Respon Masyarakat Dalam Kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang (Kuesioner)
No. Urut Responden : ____
I. Petunjuk Pengisian
a. Isilah dengan menuliskan keterangan yang diminta tentang data pribadi Saudara/Saudari pada identitas Responden.
b. Pilihlah jawaban dan beri tanda (X) pada jawaban yang paling sesuai menurut Saudara/Saudari.
c. Isilah pertanyaan-pertanyaan di dalam angket dan berilah jawaban secara tertulis.
II. Identitas Responden
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Kelamin :
4. Agama :
5. Suku Bangsa : 6. Pendidikan terakhir :
a. Tidak Sekolah
b. SD
c. SMP
e. Akademi/ perguruan tinggi
7. Status perkawinan :
8. Status anak :
9. Pekerjaan :
a. Petani b. Buruh
c. Pegawai Negeri d. Wiraswasta
Pertanyaan pembuka:
1. Apakah bapak/ibu mengetahui apa yang dimaksud dengan Alokasi Dana Desa? a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
2. Apakah bapak/ibu mengetahui program apa saja yang telah dibuat oleh pemerintah Desa Johar dalam pemanfaatan dana Alokasi Dana Desa (ADD)? a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
Adapun program-program Pemerintah Desa Johar dalam pemanfaatan dana Alokasi Dana Desa (ADD), yaitu:
Pembangunan saluran beton, Pembangunan rabat beton,
Anggaran Belanja Administrasi Desa,
Penambahan Modal BUMD (sewa tenda),
Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk PAUD, Bantuan Operasional TPA,
Pembinaan & Revitalisasi Posyandu,
III. Respon Masyarakat Dalam Kebijakan Alokasi Dana Desa dilihat melalui:
A. Persepsi
1. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk pembangunan saluran beton?
a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
2. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk pembangunan rabat beton?
a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
3. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk Anggaran Belanja Administrasi Desa?
a. Mengetahui
4. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk penambahan modal BUMD dalam bentuk usaha sewa tenda?
a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
5. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk PAUD Desa Johar?
a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
6. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk Bantuan Operasional TPA Desa Johar?
a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
7. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk pembinaan dan revitalisasi Posyandu Desa Johar?
a. Mengetahui
8. Apakah bapak/ibu mengetahui bahwa dana ADD telah digunakan untuk pembinaan PKK?
a. Mengetahui
b. Kurang mengetahui c. Tidak mengetahui
9. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk pembangunan saluran beton?
a. Setuju
b. Kurang setuju c. Tidak setuju
10. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk pembangunan rabat beton?
a. Setuju
b. Kurang setuju c. Tidak setuju
11. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk Anggaran Belanja Administrasi Desa?
a. Setuju
12. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk penambahan modal BUMD dalam bentuk usaha sewa tenda?
a. Setuju
b. Kurang setuju c. Tidak setuju
13. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk PAUD Desa Johar?
a. Setuju
b. Kurang setuju c. Tidak setuju
14. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk Bantuan Operasional TPA Desa Johar?
a. Setuju
b. Kurang setuju c. Tidak setuju
15. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk pembinaan dan revitalisasi Posyandu Desa Johar?
a. Setuju
16. Apakah bapak/ibu setuju atas dana ADD yang telah digunakan untuk biaya pembinaan PKK?
a. Setuju
b. Kurang setuju c. Tidak setuju
B. Sikap
17. Apakah menurut bapak/ibu saluran beton penting untuk dibangun di Desa Johar?
a. Penting
b. Kurang penting c. Tidak penting
18. Apakah menurut bapak/ibu pembangunan saluran beton di Desa Johar bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?
a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
19. Apakah menurut bapak/ibu rabat beton penting untuk dibangun di Desa Johar?
a. Penting
20. Apakah menurut bapak/ibu pembangunan rabat beton di Desa Johar bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari?
a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
21. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD penting untuk digunakan dalam Anggaran Belanja Administrasi Desa?
