Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan

Teks penuh

(1)

PRAGMATISME PARTAI ISLAM

(STUDI TENTANG PEREKRUTAN CALON LEGISLATIF ARTIS OLEH PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN)

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S. Sos)

Oleh: Desi Purwati 1110112000017

POGRAM STUDI ILMU POLITIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

(2)

PRAGMATISME PARTAI ISLAM

(STUDI TENTANG PEREKRUTAN CALON LEGISLATIF ARTIS OLEH PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN)

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S. Sos)

Oleh: Desi Purwati 1110112000017

POGRAM STUDI ILMU POLITIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

(3)

PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME

Skripsi yang berjudul:

PRAGMATISME PARTAI ISLAM (STUDI TENTANG PEREKRUTAN

CALON LEGISLATIF ARTIS OLEH PARTAI PERSATUAN

PEMBANGUNAN)

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi

salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di Universitas Islam Negeri

(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan telah saya cantumkan sesuai dengan

ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif

Hidayatullah Jakarta.

3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya saya atau

merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima

sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

Jakarta.

Jakarta, 30 April 2015

(4)

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI

Dengan ini, Pembimbing Skripsi menyatakan bahwa mahasiswi:

Nama : Desi Purwati

NIM : 1110112000017

Program Studi : Ilmu Politik

Telah menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul:

PRAGMATISME PARTAI ISLAM (STUDI TENTANG PEREKRUTAN

CALON LEGISLATIF ARTIS OLEH PARTAI PERSATUAN

PEMBANGUNAN).

dan telah memenuhi persyaratan untuk diuji.

Jakarta, 30 April 2015

Mengetahui, Menyetujui,

Ketua Program Studi Pembimbing

Dr. Ali Munhanif, PhD Idris Thaha, M. Si

(5)

PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI SKRIPSI

PRAGMATISME PARTAI ISLAM (STUDI TENTANG PEREKRUTAN CALON LEGISLATIF ARTIS OLEH PARTAI PERSATUAN

PEMBANGUNAN).

Oleh

Desi Purwati

telah dipertahankan dalam sidang ujian skripsi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada 30 April 2015.

Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana

Sosial (S. Sos) pada Program Studi Ilmu Politik.

Ketua, Sekretaris,

Dr. Ali Munhanif, PhD M. Zaki Mubarak,M. Si

NIP. 19651212 199203 1 004 NIP. 19730927 200501 1 003

Penguji I, Penguji II,

Dr. A. Bakir Ihsan Dr. Sirojudin Ali

NIP. 19720412 200312 1 002 NIP. 19540605 200112 1 001

Diterima dan dinyatakan memenuhi syarat kelulusan pada 30 April 2015.

Ketua Program Studi

FISIP UIN Jakarta

Dr. Ali Munhanif, PhD

(6)

ABSTRAK

Skripsi ini menganalisa dampak permasalahan perekrutan calon legislatif

(caleg) artis oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu tahun 2014.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor permasalahan perekrutan

caleg artis oleh PPP. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara.

Peneliti menemukan, bahwa persoalan perekrutan caleg artis oleh PPP bukan asal

comot tetapi PPP merekrut kader baik dari luar dan selebritis yang sudah berhijab

atau bisa dibilang artis baik dimedia sosial, mereka menolak untuk bergabung

dengan PPP dan mereka lebih memilih untuk masuk partai nasional dibandingkan

dengan partai Islam.

Kerangka teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah Joseph

Lapalombara dan Myron Weiner mengenai partai politik secara praktis, A.M

Fatwa mengenai partai Islam, Herbert Feith mengenai ideologi, Charles S. Pierce

mengenai pragmatisme, juga Almond dan Powell pada bentuk prosedur rekrutmen

politik. Dari hasil analisa menggunakan kelima teori tersebut dapat disimpulkan

bahwa permasalahan dalam perekrutan caleg artis oleh PPP adalah ideologi yang

memudar membuat masyarakat kurang percaya dengan partai Islam sehingga

suara PPP pada pemilu sulit mengalahkan partai lainnya. Caleg artis PPP harus

siap bersaing dan siap membangun kembali misi PPP, adanya perekrutan yang

dilakukan oleh PPP pada artis sebagai caleg adalah cara praktis PPP untuk

mendongkrak suara pada pemilu. Caleg artis yang terpilih pada pemilu akan

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan segala Rahmat-Nya, hingga skripsi dapat terselesaikan dengan baik.

Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad

SAW yang telah membuka gerbang ilmu pengetahuan kepada kita semua.

Penulisan karya ilmiah dalam bentuk skripsi ini merupakan salah satu syarat

untuk menyelesaikan studi Strata Satu (S1) guna memperoleh gelar Sarjana Sosial

(S. Sos) pada Program Studi Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penulis sangat bersyukur yang tiada batasnya dan keberkahan yang tidak

terhingga juga kebahagiaan yang tidak ternilai. Alhamdulillah penulis dapat

mempersembahkan skripsi ini kepada banyak pihak yang telah mendukung

kepada penulis baik berupa doa, moril, maupun materil.

Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu dan memberikan kontribusi dalam penyelesaian skripsi ini yang

berjudul “Pragmatisme Partai Islam (Studi Tentang Perekrutan Calon Legislatif

Artis Oleh Partai Persatuan Pembangunan).” Adapun ucapan terima kasih penulis

haturkan kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Zulkifli, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

(8)

2. Bapak Dr. Ali Munhanif, PhD., selaku Ketua Program Studi Ilmu Politik

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Bapak M. Zaki Mubarak, MA., selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Politik,

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

4. Bapak Idris Thaha, M. Si., selaku dosen pembimbing skripsi yang telah sabar

memberikan bimbingannya dalam menulis skripsi ini dengan baik, selalu

memberikan nasihat baik sehingga menjadi energi positif bagi penulis,

memberikan semangat pada penulis supaya tidak cepat putus asa dengan

kata-katanya “jangan mudah mengucap susah kalau belum berusaha”

momen-momen pencerahan yang selalu diberikan setiap bimbingan adalah sesuatu

yang selalu saya nantikan setiap minggunya sehingga penulis lebih giat lagi

dalam mengerjakan skripsi ini , dan selalu mengingatkan supaya penulis lebih

berhati-hati dalam mengerjakannya supaya tidak ada penulisan yang salah,

dan juga terima kasih telah meluangkan waktunya untuk mengoreksinya.

5. Dr. A. Bakir Ikhsan, selaku penguji satu Program Studi Ilmu Politik, Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

6. Dr. Sirojudin Ali, selaku penguji dua Program Studi Ilmu Politik, Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

7. Seluruh dosen dan staf pengajar Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah

memberikan banyak ilmu dan pengalaman selama perkuliahan.

8. Orangtuaku tercinta ayahandaku H. Herlan yang menjadi inspirator, idola

(9)

penulis dalam menempuh pendidikan, selalu memberikan solusi bahkan

memberikan waktunya untuk turun tangan membantu penulis pada waktu

kesulitan mengerjakan skripsi dan terima kasih untuk ibundaku Hj. Kartini

yang selalu mengiringi langkah penulis dengan doa, Alhamdulillah doa mama

sudah terkabul oleh Allah SWT. Thank you so much sudah memberi arti

ketulusan yang sebenarnya.

9. Adik-adikku Miki Kartika dan Dendi Herlansyah yang selalu menjadi

penghibur disaat penulis sedang jenuh dalam mengerjakan skripsi. Kalian

juga adalah bagian penyemangatku.

10. Sepupuku semuanya yang selalu memberikan doa, senyuman, dan kekuatan

dalam bingkai ukhuwwah. Kalian adalah sahabat-sabat luar biasa, ana

uhibbuki fillah.

11. Sahabat-sahabat seperjuangan di Pesantren Assiddiqiyah Islamic Collage,

Yulinsyah dan Safitri Mulya Sari yang selalu setia juga banyak meluangkan

waktunya untuk penulis. Panas dan hujan bukan penghalang bagi kalian untuk

membantu penulis ketika wawancara.

12. Sahabat seperjuangan Dhini Sesiyarrini dan Maftuhatul Ainiyah, Program

Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Motivasi dan lelucon kalian membuat

hilangnya rasa bosan dan kejenuhan pada penulis dalam mengerjakan skripsi.

13. Teman-teman KKN Giri Bhakti, Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta, begitu banyak hal berharga yang sudah sama-sama kita

(10)

istiqomah, dan semoga ukhuwah ini akan senantiasa kokoh hingga pertemuan

kita kelak di surga-Nya.

