STUDI PENDEKATAN METODE VALUE ADDED UNTUK
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PADA
PT. BUKIT EMAS DHARMA UTAMA
KARYA AKHIR
Diajukan untuk Mengikuti Sebagian dari
Syarat-Syarat Guna Penulisan Karya Akhir
Oleh :
CUT YUNITA N
025204005PRO G RAM S T UDI T EK NIK MANAJ E M E N PABRI K
P R O G R A M D I P L O M A I V
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
STUDI PENDEKATAN METODE VALUE ADDED UNTUK
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PADA
PT. BUKIT EMAS DHARMA UTAMA
KARYA AKHIR
Diajukan untuk Mengikuti Sebagian dari
Syarat-Syarat Guna Penulisan Karya Akhir Oleh :
CUT YUNITA N
025204005Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen pembimbing II
Ir. Nazaruddin,MT Ir. Anizar M.kes
P RO G RAM S T UDI T EK NI K MANAJ E ME N PABRI K
P R O G R A M D I P L O M A I V
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, diman berkat
rahmat, ridho dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan studi D-IV,
mahasiswa diwajibkan untuk membuat suatu Karya Akhir.
Penulis mengambil judul “ Studi Pendekatan Metode Value Added
untuk Pengukuran Produktivitas pada PT. Bukit Emas Dharma Utama”.
Penulis memilih judul ini setelah melakukan kunjungan pendahuluan ke PT. Bukit
Emas Dharma Utama, untuk menyelesaikan permasalahan pada penelitian ini
dilakukan dengan melakukan pengukuran produktivitas dengan menggunakan
metode nilai tambah (value added).
Akhir kata dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari Karya Akhir
ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karen itu penulis mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari para dosen dan teman-teman mahasiswa. Saya berharap
tulisan ini dapat memberi manfaat bagi dunia pendidikan umunya dan bagi
perusahaan khususnya.
Universitas Sumatera Utara penulis
UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam penulisan laporan ini penulis telah mendapatkan bimbingan dan
bantuan dari berbagai pihak, baik berupa materil, spritual, informasi maupun segi
administrasi. Oleh karena itu sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Ibu. Ir. Rosnani ginting, MT. Selaku Ketua Departemen teknik Industri
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Ir. Nazaruddin, MT. Sebagai dosen pembimbing I, yang amat
terpelajar dan berkenan membimbing penulisan sehingga Karya Akhir
dapat terselesaikan.
3. Ibu Ir. Anizar, M.Kes. sebagai dosen pembimbing 2, yang berkenan
membimbing penulis sehingga Karya Akhir ini dapat terselesaikan.
4. Bapak Aulia ishak, ST, MT. Selaku koordinator Karya Akhir pada
Departemen Teknik Industri.
5. Bapak H. T. Ichsan Mahmud selaku Direktur utama PT. Bukit Emas
Dharma Utama, yang telah mengijinkan penulis meneliti dan memberikan
bimbingan kepada penulis.
6. Seluruh staf dan karyamwan PT. Bukit Emas Dharma Utama yang
membantu penulis selama meneliti.
7. Kedua Orang Tua saya Papa H. T. Soelaiman dan Mama Hj. Ana
Marytha, yang telah memberikat semangat baik moril dan materil serta
8. Kedua adik saya Cut Meutia febriyanti dan T. Dody Akbar yang telah
memberikan semangat dan bantuan penulis dalam mengerjakan Karya
Akhir ini.
9. H. Lutfi Abdullah yang telah banyak memberikan semangat dan motivasi
untuk menyelesaikan Laporan Karya Akhir ini.
10.Tanta Pratama M. ST, Rica Zulaikha Matondang ,ST dan Rahmat
Hidayat, ST. Yang telah banyak membantu kepada penulis dengan
motivasi dan perhatiannya.
11.Lea Rosa S, Friska Elita, Faisal effendi dan Fadlan A.P, ST. Serta seluruh
teman-teman stambuk 2002 yang senantiasa memberikan dorongasn dan
motivasi kepada penulis untuk cepat menyelesaikan penulisan laporan
DAFTAR ISI
HALAMAN
KATA PENGANTAR ... i
UCAPAN TERIMA KASIH ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
ABSTRAK ... xvi BAB I PENDAHULUAN ... I-1
1.1. Latar Belakang Permasalahan ... I-1
1.2. Rumusan Permasalahan ... I-2
1.3. Tujuan dan Sasaran Penelitian ... I-3
1.4. Manfaat Penelitian ... I-3
1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi ... I-3
1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir ... I-4
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... II-1
2.1. Sejarah Perusahaan ... II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ... II-1
2.3. Organisasi dan Manajemen Perusahaan ... II-3
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
HALAMAN
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab ... II-5
2.3.3. Tenaga kerja dan Kerja Perusahaan ... II-12
2.4. Proses Produksi ... II-15
2.4.1. Bahan Baku ... II-15
2.4.2. Bahan Penolong ... II-15
2.4.3. Bahan Tambahan ... II-16
2.5. Uraian Proses Produksi ... II-17
BAB III LANDASAN TEORI ... III-1
3.1. Defenisi Produktivitas ... III-1
3.2. Siklus Produktivitas ... III-2
3.3. Pengukuran Produktivitas ... III-4
3.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas ... III-5
3.5. Unsur-unsur dalam Produktivitas... III-8
3.6.1. Efisiensi ... III-8
3.6.2. Efektivitas ... III-8
3.6. Pengukuran Produktivitas dengan Metode Value Added ... III-10
3.6.1. Pengertian Dasar ... III-10
3.6.2. Metode Pengukuran Value Added ... III-11
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
HALAMAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN ... IV-1
4.1. Tempat dan Waktu Penelitian ... IV-1
4.2. Rancangan Penelitian ... IV-1
4.3. Objek Penelitian ... IV-1
4.4. Variabel Penelitian ... IV- 3
4.5. Pengunpulan Data ... IV-3
4.6. Pengolahan Data ... IV-5
4.7. Instrumen Penelitian ... IV-6
4.8. Analisa Data ... IV-8
BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ... V-1 5.1. Pengumpulan Data ... V-1 5.2. Pengolahan Data ... V-3
5.3. Biaya Tenaga Kerja ... V-5
5.3.1. Biaya Pajak Bumu dan Bangunan ... V-6
5.3.2. Biaya Alat Tulis Kantor ... V-9
5.3.3. Biaya Listrik Kantor ... V-11
5.3.4. Biaya Air Kantor ... V-13
5.3.5. Biaya Telepon Kantor ... V-15
5.3.6. Biaya Listrik Pabrik ... V-17
5.3.7. Biaya Air Pabrik... V-19
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
HALAMAN
5.4. Biaya Penyusutan ... V-24
5.4.1. Biaya Penyusutan Kantor ... V-24
5.4.2. Biaya Penyusutan Pabrik ... V-25
5.5. Pembebanan Biaya Tahap Pertama ... V-27
5.5.1. Alokasi Beban Overhead untuk Masing-masing
Aktiftas ... V-27
5.5.1.1. Alokasi Biaya Tenaga Kerja untuk Setiap
Aktivitas ... V-27
5.5.1.2. Alokasi Biaya Pajak Bumi dan Bangunan
(PBB) ... V-28
5.5.1.3. Alokasi Biaya Alat Tulis Kantor untuk
SetiapAktivitas ... V-29
5.5.1.4. Alokasi Biaya Listrik, Air dan Telepon ... V-29
5.5.1.5. Alokasi Biaya Penyusutan untuk Setiap
Aktivitas ... V-30
5.6. Rangkuman Biaya ... V-31
5.7. Data Indeks Harga, Indeks Biaya, dan Laju Inflasi ... V-33
5.8. Pengolahan Data PT. Bukit Emas Dharma Utama ... V-36
5.8.1. Perhitungan Harga Pokok Penjualan Perusahaan
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
HALAMAN
5.8.2. Perhitungan Laba Rugi Perusahaan Tahun 2005 dan
Tahun 2006 ... V-38
5.8.3. Data Aset Tetap Perusahaan Tahun 2005 dan
Tahun 2006 ... V-41
