• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Metode Promethee pada Sistem Pendukung Keputusan kenaikan Jabatan Di PT. Tanjung Redeb Hutani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Implementasi Metode Promethee pada Sistem Pendukung Keputusan kenaikan Jabatan Di PT. Tanjung Redeb Hutani"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana

HASHFIALDY EKA PUTRA

10108135

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

(2)

iii

Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulisan

tugas akhir ini dapat penulis selesaikan dengan judul “Implementasi Metode

Promethee pada Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan di PT. Tanjung Redeb Hutani.”.

Selain itu tidak lupa pula penulis sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis baik moril maupun materiil, yaitu Kepada :

1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kasih-Nya hingga dapat diselesaikannya penelitian dan laporan skripsi ini.

2. Kedua orang tuaku tercinta atas kasih sayang, doa dan motivasinya dalam membesarkan dan mendidik penulis sejak kecil sampai penulis memperoleh gelar sarjana komputer.

3. Adik kandung tersayang Hadyani Kumalasari Putri S.Pd yang juga telah memberikan dukungan dan motivasi sehingga membuat penulisan tugas akhir ini menjadi sedikit mudah.

4. Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto,. M.Sc. selaku rektor Universitas Komputer Indonesia.

5. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Denny Kurniadie, M.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer.

6. Bapak Irawan Afrianto, S.T., M.T. selaku ketua Program Studi Teknik Informatika.

7. Bapak Edi Mulyana, M.T. selaku pembimbing dalam penulisan tugas akhir ini.

(3)

iv

bersedia menjadi teman sharing dalam penulisan tugas akhir ini.

Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas pengetahuan bagi semua, baik bagi penulis maupun pembaca. Akhir kata semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua. Amiin.

Wassalamu’alaikum Wr, Wb

Bandung, Januari 2016

(4)

v

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR SIMBOL ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 3

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Batasan Masalah... 3

1.5 Metodologi Penelitian ... 4

1.6 Sistematika Penulisan... 7

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Tinjauan Perusahaan ... 9

2.1.1 Profil Perusahaan ... 9

2.1.2 Visi dan Misi ... 10

2.1.3 Struktur Organisasi... 11

2.1.4 Deskripsi Tugas ... 11

2.2 Landasan Teori ... 29

(5)

vi

2.2.5 Diagram Alir Dokumen / Flowmap ... 38

2.2.6 Alat-alat Pemodelan Sistem ... 39

2.2.7 Software Pendukung... 43

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN ... 45

3.1. Analisis Sistem ... 45

3.2. Analisis Masalah ... 45

3.2.1 Analisis Prosedur Sistem Yang Sedang Berjalan ... 46

3.2.2.1 Prosedur Penilaian Prestasi Karyawan ... 46

3.2.2.2 Prosedur Promosi Jabatan ... 47

3.2.2. Analisis Kasus Promethee ... 49

3.3. Aturan Bisnis ... 57

3.4. Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 58

3.4.1. Analisis Pengguna ( User ) ... 58

3.4.2 Analisis Perangkat Keras ... 60

3.4.3 Analisis Perangkat Lunak ... 60

3.4.4 Analisis Basis Data ... 61

3.5. Analisis Kebutuhan Fungsional ... 62

3.5.1. Diagram Konteks ... 62

3.5.2. DFD (Data Flow Diagram) ... 63

3.6. Spesifikasi Proses ... 69

3.7. Kamus Data ... 74

3.8. Perancangan Sistem ... 76

3.8.1. Conseptual Data Model ... 76

3.8.2. Struktur Tabel... 76

3.8.3. Perancangan Struktur Menu ... 78

(6)

vii

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 91

4.1 Implementasi ... 91

4.1.1. Implementasi Perangkat Keras ... 91

4.1.2. Implementasi Perangkat Lunak ... 91

4.1.3. Implementasi Basis Data ... 92

4.1.4. Implementasi Antar Muka... 93

4.2 Pengujian ... 93

4.2.1. Pengujian Alpha ... 94

4.2.2 Pengujian Beta ... 97

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN... 99

5.1 Kesimpulan ... 99

5.2 Saran ... 99

(7)

100

[1] J.P.a.P. Vincke, “A Preference Ranking Organization Method,” The

PROMETHEE Method for Multiple Criteria Decision-Making, pp. 647-656,

1985.

[2] Power, Daniel J. Decision Support System: concepts and resource for

managers. Quorum Books divisions Greemwood Publishing. USA, 2002.

[3] Fathansyah, Basis Data, Bandung: Informatika Bandung, 2012.

[4] Rosa A.S, Shalahuddin M. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek, Informatika, 2003.

(8)

1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PT. Tanjung Redeb Hutani ( PT. TRH ) merupakan perusahaan patungan yang dibentuk dengan tujuan utama menghasilkan kayu pulp, yang didirikan atas saham PT. Tanjung Redeb Hutani dan PT. Inhutani. PT. Tanjung Redeb Hutani memiliki jangka usaha 43 tahun, didirikan berdasarkan Akte nomor 11 tanggal 14 April 1993 di Jakarta dan memperoleh status badan hukum sejak tanggal 10 Juni 1993 Jo.No. 32 tanggal 29 September 1999 di Jakarta. Ijin pemanfaatan Hasil pada Hutan Tanaman Industri ( IUPHHK-HTI ) PT. Tanjung Redeb Hutani disahkan dengan Surat Keputusan HPHTI Definitif No. 641/Kpts-II/1996 tanggal 8 Oktober 1996 seluas 180.330 ha gross. Areal kerja PT. Tanjung Redeb Hutani terletak di Timur Laut Provinsi Kalimantan Timur, yang termasuk dalam wilayah admisistrasi Pemerintahan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur atau lebih rinci termasuk di wilayah Kecamatan Tubaan, Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Gunung Tabur. Adapun Administrasi Kehutanan masuk bagian hutan Sambarata, hutan Suaran, hutan Tabalar dan hutan Birang Dinas Kehutanan Kabupaten Berau.

(9)

Birang, 7 orang di Sambarata Tepian Asam, 64 orang di Sambarata Sungai Pura, 8 orang di Sambarata Logpond. Selain dari jumlah karyawan yang banyak, faktor lainnya yaitu banyaknya kriteria yang harus dinilai. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada Manager Human Resource yaitu bapak Mujimin faktor-faktor yang harus diperhatikan itu adalah kinerja, loyalitas, performa, kemampuan, perilaku, pengetahuan, dan faktor-faktor lainnya. Jika ada jabatan yang kosong secara mendadak, pemilihan karyawan pengganti untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut bias memakan waktu yang lama, sebagai contoh pernah terjadi kekosongan jabatan Superintendent Human Resource selama 4 bulan lebih dan Manager HR kesulitan untuk menentukan siapa saja yang dapat mengisi jabatan yang kosong tersebut. Dan juga penilaian untuk kenaikan jabatan hanya dengan nilai presentasi terhadap apa yang telah dikerjakan oleh calon kandidat sebagai

Supervisor Human Resource contohnya. Diharapkan kedepannya pemilihan dan

penilaian yang dilakukan seperti ini dapat dikurangi dan diganti dengan penilaian seluruh kriteria bagi semua karyawan, sehingga penggantian jabatan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Dengan ditemukannya permasalahan-permasalahan di PT. Tanjung Redeb Hutani, maka perusahaan ini membutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan untuk dimanfaatkan sebagai media tambahan dalam menunjang proses peningkatan kinerja karyawan agar dapat berjalan lebih maksimal dan sebagai media pendukung Manager Human Resource dalam menentukan karyawan mana yang layak mendapatkan promosi yang sesuai dengan jabatan yang kosong agar lebih berkualitas. Penulis mencoba menerapkan sebuah metode untuk perhitungan kriteria yang diberikan oleh Manager Human Resource. Metode yang digunakan adalah metode promethee, yaitu sebuah metode penentuan urutan atau prioritas. Penggunaan promethee adalah menentukan dan menghasilkan beberapa alternatif, alternatif yang dimaskud adalah calon kandidat kenaikan jabatan. Promethee juga berfungsi untuk mengolah data, baik data kuantatif dan data kualitatif sekaligus, dimana semua data digabung menjadi satu bobot penilaian.

(10)

rangka penyusunan tugas akhir dengan judul “Impementasi Metode Promethee pada Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan di PT. Tanjung Redeb Hutani.”