14. Nuryansyah Irawan, SH adalah salah satu motivator pribadi penulis yang

tidak ada ada henti-hentinya selalu memberikan dukungan dan semangat,

sehingga energi percaya diri dan semangat penulis semakin berkobar. Nasihat

dan saran yang diberikan adalah hal yang menolong dan membuat penulis

tersadar untuk berusaha lebih baik dan bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Kalimat penenang yang selalu diberikan adalah hal yang membuat penulis

dapat bangkit.

Semoga Allah SWT melimpahkan berkah dan rahmat-Nya bagi kita semua

yang telah membantu penyusunan skripsi, semoga dapat menjadi amal ibadah

dihadapan-Nya dan juga semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca. Amin

Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan dalam

penyusunan skripsi ini, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun penulis

harapkan guna perbaikan dikemudian hari.

Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu

pengetahuan khususnya dibidang politik.

Jakarta, 30 April 2015

(11)

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL ... i

LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI ... iii

LEMBAR PENGESAHAN PANITIAN UJIAN SKRIPSI ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Pernyataan Masalah ... 1

B. Pertanyaan Penelitian ... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

C.1. Tujuan Penelitian ... 5

C.2. Manfaat Penulisan ... 5

D. Tinjauan Pustaka ... 6

E. Metode Penelitian ... 12

E.1. Pendekatan Penelitian 1 ... 12

(12)

E.3. Sumber dan Jenis Data ... 14

E.4. Analisis Data Penelitian ... 14

F. Sistematika Penulisan ... 16

BAB II KERANGKA TEORITIS DAN KONSEPTUAL A. Partai Politik ... 18

A.1. Klasifikasi Partai Politik ... 19

B. Partai Islam ... 21

C. Ideologi ... 23

D. Pragmatisme ... 26

E. Rekrutmen Politik ... 28

BAB III PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DAN CALON LEGISLATIF ARTIS A. Biografi PPP ... 36

A.1. Visi dan Misi PPP ... 38

A.1a. Visi PPP ... 39

A.1b. Misi PPP ... 39

A.2. Prinsip Dasar Perjuangan PPP ... 40

A.3. Perkembangan Perolehan suara PPP dari Tiap Pemilu ... 43

(13)

B.1. Angel Lelga: Penyanyi Dangdut, Pemeran Sinetron &

Film, dan Model ... 45

B.2. Mat Solar: Komedian, Pemeran Sinetron dan Film ... 47

B.3. Okky Asokawati: Peragawati, Model, Bintang Iklan, Pembawa Acara Televisi, dan Pemain Sinetron ... 50

B.4. Ratih Sanggarwati: Model, Penulis Pembicara, Moderator, & MC ... 55

BAB IV CALON LEGISLATIF ARTIS DAN PEMILU 2014 A. Perekrutan Caleg Artis pada Pemilu 2014 ... 58

B. Faktor-faktor PPP Merekrut Artis sebagai Caleg ... 60

C. Kesiapan Caleg Artis Direkrut oleh PPP ... 63

C.1. Angel Lelga: Memantapkan Agama ... 63

C.2. Mat Solar: Menyuarakan Kepentingan Umat Islam ... 64

C.3. Okky Asokawati: Memperjuangkan Nasib Perempuan ... 65

C.4. Ratih Sanggarwati: Memperjuangkan Aspirasi Umat Islam ... 66

D. Analisa Kemenangan dan Kekalahan Artis ... 67

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 71

(14)

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku ... 75

B. Internet ... 77

C. Media Massa ... 81

D. Skripsi ... 81

E. Wawancara ... 81

DAFTAR GAMBAR II.1. Kompensasi Calon Legislatif ... 34

V.1. Foto Wawancara Bersama Okky Asokawati ... 83

V.2. Foto Wawancara Bersama Ratih Sanggarwati ... 84

V.3. Foto Wawancara Bersama Istri Mat Solar ... 85

DAFTAR TABEL III.A.1. Hasil Pemilu Perolehan Suara PPP dari Tahun-ketahun yang Berbeda ... 43

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pernyataan Masalah

Partai yang religius (Islam) termasuk Partai Persatuan Pembangunan

(PPP)1 merekrut artis untuk menjadi calon legislatif (caleg) pada pemilihan umum

(pemilu). Ada empat artis yang direkrut oleh PPP pada pemilu tahun 2014 yaitu

PPP (Partai Persatuan Pembangunan) berasaskan Islam dan berlambangkan Ka'bah didirikan pada 5 Januari 1973, sebagai hasil fusi politik empat partai Islam, yaitu Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti. Fusi ini menjadi simbol kekuatan PPP, yaitu partai yang mampu mempersatukan berbagai faksi dan kelompok dalam Islam. PPP juga memproklamirkan diri sebagai “Rumah Besar

Umat Islam.” Pertama, PPP merupakan tempat kembalinya orang Islam, terutama untuk

menyalurkan aspirasi dan menindak lanjutinya. Kedua, PPP merupakan tempat bernaung atau berlindung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan ketiga, PPP merupakan tempat untuk menyatukan aspirasi umat Islam dapat terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diambil dari http://ppp.or.id/page/ppp-dalam-lintasan-sejarah/index/ pada 21 April 2014.

2

Wanita ini dikenal seorang penyanyi dangdut, pemeran sinetron religi dan film dari Indonesia seperti Susuk Pocong, Rintihan Kuntilanak Perawan, dan Pelukan Hantu Janda Gerondong. Diambil dari http://politik.news.viva.co.id/news/read/490187-daftar-selebriti-jadi-caleg-ppp pada 12 April 2014.

Lawan caleg Angel Lelga di Dapil Jawa Tengah V adalah Makmun Halim Thohari, H. Suryanto, SH, Deasy Aryani Larasati, Muhammad Agus Choliq, Titik Widayati, S.ST, M.Kes, Suryo Broto, MBA. MSc., dan H. Slamet Badruddin, S.Ag. Diambil dari http://ppp.or.co.id/caleg/37/Jateng-5/pada 20 April 2014.

3

http://ppp.or.id/profil/caleg/angel-lelga-anggreyani.html. Diakses pada 20 April 2014.

4

Mat Solar adalah pemeran sinetron Bajaj Bajuri, Tukang Bubur Naik Haji, Senggal-Senggol, Sorgah di Telapak Kaki Ibu. Maha Kasih,Bang Jagur, Hidayah, Menuju SurgaMU, Si Entong, Mendung Tak Selamanya Kelabu. Setan Kredit, Dongkrak Antik, Perawan Rimba, dan

Dilihat Boleh Dipegang Jangan.Diambil dari http://politik.news.viva.co.id/news/read/490187-daftar-selebriti-jadi caleg-ppp pada 12 April 2014.

(16)

Jakarta Utara, dan Pulau Seribu.5 Okky Asokawati6 sebagai caleg nomor urut satu

PPP. Alasan penulis mengambil judul ini adalah pertama karena PPP partai yang

berasaskan Islam merupakan partai doktriner yang saat ini semakin mendekatkan

diri dan terbuka pada partai yang berideologi sekuler ataupun nasionalis sehingga

PPP menjadi partai yang pragmatis, akibatnya kepercayaan masyarakat kepada

partai-partai yang membawa ideologi sebagai asas perjuangan partainya semakin

berkurang. Kedua, mengenai rekrutmen politik, PPP lebih memilih merekrut artis

sebagai caleg. Seharusnya PPP yang berasaskan Islam merekrut tokoh-tokoh

Islam seperti ulama, kyai, dan kader-kader terbaik, tetapi PPP lebih memilih untuk

5

http://ppp.or.id/profil/caleg/nasrullah.html. Diakses pada 20 April 2014.

6

Okky Asokawati adalah peragawati, model, bintang iklan, pembawa acara televisi, dan pemain sinetron Senandung, dan juga mendirikan sekolah modeling OQ di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Diambil dari http://politik.news.viva.co.id/news/read/490187-daftar-selebriti-jadi-caleg-ppp pada 21 April 2014.

Lawan caleg Okky Asokawati di Dapil DKI Jakarta II adalah H. Ridho Kamaludin, Lena Maryana, Kivlan Zen, SIP., M.Si., Usni Hasnudin, S.IP., M.Si., Ridha Fidyana, H. Mohammad Rusli H.R. diambil dari http://ppp.or.id/caleg/21/dki-jakarta-2/ pada 21 April 2014.

7

http://ppp.or.id/profil/caleg/dra-hj-okky-asokawati-msi.html diakses pada 21 April 2014.

8

Ratih Sanggartwati adalah seorang penulis, pembicara, moderator, model beberapa di antaranya pada Carrie Model Agency Singapore, show tunggal Byblos di pulau Sentosa, show tunggal Kart Lagerfield, Pemotretan majalah Women Affairs, dan Pemotretan untuk British Fashion Big screen time square.

