jepang Bangkitkan Gerakan Anti Nuklir, http://himpalaunas.com/artikel/peristiwa/2011/04/11/musibah-reaktor-di-jepang-bangkitkan-gerakan-anti-nuklir, diakses tanggal 05 Maret 2013 Harlan, Chico. Japan Takes a Shine to Renewable Energy,

http://articles.washingtonpost.com/2011-05-27/world/35232580_1_

fukushima-daiichi-nuclear-power-nuclear-plants diakses tanggal 24 Januari 2013

Imamoto, Shuji. Current Situationj around Green Movement in Japan, http://lp.jiyu.net/greens- japan-today.htm, diakses pada tanggal 05 Maret 2013

Info Nuklir. Nuklir Pasca Fukushima,

http://www.infonuklir.com/read/detail/544/nuklir-pasca

(36)

International Monetary Fund. World Economic Outlook Database,

http://www.imf.org/external/pubs/ft/weo/2006/02/data/weorept.aspx diakses pada tanggal 27 Januari 2013

Iran Indonesia Radio. Masa Depan Reaktor Nuklir Jepang,

http://indonesian.irib.ir/headline1/-/asset_publisher/c3Zq/content/id /5359442, diakses tanggal 22 Maret 2013

Jurniasih, Devi. Peran International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam menanggulanggi Radiasi Nuklir Jepang Pasca Tsunami,

http://publikasi.umy.ac.id/index.php/hi/article/viewFile/3764/3154 diakses tanggal 26 September 2012

Kurukawa, Junji. Ribuan Warga Jepang Mengelar Aksi Protes Anti-Nuklir, http://www.analisadaily.com/news/2013/868/ribuan-warga-jepang-gelar-protes-anti-nuklir/ diakses tanggal 03 Maret 2013

_____. Japan For Sustainability. A Brief History of the Environmental Movement in Japan, http://www.japanfs.org/en/mailmagazine/newsletter/ pages/ 029180. html diakses tanggal 04 Maret 2013

_____.Japan’s trade deficit hits record high on fuel imports, diakses dari

http://www.bbc.co.uk/news/business-17093233 diakses tanggal 27 Januari 2013

Kogama, Ken. Japan’s Record High Trade Deficit of 4,4 Trillion Yen Energy Problem, http://eneken.ieej.or,jp/data/4325.pdf pada tanggal 27 Januari 2013

Liao, Shannon. Protes Anti Nuklir Terbesar di Jepang,

http://erabaru.net/internasional/35-internasional/31072-protes-anti-nuklir-terbesar-di-jepang diakses tanggal 03 Maret 2013

METI. Energi in Japan, http://www.enecho.meti.go.jp/topics/energy-in-japan-english2010.pdf diakses tanggal 24 januari 2013

Nugraha, Fajar. Tsunami dan Tragedi Nuklir Jepang,

http://kaleidoskop.okezone.com/read/2011/12/27/349/547631/tsunami-tragedi-nuklir-jepang diakses tanggal 23 Januari 2013

Novianti, Kurnia. Environmental Movement di Republik Ceko: Dinamika Tantangan

NGO Lingkungan Pasca-Revolusi Beludru

(37)

Nagata, Kazuki. Fukushima Meltdowns Set Nuclear Energy Debate On Its Ear, http://wwwjapantimes.co.jp/textnn30120103fl.html padatanggal 25 Januari 2013

NOAA-EPA-FDA. Statement. U.S. Seafood Safe and Unaffected by Radiation Contamination from Japanese nuclear Power Plant Incident; U.S. Monitoring Control Strategy Explained, http:www.fda. gov/ucm/groups/fdagov-public/@fdagov-foodsgen/documents/document/ ucm253896.pdf diakses tanggal 25 Januari 2013

One Biosphere. Japan Environmental Sustainability,

http://www.onebiosphere.com/japan_environmental_sustainability.html diakses tanggal 25 Februari 2013

______. Pemanfaatan Energi Nuklir,

http://www.ut.ac.id/html/suplemen/pafi4446/pemanfaatan.htm diakses tanggal 22 Januari 2013

Rahayu, Aster. Belajar menjaga Kelestarian Alam Dari Jepang,

http://www.padangmedia.com/3-Berita/78442-Belajar-Menjaga-Kelestarian-Alam-dari-Jepang.html di akses tanggal 25 Februari 2013 Rasmi, Umi. Gantikan Nuklir, Jepang Bangun Tenaga Angin Lepas Pantai Terbesar

di Dunia, http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/01/ gantikan-nuklir-jepang-bangun-tenaga-angin-lepas-pantai-terbesar-di-dunia di akses tanggal 24 januari 2013

Robert J, Mason. Whither Japan’s Environmental Movement? An Assessment of Problems and Prospect at the National Level, Pacific Affair, Vol.72, No 2 (Summer, 1999) hal 187-207 http://www.jstor.org/discover/ 10.2307/2672119, diakses tanggal 04 Maret 2013

Setiawan, Jaka. Intelegent, Terorisme dan Law Enforcement intelligence Pasca 9/11,

http://barometerpost.com/opini/181-intelijen-terorisme-dan-law-enforcement-intelligence-pasca-911.html diakses tanggal 30 Mei 2013 Syelvia, Yesi. IEAE Tinjau Pembangkit Tenaga Nuklir Di Jepang,

http://jakarta.okezone.com/read/2012/01/26/468/563698/ieae-tinjau-pembangkit-tenaga-nuklir-di-jepang diakses tanggal 23 januari 2013

(38)

Schlein, Lisa. WHO: Dampak Radiasi Bencana Nuklir Fukushima Rendah, http://www.voaindonesia.com/content/who-dampak-radiasi-bencana-nuklir-fukushima-rendah/1612903.html diakses pada tanggal 26 januari 2013 Simplyinfo. 119 Groups in Japan Sign Letter Of Protes Againts New Nuklir Agency,

http://www.simplyinfo.org/?p=7522 , diakses tanggal 22 Maret 2013 _____, The Evacuation Zones Around the Fukushima Daiichi Nuclear Plant,

http://www.nytimes.com/interactive/2011/03/16/world/asia/japan-nuclear-evaculation-zone.html?_r=0 diakses tanggal 03 maret 2013

______, Thousands protest againt nuclear power in Japan,

http://www.channelnewsasia.com/stories/afp_asiapasific/view/1154084/1/.h tml, diakses pada tanggal 05 Maret 2013

Koran Online

BBC Indonesia, Jepang evakuasi warga jauhi Fukushima”

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/05/110516_japanfukushima.sht ml diakses tanggal 27 januari 2013

Detiknews, Jepang akan Hapus Pembangkit Tenaga

Nuklir”,http://m.detik.com/news/read/2012/09/14/164027/2019862/934/jepa ng-akan-hapus-pembangkit-tenaga-nuklir” diakses tanggal 5 desember 2012

Pikiran Rakyat. Batu Bara Diprediksi Habis ditahun 2050, http://www.pikiran-rakyat.com/node/185114 diakses pada tanggal 25 september 2012

Solar Surya Indonesia. Greenpeace: Sumber Energi Terbarukan Ramah Lingkungan, http://solarsuryaindonesia.com/news-and-info/news/greenpeace-sumber-energi-terbarukan-ramah-lingkungan, diakses tanggal 06 Mei 2013 TEMPO. Krisis Nuklir jepang Mereda,

http://www.tempo.co/read/news/2011/04/25/118329746/Krisis-Nuklir-Jepang-Mereda diakses tanggal 27 januari 2013

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Outline : DAFTAR PUSTAKA