INTERNASIONALISASI KASUS KEKERASAN DI SURIAH
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar S-1 Sarjana Ilmu Hubungan Internasional
Oleh:
Mohammad Nailur Rochman 09260029
JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
LEMBAR PENGESAHAN
Nama : Mohammad Nailur Rochman
Nim : 09260029
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan : Ilmu Hubungan Internasional
Judul Skripsi : INTERNASIONALISASI KASUS KEKERASAN DI
SURIAH
Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Ujian Skripsi
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Hubungan Internasional
Dinyatakan LULUS
Pada hari : Kamis
Tanggal : 23 Oktober 2014
Tempat : Ruang Dosen FISIP UMM
Mengesahkan Dekan FISIP – UMM
Dr. Asep Nurjaman, M.Si
Dewan Penguji Tanda Tangan
1. M. Syaprin Zahidi, MA ( )
2. Helmia Asyathri, S.IP ( )
3. Gonda Yumitro, MA ( )
KATA PENGANTAR
ِِميِحَرلا
ِِنَمْحَرلا
ﷲ
ِِمــــــــــــــــــْسِب
ِ
Alhamdulillah, segala puji syukur ke hadirat Allah SWT, Pencipta
manusia sebagai makhluk yang terbaik diantara semua makhluk. Sholawat beserta
salam senantiasa dipersembahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, sang
pembawa peta kehidupan yang membawa cahaya dan menyelamatkan umat
manusia dari kegelapan dan kebodohan.
Kendala dan hambatan yang ada dalam mewujudkan sebuah karya sudah
menjadi bagian dari proses yang harus dijalani dengan penuh usaha dan tawakkal.
Alhamdulillah, puji syukur atas segala pertolongan Allah dan petunjuk-Nya,
skripsi sebagai tugas akhir untuk menyelesaikan Sarjana Strata 1 (S1) di Universitas Muhammadiyah Malang dengan judul “INTERNASIONALISASI KASUS KEKERASAN DI SURIAH”, dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
strata 1 (S-1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Hubungan
Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis ingin
mempersembahkan karya penulisan yang berguna dan bermanfaat bagi para
pembacanya, bagi civitas Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang serta bagi para pemerhati
studi kawasan Timur Tengah terkait proses internasionalisasi kasus kekerasan di
Suriah dalam konflik Suriah dewasa ini.
Penulisan skripsi ini juga tidak lepas dari pihak – pihak yang telah banyak
memberikan kontribusi ilmu, waktu, dorongan dan perhatian. Kiranya sangat
perlu bagi penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. H. M. Idris Hamid, Lc. dan Hj. Onik Zaikyah, S. THi., orang tua tercinta yang
selalu mendukung dan membimbing penulis dengan penuh kesabaran, cinta
dan keikhlasan. Doa, perhatian, semangat dan segala upaya untuk memenuhi
kebutuhan penulis dalam proses pendidikan, tidak mampu penulis balas
2. Keluarga tercinta yang selalu menjadi penggerak penulis untuk segera
menyelesaikan studi Strata-1 di Jurusan HI UMM. Penulis persembahkan
karya ini untuk mereka yang tercinta.
3. Dosen-dosen HI dan FISIP UMM, Pak Tonny, Pak Ruli, Pak Victor, Bu Dyah,
Bu Qori, Pak Syaprin, Pak Qobidl, Bu Ayusia, Bu Juli Astutik, Bu Vina, Pak
Dwi Susilo, Pak Bayu, Pak Suyatno dan dosen – dosen UMM yang yang telah
memberikan banyak waktu dan perhatian untuk menyalurkan ilmu beliau –
beliau kepada penulis, begitu banyak kebaikan yang telah diberikan pada
penulis. Penulis tidak mampu membalas jasa beliau – beliau selama masa
pendidikan di UMM kecuali mendoakan yang terbaik bagi semua dan penulis
berharap semoga mampu menjadi manusia yang beliau – beliau banggakan
kelak.
4. Bapak Gonda Yumitro, MA sebagai pembimbing I dan Bapak Jamroji, M.
Comm. sebagai Pembimbing II yang telah banyak membantu dan meluangkan
waktunya untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini,
semoga kebaikan beliau – beliau dicatat di sisi Allah sebagai kebaikan yang
selalu melimpah.
5. Teman – teman seperjuangan yang tidak akan terlupakan, Najamuddin
Khoirurrijal, Khoirul Amin, Alawi Jufri, Haryo Prasodjo, Asti, Ifo, Azmy,
saudara Khoirul Anam yang telah menemani saya selama menjalani kuliah di
Malang, teman – teman dari FISIP secara umum dan khususnya kepada
seluruh teman – teman HI UMM angkatan 2009. Sungguh bersyukur
mendapatkan kesempatan belajar bersama kalian. Semoga kita masih bisa
dipertemukan kembali dalam kesempatan yang lebih baik untuk karya yang
lebih besar.
6. Seluruh jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang, Dekan – dekan
FISIP, dan pimpinan jurusan HI. Terimakasih atas segala ilmu dan
pengalaman manajerial yang telah diberikan, ini akan menjadi pengalaman
yang berguna bagi penulis.
Dengan segala usaha yang penulis lakukan demi mewujudkan karya ini,
penulis miliki sehingga karya ini masih membutuhkan banyak saran, kritik dan
masukan untuk menjadikan karya tulis ini lebih baik.
Penulis berharap semoga Allah meridloi usaha ini, mencatat segala usaha
dalam penulisan skripsi ini sebagai amal kebaikan dan membalas kebaikan orang – orang yang telah membantu terwujudnya skripsi ini dengan balasan yang terbaik. Semoga ilmu dalam skripsi ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan
menjadi investasi kebaikan kepada penulis pribadi dan juga orang lain. Amin...
Malang, 27 September 2014
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... i
PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ... iv
ABSTRAKSI ... v
ABSTRACT ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR AKRONIM ... xiii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang Masalah ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 9
1.3. Tujuan Penelitian ... 9
1.4. Manfaat Penelitian ... 9
1.4.1. Manfaat Praktis ... 9
1.4.2. Manfaat Akademis ... 9
1.5. Tinjauan Pustaka ... 10
1.5.1. Penelitian Terdahulu ... 10
1.5.2. Kerangka Teoritis ... 16
1.5.3. Pra Analisa ... 22
1.6. Metode Penelitian ... 23
1.6.1. Tingkat Analisis ... 23
1.6.2. Tipe Penelitian ... 23
1.6.3. Teknik Pengumpulan Data ... 24
1.6.4. Teknik Analisis Data ... 24
1.7.1. Batasan Kajian ... 25
1.7.2. Batasan Waktu ... 25
1.8. Argumentasi Pokok ... 25
1.9. Sistematika Penulisan ... 27
BAB II ... 29
KOMPLEKSITAS KASUS KEKERASAN DI SURIAH ... 29
2.1. Konfigurasi Kekerasan Di Era Bashar Al-Asad ... 29
2.1.1. Represi Politik dan HAM ... 31
2.1.2. Penyiksaan, Perlakuan Buruk dan Pengasingan... 34
2.1.3. Represi Terhadap Kebebasan Akses Informasi... 36
2.2. Kronologi dan Dinamika Konflik Suriah Tahun 2011 – 2012 ... 38
2.3. Penggunaan Senjata Berat dan Senjata Kimia... 50
2.4. Kekerasan Sebagai Kejahatan Internasional ... 51
BAB III ... 53
INTERNASIONALISASI KASUS KEKERASAN DI SURIAH ... 53
3.1. Eskalasi Konflik Suriah ... 53
3.1.1. Media Internasional ... 53
3.1.2. Pemimpin - Pemimpin Dunia Internasional ... 65
3.1.3. Organisasi – Organisasi Internasional ... 69
3.1.4. Posisi Negara – Negara Dunia ... 71
3.2. Dinamika Isu Suriah Menjadi Isu Internasional ... 77
3.3. Konflik Suriah sebagai Isu Internasional ... 80
3.3.1. Opini Publik Internasional ... 80
3.3.2. Intervensi Internasional sebagai Upaya Mengakhiri Konflik ... 83
BAB IV ... 109
PENUTUP ... 109
4.1. Kesimpulan ... 109
4.2. Penelitian Lebih Lanjut ... 117
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Daftar negara – negara represif di dunia ... 3
Tabel 1. 2 Perbandingan penelitian ... 15
Tabel 1. 3 Sistematika penulisan ... 27
Tabel 2. 1 Statistik tahunan jumlah korban anak-anak 2011 – 2013 ... 41
Tabel 2. 2 Statistik bulanan jumlah korban anak-anak 2011 – 2013 ... 42
Tabel 2. 3 Data anak-anak yang terlibat dalam operasi militer... 42
Tabel 2. 4 Jumlah korban jiwa pada Maret – Oktober 2011 (LCC) ... 45
Tabel 2. 5 Jumlah korban jiwa mulai Maret – September 2011 (HRW) ... 48
Tabel 3. 1 Tabulasi pemberitaan media ... 58
Tabel 3. 2 Tabulasi pola pemberitaan media ... 61
Tabel 3. 3 Data Pengguna Facebook di Timur Tengah ... 63
Tabel 3. 4 Data Pengguna Twitter di Timur Tengah ... 64
DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 1 Fase – fase dalam konflik ... 19
Gambar 1. 2 Tipe – tipe konflik dan kemungkinan akibat yang ditimbulkan... 20
Gambar 1. 3 Bagan proses internasionalisasi kasus kekerasan di Suriah ... 27
DAFTAR AKRONIM
AS : Amerika Serikat DK : Dewan Keamanan
ECHO : European Commission Humanitarian Aid and Civil Protection EIB : European Investment Bank
ENPI : European Neighbourhood and Partnership Instrument FSA : Free Syian Army
HAM : Hak Asasi Manusia HRW : Human Rights Watch ICC : International Criminal Court
IOM : International Organization for Migration IRC : International Red Cross
IRGC-QF : Islamic Revolutionary Quards Corps Quds Force IWGS : International Working Group on Sanctions
LCC : Local Coordination Commitees
MEDA : Mennonite Economic Development Associates NGOs : Non-Governmental Organizations
PBB : Perserikatan Bangsa – Bangsa PM : Perdana Menteri
SANA : Syrian Arab News Agency SNC : Syrian National Council
SNHR : Syrian Network for Human Rights SOHR : Syrian Observatory for Human Rights
UNHCR : United Nations High Commissioner for Refugees UNHRC : United Nations Human Rights Commissioner UNICEF : United Nations Children‟s Fund
UNRWA : United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East
UNSMIS : United Nations Supervision Mission in Syria URL : Uniform Resource Locator
UU: Undang – Undang
DAFTAR PUSTAKA Referensi Buku:
Danahar, Paul. 2013. The New Middle East: The World After The Arab Spring,
New York: Bloomsbury Press.