Lawan caleg Ratih Sanggartwaty di Jabar IX adalah Usman Muhammad Tokan, SE., H. Dony Ahmad Munir,S.T.,M.M, H. Julius Purnawan, SH, MSi., Hendang Setyo Rukmi, ST. , MT., Chepy Aprianto, S.PdI., S.Sos., Drs. H.Z Arifin Sanusi , M. MPD., Yuyun Yunani, S.Pd.I. Diambil dari http://ppp.or.id/caleg/31/jabar-9/ pada 21 April 2014.

9

(17)

merekrut artis. Dengan kata lain PPP lebih mempercayai artis sebagai wakil

rakyat daripada tokoh-tokoh Islam. Hal ini mengakibatkan kecilnya perolehan

jumlah suara yang didapatkan PPP selama pemilu. Dalam perekrutan artis untuk

pemilihan caleg sebaiknya ada Merit System10karena ini sangat penting dilakukan

untuk memperbaiki kualitas anggota legislatif.

Empat artis yang direkrut oleh PPP sebagai caleg pada pemilu tahun 2014

hanya Okky Asokawati yang lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat

(DPR) Rakyat Indonesia (RI) periode 2014-2019. Okky Asokawati yang tercatat

sebagai caleg dari PPP Dapil DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Selatan dan

Jakarta Pusat dalam rekapitulasi suara yang sudah ditetapkan oleh Komisi

Pemilihan Umum (KPU) secara resmi Okky Asokawati berhak menempati satu

kursi PPP dengan perolehan 35.727 suara.11

Empat caleg artis PPP sama-sama mempunyai popularitas masing-masing

yang berbeda. Dalam membangun popularitas politik itu memang perlu, tetapi

yang harus dibangun adalah popularitas partai politik (parpol) secara institusi

bukan popularitas yang hanya mengandalkan artis. Jika hanya menonjolkan

popularitas artis, hal ini menunjukkan bahwa PPP ini belum dikelola dengan baik

dan profesional.

10

Menurut Anas Urbaningrum Merit system adalah pengelolaan sumber daya manusia yang didasarkan pada prestasi (merit) yaitu segenap perilaku kerja pegawai dalam wujudnya sebagai prestasi yang baik atau prestasi buruk dan berpengaruh langsung pada naik atau turunnya penghasilan dan karir atau jabatan. Diambil dari http//bukharawrite.wordpress.com20140402 rekrutmen politik.

11

(18)

Kemenangan dalam pemilihan anggota legislatif juga bergantung pada

ketokohan artis yang direkrut. Jika artis yang direkrut memiliki kualitas dan

diakui ketokohannya, maka kemungkinan menang akan sangat besar karena

disukai dan diinginkan masyarakat. Faktor-faktor PPP merekrut artis sebagai

caleg adalah:

a. PPP melihat artis mempunyai basis masa dan pemikiran yang sejalan dengan

visi12 dan misi.13

b. Pemikiran PPP bahwasannya artis lebih mudah diingat14 oleh rakyat.

c. PPP sudah kebingungan memilih caleg dari kader-kader yang lain, maka dari

itu memutuskan untuk merekrut artis.15

d. Faktor pengidentifikasian diri atas kemampuan berpolitik yang ditinjau dari

faktor kecakapan politik.

e. Supaya lebih mendongkrak perolehan suara.

f. Membawa perhatian yang cukup besar dari masyarakat.

g. Walaupun artis yang berhijab kian juga sulit utuk diajak bergabung ke PPP,

mereka selebritis yang dianggap baik pada media sosial menolak bergabungnya

pada partai Islam.16

12Visi PPP adalah “Terwujudnya mas

yarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman. Diambil dari http://ppp.or.id/page/visi-dan-misi-ppp/index/ pada 21 April 2014.

13

Misi PPP adalah berkhidmat untuk berjuang dalam mewujudkan dan membina manusia dan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, meningkatkan mutu kehidupan beragama, mengembangkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Ibid.,

14

PPP lebih mudah mensosialisasikan caleg artis kepada rakyat dan memperlancarkan proses perkenalan pada caleg dengan rakyatnya.

15

(19)

Melihat kelima faktor PPP merekrut artis untuk ikut terjun ke dunia politik

dapat membawa pengaruh sosial pada masyarakat. Maka tidak heran jika PPP

partai yang berasaskan Islam merekrut artis dijadikan sebagai calon legislatif

untuk vote getter pada calon pemilih. Perekrutan artis sebagai caleg inilah yang

menjadi modal utama oleh PPP supaya berhasil dalam mendongkrak suara dan

mudah memperebutkan kekuasaan.

B. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan penjelasan sekilas mengenai perekrutan caleg artis sehingga

Partai Islam menjadi pragmatis, maka rumusan permasalahan yang dibangun

penulis dalam penelitian adalah:

a. Apa faktor-faktor PPP merekrut empat artis sebagai caleg pada pemilu tahun

2014?

b. Mengapa PPP yakin dengan merekrut caleg yang berperan artis bisa

mendongkrak suara pada pemilu?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian C.1. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui faktor-faktor latar belakang tentang perekrutan caleg artis oleh

(20)

a. Mengembangkan Ilmu Politik dalam hal perekrutan caleg artis melalui

partai politik Islam.

b. Memberikan gambaran tentang peran artis dalam partai politik Islam.

2. Manfaat Praktis

a. Memberikan kontribusi literatur keilmuan serta menjadikan penulisan ini

sebagai literatur dalam bidang politik.

b. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi partai politik

Islam dan elite politik.

D. Tinjauan Pustaka

Dalam memperkuat basis penelitian tentang rekrutmen politik, penulis

telah melakukan sejumlah telaah pustaka penelitian sebelumnya untuk

memberikan perbedaan perspektif penelitian ini. Penelitian tentang rekrutmen

caleg artis pada partai politik telah dilakukan dengan segmen yang berbeda-beda.

Pertama, skripsi Rizki Hakim17 ini menyebutkan bahwa Orde Reformasi

Indonesia telah membawa perubahan pada kehidupan demokrasi, awal

kemunculan dalam Era Reformasi ini ditandai dengan munculnya partai-partai

politik. Pada masa Orde Baru, kehidupan demokrasi di Indonesia dianggap belum

bisa membawa Indonesia kearah pembelajaran politik yang baik. Di Era Orde

Baru kehidupan berpolitik diatur oleh penguasa, ini dibuktikan dengan sedikit

partai poltik yang boleh ikut dalam pemilihan umum. Hal lain yang membuat

demokrasi tidak berjalan dengan baik.

17

Rizki Hakim, “Partisipasi Artis dalam Politik pada Pemilu Legislatif 2009,” Jurusan

(21)

Orde Reformasi yang terjadi pada 1988 telah membawa banyak perubahan

dalam tatanan dunia politik di Indonesia. Dimulai dengan munculnya partai-partai

politik baru sampai kepada perubahan sistem pemilu di Indonesia. Fenomena artis

yang melibatkan diri dalam dunia politik terjadi pada Orde Baru sampai Era

Reformasi, hal ini menandai bahwa artis tidak hanya sebagai pekerja di bisnis

hiburan melainkan juga terlibat dalam dunia politik. Artis hanya dijadikan media

kampanye partai politik. Berbeda dengan apa yang terjadi pada masa Reformasi

terutama pada pemilu 2004 dan 2009, para artis sengaja dijadikan calon anggota

legislatif oleh partai politik untuk dijadikan Vote Getter, walaupun pada

kenyataannya partai politik yang merangkul artis sebagian calon anggota legislatif

tidak mempunyai andil yang besar terhadap perolehan suara partai tersebut.

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan elektabilitas

selebritis jauh mengalahkan para politisi senior, contoh Eko Patrio di Partai

Amanat Nasional (PAN) juga mengalahkan Tifatul Sembiring. Oleh karena itu

seorang selebritis selain tampil karena kemampuan tetapi mereka juga karena

lebih banyak dikenal oleh masyarakat dari media sosial.

Hal ini merupakan nilai plus dari artis karena artis tidak perlu lagi

memperkenalkan dirinya kepada masyarakat, berbeda dengan halnya para elit

partai politik yang harus lebih banyak memperkenalkan dirinya kepada

masyarakat. Inilah yang menyebabkan mengapa partai-partai politik lebih memilih

(22)

Kedua, skripsi Dwi Setiawati18 yang membahas bahwa semua orang

memiliki hak politik yang sama dan juga punya hak untuk mencalonkan termasuk

artis yang direkrut oleh parpol. Bisa tidaknya menjalankan tugasnya sebagai wakil

rakyat bukan tergantung pada popularitas, kekuasaan, dan kekayaan tetapi yang

dilihat pada kemampuan dan kapabilitas orang tersebut, serta benar-benar ingin

total mengabdikan dirinya di dunia politiklah yang boleh maju ke kursi parlemen.