a. Penting
b. Kurang penting c. Tidak penting
22. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD yang digunakan untuk Anggaran Belanja Administrasi Desa bermanfaat dalam pengembangan desa? a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
23. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD penting untuk digunakan dalam penambahan modal BUMD dalam bentuk usaha sewa tenda?
a. Penting
24. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD yang digunakan untuk penambahan modal BUMD dalam bentuk usaha sewa tenda bermanfaat dalam pengembangan desa?
a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
25. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD penting untuk digunakan dalam pengadaan Alat permainan Edukatif (APE) untuk PAUD?
a. Penting
b. Kurang penting c. Tidak penting
26. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD yang digunakan untuk pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk PAUD dapat bermanfaat dalam pengembangan desa?
a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
27. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD penting untuk digunakan dalam pemberian bantuan operasional TPA?
a. Penting
28. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD yang digunakan dalam pemberian bantuan operasional TPA dapat bermanfaat dalam pengembangan Desa Johar?
a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
29. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD penting untuk digunakan dalam pembinaan dan revitalisasi Posyandu Desa Johar?
a. Penting
b. Kurang penting c. Tidak penting
30. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD yang digunakan dalam pembinaan dan revitalisasi Posyandu dapat bermanfaat dalam pengemabangan Desa Johar? a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
31. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD penting untuk digunakan untuk biaya pembinaan PKK?
a. Penting
32. Apakah menurut bapak/ibu dana ADD yang digunakan untuk biaya pembinaan PKK dapat bermanfaat dalam pengembangan Desa Johar?
a. Bermanfaat
b. Kurang bermanfaat c. Tidak bermanfaat
C. Partisipasi
33. Apakah bapak/ibu ikut berpartisipasi langsung dalam proses pembangunan saluran beton di Desa Johar?
a. Berpartisipasi
b. Kurang berpartisipasi c. Tidak berpartisipasi
34. Apakah bapak/ibu mempergunakan rabat beton dalam mendukung kegiatan sehari-hari?
a. Sudah mempergunakan b. Belum/akan mempergunakan c. Tidak akan mempergunakan
35. Apakah bapak/ibu ikut berpartisipasi langsung dalam proses pembangunan rabat beton di Desa Johar?
a. Berpartisipasi
36. Apakah bapak/ibu mempergunakan saluran beton dalam mendukung kegiatan sehari-hari?
a. Sudah mempergunakan b. Belum/akan mempergunakan c. Tidak akan mempergunakan
37. Apakah bapak/ibu ikut menggunakan/menyewa sewa tenda tersebut? a. Menggunakan
b. Belum/akan menggunakan c. Tidak menggunakan
38. Apakah bapak/ibu ikut berpartisipasi langsung dalam pembinaan dan revitalisasi Posyandu tersebut?
a. Berpartisipasi
b. Kurang berpartisipasi c. Tidak berpartisipasi
39. Apakah bapak/ibu ikut berpartisipasi langsung dalam proses pembinaan PKK tersebut?
a. Berpartisipasi
Lampiran 1
Tabel Penskoran Respon Masyarakat Dalam Pemanfaatan Kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) Di Desa Johar TABEL PERSEPSI
Total Jumlah Responden 518
Total Kategori 688
TABEL SIKAP
Total Jumlah Responden 505
Total Kategori 688
TABEL PARTISISPASI
Total Jumlah Responden 32
Total Kategori 301
LAMPIRAN
Salah satu program dana Alokasi Dana Desa di Desa Johar: Pembangunan Saluran Beton
Salah satu program dana Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar: Sewa Tenda (BUMD)
Keterangan: kualitas foto rendah karena inisiatif peneliti untuk meminta foto dari salah satu aparat desa, berhubung ketika bulan ramadhan tidak ada masyarakat desa yang menyewa tenda tersebut.
Proses wawancara bersama Bapak Usman Affan (46 tahun) Petani
Proses wawancara bersama Ibu Nelly Aswita (41 tahun) Petani
Proses wawancara bersama Bapak Syaiful (36 tahun) Karayawan Swasta
Proses wawancara bersama Bapak Rudiansyah (39 tahun) Petani
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Isbandi Rukminto. 1994. Psikologi Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan Sosial : Dasar-Dasar Pemikiran. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
Adisasmita, Rahardjo. 2006. Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Makassar: Graha Ilmu.
