UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KEC. SUMBERREJO KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

56 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT

PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KEC. SUMBERREJO

KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

Oleh WAGITO

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran gerak dasar lempar cakram pada siswa kelas V SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan penggunaan modifikasi alat pembelajaran berupa piring plastik dan cakram yang terbuat dari kayu.

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dengan menggunakan tiga siklus. Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 8 siswa terdiri dari 5 putra dan 3 putri. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menggunakan instrumen penilaian tes gerak dasar lempar cakram.

(2)

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT

PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KEC. SUMBERREJO

KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

Oleh WAGITO

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Jurusan Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(3)

Judul Skripsi : UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

Nama Mahasiswa : Wagito

Nomor Pokok Mahasiswa : 1013126037

Program Studi : Penjaskes

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen Pembimbing

Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd. Drs. Akor Sitepu, M.Pd.

(4)

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua : Drs. Akor Sitepu, M.Pd.

Penguji

Bukan Pembimbing : Drs. Wiyono, M.Pd.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 003

(5)

PERNYATAAN

Bahwa saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : Wagito

NPM : 1013126037

Tempat/ tanggal lahir :Pandansari/ 12 Juni 1963

Alamat :Pandansai Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi dengan judul UPAYA

MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012 adalah benar hasil karya penulis berdasarkan penelitian yang dilaksanakan pada tanggal27 Februari 2012 s.d 9 April 2012. Skripsi ini bukan hasil menjiplak, dan atau hasil karya orang lain.

Demikian pernyataan ini penulis buat dengan sebenarnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Bandar Lampung, Mei 2012

(6)

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT

PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KEC. SUMBERREJO

KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

(Skripsi)

Oleh WAGITO

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

(7)

ABSTRAK

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT

PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KEC. SUMBERREJO

KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

Oleh WAGITO

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran gerak dasar lempar cakram pada siswa kelas V SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan penggunaan modifikasi alat pembelajaran berupa piring plastik dan cakram yang terbuat dari kayu.

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dengan menggunakan tiga siklus. Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 8 siswa terdiri dari 5 putra dan 3 putri. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menggunakan instrumen penilaian tes gerak dasar lempar cakram.

(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Pandansari pada tanggal 12 Juni 2963. Anak pertama dari empat bersaudara pasangan Bapak Suyono dan Ibu Dariyem.

Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis adalah Sekolah Dasar di SDN 1 Pandansari tamat tahun 1977, kemudian menempuh pendidikan Menengah Pertama di SMP Swasta Taman Siswa Teluk Betung tamat pada tahun 1981 dan melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SGO Swasta Pringsewu tamat tahun 1984, selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan D-II di Universitas Terbuka Sukoharjo.

(9)

MOTTO

Tanpa orang-orang disekitarmu, kamu bukanlah apa-apa, belajar

brgerak dan bersuara, maka Allah akan meninggikan orang-orang

yang beriman diantara kamu danorang yang berilmu pengetahuan

beberapa derajat

(10)

PERSEMBAHAN

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan

anugerah yang begitu banyak kepada penulis sehingga penulis dapat

mempersembahkan karya terbaik ini untuk :

Kedua orang tua ku Ayahanda Suyono (Alm) dan Ibunda Dariyem tercinta.

Suamiku Yasmani dan Anakku (Yuda Mailufi, Erva Lucita, Sinda Saigani)

yang telah mendampingiku suka maupun duka dan menjadi teman hidupku

selama-lamanya.

Adik-adikku (Triyono, Agus, Supriyono), setiap do a dan dukungan kalian

sangat memebri arti bagiku.

Semua orang yang telah berjasa dan mendukung dalam penyelesaian skripsi

ini, semoga ibadah kalian semua mendapat ridho dan balasan dari Allah SWT.

Amin..

Rekan Seperjuanagn di S1 Penjaskes Unila

Serta..

Almamater-ku FKIP Unila,

tempat yang telah mendewasakan penulis.

(11)

Asalamualaikum. Wr. Wb

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada baginda Rasulullah SAW yang mulia. Skripsi dengan judul Upaya Meningkatkan Keterampilan

Gerak Dasar Lempar Cakram Melalui Modifikasi Alat Pembelajaran Pada Siswa Kelas V Di SD Negeri 3 Dadaan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus T.P 2011/2012 adalah dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk

pencapaian gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Lampung. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si selaku Dekan FKIP Universitas Lampung.

2. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan. 3. Bapak Drs. Wiyono, M.Pd selaku Ketua Program Studi Penjaskes sekaligus

sebagai Pembahas atau penguji utama.