Diamond, Larry & Marc F. Plattner. 2012. Liberation Technology: Social Media
and The Struggle for Democracy. Baltimore, Maryland: The Johns
Hopkins University Press.
Galtung, Johan. 1958. Theories of conflict: Definitions, Dimensions, Negations,
Formations. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.transcend.org/files/Galtung_Book_Theories_Of_Conflict_sin
gle.pdf
Haan, Willem de. Violence as an Essentially Contested Concept. Dalam S.
Body-Gendrot, P. Spierenburg (eds.), Violence in Europe: Historical and
Contemporary Perspectives. Diakses pada 21 Maret 2013 dari
http://www.springer.com/978-0-387-74507-7
Kuncahyono, Trias. 2013. Musim Semi di Suriah: Anak-anak Penyulut Revolusi,
Jakarta: Kompas.
Levi, M. & M. Maguire, 2002, Violent Crime, In: The Oxford Handbook of
Criminology. Oxford: Oxford University Press.
Lynch, Marc. 2012. The Arab Uprising: The Unfinished Revolutions Of The New
Middle East. New York: Public Affairs.
Mas‟oed, Mohtar. 1990. Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3ES.
Ottaway, Marina. Nathan J. Brown, Amr Hamzawy, Karim Sadjadpour, Paul
Salem. 2008. The New Middle East. Washington, DC.: Carnegie
Endowment for International Peace.
Riedel, M. & W. Welsh, 2002, Criminal Violence: Patterns, Causes, and
Prevention. Los Angeles: Roxbury.
Russel, Jesse & Ronald Cohn. 2012. International Reactions To The 2011 Syrian
Weiner, N. 1989. Violent Criminal Careers and „violent career criminals‟, An overview of the research literature. In N.A. Weiner & M.E. Wolfgang
(Eds.), Violent Crime, Violent Criminals (pp. 35–138). Newbury Park:
CA. Sage.
Referensi Jurnal:
Alvarez-Ossorio, Ignacio. The Syrian Uprising: Syria‟s Struggling Civil Society, MIDDLE EAST QUARTERLY SPRING 2012.
Al-Zubaidi, Layla. It Is Imperative That The International Community Sends A
Clear Message, Interview with Anas Abdah and Astepho Ablahad. 13
Mei 2011. Perspectives:Political Analysis and Commentary from the
Middle East, edisi 2 Mei 2011, People‟s Power: The Arab World in Revolt, Heinrich Böll Stiftung.
Carlson, Lisa J. A Theory of Escalation And International Conflict. Diakses pada
22/9/2014 dari http://jcr.sagepub.com/content/39/3/511.abstract
Eltantawy, Nahed & Julie B. Wiest. 2011. International Journal of
Communication 5. Diakses pada 30 Mei 2012 dari http://ijoc.org
Fly, Jamie M., Robert Zarade, dkk. Towards a Post-Assad Syria: Options for the
United States and Like-Minded Nations to Further Assist the Anti-Regime
Syrian Opposition. A Discussion Paper Prepared by the Foreign Policy
Initiative (FPI) and the Foundation for Defense of Democracies (FDD) for
the Syrian Working Group, November 8, 2011. Diakses 10/11/2012 dari
http://www.foreignpolicyi.org/content/towards-post-assad-syria-options-united-states-and-minded-nations-further-assist-anti-regi-0
Ghrer, Husein. Social Media And The Syrian Revolution. Westminster Papers In
Communication And Culture. Volume 9 / Issue 2 / April 2013. The Role
Of Social Media In The Arab Uprisings – Past And Present. Diakses pada18/10/2013 dari
https://www.westminster.ac.uk/__data/assets/pdf_file/0004/220675/WPC
Haid, Mustafa. terj. Robin Moger. The Assad Regime: Controlling Information
and the Contradictory Image. Perspectives:Political Analysis and
Commentary from the Middle East. edisi 3 Februari 2012. Syria‟s Revolution: Society, Power, Ideology. Heinrich Böll Stiftung.
Harkin, Juliette. Is It Possible To Understand The Syrian Revolution Through The
Prism Of Social Media?. Westminster Papers In Communication And
Culture. Volume 9 / Issue 2 / April 2013. The Role Of Social Media In
The Arab Uprisings – Past And Present. Diakses pada18/10/2013 dari https://www.westminster.ac.uk/__data/assets/pdf_file/0004/220675/WPC
C-vol9-issue2.pdf
Khoury, Doreen. Social Media and the Revolutions: How the Internet Revived the
Arab Public Sphere and Digitalized Activism. Perspectives:Political
Analysis and Commentary from the Middle East, edisi 2 Mei 2011, People‟s Power: The Arab World in Revolt, Heinrich Böll Stiftung.
Mirkooshesh, Amir Hooshang. 2012. The Role of Social Networks on the Upheavals of
the Middle East and North Africa. Journal of American Science. Diakses pada30
Mei 2012 dari
http://www.jofamericanscience.org/journals/am-sci/am0803/020_8505am0803_160_171.pdf
Sevim, Tugce Varol & Merve Sune Ozel. Rethinking Russian Mission In Syria.
Diakses pada 10/5/2014 dari
http://eujournal.org/index.php/esj/article/view/1275/1284
Sharp, Jeremy M. & Christopher M. Blanchard, Armed Conflict in Syria: U.S. and
International Response, August 21, 2012, hal. 7. Diakses pada 22/9/2014
dari http://fas.org/sgp/crs/mideast/RL33487.pdf
Smith, Ben. The Syrian Crisis – Update May 2012. Diakses pada 24/12/2012 dari http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=the%20syrian%20crisis%20–
%20update%20may%202012&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ve
d=0CB8QFjAA&url=http://www.parliament.uk/briefing-papers/SN06271.pdf&ei=ngYmVP2JG5KMuAS6uYK4Cg&usg=AFQjC
Wulf, Herbert. Privatizing and Internationalizing Violence, The Economics of
Peace and Security Journal. ISSN 1749-852X © www.epsjournal.org.uk – Vol. 2, No. 1 (2007).