Adisasmita, Rahardjo. 2006. Membangun Desa Partisipatif. Makassar: Graha Ilmu. Bungin, Burhan. 2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif (Komunikasi, Ekonomi,
dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya). Jakarta. Kencana Prenada Media Group
Mahmud, Dimyati. 1990. Psikologi Suatu Pengantar. Yogyakarta. BPFE Yogyakarta Maramis, Willy. F. 2006. Ilmu Perilaku Dalam Pelayanan Kesehatan. Universitas
Airlangga: Surabaya.
Neuman, W. Lawrence. 2015. Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta. PT Indeks
Rakhmat, Jalaludin. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdkarya. Sarwono, Wirawan Sarlito. 1991. Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta. CVRajawali. Shadily, Hassan, 1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta:
Pembangunan.
Siagian, Matias. 2011. Metode Penelitian Sosial (Pedoman Praktis Penelitian Bidang Ilmu-IlmuKesejahteraan Sosial dan Kesehatan). Medan. PT Grasindo Monoratama
Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Soelaeman, Endang. 2012. Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Teori
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta. Suharto, Edi. 2005. Analisis Kebijakan Publik : Panduan Praktis Mengkaji Masalah
dan Kebijakan Sosial. Bandung : Alfabeta.
Suharto, Edi. 2008. Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta. Sumodiningrat, Gunawan. 2009. Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa
(Menanggulangi Kemiskinan Dengan Prinsip Pemberdayaan Masyarakat). Jakarta: PT.Elex Media Komputindo.
Susan, Novri. 2008. Sosiologi Konflik & Isu-isu Konflik Kontemporer. Surabaya: Kencana.
Suwandi, Ima. 1988. Perkembangan Koperasi di Indonesia Melalui Pendekatan Sejarah Pembinaan Khususnya KUD. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. Tjokroamidjojo, Bintoro. 1986. Manajemen Pembangunan. Jakarta: CV Haji
Masagung.
Walgito, Bimo. 2000. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Yasbit.
Sumber lain:
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Farid, Abdul. 2016. “Desa Harus Diberi Ruang Sebesar-Besarnya untuk Memutuskan Masa Depannya Sendiri”. Forum XXIV
http://dokumen.tips/documents/hubungan-desa-kota.html diakses pada tanggal 10 Februari 2016 pukul 19.16 WIB.
http://rujak.org/2011/02/bagaimana-sebaiknya-hubungan-desa-kota-menuju-abad-ekologi/ diakses pada tanggal 11 Februari 2016 pukul 01.12 WIB.
https://hervianikhalisa.wordpress.com/2015/11/23/adanya-kessenjangan-antara-desa-dan-kota-tugas-isd/ diakses pada tanggal 11 Februari 2016 pukul 14.30 WIB.
http://maosilmu.blogspot.co.id/2012/01/penyebab-kesenjangan-antara-masyarakat.html diakses pada tanggal 11 Februari 2016 pukul 18.00 WIB.
http://news.liputan6.com/read/2233617/menteri-marwan-penguatan-ekonomi-desa-kurangi-ketimpangan-desa diakses pada tanggal 11 Februari 2016 pukul 18.30 WIB.
http://bisnis.liputan6.com/read/2326534/dana-desa-naik-jadi-rp-46-triliun-pada-2016 diakses pada tanggal 11 Februari 2016 pukul 19.05 WIB.
http://rizuan-ramadhan.blogspot.co.id/2013/12/pengertian-partisipasi.html?m=1 diakses pada tanggal 11 Februari 2016 pukul 22.50 WIB
http://id.shvoong.com diakses pada tanggal 11 Februari 2016 pukul 22.20 WIB.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Tipe Penelitian
Penelitian ini tergolong tipe penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan atau mendeskripsikan obyek dan fenomena yang diteliti. Termasuk didalamnya bagaimana unsur-unsur yang ada dalam variabel penelitian itu berinteraksi satu sama lain dan apa pula produk interaksi yang berlangsung. (Siagian, 2011.hal.52)
Melalui penelitin ini penulis akan menggambarkan secara menyeluruh tentang seperti apa respon masyarakat terhadap program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.