5.8.4. Perhitungan Nilai Tambah Konstan ... V-42
5.8.5. Perhitungan Aset Konstan ... V-46
5.8.6. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Konstan ... V-47
5.8.7. Perhitungan Rasio Produktivitas dan Rasio
Pendukung ... V-49
BAB VI ANALISA DAN PEMBAHASAN ... VI-1
6.1. Analisis Rasio Produktivitas ... VI-2
6.1.1. Nilai Tambah / Jumlah Tenaga Kerja ... VI-2
6.1.2. Nilai Tambah / Aset Tetap ... VI-5
6.1.3. Nilai Tambah / Biaya Tenaga Kerja ... VI-6
6.2. Analisis Rasio Pendukung ... VI-7
6.2.1. Nilai Tambah / Pendapatan ... VI-7
6.2.2. Aset / Jumlah Tenaga Kerja ... VI-7
6.2.3. Penjualan / Jumlah Tenaga Kerja... VI-8
6.2.4. Biaya Tenaga Kerja / Jumlah Tenaga Kerja ... VI-8
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
HALAMAN
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... VII-1
7.1. Kesimpulan ... VII-1
7.2. Saran ... VII-3
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 2.1. Jumlah Tenaga Kerja PT. Bukit Emas Dharma Utama ... II-13
Tabel 5.1. Perhitungan 3 jenis Bahan untuk Harga Pokok Penjualan
untuk Tahun 2005 dan Tahun 2006 ... V-4
Tabel 5.2. BiayaTenaga Kerja per Bulan Manurut Jabatan ... V-5
Tabel 5.3. Kumulatif Biaya Tenaga Kerja Tahun 2005
Menurut Jabatan ... V-5
Tabel 5.4. Kumulatif Biaya Tenaga Kerja Tahun 2006
Menurut Jabatan ... V-6
Tabel 5.5. Perhitungan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk Kantor
Tahun 2005 ... V-6
Tabel 5.6. Perhitungan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk Pabrik
Tahun 2005 ... V-6
Tabel 5.7. Perhitungan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk Kantor
Tahun 2006 ... V-8
Tabel 5.8. Perhitungan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk Pabrik
Tahun 2006 ... V-8
Tabel 5.9. Biaya Alat Tulis Kantor untuk Tahun 2005 ... V-9
Tabel 5.10. Biaya Alat Tulis Kantor untuk Tahun 2006 ... V-10
Tabel 5.11. Biaya Listrik Kantor untuk Tahun 2005 ... V-11
Tabel 5.12. Biaya Listrik Kantor untuk Tahun 2006 ... V-12
DAFTAR TABEL (LANJUTAN)
HALAMAN
Tabel 5.14. Biaya Pemakaian Air Kantor Tahun 2006 ... V-14
Tabel 5.15. Biaya Penggunaan Telepon Kantor Tahun 2005 ... V-16
Tabel 5.16. Biaya Penggunaan Telepon Kantor Tahun 2006 ... V-17
Tabel 5.17. Biaya Listrik Pabrik Tahun 2005 ... V-18
Tabel 5.18. Biaya Listrik Pabrik Tahun 2006 ... V-19
Tabel 5.19. Biaya Pemakaian Air Pabrik Tahun 2005 ... V-20
Tabel 5.20. Biaya Pemakaian Air Pabrik Tahun 2006 ... V-21
Tabel 5.21. Biaya Penggunaan Telepon Pabrik Tahun 2005 ... V-22
Tabel 5.22. Biaya Penggunaan Telepon Pabrik Tahun 2006 ... V-23
Tabel 5.23. Biaya Penyusutan Kantor Tahun 2005 ... V-24
Tabel 5.24. Biaya Penyusutan Kantor Tahun 2006 ... V-25
Tabel 5.25. Biaya Penyusutan Pabrik Tahun 2005 ... V-26
Tabel 5.26. Biaya Penyusutan Pabrik Tahun 2006 ... V-27
Tabel 5.27. Alokasi Biaya Tenaga Kerja untuk Setiap
Aktivitas untuk Tahun2005 ... V-28
Tabel 5.28. Alokasi Biaya Tenaga Kerja untuk Setiap
Aktivitas untuk Tahun 2006 ... V-28
Tabel 5.29. Biaya Pemakaian Listrik, Air, dan Telepon Tahun 2005... V-30
Tabel 5.30. Biaya Pemakaian Listrik, Air, dan Telepon Tahun 2006... V-30
DAFTAR TABEL (LANJUTAN)
HALAMAN
Tabel 5.32. Rangkuman Biaya Aktivitas untuk Tahun 2006 ... V-33
Tabel 5.33. Data Indeks Harga, Indeks Biaya dan Laju Inflasi
April 2006 ... V-34
Tabel 5.34. Perhitungan Harga Pokok Penjualan PT. Bukit Emas
Dharma Utama Tahun 2005 ... V-35
Tabel 5.35. Perhitungan Harga Pokok Penjualan PT. Bukit Emas
Dharma Utama Tahun 2006 ... V-36
Tabel 5.36. Perhitungan Laba Rugi PT. Bukit Emas Dharma Utama
Tahun 2005 ... V-37
Tabel 5.37. Perhitungan Laba Rugi PT. Bukit Emas Dharma Utama
Tahun 2006 ... V-39
Tabel 5.38. Data Aset Tetap PT. Bukit Emas Dharma Utama
Tahun 2005 ... V-40
Tabel 5.39. Data Aset Tetap PT. Bukit Emas Dharma Utama
Tahun 2006 ... V-41
Tabel 5.40. Indeks yang Digunakan untuk menghitung Nilai Konstan
Penjualan Dan Pembelian Barang dan Jasa dari
Pihak Ketiga ... V-42
Tabel 5.41. Perhitungan Nilai Tambah Konstan Tahun 2005... V-44
DAFTAR TABEL (LANJUTAN)
HALAMAN
Tabel 5.43. Indeks untuk Perhitungan Aktiva Tetap Konstan ... V-46
Tabel 5.44. Perhitungan Nilai Aktiva Tetap Konstan Tahun 2005 ... V-47
Tabel 5.45. Perhitungan Nilai Aktiva Tetap Konstan Tahun 2006 ... V-47
Tabel 5.46. Komponen-komponen Biaya Tenaga Kerja dan Indeksnya ... V-48
Tabel 5.47. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Konstan Tahun 2005 ... V-48
Tabel 5.48. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Konstan Tahun 2006 ... V-49
Tabel 5.49. Perhitungan Produktivitas Total Tahun 2005 ... V-54
DAFTAR GAMBAR
HALAMAN
Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Bukit Emas Dharma Utama... II-4
Gambar 2.2. Produk Door Jamb... II-17
Gambar 2.3. Produk Laminated Board ... II-20
Gambar 2.4. Produk Finger Joint ... II-24
Gambar 3.1. Siklus Produktivitas ... III-3
Gambar 4.1. Flow Chart Prosedur Penelitian ... IV-2
Gambar 4.2. Blok Diagram Pengolahan Data ... IV-7
DAFTAR LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran 1. IndeksHarga Konsumsi Gabungan 45 Kota di Indonesia
Dan Perubahannya ... L-1
Lampiran 2. Laju Inflasi 45 Kota di Indonesia ... L-2
Lampiran 3. Indeks Harga Konsumen di 45 Kota dan Perubahannya ... L-3
Lampiran 4. Indeks Harga Perdagangan Besar Barang-barang Industri ... L-4
Lampiran 5. Indeks Harga Perdagangan Besar Barang-barang Import ... L-5
Lampiran 6. Indeks Harga Perdagangan Besar Barang-barang Eksport ... L-6
Lampiran 7. Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan atau
Konstruksi Menurut Jenis Konstruksi ... L-7
Lampiran 8. Surat Permohonan Karya Akhir ... L-8
Lampiran 9. Surat Penjajakan Ke Perusahaan ... L-10
Lampiran 10. Surat Balasan dari Perusahaan... L-11
Lampiran 11. Surat Keputusan Tugas Sarjana Mahasiswa ... L-12
ABSTRAK
PT. Bukit Emas Dharma Utama adalah sebuah perusahaan yang memproduksi kayu. Perusahaan ini berlokasi di Jl. Bintang Terang no.85. Medan-Binjai 13,8.
PT. Bukit Emas Dharma Utama, bergerak dalam bidang usaha
woodworking dan komponen untuk bahan bagunaan, dengan menggunakan yaitu
kayu dammar laut, kayu meranti, dan kayu kruing. Industri yang mengolah kayu mutu sesuai dengan pesanan konsumen (make to order).
Penyelesaian permasalahan pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran produktivitas dengan menggunakan metode nilai tambah
(value added) Rp2.831.290.071,8
biaya tenaga kerja dan rasio produktivitas asset tetap.dilakukan pula pengukuran terhadap rasio pendukung yang terlibat dalam nilai tambah (value
added) dan rasio produktivitas total pada tahun 2005 = 0.867 dan rasio
produktivitas total pada tahun 2006 = 0.910, total output pada tahun2005 = Rp. 6.861.864.307 dan total output pada tahun 2006 = Rp. 7. 064.885.962 dan total input pada tahun 2005 = Rp 7.915.216.503 dan total input pada tahun 2006 = Rp7.759.829.037
ABSTRAK
PT. Bukit Emas Dharma Utama adalah sebuah perusahaan yang memproduksi kayu. Perusahaan ini berlokasi di Jl. Bintang Terang no.85. Medan-Binjai 13,8.