Situs Internet:
Abdul Rahman Al-Rashed, Abdul Rahman Al-Rashed: Iran condemning Syrian
revolution in Egypt, Monday, 15 August 2011. Diakses pada 10/5/2014 dari
http://www.alarabiya.net/views/2011/08/15/162473.html
A Comprehensive Documented Report on Torture Methods Practiced By Syrian
Authorities, Syrian Network for Human Rights (SNHR). Diakses dari
www.syrianhr.org
Ahmadinejad: Kemenangan Pemberontak Suriah Bakal Picu Instabilitas Di
Kawasan, Yesi Syelvia, Senin, 29 April 2013 − 10:39 WIB. Diakses
pada 22/9/2014 dari
http://international.sindonews.com/read/742975/43/ahmadinejad-kemenangan-pemberontak-suriah-bakal-picu-instabilitas-di-kawasan
Ali Alfoneh, Iran‟s Strategy in Syria, 19th September 2013 - FDD Policy Brief. Diakses pada 16/9/2014 dari
http://www.defenddemocracy.org/the-syria-strategies-of-iran-saudi-arabia-qatar-and-turkey/
Ali Alfoneh, Turkey‟s Strategy in Syria,19th September 2013 - FDD Policy Brief. Diakses pada 16/9/2014 dari
http://www.defenddemocracy.org/the-syria-
strategies-of-iran-saudi-arabia-qatar-and-turkey/#sthash.8zGBoQLo.ndCnd24T.dpuf
Al Jazeera and Agencies, Protesters Stage Rare Demo In Syria, 15 Mar 2011
19:44. Diakses pada 5/4/2014 dari
http://www.aljazeera.com/news/middleeast/2011/03/20113151834383782
.html
Arab League Threatens Suspension Of Syria, Demands End To Killing. Diakses
pada 5/4/2014 dari
&id=89%3Aarab-league-threatens-suspension-of-syria-demands-end-to-killing&format=pdf&option=com_content&Itemid=53
Armed Forces Clear Neighborhoods in Aleppo and Damascus Countryside from
Terrorist Groups. Diakses pada 25/4/2014 dari
http://sana.sy/eng/337/2012/07/29/433782.htm
AS Disebut Bantu Senjata Pemberontak Suriah, Kamis, 17 Mei 2012 | 15:35 WIB
diakses pada 22/9/2014 dari
http://internasional.kompas.com/read/2012/05/17/15350913/AS.Disebut.
Bantu.Senjata.Pemberontak.Suriah
Assad says Syria 'victim of foreign conspiracy'. Diakses pada 27/2/2014 dari
http://www.youtube.com/watch?v=I6BmMMVo3mk
Assad Tops List Of ICC War Crimes Suspects, Wednesday, 11 June 2014. Diakses
pada 22/9/2014 dari
http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2014/06/11/Assad-tops-list-of-ICC-war-crimes-suspects-.html
Assad to RT: 'I'm not Western puppet - I live and die in Syria' (EXCLUSIVE). Diakses
pada 27/2/2014 dari http://www.youtube.com/watch?v=pdH4JKjVRyA
Brahimi Pushes For International Action On Syria, 27/12/12 15:58 CET. Diakses
pada 11/9/2014 dari
http://www.euronews.com/2012/12/27/brahimi-pushes-for-international-action-on-syria/
Brahimi: Syria Risks Becoming Failed State. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2014/06/09/Syria-risks-becoming-warlord-run-failed-state-Ibrahimi.html
BBC Indonesia, Syria unrest: Who are the shabiha?. Diakses pada 9 Mei 2012
dari http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-14482968
BBC Indonesia, PBB: Kekerasan di Suriah tewaskan lebih dari 8,000 orang.
Diakses pada 9 Mei 2012 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/03/120313_syriakilled.shtml
BBC Indonesia, Oposisi Suriah: pembunuhan massal terbaru di Homs. Diakses
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/03/120309_syriamassacre.sht
ml
BBC Indonesia, Setidaknya empat orang tewas dalam kekerasan terbaru di
Suriah. Diakses pada 9 Mei 2012 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/05/120504_suriahaleppo.sht
ml
BBC News,Syria country profile. Diakses pada 13 April 2011 dari
http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/country_profiles/801669.stm#medi
a
BBC News,Middle East protests: Country by Country. Diakses pada 15 April
2011 dari http://www.bbc.co.uk/news/world-12482309
Ceasefire Monitors Arrive In Syria,16/04/12 02:54 CET. Diakses pada 7/4/2014
dari
http://www.euronews.com/2012/04/16/ceasefire-monitors-arrive-in-syria/.
China at Geneva II: Beijing‟s Interest in Syria By Shannon Tiezzi, January 22, 2014. Diakses pada 12/8/2014 dari
http://thediplomat.com/2014/01/china-at-geneva-ii-beijings-interest-in-syria/
China‟s Veto On Syria: What Interests Are At Play?, Nicholas Wong, 25 July 2012. Diakses pada 12/8/2014 dari
https://www.opendemocracy.net/nicholas-wong/china%E2%80%99s-veto-on-syria-what-interests-are-at-play
Convention on the Rights of the Child. Diakses pada 8/9/2014 dari
http://tbinternet.ohchr.org/_layouts/treatybodyexternal/Download.aspx?sy
mbolno=CRC/C/SYR/CO/3-4&Lang=En
Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment
or Punishment. Diakses pada 8/9/2014 dari
http://tbinternet.ohchr.org/_layouts/treatybodyexternal/Download.aspx?sy
mbolno=CAT/C/SYR/CO/1/Add.2&Lang=En
Council conclusions on Syria, 3082nd FOREIGN AFFAIRS Council meeting,
http://www.consilium.europa.eu/uedocs/cms_data/docs/pressdata/EN/fora
ff/121503.pdf
Council conclusions on Syria, 3091st FOREIGN AFFAIRS Council meeting,
Brussels, 23 May 2011. Diakses pada 5/4/2014 dari
http://www.consilium.europa.eu/uedocs/cms_data/docs/pressdata/EN/fora
ff/122168.pdf
David Andrew Weinberg, Saudi Strategy in Syria,19th September 2013 - FDD
Policy Brief. Diakses pada 16/9/2014 dari
http://www.defenddemocracy.org/the-syria-strategies-of-iran-saudi-arabia-qatar-and-turkey/#sthash.8zGBoQLo.ndCnd24T.dpuf
David Andrew Weinberg, Qatar‟s Strategy in Syria,19th September 2013 - FDD Policy Brief. Diakses pada 16/9/2014 dari
http://www.defenddemocracy.org/the-syria-strategies-of-iran-saudi-arabia-qatar-and-turkey/#sthash.8zGBoQLo.ndCnd24T.dpuf
Definition and typology of violence, diakses pada 19 Maret 2013 dari
http://www.who.int/violenceprevention/approach/definition/en/.
DK PBB Kutuk Serangan Bom Di Suriah, 11 Mei 2012 - 08:32 WIB. Diakses pada
22/9/2014 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/05/120511_unsuriah.shtml
Ellen Barry, In Its Unyielding Stance on Syria, Russia Takes Substantial Risks in
Middle East, Published: June 8, 2012. Diakses pada 10/5/2014 dari
http://www.nytimes.com/2012/06/09/world/middleeast/in-stance-on-syria-russia-takes-substantial-risks.html?_r=0
Elizabeth Flock, Syria revolution: A revolt brews against Bashar al- Assad‟s regime. Diakses pada 3 April 2012 dari
http://www.washingtonpost.com/blogs/blogpost/post/syria-revolution-revolt-against-bashar-al--assads-regime/2011/03/15/ABrwNEX_blog.html
Eman El-Shenawi, Raising a Brow at the Syrian Death Toll, Sunday, 25 March 2012.
Diakses pada 5/4/2014 dari
EU Condemns „Unacceptable” Repression in Syria, 2011-03-22. Diakses pada 5/4/2014 dari http://www.middle-east-online.com/english/?id=45066 EU Condemns „Totally Unjustified‟ Syrian Crackdown, 31 July 2011. Diakses
pada 5/4/2014 dari
http://www.khaleejtimes.com/DisplayArticle08.asp?xfile=data/middleeast
/2011/July/middleeast_July648.xml§ion=middleeast
Executive Order 13572 of April 29, 2011, Blocking Property of Certain Persons
With Respect to Human Rights Abuses in Syria, Presidential Documents
Federal Register Vol. 76, No. 85 Tuesday, May 3, 2011. Diakses pada
11/9/2014 dari
http://www.treasury.gov/resource-center/sanctions/Programs/Documents/13572.pdf
Executive Order 13573 of May 18, 2011, Blocking Property of Senior Officials
of the Government of Syria, Presidential Documents Federal Register
Vol. 76, No. 98 Friday, May 20, 2011. Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.treasury.gov/resource-center/sanctions/Programs/Documents/13573.pdf
Executive Order 13582 of August 17, 2011, Blocking Property of the Government
of Syria and Prohibiting Certain Transactions With Respect to Syria,
Presidential Documents Federal Register Vol. 76, No. 162 Monday,
August 22, 2011. Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.treasury.gov/resource-center/sanctions/Programs/Documents/syria_eo_08182011.pdf
Facebook in the Arab Region. Diakses pada 16/9/2014 dari
http://www.arabsocialmediareport.com/Facebook/LineChart.aspx?&PriM
enuID=18&CatID=24&mnu=Cat
False Freedom: Online Censorship in the Middle East and North Africa, Human
Rights Watch, November 2005 Volume 17, No. 10(E), hal. 66. Diakses
pada 4/12/2012 dari
Foreign Ministry Spokesperson Jiang Yu's Regular Press Conference on May 24,
2011, dirilis pada 25 Mei 2011. Diakses pada 10/5/2014 dari
http://lt.china-embassy.org/eng/fyrth/t825290.htm
Freedom House, Worst Of The Worst 2011, diakses pada 15 Juni 2012 dari
http://www.freedomhouse.org/sites/default/files/WorstOfTheWorst2011.p
df
Harian Kompas, Tragedi Suriah, Anak – anak Houla, PBB Harus Usut Kasus Houla, Selasa, 29 Mei 2012
Human Rights Violations in Syria (Facts and Figures) from March 2011 to
December 2012, Syrian Network for Human Rights (SNHR). Diakses dari
www.syrianhr.org
Human Rights Watch, A Wasted Decade: Human Rights in Syria during Bashar
al-Asad‟s First Ten Years in Power, edisi Juli 2010, hal. 2
Isolate Syria‟s Arms Suppliers: Russian Arms Exporter Rosoboronexport Risks Complicity in Grave Abuses, June 3, 2011. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.hrw.org/news/2012/06/03/isolate-syria-s-arms-suppliers
Jeffrey White, Syria's Rebels Gain Heavy Weapons, January 10, 2013. Diakses
pada 22/9/2014 dari
http://www.washingtoninstitute.org/policy-analysis/view/syrias-rebels-gain-heavy-weapons
Joel Wuthnow, Why China Would Intervene in Syri a, July 16, 2012.