3.2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Adapun alasan peneliti melakukan penelitian di lokasi tersebut karena Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu Desa yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang yang sedang menjalankan program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).
3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2010.hal.117)
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah satuan keluarga dalam masyarakat di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang yang mengetahui proses berjalannya program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Adapun menurut Kepala Desa Johar, masyarakat Desa Johar yang terdaftar secara administratif berjumlah 215 kepala keluarga. Maka dalam hal ini, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 215 keluarga.
3.3.2. Sampel
Secara umum sampel adalah contoh. Dalam kaitannya dengan penelitian, Roscoe (1998) mendefinisikan sampel sebagian dari obyek, kejadian atau individu yang terpilih dari populasi yang akan diambil datanya atau yang akan diteliti. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa sampel adalah bagian yang bersifat representatif dari populasi yang diambil datanya secara langsung. Hal ini berarti bahwa sampel bukan sekedar bagian dari populasi, melainkan bagian yang benar-benar mewakili populasi (Siagian, 2011.hal.156). Pemakaian utama dari sampling dalam penelitian kuantitatif adalah untuk membuat sampel yang representatif yang secara erat mereproduksi atau mempresentasikan fitur minat dalam suatu himpunan kasus yang lebih besar, yang disebut populasi (Neuman, 2015. Hal 270).
bersumber dari Alokasi Dana Desa yang tersebar pada populasi, maka peneliti memilih menggunakan metode Purposive sampling yang tidak termasuk dalam bagian metode penarikan sampel bertipe probabilitas. Purposive sampling adalah sampel nonacak yang penelitinya menggunakan berbagai metode untuk mencari semua kemungkinan kasus yang begitu spesifik dan populasinya sulit dijangkau. Sampling ini menggunakan penilaian seorang ahli dalam memilih kasus (Neuman, 2015. Hal 298). Berdasarkan hal tersebut, dengan bantuan rekomendasi dari Kepala Desa beserta perangkat Pemerintahan Desa lainnya, peneliti menentukan sampel sebagai responden dengan persyaratan, bahwa responden yang diminta kebersediaanya menjadi responden merupakan masyarakat di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang yang mengetahui informasi tentang Alokasi Dana Desa sebagai sumber pendanaan pada program-program pembangunan desa.
Berdasarkan jumlah populasi yang lebih dari 100, maka dianjurkan sampel yang diambil antara 10-15% atau 20-25% (Arikunto, 2002. Hal 107). Mengingat populasi dalam penelitian ini berjumlah 215 keluarga dan lebih dari 100, maka sampel yang diambil adalah 20% dari jumlah populasi, yaitu 43 kepala keluarga. Dimana peneliti mendapatkan sampel dengan menanyakan langsung kepada calon responden atas pengetahuannya tentang program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar sebelum peneliti menentukan kelayakan calon responden untuk menjadi bagian dalam sampel.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
1. Studi Kepustakaan, yaitu mengumpulkan data atau informasi yang menyangkut masalah yang diteliti melalui penelaahan buku, jurnal dan karya tulis lainnya. 2. Studi Lapangan, yaitu mengumpulkan data atau informasi menyangkut masalah
yang diteliti dengan langsung turun ke lokasi penelitian guna memperoleh fakta yang diperlukan.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (Siagian, 2011.hal.206-207)
a. Observasi, yaitu pengamatan terhadap obyek dan fenomena yang berkaitan dengan respon masyarakat dalam kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.
b. Wawancara, yaitu percakapan yang dilakukan oleh peneliti dengan responden untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam respon masyarakat dalam kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.
c. Penyebaran kuesioner, yaitu kegiatan mengumpulkan data dengan cara menyebarkan daftar pentanyaan untuk dijawab atau diisi oleh responden sehingga memperoleh data atau informasi yang diperlukan dalam respon masyarakat dalam kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.