PT. Bukit Emas Dharma Utama, bergerak dalam bidang usaha
woodworking dan komponen untuk bahan bagunaan, dengan menggunakan yaitu
kayu dammar laut, kayu meranti, dan kayu kruing. Industri yang mengolah kayu mutu sesuai dengan pesanan konsumen (make to order).
Penyelesaian permasalahan pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran produktivitas dengan menggunakan metode nilai tambah
(value added) Rp2.831.290.071,8
biaya tenaga kerja dan rasio produktivitas asset tetap.dilakukan pula pengukuran terhadap rasio pendukung yang terlibat dalam nilai tambah (value
added) dan rasio produktivitas total pada tahun 2005 = 0.867 dan rasio
produktivitas total pada tahun 2006 = 0.910, total output pada tahun2005 = Rp. 6.861.864.307 dan total output pada tahun 2006 = Rp. 7. 064.885.962 dan total input pada tahun 2005 = Rp 7.915.216.503 dan total input pada tahun 2006 = Rp7.759.829.037
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Permasalahan
Pentingnya peran produktivitas ini membuat perlu dilakukan pengukuran
produktivitas pada PT. Bukit Emas Dharma Utama guna mengetahui kinerja
perusahaan selama ini. PT. Bukit Emas Dharma Utama adalah industri
pengolahan kayu yang berproduksi berdasarkan pesanan pelanggan. Produksi PT.
Bukit Emas Dharma Utama diorientasikan hanya untuk ekspor seperti Eropa,
Jerman, Korea dan Taiwan tetapi tidak dipasarkan di dalam negeri. Unutk itu
perlu dilakukan pengukuran da evaluasi produktivitas untuk mengetahui sejauh
mana keberhasilan suatu usaha yang telah dilakukan serta tingkat efisiensi dan
efektifitas dari proses produksi suatu perusahaan sehingga pada akhirnyaakan
dapat memperhatikan bagaimana produktivitas perusahaan secara keseluruhan.
Produktivitas suatu perusahaan merupakan unsur penting untuk dapat
mengetahui keefektifan dan efisiensi kerja. Peningkatan produktivitas dapat
diupayakan melalui peningkatan efisiensi penggunaan bahan-bahan masuk (input)
yang dipakai untuk dapat menghasilkan keluaran (output) atau dengan kata lain
meningkatkan output yang dihasilkan serta menekan input yang digunakan untuk
dapat menghasilkan output tersebut. Produktivitas dapat diupayakan dengan
menghasilkan produk-produk yang sebesar-besarnya dari sumber daya yang
Oleh karena itu sangat penting kiranya suatu perusahaan mengenal
faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas agar peningkatan yang diupayakan
terjadi dapat lebih optimal. Untuk selanjutnya diupayakan perbaikan produktivitas
secara terus menerus.
Tingkat produktivitas perusahaan yang tinggi akan menebabkan tingkat
keuntungan yang tinngi bagi perusahaan. Peningkatan daya saing dan perbaikan
proses pembangunan dalam bidang pertumbuhan ekonomi. Apabila perekonomian
tumbuh dan berkembang maka tentu saja akan tercipta lapangan pekerjaan dan
pemerataan kesempatan kerja. Perluasan kesempatan kerja ini akan dapat
memperbaiki pendapatan masyarakat serta meningkatkan daya beli dan
kesejahteraan masyarakat.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat produktivitas perusahaan yang
menyangkut produktivitas tenaga kerja, daya saing biaya tenaga kerja dan
produktivitas aset tetap serta produktivitas total.
2. Menentukan tingkat produktivitas perusahaan yang menyangkut
produktivitas tenaga kerja, daya saing biaya tenaga kerja dan produktivitas
aset tetap serta produktivitas total untuk tahun 2005 dan tahun 2006.
3. Menentukan langkah-langkah yang dapat dilakukan perusahaan dalam
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah Studi pendekatan metode
Value added untuk pengukuran produktivitas.
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
1. Mengukur nilai produktivitas total yaitu produktivitas tenaga kerja, asset
dan biaya tenaga kerja serta rasio produktivitas pendukung dalam
memperoleh nilai produktivitas yang tinggi.
2. Mengukur produktivitas total perusahaan berdasarkan keterkaitan output
(nilai tambah) dengan semua input yang ada di perusahaan tersebut.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
1. Memberikan informasi tentang tingkat produktivitas perusahaan.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk menentukan strategi
perusahaan yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas
perusahaan serta mengetahui taksiran hal apa saja yang berpengaruh
terhadap perkembangan produktivitas dan prestasi perusahaan.
1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi
Dalam menyelesaikan masalah tersebut perlu diadakan pembatasan ruang
lingkup masalah dan asumsi, guna menghindari penyimpangan dari tujuan yang
1. Biaya Anggaran tahun 2005 dan 2006 dilakukan dengan menggunakan
metode value added.
2. Mengukur tingkat produktivitas PT. Bukit Emas Dharma Utama untuk tahun
2005 dan tahun 2006
3. Penelitian ini hanya meliputi pengukuran, evaluasi produktivitas perusahaan
serta memberikan saran guna terjadi upaya-upaya perbaikan produktivitas
yang dapat dilakukan perusahaan.
4. Pengukuran produktivitas hanya menyangkut faktor-faktor yang dapat
diukur secara kuantitatif, yaitu berupa angka.
Asumsi - asumsi yang digunakan berupa :
1. Situasi politik, ekonomi dan faktor lingkungan dianggap berada dalam
keadaan stabil.
2. Harga bahan-bahan di pasaran stabil.
1.6. Sistematika Penulisan Karya Akhir
Untuk memudahkan penulisan, pembahasan dan penilaian tugas akhir ini
maka dalam pembuatannya akan dibagi menjadi beberapa bab dengan sistematika
sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan
permasalahan yang terjadi, tujuan dan manfaat penelitian,
pembatasan masalah yang membatasi ruang lingkup penelitian yang
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Pada bab ini berisi sejarah dan gambaran umum perusahaan, ruang
lingkup bidang usaha, struktur organisasi, uraian tugas dan tanggung
jawab, tenaga kerja, sistem pengupahan dan fasilitas yang digunakan
dan proses produksi serta bahan-bahan yang dibutuhkan, jumlah dan
spesifikasi, serta mesin dan peralatan yang digunakan.
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan teori serta literatur-literatur yang berkaitan dengan
materi penelitian dan mendukung interpretasi dalam pemecahan
masalah pada pengukuran produktivitas.
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini diuraikan metodologi penelitian yang digunakan untuk
pembahasan masalah berupa uraian langkah-langkah yang diambil
dalam pembahasan beserta penjelasan untuk langkah-langkah
tersebut.
BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Pada bab ini diuraikan mengenai pengumpulan data,
pengelompokkan struktur biaya dan dilakukan pengolahan data
terhadap seluruh yang telah dikumpulkan dengan menggunakan
metode yang sesuai..
BAB VI ANALISA PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini dilakukan analisa dan pembahasan terhadap hasil
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini dilakukan pengambilan kesimpulan berdasarkan hasil
penelitian serta diuraikan saran-saran yang dapat diberikan
berdasarkan analisa dan pembahasan terhadap data-data yang telah
diperoleh.
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Perusahaan
PT. Bukit Emas Dharma Utama merupakan perusahaan yang bergerak di
bidang industri pengolahan kayu. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 4 april
1997 oleh Bapak H.T. Ichsan Mahmud dan Bapak Husaini yang memiliki jabatan
sebagai pimpinan pada PT. Bukit Emas Dharma Utama.
Pada awalnya perusahaan ini memiliki kantor cabang di Aceh tepatnya di
suso (Pulo Kayu) Blang Pidie Aceh Selatan, dan juga memiliki kantor pemasaran
di Jl. Biduk no. 47 Medan.
Sekitar tahun 2001 ketika Indonesia sedang mengalami krisis moneter
maka kantor cabang yang ada di Aceh ditutup dan pada tahun 2002 kantor yang
berada di Jl. Biduk disatukan di Jl. Medan-Binjai 13,8 tetapnya di Jl. Bintang
Terang no. 85 Medan.
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
PT. Bukit Emas Dharma Utama bergerak dalam bidang usaha
woodworking dan komponen untuk bahan bangunan, dengan bahan baku utama
yaitu kayu damar laut, kayu meranti, dan kayu kruing, dengan tujuan proses
produksi menghasilkan kayu olahan. Perusahaan ini berproduksi berdasarkan
pesanan pelanggan. Perusahaan ini didirikan dengan melihat adanya peluang
memanfaatkan kayu dari hutan produksi. Selain itu dengan semakin membaiknya
pertumbuhan ekonomi nasional dan kondisi keamanan yang berdampak kepada
meningkatnya permintaan pasar ekspor dari Sumatera Utara, sehingga terdapat
peluang pasar yang potensial pada masa-masa mendatang.