4. Bapak Drs. Akor Sitepu, M.Pd Selaku Pembimbing kesatu yang telah memberikan bimbingan, pengarahan dan motivasi serta kepercayaan kepada penulis

5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Penjaskes FKIP Unila yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan keteladanan selama penulis menjalani studi.

6. Kepala SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian pada siswa kelas V tahun peajaran 2011/2012.

7. Siswa-siswi kelas V SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus tahun pelajaran 2011/2012, terima kasih atas waktu dan kerjasamanya.

8. Teman-teman seperjuangan angkatan 2010 S1 Dalam jabatan, ayo sukseskan program S1 secepatnya. Semangat.

9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu penyelesaian tugas akhir ini.

Akhir kata, Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Wasalamualaikum Wr. Wb.

(12)

Wagito

(13)

Halaman

DAFTAR GAMBAR ... xiv

I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 3

C. Rumusan Masalah ... 3

D. Tujuan Penelitian ... 4

E. Manfaat Penelitian ... 5

F. Ruang Lingkup Peneitian... 5

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 7

A. Pengertian Belajar ... 7

B. Tujuan Belajar ... 8

C. Pengertian Mengajar ... 9

D. Hakikat Belajar Keterampilan Motorik... 9

E. Media Pembelajaran... 11

F. Alat Bantu Pembelajaran... 12

G. Media Pembelajaran Visual Diam ... 13

H. Lompat Jauh ... 14

1. Tahap Lari Awalan... 14

2. Tahap Bertolak ... 15

3. Tahap Melayang... 16

4. Tahap Mendarat ... 17

I. Kerangka Pikir ... 18

J. Hipotesis... 18

III. METODOLOGI PENELITIAN... 20

A. Metode Penelitian... 20

B. Teori Ketuntasan Belajar... 21

C. Perencanaan Penelitain Tindakan Kelas (Classroom Action Research)... 22

D. Implementasi di Kelas... 24

E. Proses Pembeljaran Keterampilan Gerak Dasar Menolak Pada Lompat Jauh ... 24

(14)

2. Siklus II ... 25

3. Siklus III ... 27

F. Teknik Pengumpulan Data... 28

G. Analisis Data ... 28

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN... 30

A. Hasil Penelitian ... 30

1. Analisis Prosentase Hasil PTK Pembelajaran Gerak Dasar Lompat Jauh ... 30

2. Analisis Prosentase Peningkatan Hasil PTK Pembelajaran Gerak Dasar Lompat Jauh... 33

B. Pembahasan... 36

1. Refleksi Hasil Penelitian Peningkatan Gerak Dasar Lompat Jauh Siklus I, Siklus II dan Siklus III ... 39

V. SIMPULAN DAN SARAN ... 42

A. Simpulan ... 42

B. Saran... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 44

LAMPIRAN... 45

DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Deskripsi Hasil Pembelajaran Gerak Dasar Lompat Jauh ... 31

(15)

DAFTAR GAMBAR

(16)

2. Teknik Tolakan Dalam Lompat Jauh... 16

3. Teknik Melayang ... 17

4. Tahap Mendarat ... 18

(17)

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT

PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KEC. SUMBERREJO

KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

Oleh WAGITO

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Jurusan Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(18)

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT

PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SDN 3 DADAPAN, KECAMATAN SUMBEREJO

KAB. TANGGAMUS T.P. 2011/2012

(Skripsi)

Oleh : Wagito NPM.1013126037

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

(19)

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT

PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KEC. SUMBERREJO

KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

(Skripsi)

Oleh WAGITO

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

(20)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Teknik Awalan Lompat Jauh ... 15

2. Teknik Tolakan Dalam Lompat Jauh... 16

3. Teknik Melayang ... 17

4. Tahap Mendarat ... 18

(21)

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR ... xiv

I. PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 3

C. Rumusan Masalah ... 3

D. Tujuan Penelitian ... 4

E. Manfaat Penelitian ... 5

F. Ruang Lingkup Peneitian... 5

II. TINJAUAN PUSTAKA... 7

A. Pengertian Belajar ... 7

B. Tujuan Belajar ... 8

C. Pengertian Mengajar ... 9

D. Hakikat Belajar Keterampilan Motorik... 9

E. Media Pembelajaran... 11

F. Alat Bantu Pembelajaran... 12

G. Media Pembelajaran Visual Diam ... 13

H. Lompat Jauh ... 14

1. Tahap Lari Awalan... 14

2. Tahap Bertolak ... 15

3. Tahap Melayang... 16

4. Tahap Mendarat ... 17

I. Kerangka Pikir ... 18

(22)