Diakses pada 22/9/2014 dari
http://nationalinterest.org/commentary/why-china-would-intervene-syria-7197
John Irish, France urges Syria to make immediate political reforms, Wed Mar 23,
2011 12:36pm GMT. Diakses pada 10 /5/2014 dari
http://uk.reuters.com/article/2011/03/23/us-france-syria-idUKTRE72M39920110323
Katherine Marsh, Syria: Four Killed In Deraa As Protests Spread Across South,
Wednesday 23 March 2011. Diakses pada 5/4/2014 dari
More Bloodshed In Syria On Eve Of Annan Visit, 09/03/12 19:54 CET. Diakses
pada 7/4/2014 dari
http://www.euronews.com/2012/03/09/more-bloodshed-in-syria-on-eve-of-annan-visit/
Mustafa Nour, The Myth of Syrian Stability. Diakses pada 15 April 2011 dari
http://www.nytimes.com/2011/04/01/opinion/01Mustafa.html?_r=1&scp=
1&sq=the%20myth%20of%20syrian%20stability&st=cse
New York Times, International Herald Tribune, Second Team of Weapons Experts
to Head to Syria, by Ben Hubbard, Published: October 8, 2013. Diakses
pada 10 Oktober 2013 dari
http://www.nytimes.com/2013/10/09/world/middleeast/more-chemical-arms-experts-head-to-syria.html?ref=middleeast&_r=0
Number Of Foreign Fighters In Syria Nearly Doubles, By Alex
Spillius, Diplomatic Correspondent, 3:51PM GMT 17 Dec 2013. Diakses
pada 13/8/2014 dari
http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/syria/10523203/
Number-of-foreign-fighters-in-Syria-nearly-doubles.html
Obama condemns "abhorrent violence" of Syrian government, Fri Apr 8, 2011
8:00pm EDT. Diakses pada 10/5/2014 dari
http://www.reuters.com/article/2011/04/09/us-usa-syria-obama-idUSTRE7378BG20110409
Oposisi Suriah Punya Barisan Tank Di Aleppo, Jumat, 3 Agustus 2012 00:10
WIB. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.antaranews.com/berita/325326/oposisi-suriah-punya-barisan-tank-di-aleppo
Palang Merah Internasional tiba di Homs, Suriah. Diambil pada 9 Mei 2012 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/03/120302_syriaicrc.shtml
PBB Harus Hentikan Pelanggaran HAM di Suriah, Jumat, 14 Februari 2014,
15:36. Diakses pada 20/8/2014 dari
internasional.kompas.com/read/2014/02/14/1536556/PBB.Harus.Hentika
PBB Diminta Hentikan Pelanggaran HAM Di Suriah, 18 November 2011 - 10:59 WIB.
Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/11/111118_unsuriah.shtml
PBB: Jumlah Korban Tewas Konflik Suriah Tembus 100.000 Orang, Jumat, 26
Juli 2013, 09:19 oleh Denny Armandhanu. Diakses pada 20/8/2014 dari
dunia.news.viva.co.id/news/read/432280-pbb-jumlah-korban-tewas-konflik-suriah-tembus-100-000-orang
Presiden Suriah: Aparat Lakukan Kekeliruan, 19 Mei 2011 - 01:36 WIB. Diakses pada
22/9/2014 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/05/110518_syrianmistake.sht
ml
Press Freedoms Committee of the Syrian Journalists Association, Syria: 11 media
activists, including a French journalist killed in February. Diakses pada
21 Maret 2013 dari
http://www.dchrs.org/english/news.php?id=1145&idC=2
Rami Khouri, Signals of Change from Syria, Agence Global, 27 Januari 2010.
Diakses dari http://www.agenceglobal.com/article.asp?id=2244.
Rami Nakhle, Exiled Syrian Cyber Activist, Answers Your Questions (LIVE
Q&A), Posted: 07/08/2011 1:12 pm EDT, Updated: 08/29/2011 5:12 am
EDT. Diakses pada 16/9/2014 dari
http://www.huffingtonpost.com/2011/06/29/rami-nakhle_n_886990.html
Resolution Adopted By The Human Rights Council. Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.securitycouncilreport.org/atf/cf/{65BFCF9B-6D27-4E9C-8CD3-CF6E4FF96FF9}/Syria%20AHRC%20RES%20S-16%201.pdf
Resolution Adopted By The Human Rights Council At Its Seventeenth Special
Session. Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.ohchr.org/Documents/HRBodies/HRCouncil/CoISyria/ResS1
7_1.pdf
Resolution Adopted By The Human Rights Council. Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.dgvn.de/fileadmin/user_upload/frieden_sichern/News_frieden
Resolution Adopted By The Human Rights Council. Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.ohchr.org/Documents/HRBodies/HRCouncil/SpecialSession/
Session19/A-HRC-RES-S-19-1_en.pdf
Resolution Adopted By General Assembly. Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.r2pasiapacific.org/docs/R2P%20Key%20Documents/GA%20
Res%2066-176.pdf
Russia will not allow Libya-style military intervention in Syria, First Published:
2011-11-01. Diakses pada 10/5/2014 dari
http://www.middle-east-online.com/english/?id=48833
SANA, An Officer, Three Law Enforcement Members Martyred in Clash with
Gunmen in Hama Countryside, terbit tanggal 21 Mei 2012 dari
http://www.sana.sy/eng/337/2012/05/21/420268.htm
SANA, Armed Forces Clear Neighborhoods in Aleppo and Damascus
Countryside from Terrorist Groups, Jul 29, 2012. Diakses pada 23/4/3014
dari http://sana.sy/eng/337/2012/07/29/433782.htm
SANA, Sunday Telegraph: Islamist Fighters Camps in North Syria Include
Members of non-Syrian Nationalities, Jul 29, 2012. Diakses pada
22/4/2014 dari www.sana.com
SANA, 12 Civilians Killed, Several Injured In Terrorist Attacks In Damascus
Countryside And Homs, Apr 14, 2014. Diakses pada 25/4/2014 dari
http://sana.sy/eng/337/2014/04/14/538961.htm
Saira Mohamed, The U.N. Security Council and the Crisis in Syria, March 26,
2012 Volume 16, Issue 11. Diakses 2/9/2014 dari
http://www.asil.org/insights/volume/16/issue/11/un-security-council-and-crisis-syria
Seeking to Disrupt Protesters, Syria Cracks Down on Social Media, by Jennifer
Preston, Published: May 22, 2011. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.nytimes.com/2011/05/23/world/middleeast/23facebook.html?
Serangan Terbaru Di Suriah, 30 Orang Tewas, 15 Mei 2012 - 09:04 WIB. Diakses pada
22/9/2014 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/05/120515_syria.shtml
Syahril Simamora,Sekilas Penelitian Kualitatif, diakses pada 21 Maret 2013 dari
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/07/23/sekilas-penelitian-kualitatif/
Syrian President Bashar Al-Assad to U.S. President Obama_ Your Words Are
Worthless (ENG) Subtitles. Diakses pada 27/2/2014 dari
http://www.youtube.com/watch?v=6eehqWGsXLQ
Syria: Battle for Aleppo - Sunday 29 July. Diakses pada 7/5/2014 dari
http://www.theguardian.com/world/2012/jul/29/syria-bashar-al-assad
Syrian rebels claim to have halted assault by Assad forces. Diakses pada 7/5/2014
dari
http://www.thesundaytimes.co.uk/sto/news/world_news/Middle_East/arti
cle1092263.ece
Syria: David Cameron, Nicolas Sarkozy And Angela Merkel Statement On
President Assad, First Posted: 18/08/11 16:05 Updated: 18/10/11 11:12.
