BAB II KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG

19 

Teks penuh

(1)

BAB II

KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG

A. Kondisi Sekolah Sendiri 1. Identitas SDN 2 Purwasari

Sekolah Dasar Negeri 2 Purwasari terletak di Jalan Purwasari Kp.

Neglasari RT 03 RW 04 Desa Purwasari Kecamatan Cicurug Kabupaten

Sukabumi yang berada di tengah-tengah perkampungan yang cukup padat,

sehingga menjadi salah satu tujuan orang tua menyekolahkan

anak-anaknya ke sekolah ini. Secara terperinci profil SDN 2 Purwasari adalah

sebagai berikut.

PROFIL SEKOLAH

Nama Sekolah : SDN 2 Purwasari

NSS/NPSN/NIS : 101020616013/20202469/100455

Nama Kepala Sekolah : D. Junaedi, S.Pd.I.

NIP : 19641205 198412 1 001

Jenjang Akreditasi : B

Tanggal Pendirian : 01-01-1975

No. SK Izin Operasional : 421/977/2005 Tanggal SK Izin Operasional : 14-03-2005

Kepemilikan Tanah :

No. Surat Izin Bnagunan :

-Nama Bank : Bank bjb Cabang Palabuanratu

(2)

Jumlah Peserta didik : 442

Jumlah Pegawai :

PNS : 8

Non-PNS : 7

2. Visi, Misi, dan Tujuan SDN 2 Purwasari a. Visi

Visi SDN 2 Purwasari adalah dengan dilandasi iman dan taqwa, SD

Negeri 2 Purwasari unggul prestasi akademik dan non-akademik

berwawasan lingkungan menuju sekolah hijau yang ramah terhadap

anak.

b. Misi

Adapun misi SDN 2 Purwasari adalah sebagai berikut.

1) Meningkatkan perilaku berbudi pekerti luhur di sekolah, keluarga

dan lingkungan masyarakat;

2) Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di

lingkungan sekolah;

3) Memberikan pembinaan dan pengembangan keterampilan dan

kecakapan hidup (lifeskill) perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

sebagai bekal kemandirian;

4) Memberikan peluang pengembangan kemampuan individual dalam

bidang akademik dan non-akademik;

5) Meningkatkan kesadaran menjaga dan memelihara lingkungan

sekolah;

6) Memberikan kemampuan dan penguasaan dasar berbahasa Inggris

sejak dini.

c. Tujuan

Pendidikan di SDN 2 Purwasari bertujuan:

(3)

2) mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan

teknologi dalam era globalisasi;

3) terwujudnya peserta didik yang dapat menerapkan nilai-nilai budaya

dalam kehidupan sehari-hari;

4) terbentuknya peserta didik yang mampu menerapkan perilaku hidup

bersih dan sehat;

5) terbentuknya peserta didik yang mampu menjaga dan memelihara

lingkungan;

6) mempersiapkan peserta didik agar mampu melanjutkan pendidikan

ke jenjang yang lebih tinggi.

3. Pemetaan Standar Nasional Pendidikan di SDN 2 Purwasari

Berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah (EDS) secara umum diperoleh

pemetaan 8 SNP di SDN 2 Purwasari sebagai berikut.

Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Evaluasi Diri SDN 2 Purwasari

No. Standar Nasional Pendidikan KetercapaianTahap Keterangan

(4)

Pencapaian target akademis dengan indikator peserta didik

memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target

yang telah ditetapkan SKL, memperoleh pengalaman belajar untuk

menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan

bertanggung jawab, mampu belajar mandiri menggunakan berbagai

sumber belajar telah mencapai 58,33%. Sementara itu, untuk tingkat

kelulusan UN/US sendiri adalah 100% dengan rata-rata nilai sesuai

dengan standar nilai yang sudah ditentukan.

Untuk pengembangan potensi sebagai anggota masyarakat dengan

indikator mengembangkan kepribadian, keterampilan hidup, dan

mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas

sikap yang dapat diterima baru mencapai 66,67%.

b. Standar Isi

Muatan kurikulum yang dikembangkan di SDN 2 Purwasari baru

mencapai 75%. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan

karakteristik daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya,

usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran. Pada muatan

kurikulum telah menunjukkan adanya alokasi waktu, rencana program

remedial, dan pengayaan bagi peserta didik. Sekolah menyediakan

kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. Sekolah menyediakan

layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan

(5)

ekstrakurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi

peserta didik.