Fenomena banyaknya artis yang terjun kedunia politik merupakan

konsekuensi dari sistem pemilu terbuka yang dilaksanakan di Indonesia sehingga

orang dari segala macam latar belakang bisa ikut serta. Dengan pemilihan secara

langsung, popularitas seorang calon anggota legislatif menjadi penting. Tetapi

sebenarnya yang lebih penting lagi adalah faktor kemampuan dan kapabilitas

seorang calon legislatif. Masyarakat tidak boleh berprasangka buruk terhadap

artis, sebab semua orang memiliki hak politik yang sama. Masyarakat sangat

berharap para artis ini bisa belajar cepat untuk bekerja keras membela

kesejahteraan rakyat.

Menurut penulis skripsi tersebut tidak ada yang dikhawatirkan dalam

pencalonan caleg artis seperti Rieke Diah Pitaloka pada Partai Kebangkitan

Bangsa (PKB) karena artis juga punya hak untuk mencalonkan dirinya sebagai

anggota caleg. Jadi siapa yang bisa protes dalam pencalonan apalagi kualitas

Rieke juga tidak buruk pada sosial media. Bahkan Rieke memiliki pengalaman di

18

(23)

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perempuan dan sekolah S2 di Universitas

Indonesia.

Partai politik berusaha mendongkrak suara dengan cara menggunakan

publik figur yang cukup terkenal dikalangan selebritis. Alasan lain dari perekrutan

artis oleh parpol untuk menjadikan sebagai calon anggota dewan karena

kurangnya kader partai yang berkualitas. Banyaknya artis yang dicalonkan parpol

menjadi caleg itu artinya ada masalah regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan

dipartai tersebut dan itu tidak baik, profesi artis menjadi pilihan untuk maju dalam

pemilu legislatif dan pilkada merupakan suatu realitas, mengingat para artis

umumnya memiliki modalitas terpenting untuk mengikutinya yakni dikenal publik

dan disukai.

Ketiga, skripsi Nur Selvyana Sungkar19 Munculnya gerakan reformasi

merupakan langkah awal proses demokratisasi Indonesia dan menghancurkan

rezim otoriter Orde baru. Proses politk semakin membuka kesempatan bagi setiap

individu warga negara untuk terlibat dalam kegiatan politik tanpa adanya

determinasi dalam pihak-pihak tertentu yang seringkali mengekang keputusan

politik individu. Kemunculan artis dalam politik merupakan salah satu faktor

kebebasan nilai demokrasi dimana warga negara berhak terlibat didalamnya. Hal

inilah menginspirasi kalangan artis untuk berpartisipasi dalam kancah politik

praktis.

19Nur Selvyana Sungkar, “

Artis dan Politik: Faktor Kemenangan Rano Karno sebagai

Wakil Bupati Tangerang.” Jurusan Pemikiran Politik Islam. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2009.

(24)

Setelah terlibat sebagai anggota MPR RI dan menjadi Duta Besar UNICEF

untuk PBB dalam bidang pendidikan di Indonesia, Rano Karno akhirnya memilih

terjun dalam dunia politik dengan keinginan dirinya mencalonkan diri menjadi

calon gubernur DKI Jakarta pada 2007. Keinginan Rano tersebut tidak terlepas

dari keberadaan undang-undang pemilihan kepala daerah secara langsung,

sehingga mendorong Rano untuk melakukan pengabdian bagi masyarakat

walaupun pada kesempatan itu Rano belum berhasil karena minimnya dukungan

politik yang berasal dari partai politik.

Keterlibatan Rano Karno pada pemilihan kepala daerah sebagai wakil

bupati adalah cerminan fenomena demokrasi modern akan keterlibatan artis dalam

lingkup kekuasaan yang mana sudah dipraktikkan oleh beberapa negara

demokrasi modern. Beberapa faktor menjelaskan keterpilihan artis sebagai

pemimpin rakyat merupakan indikasi adanya pergeseran kepercayaan masyarakat

terhadap artis dengan keunggulan popularitas dan dukungan materi yang

memadai. Ketenaran Rano Karno menjadi bertambah dan melekat dihati

masyarakat melalui peran media cetak, surat kabar, majalah, tabloid turut pula

mempublikasikannya. Ketenaran Rano Karno makin meningkat dan menjadi idola

dikalangan masyarakat dikarenakan Rano selalu berperan sebagai protogonis

(sosok yang berbuat kebaikan) dalam setiap film atau sinetron yang

dimainkannya. Image Rano Karno yang tetap menjadi protogonis dimasyarakat

menjadikan hal tersebut membuktikan bahwa sosok peran yang dimainkan Rano

melahirkan sikap simpatik masyarakat dan semakin bertambah untuk menonton

(25)

Kemenangan artis melalui kontestasi pilkada tidak serta merta berdasarkan

kekuatan politik popularitas semata, melaika juga ditentukan oleh strategi partai

politik. Kesuksesan Rano Karno merupakan bukti nyata kemampuan artis dalam

dunia politik melalui dukungan masyarakat, partai politik, birokrat, pegusaha, dan

elemen masyarakat lainnya. Keberhasilan Rano Karno mampu meraih sukses

sebagai pemimpin daerah mendampingi incumbent Ismet Iskandar, sehingga

menempatkan Rano Karno sebagai artis pertama yag berhasil mejadi pemimpin

melalui pemimpin kepala daerah.

Persamaannya skripsi ini dengan penelitian pertama, kedua, dan ketiga

adalah sama-sama merekrut artis juga mempunyai tujuan yang sama untuk

mendongkrak suara.

Perbedaannnya skripsi ini dengan penelitian pertama bahwa PAN dari

awal sudah yakin artis yang direkrut tidak mempunyai andil yang besar untuk

perolehan suara sedangkan PPP yakin dalam merekrut empat artis dapat

mendongkrak suara. Perbedaan dengan penelitian kedua merekrut artis karena

kekurangan kader partai yang berkualitas sedangkan PPP sengaja untuk merekrut

artis karena popularitas, dan perbedaan dengan penelitian yang ketiga adalah artis

yang berpartisipasi atau terjun ke dalam dunia politik sendiri tanpa ada yang

merekrutnya untuk dijadikan sebagai pemilihan kepala daerah (pilkada)

(26)

E. Metode Penelitian E.1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan dukungan data

kualitatif melalui wawancara mendalam dan dokumentasi.20Data kualitatif juga

diperoleh dari sejumlah penelitian sebelumnya dengan tema terkait yang

menyediakan data-data terkait berkenaan dengan rekrutmen artis untuk caleg pada

partai-partai politik. Menurut Moloeng, pendekatan ini diharapkan dapat

mengungkap permasalahan yang berhubungan dengan penelitian.

Pendekatan kualitatif digunakan karena beberapa pertimbangan. Pertama,

menyesuaikan pendekatan kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan

kenyataan ganda. Kedua, Metode ini menyajikan secara langsung hakikat

hubungan antara peneliti dan informan. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih

dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan

terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Pendekatan ini lebih efektif karena

didalam melakukakan wawancara terjadi hubungan langsung antara peneliti dan

informan.21

E.2. Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang akan digunakan penulis adalah sebagai

berikut:

(27)

Wawancara adalah pertemuan penulis dengan caleg artis PPP dan juga

tiga anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang bertanggung jawab, dimana

jawabannya akan menjadi data mentah. Secara khusus wawancara adalah alat

yang baik untuk menghidupkan topik penulisan.

Wawancara dilakukan secara bebas terpimpin, yaitu bebas dalam

mengadakan wawancara dengan berpijak pada pedoman dan memberikan

kebebasan untuk menjawab pertanyaan, namun jika jawaban kurang mengenai

sasaran, peneliti menjelaskan kembali pertanyaan sebelumnya dan

menjelaskannya secara sistematis kepada caleg artis dan tiga anggota DPP PPP.22

Wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang

sebelumnya telah disusun oleh penulis sebagai acuan dan sifatnya tidak mengikat

sehingga banyak pertanyaan baru yang muncul pada saat wawancara terkait

dengan rekrutmen caleg artis Angel Lelga, Mat Solar, Okky Asokawati, dan Ratih

Sanggarwati sebagai anggota legislatif melalui PPP.

b. Dokumentasi

Cara pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari

sumber-sumber literatur buku seperti Dasar-dasar Ilmu Politik, Perekrutan Kaum Elit dan

Pembangunan Politik dalam Elit dan Modernisasi dan jurnal Penarikan Pegawai

(Recruiting) yang ada hubungannya dengan permasalahan. Literatur ini dapat dikatakan sebagai sumber data tertulis yang terbagi dalam dua kategori yaitu

sumber resmi dan tidak resmi. Sumber resmi dibuat oleh lembaga/perorangan atas

22

(28)

nama lembaga, sedangkan sumber tidak resmi dibuat oleh individu tidak atas

nama lembaga.