Diakses pada 10/5/2014 dari
http://www.huffingtonpost.co.uk/2011/08/18/syria-david-cameron-nicol_n_930298.html
Syria Crisis: Where Key Countries Stand, 18 February 2014 Last updated at 17:29.
Diakses pada 27/8/2014 dari
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-23849587
Syrian air force launches multiple Aleppo attacks on final day of Eid. Diakses
pada 8/5/2014 dari
http://www.theguardian.com/world/2012/oct/29/syrian-air-force-attacks-aleppo-eid
Syria Regional Refugee Response, UNHCR. Diakses pada 22/9/2014 dari
Syria, Freedom in the World 2012. Diakses pada 2/9/2014 dari
http://www.freedomhouse.org/report/freedom-world/2012/syria-0#.VAX1xvD6H9M
Syria, Freedom on the Net 2012. Diakses pada 2/9/2014 dari
http://www.freedomhouse.org/report/freedom-net/2012/syria#.VAX1YvD6H9M
Syria Unrest: Arab League Adopts Sanctions In Cairo, 27 November 2011 Last updated
at 17:51. Diakses pada 2/9/2014 dari
http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-15901360
Syria‟s Crisis and the Global Response. Diakses pada 11/9/2014 dari http://www.cfr.org/syria/syrias-crisis-global-response/p28402
Syria Chemical Weapons Allegations, 31 October 2013 Last updated at 10:37. Diakses
pada 22/9/2014 dari
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-22557347
Syria Militants Use Chemical Weapons Against Syrian Forces, Sun Dec 23, 2012
2:4PM GMT. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.presstv.ir/detail/2012/12/23/279711/syria-militants-use-chemical-weapons/
Syria: 58 Countries Urge ICC Referral, MAY 20, 2014. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.hrw.org/news/2014/05/20/syria-58-countries-urge-icc-referral
Syria Sanctions. Diakses pada 11/9/2014 dari http://www.state.gov/e/eb/tfs/spi/syria/
The Wall Street Journal, Interview With Syrian President Bashar al-Assad.
Diakses pada 15 April 2011 dari
http://online.wsj.com/article/SB1000142405274870383320457611471244
1122894.html
Terrorists Continue Attacks in Several Provinces, Violating Suspension of
Military Operations for 4th Day. Diakses pada 22/4/2014 dari
http://sana.sy/eng/337/2012/10/29/449621.htm
The Times: Largest Shipload of Libyan Weapons Heading to Armed Groups in
Timeline of Syrian Chemical Weapons Activity, 2012-2014. Diakses pada
22/9/2014 dari
http://www.armscontrol.org/factsheets/Timeline-of-Syrian-Chemical-Weapons-Activity
Tindakan Penguasa Suriah Dicela Dunia, 26 Maret 2011 - 10:25 GMT. Diakses pada
22/9/2014 dari
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/03/110326_suriah_celaan.sht
ml
Tweeting the police state: Syrian cyber dissidents describe how they get around
the regime's attempts to silence them, Last Modified: 09 Apr 2011 08:48.
Diakses pada 16/9/2014 dari
http://www.aljazeera.com/indepth/features/2011/04/20114814358353452.
html.
Turkey: The Syrian Crisis, ECHO FACTSHEET 22 May 2014. Diakses pada
11/9/2014 dari
http://ec.europa.eu/echo/files/aid/countries/factsheets/turkey_syrian_crisis
_en.pdf
Uni Eropa Sambut Resolusi PBB Soal Tim Pengamat di Suriah, Minggu, 15 April
2012, 13:23 WIB. Diakses pada 7/4/2014 dari
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/04/15/m2i91u-uni-eropa-sambut-resolusi-pbb-soal-tim-pengamat-di-suriah.
Universal Declaration of Human Rights. Diakses pada 22/9/2014 dari
http://www.ohchr.org/EN/UDHR/Documents/UDHR_Translations/eng.pd
f
UN General Assembly Resolution 66/253, Syria, Published February 16, 2012.
Diakses pada 11/9/2014 dari
http://www.cfr.org/syria/un-general-assembly-resolution-66253-syria/p27403
UN Resolution 2042 (2012), Diakses pada 8/9/2014 dari
UN Resolution 2043 (2012). Diakses pada 8/9/2014 dari
http://www.securitycouncilreport.org/atf/cf/{65BFCF9B-6D27-4E9C-8CD3-CF6E4FF96FF9}/Syria%20SRES%202043.pdf
UN Resolution 2059 (2012). Diakses pada 8/9/2014 dari
http://www.securitycouncilreport.org/atf/cf/{65BFCF9B-6D27-4E9C-8CD3-CF6E4FF96FF9}/Syria%20SRES%202059.pdf
UNSMIS Background. Diakses pada 7/4/2014 dari
http://www.un.org/en/peacekeeping/missions/unsmis/background.shtml
UNSMIS Facts and Figures. Diakses pada 7/4/2014 dari
http://www.un.org/en/peacekeeping/missions/unsmis/facts.shtml
US Slaps Sanctions On Syrian President For Human Rights Abuses, published on:
May 20, 2011. Diakses pada 5/4/2014 dari
http://www.ndtv.com/video/player/news/us-slaps-sanctions-on-syrian-president-for-human-rights-abuses/200138
US Tendentiously Distorts Russia‟s Position On Syria – Moscow, 12 February, 21:49. Diakses pada 3/9/2014 dari
http://voiceofrussia.com/news/2014_02_12/US-tendentiously-distorts-Russia-s-position-on-Syria-Moscow-3870/
U.S. Humanitarian Aid Reaching Syria and Neighboring Countries, Fact Sheet
Office of the Spokesperson Washington, DC July 16, 2012. Diakses pada
11/9/2014 dari http://www.state.gov/r/pa/prs/ps/2012/07/195092.htm
Violations Documentation Center in Syria, Martyrs Children of the Syrian
Revolution, April – 2013. Diakses pada 25/4/2014 dari
http://www.vdc-sy.info/pdf/reports/children-English.pdf
We‟ve Never Seen Such Horror, June 1, 2011. Diakses pada 22/9/2014 dari http://www.hrw.org/reports/2011/06/01/we-ve-never-seen-such-horror
Wikipedia, Muhammad Muzammil Basyuni, diakses pada 3 April 2012 dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
Suriah adalah negara yang memiliki sejarah politik yang didominasi oleh
kekuasaan otoriter. Sejak Partai Ba‟ath mengambil alih pemerintahan Suriah pada
tahun 1963, lebih tepatnya di era kepemimpinan Hafez al-Asad tahun 1970,
Suriah menerapkan gaya pemerintahan otoriter yang represif dengan: pertama,
memberlakukan sistem satu partai, yaitu partai Ba‟ath; kedua, pemberlakuan
undang-undang darurat; ketiga, pengaturan terpusat (central-planned) terhadap
rakyat baik secara politis maupun ekonomis.1 Di era Hafez al-Asad, ratusan
aktivis yang berpotensi menjadi kekuatan oposisi ditahan sebagai tahanan politik;
keempat, pembatasan kebebasan pers baik lokal dan luar negeri, filterisasi berita,
dan akses informasi. Siaran televisi dan radiolokal tidak diperbolehkan
mengandung unsur-unsur politis. Bahkan situs-situs internet seperti Facebook dan
Youtube yang mengandung konten lokal yang mengancam kekuasaan rezim juga
diblokir oleh negara, termasuk situs-situs lainnya yang diidentifikasi sebagai
ancaman.2 Rezim otoriter yang berlangsung dibawah kepemimpinan Presiden
Hafez al-Asad ini berlanjut ke tangan anaknya yaitu Bashar al-Assad pada tahun
2000.3
1
BBC News,Syria country profile. Diakses pada 13 April 2011 dari http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/country_profiles/801669.stm#media
2
Ibid.
3
Pada awal masa kepemimpinan Bashar al-Asad, pemikirannya cenderung
lebih liberal4 meskipun mindset-nya tetaplah anti-Barat.5 Kecenderungan ini
dibuktikan dengan dilepasnya ratusan tahanan politik yang ditahan
semasakepemimpinan ayahnya.6 Di bidang kebebasan media informasi, Bashar
lebih membuka diri dengan semakin menjamurnya warung-warung internet
(warnet)7 yang beroperasi dari tahun ke tahun. Banyaknya warnet sebagai sarana
untuk mengakses informasi, merupakan satu babak baru bagi media-media
informasi. Namun kelonggaran ini bukan berarti peran negara melemah, peran
pemerintah masih tetap berjalan sebagai pengontrol penuh perkembangan
informasi melalui penyaringan berita dan pemblokiran terhadap situs-situs
tertentu. Tercatat sebanyak 200 situs termasuk di dalamnya Wikipedia, Youtube,
atau Facebook tidak dapat diakses dan pada tahun 2007 muncul sebuah aturan
dimana seluruh warnet yang ada di negeri itu harus merekam semua forum-forum
dialog baik dari percakapan, diskusi, reportase atau bentuk-bentuk pemberitaan
lainnya. Pemblokiran terhadap situs-situs Youtube dan Facebook baru dibuka
kembali pada tahun 2010, tapi kontrol pemerintah masih juga ketat dimana ada
4
Marina Ottaway, Nathan J. Brown, Amr Hamzawy, Karim Sadjadpour, Paul Salem, 2008, The New Middle East, Washington, DC.: Carnegie Endowment for International Peace, hal. 304.