Dokumen 1 yang terdiri atas struktur kurikulum, muatan

kurikulum, dan kalender pendidikan telah dibuat dan direviu setiap

tahun. Sedangakn dokumen 2 yang terdiri atas silabus dan rencana

pelaksanaan pembelajaran dibuat oleh guru.

Pendidikan karakter belum sepenuhnya terintegrasi dalam silabus

setiap mata pelajaran. Program remedial dan pengayaan belum

disusun secara sistematis, dan tindak lanjut bimbingan dan konseling

yang berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, dan

belajar belum maksimal secara menyeluruh dan terpadu. Untuk

pengembangan minat, bakat, dan potensi diri peserta didik dilakukan

melalui ekstrakurikuler Pramuka, Olahraga, dan Pencak Silat.

c. Standar Proses

Ketercapaian standar proses berdasar kriteria baru 75% dengan

indikator semua guru sudah memiliki silabus dan RPP yang

memenuhi standar proses. Silabus sudah sesuai/relevan dengan

standar Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar

Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan KTSP. Pengembangan

Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok. RPP

dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan

kebutuhan peserta didik. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.

(6)

intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial,

emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar

belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik.

Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara

tepat. Peserta didik dapat mengakses buku panduan, buku pengayaan,

buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran dengan

mudah. Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku

referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat

dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang

interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan

memotivasi peserta didik. Para guru melaksanakan pembelajaran

sesuai dengan yang rencana pembelajaran mencakup kegiatan

pendahuluan, inti, dan penutup. Para peserta didik memperoleh

kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta

mendapatkan konfirmasi. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran

dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan. Supervisi dan evaluasi

proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi

perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Supervisi

dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan

berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas.

Ketersediaan buku teks, buku panduan, sumber belajar lain serta

pemanfaatannya sudah memenuhi standar. Untuk kualitas pengelolaan

(7)

baru mencapai 50%. Sementara RPP yang dirancang untuk mencapai

pembelajaran efektif sesuai dengan kebutuhan peserta didik baru

mencapai 62,50%.

d. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kualifikasi kependidikan belum memenuhi standar, karena terdapat

tenaga pendidik yang masih meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan belum memenuhi standar

pelayanan minimal. Kompetensi guru ditinjau dari sertifikat

kompetensi, disiplin kehadiran, penyiapan RPP, menggunakan waktu,

dan menggunakan sumber belajar serta melakukan penilaian yang

berlaku adil dan terbuka belum memenuhi standar.

e. Standar Sarana dan Prasarana

Pencapaian Standar Sarana dan Prasarana baru 50%. Keadaan

sarana dan prasarana belum mencapai standar pelayanan minimal

seperti ruang kelas, jumlah jamban, ruang kepala sekolah, dan ruang

guru. Sementara sekolah sudah memiliki perpustakaan dan memenuhi

SPM. Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan,

persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya. Sekolah memenuhi

standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk

buku pelajaran.

Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik Pemeliharaan bangunan

(8)

Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi

kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus.

f. Standar Pengelolaan

Pencapaian standar pengelolaan berdasarkan indikator kemampuan

sekolah menjalin kemitraan dengan pihak lain 62,50%; kepemilikan

RKS, program peningkatan mutu, realisasi visi, misi ke dalam RKS,

penyusunan pedoman pengelolaan baru 66,67%, sementara untuk

partisipasi warga sekolah mencapai 75%.

Kriteria untuk kinerja pengelolaan sekolah dalam menjalin

kemitraan dengan pihak lain mencakup visi dan misi yang jelas dan

diketahui oleh semua pihak, sekolah merumuskan visi dan misi serta

disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan,

serta pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian,

kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.