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan Sub Bab 1.1. latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya maka rumusan masalah dalam tugas akhir ini adalah bagaimana cara metode promethee pada proses perhitungan penilaian prestasi karyawan agar mampu menghasilkan rekomendasi kenaikan jabatan kepada Manager Human

Resource.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan dan menerapkannya di PT. Tanjung Redeb Hutani.

Tujuan yang ingin dicapai dari pembangunan Sistem Pendukung Keputusan ini adalah :

1. Menghasilkan rekomendasi kenaikan jabatan kepada Manager

Human Resource dengan menerapkan metode promethee pada proses

perhitungan prestasi karyawan.

2. Mempermudah Manager Human Resource dalam memilih karyawan yang akan dipromosikan untuk naik jabatan.

1.4 Batasan Masalah

Sistem pendukung keputusan yang dibangun memiliki beberapa batasan masalah diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Kenaikan jabatan yang akan di proses hanya kenaikan jabatan

(11)

2. Sistem ini mengelola data-data yang berkaitan dengan penilaian kinerja karyawan seperti data karyawan, data jabatan, data absensi, data kantor site, data kriteria profil jabatan dan data penilaian.

3. Informasi yang dihasilkan sistem ini adalah informasi karyawan, informasi jabatan, informasi absensi, informasi kantor site, informasi kriteria profil jabatan, informasi penilaian karyawan, dan informasi promosi.

4. Metode yang digunakan dalam sistem ini adalah metode promethee.

Promethee adalah salah satu metode penentuan urutan atau priotitas

dalam MCDM ( Multi Criterion Decision Making ). Penggunaan

promethee adalah menentukan dan menghasilkan keputusan dari

beberapa alternative. Promethee berfungsi untuk mengolah data, baik data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Dimana semua data digabung menjadi satu bobot penilaian [1].

5. Model analisis perangkat lunak yang digunakan adalah pemodelan analisis terstruktur dan alat (tools) yang digunakan adalah DFD (

Data Flow Diagram ), ERD ( Enity Relationship Diagram ), dan

Flow Map.

1.5 Metodologi Penelitian

(12)

Wawancara

Identifikasi Masalah

Pengolahan Data

Analisis Sistem Data Tenaga

Kerja Data Absensi Data Jabatan

Data Kantor Site Data Kantor Head

Office Studi Literatur

Pengumpulan Data

Identifikasi Kriteria

Pembobotan Kriteria

Mencocokan Setiap Alternatif

dengan Kriteria

Perhitungan Promethee

Analisis Promosi dengan metode Promethee

Design

Pengujian dan Implementasi

Kesimpulan dan Saran

(13)

1. Wawancara : melakukan Tanya jawab seputar perusahaan PT. Tanjung Redeb Hutani, sistem kerja, proses bisnis perusahaan, kendala yang dihadapi perusahaan, meminta keterangan atau pendapat mengenai sistem informasi pendukung keputusan kepada pihak perusahaan sebagai solusi. 2. Identifikasi Masalah : mencari dan menyimpulkan masalah-masalah yang

dihadapi oleh perusahaan sesuai dengan kejadian yang ada pada perusahaan PT. Tanjung Redeb Hutani.

3. Pengumpulan Data : tahapan ini penyusun meminta data berupa data input,

dan output perusahaan, studi literatur yang mengambil dari buku, jurnal

dan website sebagai pendukung dalam penentuan metode yang tepat untuk

digunakan membantu proses analisis dalam pembangunan sistem informasi pendukung keputusan di PT. Tanjung Redeb Hutani.

4. Pengolahan Data : merupakan tahap penggunaan metode-metode yang dalam pemilihan metode-metode yang sesuai sebagai solusi untuk menghadapi permasalahan yang ada pada perusahaan, serta melakukan perhitungan sesuai dengan data asli input output yang ada di perusahaan apakah metode tersebut akurat dan cocok untuk digunakan atau tidak. 5. Analisis Promosi dengan metode Promethee: tahapan ini adalah tahapan

dalam pembangunan sistem informasi pendukung keputusan di PT. Tanjung Redeb Hutani, dengan mengacu kepada metode yang digunakan. Yang pertama dilakukan adalah mengidentifikasi kriteria yang dibutuhkan, kemudian memberikan nilai bobot pada kriteria. Setelah itu, melakukan tahapan selanjutnya yaitu mencocokan setiap alternatif dengan kriteria.

Alternatif disini adalah calon kandidat yang akan dinilai menggunakan

metode promethee. Kemudian kita akan menghitung dengan menggunakan metode promethee, yang pertama kali dilakukan yaitu membandingkan antara satu alternatif dengan alternatif lainnya, setelah kita menemukan selisih dari perbandingan antar alternatif, kita menghitung indeks

(14)

terlebih dahulu, kemudian menghitung nilai entering flow dan menghitung nilai net flow. Berdasarkan nilai net flow ini lah kemudian dapat dilakukan perangkingan kepada masing-masing alternatif.

6. Analisis Sistem : tahapan ini adalah tahapan untuk menganalisis dan memahami sistem yang mengidentifikasi masalah dan mencari solusi. 7. Design : tahapan ini dilakukan pada kebutuhan pembuatan perangkat lunak

untuk mengetahui sifat dari perangkat lunak yang akan dibuat, dan juga tahapan ini dikerjakan setelah kebutuhan data dan informasi selesai dikumpulkan secara lengkap, barulah dimulai tahap design program sistem pendukung keputusan, yaitu dengan membuat visualisasi program dalam bentuk gambar dan tampilan-tampilan antar muka yang disesuaikan dengan user atau pengguna yang akan menggunakan program sistem pendukung keputusan ini.

8. Pengujian dan Implementasi : ditahapan ini model yang telah dibangun akan diuji. Tahapan ini termasuk tahapan implementasi dimana system

informasi diuji dengan berbagai permasalahan apakah system informasi pendukung keputusan yang telag dibangun dapat menjadi solusi permsalahan atau tidak.

9. Kesimpulan dan Saran : ini adalah tahapan terakhir dalam penelitian, penyusun mengharapkan suatu komentar dari pihak terkait untuk dijadikan suatu kesimpulan dan saran yang dapat membantu agar sistem informasi pendukung keputusan menjadi lebih baik lagi.

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk memberikan gambaran secara umum mengenai isi laporan tugas akhir maka sistematika penulisan dari laporan ini disusun sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN

(15)

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini berisi tentang garis besar profil tempat penelitian, struktur organisasi dari tempat penelitian, visi dan misi tempat penelitian, serta berisi tentang teori-teori yang digunakan untuk merancang dan membangun aplikasi yang akan dibuat.

BAB III : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Pada bab ini menjelaskan mengenai hasil analisis terhadap sistem yang sedang berjalan untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan sistem yang akan dibangun agar menjadi lebih baik. Menjalankan tentang perancangan sistem secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis.

BAB IV : IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Pada bab ini membahas implementasi dari tahapan analisis dan perancangan sistem kedalam perangkat lunak (dalam bentuk bahasa pemrograman), beberapa implementasi yang akan dijelaskan adalah implementasi perangkat keras, implementasi perangkat lunak, dan implementasi antarmuka.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

(16)

9

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Perusahaan

Tinjauan perusahaan dimaksudkan untuk mengetahui keadaan perusahaan di PT. Tanjung Redeb Hutani yang meliputi profil perusahaan, struktur organisasi beserta deskripsi tugasnya, dan visi serta misi perusahaan.