5
Anti-Barat disini ditunjukkan oleh Bashar melalui sikapnya yang berlawanan dengan kebijakan Amerika di kawasan, penyerangan AS terhadap Iraq tahun 2003, dan pemberian bantuan militer terhadap Hezbollah dan kelompok Hamas di Palestina.
6
BBC News,Middle East protests: Country by Country. Diakses pada 15 April 2011 dari http://www.bbc.co.uk/news/world-12482309
7
seorang gadis remaja yang dihukum selama 5 tahun hanya karena puisinya yang
berbau politis yang termuat di dalam blog pribadinya.8
Di era Bashar, Suriah masih merupakan negara yang represif yang tidak
menyediakan kebebasan dalam hak berpolitik maupun kebebasan sipil. Freedom
House mencatat bahwa Suriah masih sangat buruk di dalam hal penguatan
hak-hak politik dan kebebasan sipil. (Lihat Tabel 1.1)
Tabel 1. 1 Daftar negara – negara represif di dunia
PR = Political Rights, CL = Civic Liberties
Angka 1sebagai indikator negara bebas dan angka 7 sebagai indikator tidak bebas. Semakin besar angka (7 misalnya), maka menandakan negara itu semakin tidak bebas.9
8
Elizabeth Flock, Syria revolution: A revolt brews against Bashar al- Assad‟s regime. Diakses pada 3 April 2012 dari http://www.washingtonpost.com/blogs/blogpost/post/syria-revolution-revolt-against-bashar-al--assads-regime/2011/03/15/ABrwNEX_blog.html
9
Menurut Mustofa Nour,10 terdapat pendapat yang mengatakan bahwa
model pemerintahan Suriah yang otoriter merupakan keseimbangan yang menjadi
konsekuensi dari konsep kemanan nasional suatu negara, meskipun ia meyakini
bahwa pendapat ini masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.
Pembatasan kebebasan individu dan politik dengan imbalan stabilitas negara
terlihat sebagai transaksi yang adil.11 Suriah adalah negara yang masih bisa
bertahan dan terhindar dari konflik yang terjadi di kawasan.
Perihal keamanan dan kestabilan ini juga diamini oleh beberapa pihak,
diantaranya adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik
Indonesia12 di Republik Arab Suriah masa bakti 2006-2010 yang mengatakan
bahwa Suriah adalah negara yang sulit digoyahkan meskipun ia telah „digelitiki‟,
yang penjelasannya adalah semua negara yang berdampingan langsung dengannya
sudah lebih dulu dikuasai oleh Barat dimana Iraq dan Lebanon telah lumpuh,
Turki dan Yordania merupakan aliansi dari AS dan sekutunya, sedangkan
Palestina juga tengah mendapat gempuran dari Israel, negara yang masih menjadi
lawan dari Suriah sendiri.
Menurut Marc Lynch, sedikit yang memperkirakan bahwa Suriah akan
mengalami gerakan revolusi yang serupa dengan yang telah terjadi di Aljazair
Tunisia, Mesir dan Libia karena bibit-bibit oposisi di Suriah sudah dibatasi sejak
dini oleh rezim. Lynch menguatkan bahwa partai atau gerakan oposisi sangat
10
Mustafa Nour adalah aktivis hak asasi manusia di Suriah, tidak disebutkan identitas lengkapnya karena alasan keselamatan. Tulisannya diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Spencer Scoville.
11
Mustafa Nour, The Myth of Syrian Stability. Diakses pada 15 April 2011 dari
sedikit sekali di Suriah, tidak ada media yang independen dari kuasa pemerintah.
Itu tidak terlepas dari otoritarianisme rezim yang berkuasa yang telah merenggut
budaya masyarakat madani atau gerakan oposisi politis. Dalam bahasa Lynch,
Suriah adalah kingdom of silence.13 Masyarakat hidup dalam kondisi kebisuan
yang tertekan dibawah pengawasan pasukan keamanan.
Gambaran diatas menyatakan bahwa politik dan keamanan negara ini lebih
stabil apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangganya seperti Iraq,
Lebanon dan Palestina. Presiden Bashar al-Asad, dalam menanggapi krisis yang
tengah terjadi di kawasan Timur Tengahyang bermula pada bulan Januari 2011 di
Aljazair, mengatakan bahwa situasi di Suriah berbeda dengan situasi di negara
lain,seperti yang dilansir oleh harian The Wall Street Journal:
“…the situation here was different and said that “real reform is about how to
open up the society and how to start dialogue.” For years, he said, his government had been having just that dialogue with its people, and he was
unconcerned about calls on Facebook and Twitter for Syrians to revolt.”14
Pernyataan presiden di atas menunjukkan bahwa Suriah tidak mempunyai
masalah dengan penyerapan kepentingan masyarakat dan hal itu yang menjadikan
Suriah sebagai negara yang stabil di tengah posisinya yang kontroversial namun
sentral di kawasan.Suriah tidak terpengaruh dengan Musim Semi Arab yang
sedang terjadi.
Namun gambaran situasi dan pernyataan tersebut diatas bertolak-belakang
dengan kenyataan yang terjadi pada Maret 2011, dimana Suriah juga terkena
13
Marc Lynch, 2012, The Arab Uprising: The Unfinished Revolutions Of The New Middle East, New York, Public Affairs,hal. 178
14
Selengkapnya lihat di The Wall Street Journal, Interview With Syrian President Bashar al-Assad. Diakses pada 15 April 2011 dari
imbas Musim Semi Arab ini. Apa yang terjadi di negara-negara Afrika seperti
Tunisia, Libia dan Mesir turut memberikan inspirasi kepada rakyat Suriah untuk
melakukan hal yang sama di negerinya. Bahkan yang menjadi lebih unik dalam
kasus Suriah ini, protes tidak berlangsung di ibukota atau kota-kota besar
sebagaimana yang terjadi di Tunisia dan Mesir. Asal mula terjadinya gerakan
protes ini diawali dari sebuah tulisan (grafiti) di dinding sebuah sekolah yang
dibuat oleh anak-anak sekolah di kawasan Daraa, sebuah kota kecil di daerah
selatan yang merupakan kota perbatasan antara Suriah dan Yordania. Tulisan yang
menyulut semangat perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad tersebut berbunyi
As-Shaab/Yoreed/Eskaat el nizam (Rakyat ingin menyingkirkan rezim!).15 Slogan
ini yang diteriakkan saat revolusi di Kairo dan Tunisia berlangsung. Slogan inilah
yang dilihat anak-anak sekolah melalui media televisi. Setelah menulis grafiti itu
pada tanggal 6 Maret 2011, 15 anak sekolah yang dianggap terkait dengan coretan
itu ditangkap, ditahan dan disiksa.16
Penangkapan, penahanan dan penyiksaan ini yang kemudian menyulut
amarah keluarga anak-anak itu, keluarga besar mereka dan fanatisme kesukuan
mereka. Kemarahan ini kemudian pecah dan merebak kemana-mana, ke banyak
kota di Suriah. Menurut Kuncahyono, penangkapan dan penyiksaan anak-anak
sekolah itu menjadi semacam pemicu yang membangkitkan kesadaran bahwa
pemerintah mereka selama ini telah membelenggu kebebasan mereka, melanggar
hak asasi manusia dengan menggunakan kekuatan kepolisian, tentara dan intelijen
15
atau yang dikenal dengan sebutan mukhabarat untuk menyengsarakan
rakyatnya.17
Kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah Suriah semakin meluas seiring
dengan semakin meluasnya demonstrasi dan meningkatnya perlawanan dari warga
sipil di daerah-daerah. Kekejaman militer negara dan milisi pendukung
pemerintah yang berjuluk Shabiha18 sudah melewati batas-batas ukuran normal,
perlakuan mereka terhadap warganya sudah tidak bisa lagi disebut sebagai
langkah preventif pemerintah dalam menormalisasi keadaan. PBB melaporkan,
bahwa dalam kurun waktu 1 tahun pertama (2011), 8000 nyawa telah terenggut
akibat aksi anti-pemerintah.19 Dan sampai tahun 2013 ini, PBB mencatat sebanyak
100.000 orang telah menjadi korban dari konflik ini.20 Ditambah lagi dengan
pembunuhan di daerah-daerah seperti di Baba Amr, Dar‟a, dan Homs yang
disebut sebagai “pembunuhan massal yang terbaru”.21
Belum lagi dengan razia
yang diwarnai dengan penembakan di asrama mahasiswa di Universitas Aleppo di
kota Aleppo yang menewaskan setidaknya 4 orang.22 Yang tidak kalah kejamnya,
pemerintah secara rapi telah menutup semua akses informasi dari dua arah, baik
dari luar ke dalam maupun dari dalam ke luar. Dari luar ke dalam, pemerintah
17
Ibid.