3.5. Teknik Analisis Data
secara umum dilaksanakan dengan melalui tahap memerikas (editing), proses pemmberian identitas (coding) dan proses pembeberan (tabulating). (Bungin, 2009.hal.164)
1. Editing, adalah kegiatan yang dilaksanakan setelah peneliti selesai menghimpun data di lapangan. Kegiatan ini diperlukan karena data yang dihimpun kadangkala belum memenuhi harapan peneliti, diantaranya kurang atau terlewatkan, tumpang tindih, berlebihan dan bahkan terlupakan.
2. Pengkodean, adalah pemberian identitas pada data yang sudah di edit sehingga memiliki arti tertentu pada saat dianalisis.
3. Tabulasi, bagian terakhir dari pengolahan data. Maksud tabulasi adalah memasukkan data pada tabel-tabel tertentu dengan mengatur angka-angka serta menghitungnya.
Setelah itu akan disusun dalam bentuk tabel tunggal dan menggunakan pengukuran skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur persepsi, sikap dan partisipasi seseorang atau sekelompok orang mengenai fenomena sosial. Subyek penelitian ini dihadapkan pada pernyataan positif dan negatif dalam jumlah yang berimbang dan mereka diminta untuk menyatakan apakah sangat setuju, setuju, kurang setuju atau tidak setuju.
Adapun pemberian skor data yang dilakukan melalui respon yang negatif menuju respon yang positif, yaitu:
Sebelum menentukan klasifikasi persepsi, sikap dan partisipasi, maka ditentukan interval kelas sebagai berikut:
Berdasarkan interval di antara kelas sebagai gambaran kategori dari unsur variabel penelitian, maka dapat diketahui dan ditetapkan makna atau tafsiran atas nilai rata-rata yang diperoleh memiliki makna sebagai berikut: (Siagian, 2011.hal.115-116)
BAB IV
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. Desa Johar merupakan salah satu desa yang menerima Alokasi Dana Desa (ADD) yang menjadi sumber program-program pembangunan desa. Hingga saat ini Desa Johar masih dipimpin oleh datok penghulu yang berganti sesuai dengan jabatan yang diemban kepadanya. Saat ini jumlah penduduk Desa Johar terus bertambah, dimana berdasarkan data terakhir pada tahun 2015, diketahui bahwa terdapat 215 KK yang berada di 2 dusun. Adapun datok penghulu Desa Johar saat ini bernama Abdul Malik yang telah menjabat dari tahun 2007 sampai sekarang. Adapun Desa Johar memiliki dua dusun, yaitu Dusun Simpang Tiga dan Dusun Gelugur.
Dalam Desa Johar terdapat beberapa suku yang menjadi warga Desa Johar, tetapi yang paling banyak menghuni Desa Johar adalah suku Melayu Tamiang yakni 724 orang, kemudian suku Jawa 86 orang, selain itu masih ada suku lain yaitu Aceh 53 orang, dan suku Mandailing 22 orang. Diketahui pula bahwa seluruh masyarakat Desa Johar menganut agama Islam.
4.2 Sejarah Desa Johar
dan pada saat itu jumlah penduduknya masih 35 KK. Kemudian pada tahun 1955, Desa Johar di pimpin oleh H. Abu Thahir dan pada saat itu sampai tahun 1993 Kepala Desa dikatakan kepala kampung dan setelah periode selanjutnya hingga sekarang Kepala Desa disebut dengan istilah Datok Penghulu. Adapun asal penamaan Desa Johar yakni berdasarkan cerita rakyat dari masa lalu pada terbentuknya pemukiman yang terdapat pohon kayu besar yang bernama Johar, oleh karena itu penduduk sepakat memberi nama Johar pada penamaan Desa tersebut.