E.3. Sumber dan Jenis Data

Sumber data diperoleh dari buku, internet, dan koran yang penulis

masukan serta hasil dari wawancara caleg artis. Sebelum digunakan dalam proses

analisis, data dikelompokkan terlebih dahulu sesuai dengan jenis dan karakteristik

yang menyertainya. Berdasarkan sumber pengambilannya, data dibedakan atas

dua macam, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang

diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan dari sumber asli23 seperti yang

didapatkan oleh penulis dari empat caleg artis dan tiga DPP PPP.

Data ini diperoleh melalui informan dengan menggunakan teknik

wawancara. Dalam pelaksanaan teknik ini penulis mengumpulkan data melalui

komunikasi langsung dengan informan. Data sekunder adalah data yang diperoleh

atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber

yang telah ada. 24 Data ini diperoleh secara tidak langsung melalui studi

kepustakaan, melalui kajian buku-buku dan literatur yang relevan dengan obyek

yang diteliti.

E.4. Analisis Data Penelitian

Analisis data merupakan suatu proses penyederhanaan data yang mudah

dibaca dan diinterprestasikan. Analisa data dilakukan sejak awal penelitian hingga

penelitian selesai. Untuk menganalisa data yang akan dikumpulkan dalam

23

Pupuh Fathurahman, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), hal. 146.

24

(29)

penelitian ini, maka digunakan teknik analisa kualitatif, yaitu analisis deskriptif

kualitatif.25

Analisis ini juga dimaksudkan agar kasus-kasus yang terjadi di lokasi

penelitian dapat dikaji lebih mendalam dan fenomena yang ada dapat

digambarkan secara lebih terperinci. Analisa data akan dilakukan melalui enam

alur yakni: reduksi data dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok,

memfokuskan pada hal-hal yang penting, serta membuat memo sehingga data dari

informan lebih teratur dan sistematis, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data

yaitu susunan informasi yang diperoleh berupa deskripsi untuk menganalisis data,

dan terakhir penarikan kesimpulan dari berbagai hal yang akan ditemui dalam

pengumpulan data mengenai rekrutmen artis sebagai anggota legislatif pada partai

politik Islam.

Data analisas ini akan disajikan secara terstruktur dengan maksud supaya

mudah dipahami. Pada bagian akhir skripsi ini, sejumlah kesimpulan ditarik

berdasarkan hasil analisis dan pembahasan atas data. Pokok-pokok kesimpulan ini

merupakan temuan-temuan utama yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian

ini sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Penarikan

kesimpulan dilakukan setelah memverivikasi data selama penelitian berlangsung.

Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan

langkah-langkah yang terkait dan dikerjakan secara berkesinambungan.

25

(30)

F. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan skripsi ini supaya mempermudah dalam memahami isi

skripsi, maka penulis membagi skripsi ini dalam lima bab sebagai berikut:

BAB I: Pendahuluan pada bab ini peneliti memaparkan permasalahan PPP

merekrut artis yang dijadikan sebagai caleg dengan tujuan mendongkrak suara dan

merebut kekuasaan. PPP yakin dengan merekrut artis sebagai caleg, tujuan

utamanya tercapai yaitu mendongkrak suara dan memperebutkan kekuasaan.

Penulisan tersebut berdasarkan berdasarkan pada metode penelitian kualitatif.

BAB II: Pada bab ini akan dipaparkan mengenai teori dan konsep yang

dipergunakan dalam pendekatan yang menjelaskan pokok permasalahan skripsi

ini yaitu Partai Politik bukan lagi sebagai penyaluran aspirasi masyarakat tetapi

semata-mata hanya memperebutkan kekuasaan, Partai Islam pada Era Reformasi

ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat, Ideologi seolah-olah lebur dari PPP,

Pragmatisme Menguat, dan Rekrutmen politik pada perekrutan artis semakin

menjadi-jadi.

BAB III: Penulis akan membahas tentang gambaran umum PPP dari Orde

Baru sampai Era Reformasi dan profil-ptofil caleg artis Angel Lelga, Mat Solar,

Okky Asokawati, dan Ratih Sanggarwati dalam pemilihan calon legislatif 2014.

BAB IV: Pada bab ini merupakan bagian yang berisikan tentang

permasalahan yang diangkat oleh penulis. Penulis akan menjelaskan faktor-faktor

PPP merekrut artis Angel Lelga, Mat Solar, Okky Asokawati, dan Ratih

(31)

BAB V: Penulis akan menyimpulkan pembahasan mengenai skripsi ini

dari bab I sampai bab IV, sekaligus menjadi penutup pada pokok permasalahan

perekrutan caleg artis oleh PPP dan selanjutnya di bab V ini terdapat saran dan

(32)

BAB II

Kajian Teori dan Konseptual

Dalam pembahasan ini akan menjelaskan beberapa teori pendukung yang

membantu dalam penulisan skripsi ini. Teori pendukung itu nantinya digunakan

sebagai bahan untuk mengkaji lebih dalam masalah-masalah yang terkait dalam

pola perekrutan calon legislatif (caleg) artis oleh Partai Persatuan Pembangunan

(PPP). Adapun kerangka teoretis yang menjadi landasan berpikir penulis dalam

mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data penelitian ini adalah:

A. Partai Politik

PPP merupakan salah satu sarana penting penyaluran aspirasi masyarakat

dan sebagai kendaraan politik yang pada umumnya ada pada negara-negara

berdaulat serta merdeka. Partai politik (parpol) secara umum dapat dikatakan

sebagai suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai tujuan

yang sama dalam mencapai cita-cita visi dan misinya pada partai. Tujuan PPP

merekrut caleg adalah untuk memperebutkan suara ketika pemilihan umum

(Pemilu) dan mendapatkan kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Republik Indonesia (RI) supaya mereka dapat melanjutkan visi misi pada

partainya dan melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka, baik dengan

cara konstitusional maupun inkostitusional.1

1

(33)

Melihat partai politik sebagai organisasi untuk mengekspresikan

kepentingan ekonomi sekaligus mengapresiasikan dan mengatur konflik. Partai

politik dilihat sebagai organisasi yang mempunyai kegiatan berkesinambungan

serta secara organisatoris memiliki cabang mulai dari tingkat pusat sampai

ketingkat daerah.2

A.1. Klasifikasi Partai Politik

Klasifikasi itu dapat diketahui dari tiga dasar kriteria, yaitu asas dan

orientasi, komposisi dan fungsi, serta basis tujuan dan sosial.3

Dari sisi asas dan orientasi, parpol dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe,

yaitu :

1. Parpol pragmatis, yaitu PPP merekrut caleg artis yang sangat mudah didoktrin

sehingga ideologi PPP memudar.

2. Parpol doktriner, ialah suatu parpol yang memiliki sejumlah program dan

kegiatan konkrit sebagai penjabaran ideologinya.

3. Parpol kepentingan merupakan suatu parpol yang dibentuk dan dikelola atas

dasar kepentingan tertentu, seperti petani, buruh, etnis, agama, yang secara

langsung ingin berpartisipasi dalam pemerintahan.

Jika melihat klasifikasi partai politik berdasarkan asas dan orientasinya,

PPP merupakan tipe partai pragmatis karena dapat dilihat bahwa PPP memiliki

program-program dan kegiatan yang tidak terikat pada doktrin atau ideologi

tertentu dengan program kerja yang cenderung merupakan cerminan dari gaya

2

Joseph Lapalombara dan Myron Weiner, Political Parties and Political Development, (Princeton UP, Princeton, 1966), hlm 42.

3

(34)

caleg artis tahun 2014 yaitu seperti Angel Lelga, Mat Solar, Okky Asokawati, dan

Ratih Sanggarwati.

Berdasarkan komposisi dan fungsinya, parpol dapat dikategorikan menjadi

dua, yaitu:

1. Partai massa, adalah parpol yang mengandalkan kekuatan pada keunggulan

jumlah anggota (kuantitas) dengan cara mobilisasi massa

sebanyak-banyaknya, dan mengembangkan diri sebagai pelindung bagi kelompok

dalam masyarakat.

