Pengaturan ketersediaan ruang parkir otomatis berbasis media komputerisasi

101  Download (1)

Teks penuh

(1)

PENGATURAN KETERSEDIAAN RUANG PARKIR OTOMATIS BERBASIS MEDIA KOMPUTERISASI

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains (S.Si)

Oleh Karima Salsabila

10607003270

PROGRAM STUDI FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(2)

ii

PENGATURAN KETERSEDIAAN RUANG PARKIR OTOMATIS BERBASIS MEDIA KOMPUTERISASI

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains

Oleh

Karima Salsabila

10607003270

PROGRAM STUDI FISIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(3)

PENGATURAN KETERSEDIAAN RUANG PARKIR OTOMATIS BERBASIS MEDIA KOMPUTERISASI

Skripsi

diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains dari Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta oleh

Karima Salsabila NIM 106097003270

Menyetujui

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Agus Marsono, M.Si Arif Tjahjono, M.Si NIP. 1975110720070 11015

Mengetahui

Ketua Program Studi Fisika

(4)

PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi berjudul “PENGATURAN KETERSEDIAAN RUANG

PARKIR OTOMATIS BERBASIS MEDIA KOMPUTERISASI yang ditulis oleh Karima Salsabila dengan NIM 106097003270 telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang Munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Kamis tanggal 9 Desember 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Fisika.

Jakarta, 10 Desember 2010 Menyetujui

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Agus Marsono, M.Si Arif Tjahjono, M.Si NIP. 1975110720070 11015

Penguji I Penguji II

Dr. Agus Budiono Drs. Sutrisno, M. Si NIP: 19620220 199003 1002 NIP: 19590202 198203 1005

Mengetahui,

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Ketua Program Studi Fisika

(5)

iv

LEMBAR PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, 10 Desember 2010

(6)

v ABSTRAK

Pentingnya suatu informasi bagi pengemudi akan ketersediaan suatu ruang parkir di dalam area perparkiran inilah yang menjadi latar belakang dari tugas akhir yang berjudul Pengaturan Ketersediaan Ruang Parkir Otomatis Berbasis Media Komputerisasi.

Penginformasian ini berupa simulasi display seven segment yang ditampilkan pada extended monitor yang akan terpasang pada pintu masuk area perparkiran sehingga pengemudi yang akan memarkirkan kendaraan dapat mengetahui secara pasti jumlah ruang yang masih tersedia di dalam area parkir tersebut. Adapun pengolahan sistem pengaturan penginformasian tersebut dikerjakan dengan menggunakan pemprograman delphi 7 dan input penggerak melalui sistem kerja sensor RFID.

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, simulasi ini menunjukkan hasil bahwa sistem dalam penelitian ini berkoneksi dengan baik sehingga informasi ketersediaan ruang ditampilkan dengan tepat.

(7)

vi ABSTRACT

The importance of information for the driver will availability a parking space in the parking area is at the background of the final project titled Setting Automatic Parking Space Availability Based Media Computerization.

This form of simulation information in seven segment display that is displayed on the monitor extended to be installed at the entrance to the parking area so that the driver who parked the vehicle will be able to know with certainty the amount of space still available in the parking area. The processing settings system information are done by using a programming delphi 7 and the input driving through an RFID sensor system.

Based on the experiments have been conducted, this simulation shows that the system in this study to a high well so that space availability information is displayed correctly.

(8)

vii

KATA PENGATAR

Bismillahirahmanirahim, untaian syukur dan alhamdulillah terucap atas segala anugerah dan nikmat dari Allah SWT yang senantiasa tercurahkan untuk penulis di dalam hidup hingga saat ini dan juga selamanya. Shalawat dan salam semoga selalu mengalir kepada suri tauladan manusia, Nabi Muhammad SAW juga kepada para sahabat, keluarga dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Dengan selesainya penulisan skripsi ini, penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada:

1 Kedua orang tua tercinta untuk kasih sayang, pengorbanan, dukungan serta pengertian yang teramat besar sehingga penulis memiliki waktu, rasa semangat dan ketidakputusasaan menjalani berbagai warna kehidupan.

2 Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta.

3 Sutrisno, M.Si selaku Ketua Jurusan Fisika FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atas semua kebaikan hati dan kebijaksanaannya selama ini.

4 Agus Marsono, M.Si selaku dosen pembimbing I yang bersedia meluangkan waktu, memberikan bimbingan ilmu dan petunjuk kepada penulis.

5 Arif Tjahjono, M.Si selaku dosen pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu, memberikan bimbingan ilmu dan petunjuk kepada penulis.

(9)

viii

7 Seluruh sahabat penulis dan teman-teman fisika 2006 ( Sani, Dewi, Anna, Izze, Iif, Putri, Cindi, Devi, Irwan, Agus, Adjie, Bachtiar, Agung, Sori, Kia, Rinan, Rusman) serta khususnya untuk sahabat senasib seperjuangan (Shilah, Dono, Iik) atas semua kebaikan, do’a, dukungan, bantuan dan luang waktu yang diberikan dalam menemani hari-hari penulis selama penelitian hingga akhir penulisan.

8 Sahabat-sahabat yang berada di kota yang berbeda khususnya Demi dan Cici atas waktu, dukungan dan perhatian yang kalian berikan untuk penulis berbagi cerita suka dan duka.

9 Teman-teman Al-Barkah 3 yang selalu mengizinkan penulis sejenak bersinggah melepas lelah, bersapa, bercanda, dan berbagi cerita selama melewati berbagai warna hari.

10 Bintang kecil penulis (De’ Azwar) yang bercahaya dengan indah mengisi hari menjadi bermakna atas semua keriangan, keakraban, pengertian, candatawa, tutur halus serta semua kebaikan yang pernah ada dan kelak kembali tuk ada. 11 Semua pihak yang telah memberikan do’a, dan dukungannya kepada penulis.

Demikian beberapa patah kalimat yang penulis sampaikan, semoga skripsi yang masih jauh dari sempurna ini diharapkan mampu memberikan banyak manfaat bagi penulis dan juga kepada banyak pihak yang membacanya.

(10)

ix

Hidup Terkadang Tak Sejalan Keinginan Manusia

Rentas Mencoba Jalan Panjang Tak Sederhana

Merangkak Dalam Segala Keterbatasan Yang Ada

Keadaan Bukan Alasan Menyerah Pada Lara

Berfikir Positif Tentang Kehendak_Nya

Bangkit Kembali Menapaki Dunia

Berliput Temu Dengan Beragam Peristiwa

Tak Pelak Terselip Pengorbanan Tulus Tiada Tara

Oasekan Jiwa Mengarsitektur Cita

Sampai Sudah di Penghujung Cerita

Memorilah Prasasti Kisah Nyata Metamorfosa

Berbalut Pelangi Berpondasi Karena_Nya

(11)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHANAN ... iii

LEMBAR PERNYATAAN ... iv

ABSTRAK ... v

1.2. Perumusan Masalah ... 2

1.3. Batasan Masalah ... 2

1.4. Tujuan Penelitian ... 3

1.5. Manfaat Penelitian ... 3

1.6. Sistematika Penelitian ... 3

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Perparkiran ... 4

2.2. Sensor RFID ... 7

2.2.1 Tag RFID ... 10

2.2.2 RFID Reader ... 12

(12)

xi

2.4.Port Serial ... 13

2.5.Bahasa Pemrograman Delphi ... 17

2.6.Microsoft Access ... 22

BAB III METODE DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ... 24

3.2. Peralatan dan Bahan Penelitian ... 24

3.3. Tahapan Penelitian ... 25

3.4. Prosedur Kerja ... 26

3.5. Pengaturan Rangkaian RFID Starter Kit ... 29

3.6. Interkoneksi Sensor dengan Netbook ... 35

3.7. Perancangan Program ... 35

3.7.1 Pengaturan Pemprograman Sistem Antarmuka ... 38

3.7.2 Pengaturan Pemprograman Pembacaan Kode Tag RFID ... 40

3.7.3 Perancangan Pemprograman Database Parkir ... 42

3.7.4 Perancangan Pemprograman Pengoperasian Display dan Portal.... 47

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengujian Rangkaian Sensor RFID ... 50

4.2 Hasil Interface Pada Sistem ... 53

4.3 Hasil Penerjemahan ID Tag RFID ... 55

4.4 Hasil Perancangan Aplikasi Progam ... 55

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 63

5.2 Saran ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 65

(13)

xii

Gambar 2.5 Konfigurasi Port Serial dengan USB ... 16

Gambar 2.6 Tampilan IDE Program Delphi ... 18

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian ... 25

Gambar 3.2 Diagram Blok ... 26

Gambar 3.3 Sambungan Komputer Dengan Dua RFID Reader ... 28

Gambar 3.4 Skema Simulasi Penerapan Sistem Ketersediaan Ruang Parkir ... 29

Gambar 3.5 Reader ID – 12 ... 30

Gambar 3.6 Struktur Pin Reader ID – 12 ... 31

Gambar 3.7 RFID Starter Kit ... 32

Gambar 3.8 Konfigurasi Sambungan RFID Starter Kit ... 32

Gambar 3.9 Konektor Jalur Komunikasi RS-232 Pada (Jumper 1) ... 33

Gambar 3.10 Konfigurasi J3, J4 dan J6 ... 34

Gambar 3.11 Flowchart Pemprograman ... 36

Gambar 3.12 RFID Program Tester ... 38

Gambar 3.13 Komponen CPortLib Pada Palet Komponen ... 38

Gambar 3.14 Rancangan Tabel Database Parkir ... 42

Gambar 3.15 Arsitektur Aplikasi Database Delphi ... 43

Gambar 3.16 Penggunaan String Koneksi ... 44

(14)

xiii

Gambar 3.18 Pengaturan Database ... 45

Gambar 3.19 Pengaturan ADOConnection ... 45

Gambar 4.1 Jarak Baca Berdasarkan Posisi Letak Tag RFID ... 50

Gambar 4.2 RFID Reader Dalam Keadaan Aktif ... 53

Gambar 4.3 Indikator Koneksi Netbook Dengan Kabel Port Serial to USB ... 54

Gambar 4.4 Indikator Koneksi Port Com dengan Program ... 54

Gambar 4.5 Indikator Pembacaan Kode Tag Menjadi Nomor Kartu ... 55

Gambar 4.6 Tampilan Program Untuk Petugas ... 56

Gambar 4.7 Tampilan Program Pada Extended Monitor ... 56

Gambar 4.8 Tampilan Program Ketika Ada Kendaraan Masuk ... 57

Gambar 4.9 Tampilan Informasi Ketika Ada Kendaraan Masuk ... 57

Gambar 4.10 Tampilan Program Ketika Ada Kendaraan Keluar ... 58

Gambar 4.11 Kesamaan Tampilan Display Pada Kedua Display Ruang ... 59

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Spesifikasi Tag RFID Berdasarkan Energi ... 11

Tabel 2.2 Spesifikasi Tag RFID Berdasarkan Frekuensi ... 12

Tabel 2.3 Pin Port Serial ... 15

Tabel 2.4 Komponen utama MS. Access 2003 ... 23

Tabel 3.1 Spesifikasi Reader ID-12 ... 30

Tabel 3.2 Pin Sambungan Pada Setiap Konektor ... 34

Tabel 3.3 Deskripsi Pin Reader ID-12 dan Format Data Keluar ... 34

Tabel 3.4 Pengaturan Komponen Untuk Sistem Interface ... 39

Tabel 3.5 Kode ASCII ... 41

Tabel 3.6 Pengaturan Komponen Untuk Sistem Interface ... 41

Tabel 3.7 Pengaturan Komponen Untuk Pengoneksian Database ... 46

Tabel 3.8 Pengaturan Komponen Untuk Display 7Segment dan Portal ... 47

Tabel 4.1 Jarak Baca Sensor RFID Berdasar Besar Tegangan Listrik ... 51

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Program Pengaturan Display ... 59

(16)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Listing Program ... 67

Lampiran 2 RFID Starter Kit Datasheet ... 79

Lampiran 3 ID Series Datasheet ... 81

(17)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang sedemikian pesat akhir-akhir ini menyebabkan kondisi yang tidak seimbang antara pertumbuhan kendaraan dengan lahan parkir yang tersedia, hal ini terlihat dengan semakin menyempitnya fasilitas tersebut khususnya di tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit, pertokoan, perkantoran dan juga tempat-tempat pendidikan.

(18)

2 Untuk dapat melakukan kontrol parkir secara otomatis tersebut maka perlu dirancang sebuah sistem pengontrolan display ketersediaan ruang parkir otomatis berbasis media komputerisasi yang diharapkan dapat membantu mengurangi permasalahan yang ada di dalam sistem pengaturan parkir yang konvensional menjadi sistem perparkiran yang ada lebih efisien dan efektif serta lebih dapat menguntungkan banyak pihak.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana cara membuat sistem kontrol yang dapat membuat rangkaian hardware dengan software sehingga mampu bekerjasama untuk dapat menginformasikan tentang jumlah ruang parkir yang masih tersedia pada suatu area perparkiran secara pasti.

1.3 Batasan Masalah

Dalam penulisan ini terdapat beberapa batasan masalah yang berguna untuk memfokuskan masalah kepada satu titik acuan dan diantaranya yaitu :

1. Hanya untuk mengetahui sisa ruang yang tersedia dalam suatu area parkir. 2. Sistem ini berlaku untuk suatu area parkir yang hanya memiliki satu pintu

masuk dan satu pintu keluar yang berbeda.

3. Cara kerja sistem ataupun komponen yang dibahas dalam penelitian ini hanya terbatas pada yang terpakai didalamnya.

(19)

3 5. Menggunakan penampil 7segment berupa simulasi dalam program delphi. 6. Tidak membahas mekanisme perputaran kartu.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah rangkaian yang berfungsi untuk mengatur sistem perparkiran sehingga bisa mengetahui secara pasti sisa kapasitas ruang parkir yang tersedia dalam sebuah area parkir.

1.5 Manfaat Penelitan

Manfaat dari rancang bangun kendali sistem parkir otomatis ini antara lain:

1. Untuk menginformasikan ruang parkir yang masih tersedia kepada pengendara yang akan memarkirkan kendaraannya secara tepat.

2. Untuk memudahkan petugas operator dalam pengaturan perparkiran. 3. Dapat mengurangi terjadinya penumpukan kendaraan pada halaman ruang

parkir yang diakibatkan dari pencarian ruang parkir tanpa sebuah kepastian tentang ketiadaannya.

4. Dapat menertibkan administrasi parkir karena terhitung dengan tepat jumlah kendaraan yang menggunakan ke dalam area parkir.

5. Meningkatkan keamanan kendaraan dikarenakan keluar masuk membutuhkan tag ID.

1.6 Sistematika Penulisan

(20)

4 BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada bab ini akan diterangkan secara singkat mengenai latar belakang ,tujuan, manfaat, permasalahan,batasan masalah dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Dijelaskan mengenai teori – teori yang berkaitan dengan bahasan tugas akhir ini seperti dasar-dasar teori dari komponen yang digunakan dan lain sebagainya.

BAB III : METODE PENELITIAN

Pada bab ini dijelaskan tentang waktu dan tempat penelitian, alat dan bahan penelitian dan juga perancangan sistem tentang perekaman suara, cara kerja serta perakitan alat-alat yang digunakan.dalam pembuatan sistem tersebut

BAB IV : ANALISA DAN PEMBAHASAN

Membahas tentang pengujian dari sistem yang telah dibuat, dan hasil penelitian yang telah dilakukan beserta dengan analisanya.

BAB V : PENUTUP

(21)

5 BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini dijelaskan mengenai teori-teori dasar yang berisi

landasan-landasan teori sebagai hasil dari studi literatur yang berhubungan dengan sistem

perparkiran yang ada dan juga perancangan sistem kontrol pada rangkaian serta

teori penunjang mengenai komponen yang digunakan pada sistem, seperti kartu

tag RFID, RFID Starter Kit serta perangkat lunak (software) yang terkait yakni

bahasa pemprograman Delphi.

2.1 Sistem Perparkiran

Sistem perparkiran menurut Ir. Sunarno, M.Eng, Ph.D dalam bukunya

Mekanikal Elektrikal Lanjutan 2006 terbagi ke dalam dua macam yakni sitem

perparkiran luar gedung dan sistem perparkiran di dalam gedung. Sistem

perparkiran di luar gedung biasanya dapat menggunakan halaman perkantoran

atau pusat perbelanjaan. Perparkiran jenis ini sering kali tidak terkontrol,

memakan lahan yang luas dan tidak aman. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan

tujuan dari sistem perparkiran yang merupakan suatu upaya untuk

mengoptimalkan pemanfaatan area agar memperoleh penghasilan yang optimal,

mengelolanya secara professional agar setiap kendaraan yang datang dapat

memperoleh posisi parkir yang tepat aman dan nyaman.

Selanjutnya sistem parkir ini dibuat di dalam gedung. Sistem perparkiran

jenis ini memberikan manfaat lebih diantaranya menampung lebih banyak

(22)

6 lebih terjamin, dan tingkat kenyamanan yang dapat terus ditingkatkan.

Kemanfaatan yang ada dari sistem parkir jenis ini membuat banyak pihak

mengembangkan lebih jauh jenis perparkiran tersebut sehingga terbentuk

beberapa macam sistem parkir dalam gedung sebagai berikut :

 Sistem parkir dalam gedung kovensional

Sistem Parkir dalam gedung manual ini merupakan perparkiran

yang biasa terlihat di perkantoran atau pusat perbelanjaan yang

menyediakan ruang parkir secara bertingkat di area basement. Sehingga

tidak memanfaatkan lahan yang luas. Kekurangan sistem parkir dalam

gedung manual ini yaitu pengendara masih harus mengendarai kendaraan

hingga menuju ruang parkir yang tersedia melalui jalan atau jalur yang

telah disediakan.

 Sistem parkir dalam gedung otomatis (autopark)

Sitem Parkir dalam gedung otomatis atau yang sering disebut

autopark systems ini merupakan perkembangan dari sistem parkir dalam

gedung kovensional. Sistem ini memberikan kemudahan bagi pengendara

untuk memarkirkan kendaraan tanpa pengendara atau petugas harus

mengendarai kendaraan sampai di ruang parkir yang tersedia. Saat

memasuki fasilitas autopark systems, pengemudi akan menerima tiket,

kemudian memasukan tiket tersebut ke dalam alat pembaca. Selanjutnya

pengendara cukup memasukan kendaraan ke dalam kabin otomatis dan

layar video akan memastikan mobil tersebut ditempatkan secara teratur.

Setelah pengendara meninggalkan kendaraan maka pintu kabin di

(23)

7 sistem penyimpanan otomatis untuk meletakan kendaraan pada tempat

yang masih kosong. autopark systems ini akan meletakan kendaraan

secara hati-hati menempatkan kendaraan pada area terdekat dan mencatat

lokasi tersebut untuk pemanggilan sewaktu kendaraan akan di ambil

kembali. Kondisi ini menimbulkan banyak manfaat di antaranya

memaksimalkan penggunaan lahan, menampung dua kali lipat sistem

parkir dalam gedung kovensional, meningkatkan kenyamanan dan

keamanan, tingkat polusi rendah dan harga pengoperasian yang relative

murah. Namun kelemahan dari sistem ini adalah kendaraan yang dapat

diparkirkan hanya kendaraan beroda empat dan berat kendaraan yang

terbatas.

Namun sistem perparkiran jenis apapun sekiranya masih kurang lengkap bila tidak

diberi display penginformsian ruang parkir pada pintu masuk gedung. Oleh karena

itu semua jenis sistem perparkiran memerlukan display penginformasian

ketersediaan ruang parkir.

2.2 Sensor RFID

RFID atau Radio Frequency Identification, adalah suatu sensor frekuensi

radio yang bisa digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh

dengan proses identifikasi suatu objek dengan menggunakan frekuensi transmisi

gelombang elektromagnetik (radio) [2].

Sensor RFID ini terdiri dari 2 piranti yaitu transponder dan reader.

Transponder (Transmitter + Responder) RFID ini merupakan komponen yang

(24)

8 data yang terdapat pada tag RFID. Sehingga secara ringkas, mekanisme kerja

yang terjadi dalam sebuah sistem sensor RFID adalah bahwa sebuah reader

frekuensi radio melakukan scanning terhadap data yang tersimpan dalam tag,

kemudian mengirimkan informasi tersebut ke sebuah basis data (tempat untuk

penyimpanan data yang terkadung dalam tag)[11].

Teknologi sensor RFID fleksibel, mudah digunakan, dan sangat cocok

untuk operasi otomatis dikarenakan beberapa kelebihannya diantaranya tidak

memerlukan kontak langsung maupun jalur cahaya untuk dapat beroperasi, dapat

berfungsi pada berbagai kondisi lingkungan, dan menyediakan tingkat integritas

data yang tinggi. Selain itu RFID mampu men-tracking atau melacak object yang

bergerak. Sebagai tambahan, karena teknologi ini sulit untuk dipalsukan, maka

RFID dapat menyediakan tingkat keamanan yang tinggi [12].

Sensor RFID bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

Gelombang elektromagnetik ialah gelombang yang terdiri dari medan listrik dan

medan magnit yang satu sama lain saling tegak lurus[5]. Energi elektromagnetik

merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu

panjang gelombang (λ), frekuensi (f) , amplitudo(A), dan kecepatan (v).

Perambatan dari sensor RFID ini terukur berdasarkan frekuensinya atau

dengan kata lain salah satu kunci dalam sistem RFID adalah frekuensi kerjanya,

dimana frekuensi itu sendiri adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik

dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya

gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan

cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang

(25)

9 gelombang semakin tinggi frekuensinya[5]. Dari daftar spektrum gelombang

elektromagnetik, diketahui bahwa gelombang radio merupakan gelombang

dengan panjang gelombang 1 mm - 10.000 km

Kinerja sensor RFID yang merupakan pengaplikasian dari kelebihan

gelombang elektromagnetik maka sensor RFID memilki sifat-sifat dari gelombang

elektomagnetik sebagai berikut [2] :

 Dapat merambat dalam ruang hampa.

 Merupakan gelombang transversal (arah getar tegak lurus arah

rambat), jadi dapat mengalami polarisasi.

 Dapat mengalami refleksi, refraksi, interferensi dan difraksi.

 Tidak dibelokkan dalam medan listrik maupun medan magnet

Oleh karena itu, jarak dari gelombang radio bisa mencapai jarak tempuh yang

sangat jauh hingga ribuan km. Waktu tempuh dari gelombang radio yang

dipancarkan oleh sensor RFID dari tag ke reader tersebut bergantung dari

frekuensi yang dimiliki oleh RFID tersebut yang digambarkan dengan rumus

T = 1/ f dan waktu yang diperlukan sensor bekerja dipengaruhi oleh panjang

gelombang yang dimiliki sehingga kecepatannya dapat dihitung dengan rumus

[5] :

v = s / t

(26)

10 2.2.1 Tag RFID

Tag RFID adalah sebuah transponder yang telah terisi sebuah

objek identifikasi berupa data. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi

bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi

lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya[13].

Bentuk tag RFID pada saat ini beraneka ragam. Ada tag berbentuk

kartu, kapsul, label, chip dan juga berupa stiker adesif yang dapat

ditempelkan pada suatu barang atau produk. Dalam gambar 2.1 berikut ini

terdapat contoh-contoh dari RFID.

[Sumber :http://www.ipm.co.th/RFID%20Tag%20&%20Card, http://fadilaholic.files.

wordpress.com/2008/12/contact_smartcard.jpg, http://lidyaoctarina.wordpress.com/]

Gambar 2.1 Jenis-jenis tag RFID

Tag tersebut terbuat dari rangkaian elektronika yang terdiri dari

intergrated circuit (IC), antena, dan memori yang saling

terintegrasi.Memori yang terdapat pada tag ini mempunyai kemampuan

untuk menyimpan data digital yang terbagi menjadi sel-sel. Beberapa sel

menyimpan data read only, misalnya serial number yang unik yang

disimpan pada saat tag tersebut diproduksi atau Sel lain pada tag ini akan

menjadikan tag dapat ditulis dan dibaca secara berulang. Tag RFID juga

berisi antena yang memungkinkan mereka untuk menerima dan merespon

terhadap suatu query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver.

(27)

11 akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh reader. Reader

akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi akan

diproses oleh komputer. Sehingga ketika tag ini melalui medan yang

dihasilkan oleh pembaca RFID yang kompatibel, tag akan

mentransmisikan informasi yang ada pada tag kepada pembaca RFID,

sehingga proses identifikasi objek dapat dilakukan [2].

Tag RFID tersebut dapat bekerja ketika memiliki energi untuk

memancarkan ID didalamya. Energi tersebut dapat diperoleh dari catu

daya yang dimiliki oleh tag tersebut sendiri atrau berasal dari RFID

reader. Oleh karena itu berdasarkan sumber daya energi seperti yang

tercantum dalam RFID United State Government Accountability Office

(2005) maka diketahui bahwa tag terbagi menjadi 3 jenis yaitu :

Tabel 2.1 Spesifikasi Tag RFID Berdasarkan Energi

Spesifikasi Tag Pasif Tag Semi Pasif Tag Aktif

Catu daya Energi dari Reader

RFID

Energi dari Reader RFID dan Baterai

Energi dari Baterai

Jangkauan Baca Mencapai 20 kaki Mencapai 100 kaki Mencapai 750 Kaki

Harga Agak Mahal Mahal Mahal

Kapasitas Memori Kecil (beberapa Kb) MB -GB Besar ( ≥ GB)

Pita Frekuensi 125 KHz 13,56 MHz MHz-GHz

Tipe Memori Read Only Read-Write Read-Write

Keamanan Data Agak tinggi Tinggi Tinggi

Kecepatan Data Agak Cepat Cepat Sangat cepat

Daya Tahan 20 th 7-15 th (bergantung baterai)

Ukuran kecil variatif Besar

Isi Hanya ID kompleks Kompleks

Kemudian berdasarkan rentang frekuensi seperti yang tercantum

dalam jurnal Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI

2009) maka operasi frekuensi RFID terbagi menjadi 4 jenis seperti yang

(28)

12 Tabel 2.2 Spesifikasi Tag RFID Berdasarkan Frekuensi

Berdasarkan pemaparan teori di atas maka diketahui bahwa tag

RFID yang digunakan dalam penelitian ini adalah tag RFID berbentuk

kartu dan berjenis pasif yang memerlukan energi dari RFID reader.

2.2.2 Pembaca RFID

RFID akan bekerja sebagai sensor apabila RFID telah juga

memiliki reader, oleh karena itu penelitian ini menggunakan RFID

reader yang berupa RFID Starter Kit buatan innovative elektronics. RFID

starter kit ini merupakan suatu sarana pengembangan RFID berbasis

reader tipe ID-12 yang telah dilengkapi dengan jalur komunikasi RS-232

serta indikator buzzer dan LED seperti yang terlihat pada gambar 2.2.

(29)

13

RFID reader atau Pembaca RFID ini berfungsi untuk menerima

dan mengirim gelombang frekuensi radio ketika terjadi komunikasi

antara reader dan tag . Kemudian reader membaca kode-kode dari RFID

tag yang ada di memori tag.

Inti dari sebuah RFID reader tersusun atas 5 komponen yaitu

IC board, mikroprosesor, antena, memori reader dan transponder. Antena

pada RFID reader bisa berupa antena internal dan eksternal. Antena

reader memancarkan gelombar radio transmiter reader dan menerima

frekuensi radio dari tag sebagai jawaban atau respon dari tag selama

berada pada jangkauan deteksi.

2.3 Komputer

Komputer yang digunakan untuk mengoperasikan sistem pengaturan

ketersediaan ruang parkir otomatis berbasis media komputerisasi ini berupa

netbook toshiba nb200 yang menggunakan processor intel atom dengan RAM 1

GHz dan sistem operasi Windows XP.

2.4 Port Serial

Sistem penghubungan antara dua perangkat dalam hal ini komputer

(netbook) dengan sensor RFID disebut dengan sistem interface atau antarmuka.

Menurut Iswanto dalam bukunya Antar muka port paralel dan Port serial sistem

antarmuka ini terbagi menjadi dalam beberapa jenis yaitu port paralel dan port

serial akan tetapi jenis port yang digunakan dalam penelitian ini adalah port serial

(30)

14 Port Serial adalah sebuah interface yang mana besar penerimaan dan

pengiriman data sebesar 1 bit pada saat melalui satu kabel. Kelebihan dari port

serial hanya membutuhkan sedikit kabel. Untuk komunikasi dua arah (full duplex)

hanya dibutuhkan 3 kabel yang berbeda, satu untuk mengirimkan data, satu untuk

menerima data dan satu lagi untuk pentanahan (ground).

Port serial yang mempunyai jenis male dan female ini memiliki 9 pin

sambungan.seperti dalam gambar 2.3

(a) male (b) female

Gambar 2.3 Konektor Port Serial

Kesembilan pin-pin tersebut memiliki fungsi-fungsi tersendiri seperti yang

tergambarkan dalam gambar 2.4 berikut ini.

Gambar 2.4 Nama Pin Konektor Port Serial

Adapun fungsi dari setiap pin yang ada pada port serial ini tercantum dal

(31)

15 Tabel 2.3 Pin Port Serial

No Pin

Nama Sinyal Direction Keterangan

1. DCD (Data Carier

3. TxD (Transmit Data) Out digunakan DTE mengirimkan data ke DCE.

4. DTR (Data Terminal

Ready)

Out pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan

terminalnya.

5. GND (Signal Ground) - saluran ground.

6. DSR (Data Set Ready) In sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa

DCE sudah siap.

7. RTS (Request To

Send)

Out dengan saluran ini DCE diminta mengirim data

oleh DTE.

8. CTS (clear to send) In dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa

DTE boleh mulai mengirim data.

9. RI (Ring Indikator) In pada saluran ini DCE memberitahukan ke DTE

bahwa sebuah stasiun menghendaki

berhubungan dengannya.

Pada prinsipnya, komunikasi serial ialah komunikasi dimana pengiriman

data dilakukan per bit, sehingga lebih lambat dibandingkan komunikasi parallel

yang mampu mengirim 8 bit sekaligus dalam sekali detak akan tetapi untuk

interfacing port serial memiliki kemampuan jarak pengiriman yang lebih jauh

dibandingkan port paralel.

Beberapa contoh penerapan komunikasi serial ialah mouse, scanner dan

sistem akuisisi data yang terhubung ke port serial COM1/COM2 dengan Tata

hubungan kabel port serial sebagai berikut:

Pin TxD ke pin RxD yang lain

(32)

16 RTS dan CTS dihubungsingkatkan

DSR dan DTR dihubungsingkatkan

GND ke GND yang lain

Oleh karena itu untuk menghubungkan port serial ini ke port lain seperti

USB akan dapat dihubungkan dengan konfigurasi seperti yang terlihat pada

gambar 2.5 berikut ini.

Gambar 2.5 Konfigurasi Port Serial dengan USB

Port serial memiliki karakteristik standar sinyal dan standar sinyal

komunikasi serial yang banyak digunakan ialah standar RS232. Standar ini hanya

menyangkut komunikasi data antara komputer (Data Terminal Equipment– DTE)

dengan alat – alat pelengkap komputer (Data Circuit-Terminating Equipment

DCE). Standarad RS232 inilah yang biasa digunakan pada serial port IBM PC

Compatibel. Standar sinyal serial RS232 memiliki ketentuan level tegangan

sebagai berikut:

1. Logika ‘1’ disebut ‘mark’ terletak antara -3 volt hingga -25 volt.

(33)

17 3. Daerah tegangan antara -3 volt hingga +3 volt adalah invalid level, yaitu

daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehingga harus

dihindari. Demikian juga level tegangan lebih negatif dari -25 volt atau

lebih positif dari +25 volt juga harus dihindari karena dapat merusak line

driver pada saluran RS232.

2.5 Bahasa Pemrograman Delphi

Borland Delphi merupakan salah satu software aplikasi pemrograman

yang merupakan perkembangan dari bahasa pemrograman pascal sehingga bisa

dikatakan sebagai variant dari bahasa pascal. Borland delphi ini termasuk

pemprograman bahasa tingkat tinggi yakni pemprograman dengan

perintah-perintah yang mudah dipahami oleh manusia dikarenakan menggunakan bahasa

yang terbiasa digunakan manusia. Bahasa delphi disebut juga bahasa prosedural

artinya megikuti suatu urutan tertentu dalam pembuatannya[8].

Borland Delphi memiliki banyak versi, akan tetapi pada penelitian ini

digunakan Delphi 7. Pemilihan versi Delphi 7 ini karena Delphi 7 memiliki fitur

dan fasilitas. dan salah satu alasan memilih program delphi salah satunya adalah

fasilitas interfacing dengan hardware luar. Interfacing hardware merupakan suatu

cara atau metode yang digunakan untuk membuat antarmuka antara computer

dengan hardware.

Borland Delphi memiliki IDE (Integrated Development Enviroment). IDE

adalah bagian dari delphi yang digunakan untuk menciptakan aplikasi, dengan

IDE inilah para programer secara visual merancang tampilan untuk para user

(pengguna antarmuka) dan menulis listing program (kode) [6]. Pada gambar 2.6

(34)

18 Gambar 2.6 Tampilan IDE Program Delphi

Berdasarkan gambar 2.1 di atas maka diketahui program delphi tersusun

atas beberapa bagian dan berikut ini penjelasannya[8] :

1. Form Designer,

Form, adalah Windows kosong tempat merancang antarmuka pemakai

(user interface) aplikasi. Tampilan awalnya seperti pada gambar 3. Pada form

inilah ditempatkan komponen-komponen sehingga aplikasi dapat berinteraksi

dengan pemakainya

2. Main Menu.

Main menu pada Delphi memiliki kegunaan yang sama seperti aplikasi Windows.

Pada bagian menu terdapat sembilan menu utama, yaitu menu File, Edit, Search,

View, Project, Run, Component, Database, Tools dan Help.

Unit Form Designer

Object Inspector

Object Tree View Toolbar Main Menu Component Palet

(35)

19

3. Toolbar

Toolbar fungsinya sama seperti dari main menu, hanya saja pada toolbar

pilihan-pilihan berbentuk icon. Icon-icon pada toolbar adalah pilihan-pilihan pada

menu yang sering digunakan dalam membuat program aplikasi.

4. Component Palette.

Component Palette adalah tempat di mana kontrol-kontrol dan

komponenkomponen diletakkan. Kontrol-kontrol dari komponen-komponen yang

terdapat pada component palette dipakai dalam pembuatan objek aplikasi dan

kemudian meletakkan objek tersebut pada rancangan form.

5. Object Inspector.

Object Inspector adalah tempat untuk properti dan event dari setiap objek

kontrol. Objek inspector juga dipakai untuk mengatur properti dari objek kontrol

yang dipakai. Selain itu object inspector juga berfungsi untuk membuat dan

melihat event dari setiap objek kontrol.

6. Unit (Kode editor.)

Unit / kode editor merupakan tempat dimana ingin meletakan atau

menuliskan kode program. Pada bagian kode editor dapat dituliskan

pernyataan-pernyataan dalam objek pascal. Setiap penambahan komponen pada form, Delphi

akan secara otomatis menuliskan kerangka programnya dalam kode editor. Kode

editor dilengkapi dengan fasilitas highlight yang memudahkan pemakai

menemukan kesalahan. Keuntungan Pemakaian Delphi adalah tidak perlu

menuliskan kode -kode sumber karena Delphi telah menyediakan kerangka

penulisan program.

(36)

20 terdiri dari file project dan sebuah unitakan tetapi terdapat beberapa file yang

dibentuk pada saat membangun sebuah program aplikasi. Berikut ini merupakan

file-file penyusun projek yang terdapat pada program Delphi [8], yaitu :

1. File Project (.Dpr) dan file Unit (.Pas)

Sebuah program Delphi terbangun dari modul-modul source code yang

disebut unit. Delphi menggunakan sebuah file projek (.Dpr) untuk menyimpan

program utama. File sumber untuk unit biasanya berisi sebagian besar kode di

dalam aplikasi, file ini ditandai dengan ekstensi (.Pas). Setiap aplikasi atau projek

terdiri atas file projek tunggal atau lebih dalam file unit.

2. File Form (.Dfm)

File form adalah file biner yang dibuat oleh Delphi untuk menyimpan

informasi yang berkaitan dengan form

3. File Resource (.Res)

File resource merupakan file biner yang berisi sebuah ikon yang

digunakan oleh project. File ini secara terus menerus di-update atau diubah oleh

Delphi sehingga file ini tidak bisa diubah oleh pemakai. Dengan menambahkan

file resource pada aplikasi dan menghubungkan dengan file project dapat

menggunakan editor resource, misalnya editor untuk membuat file resource.

4. File Project Options (.Dof) dan File Desktop Settings (.Dsk)

File project options merupakan file yang berisi options-options dari suatu

project yang dinyatakan melalui perintah Options dari menu Project. Sedang file

desktop setting berisi option-option yang dinyatakan melalui perintah

(37)

21 tersebut adalah bahwa file project options dimiliki oleh setiap project sedangkan

file desktop setting dipakai untuk lingkungan Delphi.

Apabila ada kerusakan pada kedua jenis file tersebut dapat mengganggu

proses kompilasi. Prosedur yang dapat kita tempuh untuk menangani gangguan

tersebut adalah dengan menghapus kedua jenis file tersebut yaitu .Dof dan .Dsk

karena kedua file tersebut akan terbentuk secara otomatis pada saat menyimpan

project.

5. File Backup (.~dp, .~df, .~pa)

File-file dengan ekstensi di atas merupakan file backup dari suatu project,

form dan unit. Ketiga jenis file tersebut akan terbentuk pada saat proses

penyimpanan untuk yang kedua kalinya. Kerena ketiga file tersebut berjenis

backup (cadangan) maka ketiga jenis file tersebut berisi salinan terakhir dari

filefile utama sebelum disimpan lebih lanjut.

6. File jenis lain

File-file dengan ekstensi lain yang dapat ditemukan dalam folder tempat

penyimpanan program aplikasi selain yang memiliki ekstensi yang telah

disebutkan pada umumnya adalah file-file yang dibentuk oleh compiler dan

beberapa file Windows yang digunakan Delphi. File-file tersebut yaitu :

a. File Executable (.Exe). File ini dibentuk oleh compiler dan meruakan

file esekusi (executable) dari program aplikasi. File ini berdiri sendiri

dan hanya memerlukan file library di DLL, VBX dan lain-lain

b. File unit Object (.Dcu). File ini merupakan file unit (.Pas) yang telah

(38)

22 c. File Dinamic Link Library (.Dll). File ini dibentuk oleh compiler

apabilakita merancang .DLL sendiri.

d. File Help. File ini merupakan file Windows dan merupakan file help

standar yang dapat dipakai diprogram aplikasi Delphi.

e. File Image (.Wmf, .Bmp, .Ico). File-file ini merupakan file Windows

dari aplikasi selain Delphi yang dapat digunakan untuk mendukung

program aplikasi yang kita rancang tampak lebih menarik.

2.6 Microsoft Access

Microsoft Access 2003 biasa disingkat MS. Access 2003 merupakan salah

satu perangkat lunak yang tergolong Relational DataBase Management System

(RDBMS) yang terkenal dan banyak digunakan saat ini. Banyaknya fasilitas yang

disediakan oleh MS Access serta mudahnya dalam pengoperasiannya, menjadi ciri

khas dan daya tarik tersendiri menggunakan software ini. MS Access ini dapat

melakukan proses penyortiran, pengaturan data, pembuatan tabel, query, form,

report, pages, macros dan modules yang semuanya sudah terintegrasi dalam MS.

Access serta sangat berguna dalam mengelola database.

Adanya fungi yang terdapat pada Ms.Access tersebut maka pada penelitian

ini microsoft access menjadi tempat penyimpanan data dari setiap data yang

masuk. Untuk dapat terhubung menjadi basis data maka diperlukan penggunaan

mesin basis data berupa Microsoft Jet Database Engine [9]. Penggunaan Ms.

Access sebagai sebuah software yang berfungsi untuk mengelola database, tentu

MS. Access mempunyai tool atau komponen utama untuk mendukung fungsinya

tersebut.. Tabel 2.4 berikut merupakan komponen utama dari MS. Access 2003

(39)

23 Tabel 2.4 Komponen utama MS. Access 2003

Komponen Fungsi

Tabel, merupakan komponen inti yang berfungsi untuk menyimpan data

dengan topic tertentu, Misalnya. Data mahasiswa disimpan pada tabel

mahasiswa. Data disimpan dan disusun dalam bentuk baris(record) dan

kolom (Field)

Queries, berfungsi untuk menampilkan atau meminta data tertentu dari

database, sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah query dapat digunakan

mengakses beberapa tabel secara bersamaan. Queries memegang peranan

penting dalam mengelola sebuah database.

Form, berfungsi untuk menampilkan, input, edit, hapus data dan lain

sebagainya dengan tampilan antar muka (interface) yang lebih baik.

Reports, sesuai dengan namanya, bagian ini berfungsi untuk menyajikan

laporan, sehingga dapat dicetak pada layar monitor atau langsung ke printer.

Pages, berfungsi untuk menyediakan database yang dibuat dengan access

sehingga dapat juga di akses melalui internet explorer.

Macros, merupakan rangkaian instruksi yang dapat dikenakan pada object

yang ada pada form. Sebuah Macro dapat disimpan dan dijalankan ulang

secara otomatis. Misal : Insruksi untuk membuka atau menutup sebuah form,

(40)

24 BAB III

METODE DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Waktu Dan Tempat Penelitian

Penelitian tentang sistem Pengaturan Ketersediaan Ruang Parkir Otomatis

Berbasis Media Komputerisasi ini dilaksanakan selama kurang lebih enam

bulan dimulai dari 2 Juni 2010 sampai dengan 2 Desember 2010 yang bertempat di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.2 Peralatan dan Bahan Penelitian

I. Peralatan Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : - Netbook NB 200

- Kabel Port Serial to USB jenis RS232

II. Bahan Penelitian

Bahan yang dipakai dalam penelitian ini antara lain :

- Hardware yang diperlukan dalam simulasi ini terdiri dari RFID Tag dan RFID Starter Kit

- Software yang diperlukan dalam simulasi ini yaitu program Borland Delphi 7 dan Miscrosoft Access 2003

(41)

25 3.3 Tahapan Penelitian

Gambar 3.1 berikut ini merupakan bagan diagram alur dari tahap awal hingga tahap akhir penelitian ini.

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

Diagram alur di atas adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk penelitian ini terdiri atas 5 proses inti. Berawal dari persiapan alat dan bahan seperti yang tertera pada bab 3 subbab 3.2 dan kemudian berlanjut pada pengaturan konfigurasi sistem. Pengaturan konfigurasi sistem adalah analisis serta pemasangan mode yang tepat pada sensor sehingga dapat kompatibel dengan jalur penghubung dan netbook yang digunakan. Setelah proses tersebut usai maka dilakukan pengaturan sistem antarmuka (interface) supaya interkoneksi keduanya dapat berjalan dengan baik.Selanjutnya pembuatan sebuah program aplikasi dilakukan untuk dapat mengelola semua sistem yang terkait. Tahap akhir dari penelitian ini adalah pembuatan analisa dan pembahasan terhadap sistem yang telah dibuat.

Selesai Mulai

Persiapan Alat dan Bahan

Pengaturan Konfigurasi Sistem Sensor

Pembuatan Program Aplikasi Sistem Parkir Pengaturan Sistem Antarmuka

(42)

26 3.4 Prosedur Kerja

Penelitian ini akan membahas tentang sebuah sistem penginformasian ketersediaan ruang pada sebuah area parkir. Penginformasian ketersediaan ruang parkir ini secara otomatis akan menampilkan sejumlah ruang yang masih tersedia di dalam sebuah area parkir sebelum pengendara memasuki area perparkiran.

Display ketersediaan ruang parkir ini akan bekerja menginformasikan kepada pengendara secara otomatis sehingga memerlukan adanya sensor yang akan mengubah display seven segment seketika ada kendaraan yang masuk ataupun keluar dari area parkir. Sensor tersebut akan dioperasikan oleh sebuah komputer untuk selanjutnya diolah dan diteruskan kepada simulasi display seven segment.

Adapun sensor yang digunakan pada sistem pengaturan ini adalah perangkat sensor RFID dan rancangan simulasi dari pengaturan ketersediaan ruang parkir otomatis berbasis komputerisasi ini dapat dilihat pada gambar 3.2 berikut.

Gambar 3.2 Diagram Blok

(43)

27 Loket pintu masuk

Loket pintu masuk merupakan penerimaan awal kendaraan. Pada loket tersebut tersedia RFID Reader yang telah terhubung dengan sebuah komputer. Dimana komputer tersebut pada akhirnya menggerakan portal dan display 7segment. Portal dan 7segment yang digunakan dalam perancangan kali ini hanya berupa simulasi. Namun dari simulai tersebut dapat dilihat bahwa sistem telah bekerja.

Kartu ID yang telah terbaca oleh RFID Reader akan diidentifikasi oleh komputer. Keadaan ini akan memberikan sejumlah informasi yang diperlukan pada petugas berupa tanggal, jam masuk dan ruang parkir yang akan digunakan. Selain itu pembacaan sensor akan menginformasikan bahwa ruang yang tersedia semakin berkurang sehingga display mengalami penurunan nilai angka dan juga terbukanya portal secara otomatis.

Loket pintu keluar

(44)

28 Situasi kendaraan masuk dan keluar di atas dipermisalkan dengan contoh sebagai berikut :

- Situasi keadaan kendaraan masuk adalah kondisi dimana tag RFID didekatkan satu kali pada RFID reader.

- Situasi kendaraan keluar adalah kondisi dimana tag RFID yang sama didekatkan untuk kedua kalinya pada RFID reader.

Selanjutnya pengaplikasian sensor untuk keadaan tersebut yang sebenarnya memerlukan dua buah RFID Starter Kit yang akan diletakan pada pintu masuk dan pintu keluar yang tersambung pada satu komputer seperti dalam gambar 3.3.

Gambar 3.3 Sambungan Komputer Dengan Dua RFID Reader

Namun pemakaian satu sensor pada keadaan tersebut juga dapat diaplikasikan, hanya saja untuk penggunaan satu sensor pengendara yang akan masuk dan yang akan keluar tidak dapat mengambil dan mengembalikan kartu dalam keadaan bersamaan. Selain itu letak pintu masuk dan keluar harus sangat berdekatan.

(45)

29 pengaturan ketersedian ruang parkir otomatis dan jika akan menggunakan dua buah sensor maka hanya memerlukan penambahan pengaturan program untuk kondisi comport pada program aplikasi.

Dengan kondisi tersebut maka aplikasi dari sitem ini dapat disimulasikan seperti dalam gambar 3.4.

Gambar 3.4 Skema Simulasi Penerapan Sistem Ketersediaan Ruang Parkir Untuk membuat program aplikasi untuk sistem tersebut, selain memerlukan komputer yang terhubung dengan piranti sensor RFID juga membutuhkan pemprograman delphi7 yang telah terinstal sebagai piranti lunak yang akan melakukan pemprosesan sistem.

3.5 Pengaturan Rangkaian RFID Starter Kit

Sebelum melakukan pengaturan terlebih dahulu dilakukan pengecekan terhadap sistem yang telah dimiliki oleh RFID Starter Kit sehingga dapat mengetahui spesifikasi hardware dan sistem yang digunakan pembaca RFID pada Sensor RFID.

(46)

30 Sensor RFID yang digunakan dalam penelitian ini adalah RFID Starter Kit buatan innovative electronics. RFID Starter Kit tersebut merupakan suatu sarana pengembangan RFID berbasis reader ID-12, seperti pada gambar 3.5 berikut ini.

Gambar 3.5 Reader ID – 12

RFID Reader ini memiliki spesifikasi seperti yang dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini :

Tabel 3.1 Spesifikasi Reader ID-12

(47)

31 Gambar 3.6 Struktur Pin Reader ID – 12

Setiap pin-pin tersebut akan menghubung Reader ID-12 dengan perangkat lain yang terdapat dalam RFID Starter Kit. Berikut ini merupakan komponen penyusun dari RFID Starter Kit, diantaranya :

- Jumper 7 buah

- Buzzer 5V 1 buah

- Kapasitor 1uF/ 16V 1buah - Kapasitor100uF /16 V 1buah - Kapasitor 22uF/16 V 1buah - Kapasitor 100nF 1buah - Dioda BAT 85 1buah - Dioda 1N4002 1buah

- Dioda LED 2buah

(48)

32 - Resistor 4K7 2buah

- Resistor 100R 1buah - Resistor 10K 2buah - Resistor 220 2buah - Resistor 390R 1buah

- Q MMBT3906 1buah

- Q MMBT3904 2buah

- Dari komponen tersebut pada akhirnya membentuk alat RFID Starter Kit yang terlihat seperti dalam gambar 3.7.

Gambar 3.7 RFID Starter Kit

Sedangkan bentuk konfigurasi sambungan RFID starter Kitnya diperlihatkan seperti pada gambar 3.8 berikut ini :

(49)

33 Pemilihan RFID Starter Kit tersebut sebagai sensor RFID yang digunakan dalam penelitian ini dikarenakan RFID Starter Kit buatan innovative electronics ini telah dilengkapi dengan beberapa jalur komunikasi. Jalur komunikasi pada RFID Starter Kit atau RFID Reader ini dapat diatur sesuai kebutuhan, termasuk didalamnya pengaturan untuk penggunaan jalur komunikasi RS-232 yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Jalur komunikasi RS-232 merupakan jalur komunikasi pendukung interface yang diperlukan untuk menghubungkan antara sensor RFID dengan netbook melalui kabel penghubung port serial to USB jenis RS-232.

Untuk dapat menggunakan jalur komunikasi RS-232, maka RFID Starter Kit yang menggunakan Reader ID-12 berjenis reader only memerlukan pengaturan hubungan melalui jumper yang terpasang dalam RFID Starter Kit tersebut dan untuk pengoneksian jalur ini maka kabel port serial to USB akan terhubung dengan J1, seperti pada gambar 3.9 berikut ini.

Gambar 3.9 Konektor Jalur Komunikasi RS-232 Pada (Jumper 1)

(50)

34 Tabel 3.2 Pin Sambungan Pada Setiap Konektor

Kedua konektor tersebut kemudian akan dapat berjalan sebagaimana fungsinya apabila telah tepat mengatur format data yang dibutuhkan dalam interface antara sensor dengan netbook dan untuk jumper 1 / konektor RS-232 ini yang digunakan untuk RFID reader only mermerlukan format data dalam mode UART RS-232 (ASCII). Tabel 3.3 berikut ini adalah tabel pin untuk format ASCII.

Tabel 3.3 Deskripsi Pin Reader ID-12 dan Format Data Keluar

Berdasarkan format data mode UART RS-232 (ASCII) untuk reader only tersebut maka diperlukan konfigurasi pengaturan jumper 3 (J3), jumper 4 (J4) dan jumper 6 (J6) seperti dalam gambar 3.10

Gambar 3.10 Konfigurasi J3, J4 dan J6 RFID Starter Kit J1 Port Serial to USB

RX (pin 5) RX (pin 2)

TX (pin 4) TX(pin3)

(51)

35 Setelah semua sistem terkonfigurasi secara tepat kemudian RFID Starter Kit perlu dihubungkan dengan listrik DC bertegangan 9 – 12 Volt pada jumper 2 untuk pengaktifan sensor RFID tersebut.

3.6 Interkoneksi Sensor dengan Netbook

Seperti telah diketahui diketahui bahwa koneksi antara Sensor RFID dengan netbook menggunakan kabel port serial to USB jenis RS-232. Untuk dapat menggunakan kabel penghubung tersebut maka memerlukan penginstalan driver terlebih dahulu. Selanjutnya setelah terinstal, kemudian dilakukan pengecekan port pada computer management – device manager – netbook – universal serial bus controller untuk memastikan bahwa kabel tersebut telah terhubung

dengan komputer yang selanjutnya dihubungkan dengan RFID Starter Kit.

3.7 Perancangan Program

(52)

36 Gambar 3.11 Flowchart Pemprograman

Berdasarkan flowchart di atas, maka pemprograman sistem display ketersediaan ruang parkir ini terdiri atas 4 (empat) bagian rangkaian yaitu pemprograman antarmuka sensor-netbook, pemprograman untuk penerimaan sinyal digital (pembacaan ID tag RFID), pemprograman database dan pemprograman display untuk 7segment serta portal.

Mulai

Interface Sensor -Netbook

Terkoneksi?

Koneksi Tag dengan Reader RFID

Terbaca ?

Identifikasian ID Tag di Database

Jam keluar ada?

Insert data pada kolom no_kartu

dan jam masuk Insert data pada kolom jam keluar

(53)

37 Pemprograman untuk mengelola interface ini dibuat dengan menggunakan software pemprograman delphi7, demikian pula untuk pemprograman hingga tahap akhir. Adapun alasan menggunakan program ini yaitu disebabkan RFID Starter Kit sebagai alat yang dipakai untuk membaca tag RFID ini telah menggunakan program delphi7 sebagai program pengoperasiannya. Program ini terus dilanjutkan penggunaannya untuk interface dan menjalankan pengelolaan yang ada sebab dikhawatirkan apabila mengganti bahasa program yang digunakan akan mengakibatkan disconection pada sistem.

Berikut ini permprograman delphi yang telah digunakan dalam RFID Starter Kit dalam program tester untuk pengoneksian pada jalur komunikasi RS-232. Jalur komunikasi RS-232 tersebut kemudian tersambung dengan menggunakan port com 1. Untuk pengecekan konektivitas antara keduanya kemudian dilakukan tes dengan cara mendekatkan tag RFID kepada RFID Starter Kit. Terkoneksinya rangkaian bagian pertama ini dapat dicek dengan program delphi seperti tampilan pada gambar 3.12 berikut ini.

(54)

38 3.7.1 Pengaturan Pemprograman Sistem Antarmuka

Setiap pembuatan program aplikasi di dalam pemprograman delphi untuk pertama kali, maka secara langsung akan berhadapan dengan tampilan sebuah form. Di dalam form ini kemudian akan diletakan komponen-komponen dan urutan perintah yang dibutuhkan untuk mendesain program aplikasi dari penelitian yang akan dibuat.

Pada program aplikasi ini terdiri dari dua form. Form 1 yang diberi nama RFID Sensor Read, form ini adalah desain program yang pada akhirnya nanti akan menjadi tampilan pada layar monitor petugas jaga. Sedangkan form 2 yang diberi nama Display 7Segment adalah desain tampilan untuk layar monitor bagi pengendara yang akan memasuki area perparkiran.

Tampilan untuk pemprograman sistem interface ini terdapat pada form 1. Namun untuk membuat program interface tersebut dibutuhkan komponen tambahan pada palet komponent berupa CPortLib untuk penghubungan program dengan jalur komunikasi port serial to USB (kabel RS-232). Komponen tersebut perlu diinstal terlebih dahulu. Selanjutnya akan muncul palet komponen CPortLib tersebut seperti yang tertampil pada gambar 3.13 setelah penginstalan berhasil dilakukan.

(55)

39 procedure TForm1.Com(Sender: TObject);

{ penambahan listing bila menggunakan 2 sensor ditulis dengan pemulaian //}

begin comport1.Close;

Pemprograman delphi untuk sistem interface selanjutnya mengambil beberapa komponen dari komponen palet yang ada, diantaranya yaitu label dan

combobox dari komponen palet standard serta Comport dan ComDataPacket dari

komponen palet CPortLib dengan pengaturan seperti pada tabel 3.4 berikut ini.

Tabel 3.4 Pengaturan Komponen Untuk Sistem Interface

Komponen Properties Setting

TForm1 Caption RFID Sensor Read

Label1 Caption Pilih Com Port

Combobox1 Caption Combobox1

Comport1 Caption Comport 1

Port COM1

Langkah selanjutnya adalah membuat listing program untuk menjalankan sistem program antarmuka dengan procedure program berikut ini ;

Namun sebelumnya perlu menyelipkan perintah untuk komponen antarmuka pada

(56)

40 procedure TForm1.FormShow(Sender: TObject);

//begin if Form1.Caption=‘RFID Sensor Read’ then begin combobox1.ItemIndex:=0;

comport1.Close;

comport1.Port:=combobox1.Items.Strings[0]; comport1.Open;

3.7.2 Pengaturan Pemprograman Pembacaan Kode Tag RFID

(57)

41 sehingga sensor RFID mendapatkan ID dari tag tersebut. Oleh karena itu gelombang elektromagnetik yang bekerja pada tag-sensor RFID ini akan bisa memiliki keluaran berupa sinyal-sinyal digital. Sinyal-sinyal digital yang ada akan diterjemahkan dalam mode UART RS-232 dengan format data ASCII seperti dalam tabel 3.5.

Tabel 3.5 Kode ASCII

Berdasarkan tabel kode ASCII diatas maka ID dapat diterjemahkan dan untuk pengecekan dan pembacaan pada program delphi diperlukan beberapa komponen yang di antaranya yaitu label dan memo dari palet komponen standard,

DBEdit dari Data Controls, serta ComDataPacket dari CPortLib dengan

pengaturan sebagai berikut :

Tabel 3.6 Pengaturan Komponen Untuk Sistem Interface

Komponen Properties Setting

ComDataPacket1 Caption ComDatapacket1

Port COM1

Label2 Caption Nomor Kartu

DBEdit1 Caption DBEdit1

Memo1 Caption Memo1

Button1 Caption Tes Serial

Timer1 Caption Timer1

Interval 1000

(58)

42 Selanjutnya adalah membuat listing program untuk menjalankan sistem program pembacaan ID dari tag dengan membuat function seperti yang terdapat dalam function tform1.hextoint(input : string):longint;

Setelah penulisan function selesai kemudian membuat prosedur menjalankan program untuk penerjemahan kode yang ada di dalam tag RFID dengan beberapa prosedur diantaranya yaitu :

procedure TForm1.FormShow(Sender: TObject);

procedure TForm1.ComPort1RxChar(Sender:TObject; count:Integer);

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);

procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);

Procedure Tform1.StopTesSer;

3.7.3 Perancangan Pemprograman Database Parkir

Suatu program aplikasi sistem parkir tentu memerlukan adanya sebuah database untuk menghimpun suatu data mengenai keluar masuknya kendaraan pada area perparkiran juga untuk memantau jumlah finansial yang didapatkan dari pengelolaan tersebut. Oleh karena itu, pada penelitian ini database yang dibuat terdiri dari no, no_kartu, jam_masuk, jam_keluar, lama_parkir, dan tarif seperti yang tergambar pada gambar 3.14. Tabel-tabel tersebut disesuaikan juga untuk kebutuhan perangkat lunak dari tiap bagian untuk menjalankan beberapa sistem yang terkait dengan database tersebut.

(59)

43 Database tersebut dibuat dengan menggunakan perpaduan antara delphi7 sebagai relation dengan program microsoft access 2003 sebagai penyimpan data. Sehingga antara perangkat lunak delphi7 dan microsoft access perlu dihubungkan dengan sebuah driver provider, namun sebelum melakukan konektivitas antara kedua perangkat lunak tersebut, terlebih dahulu harus membuat database dalam microsoft access. Setelah dibuat, kemudian barulah menyambung konektivitas di antara keduanya dari program delphi. Pembangunan konektivitas database dalam pemprograman delphi memiliki arsitektur aplikasi yang terdiri dari komponen koneksi data, source data, akses data dan kontrol data yang akan saling berintegrasi dengan database penyimpan data seperti pada gambar 3.15 berikut :

Gambar 3.15 Arsitektur Aplikasi Database Delphi

Database penyimpan data, seperti yang telah disebutkan di atas yaitu microsoft access. Selanjutnya penyambungan konektivitas dengan database penyimpan data tersebut dilakukan melalui delphi. Pembacaan akhir dari database yang telah terbangun dapat dilihat pada komponen data kontrol ini sebab data kontrol tersebut merupakan penampil data dari database yang direpresentasikan oleh dataset (ADOTable dan ADOQuery) dengan melalui komponen koneksi data (ADOConnection) dan Data Source.

(60)

44 Pengaktifan ADOConnection agar dapat berfungsi sebagai jalan pembuka konektivitas antara access dengan delphi memerlukan beberapa pengaturan dengan langkah-langkah berikut setelah mengambil komponen ADOConnection ( ) dari komponen palet ADO :

 Double Klik pada komponen ADOConnection atau Connection String

sehingga akan hadir gambar 3.16

Gambar 3.16 Penggunaan String Koneksi

 Klik Build dan pilih driver provider yang akan digunakan (dalam

penelitian ini Microsoft Jet 4.0 OLE DB Provider) seperti yang terlihat pada gambar 3.17.

Gambar 3.17 Pengaturan Driver Provider

(61)

45 Gambar 3.18 Pengaturan Database

 Klik tombol Test Connection sehingga muncul pemberitahuan Test

Connection Succeede.dan klik tombol OK.

 Klik tombol OK pada dialog box Form1.ADOConnection1.Connection

String

 Selanjutnya mengatur Object Inspector ADOConnection seperti gambar

3.19.

(62)

46 Langkah berikutnya untuk dapat mengoperasikan database maka diperlukan pengaturan DataSource, ADOTable, ADOQuery dan DBGrid seperti dalam tabel 3.7.

Tabel 3.7 Pengaturan Komponen Untuk Pengoneksian Database

Komponen Properties Setting

DataSource1 Name DataSorce1

DataSet ADOTable1

Connection ADOConnection1

ADOTable1 Name ADOTable1

Connection ADOConnection1

Active True

Table Name Perparkiran

ADOQuery1 Name ADOQuery1

Connection ADOConnection1

SQL Select * from perparkiran

Active True

Command Timeout 1000

Button 2 Caption Insert

Event ButtonClick

Komponen tambahan untuk pengaturan waktu dibutuhkan dalam sistem database ini. Oleh karena itu untuk penelitian ini diperlukan mengambil DateTimePicker1 dari palet komponen Win32 dengan mengatur format kind dengan dtktime, name menjadi DateTimePicker1, dan visible menjadi false.

(63)

47 3.7.4 Perancangan Pemprograman Pengoperasian Display dan Portal

Inti dari penelitian ini adalah pengurangan dan penambahan angka yang terdapat pada display secara otomatis berbentuk sevensegment. Display 7-segment pada penelitian ini merupakan simulasi di dalam program delphi dan sebagai layar penampil untuk display ini digunakan layar monitor extended yang terhubung oleh kabel VGA dengan netbook NB200. Layar monitor extended tersebut seolah-olah diletakan pada gerbang masuk untuk penginformasian kepada pengendara yang akan menggunakan area parkir.

Perancangan pemprograman untuk display ini sangat bersangkutan dengan pemprograman lainnya mulai interface hingga database. Untuk membentuk

simulasi display 7segment dan portal diperlukan beberapa komponen lainnya yaitu 4 (empat) GoupBox, 4 (empat) label, 2 (dua) shape dan 1 button dengan pengaturan seperti dalam tabel 3.8 berikut ini.

Tabel 3.8 Pengaturan Komponen Untuk Display 7Segment dan Portal

Komponen Properties Setting

Label3 Caption 5

Label4 Caption Portal Keluar

Label5 Caption Portal Masuk

Label1 Form 2 Caption 5

Button3 Caption Bayar

Groupbox1 Caption Sisa Ruang

Groupbox2 Caption Portal Monitoring

Groupbox3 Caption Monitoring Portal

Gropbox1 Form2 Caption Kapasitas Ruang Parkir

Timer2 Name Timer2

Interval 15000

Timer3 Name Timer3

(64)

48 Setelah komponen di atur seperti dalam tabel 3.8 kemudian dilakukan pembuatan listing program untuk menjalankan komponen-komponen tersebut dan berikut ini prosedur-prosedur yang terkait untuk menjalankannya adalah sebagai berikut : indikator2.Brush.Color:=clred; kapasitas:=5;

SQL.add('update perparkiran set status=0, tarif = round(lama_parkir/0.000696)*33.333 where no_kartu='+ DBedit1.Text + ' and status=''i''');

ExecSQL;

(65)

49 form2.Label1.Caption:=inttostr(kapasitas);

sisa:= sisa+1;

label3.Caption:=inttostr(sisa); --- ---

FieldByName('jam_masuk').AsDateTime:=datetimepicker1.DateTi me;Post;

indikator.Brush.Color:=clgreen; kapasitas:= kapasitas-1;

form2.Label1.Caption:=inttostr(kapasitas); sisa:=sisa-1;

label3.Caption:=inttostr(sisa); timer2.Enabled:=true

end;

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);

procedure TForm1.Timer3Timer(Sender: TObject);

Figur

Gambar 2.3 Konektor Port Serial

Gambar 2.3

Konektor Port Serial p.30
Tabel 2.3 Pin Port Serial

Tabel 2.3

Pin Port Serial p.31
gambar 2.5 berikut ini.

gambar 2.5

berikut ini. p.32
Gambar 2.6 Tampilan IDE Program Delphi

Gambar 2.6

Tampilan IDE Program Delphi p.34
Tabel 2.4  Komponen utama MS. Access 2003

Tabel 2.4

Komponen utama MS. Access 2003 p.39
Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

Gambar 3.1

Flowchart Penelitian p.41
Gambar 3.2 Diagram Blok

Gambar 3.2

Diagram Blok p.42
gambar 3.3.

gambar 3.3.

p.44
Gambar 3.4 Skema Simulasi Penerapan Sistem  Ketersediaan Ruang Parkir

Gambar 3.4

Skema Simulasi Penerapan Sistem Ketersediaan Ruang Parkir p.45
Gambar 3.5 Reader ID – 12

Gambar 3.5

Reader ID – 12 p.46
Gambar 3.6 Struktur Pin Reader ID – 12

Gambar 3.6

Struktur Pin Reader ID – 12 p.47
Gambar 3.12 RFID Program Tester

Gambar 3.12

RFID Program Tester p.53
Tabel 3.4 Pengaturan Komponen Untuk Sistem Interface

Tabel 3.4

Pengaturan Komponen Untuk Sistem Interface p.55
Tabel 3.5  Kode ASCII

Tabel 3.5

Kode ASCII p.57
Gambar 3.14 Rancangan Tabel Database Parkir

Gambar 3.14

Rancangan Tabel Database Parkir p.58
Gambar 3.15 Arsitektur Aplikasi Database Delphi

Gambar 3.15

Arsitektur Aplikasi Database Delphi p.59
Gambar 3.17  Pengaturan Driver Provider

Gambar 3.17

Pengaturan Driver Provider p.60
Gambar 3.18  Pengaturan Database

Gambar 3.18

Pengaturan Database p.61
Tabel 3.8 Pengaturan Komponen Untuk Display 7Segment dan Portal

Tabel 3.8

Pengaturan Komponen Untuk Display 7Segment dan Portal p.63
Tabel 4.1 Jarak Baca Sensor RFID Berdasar Besar Tegangan Listrik

Tabel 4.1

Jarak Baca Sensor RFID Berdasar Besar Tegangan Listrik p.67
Gambar 4.2  RFID Reader Dalam Keadaan Aktif

Gambar 4.2

RFID Reader Dalam Keadaan Aktif p.69
Gambar 4.4  Indikator Koneksi Port Com dengan Program

Gambar 4.4

Indikator Koneksi Port Com dengan Program p.70
Gambar 4.5  Indikator Pembacaan Kode Tag Menjadi Nomor Kartu

Gambar 4.5

Indikator Pembacaan Kode Tag Menjadi Nomor Kartu p.71
Gambar 4.7  Tampilan Program Pada Extended Monitor

Gambar 4.7

Tampilan Program Pada Extended Monitor p.72
Gambar 4.9 Tampilan Informasi Ketika Ada Kendaraan Masuk

Gambar 4.9

Tampilan Informasi Ketika Ada Kendaraan Masuk p.73
Gambar 4.10 Tampilan Program Ketika Ada Kendaraan Keluar

Gambar 4.10

Tampilan Program Ketika Ada Kendaraan Keluar p.74
Tabel 4.2 Hasil Pengujian Program Pengaturan Display

Tabel 4.2

Hasil Pengujian Program Pengaturan Display p.75
Gambar 4.11 Kesamaan Tampilan Display Pada Kedua Display Ruang

Gambar 4.11

Kesamaan Tampilan Display Pada Kedua Display Ruang p.75
Gambar 4.12 Pembukaan Portal Keluar

Gambar 4.12

Pembukaan Portal Keluar p.77
Tabel  Display

Tabel Display

p.78

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : Parkir Otomatis sensor RFID