Dengan tujuan utama proyek dalam bidang usaha perusahaan ini adalah
pengembangan sarana produksi dan peningkatan modal kerja perusahaan yang
pada saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar ± 10.500 m3 per tahun (± 875
m3 per bulan). Namun karena keterbatasan sumber dana maka baru berproduksi
pada tingkat 350 m3
Daerah pemasaran kayu olahan produksi perusahaan terutama ditujukan
untuk pasar luar negeri (ekspor), melalui pelabuhan Belawan. Adapun beberapa
perusahaan luar negeri yang telah melakukan permintaan dan kontrak jual beli
produk kayu dengan pihak perusahaan, seperti berikut : per bulan.
1. Bestimber Traders PTE LTD, Singapore
2. Mercantile International PTE LTD, Singapore
3. Hardin Company Limited, Hongkong
Ketiga perusahaan tersebut di atas secara kontinu setiap bulannya memesan
produk kayu olahan kepada perusahaan. Dengan demikian setiap bulannya
perusahaan telah memiliki permintaan tetap. Walaupun jumlah permintaan tetap
yang diterima perusahaan sudah cukup besar, perusahaan masih mempunyai
kesempatan yang luas untuk memperluas pasarnya dengan mencoba memasuki
2.3.Organisasi dan Manajemen Perusahaan 2.3.1. Struktur Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja untuk mencapai
suatu tujuan yang sama dan di antara mereka diberikan pembagian tugas. Struktur
organisasi adalah merupakan gambaran skemetis tentang hubungan-hubungan dan
kerja sama di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian yang menggerakkan organisasi
untuk mencapai tujuan.
Melaksanakan kegiatan perusahaan, PT. Bukit Emas Dharma Utama
menggunakan struktur oganisasi yang disusun sedemikian rupa sehingga jelas
terlihat batas-batas tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap personil
dalam organisasi.
Stuktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang fleksibel
dalam arti hidup, berkembang, bergerak sesuai dengan kondisi yang sedang
dihadapi perusahaan.
Struktur organisasi yang dilakukan oleh PT. Bukit Emas Dharma Utama
adalah struktur fungsional dimana wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan
kepada satuan-satuan di bawahnya dalam bidang kerja yang tertentu. PT. Bukit
Emas Dharma Utama membagi pegawai berdasarkan fungsi-fungsi pekerjaan
yang ada, atasan dari seorang bawahan adalah orang-orang yang bertanggung
jawab. Struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada Gambar 2.1, di halaman
Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Bukit Emas Dharma Utama
Direktur
General Manager
Manajer Produksi Manajer Keuangan Manajer Personalia
Staff Bag. Teknik Staff Bag. Pengolahan
Seksi Utility Seksi Bengkel / Perawatan
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Setiap organisasi baik organisasi pemerintah atau swasta selalu berusaha
agar kegiatannya dapat berjalan dengan baik, sehat dan efisien. Salah satu sarana
dan upaya untuk itu adalah pembagian tugas dan penyusunan uraian jabatan di
dalam organisasi. Adapun uraian jabatan yang mencakup tugas, wewenang dan
tanggung jawab di lingkungan perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Direktur
Direktur merupakan pimpinan tertinggi perusahaan yang diangkat oleh
Rapat Umum Pemegang Saham untuk menjalankan perusahaan. Direksi
bertanggung jawab atas segala kegiatan di dalam dan di luar perusahaan. Di luar
perusahaan bertanggung jawab kepada pemilik saham, pemerintah, masyarakat
disekitar perusahaan dan konsumen. Sedangkan di dalam perusahaan bertanggung
jawab atas keselamatan kerja karyawan, hasil penelitian para manajer dan staf,
peningkatan karir dan kesejahteraan staf dan karyawan. Selain itu, direktur
mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :
a. Merencanakan dan merumuskan kebijaksanaan mengenai pengembangan
dan perbaikan perusahaan serta memberikan bimbingan dan petunjuk
pelaksanaannya.
b. Mengadakan hubungan kerja dengan pihak luar, baik hubungan dengan
perusahaan lain maupun dengan kegiatan dalam perusahaan.
c. Mengkoordinir tugas-tugas yang didelegasikan kepada tiap-tiap direktur
dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan para direktur lainnya agar
d. Mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang tepat demi
kepentingan, kelangsungan dan kelancaran jalannya perusahaan sehingga
segala kegiatan organisasi menuju ke tujuan utama perusahaan.
2. General Manager
General Manager adalah pemimpin di perusahaan yang membawahi
sejumlah operasional menager, manager dan kepala bagian. Tugas dan
tanggung jawabnya meliputi :
a. Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan yang berhubungan
dengan operasional perusahaan keseluruhan, meliputi
persomalia/administrasi, pembelian bahan-bahan, penjualan
(marketing) dan produksi.
b. Mengontrol setiap kegiatan agar sesuai dengan jadwal yang sudah
dibuat.
c. Mengontrol kegiatan peyediaan bahan-bahan yang diperlukan.
d. Mengembangkan jenis produk baru berdasarkan kebutuhan pasar.
e. Memperluas pasar.
Wewenang dari general manager adalah sebagai berikut :
a. Mengawasi dan mengambil tindakan-tindakan (action) yang diperlukan
terhadap manajer produksi, manajer keuangan dan manajer marketing.
Tanggung jawab dari general manager adalah sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab kepada Direktur mengenai pelaksanaan
3. Manajer Produksi
Tugas-tugas dari manajer produksi adalah sebagai berikut :
a. Merencanakan kegiatan produksi dan setiap bagian pendukungnya.
b. Mengontrol pelaksanaan kegiatan produksi dan bagian pendukungnya.
c. Melakukan koordinasi dengan departemen penjualan terkait dengan order
yang akan dikerjakan dan jadwal pengiriman.
d. Melakukan koordinasi dengan departemen keuangan terkait dengan
kebutuhan produksi akan bahan baku, bahan penolong dan bahan
pembantu.
e. Mengontrol kualitas produksi baik proses maupun mutu.
Wewenang dari manajer produksi adalah sebagai berikut :
a. Memberikan saran dan nasehat serta penilaian terhadap kinerja
bawahannya.
b. Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan pelanggaran bawahan.
c. Meminta nasehat, petunjuk dan bimbingan dari atasnya.
d. Membuat inovasi baru dalam pengerjaan produksi.
e. Memberikan masukan kepada perusahaan terkait dengan departemennya.
f. Melakukan koordinasi dengan departemen lain yang terkait dengan
departemennya.
Tanggung jawab dari manajer produksi adalah sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab kepada General Manager mengenai pelaksanaan
Bagian Produksi membawahi :
1. Staf Bagian Teknik
Merupakan orang yang bertanggung jawab atas penyediaan kebutuhan
tenaga listrik, air, perbaikan-perbaikan mesin/peralatan yang rusak serta
pemeliharaan/ perawatannya. Bagian teknik membawahi dua seksi yaitu :
- Seksi Utility
Seksi utility adalah orang yang bertugas dan menjalankan dan mengawasi
segala kebutuhan operasi produksi.
- Seksi Bengkel dan Perawatan
Seksi bengkel dan perawatan adalah orang yang bertugas merawat semua
peralatan instalasi dan bangunan.
2. Staf Bagian Pengolahan
Bagian pengolahan merupakan orang yang bertanggung jawab atas
kelancaran kegiatan operasi produksi mulai dari persiapan bahan baku hingga
produk jadi.
4. Manajer Keuangan
Tugas-tugas manajer keuangan adalah sebagai berikut :
a. Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan anggaran
perusahaan sesuai dengan sistem dan prosedur yang berlaku.
b. Merencanakan, mengkoordinasikan, menggerakkan, mengevaluasi
pelaksanaan dan penyusunan laporan keuangan berkala yang meliputi
neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal untuk kepentingan
c. Mengatur posisi dan strategi pembayaran supplier, bunga bank, cicilan
pinjaman bank, dan lain-lain sesuai dengan posisi saldo bank dan kondisi
perusahaan sehingga tercapai kelancaran liquiditas dan pembinaan
supplier sebaik mungkin.
d. Memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam ruang lingkup
keuangan dan mengambil keputusan untuk keuangan.
e. Menjaga dan memelihara hubungan baik dengan bank yang terkait dengan
pihak pajak sehingga perusahaan tidak mengalami penekanan oleh pihak
ekstren.
f. Melaksanakan dengan sebaik-baiknya tugas-tugas lain yang diberikan
pimpinan
Wewenang manajer keuangan adalah sebagai berikut :
a. Memberi saran, nasehat dan memberikan penilaian terhadap kinerja
bawahannya.
b. Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan pelanggaran bawahan.
c. Meminta nasehat, petunjuk dan bimbingan dari atasannya.