2. Partai kader, adalah suatu parpol yang mengandalkan kualitas anggota,

kedekatan organisasi, dan disiplin anggota sebagai kekuatan utama.

Jika dilihat dari komposisi dan fungsinya PPP dapat digolongkan partai

kader karena PPP merupakan partai Islam yang mengandalkan kualitas caleg artis

yang menjadi alat agar lebih mudah dipahami dan diingat oleh masyarakat

sehingga mendongkrak suara.

Berdasarkan basis sosial dan tujuannya, parpol dapat digolongkan menjadi

4 tipe, yaitu:

1. Parpol yang beranggotakan lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat seperti

kelas atas, menengah, dan bawah.

2. Parpol yang anggotanya berasal dari kalangan kelompok kepentingan tertentu

seperti buruh, petani, dan pengusaha.

3. Parpol yang anggotanya berasal dari pemeluk agama tertentu seperti Islam,

(35)

4. Parpol yang anggotanya berasal dari budaya tertentu, seperti suku bangsa,

bahasa, dan daerah tertentu.

Dilihat dari basis sosial dan tujuannya PPP merupakan parpol yang semua

caleg anggotanya memeluk agama Islam.

B. Partai Islam

Sebelum melangkah lebih jauh penulis akan menjelaskan yang dimaksud

dengan “Partai Islam”. Ada dua unsur pokok yang membuat sebuah partai dapat

disebut sebagai Partai Islam. Pertama, partai-partai yang secara resmi mengadopsi

Islam sebagai dasar partai, sebagaimana yang sudah dikemukakan dokumen resmi

yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kedua, partai–partai itu menggunakan

simbol-simbol yang identik atau secara dekat diasosiasikan dengan Islam seperti gambar

bulan bintang, Ka’bah, kalimat atau adanya tulisan huruf arab.4

Partai Islam adalah partai yang berupaya menyadarkan masyarakat dan

berjuang bersamanya untuk melanjutkan kehidupan Islam. Partai Islam tidak

ditujukan untuk meraih suara dalam pemilu atau berjuang meraih kepentingan

sesaat, melainkan partai yang berjuang untuk merubah sistem sekular menjadi

sistem yang diatur oleh syariah Islam.

PPP yang tujuannya adalah untuk menegakkan kedaulatan Tuhan dimuka

bumi dan menjadikan Islam sebagai jalan hidup didunia ini seharusnya

tokoh-tokoh partai akan dikhususkan kepada orang-orang yang sungguh-sungguh

beriman dan bertawa yaitu orang-orang yang ikhlas berjuang untuk menegakkan

4

(36)

kalimah Allah dan mencari keridhaan-Nya. Orang-orang yang berniat

mengeksploitasi Islam untuk mencari kekuasaan keduaniaan yang bersifat

sementara, tidak diterima menjadi pengurus.5

Indonesia adalah negeri Muslim terbesar di dunia, namun PPP sebagai

partai yang berasaskan Islam malah dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Beberapa penyebab kegagalan PPP dalam pemilu:6

a. Partai nasionalis lebih terlihat berkuasa pada kebangsaan.

b. PPP tidak memiliki konsepsi yang jelas dan tegas.

c. PPP tidak menjalankan metode yang jelas, sehingga yang dipikirkan hanya

memenangkan pemilu dengan cara merekrut caleg artis.

d. Tidak adanya ikatan yang kuat di antara para anggotanya yang ada hanya

lebih pada kepentingan melainkan kurangnya solidaritas.

e. Partai-partai secara umum hanya diperuntukkan bagi kemenangan pemilu.

Kegiatannya terkait persoalan rakyat hanya digiatkan menjelang pemilu.

Umumnya partai kurang aktif, kalaupun aktif lebih disibukkan dengan

aktivitas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk meloloskan calonnya.

f. Anggota/pengurus tidak mencerminkan partai Islam sesungguhnya.

Caleg PPP yang gagal dalam memperoleh kursi yang signifikan dalam

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)7

perannya sangat bergantung pada:

5

Yusril Ihza Mahendra, Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam (Perbandingan Partai Masyumi Indonesia dan Partai Jama’at al-Islami Pakistan), (Jakarta: Paramadina, 1999), hlm. 90.

6

http://hizbut-tahrir.or.id/2008/07/30/partai-politik-dalam-islam/. Diakses pada 06 Maret 2015.

7

(37)

1. Kurangnya kesatuan atau karena sedikitnya kebersamaan internal pada

kelompok PPP.

2. Adanya perkembangan dan situasi politik eksternal, khususnya dalam partai

Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

(PDIP).

Berkembangnya PPP memang tidak terpisah dari aspek historis, PPP

menggunakan identitas berasaskan Islam, karena didasarkan pada ide untuk

menempatkan Islam sebagai inspirasi hidup.

C. Ideologi

Ideologi adalah sebagai suati istilah yang dipergunakan untuk sekelompok

cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi serta filsafat

sosial yang dilaksanakan bagi suatu rencana sistematis tentang cita-cita yang

dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat.8 Fungsi ideologi yaitu9

sebagai struktur kognitif yaitu keseluruhan pengetahuan yang merupakan landasan

untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian di alam sekitar,

orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta

menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia, norma-norma yang menjadi

pedoman dan pegangan bagi seorang untuk melangkah dan bertindak, bekal dan

jalan bagi seseorangu untuk menemukan identitasnya, kekuatannya yang mampu

menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan

8

Menurut Harold H. Titus, dibuku “The Living Issues of Philosophy.” http://www.apapengertianahli.com/2014/06/apa-pengertian-ideologi-ahli.html. Diakses pada 17 Mei 2015.

9

(38)

mencapai tujuan, dan pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk

memahami, menghayati, serta memolakan tingkah-lakunya sesuai dengan

orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalamnya.

Sejak Era Reformasi, sistem kepartaian di Indonesia mengalami

pergeseran dalam hal orientasi ideologi partai, dimana dalam setiap pemilihan,

PPP tidak lagi melihat persoalan ideologi tapi lebih berorientasi kepada

pencapaian kekuasaan. PPP awalnya merupakan partai yang memiliki basis

ideologi sebagai partai doktriner yang beridentitas partai kader dan mulai bergeser

menjadi partai pragmatis. Ideologi mengandung pengertian gagasan, keyakinan,

nilai, dan pandangan hidup dalam negara atau politik.10 Pemikiran atau pandangan

politik tertentu sudah inheren dengan kehidupan partai. Meskipun suatu partai

memiliki program yang bersifat universal misalnya sama-sama memperjuangkan

keadilan dan demokrasi, partai politik tetap tidak bisa terlepas dari pandangan

tertentu yang menjadi nilai dasar dalam menentukan ciri dan identitas partainya.

Ideologi PPP itu tercermin dari visi dan misinya. Walaupun PPP merekrut

caleg artis, visi dan misi PPP bisa dilihat dari program-program partai dalam

memperjuangkannya. Teori aliran Herbeth Feith hasil pengembangan dari teori

aliran Cliffod Geerzt tidak cukup membantu dalam menganalisis orientasi

ideologi-ideologi partai politik. Herbert Feith menggambarkan corak ideologi

partai-partai pada 1950-an, kedalam lima aliran besar diantaranya Nasionalisme

Radikal, Tradisionalisme Jawa, Islam, Sosialisme Demokratis, dan Komunisme11

10

Ibid.,hlm, 95.

11

Kacung Marijan, Sistem Politik Indonesia “Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru”,

(39)

tidak berlaku lagi dalam Era Reformasi. Corak politik aliran seperti ini tidak

hanya berbeda, tetapi juga bernuansa konfliktual karena di antara mereka terdapat

perbedaan-perbedaan nilai yang cukup mendasar. Nahdlatul Ulama (NU)

memiliki aliran ideologis Islam yang bertitik singgung dengan Tradisionalisme

Jawa, dan menimbulkan adanya jarak ideologi yang jauh antara partai berideologi

agamis dengan partai berideologi sekuler.

Ikatan-ikatan ideologi seperti ini yang menjadikan sebuah ancaman pada

masa pemerintahan Orde Baru. Ideologi yang menjadi asas PPP hanya sebagai

aksesoris dan retorika politik dan tidak diterapkan dalam aktifitas politiknya.

Padahal selama ini ideologi merupakan arah dan petunjuk partai politik untuk

memperjuangakan kondisi masyarakat.12 Nilai-nilai atau ideologi PPP telah luntur

oleh proses kompromi dan aspek kepraktisan. Ideologi atau cita-cita moral untuk

mewujudkan kemaslahatan bersama sudah luntur, PPP sudah melupakan ideologi

sebagai panduan gerak poltiknya. Adanya ketidakjelasan ideologi PPP

menggambarkan bahwa partai Islam tersebut hanya mengejar kekuasaan sehingga

bisa seenaknya berkoalisi dengan partai apapun tanpa didasari oleh visi dan misi

perjuangan yang sama, inilah yang menyebabkan lahirnya pragmatisme partai

Islam.