18
Shabiha berasal dari bahasa Arab yang berarti setan atau dalam kasus Suriah ini
diinterpretasikan sebagai penjahat ganas. Lihat BBC News, Syria unrest: Who are the shabiha?. Diakses pada 9 Mei 2012 dari http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-14482968
19
BBC Indonesia, PBB: Kekerasan di Suriah tewaskan lebih dari 8,000 orang. Diakses pada 9 Mei 2012 dari http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/03/120313_syriakilled.shtml
20
New York Times, International Herald Tribune, Second Team of Weapons Experts to Head to Syria, by Ben Hubbard, Published: October 8, 2013. Diakses pada 10 Oktober 2013 dari http://www.nytimes.com/2013/10/09/world/middleeast/more-chemical-arms-experts-head-to-syria.html?ref=middleeast&_r=0
21
BBC Indonesia, Oposisi Suriah: pembunuhan massal terbaru di Homs. Diakses pada 9 Mei 2012 dari http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/03/120309_syriamassacre.shtml
22
menutup pintu masuk bagi para awak media yang hendak meliput krisis di dalam
Suriah. Pencegahan dari dalam ke luar dilakukan pemerintah melalui berbagai
cara, diantaranya yaitu dengan cara memadamkan listrik di daerah sehingga tidak
ada kesempatan yang terbuka bagi kelompok anti-pemerintah untuk
berkomunikasi dan mengungkap kekejaman-kekejaman pemerintah ke ranah
publik. Tidak hanya itu, kekerasan terhadap awak media juga dilakukan oleh
rezim Bashar. Komite Kebebasan Media dari Asosiasi Jurnalis Suriah mencatat
sejak bermulanya Revolusi Suriah tahun 2011 sampai saat ini, 138 awak media
dan jurnalis baik yang berasal dari profesional maupun sipil telah terbunuh.23
Pemerintah juga menciptakan stereotype dengan mengidentikkan para
pemberontak ini dengan sebutan teroris,24 sehingga wajar apabila pemerintah
berdalih bahwa mereka berusaha mempertahankan stabilitas keamanan negaranya
dari ancaman teroris.
Sebagaimana Musim Semi Arab berhembus di Suriah, begitupun dengan
hembusan kabar kekerasan yang berasal dari sebuah kota kecil Daraa yang
kemudian menyebar ke seantero negeri, ke kawasan Timur Tengah bahkan meluas
hingga ke seluruh dunia. Kekerasan yang hingga kini telah menewaskan lebih dari
100.000 jiwa dan menjadikan 4,2 juta penduduk Suriah kehilangan tempat tinggal
ini kemudian menjadi isu global yang banyak mendapat perhatian masyarakat
internasional. Fenomena lokal yang bereskalasi menjadi fenomena internasional
23
Press Freedoms Committee of the Syrian Journalists Association, Syria: 11 media activists, including a French journalist killed in February. Diakses pada 21 Maret 2013 dari
http://www.dchrs.org/english/news.php?id=1145&idC=2
24
merupakan fenomena menarik, karena internasionalisasi kasus lokal tidaklah
terjadi otomatis dan pasti memiliki latar belakang, dinamika dalam proses dan
tujuan yang mendasarinya.
1.2. Rumusan Masalah
Dalam penelitian kalian ini, peneliti hendak menjawab pertanyaan tentang
bagaimana internasionalisasi kasus kekerasan di Suriah?
1.3. Tujuan Penelitian
Pembahasan dari penelitian ini memiliki tujuan yang ingin dicapai, dimana
tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui proses internasionalisasi
kasus kekerasan yang terjadi di Suriah ke publik internasional.
1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Praktis
Mengetahui proses pengungkapan krisis kemanusiaan yang terjadi di
Suriah kepada masyarakat dunia.
Mengetahui perbedaan konteks mekanisme upaya penyelesaian konflik
yang terjadi di Suriah dengan serangkaian peristiwa musim semi di
Arab, seperti Tunisia, Mesir, Libia, dan negara lainnya.
1.4.2. Manfaat Akademis
Peneliti dapat mengaplikasikan internasionalisasi yang berkaitan
dengan globalisasi teknologi dan informasi.
Pengembangan kajian yang berkaitan dengan perlindungan Hak Asasi
1.5. Tinjauan Pustaka 1.5.1. Penelitian Terdahulu
Nahed Eltantawy dan Julie B. Wiest dalam jurnal internasional yang
berjudul “Social Media in the Egyptian Revolution: Reconsidering Resource
Mobilization Theory”,25menjelaskan gerakan sosial dan dampaknya dengan
mengeksplorasi penggunaan media sosial dalam revolusi Mesir tahun 2011
dengan menggunakan teori mobilisasi sumberdaya. Teori ini mengatakan bahwa
kesuksesan sebuah pergerakan sosial sangat dipengaruhi oleh waktu, dana,
kemampuan berorganisasi, dan ruang sosial atau politik. Media sosial dalam
penelitian ini disifati sebagai media yang memiliki kecepatan dan tingkat
interaktifitas yang tinggi, yang mampu memberikan informasi kepada siapapun
dan direspon kapanpun, sehingga melampaui teknologi komunikasi dan struktur
organisasi yang konvensional. Makanya media sosial dijadikan sebagai sumber
daya penting untuk penggalangan aksi kolektif dan mengorganisir gerakan sosial
baru.
Nahed Eltantawy dan Julie B. Wiest dalam penelitiannya berargumen
bahwa media sosial seperti Facebook dan Twitter memainkan peran penting
dalam keberhasilan protes anti-pemerintah di lapangan Tahrir yang akhirnya
menuntut mundurnya Hosni Mubarak dari jabatan sebagai presiden Mesir setelah
memimpin Mesir lebih dari 30 tahun dengan represif dan otoriter. Penelitian ini
lebih menekankan peran Twitter di dalam advokasi revolusi Mesir. Nahed dan
Julie dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif dengan
model komparatif. Inilah kelebihan dari penelitian ini, mereka menjelaskan
fenomena Revolusi Mesir melalui perjalanan historis revolusi Arab yang
berlangsung di Tunisia dan kemudian dikaitkan serta dikomparasikan dengan
fenomena yang terjadi di Mesir. Ada kaitan yang kuat antara kesuksesan revolusi
di Tunisia dengan kebangkitan revolusi di Mesir. Selain itu, disini mereka juga
memperkuat sifat dari internet yaitu kecepatan dan interaktivitas dalam proses
penggalangan gerakan sosial. Hanya saja, kohesi-kohesi sosial dan politik antar
warga di kawasan Afrika Utara -Tunisia dan Mesir- yang menumbuhkan bibit
revolusi tidak diperkuat dengan konsep identitas atau regionalisme.
Amir Hooshang Mirkoosheshdalam “The Role of Social Networks on the
Upheavals of the Middle East and North Africa”26 juga menjelaskan bahwa
globalisasi dan perkembangan teknologi komunikasi memiliki dampak yang
signifikan di negara berkembang dan negara Islam, khususnya
negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Amir menjelaskan mengenai
signifikansi peran jejaring sosial seperti Twitter dan Youtube dalam proses
terjadinya revolusi di Tunisia, Mesir dan negara Arab lainnya.
Penelitian Amirmenenkankan peran Facebook di dalam proses revolusi
sampai Amir berani menyebut bahwa revolusi Mesir ini adalah revolusi
Facebook. Amir mengutarakan secara statistis mengenai perkembangan kuantitas
pengguna internet, khususnya pengguna Facebook, di kawasan Timur Tengah
sejak awal 2010 hingga 2011. Dalam penelitiannya, Amir menggunakan teori
26
Amir Hooshang Mirkooshesh, 2012, The Role of Social Networks on the Upheavals of the Middle East and North Africa, Journal of American Science; 8(3):160-171, hal. 160. Diakses pada30 Mei 2012 dari
modal sosial untuk menjelaskan bahwa kemajauan teknologi informasi dan
komunikasi seperti internet dan telepon selular (hp) berperan penting dalam
proses demokratisasi dan perlindungan HAM di kawasan Timur Tengah dan
Afrika Utara, khususnya di negara-negara yang mengalami gejolak revolusi
seperti negara-negara diatas.