Rencana Pengembangan Sekolah atau Rencana Kerja Sekolah

berdampak terhadap peningkatan hasil belajar. Rencana Kerja

Tahunan dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran

Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah

(Renstra). Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah

secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan

hasil belajar. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur,

menilai kinerja, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi

(9)

Adapun indikator untuk pedoman pengelolaan sekolah adalah

pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid, sekolah

mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif,

efisien dan dapat dipertanggungjawabkan, serta sekolah menyediakan

sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses. Tingkat

ketercapaian untuk pengelolaan sekolah adalah 37%.

Dalam hal pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan

profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, meningkatkan

keefektifan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dan

pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan, serta

supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan baru

mencapai 50%.

Tingkat partisipasi warga sekolah yang meliputi masyarakat

mengambil bagian dalam kehidupan sekolah, warga sekolah terlibat

dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis, serta sekolah

melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan

nonakademis baru mencapai 75%.

g. Standar Pembiayaan

Pemenuhan standar pembiayaan rata-rata baru mencapai 56,25%.

Kriteria pemenuhan standar pembiayaan terdiri dari sekolah

merencanakan keuangan sesuai standar, anggaran sekolah dirumuskan

merujuk Peraturan Pemerintah, pemerintahan provinsi, dan

pemerintahan kabupaten/kota, perumusan RKAS melibatkan Komite

(10)

rencana keuangan sekolah dilakukan secara transparan, efisien, dan

akuntabel, serta sekolah membuat pelaporan keuangan kepada

pemerintah dan pemangku kepentingan.

Upaya sekolah untuk mendapatkan tambahan dukungan

pembiayaan lainnya, sekolah memiliki kapasitas untuk mencari dana

dengan inisiatifnya sendiri, sekolah membangun jaringan kerja dengan

dunia usaha dan dunia industri setempat, sereta sekolah memelihara

hubungan dengan alumni baru mencapai 50%.

Untuk kriteria sekolah menjamin kesetaraan akses, sekolah

melayani peserta didik dari berbagai tingkatan sosial ekonomi

termasuk peserta didik dengan kebutuhan khusus, serta sekolah

melakukan subsidi silang kepada peserta didik kurang mampu di

bidang ekonomi mencapai 62,50%.

h. Standar Penilaian

Standar penilaian pendidikan meliputi sistem penilaian dan

akuntabilitas penilaian. Sistem penilaian disusun untuk menilai

peserta didik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Guru menyusun perencanaan penilaian terhadap pencapaian

kompetensi peserta didik. Guru memberikan informasi kepada peserta

didik mengenai kriteria penilaian termasuk kriteria ketuntasan

minimal (KKM). Guru melaksanakan penilaian secara teratur

berdasarkan rencana yang telah dibuat. Guru menerapkan berbagai

teknik, bentuk, dan jenis penilaian untuk mengukur prestasi dan

(11)

belajar Guru memberikan masukan dan komentar mengenai penilaian

yang mereka lakukan pada peserta didik. Guru menggunakan hasil

penilaian untuk perbaikan pembelajaran.Tingkat ketercapaian untuk

sistem penilaian adalah 56,25%.

Untuk akuntabiltas penilaian yang mencakup rangtua peserta didik

terlibat dalam proses belajar anak mereka, sekolah melaporkan hasil

penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada

setiap akhir semester kepada orangtua/wali peserta didik dalam bentuk

buku laporan pendidikan serta sekolah melibatkan orangtua peserta

didik dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar peserta didik baru

mencapai 75%.

4. Kelemahan

Berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah terhadap standar nasional

pendidikan, terdapat komponen yang masih lemah yaitu standar sarana dan

prasarana. Rombongan belajar terdiri dari 12 sementara ruang yang

tersedia hanya 10 ruang kelas. Ketersediaan jamban yang belum memadai.

Jumlah peserta didik ada 442, sementara jamban hanya 3 ruang. Pada

sistem penilaian, sebagian besar pendidik belum memahami teknik

penilaian khususnya penilaian otentik sesuai tuntunan Kurikulum 2013.