2.1.1 Profil Perusahaan

PT. Tanjung Redeb Hutani ( PT. TRH ) merupakan perusahaan patungan yang dibentuk dengan tujuan utama menghasilkan kayu pulp, yang didirikan atas saham PT. Tanjung Redeb Hutani dan PT. Inhutani. PT. Tanjung Redeb Hutani memiliki jangka usaha 43 tahun, didirikan berdasarkan Akte nomor 11 tanggal 14 April 1993 di Jakarta dan memperoleh status badan hukum sejak tanggal 10 Juni 1993 Jo.No. 32 tanggal 29 September 1999 di Jakarta. Ijin pemanfaatan Hasil pada Hutan Tanaman Industri ( IUPHHK-HTI ) PT. Tanjung Redeb Hutani disahkan dengan Surat Keputusan HPHTI Definitif No. 641/Kpts-II/1996 tanggal 8 Oktober 1996 seluas 180.330 ha gross. Maksud dan tujuan dari PT. Tanjung Redeb Hutani yaitu menjalankan program pengembangan industri hasil hutan untuk menunjang pembangunan nasional dan daerah. Selain itu juga meningkatkan produktivitas lahan dan kualitas lingkungan serta menyediakan bahan baku industri pulp PT. Kertas Nusantara yang berkelanjutan. Sasaran PT. Tanjung Redeb Hutani yaitu melakukan pembangunan hutan tanaman secara berkesinambungan, yang menjamin keterlanjutan fungsi - fungsi produksi, ekologi dan sosial serta sejalan dengan kebijakan pemerintah dan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pulp PT. Kertas Nusantara. Hubungan bisnis PT. Tanjung Redeb Hutani sebagai pemasok bahan baku pulp PT. Kertas Nusantara dan

bersifat “ Captive Market “ sehingga sangat tergantung dengan PT. Kertas

(17)

Jalan Gatot Subroto Kav. 71 – 73 Jakarta Selatan. Serta alamat Kantor Operasional di Jalan Raja Diwa Tinyu RT. II Desa Suaran Sambaliung, Berau – Kalimatan Timur. Areal kerja PT. Tanjung Redeb Hutani terletak di Timur Laut Provinsi Kalimantan Timur, yang termasuk dalam wilayah admisistrasi Pemerintahan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur atau lebih rinci termasuk di wilayah Kecamatan Tubaan, Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Gunung Tabur. Adapun Administrasi Kehutanan masuk bagian hutan Sambarata, hutan Suaran, hutan Tabalar dan hutan Birang Dinas Kehutanan Kabupaten Berau.

2.1.2 Visi dan Misi a. Visi

Terwujudnya Hutan Tanaman yang produktif dan lestari yang berfungsi optimal secara ekologi, sosial, ekonomi, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkesinambungan serta sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah.

b. Misi

Menyelenggarakan pengusahaan hutan tanaman berdasarkan prinsip – prinsip pengelolaan hutan produksi lestari melalui kegiatan sebagai berikut :

1. Menyelenggarakan Usaha Hutan Tanam dengan dukungan Manajerial dan SDM yang terlatih, jujur dan loyal.

2. Mengelola Hutan Tanam secara menguntungkan dan berkelanjutan. 3. Mengelola kawasan hutan sebagai sumber daya ekonomi dan

ekosistem untuk kelestarian biofisik dan sosial.

4. Meningkatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha setempat dalam mengelola hutan.

(18)

2.1.3 Struktur Organisasi

Gambar 2.1 Struktur Organisasi

2.1.4 Deskripsi Tugas

Deskripsi tugas berguna untuk menjelaskan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pekerjaan yang dilakukannya. Adapun deskripsi tugas dari masing-masing pekerjaan yang ada di PT. Tanjung Redeb Hutani adalah sebagai berikut.

1. General Manager

a. Menyelenggarakan kegiatan pokok perusahaan yaitu pembangunan hutan tanaman dan pemanfaatan hasil hutan dengan berpedoman kepada RKT dan RKAP.

(19)

c. Melakukan tugas – tugas perencanaan, perancangan, penataan dan pemantauan pembangunan hutan tanaman dan melaksanakan pembinaan hutan yang berwawasan lingkungan.

d. Menyusun rencana kerja dan melakukan monitoring/evaluasi pembangunan HTI.

e. Membina pelaksanaan teknis proses produksi kayu dan administrasi TUK nya.

f. Mengintegrasikan sarana pendukung (personil, perlengkapan, dana dan metode kerja) dan mengkoordinasikan kegiatan pendukung (perencanaan, pembinaan sosial dan lingkungan) untuk disinkronkan dan digerakkan kepada pelaksanaan HTI secara efektif dan efisien. g. Menjalin hubungan dengan pihak eksternal.

h. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan Direksi.

i. Melaksanakan kebijakan dan strategi yang ditetapkan Rapat Direksi. j. Memahami dan melaksanakan kebijakan lingkungan dan K3

perusahaan.

k. Melaksanakan prosedur ISO 9001 dan 14001

2. Deputy General Manager dan Kepala Region

a. Menyelenggarakan kegiatan pokok perusahaan yaitu pembangunan hutan tanaman dan pemanfaatan hasil hutan dengan berpedoman kepada RKT dan RKAP.

b. Mengendalikan pelaksanaan operasional berdasarkan ketentuan teknis dan administrasi yang berlaku.

c. Melakukan tugas – tugas perencanaan, perancangan, penataan dan pemantauan pembangunan hutan tanaman dan melaksanakan pembinaan hutan yang berwawasan lingkungan.

d. Menyusun rencana kerja dan melakukan monitoring/evaluasi pembangunan HTI.

(20)

f. Mengintegrasikan sarana pendukung (personil, perlengkapan, dana dan metode kerja) dan mengkoordinasikan kegiatan pendukung (perencanaan, pembinaan sosial dan lingkungan) untuk disinkronkan dan digerakkan kepada pelaksanaan HTI secara efektif dan efisien. g. Menjalin hubungan dengan pihak eksternal.

h. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan General Manager. i. Melaksanakan kebijakan dan strategi yang ditetapkan General

Manager.

j. Memahami dan melaksanakan kebijakan lingkungan dan K3 perusahaan.

k. Melaksanakan prosedur ISO 9001 dan 14001.

3. Manager V-Team

a. Membuat laporan bulanan performance. b. Membuat laporan mingguan.

c. Meningkatkan keterampilan karyawan dengan berkerjasama dengan departemen HR melalui in house training.

d. Menghimpun data/laporan harian wilayah.

e. Melakukan koordinasi dengan bidang terkait lainnya. f. Melakukan pembinaan bawahan.

g. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan SOP.

4. Supervisor V-Team ( Sekretaris )

a. Mengelompokkan dan mencatat seluruh identias surat. b. Mengarsipkan surat.

c. Menindak lanjuti isi perintah dari pimpinan.

d. Mengetik surat keluar sesuai dengan perintah pimpinan.

(21)

5. Supervisor V-Team ( Data Record )

a. Mengumpulkan dan menganalisa data hasil pekerjaan operasional. b. Membuat laporan hasil pekerjaan operasional harian, mingguan dan

bulanan.

c. Mengendalikan dokumen/laporan yang diberikan pihak operasional. d. Membuat laporan yang bersifat internal.

6. Manager Planning

a. Menyusun rencana kerja berdasarkan kebijakan manajemen, kondisi lapangan, dengan tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku. b. Melakukan kegiatan perencanaan yang meliputi : penataan areal

kerja, pengukuran tanaman, pemeriksaan hasil pekerjaan.

c. Membuat budget tahunan untuk kegiatan operasional perencanaan serta melakukan pengendalian biaya.

d. Menganalisa dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan hutan tanaman serta memeriksa laporan internal dan eksternal.

e. Mengkoordinir mengenai perijinan dan tata usaha kayu.

f. Memeriksa, menganalisis data, peta yang dihasilkan bagian perencanaan.

g. Mereview realisasi kerja, perbaikan serta pencapaian target (proses). h. Melakukan inspeksi terhadap seluruh kegiatan bawahan.

i. Melakukan koordinasi dan support dengan bagian terkait. j. Melakukan pembinaan bawahan.

k. Melakukan pekerjaan sesuai SOP.

7. Manager Perencanaan Wilayah

a. Membuat rencana kerja kegiatan perencanaan wilayah termasuk penataan batas blok dan petak kerja di lapangan.

(22)

d. Mengontrol kegiatan pengukuran lahan, pengukuran tanaman, pertumbuhan tanaman serta pengukuran kayu hasil pemanenan termasuk aspek legalitas di lapangan dan dokumen.

e. Menganalisa data lapangan, pembuatan peta dan audit/assessment tanaman.

f. Melakukan inspeksi kegiatan perencanaan.

g. Mengadakan review dan membuat laporan periodik kegiatan perencanaan.

h. Mengembangkan dan optimalisasi fungsi GIS sesuai perkembangan HTI.

i. Membuat laporan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

8. Assisten Manager External Report & GIS

a. Membuat laporan periodic eksternal sesuai aturan yang berlaku. b. Membuat data persiapan URKT dan pengurusan ijin RKT. c. Monitoring dan evaluasi RKUPHHK-HTI.

d. Membuat peta kerja sesuai kebutuhan baik internal maupun eksternal. e. Mengkoordinir pengumpulan data proses kegiatan.

f. Melakukan koordinasi dengan bagian terkait.

g. Melakukan evaluasi hasil pekerjaan terhadap rencana kerja tahunan. h. Mempersiapkan dokumen pendukung yang berkenaan dengan

perijinan.