Teori modal sosial di dalam struktur jaringan sosial mengatakan bahwa
jaringan sosial dapat memberikan sebuah informasi atau pengetahuan yang dapat
mempengaruhi sebuah jaringan tersebut. Teori ini juga menjelaskan bahwa
hambatan-hambatan yang terjadi di dalam jaringan sosial tradisional di dalam
masyarakat akibat aturan atau kondisi tertentu (aturan rejim misalnya) akan
mendorong munculnya alternatif jaringan sosial baru yang lebih bebas dengan
skala interaksi yang lebih luas dan tidak terbatas. Media sosial seperti Facebook
dianggap sebagai suatu wadah alternatif yang disepakati bersama oleh sebuah
jaringan sosial sehingga dari sana muncul kesepahaman akan nilai-nilai yang
dibangun. Kesepahaman ini biasanya muncul karena ada ikatan-ikatan seperti
persahabatan, relasi bisnis, kepentingan bersama atau kesamaan ideologi.
Penelitian lainnya adalah dari Doreen Khoury yang menulis Social Media
and the Revolutions: How the Internet Revived the Arab Public Sphere and
Digitalized Activism.27 Menurutnya, ruang publik yang didefinisikan Jurgen
Habermas sebagai ruang dimana opini publik dapat terbentuk dengan bebas dan
diakses oleh semua masyarakat tanpa merasa takut mendapatkan kekerasan, serta
27
sifatnya yang inklusif dalam menyajikan perbedaan opini, telah tercederai
kebebasannya oleh pemerintah-pemerintah di negara-negara Arab yang
membatasi kebebasan berekspresi, beropini dan berdiskusi. Khoury
menambahkan bahwa media di Arab, baik secara langsung atau tidak, media tetap
berada di bawah control negara. Tidak ada kebebasan di ranah media, semuanya
harus mengikuti pada aturan dan ideologi negara.Ruang publik yang lebih
didominasi kontrol pemerintah, khususnya di bidang politik, memunculkan
beberapa aktivitas publik virtual melalui internet sebagai alternatif baru.
Aktivitas publik virtual yang merebak di Arab juga merubah konfigurasi
pengawasan negara terhadap ruang publik virtual ini. Negara-negara Arab tetap
mencari dan mengawasi siapapun dari rakyatnya yang berpotensi melawan
rezim.Banyak blogger atau aktivis media sosial yang ditangkap dan disiksa karena
pemberitaan baik tulisan, gambar, video atau komentar-komentar yang
mengancam rezim yang berkuasa.
Namun Khoury berbeda dengan dua peneliti sebelumnya, dimana
penelitian diatas lebih mengedepankan peran media sosial seperti Facebook dan
Twitter, Khoury yang menggunakan perspektif skeptic-globalisation justru
mengedepankan peran masyarakat daripada media sosial.Media sosial dipandang
sebagai sarana, bukan faktor utama. Menurutnya, revolusi yang terjadi di Arab
bukan karena masyarakat memiliki akun Facebook atau Twitter, melainkan murni
Mustafa Haid dalam The Assad Regime: Controlling Information and the
Contradictory Image28 mengamati bahwa Suriah dibawah kepemimpinan Asad
(Hafez dan Bashar) selama ini sangat ketat dalam mengawasi alur informasi dan
mengendalikan opini publik. Suriah termasuk salah satu negara yang paling keras
dalam memonitor media dan internet di dunia.29 Pemerintah melakukan sensor
ketat terhadap pemberitaan di koran mengenai isu-isu atau informasi yang
dianggap berbahaya jika sampai kepada masyarakat. Namun, fenomena Arab
Spring merupakan awal keberhasilan publikasi mengenai isu yang mengancam
negara. Awal kisah dari revolusi Suriah adalah sejak adanya pemberitaan
mengenai seseorang yang membakar diri dan sekelompok anak kecil yang
mencoret dinding sekolahnya dengan tulisan “rakyat ingin menyingkirkan
rezim”di kota Dar‟a.30
Dalam hal melakukan sensor yang ketat dan teliti, pemerintah juga
memerankan “Syrian Electronic Army” yang menyerang media sosial baik umum
seperti halaman (page) maupun pribadi (akun) dengan komentar yang penuh
cacian dan makian kemudian melaporkan akun tersebut kepada pihak pengelola
situs agar diblokir. Selain itu, Mustafa juga menceritakan banyak hal yang
menunjukkan bahwa pemberitaan yang bersumber dari pemerintah adalah berita
yang berlawanan dengan fakta yang ada. Pemberitaan itu bertujuan untuk
28
memperbaiki citra rezim dan memperkuat kesan kesetiaan rakyat Suriah terhadap
Bashar al-Asad.31
Penelitian ini berbeda dengan beberapa penelitian diatas dalam segi fokus
pembahasan dan penggunaan alat analisa. Pertama, penelitian ini mengenai
gambaran proses internasionalisasi kekerasan di Suriah. Kedua, peneliti
mengambil kasus kekerasan di Suriah sebagai studi kasus dan konsep
internasionalisasi kekerasan sebagai alat analisa.
Tabel 1. 2 Perbandingan penelitian
Peneliti/Judul Teori/Konsep Metodologi Hasil Analisa
Nahed Eltantawy
&Julie B.
Wiest,Social Media in
the Egyptian
Penjelasan berdasarkan urutan waktu (timeline) dan komparasi antara Tunisia dan Mesir;
Penekanan terhadap peran Facebook dalam revolusi Timur Tengah;
Generalisasi kasus revolusi di Timur Tengah disebabkan oleh faktor jaringan sosial.
Doreen Khoury,Social
Media and the
Revolutions:How the Internet Revived the Arab Public Sphere
Ruang Publik Revolusi terjadi bukan karena
Facebook, Twitter atau media sosial lainnya, melainkan faktor ekonomi, sosial dan politik yang murni muncul dari masyarakat
31
andDigitalized Activism
yang menggunakan media sosial sebagai sarana.
Peranan negara dalam
mengontrol, mengendalikan media dan memengaruhi opini sebagai langkah justifikasi atas tindakan rezim.
internasionalisasi kasus kekerasan di Suriah
1.5.2. Kerangka Teoritis
1.5.2.1. Internasionalisasi Kekerasan
Pengertian konsep internasionalisasi kekerasan terdiri dari dua istilah,
internasionalisasi dan kekerasan. Penulis akan menjabarkan terminologi masing –
masing istilah kemudian menghubungkan kedua istilah tersebut dengan fokus
penelitian yaitu internasionalisasi kasus kekerasan di Suriah.
Internasionalisasi adalah pengangkatan sebuah fenomena internal suatu
negara ke tingkat global agar mendapatkan perhatian dari masyarakat
internasional. Internasionalisasi bertujuan untuk mengakhiri sebuah konflik atau
peperangan.32 Internasionalisasi dapat diartikan sebagai intervensi internasional,
baik sipil maupun militer, untuk membantu menyelesaikan kekerasan HAM,
mempromosikan demokrasi, dan merubah sebuah rezim. Internasionalisasi
muncul karena globalisasi, merubah porsi kedaulatan sebuah negara-bangsa,
dimana negara tidak bisa lagi terlepas dari kontrol pihak lain, baik pemerintahan
maupun non-pemerintahan.
Kekerasan adalah suatu konsep yang multitafsir dan multi-dimensi,
sehingga konsep ini memiliki multi-perspektif yang menyulitkan untuk
didefinisikan secara terbatas.33 Karena kekerasan meliputi perilaku fisik dan
emosi, situasi dan hubungan antara korban dengan pelaku.34 Kekerasan juga bisa
berupa fisik, seperti penyerangan atau penyalahgunaan kekuatan lainnya, bisa
juga berbentuk verbal, seperti gertakan, penghinaan atau intimidasi. Kekerasan
bisa bersifat jelas atau tersirat, seperti unsur yang terdapat dalam hinaan.
Kekerasan dapat bersifat individual atau kolektif, interpersonal atau institusional,
nasional atau internasional, simbolik atau struktural. Konteksnya mungkin bersifat
pribadi atau publik, dan korbannya mungkin terdiri dari anggota keluarga, kenalan
atau orang asing. Berdasarkan pada motif pelaku, kekerasan mungkin disebabkan
oleh marah, respon, permusuhan,ekspresi atau persengketaan.35 Kekerasan secara
umum dianggap sebagai tindak kriminal jika kekerasan diartikan sebagai
penggunaan kekuatan yang dilarang menurut aturan hukum.36 Menurut World
Report on Violence and Health, kekerasan didefinisikan sebagai penggunaan
kekuatan fisik atau kekuasaan, baik ancaman atau tindakan, yang ditujukan
terhadap orang lain, kelompok atau komunitas, yang menghasilkan atau memiliki
33
Willem de Haan, Violence as an Essentially Contested Concept, dalam S. Body-Gendrot, P. Spierenburg (eds.), Violence in Europe: Historical and Contemporary Perspectives, hal. 27. Diakses pada 21 Maret 2013 dari http://www.springer.com/978-0-387-74507-7
34
M. Levi & M. Maguire, 2002, Violent Crime, In: The Oxford Handbook of Criminology, (pp. 795–843), Oxford: Oxford University Press. Dalam Willem de Haan, Ibid.
35
Willem de Haan, Violence as an Essentially Contested Concept..., hal. 28.
36