Tanggung jawab manajer keuangan adalah sebagai berikut :
a. Merencanakan, menggerakkan, mengontrol, mengendalikan dan
mengevaluasi semua pelaksanaan dan mekanisme kerja baik pembuatan
program administrasi dan pengontrolan atas implementasi anggaran,
standar biaya operasi, alokasi biaya dan pengendalian laporan keuangan
b. Memberikan laporan dan bertanggung jawab kepada wakil direktur
keuangan mengenai pelaksanaan tugas-tugasnya.
Bagian ini membawahi Seksi Keuangan yang tugasnya adalah :
- Membuat laporan keuangan pada atasan secara berkala dan kepada pihak
pemberi pinjaman modal yakni pihak bank.
- Menyusun budget (anggaran) pendapatan dan belanja perusahaan sesuai
dengan hasil yang diharapkan pada tahun anggaran yang akan datang.
- Memberikan laporan keuangan kepada pihak pemerintah untuk menetapkan
besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.
- Mengadakan hubungan antara perusahaan dengan pihak luar seperti kantor
pajak, dinas perindustrian, dinas tenaga kerja, dinas perdagangan, rumah
sakit, perusahaan-perusahaan pelanggang dan lain-lain.
- Membantu bagian personalia membuat dan mengawasi semua peraturan
tentang tata tertib kerja, disiplin kerja dan pengumuman.
- Membuat kebijaksanaan operasional dan strategi perusahaan.
5. Manajer Personalia
Manajer personalia merupakan orang yang mempunyai tugas dan wewenang
yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk memaksimalkan produktivitas
tenaga kerja melalui penerangan kepersonaliaan.
Bagian ini membawahi :
1). Kepegawaian, yang mempunyai tugas :
- Menyeleksi tenaga kerja serta penempatannya dan pemutusan hubungan
kerja.
- Menetapkan aktivitas pergantian shift dan lembur.
- Menerima keluhan-keluhan dari para karyawan.
- Memberi penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.
- Mengadakan latihan-latihan pegawai, up-grading dan training.
2). Hubungan masyarakat
Merupakan orang yang mempunyai tugas dan wewenang dalam
memberikan keterangan mengenai keadaan perusahaan yang dibutuhkan oleh
pihak dari luar perusahaan.
3). Kebersihan
Merupakan orang yang mempunyai tugas dan wewenang dalam bidang
kebersihan kantor dan pekarangan perusahaan serta penyediaan air minum
untuk para Direktur, Kepala Bagian, Staf dan Karyawan.
Tugas-tugas manajer marketing adalah sebagai berikut :
a. Membuat kontrak penjualan dengan pembeli.
b. Mencari pembeli baru untuk meningkatkan penjualan perusahaan.
c. Menjaga hubungan baik dengan pembeli lama.
d. Membuat penawaran dari produk sampingan kepada pasar.
e. Membuat penawaran penjualan, melakukan riset pasar, mengikuti
perkembangan pasar dan mencari pasar baru.
f. Melakukan koordinasi dengan departemen produksi terkait dengan order
6. Karyawan
Karyawan merupakan orang yang melakukan kegiatan-kegiatan
perusahaan sesuai dengan komando atasan yang ditugaskan pada bagian-bagian
tertentu. Karyawan merupakan pekerja-pekerja yang produktif dan dinamis.
Mereka diklasifikasikan atas beberapa grup. Masing-masing grup jumlahnya
tertentu dan dipimpin oleh seorang mandor, dan para mandor dipimpin oleh
kepala bagian.
Dengan adanya penggolongan kerja, walaupun kegiatannya sama,
diharapkan akan memberikan semangat untuk berkompetisi di antara sesama grup.
Dengan demikian dapat diketahui grup mana yang paling berprestasi dan pantas
menerima penghargaan perusahaan.
2.3.3. Tenaga Kerja dan Kerja Perusahaan
Tenaga kerja pada perusahaan terdiri dari tenaga kerja langsung dan
tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja langsung adalah pekerja pada bagian
produksi/pengolahan di pabrik. Sedangkan menurut penggajian tenaga kerja
terdiri dari tenaga kerja tetap yang meneriman gaji bulanan dan tenaga kerja
harian.
Jumlah tenaga kerja di PT. Bukit Emas Dharma Utama, saat ini adalah 122
orang, yang terdiri dari tenaga kerja tetap. Jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada
Tabel 2.1. Jumlah Tenaga Kerja PT. Bukit Emas Dharma Utama Jabatan Jumlah (orang)
Dewan Komisaris 1
Direktur/Direksi 1
General Manager 1
Manajer Produksi 1
Manajer Marketing 1
Manajer Keuangan 1
Kepala Bagian Produksi 1
Staff Bagian Teknik 1
Staff Bagian Pengolahan 1
Seksi Utility 1
Seksi Bengkel dan Perawatan 1
Kepala Bagian Penjualan 1
Seksi Penjualan Ekspor 1
Seksi Penjualan Pembelian 1
Bagian Gudang 1
Bagian Ekspedisi 1
Kepala Bagian Keuangan & Umum 1
Seksi Keamanan 1
Seksi Personalia 1
Kepegawaian 1
Humas 1
Kebersihan 1
Karyawan Harian 100
Total 122
(Sumber : PT. Bukit Emas Dharma Utama)
Ketentuan jam kerja di PT. Bukit Emas Dharma Utama nantinya tidak terlepas
dari kerja shift. Untuk tiga kelompok karyawan menurut pembagian kerja adalah
sebagai berikut :
a. Karyawan Bagian Kantor
Terdiri dari satu unit shift kerja, dengan jam kerja sebagai berikut :
1. Untuk hari Senin – Kamis :
- Pukul 08.00 – 12.00 WIB kerja aktif.
- Pukul 12.00 – 13.00 WIB istirahat.
2. Untuk Hari Jum`at :
- Pukul 08.00 – 12.00 WIB kerja aktif.
- Pukul 12.00 – 13.30 WIB istirahat.
- Pukul 13.30 – 16.00 WIB kerja aktif.
3. Untuk hari Sabtu :
- Pukul 08.00 – 13.30 WIB kerja aktif (tanpa istirahat).
b. Karyawan Bagian Produksi
Terdiri dari dua shift kerja (jika diperlukan), dan jam kerja sebagai berikut:
1. Untuk hari Senin – Jumat :
- Shift A : Pukul 06.00 – 14.00 WIB.
- Shift B : Pukul 14.00 – 22.00 WIB.
- Shift C : Pukul 22.00 – 06.00 WIB.
2. Untuk hari Sabtu :
- Shift A : Pukul 08.00 – 14.00 WIB.
- Shift B : Pukul 14.00 – 20.00 WIB.
- Shift C : Pukul 23.00 – 05.00 WIB.
c. Karyawan Bagian Perbengkelan dan Perawatan
1. Untuk hari Senin – Kamis :
- Pukul 08.00 – 12.00 WIB kerja aktif.
- Pukul 12.00 – 13.00 WIB istirahat.
- Pukul 13.00 – 16.00 WIB kerja aktif.
2. Untuk hari Jum`at :
- Pukul 12.00 – 13.30 WIB istirahat.
- Pukul 13.30 – 16.00 WIB kerja aktif.
3. Untuk hari Sabtu :
- Pukul 08.00 – 13.30 WIB kerja aktif (tanpa istirahat).
2.4. Proses Produksi 2.4.1. Bahan Baku
Bahan baku adalah semua bahan yang membentuk bagian integral dari
suatu produk dimana bahan tersebut dengan mudah ditelusuri sampai ke bahan
jadi atau sering juga disebut dengan bahan yang turut serta dalam penentuan
produk yang memiliki pengaruh yang paling besar dan dapat dilihat dengan jelas.
Bahan baku yang digunakan oleh PT. Bukit Emas Dharma Utama, pada dasarnya
semua jenis kayu dapat digunakan untuk membuat produk kayu olahan (door
jamb, finger joint, flooring)
2.4.2. Bahan Penolong
Bahan penolong adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi dan
digunakan dalam proses pembuatan produk. Bahan penolong ini dibutuhkan jauh
lebih kecil dibandingkan bahan baku. Komponen bahan penolong tidak dapat
dengan jelas dibedakan pada produk akhir. Bahan penolong yang dipergunakan
adalah
1. Kertas pasir / amplas.
2. Boron Plus (Pengawet)
Bahan ini digunakan untuk mengawetkan kayu sebagai anti blue stain dan
anti bakteri. Dengan memakai pengawet produk kayu menjadi tidak
mudah busuk dan tahan lama.
3. Hardener
Hardener digunakan sebagai bahan pengeras untuk lem, yang nantinya
akan dicampur dengan lem dengan perbandingan 2:1.
4. Lem kayu
Lem kayu digunakan untuk merekatkan dan menyambung
potongan-potongan kayu sehingga dapat membentuk produk yang diinginkan.