9. Assisten Manager License & External Relation

a. Membuat rencana kerja pekerjaan perijinan dan Tata Usaha Kayu. b. Melaksanakan persiapan pemeriksaan dari pihak eksternal.

c. Melakukan pengendalian biaya.

d. Melakukan inspeksi kegiatan Tata Usaha Kayu di wilayah. e. Memeriksa data dan laporan Tata Usaha Kayu.

(23)

h. Melakukan koordinasi dengan bagian terkait lainnya yang berkaitan dengan perijinan dan produksi kayu.

i. Mempersiapkan dokumen pendukung lainnya yang berkaitan dengan legalitas.

j. Memeriksa laporan bulanan eksternal.

k. Memonitor terhadap perubahan – perubahan yang terjadi yang menyangkut peraturan yang berlaku.

10. Assisten Manager Environment

a. Membuat laporan periodik hasil kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

b. Melaksanakan persiapan pemeriksaan ekstern dan intern.

c. Melakukan evaluasi hasil pekerjaan terhadap rencana yang dibuat. d. Melakukan evaluasi budget kegiatan pengelolaan dan pemantauan

lingkungan.

e. Melakukan koordinasi dengan bagian terkait.

11. Superintendent License & External Relation

a. Membuat laporan eksternal.

b. Melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap hasil laporan dengan kegiatan lapangan.

c. Melakukan koordinasi internal dengan bagian terkait lainnya.

d. Mempersiapkan dokumen pendukung yang berkaitan dengan perijinan.

e. Memonitor perubahan peraturan yang berkaitan dengan HTI.

12. Manager Procurement

a. Membuat rencana kerja kegiatan pengadaan barang dan jasa. b. Melaksanakan proses kegiatan, pengadaan barang dan jasa.

(24)

d. Verifikasi dan otorisasi proses permintaan barang dan jasa.

e. Memonitor dan mengevaluasi proses pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa.

f. Mengontrol dan memeriksa proses pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa.

g. Membuat laporan hasil kegiatan pengadaan barang dan jasa. h. Memotivasi kinerja di lingkungan kerjanya.

i. Melakukan koordinasi dengan departemen terkait.

j. Membangun dan mengelola hubungan kerja dengan supplier, mitra kerja/vendor.

13. Superintendent Procurement

a. Menyiapkan data untuk menyusun rencana kerja kegiatan procurement.

b. Melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa.

c. Verifikasi & otorisasi setiap permintaan pembelian barang.

d. Pengawasan proses penerimaan dan pemeriksaan barang yang masuk. e. Memeriksa laporan hasil kegiatan pengadaan barang dan jasa.

f. Membuat laporan hasil kegiatan pengadaan barang dan jasa. g. Memotivasi kinerja di lingkungan kerja procurement. h. Melakukan koordinasi dengan departemen terikat.

i. Membangun dan mengelola hubungan kerja dengan supplier, mitra kerja/vendor.

14. Supervisor Procurement

a. Membantu menyiapkan data untuk menyusun rencana kerja kegiatan pembelian.

b. Membantu proses verifikasi permintaan pembelian barang/jasa. c. Melakukan survey harga ke beberapa supplier atas permintaan

pembelian.

(25)

e. Mendokumentasikan semua administrasi dalam proses permintaan pembelian barang dan jasa.

f. Membantu atasan dalam pembuatan laporan pembelian, penerimaan, pemeriksaan barang dan surat menyurat lainnya.

g. Membangun dan mengelola hubungan kerja dengan supplier.

15. Manager Human Resource & General Affair

a. Membuat rencana kerja mingguan, bulanan dan tahunan. b. Menyusun budget bulanan.

c. Pengendalian biaya.

d. Mengontrol system penggajian, medical, dll.

e. Kontrol fasilitas benefit, SOP dan peraturan perusahaan. f. Menjalin komunikasi yang rutin dengan departemen lain. g. Koordinasi dengan bawahan – bawahan.

h. Memeriksa lembur bawahan dengan departemen operasional lainnya. i. Pembinaan karyawan.

j. Mengkoordinir pengelolaan operasional sarana umum yang mendukung kegiatan perusahaan.

16. Acting Manager Human Resource

a. Proses dan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). b. Melaksanakan proses pengadilan untuk tenaga kerja. c. Menjalin hubungan yang baik dengan serikat kerja. d. Menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah. e. Proses PHK & PPHI.

f. Membuat peringatan sesuai PKB.

g. Membantu dalam perencanaan tenaga kerja.

17. Superintendent Human Resource

a. Mengkoordinir schedule kegiatan, training need analysis, training

(26)

b. Membuat training design. c. Membuat training need analysis. d. Membuat schedule pelatihan. e. Membuat training evaluation. f. Menjadi fasilitator training.

g. Memfasilitasi training dengan pihak luar. h. Membuat administrasi/pelaporan latihan.

18. Supervisor Human Resource

a. Membuat data karyawan.

b. Mempersiapkan absensi dan merekap kehadiran karyawan. c. Memonitor absensi/kehadiran karyawan.

d. Merekap cuti karyawan.

e. Administrasi transfer dan promosi. f. Jamsostek.

g. Pembuatan surat/dokumen karyawan seperti kontrak dan SK. h. Kehadiran (absensi) karyawan.

i. Administrasi asuransi dan reimbusment ( rawat jalan dan inap).

19. Superintendent General Affair

a. Mengarahkan dan mengawasi semua kegiatan/aktivitas GA. b. Membuat SOP.

c. Pengawasan terhadap operasional genset dan kendaraan. d. Pengawasan terhadap permintaan tiket dan hotel.

e. Inventarisasi asset perusahaan. f. Pengadaan dan pengendalian ATK.

g. Pengadaan konsumsi karyawan HO suaran.

h. Monitoring penggunaan dan permintaan unit oleh user. i. Pengawasan kebersihan lingkungan kantor.

(27)

20. Supervisor General Affair

a. Mengarahkan dan mengawasi kegiatan driver dan office boy. b. Memonitoring penggunaan BBM solar dan unit operasional. c. Koordinasi dengan semua departemen.

d. Membantu kegiatan operasional lapangan dan office. e. Membuat laporan penggunaan unit.

f. Memonitor keadaan unit – unit operasional. g. Membuat SOP GA.

h. Pemesanan tiket dan hotel. i. Pengadaan makan siang. j. Inventarisasi asset perusahaan. k. Pengadaan dan pengendalian ATK. l. Pengawasan operasional genset. m. Perjalanan dinas.

21. Superintendent Kendaraan

a. Mengarahkan dan mengawasi semua kegiatan kendaraan. b. Membuat SOP.

c. Pengawasan terhadap operasional kendaraan.

d. Menjaga dan merawat kendaraan operasional agar tetap terpelihara. e. Inventarisasi asset berupa kendaraan perusahaan.

f. Monitoring penggunaan dan permintaan unit oleh user.

22. Manager Keuangan

a. Mengkoordinasikan dan mengontrol seluruh finance di TRH. b. Melakukan proses persetujuan di finance.

c. Melakukan atau menjembatani dalam koordinasi ke finance di HO. d. Membuat dan menyusun budget cash flow tahunan.

e. Melaporkan segala sesuatu kejadian yang tidak biasanya di finance ke

(28)

f. Mengontrol permintaan dana dan laporan cash flow yang teralisasi ke

General Manager.

g. Mengontrol semua dana masuk dan pengaturannya. h. Mengontrol laporan keuangan perusahaan.

i. Mengontrol laporan perpajakan.

j. Melakukan rapat khusus di finance perbulan. k. Melakukan audit keuangan pertahun.

23. Superintendent Akuntansi/Pajak

a. Verifikasi voucher.

b. Membuat laporan keuangan yang terdiri dari jurnal transaksi harian dan proses akuntansi.

c. Memproses laporan keuangan. d. Melaksanakan audit keuangan. e. Membuat laporan pajak.

f. Melakukan verifikasi pajak terhadap semua transaksi.