B. Kondisi Sekolah Magang 2 1. Identitas SDN 4 Cicurug

Sekolah Dasar Negeri 4 Cicurug beralamat di Jalan Raya Siliwangi

Gang Lembak Jaya, Kecamatan Cicurug. Sekolah yang didirikan pada

(12)

karena terletak di tengah perkotaan. Secara geografis berada pada posisi

6º45 13.54 Sʹ ʺ - 106º44 47.13 T, dan terletak di sebelah selatan ibukotaʹ ʺ

kecamatan Cicurug tepatnya berada di kawasan Pasar Cicurug. Jarak ke

kota kecamatan Cicurug ±500m dengan mayoritas masyarakat yang

heterogen suku bangsa dan agama, serta sebagai daerah transit penduduk

kawasan daerah pasar. Mengacu kepada SNP dan SPM, rasio jumlah

peserta didik dengan ruang kelas tidak berimbang. SDN 4 Cicurug

merupakan sekolah Induk Pengembangan Kesenian (IPK) di Kecamatan

Cicurug.

2. Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan a. Visi

Visi SDN 4 Cicurug adalah dengan dilandasi iman dan taqwa, SDN

4 Cicurug unggul dalam seni, akal, norma, dan tatakrama sesuai

tuntunan nilai agama (SANTUN).

b. Misi

Untuk mencapai visi yang dirumuskan, penjabaran misinya adalah

sebagai berikut.

1) Memberikan pembinaan dan pengembangan keterampilan dan

kecakapan hidup (lifeskill) dalam bidang seni dan estetika sebagai

bekal kemandirian;

2) Memberikan peluang pengembangan kemampuan dalam bidang

akademik dan non-akademik untuk meningkatkan prestasi;

3) Meningkatkan penerapan norma, tatakrama, dan perilaku berbudi

pekerti luhur di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat;

4) Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di

(13)

5) Memberikan kemampuan dan penguasaan dasar berbahasa Inggris

sejak dini.

c. Tujuan

1) Meningkatkan kompetensi guru untuk melakukan kegiatan

pengembangan dalam potensi pedagogik atau profesionalisme

sehingga mampu menigkatkan mutu/kualitas pendidikan lokal,

maupun global;

2) Membentuk jati diri peserta didikyang cerdas dengan dilandasi

keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui

pembinaan mental spiritual dalam kehidupan sehari-hari;

3) Meningkatkan kompetensi lulusan SD Negeri 4 Cicurug yang

kualitatif dan mampu berkompetisi secara menyeluruh dan

berkesinambungan;

4) Meningkatkan aktivitas, kreativitas, peserta didik dalam kegiatan

belajar yang mengarah pada peningkatan prestasi akademik dan

non-akademik di tingkat kabupaten melalui kokurikuler dan ekstra

kurikuler;

5) Membentuk peserta didik yang sehat jasmani dan rohani serta

kemandiriannya melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS); 6) Memberikan bekal keterampilan hidup (lifeskill) budaya daerah

(pencak silat) dan berbahasa asing untuk kepercayaan diri peserta

didik;

7) Membentuk speserta didik agar memiliki dasar-dasar pengetahuan,

kemampuan, dan keterampilan agar melanjutkan pendidikan ke

(14)

8) Penataan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, kondusif, rapih,

dan bersih dengan berlandaskan pada wawasan wiyatamandala untuk

menuju sekolah hijau (green school);

9) Pengadaan dan pengembangan Sarana dan Prasarana yang ideal

untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar baik fisik

bangunan sekolah, laboratorium, dan alat peraga/media

pembelajaran;

10) Meningkatkan hubungan kerja sama dengan komite sekolah, orang

tua murid, stakeholders, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)

yang memiliki dana CSR (Corporate Social Responsibility), instansi

terkait dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan baik

lokal maupun global.

3. Pemetaan Standar Nasional Pendidikan di SDN 4 Cicurug a. Standar Kompetensi Lulusan

Nilai rata-rata setiap mata pelajaran untuk setiap kelas menunjukkan

prestasi belajar yang baik, namun cenderung tidak konsisten, termasuk

tingkat kelulusan hasil ujian yang berhasil 100%. Peserta didik secara

keseluruhan belum sepenuhnya memperoleh pengalaman belajar yang

mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan rasa percaya

diri yang tinggi serta bertanggung jawab, serta belum sepenuhnya

memahami makna disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, perhatian

kepada orang tua, dn lingkungan. Baru sekitar 75% peserta didik

mematuhi aturan yang berlaku di sekolah maupun di masyarakat.