4.3 Data Monografi 4.3.1 Batas Wilayah
Batas-batas wilayah Desa Johar adalah sebagai berikut: a. Sebelah Utara berbatas dengan Desa Pahlawan
b. Sebelah Selatan berbatas dengan Desa Tanah Terban dan Desa Air Tenang c. Sebelah Timur berbatas dengan Desa Banai
d. Sebelah Barat berbatas dengan Desa Tupah
4.3.2 Pemerintahan Desa Johar a. Datok Penghulu/Kepala Desa b. Sekretaris Desa
c. Bendahara Desa d. Kaur Pembangunan e. Kaur Pemerintahan f. Kaur Umum
4.3.3 Kependudukan Desa Johar
Jumlah kepala keluarga di Desa Johar tahun 2014 yaitu 215 KK. Penduduk Desa Johar mempunyai potensi penduduk sebagai berikut:
1. Penduduk berdasarkan jenis kelamin 2. Penduduk berdasarkan pendidikan 3. Penduduk berdasarkan mata pencaharian
4.3.3.1Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan data yang diperoleh dari kantor Kepala Desa Johar diketahui bahwa jumlah penduduknya adalah 885 jiwa. Data penduduk berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 1
Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin No Nama Dusun Laki-laki Perempuan Jumlah
1.
Sumber: Kantor Kepala Desa Johar Data tahun 2014
4.3.3.2Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia
Penduduk Desa Johar terdiri dari beberapa kelompok usia dan komposisinya akan digambarkan dalam tabel berikut
Tabel 2
Sumber: Kantor Kepala Desa Data tahun 2014
Hal ini disebabkan kesadaran penduduk dan tekanan ekonomi yang ada sehingga muncul kesadaran mengikuti gerakan Keluarga Berencana yang semakin meningkat dengan demikian tingkat kelahiran penduduk dapat ditekan jumlahnya sehingga pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan.
4.3.3.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Tabel 3
Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jiwa Persentase (%) 1.
Tidak Tamat SD atau sederajat Tamat SD
Sumber: Kantor Kepala Desa Johar Data tahun 2014
4.3.3.3Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Tabel 4
Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
No Mata Pencaharian KK Persentase (%)
Sumber: Kantor Kepala Desa Johar Data tahun 2014
palawija lain, dan petani kebun seperti sawit dan karet. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar berprofesi sebagai petani dan di susul dengan Ibu Rumah Tangga yang juga memiliki suami yang berprofesi sebagai petani atau pekebun.
4.4 Sarana dan Prasarana 4.4.1 Sarana Jalan
Kondisi jalan di Desa Johar sebagian besar sudah diaspal disamping terdapat pula jalan batu dan tanah. Setiap harinya jalan tersebut menjadi lintasan berbagai kendaraan umum. Sementara jalan besar yakni Jalan Lintas Medan-Banda Aceh kondisinya sangatlah baik dan terdapat dua jalur yang dipisah dengan kondisi aspal yang bagus. Jalan ini adalah jalan lintas kendaraan umum dan juga truk – truk pengangkut barang yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang dan jalan ini juga sebagai jalan lintas yang menghubungkan kota Medan dengan kota Banda Aceh.
4.4.2 Sarana Air Bersih
Tabel 5 Sarana Air Bersih
No Prasarana Air Bersih Jumlah
1. 2. 3. 4.
Jumlah Sumur Gali Jumlah Sumur Pompa Jumlah Tangki Air Bersih PAM
145 20
1 49
Jumlah 215
Sarana Air Bersih yang paling banyak digunakan di Desa Johar adalah menggunakan Sumur gali sedangkan yang menggunakan PAM hanya 49 keluarga yang lainnya masih ada yang menggunakan air sumur untuk keperluan sehari – hari misalnya untuk menyuci dll.
4.4.3 Sarana Kesehatan
Faktor kesehatan merupakan hal yang penting bagi manusia karena dalam keadaan sehatlah manusia akan dapat melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Namun untuk mencapai kesehatan yang baik harus didukung oleh sarana kesehatan yang memadai pula. Sarana kesehatan di Desa Johar belum memenuhi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Desa Johar ini. Adapun sarana kesehatan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 6 Sarana Kesehatan
No Sarana kesehatan Jumlah
1.
4.4.4 Sarana Peribadatan
Berhubung seluruh masyarakat Desa Johar bergama Islam, maka tidak terdapat sarana peribadatan untuk umat non-muslim. Dan hanya terdapat 1 mesjid di Desa Johar yang terletak di Dusun Simpang tiga, yakni Mesjid Al-Jauhariah.
4.4.5 Sarana Pendidikan
Untuk menampung penduduk yang ingin mengikuti pendidikan formal dan non formal, pemerintah dan pihak swasta membangun sarana pendidikan di Desa Johar. Sarana pendidikan yang telah tersedia di Desa Johar adalah:
Tabel 7 Sarana Pendidikan
No Sarana Pendidikan Jumlah 1.
2. 3. 4.
Taman Kanak-kanak SD
SMP SMA
2 1 - -
Jumlah 3
Sumber: Kantor Kepala Desa Johar Data tahun 2014
4.4.6 Program-program Pembangunan yang Dijalankan di Desa Johar
Tabel 8
Program-program Pemerintah yang Telah Diterima Desa Johar
No Program Pemerintah Pemanfaatan
1. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)
Pembangunan Jalan Aspal, Saluran Beton, dll
2 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP)
Simpan Pinjam Kelompok Perempuan
3 Anggaran Bantuan Keuangan Peumakmu Gampong (BKPG)
Penambahan Modal BUMDes dan Usaha Simpan Pinjam Perempuan (SPP)
Sumber: Kantor Kepala Desa Johar Data Tahun 2014
Selain program pembangunan pemerintah yang telah terlaksana di Desa Johar, adapula program pembangunan yang dilaksanakan di Desa Johar dari adanya Alokasi Dana Desa (ADD) yang secara khusus telah terlaksana. Dengan adanya program Pemerintah dalam bentuk ADD, menjadikan penduduk desa sebagai pelaku utama dalam pemanfaatan dana tersebut, demikian juga dengan Desa Johar yang di pimpin oleh Kepala Desa serta dibantu oleh Aparatur Desa dan juga penduduk menetapkan program-program dalam pemanfaatan dana ADD tersebut.
Tamiang, termasuk Desa Johar itu sendiri. Berdasarkan Alokasi Dana Desa tersebut, adapun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Johar Tahun 2015 beserta program-program pembangunan yang bersumber anggaran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 9
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Johar Tahun 2015
No Uraian Dana Keterangan
PENDAPATAN DESA
1 Pendapatan Asli Kampung (Desa) -
2 Pendapatan Transfer - Dana Kampung (Desa)
- Alokasi Dana Kampung (Desa) - Bantuan Provinsi (BKPG)
Jumlah Pendapatan Desa Rp. 426.227.618
BELANJA DESA
1 Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Kampung (Desa)
- Belanja Penghasilan Tetap dan Tunjangan (Perangkat Desa)
- Operasional Kantor Datok - Operasional MDSK
- Penyusunan RPJMK, RKPK dan APBK
Rp. 82.200.000 2 Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kampung
(Desa) 3 Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
- Pembinaan PKK
Jumlah Belanja Desa Rp. 426.227.618
BAB V
ANALISIS DATA
Bab ini peneliti menyajikan data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan melalui penyebaran kuisioner angket, wawancara, dan observasi. Kuesioner diisi oleh responden yang mengetahui mengenai program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa yang telah dilaksanakan di Desa Johar, dimana responden pada penelitian ini berjumlah 43 orang. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa responden untuk melengkapi hasil yang didapat dari angket. Pembahasan data dalam penelitian ini dilakukan peneliti dengan membagi dalam dua sub bab agar penelitian tersusun secara sistematis, yaitu:
a. Analisis Identitas Responden meliputi, usia, jenis kelamin, agama, suku, pendidikan terakhir dan pekerjaan.
b. Respon masyarakat terhadap program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa di Desa Johar.
5.1 Analisis Identitas Responden
Dalam bagian ini, disajikan data beserta analisisnya dalam berbagai distribusi responden berdasarkan identitas, sebagai berikut:
Tabel 10
Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%)
1. 2.