24. Supervisor Keuangan

a. Memverifikasi semua voucher pembayaran kas/bank.

b. Menyiapkan dan membuat rekapitulasi pembayaran supplier dan kontraktor.

c. Membuat cek.

d. Menyiapkan dokumen pendukung atas pembayaran untuk dilakukan otorisasi persetujuan.

25. Manager Nusery

a. Menyusun rencana kerja produksi bibit, tenaga kerja, sarana dan prasarana sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

(29)

c. Membuat budget untuk kegiatan produksi bibit dan melakukan pengendalian biaya.

d. Memonitor ketersediaan media semai, benih, pupuk, peralatan dan tenaga kerja.

e. Membuat analisa kebutuhan material, peralatan dan tenaga kerja. f. Melaksanakan pembinaan teknis pembibitan.

g. Melakukan pembinaan mental spiritual bawahan.

h. Melakukan inspeksi terhadap seluruh kegiatan bawahan.

26. Assisten Manager Nursery

a. Menyusun tata operasional kegiatan produksi bibit.

b. Mengkoordinasikan kegiatan pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan.

c. Menginventarisir laporan pelaksanaan pekerjaan dan mengidentifikasi permasalahan/kendala serta menyusun deksripsi pemecahannya. d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi hasil pekerjaan dan

merumuskan analisa/masukan kepada manager nursery. e. Melakukan pengendalian biaya.

f. Memeriksa dan membuat laporan nursery. g. Melakukan pembinaan terhadap bawahannya.

27. Supervisor Produksi Bibit

a. Membuat rencana kerja bulanan, mingguan dan harian. b. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi produksi bibit.

c. Menyusun laporan kemajuan kegiatan operasional baik harian, mingguan maupun bulanan.

28. Supervisor Pemeliharaan Bibit

(30)

c. Menyusun laporan kemajuan kegiatan operasional baik periodic maupun bulanan.

29. Supervisor Sarana dan Lingkungan

a. Membuat rencana kerja bulanan, mingguan dan harian.

b. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi pemakaian bahan material. c. Menjaga kebersihan lingkungan persemaian.

d. Menyusun laporan kemajuan kegiatan operasional baik harian, mingguan maupun bulanan.

30. Assisten Manager Research & Development

a. Menyusun tata operasional kegiatan pengamatan.

b. Mengkoordinasikan kegiatan tanam (jenis tanaman, pupuk, jarak tanam, hama).

c. Menginventarisir laporan pelaksanaan pekerjaan dan mengidentifikasi permasalahan/kendala serta menyusun deskripsi pemecahannya. d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi hasil pekerjaan dan

merumuskan analisa/masukan kepada manager nursery dan litbang. e. Melakukan pengendalian biaya.

f. Memeriksa dan membuat laporan litbang. g. Melakukan pembinaan terhadap bawahannya.

31. Supervisor Silvikultur

a. Membuat rencana kerja mingguan dan harian.

b. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi kelangsungan kebun benih serta pengunduhannya.

(31)

32. Manager Logistik

a. Membuat rencana kerja kegiatan pengelolaan asset dan logistic.

b. Membagi dan mengarahkan tugas kepada bawahannya untuk pelaksanaan kegiatan pengelolaan asset dan logistic.

c. Melaksanakan kegiatan stock opname setiap minimal 6 bulan sekali. d. Memonitor dan mengevaluasi proses pelaksanaan kegiatan

pengelolaan asset dan logistic.

e. Mengontrol dan memeriksa proses pelaksanaan kegiatan pengelolaan

asset dan logistic.

f. Membuat pengkodean material sebagai dasar untuk merecord data

inventory.

33. Superintendent Logistik

a. Menyiapkan data untuk menyusun rencana kerja kegiatan pengelolaan barang.

b. Melaksanakan kegiatan pengelolaan logistic (penerimaan, penyimpanan dan peredaran/pendistribusian).

c. Verifikasi dan otorisasi setiap permintaan barang.

d. Pengawasan proses penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian barang.

e. Mengontrol persediaan/stock barang di logistic HO dan gudang wilayah.

f. Memeriksa laporan hasil kegiatan logistic HO dan wilayah. g. Menyampaikan laporan hasil kegiatan di logistic.

h. Memotivasi kinerja di lingkungan kerja logistic.

34. Supervisor Logistik

a. Membantu menyiapkan data untuk menyusun rencana kerja kegiatan

logistic.

(32)

c. Melaksanakan administrasi proses permintaan, penerimaan dan pengeluaran barang.

d. Melaksanakan inputting data penerimaan, pengeluaran dan mutasi barang.

e. Melaksanakan kegiatan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran serta mutasi barang.

f. Mendokumentasi semua administrasi dalam proses permintaan barang.

g. Membantu atasan dalam pembuatan laporan kepada logistic.

35. Staff Logistik

a. Melaksanakan kegiatan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang, spare part dan BBM.

b. Melaksanakan administrasi penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang.

c. Mendokumentasi administrasi proses kegiatan logistic.

d. Membantu atasan dalam pembuatan laporan kegiatan logistic.

36. Manager Forest Protection Department

a. Merumuskan kebijakan teknis manajemen FPD.

b. Menyusun rencana global dan menelaah secara detail mengenai kegiatan di bidang FPD.

c. Membangun dan atau mengembangkan opini positif tentang eksistensi dan kontribusi perusahaan dalam pembangunan daerah dan masyarakat setempat.

d. Menjalin hubungan baik dengan instansi pemerintah terkait, perusahaan, LSM dan tokoh – tokoh masyarakat.

e. Melakukan inspeksi terhadap seluruh kegiatan bawahan. f. Melakukan koordinasi dan support dengan bagian terkait. g. Melakukan pembinaan bawahan.

(33)

37. Superintendent Fire & HSE

a. Menyusun program kerja fire & HSE.

b. Membuat kelembagaan dalkarhut dalam pencegahan kebakaran. c. Mensosialisasikan pentingnya K3 dalam lingkungan kerja. d. Menyiapkan dan melatih satuan dalkarhut.

e. Menyiapkan peralatan, sarana dan prasarana dalkarhut. f. Melaksanakan kegiatan gladi posko kebakaran hutan. g. Membuat laporan periodik hasil kegiatan ke manager FPD.

38. Manager Wilayah

a. Menyusun rencana kerja sesuai yang ditetapkan oleh perusahaan. b. Membuat rencana anggaran serta melaksanakan pengendalian biaya. c. Melaksanakan kegiatan pembangunan hutan tanaman, mengelola

lingkungan dan sosial serta pemanfaatan hasil hutan.

d. Memeriksa kegiatan lapangan serta menganalisa dan mengevaluasi kegiatan.

e. Melakukan pembinaan terhadap bawahan.

f. Melakukan koordinasi dengan pihak internal dan eksternal.

g. Membuat laporan berkala kepada atasan.

39. Superintendent Harvesting

a. Menyusun rencana kerja pemanenan bersama manager produksi. b. Memimpin, mengendalikan dan membina semua sumber daya dalam

lingkup bidang pemanenan.

c. Memeriksa kegiatan lapangan serta menganalisa dan mengevaluasi kegiatan.

d. Mengevaluasi secara berkala terhadap kegiatan pemanenan. e. Melakukan pembinaan terhadap bawahan.

(34)

40. Supervisor Harvesting

a. Mengawasi kegiatan pemanenan di lapangan.

b. Membuat laporan periodik mingguan kegiatan pemanenan. c. Melakukan pembinaan terhadap bawahan.

d. Melakukan koordinasi dengan bagian lain.

e. Mengevaluasi secara berkala terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

41. Supervisor Tata Usaha Kayu

a. Membuat LHP, penerbitan FA-KB dan dokumen Tata Usaha Kayu lainnya.

b. Membuat laporan periodik Tata Usaha Kayu. c. Melakukan pembinaan terhadap bawahan. d. Melakukan koordinasi dengan bagian lain.

e. Mengevaluasi secara berkala terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

f. Mengecek kelengkapan dokumen.