III. METODOLOGI PENELITIAN... 20 A. Metode Penelitian... 20 B. Teori Ketuntasan Belajar... 21 C. Perencanaan Penelitain Tindakan Kelas (Classroom Action

Research)... 22 D. Implementasi di Kelas... 24 E. Proses Pembeljaran Keterampilan Gerak Dasar

Menolak Pada Lompat Jauh ... 24 1. Siklus I ... 24 2. Siklus II ... 25 3. Siklus III ... 27 F. Teknik Pengumpulan Data... 28 G. Analisis Data ... 28 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN... 30 A. Hasil Penelitian ... 30

1. Analisis Prosentase Hasil PTK Pembelajaran Gerak Dasar

Lompat Jauh ... 30 2. Analisis Prosentase Peningkatan Hasil PTK Pembelajaran

Gerak Dasar Lompat Jauh... 33 B. Pembahasan... 36

1. Refleksi Hasil Penelitian Peningkatan Gerak Dasar

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi dkk. 2007.Penelitian Tindak Kelas. PT Aksara : Jakarta. Bahagia, Yoyo dan Suherman, Adang. 1999/2000.Prinsip-Prinsip

Pengembangan dan Modifikasi Cabang Olahraga. Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.

Basrowi. 2006.Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Jenggala Pustaka Utama. Kediri

Cholik, Toho,dkk. 1996/1997.Pendidikan Jasmani. Depdikbud. Jakarta. Dimyati, Mudjiono. 1999.Belajar dan Pembelajaran. PT. Asdi Mahasatya.

Jakarta.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2006.Strategi Belajar Mengajar.PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Jarver, Jess. 1986.Atletik. CV. Pionir Jaya. Bandung

Lutan, Rusli. 1988.Belajar Keterampilan Motorik, Pengantar Teori dan Metode. Depdikbud Dirjen Dikti PPLPTK. Jakarta.

Mahendra, Agus. 2003.Falsafah Pendidikan Jasmani. Depdiknas. Jakarta. Muller, Harald. 2000.Pedoman Mengajar; Lari, Lompat, Lempar. Alih bahasa

oleh Suyono Danusayogo. Pendidikan Pelatihan dan Sistem Sertifikasi IAAF. Jakarta.

Sanjaya, Wina. 2010.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kencana.

Surisman. 2010.Evaluasi Penjas I. Bandarlampung : Universitas Lampung. ---. 2007.Penilaian Hasil Pembelajaran. Universitas Lampung: Bandar

Lampung.

Tabrani, A. Rusyan, dkk. 1989. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. CV. Remaja Karya. Bandung

(24)
(25)
(26)

DAFTAR TABEL

(27)

Judul Skripsi : UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN

GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012

Nama Mahasiswa : Wagito

Nomor Pokok Mahasiswa : 1013126037

Program Studi : Penjaskes

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen

Pembimbing

Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd. Drs. Akor Sitepu, M.Pd.

NIP 19510507 198103 1 002 NIP

(28)

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua : Drs. Akor Sitepu, M.Pd.

Penguji

Bukan Pembimbing : Drs. Wiyono, M.Pd.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 003

(29)

I. KAJIAN PUSTAKA

A. Pendidikan Jasmani

Pendidikan Jasmani merupakan bagian dari sistem pendidikan secara keseluruhan, yang memfokuskan pengembangan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, kemampuan berfikir kritis, stabilisasi emosional,

keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani. Dalam intensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, peran pendidikan jasmani yakni memberikan kesempatan pada seseorang untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.

Menurut Cholik dalam Lutan (1996/1997: 1) Pendidikan Jasmani adalah proses belajar melalui aktifitas jasmani yang erat kaitannya dengan gerak manusia. Gerak bagi manusia sebagai aktifitas jasmani merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan (fisik dan psikis).

(30)

menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan Jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.

Berdasarkan uraian di atas, penulis berpendapat bahwa Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan memiliki tujuan untuk meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.

B. Belajar dan Pembelajaran

Belajar adalah sebagai proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara individu dengan lingkungan. Tingkah laku ini mencakup pengatahuan, keterampilan dan sikap. Tabrani A. Rusyan, (1989: 7) mengatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan individu yang diyatakan dalam bentuk penguasaan, dan penilaian terhadap atau mengenai sikap dan nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studiy atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi.

Sedangkan menurut Menurut pendapat Dimyati dan Mudjiono (1999:9) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang komplek. Hasil belajar berupa kemampuan, setelah belajar orang dapat memiliki pengetahuan, sikap, dan nilai.