2.4.3. Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan pada produk saat proses
produksi berlangsung dimana keberadaannya tidak mengurangi nilai produk
melainkan dapat menambah nilai produk, bahan tambahan dapat dilihat pada hasil
akhir produk. Bahan tambahan yang dipergunakan antara lain :
1. Plastik
Digunakan untuk membungkus produk agar kondisi produk tersusun rapi.
2. Label
Berguna untuk memberi nama pada produk yang dihasilkan.
3. Tali
Digunakan untuk mengikat produk satu dengan yang lain sehingga
4. Strapping Steel
Strapping Steel digunakan untuk mengikat bungkusan kayu olahan jadi
yang siap untuk dikirim.
5. Pallet
Pallet berguna pada saat produk jadi telah selesai lalu dibuat menjadi
bundel.
6. Dempul
Digunakan untuk menutupi permukaan yang tidak rapi pada produk.
2.5. Uraian Proses Produksi
Proses produksi pembuatan produk – produk pada P.T. Bukit Emas
Dharma Utama tergantung pada spesifikasi jenis produk yang dipesan. Adapun
proses produksi pembuatan produk utama pada P.T. Bukit Emas Dharma Utama
adalah sebagai berikut :
a. Uraian Proses Produksi door jamb
Door jamb adalah produk kayu woodworking yang biasa digunakan untuk
membuat kusen pintu. Gambar dari produk door jamb dapat dilihat pada gambar
[image:42.595.245.399.594.690.2]2.2.
Proses pembuatan produk Door jamb adalah sebagai berikut :
- Kayu diambil dari gudang bahan baku
- Kemudian kayu dibawa ke kiln dryer dengan menggunakan hand truck.
- Kayu dikeringkan selama ± 12 hari dengan menggunakan kiln dryer, sampai
tingkat kekeringan 12 %
- Kemudian kayu dibawa ke mesin double planner dengan menggunakan hand
truck.
- Diketam sisi atas dan bawah dengan mesin double planner, chips dari proses
pengetaman dibawa ke gudang bahan bakar menggunakan kereta sorong.
- Di bawa ke bagian pemeriksaan dengan menggunakan hand truck.
- Kayu diperiksa ketebalannya dengan menggunakan jangka sorong.
- Kayu yang tidak sesuai ketebalannya dibawa kembali ke mesin double
planner, untuk diketam ulang.
- Kayu yang telah diketam sisi atas dan bawah dibawa ke mesin double planner
kedua untuk diketam sisi kiri dan kanan, dengan menggunakan hand truck,
chips dari proses pengetaman dibawa ke gudang bahan bakar menggunakan
kereta sorong.
- Kayu yang telah selesai diketam di bawa ke bagian inspeksi dengan
menggunakan hand truck.
- Pada bagian inspeksi kayu diperiksa ketebalannya dengan menggunakan
jangka sorong.
- Kayu yang tidak sesuai ketebalannya dibawa kembali ke mesin double
- Kayu yang telah selesai di ketam dibawa ke mesin cross cut dengan
menggunakan hand truck.
- Kayu diukur dengan menggunakan meteran dan dipotong dengan
menggunakan mesin cross cut , kayu sisa potongan diperiksa.
- Kayu sisa potongan yang masih dapat digunakan dibawa ke gudang
penyimpanan sementara, dengan menggunakan hand truck.
- Serbuk kayu sisa pemotongan dihisap dengan menggunakan dust collector ke
gudang bahan bakar.
- Kayu sisa potongan yang tidak dapat digunakan dibawa ke gudang bahan
bakar, dengan menggunakan hand truck.
- Kayu hasil pemotongan dibawa ke mesin moulding dengan menggunakan
hand truck.
- Pada mesin moulding keempat permukaan kayu di haluskan.
- Serbuk sisa penghalusan kayu dibawa ke gudang bahan bakar dengan
memakai dust collector.
- Kemudian kayu di bawa ke bagian pendempulan dengan menggunakan hand
truck.
- Kayu di dempul secara manual dan diamplas dengan menggunakan kertas
pasir, serbuk sisa pengamplasan kayu di bawa ke gudang bahan bakar dengan
menggunakan mesin dust collector.
- Kayu yang telah selesai didempul dibawa ke bagian penyemprotan dengan
- Bahan pengawet disemprotkan pada kayu sambil di periksa secara visual hasil
penyemprotan.
- Kayu dibawa ke bagian pengepakan dengan menggunakan hand truck.
- Kayu di bagian pengepakan dihitung jumlahnya, kemudian dikemas
menggunakan plastik dan tali pengikat lalu dipasangi label.
- Kayu di bawa gudang produk jadi, menggunakan hand truck.
- Produk disimpan di gudang produk jadi.
b. Uraian Proses Produk Laminated board
Laminated board adalah produk kayu woodworking yang biasa digunakan
untuk papan iklan. Gambar dari produk laminated board dapat dilihat pada
gambar 2.3 :
Gambar 2.3. Produk Laminated board
Adapun proses pembuatan produk Laminated board adalah sebagai
berikut:
- Kayu diambil dari gudang bahan baku
- Kayu dikeringkan selama ± 12 hari dengan menggunakan kiln dryer, sampai
tingkat kekeringan 12 %
- Kemudian kayu dibawa ke mesin double planner dengan menggunakan hand
truck.
- Diketam sisi atas dan bawah dengan mesin double planner, chips dari proses
pengetaman dibawa ke gudang bahan bakar menggunakan kereta sorong.
- Di bawa ke bagian pemeriksaan dengan menggunakan hand truck.
- Kayu diperiksa ketebalannya dengan menggunakan jangka sorong.
- Kayu yang tidak sesuai ketebalannya dibawa kembali ke mesin double
planner, untuk diketam ulang.
- Kayu yang telah diketam sisi atas dan bawah dibawa ke mesin double planner
kedua untuk diketam sisi kiri dan kanan, dengan menggunakan hand truck,
chips dari proses pengetaman dibawa ke gudang bahan bakar menggunakan
kereta sorong.
- Kayu yang telah selesai diketam di bawa ke bagian inspeksi dengan
menggunakan hand truck.
- Pada bagian inspeksi kayu diperiksa ketebalannya dengan menggunakan
jangka sorong.
- Kayu yang tidak sesuai ketebalannya dibawa kembali ke mesin double
planner, untuk diketam ulang.
- Kayu yang telah selesai di ketam dibawa ke mesin cross cut dengan
- Kayu diukur dengan menggunakan meteran dan dipotong dengan
menggunakan mesin cross cut , kayu sisa potongan diperiksa.
- Kayu sisa potongan yang masih dapat digunakan dibawa ke gudang
penyimpanan sementara, dengan menggunakan hand truck.
- Kayu sisa potongan yang tidak dapat digunakan dibawa ke gudang bahan
bakar, dengan menggunakan hand truck.
- Serbuk kayu sisa pemotongan dihisap dengan menggunakan dust collector ke
gudang bahan bakar.
- Kayu hasil pemotongan dibawa ke mesin moulding dengan menggunakan
hand truck.
- Pada mesin moulding keempat permukaan kayu di haluskan.
- Serbuk sisa penghalusan kayu dibawa ke gudang bahan bakar dengan
memakai dust collector.
- Kayu dibawa ke bagian pengeleman dengan menggunakan hand truck.
- Kemudian kayu diberi lem secara manual, sebelumnya lem dicampur dengan
hardener di dalam mixer box.
- Setelah diberi lem kayu dibawa ke bagian laminating dengan menggunakan
dengan menggunakan hand truck.
- Di bagian laminating di press dengan menggunakan mesin up-press.
- Kayu dibawa ke mesin moulding dengan menggunakan hand truck.
- Kemudian kayu dihaluskan keempat sisinya dengan menggunakan mesin
- Serbuk sisa penghalusan kayu dibawa ke gudang bahan bakar dengan
memakai dust collector.
- Kemudian kayu dibawa ke bagian pendempulan dengan menggunakan hand
truck.
- Kayu didempul secara manual dan di amplas dengan menggunakan kertas
pasir, serbuk kayu sisa pengamplasan di bawa ke gudang bahan bakar dengan
menggunakan mesin dust collector
- Kayu yang telah selesai didempul dibawa ke bagian penyemprotan dengan
menggunakan hand truck.
- Bahan pengawet disemprotkan pada kayu sambil di periksa secara visual hasil
penyemprotan.
- Kayu dibawa ke bagian pengepakan dengan menggunakan hand truck.
- Kayu di bagian pengepakan dihitung jumlahnya, kemudian dikemas
menggunakan plastik dan tali pengikat lalu dipasangi label.
- Kayu di bawa gudang produk jadi, menggunakan hand truck.