42. Supervisor Road Maintenance

a. Mengawasi kegiatan pembuatan jalan, pemeliharaan jalan, perbaikan jalan, pengerasan jalan, pembuatan jembatan dan gorong – gorong. b. Membuat laporan periodik mingguan kegiatan pembukaan wilayah

hutan.

c. Melakukan pembinaan terhadap bawahan. d. Melakukan koordinasi dengan bagian lain.

e. Mengevaluasi secara berkala terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

43. Superintendent Plantation

(35)

b. Memimpin, mengendalikan dan membina semua sumber daya alam lingkup bidang penyiapan lahan, penanaman dan pemeliharaan tanaman.

c. Memeriksa kegiatan lapangan serta menganalisa dan mengevaluasi kegiatan.

d. Mengevaluasi secara berkala terhadap kegiatan penyiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman.

e. Melakukan pembinaan terhadap bawahan. f. Melakukan koordinasi dengan bagian lain. g. Membuat laporan berkala terhadap atasan.

44. Supervisor Penanaman

a. Mengawasi kegiatan penanaman di lapangan.

b. Membuat laporan periodik mingguan kegiatan penanaman. c. Melakukan pembinaan terhadap bawahan.

d. Melakukan koordinasi dengan bagian lain.

e. Mengevaluasi secara berkala terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

45. Supervisor Pemeliharaan

a. Mengawasi kegiatan pemeliharaan tanaman di lapangan.

b. Membuat laporan periodik mingguan kegiatan pemeliharaan tanaman. c. Melakukan pembinaan terhadap bawahan.

d. Melakukan koordinasi dengan bagian lain.

(36)

2.2 Landasan Teori

Landasan teori merupakan ilmu pendukung yang dapat dijadikan referensi atau pegangan dalam pembangunan sistem informasi ini.

2.2.1 Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System

didefinisikan secara luas sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang membantu orang-orang untuk menggunakan komunikasi komputer, data, dokumen pengetahuan dan model untuk mengatasi masalah dan membuat keputusan. SPK adalah sistem tambahan atau sistem pembantu, SPK tidak dimaksudkan untuk menggantikan ahli pengambil keputusan. [2]

Persoalan pengambilan keputusan, pada dasarnya adalah bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih yang prosesnya melalui mekanisme yang terbaik. Penyusunan model keputusan merupakan suatu cara untuk mengembangkan hubungan-hubungan logis yang mendasari persoalan keputusan ke dalam suatu model matematis yang mercerminkan hubungan yang terjadi diantara faktor-faktor yang terlibat. Proses ini terdiri dari 4 fase, yaitu :

1. Intelligence

Tahap dimana dilakukan pencarian prosedur, pengumpulan data, identfikasi masalah, identifikasi kepemilikan masalah, klasifikasi masalah, hingga akhirnya terbentuk sebuah pernyataan masalah.

2. Design

Tahap dimana diformulasikan model yang akan digunakan dan kriteria-kriteria yang ditentukan. Setelah itu, dicari alternatif model yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

3. Choice

(37)

4. Membuat DSS ( Decision Support System )

Tahap mengimplementasikannya dalam aplikasi DSS.

2.2.2 Konsep Promethee

Promethee (Preference Ranking Organizational Method for Enrichment Evaluation) adalah suatu metode penentuan urutan (prioritas) dalam analisis multikriteria. Masalah pokoknya adalah kesederhanaan, kejelasan dan kestabilan. Dugaan dari dominasi kriteria yang digunakan dalam Promethee adalah penggunaan nilai dalam hubungan outranking. Semua parameter yang dinyatakan mempunyai pengaruh nyata menurut pandangan ekonomi. Promethee menyediakan kepada user untuk menggunakan data secara langsung dalam bentuk tabel multikriteria sederhana. Promethee mempunyai kemanpuan untuk menangani banyak perbandingan, pengambil keputusan hanya mendefinisikan skala ukurannya sendiri tanpa batasan, untuk mengindikasi prioritasnya dan preferensi untuk setiap kriteria dengan memusatkan pada nilai (value), tanpa memikirkan tentang metode perhitungannya. Metode Promethee menggunakan kriteria dan bobot dari masing masing kriteria yang kemudian diolah untuk menentukan pemilihan alternative lapangan, yang hasilnya berurutan berdasarkan prioritasnya. Penggunaan metofre promethee dapat dijadikan metode untuk pengambilan keputusan di bidang pemasaran, sumber daya manusia, pemilihan, lokasi atau bidang lain yang berhubungan dengan pemilihan alternatif.

(38)
(39)

2.2.3 Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen dapat diartikan sebagai proses pemanfaatan berbagai sumberdaya yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen juga dapat dimaksudkan sebagai suatu sistem kekuasaan dalam suatu organisasi agar oragn-orang menjalankan pekerjaan.

Umumnya, sumberdaya yang tersedia dalam manajemen meliputi manusia, material, dan modal. Dalam sistem informasi manajemen, sumberdaya manajemen meliputi tiga sumberdaya tersebut ditambah dengan sumber daya berupa informasi.

Dalam upaya pemanfaatan sumberdaya manajemen tersebut, para manajer akan melakukan tiga macam proses manajemen, yang meliputi :

1. Perencanaan

2. Pengendalian (meliputi: pengorganisasian, penggerakan dan koordinasi)

3. Pengambilan keputusan

Proses manajemen dapat dilakukan dalam tiga tingkatan kegiatan manajemen. Tingkatan kegiatan manajemen dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Perencanaan dan pengendalian operasional 2. Perencanaan taktis dan pengendalian manajemen 3. Perencanaan strategis

Tingkat perencanaan operasional dan pengendalian manajemen merupakan kegiatan manajemen pada tingkat paling rendah. Tingkat perencanaan taktis dan pengendalian manajemen merupakan kegiatan manajemen tingkat menengah. Sedangkan tingkat perencanaan strategis merupakan tingkat kegiatan manajemen paling atas.

(40)

Empat aspek penting dalam perencanaan SDM : 1. Kebutuhan SDM dimasa mendatang 2. Keseimbangan SDM dimasa mendatang 3. Penerimaan atau pemutusan hubungan kerja 4. Pengembangan SDM

Dua faktor agar perencanaan efektif: 1. Rencana strategis organisasi 2. Masa depan lingkungan

2.2.4 Basis Data (Database) 2.2.4.1 Pengertian Data

Data merupakan ”fakta atau keterangan yang belum mempunyai arti atau

nilai, serta data dapat dijadikan kajian analisis atau kesimpulan. Data biasanya terdiri dari beberapa elemen data (data item). Elemen data adalah unit terkecil dari data yang ada artinya bagi pengguna (user).

2.2.4.2 Pengolahan Data

Pengolahan data dengan komputer terkenal dengan nama pengolahan data elektronik. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau gabungan darinya. Pengolahan data adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti, berupa suatu informasi. [3]

2.2.4.3 Siklus Pengolahan Data

Suatu proses pengolahan data terdiri dari tiga tahapan dasar yang disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycle) yaitu input, processing dan

output.

1. Input, tahap ini merupakan proses memasukkan data ke dalam proses

komputer lewat alat input (input device).

2. Process, tahap ini merupakan proses pengolahan dari data yang sudah

(41)

yang dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di

storage.

3. Output, tahap ini merupakan proses menghasilkan output dari hasil

pengolahan data ke alat output (output device), yaitu berupa informasi.

2.2.4.4 Konsep Basis Data

Basis Data (Database) dapat dibayangkan sebagai sebuah lemari arsip yang ditempatkan secara berurutan untuk memudahkan dalam pengambilan kembali data tersebut. Basis Data menunjukkan suatu kumpulan data yang dipakai dalam suatu lingkungan perusahaan atau instansi-instansi. Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut sistem basis data (database system).

2.2.4.5 Pengertian Basis Data

Basis Data (Database) dapat dibayangkan sebagai sebuah lemari arsip. Basis Data terdiri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.