(31)

proses pengalaman baik perubahan secara kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Dalam hal belajar tidak dapat dipisahkan dengan arti pembelajaran, karena tanpa proses pembelajaran tidak akan terjadi yang dinamakan belajar. Pada dunia pendidikan guru memiliki peranan yang sangat penting untuk

mencerdaskan siswanya, sebab salah satu komponen yang menyebabkan berhasil atau tidaknya siswa dalam belajar ditentukan oleh proses

pembelajaran yang dilakukan guru. Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan seorang guru untuk membantu siswa dalam proses belajar, sehingga terjadi perubahan dari kondisi tidak mengerti menjadi mengerti. Gagne dan Briggs dalam Djamarah (2006 :3) mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.

(32)

terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh perancang atau guru.

Dalam uraian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran adalah aktifitas interaksi atau komunikasi yang berproses menuju pada satu perubahan dan terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu.

C. Belajar Gerak

Gerak merupakan suatu kegiatan atau proses perubahan tempat atau posisi ditinjau dari titik pandang tertentu, sekali hal ini sudah dilakukan maka gerak itu, tanpa memikirkan gerak itu transkusi atau rotasi maka dengan itu dapat ditetukan jarak dan arah dari titik pangkalnya. Belajar motorik adalah seperangkat proses yang bertalian dengan latihan atau pengalaman yang mengantarkan kearah perubahan permanen dalam perilaku terampil (Schmidt dalam Lutan, 1988:102).

Menurut Tarigan (2008:2) belajar motorik adalah perubahan secara permanen berupa gerak belajar yang diwujudkan melalui respon-respon muscular dan diekspresikan dalam gerakan tubuh. Belajar gerak berperan dalam hal upaya peningkatan kualitas gerak tubuh dalam olahraga. Berbagai macam pola gerak dapat dilakukan atau dikuasai pada masa anak-anak, di kala memperoleh kesempatan yang cukup untuk mempraktekkannya adalah dengan kegiatan-kegiatan, seperti berjalan, berlari, mendaki, memanjat, meloncat, berjangkit, mengguling, lompat tali, menyepak, melempar, menangkap, memukul, memantul-mantulkan bola dan berenang.

(33)

Keterampilan merupakan gambaran kemampuan motorik seseorang yang ditujukkan melalui penguasaan suatu gerak. Sedangkan gerak dasar adalah gerak yang berkembangnya sejalan dengan pertumbuhan dan tingkat kematangan. Dalam meningkatan penguasaan gerak khususnya dalam

olahraga, maka diperlukan suatu proses pembelajaran untuk sampai ke tingkat terampil. Mengenai terampil sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lutan (1998: 105) bahwa terampil juga dinyatakan untuk menggambarkan tingkat kemahiran seseorang melaksanakan suatu penguasaan suatu hal yang memerlukan tubuh.

Untuk mencapai pada tingkat terampil ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Adapun tahapan-tahapan menurut Fitts dan Posner (1967) dalam Lutan (1998: 156), yaitu : (a) Tahap Kongnitif (b) Tahap Asoiatif, dan (c) Tahap Otomatis.

a. Tahap kognitif

Merupkan tahap awal dalam belajar motorik, dalam tahap ini peserta didik harus memahami hakikat kegiatan yang akan dilakukan,

kemudian harus mendapatkan gambaran yang jelas baik secara verbal maupun visual.

b. Tahap fiksasi

(34)

semangat dan umpan balik untuk apa yang dilakukan itu benar atau salah.

c. Tahap otomatisasi

Pada tahap ini, kontrol terhadap gerak semakin cepat dan penampilan semakin konsisten.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan gerak dasar merupakan pola gerak yang menjadi dasar untuk ketangkasan yang lebih kompleks

E. Atletik

Kata atletik berasal dari bahasa Yunani, yaituathlonyang berlomba atau bertanding. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada

olympiadepertama pada776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di

IndonesiaadalahPASI(Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Atletik adalah suatu cabang olahraga atau induk olahraga yang paling tua didunia yang terdiri dari nomor lempar, nomor lompat, dan nomor lari. Cabang olahraga atletik merupakan induk dari cabang-cabang olahraga lainnya, hal ini dikarenakan setiap memulai apapun cabang olahraga tersebut pasti menggunakan bagian dari nomor cabang atletik. Gerakan-gerakan dalam atletik merupakan gerakan-gerakan yang biasa dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari sejak dahulu. Nomor-nomor yang diperlombakan seperti berikut ini :

(35)

Nomor lari, yaitu 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m, 3000 m, 5000 m, 10000 m, marathon, lari gawang (untuk putri 100 m, 110 m untuk putra), 4x100 m estafet, dan 4x400 m estafet.

