• Tidak ada hasil yang ditemukan

PW Hidrologi Debit Air Permukaan (Sungai)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PW Hidrologi Debit Air Permukaan (Sungai)"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KARAKTERISTIK JARINGAN SUNGAI

S

ungai ialah tempat berkumpulnya air yang berasal dari hujan yang

jatuh di daerah tangkapan-nya dan mengalir dengan takarannya.

Apabila berkumpulnya air hujan tersebut dengan tidak mengalir

maka disebut danau atau waduk atau embung atau telaga, secara

umum kolam penampungan air hujan.

Sungai tersebut merupakan drainase alam yang mempunyai jaringan

sungai dengan penampangnya, mempunyai areal tangkapan hujan

atau disebut Daerah Aliran Sungai (DAS).

Bentuk jaringan sungai sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi,

kondisi muka bumi DAS, dan waktu (sedimentasi, erosi/grusan,

(3)

Bentuk Jaringan erat kaitannya dengan bentuk

batas DAS.

(4)

Bentuk pola

jaringan sungai

(Howard, 1967)

A. Dendritic B. Parallel

C. Trallis D. Rectangular

E. Radial F. Annular

(5)
(6)

Struktur dan density dari jaringan

sungai

Pola jaringan sungai diawali dari titik sumber, ruas sungai dan dibatasi oleh titik

sambungan dengan ruas sungai lainnya.

Exterior link: ruas awal yang di batasi oleh titik sumber dan diahiri oleh titik

sambungan

interior link: ruas yang dibatasi oleh dua titik sambungan

Maksimum order untuk masing-masing sungai A, B, C adalah = 3, 2, 4.

Besaran magnitude di interior link (ruas dalam) adalah merupakan penjumlahan

mangnitude dua anak sungai yang bersatu di titik sambungan sebelah udik ruas tersebut

Maksimum nilai magnitude (n) adalah sama dengan jumlah exterior link (ruas luar),

n-1 jumlah total interior link (ruas dalam)

jumlah total ruas (link) dalam jaringan sungai

y = 2n-1.

Strukture jaringan sungai sangat mempengaruhi faktor :

Hidrologi

proses sedimentasi dalam sungai

(7)

magnitude Pe = 4.78 Pe = 4.67 Pe = 5.89

3 2 4

(8)

Indeks

(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)

Titik-Titik

Pengukuran

Current

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dilakukan di 3 titik aliran sungai Cikapundung dan 1 titik di sungai Cisangkuy Banjaran., dari hasil pemeriksaan air di Laboratorium didapat bahwa air baku

Berdasarkan Gambar 4 di atas, yang memberikan estimasi terbaik dalam memodelkan hujan aliran di stasiun Lubuk Ambacang pada tahap kalibrasi adalah skema 3 dengan nilai R

Untuk menghitung besarnya debit harian, bulanan, dan debit andalan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Air di sungai munte dengan titik tangkapan didesa

Sungai itu terbentuk dgn adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di ketinggian,umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yg tinggi, dimana air hujan

Tahap awal yang perlu dilakukan untuk dapat menetapkan strategi dan program Pengelolaan Sumber Daya Air adalah dengan mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sumber

Dari total panjang segmen ruas jalan dan waktu yang harus ditempuh dari titik awal ruas jalan hingga titik akhir ruas jalan saat keadaan arus bebas lalu lintas maka

Berdasarkan Gambar 4 di atas, yang memberikan estimasi terbaik dalam memodelkan hujan aliran di stasiun Lubuk Ambacang pada tahap kalibrasi adalah skema 3 dengan nilai R

Analisis debit sub DAS Tapung dilakukan menggunakan program SWAT, pada kondisi awal simulasi ini digunakan nilai parameter – parameter yang ditentukan oleh