(15)

budaya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik belum tertanam

dengan baik atau belum konsisten.

b. Standar Isi

Kurikulum atau dokumen 1 sudah dibuat dan direviu setiap tahun,

lampiran dokumen 2 100% dibuat oleh guru kelas. Karakter dalam

kurikulum belum sepenuhnya terintegrasi dalam silabus setiap mata

pelajaran, program remedial dan pengayaan belum sistematis, dan

tindak lanjut bimbingan dan konseling belum maksimal secara

menyeluruh dan terpadu.

c. Standar Proses

Silabus belum mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah yang

sebenarnya, 100% guru menyusun silabus dengan mencontoh yang

sudah ada, 30% menerapkan prinsip prinsip PAKEM/CTL, 80% guru

dalam menyusun RPP belum memperhatikan perbedaan jender,

kemampuan awal, intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi,

kemampuan sosial, emosional, gaya belajar dan kebutuhan.

Pemanfaatan perpustakaan, KIT IPA, dan lingkungan sebagai sumber

belajar belum dilakukan guru secara optimal, dalam pembelajaran 70%

guru belum menggunakan metode yang bervariatif atau masih

konvensional, sementara pelaksanaan supervisi dan evaluasi

pembelajaran sudah dilaksanakan tetapi belum berkelanjutan dan

hasilnya belum ditindaklanjuti dengan penguatan dan penghargaan atau

(16)

d. Standar Kependidikan dan Tenaga Kependidikan

Jumlah tenaga kependidikan belum sesuai dengan standar yang

ditentukan, sementara untuk kualifikasi pendidik sudah memadai sesuai

dengan syarat minimal yang ditentukan.

e. Standar Sarana dan Prasarana

Secara umum sekolah ini sudah memiliki sarana dan prasarana yang

menunjang pembelajaran seperti ruang kelas, ruang guru, ruang kepala

sekolah, ruang operator, UKS, perpustakaan, mushola, dan jamban.

Namun dari semua itu belum memenuhi standar yang ditentukan.

f. Standar Pengelolaan

Pencapaian standar pengelolaan secara umum belum mencapai hasil

yang memuaskan. Warga sekolah belum sepenuhnya memahami visi

dan misi sekolah, belum terjalinnya kemitraan dengan semua pemangku

kepentingan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan

sekolah secara mandiri, prtisipatif, kolaboratif, dan akuntabel, juga

dalam hal mensosialisasikan RKS/M belum menyeluruh. Tetapi dalam

hal pembelajaran sudah dilakukan Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk

meningkatkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil

belajar yang baik.

(17)

Perencanaan standar pembiayaan rata-rata sudah sesuai dengan

kebutuhannya, tetapi pada pelaksanaannya cenderung tidak sesuai

dengan RAPBS/RKAS. Sementara perumusan RAPBS/RKAS sudah

melibatkan pemangku kepentingan. Beberapa hal juga yang belum

optimal dilaksanakan yaitu belum mengidentifikasi DUDI yang

memiliki CSR, memberi pelayanan kepada peserta didik yang tingkat

ekonominya lemah, dan belum mampu menerapkan gerakkan orang tua

asuh.

h. Standar Penilaian

Pencapaian standar penilaian sudah 100% mengembangkan

instrumen dan pedoman penilaian sesuai ketentuan serta menyusun

kisi-kisi, menginformasikan teknik, rubrik, dan waktu penilaian kepada

peserta didik. 100% melaksanakan ulangan harian dan mengarsipkan,

80% menerapkan tes tertulis, lisan, dan praktik atau kinerja serta

menerapkan teknik observasi, guru-guru sudah membuat program

tindak lanjut, melaporkan hasil penilaian, serta mensosialisasikan

KI/KD, KKM tiap mata pelajaran, kriteria kenaikan kelas, program

penilain, program remidial dan pengayaan, serta melibatkan orang tua

dalam penyusunan kriteria kelulusan.

4. Kelemahan

Berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah terhadap standar nasional

pendidikan terdapat kelemahan umum SDN 4 Cicurug, yaitu ketersediaan

(18)

rombongan belajar, ketersediaan jamban yang belum memenuhi rasio

sesuai standar yang telah ditetapkan, serta jumlah tenaga pendidik yang

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (19 Halaman)