Nomor lempar, yaitu lempar lembing, lempar cakram, tolak peluru, lontar martil.

Nomor lompat, yaitu lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi, lompat tinggi galah.

Nomor saptalomba, yaitu lari 100 m gawang, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 200 m, lompat tinggi, tolak peluru, dan lari 800 m. Nomor dasalomba, yaitu lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, dan lari 1500 m.

F. Pembelajaran Gerak Dasar Lempar Cakram

(36)

Melakukan rangkaian gerak dasar lempar cakram bukanlah hal yang mudah karena gerakan dalam lempar cakram merupakan gerakan yang terencana dan diorganisasikan. Untuk mendapatkan hasil lemparan yang optimal diperlukan penguasaan gerak dasar lempar cakram yang baik serta proses latihan yang berulang-ulang dengan pelaksanaan gerak yang sama, hal tersebut

dimaksudkan agar diperoleh hasil gerakan yang efisien denga koordinasi yang baik. Berikut adalah rangkaian tahapan pelaksanaan gerak dasar lempar cakam secara utuh :

a. Tahap persiapan

Tujuan pada tahap persiapan ini adalah untuk memegang cakram dengan kokoh dan kuat agar menghasilkan gerak percepatan serta untuk menentukan gerak rotasi yang bear pada saat cakram dilepaskan (Muller, 2000: 186). Karakteristik tahapan gerak persiapan ini, yaitu :

Cakram dipegang pada sendi akhir jari-jari dengan posisi jari dibuka pada pinggiran cakram serta ibu jari menempel pada cakram secara rileks dan lurus.

Punggung menghadap arah lemparan, kaki terpisah selebar bahu dengan lutut sedikit ditekuk, berat badan pada kedua telapak kaki.

Cakram diayun ke belakang sampai berada pada satu garis vertical dengan tumi kiri, badan diayun pada waktu yang sama, lengan tetap berada setinggi bahu.

(37)

Lutut dan lengan kiri serta telapak kaki diputar secara aktif searah denga lemparan, berat badan dipindahkan di atas kaki kiri yang ditekuk, bahu pelempar tetap di beakang badan, kaki kanan diayun rendah dan lebar melewati lingkaran lempar. Kaki kiri mendorong kedepan ketika jari-jarinya menunjuk kea rah lemparan, lengan pelempar berada diatas pinggang da di belakang badan, kaki kanan mendarat dengan aktif pada telapak kaki dan memutar ke dalam, lengan kiri menyilang dada, kaki kiri melintas melewai lutut kanan dalam perjalanan ke lingkaran lempar bagian depan.

Kaki ditempatkan lebih lebar dari bahu, memutar ke kiri pada telapak kaki kiri, kaki kanan berayun keluar menuju ke pusat lingkaran kemudian ditempatkan pada telapak kaki pada pusat lingkaran, kaki kiri mendarat segera setelah kaki kanan.

c. Tahap pelepasan cakram

Tujuan dari tahap pelepasan cakram ini adalah untuk memelihara momentum dan memulai gerak percepatan akhir dari cakram (Muller, 2000:191). Karakteristik pelaksanaan tahap pelepasan cakram, yaitu :

Kaki kanan ditekuk dan segera diputar ke arah lemparan, lengan kiri menunjuk ke arah belakang lingkaran lemparan, cakram berada setinggi kepala kemudian kaki kiri segera mendarat setelah kaki kanan.

(38)

Kaki kanan diputar dan diluruskan secara explosive, pinggang kanan memutar kea rah depan lingkaran lempar, berat badan digeser dari kanan ke kiri, lengan pelempar ditarik setelah kedua kaki membuat kontak dengan tanah dan pinggang berputar, lalu cakram meninggalkan tangan sedikit di bawah ketinggian bahu.

d. Tahap gerak lanjut

Tujuan dari tahap gerak lanjut ini adalah untuk menyeimbangkan pelempar dan mencegah pembuatan kesalahan (Muller, 2000: 194). Karakteristik pelaksanaan tahap gerak lanjut ini, yaitu :

Kaki berputar dengan cepat setelah cakram lepas, lalu kaki kana ditekuk dan badan bagin atas diturunkan, kaki kiri diayun ke belakang.

Gambar 1. Tahap Pelaksanaan Keterampilan Gerak Dasar Lempar Cakram.