Basis Data dapat diartikan sebagai himpunan atau sekumpulan data

bias berupa tabel atau file yang saling berhubungan dan disimpan dalam media

penyimpanan elektronis tanpa pengulangan (redudansi).”[3]

(42)

2.2.4.6 Tujuan Basis Data

Basis Data (Database) pada prinsipnya mempunyai tujuan awal dan utama dalam pengelolaan data dalam sebuah basis data agar memperoleh atau menemukan kembali data yang dicari dengan mudah dan cepat. Disamping itu, pemanfaatan basis data untuk pengelolaan data, juga memiliki tujuan lain seperti berikut :

1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed) 2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space) 3. Keakuratan (Accuracy)

4. Ketersediaan (Availability) 5. Kelengkapan (Completeness) 6. Keamanan (Security)

7. Kebersamaan Pemakaian (Sharability)

2.2.4.7 Komponen Pendukung Basis Data

Basis Data hanya sebuah objek yang pasif/mati. Basis data tidak akan pernah berguna jika tidak ada penggeraknya. Yang menjadi pengelola atau penggeraknya secara langsung adalah program atau aplikasi (software). Gabungan keduanya (basis data dan pengelolanya) menghasilkan sebuah sistem. Karena itu, secara umum sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file

(tabel) yang saling berhubungan dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai (program lain) untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut. Sistem basis data memiliki beberapa komponen pendukung diantaranya : [3]

a. Perangkat Keras

Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sebuah sistem basis data adalah 1. Komputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih untuk sistem

jaringan)

(43)

3. Memori sekunder yang offline (Tape atau Removable Disk) untuk keperluan backup data

4. Media/perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan) b. Sistem Operasi (Operating System)

Secara sederhana, Sistem Operasi merupakan program yang mengaktifkan/memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumberdaya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O, pengelolaan file, dan lain-lain). Sejumlah Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti : MS-DOS, MS-Windows 3.1,

MS-Windows XP, MS-Windows Vista (2007), UNIX dan lain-lain. Program

pengelola basis data hanya dapat aktif jika sistem operasi yang dikehendaki (sesuai) telah aktif.

c. Basis Data (Database)

Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi/memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/tabel, indeks, dan lain-lain). Disamping berisi/menyimpan data, setiap basis data juga mengandung definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail).

d. Sistem Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS)

Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus/spesifik. Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data organisasi disimpan, diubah dan diambil kembali. DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan konsistensi data, dan sebagainya. Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti dBase III+, dBaseIV, FoxBase, Rbase, MS-Access

dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland-Interbase,

MSSQLServer, CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan Sybase (Untuk kelas

(44)

e. Pemakai (User)

Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :

1. Pemrogram Aplikasi

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation

Language (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam

bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain). 2. Pemakai Mahir (Casual User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh DBMS.

3. Pemakai Umum (End User Naive User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (Executable program) yang telah ditulis/disediakan sebelumnya.

4. Pemakai Khusus (Specialized User)

Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional tetapi untuk keperluan-keperluan khusus, seperti untuk aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lain-lain, yang bisa saja mengakses basis data dengan /tanpa DBMS yang bersangkutan.

Untuk sebuah basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat hanya ada satu pemakai yang dapat bekerja. Sedangkan untuk sistem basis data dalam jaringan, maka pada suatu saat ada banyak pemakai yang dapat berhubungan (menggunakan) basis data yang sama.

f. Aplikasi (Perangkat Lunak) Lain

(45)

khusus lain untuk melakukan pengisian, pengubahan dan pengambilan data. Program ini ada yang sudah disediakan bersama dengan DBMS-nya, ada juga yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan aplikasi lain yang khusus untuk itu (development tools).

2.2.4.8 Database Management System (DBMS)

Database Management System atau kadang disingkat DBMS adalah

suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal DBMS adalah akuntansi, sumber daya manusia dan sistem pendukung pelanggan, DBMS telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. [4]

DBMS memungkinkan untuk membentuk dan meremajakan file-file, memilih, mendatakan dan menyortir data, dan untuk menghasilkan laporan-laporan.

Fungsi yang penting dari DBMS adalah sebagai berikut : 1. Menyediakan sistem akses cepat.

2. Mengurangi kerangkapan data atau redundancy data. 3. Memungkinkan adanya updating secara bersamaan. 4. Menyediakan sistem yang memungkinkan dilakukannya

pengembangan database.

5. Memberikan perlindungan dari pihak pemakai yang tidak berhak.

2.2.5 Diagram Alir Dokumen / Flowmap

(46)

tujuan digunakannya dokumen tersebut dan lain-lain. Bagan alir ini bermanfaat untuk menganalisis kecukupan prosedur pengawasan dalam sebuah sistem.

2.2.6 Alat-alat Pemodelan Sistem

Pemodelan sistem merupakan hal yang penting bagi kelangsungan sistem itu sendiri. Pemodelan sistem adalah suatu upaya untuk menjaga efektifitas sistem dalam memenuhi kebutuhan pengguna sistem. Pemodelan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang sudah ada.

Perancangan basis data dibutuhkan agar diperoleh suatu sistem yang sesuai dengan apa yang diinginkan, dan perancangan basis data dapat melalui tahapan berikut.

2.2.6.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram atau dikenal dengan diagram E-R

secaragrafis menggambarkan isi sebuah database. Diagram ini memiliki dua komponen utama yaitu Entity dan relasi. Untuk melambangkan fungsi diatas maka digunakan simbol-simbol.

Adapun elemen-elemen Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut:

1. Entity

Pada E-R diagram, Entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang.Entity adalah sesuatu apa saja yang ada didalam sistem, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokkan dalam empat jenis nama, yaitu : orang, benda, lokasi, kejadian (terdapat unsur waktu didalamnya).

2. Relasi

(47)

umumnya penghubung (Relasi) diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya. Penggambaran hubungan yang terjadi adalah sebuah bentuk belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk persegi panjang.

3. Derajat Relasi

Derajat relasi adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam suatu relasi. 4. Atribut

Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap relasi. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas maupun relasi, sehingga sering dikatakan bahwa atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relasi.

5. Kardinalitas

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dari entitas ke entitas yang lain. Dari sejumlah kemungkinan banyaknya hubungan antar entitas, kardinalitas relasi menunjuk pada hubungan maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke entitas yang lain dan begitujuga sebaliknya. Terdapat tiga macam kardinalitas relasi, yaitu :

a. One to One

Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya.

b. One to Many atau Many to One

(48)

c. Many to Many

Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi yang kedua.

2.2.6.2 Diagram Konteks / Context Diagram

Diagram konteks menggambarkan aplikasi dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Dimana lingkaran tersebut menggambarkan keseluruhan proses dalam aplikasi. Dalam penggambaran ini, sistem dianggap sebagai sebuah objek yang tidak dijelaskan secara rinci, karena yang ditekankan adalah interaksi sistem dengan lingkungan yang mengaksesnya. [4]

2.2.6.3 Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram adalah diagram sistem yang menggambarkan cara

kerja aplikasi secara logic. Mulai dari tingkat paling tinggi sampai dengan tingkat paling rendah. Pada perancangan ini terdiri dari perancangan awal (preliminary

design) dan perancangan rinci (detailed design) sesuai dengan tahap-tahap

rekayasa perangkat lunak. Adapun penjelasan dari perancangan awal adalah perancangan sistem yang menggambarkan tentang hubungan antara sistem dengan lingkungan luar sistem. [4]

(49)

2.2.6.4 Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dapat mendefinisikan data yang mengalir pada sistem dengan lengkap. Kamus data dapat digunakan pada tahap analisa dan perancangan sistem.Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang masukan, merancang laporan-laporan dan database. [4]

Kamus data berfungsi untuk membantu pelaku sistem untuk mengartikan aplikasi secara detail dan mengorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara persis sehingga pemakai dan penganalisis sistem mempunyai dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. Kamus data merupakan sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan sistem.

Kamus data hampir selalu diimplementasikan sebagai bagian dari sebuah analisis terstruktur. Sebagian besar kamus data berisi format sebagai berikut:

1. Name

Nama sebenarnya dari data atau item control, penyimpanan data atau entitas eksternal.

2. Aliasi

Nama lain yang digunakan untuk entri pertama.

3. Where Used / How Used

Suatu daftar dari proses yang menggunakan data atau item control dan bagaimana dia digunakan.

4. Content Description

Suatu notasi untuk merepresentasikan isi.

5. Supplementary Information

Informasi lain mengenai tipe data, harga preset, dan lain-lain.

(50)

elemen-elemen data. Arus data pada DFD bersifat global, hanya ditujukan nama arus datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari arus data, secara lebih lengkap dapat dilihat di kamus data.

2.2.7 Software Pendukung

Dalam membangun sistem pendukung keputusan diperlukan software

pendukung yang menunjang dalam proses pembuatannya.

2.2.7.1 Adobe Dreamweaver

Adobe Dreamweaver merupakan program penyunting halaman web keluaran Adobe Systems yang dulu dikenal sebagai Macromedia Dreamweaver keluaran Macromedia. Program ini banyak digunakan oleh pengembang web karena fitur-fiturnya yang menarik dan kemudahan penggunaannya. Versi terakhir Macromedia Dreamweaver sebelum Macromedia dibeli oleh Adobe Systems yaitu versi 8. Versi terakhir Dreamweaver keluaran Adobe Systems adalah versi 12 yang ada dalam Adobe Creative Suite 6 (sering disingkat Adobe CS6).

Kelebihan-kelebihan yang dapat diambil ketika menggunakan Adobe Dreamweaver adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan membuat halaman web yang terlihat konsisten.

Adobe Dreamweaver telah terpasang beberapa template yang elegan dan menarik. Tentunya ini memudahkan dalam pembelajaran membuat sebuah web. Jika ingin membuat 10 halaman web dengan didasarkan

design template tertentu maka web yang dihasilkan akan memiliki

gaya halaman yang sama dan terlihat konsisten dari halaman per halaman.

2. Kemudahan dan efisiensi dalam penggunaan

Program ini tidak hanya dirancang untuk pengguna yang sudah mahir dan mengerti bahasa pemrograman. Bagi pengguna yang belum mengerti bahasa pemrograman, pengguna bisa membuat halaman web

(51)

pengguna juga bisa melihat halaman html-nya selama proses desain berlangsung, atau yang lebih dikenal dengan sebutan WYSIWYG

(What You See Is What You Get).

3. Mudah untuk mengupload melalui FTP

Dreamweaver sudah dilengkapi dengan fitur FTP jadi setelah pengguna selesai membangun sebuah web, pengguna bisa langsung menguploadnya melalui FTP. FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pengiriman berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.

4. Dapat dikustom

Dreamweaver dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan pengguna. Menu, tab, perintah, font dan warna semua kode dapat disesuaikan dengan preferensi pribadi. Hal ini dapat secara efektif memudahkan proses desain web. Selain itu Dreamweaver didukung banyak plug-in yang membantu pengguna dalam proses desain.

2.2.7.2 Database MySQL

MySQL adalah suatu perangkat lunak database relasi (Relational

Database Management System atau RDBMS), seperti halnya Oracle, Postgresql,

MSSQL dan sebagainya. Jangan disalah-artikan dengan SQL. SQL (Structured

Query Language) sendiri didefinisikan sebagai suatu sintaks perintah-perintah

(52)

45

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk memudahkan dalam mengevaluasi permasalahan, hambatan, serta kekurangan lainnya yang terdapat pada sistem konvesional yang sudah dimiliki PT. Tanjung Redeb Hutani. Proses analisis ini dapat menghasilkan saran perbaikan terhadap sistem yang dijadikan dasar dalam merancang aplikasi sistem pendukung keputusan yang akan dibangun.

3.2. Analisis Masalah

Masalah yang dianalisis adalah mengenai prosedur-prosedur atau cara kerja dari setiap data yang dibutuhkan dan dihasilkan dari sistem promosi kenaikan jabatan yang ada pada PT. Tanjung Redeb Hutani. Dari setiap proses menghasilkan data dan informasi yang harus diolah sehingga dapat menghasilkan keluaran baru sesuai kebutuhan dari setiap fungsinya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Tanjung Redeb Hutani, didapat kesimpulan permasalahan dalam sistem pengambilan keputusan pada PT. Tanjung Redeb Hutani yang nantinya akan dijadikan landasan usulan perancangan sistem yang baru. Adapun permasalahan tersebut yaitu :

1. Cara menerapkan metode promethee pada proses perhitungan penilaian prestasi karyawan agar mampu menghasilkan rekomendasi kenaikan jabatan kepada Manager Human Resource.

(53)

3.2.1. Analisis Prosedur Sistem Yang Sedang Berjalan

Prosedur merupakan urutan dari langkah – langkah yang terjadi atau yang dilakukan dalam suatu sistem. Prosedur yang terlibat dalam sistem PT Tanjung Rebab Hutani adalah sebagai berikut:

1. Prosedur Penilaian Prestasi Karyawan 2. Prosedur Promosi Jabatan

3.2.1.1. Prosedur Penilaian Prestasi Karyawan

Prosedur Penilaian Prestasi Karyawan merupakan prosedur dimana akan melibatkan seorang karyawan yang melakukan penilaian terhadap prestasi kerja karyawan selama karyawan tersebut bekerja di PT Tanjung Rebab Hutani, dan salah seorang bagian HRD (Human ResourceDepartement) yang akan membantu karyawan dalam mengolah data. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di PT Tanjung Rebab Hutani, maka dapat digambarkan prosedur penilaian kinerja karyawan dengan tahapan - tahapan sebagai berikut :

1. Bagian HRD membagikan formulir penilaian kinerja karyawan kepada karyawan untuk dilakukan penilaian terhadap kemajuan karyawan di PT Tanjung Rebab Hutani.

2. Karyawan mengisi formulir penilaian kinerja karyawan di PT Tanjung Rebab Hutani.

3. Hasil penilaian yang sudah terisi lengkap tersebut diserahkan kembali kepada bagian HRD.

(54)

Prosedur Penilaian Kinerja Karyawan

Karyawan HRD

Formulir Penilaian Formulir Penilaian

Pengisian Formulir

Formulir Penilaian Terisi Formulir Penilaian

Terisi

Rekap Penilaian

Hasil Rekap Penilaian Karyawan

A1

Gambar 3.1 Flowmap Prosedur Penilaian Kinerja Karyawan

3.2.1.2. Prosedur Promosi Jabatan

(55)

1. Hasil rekap penilaian karyawan yang memenuhi syarat kemudian dinilai kembali untuk kelayakan promosi jabatan.

2. Penilaian Promosi Jabatan dilakukan oleh HRD, sehingga HRD dapat menentukan kelayakan karyawan terhadap promosi jabatan di PT Tanjung Rebab Hutani.

3. Penilaian promosi jabatan yang telah dinilai dan ternyata tidak layak untuk promosi maka akan diarsipkan.

4. Penilaian promosi jabatan yang telah dinilai dan ternyata layak untuk promosi selanjutnya akan diolah oleh bagian HRD kemudian akan buat surat promosi karyawan.

5. Surat promosi karyawan yang telah dibuat diserahkan kepada General Manager.

6. Surat promosi karyawan disetujui oleh General Manajer.

7. Surat promosi karyawan yang telah disetujui diserahkan kembali ke bagian HRD.

8. Surat promosi karyawan akan diarsipkan dan dari surat promosi karyawan HRD membuat surat promosi kenaikan jabatan.

Gambar

Gambar 2.2 Tipe Preferensi Metode Promethee
Gambar 3.1 Flowmap Prosedur Penilaian Kinerja Karyawan
Gambar 3.2 Flowmap Prosedur Promosi Jabatan
Tabel 3.2 Rating Bobot Nilai Supriyati
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengurangi kendala ini diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat menilai kinerja pegawai dengan efektif dan efisien.Sistem pendukung keputusan untuk penilaian

Dengan penerapan metode Profile Matching kedalam Sistem Pendukung Keputusan untuk Kenaikan Jabatan merupakan hal yang sangat tepat, dimana metode Profile Matching

Proses yang terdapat dalam Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan yang akan dipromisikan naik jabatan ini adalah proses AHP kriteria penilaian, proses

Proses yang terdapat dalam Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan yang akan dipromisikan naik jabatan ini adalah proses AHP kriteria penilaian, proses

Dengan penerapan metode Profile Matching kedalam Sistem Pendukung Keputusan untuk Kenaikan Jabatan merupakan hal yang sangat tepat, dimana metode Profile Matching

Dari penelitian terdahulu salah satu bentuk pemanfaatan teknologi komputer untuk mengatasi permasalahan seleksi, yaitu sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat mengatasi

Dalam melakukan perancangan sistem pendukung keputusan kenaikan jabatan dengan metode fuzzy database model tahani, ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya:

DAFTAR PUSTAKA Arbelia and Paryanta 2014 ‘PENERAPAN METODE AHP DAN TOPSIS SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN KENAIKAN JABATAN BAGI KARYAWAN’, Jurnal Ilmiah Go