PPP tidak lagi memikirkan pengorganisasian gerakan sistematis di tengah

masyarakat untuk mendorong perubahan tertentu. Melainkan hanya memikirkan

cara memenangkan pemilu. Sehingga ini berdampak kepada perubahan perekrutan

12

(40)

kader partai.13 PPP hanya berkonsentrasi untuk menarik kelompok profesional

yang mempunyai kemampuan untuk membantu memenangkan pemilu atau

merekrut artis yang berpotensi besar menggalang dukungan suara. Sehingga PPP

tidak peduli apakah caleg itu memiliki latar belakang ideologis yang sama atau

bahkan berseberangan sama sekali yang penting bisa menyumbangkan dana,

pikiran, dan tenaga untuk memenangkan pemilu.

D. Pragmatisme Menguat

Secara etimologi pragmatisme berasal dari bahasa Yunani, pragma yang

berarti guna, sesuatu yang dilakukan, dan tindakan kerja.14 Pragmatisme adalah

aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa segala tindakan bersifat praktis

dapat memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata.15 Fungsi pragmatis adalah fungsi

dalam kehidupan nyata pada manusia yang melegitimasi suatu kekuasaan agar

terlihat kuat dan berwibawa.16

Melihat kondisi masyarakat yang plural termasuk dari segi agama, PPP

yang bersaskan Islam kini sedikit realistis dan tidak lagi idealis. Akhirnya

ditempatkanlah satu hingga beberapa kader tanpa almamater Islam untuk menarik

suara yang lebih besar dan tidak lagi terpaku pada satu obyektivitas suara.

PPP berharap dapat mengumpulkan suara dalam jumlah banyak dengan

menempuh cara termudah yaitu mengambil jalan pragmatis dengan merekrut para

artis yang menjadi idola masyarakat. Inilah yang disebut dengan pragmatis dan

13

Ari Dwipayana dan Hasto Kristiyanto,Parpol Tanpa Ideologi Menaruh Harapan pada Partai Politik, Kompas, 25 Oktober 2011, hlm. 5.

14

http:kamusbahasaindonesia org/pragmatisme. Diakses pada 25 Februari 2015. 15

Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani, Filsafat Umum dari Metodologi sampai Teofilosofi,(Bandung: CV. Pustaka Setia, 2008), hlm. 319.

16

(41)

hilangnya ideologi dalam PPP. Pragmatisme telah menjalar dalam paham PPP dan

ideologi lama seolah-olah lebur. Jika PPP telah pragmatis dapat dipastikan

partai-partai penegak demokrasi akan berjalan sempoyongan tanpa acuan. Berjalan

secara pragmatis akan membuat PPP menempuh cara yang praktis dengan

mengesampingkan idealisme dan rasionalisme demi mencapai popularitas dan

suara sebanyak-banyaknya.

Membicarakan pragmatism tidak dapat dilepaskan dari Charles S. Pierce,

William James dan John Dewey. Ketiga tokoh tersebut sama-sama masuk dalam

aliran pragmatisme, namun diantara ketiga tokoh tersebut memiliki fokus

pembahasan yang berbeda Charles S. Pierce lebih ditekankan dengan filosof ilmu,

William James dengan filosof agama, dan John Dewey dengan filosof sosialnya.

Walaupun ketiganya berbeda pada penekanannya tetapi ketiga pemikir utama

pragmatism menganut garis yang sama yaitu kebenaran suatu ide harus dibuktikan

dengan pengalaman.

Pragmatis merupakan cara pandang atau pola pikir seseorang yang ingin

memperoleh atau mendapatkan sesuatu dengan cara-cara mudah dan praktis,

begitu juga dengan halnya PPP yang merekrut caleg artis dengan bertujuan untuk

memperoleh banyak suara dengan mengandalkan popularitasnya.

Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa

kriteria kebenaran sesuatu ialah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan

nyata.17 Aliran seperti ini terlihat seperti PPP yang merekrut artis sebagai caleg

yang bersedia menerima segala sesuatu asal dengan cara praktis dan membawa

17

(42)

keuntungan. Penganut pragmatisme memandang hidup manusia sebagai suatu

perjuangan untuk hidup yang berlangsung terus-menerus yang didalamanya

terpenting adalah konsekuensi-konsekuensi yang bersifat praktis. Bagi kaum

pragmatis untuk mengambil tindakan tertentu, ada dua hal penting. Pertama, ide

atau keyakinan yang mendasari keputusan yang harus diambil untuk melakukan

tindakan tertentu. Dan yang kedua, tujuan dari tindakan itu sendiri. Charles S.

Pierce mengatakan demikian:

”Dalam memastikan makna yang ada harus didasari oleh konsepsi akal,

maka dari itu kita harus memperhatikan konsekuensi-konsekuensi praktis apakah yang niscaya akan timbul dari kebenaran-kebenaran konsepsi

tersebut berbentuk menguntungkan atau malah merugikan.”18

Apa yang dikatakan oleh Peirce tersebut merupakan prinsip pragmatis

dalam arti yang sebenarnya. Pragmatisme dalam hal ini tidak lain adalah suatu

metode untuk menentukan konsekuensi praktis dari suatu ide atau tindakan. Aliran

ini menekankan pada praktik dalam mengadakan pembuktian kebenaran yang

dapat dilihat dari tindakannya yang praktis atau dari segi kegunaan yang berusaha

menemukan asal mula serta hakikat yang merupakan kegiatan sangat menarik

meskipun kegiatannya luar biasa sulitnya. Pragmatisme pada PPP hanya berusaha

untuk memperbanyak suara dengan cara merekrut caleg artis yang merupakan

konsekuensi praktis dalam persaingan.

E. Rekrutmen Politik

` Rekrutmen politik merupakan seleksi, pemilihan, dan pengangkatan

seseorang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik. Secara

18

Charles S. Pierce, “How to Make Our Ideas Clear”,Classic American Philosopher,

(43)

umum rekrutmen politik pada caleg artis adalah suatu proses dimana PPP

menempatkan artis-artis pada pemilu supaya bisa mendapatkan kursi Dewan

Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dan bisa memperjuangkan visi

misinya. Adanya perekrutan para artis menjadi caleg mengakibatkan dapat

memotong mata rantai proses kaderisasi internal PPP dan hal ini juga menutup

peluangnya para kader yang sejak awal merintis dan menekuni kerja-kerja

kepartaian. Proses dalam mengangkat seorang berbakat yang dianggap mampu

menduduki suatu posisi atau jabatan dapat berpartisipasi secara langsung dalam

setiap kegiatan organisasi yang berorientasi kepada kualitas dan kuantitas caleg

artis serta menghidupkan regenerasi untuk eksistensi organisasi.

Fungsi rekrtumen caleg artis pada politik adalah suatu proses seleksi atau

rekrutmen anggota-anggota kelompok untuk mewakili kelompoknya dalam

jabatan-jabatan administratif maupun politik. Apabila kata rekrutmen

menambahkan kata politik dibelakangnya, maka akan merujuk pada suatu proses

dimana partai politik mengangkat aktor dan menempatkan pada posisi atau

jabatan tertentu, baik pada infrastruktur maupun pada suprastruktur politik,

sehingga yang bersangkutan terlibat dalam proses kehidupan politik.

Menurut Lester Seligman menyatakan bahwa pola rekrutmen mencakup

dua proses yaitu pertama, perubahan dari peranan non politik menjadi peranan

politik yang berpengaruh dalam hal partai politik itu sendiri. Kedua, penetapan

(44)

penyeleksian pada perekrutan artis dipastikan orang-orang yang sudah mengerti

dalam dunia politik khususnya dalam memainkan perannya.19

Salah satu tugas pokok dalam rekrutmen politik bagaimana PPP dapat

mempersiapkan artis-artis yang direkrut berkualitas untuk bisa duduk di lembaga

legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR/DPRD).20Adanya rekrutmen

politik pada keempat artis dimaksudkan untuk memenangkan pertarungan

merebut kekuasan dalam pemilu legislatif. Pada kasus rekrutmen politik yang

pragmatis dalam ikatan ideologi, harus diakui bahwa di Era Reformasi ini adalah

Era politik aliran yang sudah berakhir dan pragmatisme kian menjadi-jadi di PPP.