- Produk disimpan di gudang produk jadi.
d. Uraian Proses Produksi Finger joint
Finger joint adalah produk kayu woodworking yang diolah dengan cara
menyambungkan potongan kayu bahan baku dengan
potongan-potongan kayu sisa dari door jamb dan laminated board. Gambar dari produk
Gambar 2.4. Produk Finger joint
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1. Definisi Produktivitas
Produktivitas diartikan sebagai tingkatan efisiensi dalam memproduksi
barang-barang atau jas-jasa : ” Produktivitas mengutarakan cara pemanfaatan
secara baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang-barang.”1
INPUT OUTPUT
Produktivitas mencakup sikap mental patriotik yang memandang ke depan
secara optimis bahwa kehidupan esok hari dapat menjadi lebih baik dan
melakukan upaya-upaya sehingga dapat terjadi perubahan kehidupan ke arah yang
lebih baik tersebut.
Menurut L. Greenberg produktivitas merupakan perbandingan antara
totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama peride
tersebut. Definisi produktivitas secara sederhana dapat dinyatakan dengan
persamaan :
PRODUKTIVITAS =
Output merupakan barang dan jasa yang dapat pula diwakilkan dengan
dengan penjualan, nilai tambah atau berupa jumlah fisik. Sementara input meliputi
tenaga kerja, bahan baku, mesin, modal, energi, tanah dan lain sebagainya. Sering
orang yang beranggapan bahwa semakin besar produksi, maka akan semakin
besar pula produktivitas. Sebenarnya produksi sangat berkenaan dengan aktivitas
menghasilkan barang dan jasa, sementara produktivitas sangat berkenaan dengan
penggunaan sumber-sumber daya yang efisien untuk menghasilkan barang atau
jasa berupa output.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa ada unsur yang harus dipe
nuhi sehubungan dengan pencapaian produktivitas, yaitu pertama keluaran yang
menunjukkan keefektifan dalam mencapai target atau tujuan. Yang kedua adalah
tentang pencapaian efisiensi masukan, yang lebih mengarah pada penghematan
masukan dalam proses. Untuk meningkatkan produktivitas perlu ditekan
unsur-unsur keefektifan dan efisiensi yang merupakan syarat dalam pencapaian
produktivitas suatu perusahaan.
Produktivitas dapat dibagi kedalam dua kategori yaitu produktivitas fisik
dan produktivitas nilai. Produktivitas fisik adalah rasio keluaran terhadap
masukan dalam bentuk kuantitatif (fisik), seperti ukuran berat, waktu dan jumlah
pekerja yang ada. Sementara produktivitas nilai akan mengukur hubungan
keluaran dan masukan dengan satuan keuangan.
3.2. Siklus Produktivitas
siklus produktivitas menyatakan bahwa pada dasarnya konsep siklus
produktivitas terdiri dari empat tahap utama, yaitu (1) pengukuran evaluasi,
(2)evaluasi produktivitas, (3) perencanaan produktivitas, dan (4) peningkatan
produktivitas.2
Menurut Sumanth, apabila suatu negara menginginkan perbaikan
produktivitas, semua upaya yang ingin dilakukan harus dimulai dari tingkat
organisasi (perusahaan). Sebaiknya perlu dilakukan program produktivitas formal
pada tingkat perusahaan yang didasarkan pada suatu konsep yang logis yang
[image:52.595.87.555.332.497.2]disebut siklus produktivitas (productivity cycle).
Gambar 3.1. Siklus Produktivitas
Pada hubungan keterkaitan yang ditunjukan oleh Gambar 3.1. akan tampak
hubungan antara siklus produktivitas dengan perusahan PT. Bukit Emas Dharma
Utama, maka perlu diawali dengan pengukuran produktivitas. Hasil pengukuran
ini dievaluasi, lalu akan ditetapkan target yang ingin dicapai. Rencana perbaikan
ini dilaksanakan dan hasilnya akan diukur kembali untuk mengetahui apakah
target tersebut dapat dicapai atau tidak
2
Gaspersz Vincent “Manajemen Produktivitas Total ’’PT. Gramedia Pustaka Utama, hal 19. Pengukuran
Produktivitas
Perbaikan Produktivitas
Evaluasi Produktivitas
Siklus ini akan dilanjutkan terus sampai akhir dari program produktivitas
dan program produktivitas ini dilaksanakan tidak hanya berhenti disalah satu
proses saja tetapi hingga siklus produktivitas ini terjadi seluruhnya.
3.3. Pengukuran Produktivitas
Pengertian pengukuran adalah proses perhitungan terhadap masukan atau sumber daya yang akan digunakan dan pengukuran terhadap keluaran yang
dihasilkan selama periode waktu tertentu. Pada hakekatnya pengukuran
produktivitas dapat dikelompokkan dalam tiga jenis yaitu :
1. Produktivitas Total
Produktivitas ini merupakan rasio antara output total terhadap jumlah dari
semua faktor input. Oleh karena itu, sebuah pengukuran produktivitas total
mencerminkan dampak gabungan dari semua input dalam memproduksi
output.
2. Produktivitas Total-Faktor
Produktivitas total-faktor merupakan rasio antara output bersih dengan
penjumlahan faktor input berupa tenaga kerja dan modal. Output bersih
adalah output keseluruhan dikurangi dengan barang dan jasa yang dibeli,
yang disebut dengan nilai tambah.
3. Produktivitas Parsial
Produktivitas parsial merupakan rasio antara output terhadap salah satu
input. Kita contohkan misalnya, produktivitas bahan baku (material) jadi
dengan pengukuran produktivitas parsial. Produktivitas ini dapat diukur
untuk seluruh faktor input yang ada baik material, tenaga kerja dan energi.3
1. Tenaga Kerja/rasio modal
3.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Faktor-faktor pengukuran produktivitas dapat berupa sebagi berikut :
Hubungan erat antara produktivitas tenaga kerja dengan rasio modal/tenaga
kerja. Menurunnya rasio antara modal investasi dengan tenaga kerja dan
pertumbuhan jumlah modal investasi lebih lamban dari pada pertumbuhan
jumlah tenaga kerja, maka semakin banyak tenaga kerja yang tidak terserap
di sektor industri yang mengakibatkan menurunnya produktivitas nasional.4
2. Investasi
Besar investasi atau modal akan dapat mempengaruhi produktivitas.
Produktivitas dapat menjadi semakin meningkat bila terjadi peningkatan
investasi/modal, yang pada akhirnya dapat menciptakan pangsa pasar yang
tinggi.
3. Utilisasi Kapasitas
Utilisasi kapasitas juga sangat membawa pengaruh terhadap produktivitas,
dimana utilisasi berupa persentase waktu pabrik dengan keadaan beroperasi
pabrik yang sangat berkaitan dengan tenaga kerja di pabrik tersebut.
4. Peraturan Pemerintah
Peraturan pemerintah juga membawa dampak terhadap pengukuran
produktivitas, karena peraturan ini akan menyetimbangkan kemajuan
industri dengan tujuan sosial yang diinginkan. Peraturan pemerintah yang
jelas dan mendukung sektor perindustrian akan membawa keuntungan untuk
iklim usaha, dilain pihak peraturan pemerintah yang di luar area ini dapat
menciptakan konflik dan uang yang ditanam/diinvestasikan untuk mengikuti
peraturan yang tidak diperlukan akan dialihkan dari riset dan pengembangan
yang berdaya guna.
5. Riset dan Pengembangan
Riset dan teknologi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam
peningkatan produktivitas suatu tenaga kerja. Bagian R&D umumnya sangat
berfokus pada pengembangan produk dan penyelesaian masalah-masalah
perbaikan kinerja perusahaan.
6. Biaya Energi
Laju peningkatan biaya energi yang lebih cepat dari pada perbaikan
produktivitas parsial tenaga kerja dapat mengakibatkan peningkatan ongkos
produksi secara keseluruhan.
7. Bauran angkatan kerja
Pergeseran kuat dari industri jasa padat pengetahuan yang menyebabkan
terjadi peningkatan yang ditandai jumlah tenaga kerja wanita yang
dipekerjakan pada tahun 70-an. Hal inilah penyebab timbulnya bauran
8. Umur pabrik dan perlengkapan
Peningkatan umur struktur maupun perlengakapan menandakan kurangnya
modernisasi yang memadai. Umur pabrik dan peralatan mempengaruhi
tingkat keandalan proses produksi (process reliability) dan akan membawa
pengaruh terhadap tingkat produktivitas suatu perusahaan.
9. Etika kerja
Sejak tahun 1965, Institut Riset Sosial dari University of Michigan telah
menemukan berkurangnya etika kerja dari hasil penelitiannya. Menurut
Thomas Juster jumlah jam kerja aktual selalu lebih rendah dari pada jumlah
yang dibayarkan kepada para pekerja, selisihnya antara jam bekerja dengan
jam yang dilaporkan semakin melebar : pada tahun 1965 hanya terdapat
selisih 5 persen, tetapi pada tahun 1975 selisihnya telah menjadi naik hingga
15 persen.
10. Pengaruh serikat buruh
Menurut Kohei Goshi, ketua pusat produktivitas yang tinggi pada
perusahaan di Jepang terjadi karena adanya kerja sama yang baik antara
pihak manajemen dengan serikat buruh. Oleh karena itu, adanya serikat
buruh diharapkan mampu menjembatani permasalahan yang ada diantara
buruh dengan perusahaan sehingga akan meningkatkan produktivitas
perusahaan pada akhirnya.
11. Manajemen
Peran serta pihak manajemen dalam memotifasi, peningkatan loyalitas dan
andilnya. Sehingga kinerja manajemen perusahaan ini akan membawa
pengaruh yang banyak terhadap naik turunnya produktivitas suatu
perusahaan. Faktor-faktor inilah penyebab terjadinya penurunan
pertumbuhan produktivitas, yang umumnya terjadi akibat efek kolektifnya
dari faktor-faktor tersebut.
3.5 Unsur-unsur dalam Produktivitas 3.5.1. Efisiensi
Apabila ukuran keberhasilan hanya dipandang dari satu sisi output, maka
produktivitas dipandang dari dua sisi sekaligus yaitu sisi input dan sisi output.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa produktivitas berkaitan dengan efisiensi
penggunaan input dalam memproduksi output (barang atau jasa).
Sementara efisiensi adalah ukuran yang menunjukkan bagaimana baiknya
sumber-sumber daya digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan
output atau dengan kata lain efisiensi merupakan suatu ukuran dalam
membandingkan penggunaan masukan (input) yang direncanakan dengan
penggunaan masukan yang sebenarnya terlaksana. Efisiensi berorientasi kepada
masukan. Peningkatan efisiensi belum tentu dibarengi peningkatan efektifitas dan
sebaliknya.
3.5.2. Efektifitas
Efektifitas merupakan karakteristik lain dari proses yang mengukur derajat
output aktual terhadap output yang direncanakan. Ada sejumlah konsep
efektivitas yang dikenal, antara lain yaitu :
1. Pertama berkaitan dengan hubungan antara teori-teori organisasi yang
moderns maupun klasik tentang output dan input.
2. Menganggap efektivitas sebagai perbadingan/ tingkatannys dimana
sasaran yang dikemukakan dapat dianggap tercapai.
3. untuk memahami efektivitas adalah “efektivitas eksternal’’ atau
perbandingan antara evaluasi satu unit input.
4. kemampuan sistem untuk tetap berlangsung. 5
Sehingga efektifitas dapat dinyatakan sebagai suatu ukuran yang
memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai baik secara kuantitas
maupun waktu. Makin besar persentase targert tercapai, makin tinggi tingkat
efektifitasnya, karena efektivitas sangat berorientasi pada keluaran atau tujuan
yang ingin dicapai.
Sehingga dapat disimpilkan bahwa efisiensi titik beratnya pada masukan,
sedangkan efektifitas titik beratnya pada keluaran. Produktivitas merupakan
kombinasi yang baik antara efisiensi dan efektivitas, karena efektifitas
berorientasi dengan pencapaian tujuan.
3.6. Pengukuran Produktivitas dengan Metode Value Added
3.6.1. Pengertian Dasar
Produktivitas diartikan sebagai hubungan antar hasil nyata maupun fisik
(barang- barang atau jasa)6
Input Output
. Produktivitas merupakan perbandingan efisiensi,
efektifitas dari setiap sumber daya (input) yang digunakan selama proses produksi
berlangsung, yang dirumuskan sebagai berikut :
Produktivitas =
Untuk merumuskan kebijaksanaan dalam upaya peningkatan
produktivitas. Dengan menggunakan value added sebagai keluaran, dikenal
metode pengukuran berdasarkan value added.
Produktivitas =
Input added Value
Produktivitas ini menggunakan value added sebagai output karena value
added inilah yang merupakan nilai tambah dalam produksi riil dari suatu
perusahaan. Output total seperti hasil pendapatan, jumlah unit yang diproduksi
dan sebagainya belum dapat dilihat sebagai hasil produksi riil perusahaan karena
kontribusi dari pihak ketiga masih ada.
Salah satu kelebihan metode ini adalah targetnya dapat dialihkan kepada
divisi dan departemen. Dengan cara ini maka anggaran operasi sebuah
perusahaan, bahkan unit-unit yang terdapat dibagian dalam hirarki perusahaan
dapat langsung dihubungkan kepada persyaratan dari pasar modal atau sumber
investasi. Oleh karena itu, menerima penciptaan nilai sebagai tujuan utama
perusahaan hanyalah merupakan suatu permulaan. Para pemimpin perusahaan
(manajer) juga harus dapat menentukan kriteria pengukuran kemajuan perusahan.
Ketika menentukan kriteria pengukuran yang akan dipergunakan dalam
menentukan pedoman untuk menginterpretasikan hasil adalah hal yang sangat
penting pada tahap awal perancangan metode value added, baru kemudian
pengukuran dapat dikaitkan dengan kompensasi manajemen dengan maksud
untuk menyatukan tujuan dari para manajer dan pemegang saham.
3.6.2. Metode Pengukuran Value Added
Ada dua macam metode pengukuran nilai tambah (value added) yaitu :
1. Metode Pengurangan.
Nilai tambah (value added) = Total pendapatan – Total pembelian barang dan
jasa dari pihak ketiga (biaya-biaya eksternal).
Yang termasuk pembelian dari pihak ketiga antara lain biaya bahan baku,
biaya tak langsung, serta biaya administrasi dan umum. Walaupun pada
awalnya dibeli dari pihak ketiga, asset tidak dimasukkan dalam komponen
biaya pembelian.
2. Metode Penjumlahan.
Nilai tambah (value added) = upah + gaji + pensiun + bunga hutang/pinjama +
Value added = Total pendapatan – Pembelian barang dan jasa dari pihak
ketiga – Biaya tenaga kerja + Bunga pinjaman + Pajak +
Depresiasi + Laba.
Nilai tambah (value added) dapat digolongkan atas dua klasifikasi yaitu
net value added dan gross value added. net value added merupakan
pendapatan yang dikurangi dengan pembelian barang dan jasa dari pihak
ketiga atau value added adalah jumlah biaya tenaga kerja, bunga pinjaman,
pajak, biaya depresiasi dan laba. Jadi pada net value added telah dikurangi
dengan pajak penghasilan, sementara gross value added tidak dikurang
dengan pajak penghasilan. Dibawah ini terdapat beberapa diagram pengukuran
produktivitas metode ValueAdded adalah sebagai berikut :
3.6.3.Diagram Hubungan Keterkaitan Rasio
1. Diagram hubungan keterkaitan antara rasio produktivitas asset dan rasio
pendukung.
Nilai Tambah Aset
Pendapatan Nilai Tambah
Aset Pendapatan
Pada hubungan keterkaitan yang ditunjukkan oleh gambar 3.2. akan tampak
hubungan antara pendapatan, nilai tambah (Value Added), serta penggunaan aset.
2. Diagram hubungan keterkaitan antara rasio produktivitas tenaga kerja
dengan rasio produktivitas biaya tenaga kerja dan rasio pendukung.
Nilai Tambah Jumlah Tenaga Kerja
Pendapatan x Nilai Tambah Nilai Tambah x Biaya Tenaga Kerja J. Tenaga Kerja Pendapatan Biaya Tenaga Kerja J. Tenaga Kerja
Pendapatan x Aset Aset J. Tenaga Kerja
Gambar 3.3. Hubungan Keterkaitan antara Rasio Produktivitas Tenaga Kerja dengan Rasio Produktivitas Biaya
Tenaga Kerja dan Rasio Pendukung.
Pada Gambar 3.4. diperhatikan keterkaitan rasio-rasio yang mempengaruhi
tenaga kerja. Tampak bahwa rasio produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh
tingkat pendapatan. Dan penggunaan aset oleh perusahaan juga berpengaruh
terhadap nilai tambah perusahaan serta memperlihatkan konstribusinya terhadap
biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja terhadap nilai
Untuk dapat melakukan pengukuran produktivitas perlu ditetapkan
deflator. Faktor data deflator berfungsi untuk menghilangkan pengaruh perubahan
harga pada setiap peride pengukuran sehingga didapatkan harga konstan yang
merupakan landasan dalam perhitungan tingkat produktivitas. Data deflator ini
dapat diperoleh dari sumber-sumber yang valid seperti dari Biro Pusat Statistik
maupun dapat pula dari perusahaan. Nilai deflator didapatkan dengan cara
mambagi harga satuan komponen rugi laba tahun yang berlaku dengan harga
satuan pada dasar, seperti terlihat dibawah sebagai berikut :
Deflator =
dasar tahun sataun Harga
berlaku tahun
satuan Harga
Selain deflator dapat pula dinyatakan dengan indeks harga yang dapat
menyesuaikan harga berlaku ke suatu nilai konstan. Indeks yang digunakan untuk
menghit