(39)

Modifikasi merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh para guru agar pembelajaran mencerminkanDevelopment Appropriatice Practice(DAP) artinya tugas ajar yang diberikan harus memperhatikan perubahan

kemampuan anak dan dapat membantu mendorong perubahan tersebut. Dengan demikian tugas ajar tersebut harus sesuai dengan tingkat perkembangan siswa yang sedang berkembang. Menurut Bahagia dan Suherman (2000:1) modifikasi adalah menganalisa sekaligus

mengembangkan meteri pelajaran dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial dalam memperlancar siswa dalam belajarnya

Modifikasi di dalam proses pembelajaran dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan pembelajaran. Modifikasi lingkungan pembelajaran itu dapat diklasifikasikan berupa peralatan. Guru dapat mengurangi atau menambah tingkat kompleksitas atau kesulitan dalam proses pembelajaran dengan cara memodifikasi peralatan yang digunakan, misalnya berat-ringannya, besar-kecilnya, tinggi-rendahnya, panjang-pendeknya peralatan yang digunakan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa modifikasi alat pembelajaran diartikan sebagai suatu proses pengubahan segala sesuatu yang digunakan dalam proses pembelajaran ke dalam bentuk yang lebih sederhana dan proses pengubahan tersebut dapat berupa bentuk, isi, fungsi, cara penggunaan, dan manfaat tanpa sepenuhnya menghilangkan kreatifitas aslinya.

(40)

rangkaian gerak dasar lempar cakram secara keseluruhan dan dengan begitu hasil pembelajaran keterampilan gerak dasar lempar cakram siswa dapat ditingkatkan. Selan itu, alat modifikasi tersebut memilki beberapa

keunggulan, diantaranya bersifat praktis, efisien, mudah didapat dan dibuat.

H. Kerangka Berpikir

Berdasarkan kajian pustaka yang diuraikan, dapat diketahui bahwa dalam dengan melalui modifikasi alat pembelajaran yang dibuat dengan desain menarik dan sederhana dapat mempermudah siswa dalam melakukan rangkaian pembelajaran gerak dasar yang diajarkan dalam setiap materi pembelajaran Pendidikan Jasmani. Begitu pula yang terjadi dalam proses pembelajaran gerak dasar lempar cakram pada siswa di Sekolah Dasar (SD), dengan menggunakan alat pembelajaran cakram yang dimodifikasi secara kreatif dan bentuk yang lebih sederhana, maka siswa akan merasa tertarik dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dilakukan. Selain itu, siswa dapat dengan mudah memahami dan menguasai rangkaian gerak dasar yang diajarkan karena mereka tidak merasa terbebani dengan menggunakan cakram yang memiliki karekteristik bentuk dan ukuran lebih sederhana. Oleh karena itu, dengan menggunakan modifikasi alat pembelajaran lempar cakram berupa cakram modifikasi bentuk piring plastik dan cakram yang terbuat dari kayu dapat membantu siswa dalam proses memperbaiki mutu hasil

pembelajaran siswa itu sendiri dalam melaksanakan keterampilan gerak dasar lempar cakram dalam atletik.

(41)

Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban sementara yang harus diuji lagi kebenarannya melalui penelitian ilmiah. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(42)

I. METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Setiap kegiatan penelitian yang dilakukan membutuhkan data-data yang valid, agar isi dari penelitian bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Untuk mendapatkan data yang valid, hasil data yang diperoleh dalam penelitian harus dianalisa dengan menggunakan metode penelitian yang logis dan rasional agar tingkat validitas data bisa dipertanggung jawabkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). PTK atauClassroom Action Research(CAR) adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas (Arikunto, 2007: 51).

(43)

Penelitian tindakan kelas dilakukan melalui putaran atau spiral dengan beberapa siklus yang terdiri dari tahap merencanakan, tahap melakukan tindakan, pengamatan (observasi) dan tahap refleksi. Adapun pelaksanaan penelitian tindakan kelas menggunakan siklus sebagai berikut:

Gambar 2. Siklus Penelitian Kaji Tindak Hopkins dalam Sanjaya (2010:56)

1. Perencanaan( Planning )

Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana,

oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan, serta menyiapkan skenario pembelajaran, fasilitas sarana pendukung yang diperlukan, dan juga instrumen untuk mengukur hasil tindakan.

2. Pelaksanaan( Action )

Dalam tahapan ini peneliti mengimplementasikan atau menerapkan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas.

(44)

Dalam tahapan ini peneliti mengobservasi atau mengamati pelaksanaan tindakan kelas.

4. Refleksi (Reflecting)

Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan.

B. Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitan ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 3 Dadapan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2011/2012, yaitu berjumlah 8 siswa yang terdiri dari 5 putra dan 3 putri.

C. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di lapangan SD Negeri 3 Dadapan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus.

2. Pelaksanaan penelitian

Lama waktu penelitian yang dilakukan dalam penelitian satu setengah bulan dan terdapat 2 siklus, satu siklusnya dilaksanakan 3 kali

pertemuan.

D. Pelaksanaan Tindakan

(45)

berkaitan, setiap proses penelitian merupakan tindakan lanjutan dari siklus penelitian sebelumnya.

Tes awal Siklus I

a) Perencanaan

1) Menyiapakan alat-alat yang berkaitan untuk proses pembelajaran, yaitu cakram yang diganti dengan piring plastik.

2) Menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran siklus pertama.

b) Tindakan

1) Langkah-langkah yang dilakukan pada tingkatan siklus pertama adalah siswa dibariskan ke dalam dua sab.

2) Guru memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan

pembelajaran gerak dasar lempar cakram dengan menggunakan alat pembelajaran cakram yang diganti dengan piring plastik pada siklus pertama.

3) Siswa mempraktikkan pelaksanaan gerak dasar lempar cakram secara bergantian sebanyak 5 kali pengulangan dengan cakram yang diganti dengan menggunakan piring plastik.

4) Guru mengoreksi setiap gerak dasar siswa dan memberikan contoh gerakan yang baik dan benar, kemudian memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk bertanya mengenai kesulitan yang dialami dalam melakukan rangkaian gerak dasar lempar cakram yang diajarkan.

(46)

Setelah tindakan dilakukan, peneliti melakukan tes keterampilan gerak dasar lempar cakram siswa secara individu bersama 3 orang testor dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan berupa lembar penilaian gerak dasar lempar cakram. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai rangkaian gerak dasar lempar cakram yang telah diajarkan. d) Refleksi

Hasil observasi pada siklus pertama disimpulkan dan didiskusikan . Kemudian guru mendiskusikan tindakan untuk siklus kedua berupa mengganti cakram yang sesungguhnya dengan cakram yang terbuat dari kayu. Sebagai perbaikan dari kekurangan yang nampak pada siswa yang terdapat pada siklus pertama, maka menjadi bahan untuk mengetahui tahapan pada siklus kedua.

Siklus II

a) Perencanaan

1) Menyiapakan alat-alat yang berkaitan untuk proses pembelajaran, yaitu cakram yang diganti dengan cakram yang terbuat dari kayu. 2) Menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran siklus

kedua.

b) Tindakan

(47)

2) Guru memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan

pembelajaran gerak dasar lempar cakram dengan menggunakan alat pembelajaran cakram yang diganti dengan cakram yang terbuat dari kayu pada siklus kedua.

3) Siswa mempraktikkan pelaksanaan gerak dasar lempar cakram secara bergantian sebanyak 5 kali pengulangan dengan

menggunakan cakram yang diganti dengan menggunakan cakram yang terbuat dari kayu.

4) Guru mengoreksi setiap gerak dasar siswa dan memberikan contoh gerakan yang baik dan benar, kemudian memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk bertanya mengenai kesulitan yang dialami dalam melakukan rangkaian gerak dasar lempar cakram yang diajarkan.

c) Observasi

Setelah tindakan dilakukan, peneliti melakukan tes keterampilan gerak dasar lempar cakram siswa secara individu bersama 3 orang testor dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan berupa lembar penilaian gerak dasar lempar cakram. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai rangkaian gerak dasar lempar cakram yang telah diajarkan.

d) Refleksi

(48)

berapa persen tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa dan disajikan dalam bentuk data.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur

pelaksanaan PTK (penelitian tindakan kelas) disetiap siklusnya. Menurut

instrument dalan PTK dikatan valid bila tindakan itu memegang aplikatif dan

Alat ukur itu berupa indikator-indikator dari penilaian keterampilan gerak dasar lempar cakram yang terlampir pada lampiran 1.

F. Teknik Analisis Data

Setelah data dikumpulkan melalui tindakan setiap siklusnya, selanjutnya data dianalisis melalui perhitungan kuantitatif menggunakan rumus sebagai berikut :

P

=

100 %

(Subagio 1991 : 107 dalam Surisman 1997)

Keterangan :

P : Prosentase keberhasilan.

f : Jumlah gerakan yang dilakukan dengan benar. N: Jumlah siswa yang mengikuti tes.

(49)
(50)

MOTTO

Tanpa orang-orang disekitarmu, kamu bukanlah apa-apa, belajar

brgerak dan bersuara, maka Allah akan meninggikan orang-orang

yang beriman diantara kamu danorang yang berilmu pengetahuan

beberapa derajat

(51)

PERNYATAAN

Bahwa saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : Wagito

NPM : 1013126037

Tempat/ tanggal lahir :Pandansari/ 12 Juni 1963

Alamat :Pandansai Kecamatan Sukoharjo,

Kabupaten Pringsewu.

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi dengan judul UPAYA

MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 DADAAN KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN TANGGAMUS T.P 2011/2012 adalah benar hasil karya penulis berdasarkan penelitian yang dilaksanakan pada tanggal27 Februari 2012 s.d 9 April 2012. Skripsi ini bukan hasil menjiplak, dan atau hasil karya orang lain.

Demikian pernyataan ini penulis buat dengan sebenarnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Bandar Lampung, Mei 2012

(52)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Pandansari pada tanggal 12 Juni 2963. Anak pertama dari empat bersaudara pasangan Bapak Suyono dan Ibu Dariyem.

Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis adalah Sekolah Dasar di SDN 1 Pandansari tamat tahun 1977, kemudian menempuh pendidikan Menengah Pertama di SMP Swasta Taman Siswa Teluk Betung tamat pada tahun 1981 dan melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SGO Swasta Pringsewu tamat tahun 1984, selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan D-II di Universitas Terbuka Sukoharjo.

(53)

SANWACANA

Asalamualaikum. Wr. Wb

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada baginda Rasulullah SAW yang mulia. Skripsi dengan judul Upaya Meningkatkan Keterampilan

Gerak Dasar Lempar Cakram Melalui Modifikasi Alat Pembelajaran Pada Siswa Kelas V Di SD Negeri 3 Dadaan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus T.P 2011/2012 adalah dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk

pencapaian gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Lampung. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si selaku Dekan FKIP Universitas Lampung.

2. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan. 3. Bapak Drs. Wiyono, M.Pd selaku Ketua Program Studi Penjaskes sekaligus

sebagai Pembahas atau penguji utama.

4. Bapak Drs. Akor Sitepu, M.Pd Selaku Pembimbing kesatu yang telah memberikan bimbingan, pengarahan dan motivasi serta kepercayaan kepada penulis

5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Penjaskes FKIP Unila yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan keteladanan selama penulis menjalani studi.

6. Kepala SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian pada siswa kelas V tahun peajaran 2011/2012.

7. Siswa-siswi kelas V SD Negeri 3 Dadaan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus tahun pelajaran 2011/2012, terima kasih atas waktu dan kerjasamanya.

8. Teman-teman seperjuangan angkatan 2010 S1 Dalam jabatan, ayo sukseskan program S1 secepatnya. Semangat.

(54)

Akhir kata, Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, Mei 2012 Penulis

(55)

I. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh penulis, maka dapat disimpulkan :

1. Dengan menggunakan modifikasi alat pembelajaran berupa piring plastik dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan gerak dasar lempar cakram pada siswa kelas V di SD Negeri 3 Dadapan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2011/2012.

2. Dengan menggunakan modifikasi alat pembelajaran berupa cakram yang terbuat dari kayu dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan gerak dasar lempar cakram pada siswa kelas V di SD Negeri 3 Dadapan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2011/2012.

B. Saran

Berdasarkan manfaat penelitian ini, maka dapat diajukan saran sebagai berikut :

1. Bagi Peneliti

Sebaiknya peneliti dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai

(56)

2. Bagi Siswa

Ada baiknya jika hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi siswa untuk meningkatkan hasil pembelajaran keterampilan gerak dasar lempar cakram.

3. Sekolah

Sebaiknya penelitian ini dijadikan sebagai bahan referensi bagi

pembina sekolah mengenai penggunaan piring plastik dan cakram yang terbuat dari kayu sebagai modifikasi cakram pada pembelajaran gerak dasar lempar cakram.

4. Bagi Program Studi Penjaskes FKIP UNILA.

Figur

Tabel                                                                                                            Halaman
Tabel Halaman. View in document p.14
Gambar 1. Tahap Pelaksanaan Keterampilan Gerak DasarLempar Cakram.
Gambar 1 Tahap Pelaksanaan Keterampilan Gerak DasarLempar Cakram . View in document p.38
Gambar 2. Siklus Penelitian Kaji Tindak Hopkins dalam Sanjaya
Gambar 2 Siklus Penelitian Kaji Tindak Hopkins dalam Sanjaya. View in document p.43

Referensi

Memperbarui...