Rekrutmen Politik menurut Almond dan Powell adalah suatu proses

dimana terjadi penseleksian calon-calon masyrakat yang dipilih untuk menempati

kursi-kursi penting di dalam peranan politik, termasuk dalam jabatan birokrasi dan

jabatan administrasi.

Teori Almond dan Powell prosedur-prosedur rekrutmen politik terbagi

dalam dua bagian yaitu :21

1. Prosedur tertutup artinya rekrutmen dilakukan oleh elit partai yang memiliki

kekuasaan untuk memilih calon-calon yang dianggap layak diberikan jabatan

berdasarkan skill dan kapasitas yang dimilikinya untuk memimpin. Sehingga

prosedur ini dianggap prosedur tertutup karna hanya ditentukan oleh beberapa

orang saja.

19

Lester G. Seligmen, Perekrutan Kaum Elit dan Pembangunan Politik dalam Elit dan Modernisasi. (Yogyakarta: Liberty, 1989), hlm. 15-16.

20

Koirudin, Partai Politik dan Agenda Transisi Demokrasi : Menakar Kinerja Partai Politik Era Transisi di Indonesi, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 99.

21

(45)

2. Prosedur terbuka artinya setiap masyarakat berhak untuk memilih caleg artis

siapa saja yang bakal menjadi calon pemimpin didalam negaranya termasuk

serta pengumuman hasil pemenang dari kompetisi tersebut dilaksankan secara

terbuka, dan terang-terangan. Dikenal dengan istilah Langsung Umum Bebas

dan Rahasia (LUBER), jujur dan adil (JURDIL) didalam rekrutmen politik

juga dikenal istilah jalur-jalur politik yang perlu kita ketahui secara luas

kajian-kajiannya antara lain:

a. Jalur rekrutmen berdasarkan kemampuan-kemampuan dari PPP atau calon

legislatif artis yang artinya jalur ini menjadi kriteria dasar dalam

perekrutan seseorang karena dinilai dari berbagai segi yaitu

kriteria-kriteria tertentu, distribusi-distribusi kekuasaan, bakat-bakat caleg artis

yang terdapat didalam masyarakat, dan juga dapat menguntungkan partai

politik.

b. Jalur rekrutmen berdasarkan kaderisasi ini ada dikelompok PPP artinya

PPP yang merekrut caleg artis untuk mempersiapkan kemampuannya

dalam mendapatkan jabatan-jabatan politik yang lebih tinggi jenjangya

serta mampu membawa/memobilisasi partai-partai politiknya sehingga

memberi pengaruh besar dikalangan masyarakat.

c. Jalur rekrutmen politik berdasarkan ikatan promodial. Promodial ini

terjadi karena adanya hubungan kekerabatan yang dekat antara artis dan

elit politik yang memiliki jabatan politik sehingga memindahkan atau

memberi jabatan tersebut kepada kerabat terdekatnya yang dianggap

(46)

Di Indonesia pemilihan umum merupakan kesempatan bagi anggotanya

yang dianggap mampu untuk mewakili partainya di dalam lembaga legislatif. PPP

yang ingin merekrut artis untuk dijadikan peserta pemilu terlebih dahulu

menyeleksi dan memilih artis yang berbakat dengan beberapa persyaratan yang

harus dipenuhi untuk bisa menjadi calon legislatif dengan mewakili partainya

dalam pemilu.

Untuk mempertahankan suatu jabatan, PPP lebih memilih menampilkan

artis yang telah direkrut dalam memiliki kemampuan bercakap atau keahlian

khusus dan juga mempunyai pengaruh pada masyarakat khususnya pemilih.

Sistem demokrasi yang sudah mapan, para tokoh politik yang direkrut terdiri dari

orang-orang dengan latar belakang keahlian tertentu, seperti pengusaha, artis dan

bahkan individu yang memiliki pengaruh tertentu dalam suatu wilayah.

Pola rekrutmen politik pada caleg artis mengalami perkembangan sejalan

dengan berkembangnya kualitas kehidupan sosial politik masyarakat. Namun

rekrutmen politik, seperti peserta politik cenderung pada masyarakat dengan latar

belakang kelas menengah atau kelas atas, dan yang biasanya terdapat dari kelas

lebih rendah dapat mencapai masuk melalui jalur pendidikan.

Rekrutmen politik, kepemimpinan politik dan pemerintahan khususnya

oleh masyarakat modern yang telah mengenal lebih dalam tentang teknologi

membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih suatu jabatan

dibandingkan melalui pendidikan atau pelatihan. Pelaksanaan rekrutmen politik

(47)

terhadap kebijaksanaan politik khususnya penempatan anggota dalam badan

legislatif yang akan berfungsi sebagai decision maker (pengambilan keputusan).

Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam proses rekrutmen elit politik

ini didasarkan sejumlah pertimbangan berikut ini:22

a. Perekrutan caleg artis oleh PPP merupakan indikator yang sensitif dalam

melihat nilai-nilai dan distribusi pengaruh politik dalam sebuah masyarakat

dan juga memungkinkan untuk memahami dinamika kerja internal sebuah

masyarakat.

b. Pola-pola perekrutan caleg artis merefleksikan sekaligus mempengaruhi

masyarakat lewat pemahaman yang bisa diungkapkan seperti sistem nilai, tipe

keterwakilan politik, serta basis dan stratifikasi sosial dalam sebuah

masyarakat.

c. Pola-pola rekrutmen elit politik merupakan indikator yang penting untuk

melihat pembangunan dan perubahan dalam masyarakat politik.

Dalam proses pemilihannya pun ada berbagai macam yang dilakukan,

seperti teknis seleksi, undian dan dilaksanakan oleh partai politik yang

disesuaikan dengan kondisi wilayah dimana proses rekrutmen politik

dilaksanakan. Pemaparan di atas menyebutkan rekrutmen politik dimaksudkan

untuk menyeleksi kader-kader baik yang akan diposisikan ke dalam lembaga

legislatif merupakan salah satu fungsi yang esensial bagi sebuah partai politik.

Seiring berjalannya mekanisme yang jelas tentu akan memunculkan kader-kader

yang berkualitas.

22

(48)

Berbicara tentang rekrutmen ada kaitannya dengan merit system dalam rangka pada penempatan jabatan,seorang pemimpin harus dapat mengembangkan

potensinya secara tepat, sehingga proses pengangkatan dan penempatan dalam

jabatan struktural betul-betul menganut merit system, yaitu: berdasarkan

kemampuan atau keahlian tertentu sesuai dengan tingkatan jabatannya.

Gambar II.1. Kompensasi Calon Legislatif

Ilustrasi diatas menunjukkan konsep pemberian kompensasi berdasarkan

kinerja. Garis vertikal menunjukkan kinerja, sedangkan garis horizontal

menunjukkan kompensasi yang diterima. Grafik menunjukkan pergerakan

kompensasi yang diterima caleg akan mengikuti kinerja caleg yang bersangkutan.

Kinerja rendah akan memperoleh kompensasi minimum, sedangkan kinerja tinggi

akan memperoleh kompensasi maksimum.

Merit system adalah calon yang lulus seleksi yang benar-benar didasarkan

pendidikan, prestasi, keahlian, akhlak, dan pengalaman.23 Adanya penerapan tipe

merit sistem, berarti caleg artis yang lulus dalam seleksi memiliki kualitas yang

23

(49)

baik juga dapat mendukung kinerja birokrasi untuk lebih optimal dimasa yang

akan datang. Tujuan ini hanya untuk mendapat calon anggota legislatif yang lebih

baik. Manfaat merit system adalah supaya PPP dapat meningkatkan kinerjanya,

PPP mampu bersaing dengan partai lain, dan PPP mampu bertahan terhadap

Figur

Gambar II.1. Kompensasi Calon Legislatif

Gambar II.1.

Kompensasi Calon Legislatif p.48
Tabel III.A.3 Hasil Pemilu Perolehan Suara PPP dari Tahun-ketahun

Tabel III.A.3

Hasil Pemilu Perolehan Suara PPP dari Tahun-ketahun p.57

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Pertanyaan Penelitian Tujuan dan Manfaat Penelitian Tinjauan Pustaka Metode Penelitian Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Sistematika Penulisan Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Partai Politik Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Partai Islam Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Ideologi Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Pragmatisme Menguat Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Rekrutmen Politik Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Biografi PPP Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Biografi Caleg Artis yang Direkrut oleh PPP Pada Tahun 2014 Faktor-faktor PPP Merekrut Artis sebagai Calon Legislatif Kesiapan Calon Legislatif Artis Direkrut oleh PPP Analisa Kemenangan dan Kekalahan Artis Kesimpulan Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan Saran-saran Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan