• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI COPING WASIT NASIONAL DALAM MENGHADAPI KONFLIK INTRAPERSONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STRATEGI COPING WASIT NASIONAL DALAM MENGHADAPI KONFLIK INTRAPERSONAL"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer dimuka bumi saat ini, sepak bola dimainkan oleh berjuta-juta manusia baik lelaki, wanita, tua, muda maupun anak-anak. Sepakbola merupakan suatu cabang olahraga yang sederhana dan menyenangkan untuk dimainkan maka hampir semua orang ingin memainkannya. Tidak dibutuhkan peralatan yang komplit untuk dapat memainkan sepakbola. Perkembangan sepakbola di Indonesia saat ini sudah menuju kearah yang lebih baik bila dibandingkan dengan perkembangan ditahun-tahun sebelumnya, dimana sepakbola sekarang ini memiliki liga yang cukup profesional dan sangat digemari diseluruh nusantara yaitu Indonesia Super Liga (ISL), dalam liga tersebut berbagai tim besar dari beberapa daerah yang tersebar dinusantara ini bersaing memperebutkan tahta juara untuk menjadi pemenang. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya kita sudah bisa melihat sedikit kedewasaan dari para pendukung masing-masing tim kesayangannya, hal ini dapat dilihat dari animo pecinta sepakbola Indonesia baik itu orangtua maupun anak-anak yang tidak lagi merasa takut jika ingin menonton tim kebanggaannya main distadion.(Warta Warga,2010).

(2)

2

dan mengatur berjalannya kompetisi yang sesuai dengan standart FIFA (Federasi International Foodball Asociation).

Menurut Zein (2009), dengan banyaknya club yang dibawahi oleh PSSI maka banyak pulah pertandingan yang diselenggarakan, baik dalam bentuk kompetisi prestasi maupun kompetisi pembinaan. kompetisi yang diselenggarakan akan memunculkan pemain-pemain berbakat yang dapat memperkuat tim merah putih dipentas internasional. Pertandingan sepakbola yang diselenggarakan PSSI melibatkan banyak unsur didalamnya salah satunnya adalah seorang wasit yang bertugas sebagai pemimpin jalannya suatu pertandingan dari awal hingga akhir. Peran wasit sangat besar dalam setiap pertandingan sepakbola, bahkan dapat dikatakan bahwa wasit mempunyai peranan yang sangat vital dalam suatu pertandingan sepakbola. Tanpa adannya wasit pertandingan tidak akan bisa dilaksanakan, karena wasit merupakan pengadil yang menerapkan peraturan permainan. Sedangkan kompetisi yang professional sekarang ini membutuhkan wasit yang professional yang menerapkan peraturan permainan sesuai dengan laws of the game.

Wasit dalam suatu pertandingan dibantu oleh suatu tim yaitu 2 orang asisten wasit, seorang wasit cadangan dan seorang pengawas pertandingan, Tim Wasit dituntut harus memiliki kualitas sebagai pemimpin pertandingan yang baik,sportif, dan adil, mereka tidak cuma harus menguasai peraturan permainan sehingga cakap saat memimpin setiap pertandingan, tetapi lebih dari itu mereka dituntut harus mampu mengatasi tekanan atau intervensi dari dalam maupun dari luar lapangan, khususnya fanatisme dari penonton terhadap tim-tim yang mereka dukung. Selain cakap dan terampil seorang wasit juga harus memiliki emosi yang stabil sehingga tidak gampang terombang-ambingkan suasana serta senantiasa fokus pada tugas-tugas memimpin pertandingan.

(3)

3

dalam pertandingan sepakbola. Wewenang wasit dalam mengambil keputusan bersifat mutlak dalam menegakkan peraturan permainan pada pertandingan dimana wasit ditugaskan, karena tugas wasit adalah menegakkan peraturan permainan sesuai dengan peraturan laws of the game.

Dengan adannya wewenang dan kekuasaan yang dimiliki tim wasit tersebut di dalam memimpin suatu pertandingan, sering kali wasit mendapat tekanan dari pihak luar seperti yang terjadi pada pertandingan solo melawan gresik yang diselenggarakan dikota Solo. Menurut ketua komisi disiplin PSSI yaitu Hinca Panjaitan, menetapkan bahwa hasil pertandingan laga Persis Solo versus Gresik United (GU), pada Kamis (12/2) di Stadion Sriwedari, Solo “itu tidak sah”. Karena dalam pertandingan tersebut terdapat intervensi dari pihak luar yang berlebihan, dalam hal ini polisi wilayah Jawa Tengah. Ia mengatakan, pihaknya memberikan peringatan keras kepada Panitia Pelaksana (Panpel) Persis karena tidak berani menolak intervensi pihak luar. Komdis menilai Wasit dan PP serta Panpel seharusnya mampu menolak intervensi dari luar karena sudah ada aturan yang berlaku di sepak bola untuk mengatur hal-hal itu. Dalam kasus Persis, dua pemain ditangkap saat sedang berkejaran. Tidak diketahui, apa penyebab mereka berkejaran. Tiba-tiba saja, oleh polisi, kedua pemain ditangkap. Padahal, saat wasit Made menghentikan pertandingan, ia sedang fokus dengan Javier Roca (Gresik United) yang sedang keram. Tak ada yang memastikan, mengapa Nova Zaenal (Persis) dan Bernard Mamadou (GU), tiba-tiba saling berkejaran," katanya. Meski diduga ada pemukulan yang dilakukan Bernard terhadap Nova saat keduanya tengah berebut bola, Saat ini Nova dan Bernard masih ditahan, dan para wasit dan perangkat pertandingan diamankan kekantor polisi untuk memberi keterangan.

(4)

4

kompetisi, dengan demikian wasit dapat menghukum pemain selama kekuasaannya memimpin pertandingan belum berakhir (Zein,2009).

Kekuasaan yang dimiliki oleh wasit menyebabkan banyak club yang sengaja meminta bantuan kepada wasit dengan cara mempengaruhi wasit, seperti yang terjadi belakangan ini adanya percobaan untuk mempengaruhi wasit dengan berbagai cara pada wasit Pra Porprov Jawa Timur dimana club gresik mencoba untuk mempengaruhi wasit dengan iming-iming sejumlah uang dalam pertandingan Pra Ponprov grup F, Gresik lawan Ngajuk dimana pertandingan tersebut dimenangkan oleh club Gresik dengan skor 7-1, sehingga Gresik menjadi juara grub dan lolos keputaran selanjutnya. Dengan wewenang yang dimiliki wasit saat ini hal tersebut sebenarnya sangat mudah dilakukan oleh seorang wasit, dan secara tidak langsung hal itu sudah menjadi suatu masalah di dalam diri wasit sendiri dan didalam kelompok tim wasit tersebut, apakah wasit mau menerima tawaran itu atau tidak. Ataukah dari suatu tim tersebut, ada salah satu yang mau menerima tawaran itu dan ada juga yang tidak mau. (JawaPos, Rabu 6 april 2011).

Dengan fenomena yang sering terjadi peneliti melakukan wawancara awal terhadap salah satu wasit Divisi Utama yang mengemukakan bahwa kejadian yang seperti fenomena diatas sangat sering terjadi didunia persepakbolaan. Wasit sering kali mendapat iming-iming dan tekanan dari tim yang mempunyai kepentingan, dengan cara menakut-nakuti wasit dengan mendatangkan beberapa orang untuk memperolok, dan mengancam wasit baik sebelum pertandingan dimulai ataupun ketika berlangsungnya pertandingan, menggedor pintu ruang wasit dan yang parahnya lagi wasit sering kali diancam didalam ruang ganti wasit. Hal itu dapat mempengaruhi kondisi psikologis dari seorang wasit dalam memimpin pertandingan, dan akan berdampak pada kinerja wasit dalam membuat keputusan dilapangan.

(5)

5

Dari hasil pengamatan peneliti terhadap wasit sebagian besaar kejadian konflik seperti ini sering kali dilatar belakangi oleh banyak faktor antara lain faktor ekonomi wasit yang berbeda-beda. Dimana setiap wasit mempunyai latar belakang pekerjaan yang tidak sama, dan mempunyai kebutuhan ekonomi yang berbeda, misalnya wasit yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS, TNI, Polri, tidak sama kebutuhannya dengan wasit yang mempunyai pekerjaan pedagang dan karyawan. Latar belakang tersebut sering kali mempengaruhi psikologis para wasit dalam menghadapi tekanan yang ada. Misalnya ketika wasit dihadapkan dengan iming-iming berupa hadiah tertentu yang menurut aturan sebagai wasit, itu tidak diperbolehkan, tetapi disisi lain wasit juga membutuhkannya.

Masalah yang sering dihadapi wasit tersebut merupakan suatu konflik di dalam diri wasit sendiri, meskipun konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik di dalam diri sendiri, di dalam kelompok, maupun di dalam suatu organisasi besar demikian halnya dengan kehidupan sebagai wasit yang berperan penting di dalam suatu pertandingan sepakbola. Sehingga dampak dari konflik tersebut mengakibatkan kinerja wasit dalam memimpin pertandingan tidak sesuai dengan peraturan permainan, karena adanya tekanan-tekanan dan kepentingan yang mempengaruhi keputusan wasit dilapangan.

Sedangkan menurut Wijono (2010), jenis konflik dibedakan menjadi dua yaitu konflik intrapersonal yang merupakan konflik antara individu dengan dirinya sendiri dan konflik interpersonal yang merupakan konflik antara individu dengan lingkungan dalam organisasi. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan penelitiannya pada konflik intrapersonal sesuai dengan judul yang diangkat oleh peneliti.

(6)

6

Menurut Wijono (2010) sebab-sebab konflik intrapersonal adalah konflik yang timbul karena adanya suatu pertentangan antara perasaan-persaan senang dan frustasi, gagal dan berhasil, berharap dan putus asa. Munculnya perasaan tersebut karena adanya kepentingan atau kekuatan yang bergerak kearah tertentu dalam waktu yang bersamaan.

Meskipun masalah tersebut tidaklah penting tetapi bagaimanapun juga hal tersebut bisa mengganggu kinerja wasit dalam menjunjung sportifitas dan keadilan apabila antara tujuan dan keinginan sama-sama menjadi penting untuk segera dilakukan. Sikap wasit disinilah yang menentukan bagaimana sportifitas dan keadilan bisa benar-benar dijunjung saat pertandingan, bagaimana pula strategi coping wasit dalam mengahadapi fenomena konflik yang terjadi pada dirinnya.

Cara penyelesaian konflik setiap wasit berbeda-beda, sehingga peneliti ingin mengetahui bagaimana para perangkat pertandingan (wasit) dalam mengatasi problemmatika yang dihadapi sekarang ini, salah satunya yaitu dengan Strategi Coping terhadap wasit. Sehingga menurut Smet (1994), tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu agar tercipta keseimbangan ini mengurangi, atau meminimalkan dampak kejadian yang menimbulkan stres khususnya didalam lingkungan kerja dapat diistilahkan sebagai strategi coping.

Strategi Coping merupakan strategi untuk memenejemen tingkah laku terhadap pemecahan masalah yang paling sederhana dan realistis, berfungsi untuk membebaskan diri dari masalah yang nyata maupun tidak nyata, dan coping merupakan semua usaha secara kognitif dan perilaku untuk mengatasi, mengurangi, dan tahan terhadap tuntutan (Lazarus, dalam Triantoro,2009).

(7)

7

memimpin pertandingan. Sehingga dalam mengatasi konflik tersebut digunakanlah strategi coping untuk mengatasi persoalan atau konflik yang dihadapi oleh wasit.

Berkaitan uraian dan fenomena yang dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul “Strategi Coping Wasit Nasional Dalam Menghadapi Konflik Intrapersonal”.

B.Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana gambaran Strategi Coping Wasit Nasional Dalam Menghadapi Konflik Intrapersonal.

C.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Coping Wasit Nasional Dalam Menghadapi Konflik Intrapersonal

D.Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Secara Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi kemajuan ilmu pengetahuan psikologi, terutama dalam disiplin ilmu Psikologi Industri dan Organisasi pada umumnya dan Psikologi klinis.

2. Secara Praktis

(8)

STRATEGI COPING WASIT NASIONAL DALAM MENGHADAPI KONFLIK INTRAPERSONAL

SKRIPSI

Oleh :

JHONIE

06810059

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(9)

STRATEGI COPING WASIT NASIONAL DALAM MENGHADAPI KONFLIK INTRAPERSONAL

SKRIPSI

Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang

sebagai salah satu persyaratan untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Psikologi

Oleh :

JHONIE

06810059

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(10)
(11)
(12)

KATA PENGANTAR

Assalamuallaikum Wr. Wb

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Strategi Coping Wasit Nasional Dalam Menghadapi Konflik Intrapersonal”. Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dan petunjuk serta bantuan yang bermanfaat dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Drs. Tulus Winarsunu, M.Si selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Dra. Djudiyah, M.Si dan Zakarija A, S.Psi M.Si selaku Pembimbing I dan Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna, hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

3. Ari Firmanto, S.Psi selaku dosen wali yang telah mendukung dan memberi pengarahan sejak awal perkuliahan hingga selesainya skripsi ini.

4. Kedua orang tuaku yang tersayang, Ayahanda Heri dan Ibunda Sulastri yang telah membesarkan dan menyekolahkan saya hingga akhir, dan selama ini tak henti-hentinya selalu memberikan perhatian, petuah-petuah, bimbingan, semangat, motivasi, doa, serta semua cinta kasihnya yang tulus pada saya. Saya tidak akan pernah bisa membalas itu semua. Sekali lagi terima kasih banyak “BAPAK & IBU”.

5. Pakde Bunali, Paklek Edi, Bulek Lika, Mas Epen, Mba idah, Mba Rous, Mas Ikbal, Mas Rully dan Adikku Candra yang selama ini telah banyak membantuku dalam segala hal mulai dari awal masuk bangku perkuliahan hingga akhir menyelesaikan perkuliahan, terimakasih waktu yang telah diluangkan untuk ku, terima kasih atas rasa kebersamaan yang sudah di berikan kepada ku, sekali lagi terima kasih banyak semuanya.

(13)

7. Untuk “Keindahan JE” yang telah banyak membantu, menemani, dan menghiburku dari awal sampai akhir penyelesaian skripsi ini dan juga perhatiannya yang tulus setiap hari yang diberikan tanpa mampu aku membalas itu semuanya.

8. Teman-teman terbaikku mulai dari awal masuk kuliah hingga akhir kuliah Wulan, Dewi, Fifit, Nidiyah, Ritwan M, Lutfi, Tyo n Sauki yang telah banyak membantu, menghiburku, dan selalu memberiku semangat. Semoga kita akan tetap menjadi teman baik dan takkan terlupakan. Juga buat teman-teman Psikologi angkatan 2006, khususnya anak-anak Psikologi kelas B, terimakasih atas motivasinya selama ini. Tetap kompak selalu dan terus menjalin silahturahmi dengan baik untuk selamanya.

Penulis menyadari tiada satupun karya manusia yang sempurna, sehingga kritik dan saran demi perbaikan karya skripsi ini sangat penulis harapkan. Meski demikian, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca pada umumnya.

Wassalamuallaikum Wr. Wb

Malang, 22 Agustus 2011 Penulis,

(14)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

INTISARI ... iii

DAFTAR ISI... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR DIAGRAM ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konflik 1. Definisi Konflik……….. 8

2. Jenis Konflik………... 8

3. Difinisi Konflik Intrapersonal………. 9

4. Bentuk-bentuk Konflik Intrapersonal………. 10

5. Sebab-sebab terjadinya Konflik Intrapersonal………… 10

6. Tipe Konflik Intrapersonal……….. 13

7. Strategi mengelola Konflik Intrapersonal……… 13

8. Akibat terjadinya Konflik Intrapersonal……….. 15

B. Wasit 1. Pengertian Wasit………. 16

2. Kekuasaan dan Tugas Wasit………... 17

3. Wewenang Wasit……… 18

4. Keputusan Wasit………. 18

C. Strategi Coping 1. Definisi Coping………... 18

(15)

3. Factor-faktor yang mempengaruhi Strategi Coping…… 22

4. Proses terjadinya Coping………. 23

D. Strategi Coping Wasit Dalam Menghadapi Konflik Intrapersonal 25 E. Kerangka Pemikiran ... 27

BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ... 28

B. Batasan Istilah ... 29

C. Populasi dan Sampel ... 30

D. Lokasi Penelitian ... 31

E. Metode Pengumpulan Data ... 31

F. Prosedur Penelitian ... 33

G. Validitas dan Reliabilitas ... 34

H. Metode Analisa Data ... 38

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 39

B. Analisa Data Penelitian ... 40

C. Pembahasan ... 45

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 55

B. Saran ... 56

DAFTAR PUSTAKA ... 57

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Blue Print Strategi Coping ... 33

Tabel 2. Hasil Uji Validitas Item Strategi Coping ... 35

Tabel 3. Hasil Perhitungan Reliabilitas Strategi Coping ... 37

Tabel 4. Responden Berdasarkan Usia ... 39

Tabel 5. Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 39

Tabel 6. Responden Berdasarkan Pendidikan ... 40

Tabel 7. Responden Berdasarkan Lama Karir ... 40

Tabel 8. Jumlah Respoden Berdasarkan Kecenderungan Strategi Coping 41

(17)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1. Berdasarkan karakteristik usia ... 42

Diagram 2. Berdasarkan karakteristik pekerjaan ... 43

Diagram 3. Berdasarkan pekerjaan ... 43

(18)

DAFTAR LAMPIRAN

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Aamodt, M.G. (1999). Applied industrial/Organization psychology, Third Edition . International Thomsan Publishing Company.

Alwisol. (2004). Psikologi kepribadian. Malang : UMM Pres

Azwar, S. (2007). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2003). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2009). Metode penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Bird. Melville (1994). Families and Intimate relationships. United States of America

FIFA. (2010). Laws of the Game Peraturan Permainan 2010-2011.Jakarta : PSSI

Hellriegel, Slocum, and Woodman. (1998). Organization behaviour. Ohio : South-western college publishing.

Hodge, B.J & Anthony, W.P (1998). Organization theory. Massachussetts : Allyn Bacon Inc.

Jawa Pos,(2011, 6 April) Bukti suap semakin kuat

Kerlinger, F. (2006). Azas-azas penelitian behavioral. Yogyakarta : Gajahmada University Press.

Luthans, Fred. (1981). Organization behaviour. USA. MC Graw-Hill

Nimran, U. (2002). Manajemen konflik. Bandung : Majalah Sespim POLRI SANYATA.

Ni Matuzahroh (2005). Problematika dan Strategi Coping Remaja Panti Asuhan. Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.

Reksohadiprojo dan Handoko. (1994) Organisasi perusahaan : Teori Struktur dan Perilaku. Yogyakarta : BPFE.

Robbins, Stephen P. (1995). Perilaku organisasi : konsep control versi, aplikasi. Jilid I. Jakarta : Prenhallindo

Poerwanti, E.(1998) Dimensi-dimensi riset ilmiah. Malang : UMM Press.

(20)

Singarimbun, M. Effendi, S.(1989) Metode penelitian survai. Jakarta : LP3ES.

Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta : PT Grasindo

Ubaydillah, AN, (2007). Bahaya konflik diri. Jakarta. http : //www.opsikologi.com/epsi/artikel-detail. Asp ? id=323

Wijono, S (2010). Psikologi industri & organisasi. Jakarta : Prenada Media Group

Winarsunu, T. (2006). Statistik dalam penelitian psikologi dan pendidikan edisi revisi. Malang : UMM Press.

Zein, A. (2009). Sepakbola Indonesia bermain dalam aturan. Jakarta : PSSI

Referensi

Dokumen terkait