Laki-laki Perempuan
27 16
62.79 37.21
Jumlah 43 100.00
Berdasarkan hasil data tabel 10 menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki. Dengan didasari metode penarikan sampel yang menggunakan purposive sampling yang menarik sampel berdasarkan pengetahuannya mengenai ADD, maka wajar kiranya bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan keteranagan Kepala Desa Johar bahwa hal tersebut dikarenakan laki-laki lebih banyak yang tertarik untuk mengetahui tentang pemanfaatan ADD dengan program-program yang di danai, dimana sering terjadi interaksi yang berujung diskusi mengenai pemanfaatan ADD dengan program-program yang di danai yang kerap dilakukan setelah sholat berjamaah di mesjid ataupun setelah perwiritan laki-laki di Desa Johar. Sedangkan kebanyakan ibu-ibu biasanya enggan untuk mengikuti diskusi tersebut karena kurang tertarik dan kurang mengerti mengenai Alokasi Dana Desa tersebut, meskipun terkadang ada juga beberapa ibu-ibu yang juga mengikuti diskusi tersebut.
Tabel 11
Adapun juga yang menjadi responden dalam penelitian ini sebaran berdasarkan agama, diketahui bahwa yang menjadi responden di dalam penelitian ini seluruhnya beragama Islam, dikarenakan seluruh masyarakat Desa Johar memang beragama Islam.
Berdasarkan tabel 12 diketahui bahwa mayoritas dari responden bersuku Melayu Tamiang. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk Desa Johar adalah suku Melayu Tamiang. Suku Melayu Tamiang merupakan suku asli dari Desa Johar dan hampir keseluruhan wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan Kondisi suku yang mayoritas Melayu Tamiang, membuat warga dalam interaksinya biasa berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Melayu Tamiang dan juga Bahasa Indonesia.
Tabel 13
Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Frekuensi Presentase (%)
Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan responden cukup tinggi, setengah dari responden mampu menyelesaikan sekolahnya pada tingkat Sekolah Menengah Atas yakni 22 orang (51.17 %). Tingkat pendidikan di Desa Johar sebenarnya tidak tergolong tinggi, hanya saja ketika peneliti meminta wawancara dengan calon responden yang berpendidikan rendah mereka kebanyakan menolak, dengan beralasan tidak mengerti tentang Alokasi Dana Desa tersebut.
Tabel 14
Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Frekuensi Presentase (%) 1.
Alasan peneliti banyak memilih responden yang berprofesi sebagai petani karena diharapkan dapat mewakili penduduk Desa Johar yang sebagian besar bermata pencaharian petani atau pekebun. Terdapatnya Ibu Rumah Tangga juga diharapkan dapat mewakili penduduk, dikarenakan sebagian besar Ibu Rumah Tangga yang menjadi responden memiliki suami yang berprofesi sebagai petani.
5.2 Respon Masyarakat Terhadap Program-Program Pembangunan yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar
Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu bentuk transfer dana dari Pemerintah yaitu sebesar 10% dari dana perimbangan Pemerintahan Pusat dan daerah, yang diterima oleh masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota yang kemudian diteruskan ke Pemerintahan Desa. Alokasi Dana Desa sendiri memiliki prinsip pengelolaan yang transparan, akuntabel dan partisipatif, dimana pelaksanaan bersifat terbuka dan masyarakat desa itu sendiri yang memiliki peran utama dalam pengelolaan dana tersebut. Alokasi Dana Desa juga bertujuan untuk meningkatkan aspek pembangunan prasarana fisik maupun non-fisik dalam rangka mendorong tingkat partisipasi masyarakat untuk pemberdayaan taraf hidupnya. Maka penting untuk melihat seperti apa respon masyarakat terhadap program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa.
berdasarkan pengetahuannya terhadap Alokasi Dana Desa (ADD) sebagai syarat responden menjadi sampel dalam penelitian ini.
Tabel 15
Distribusi Responden Berdasarkan Informasi Mengenai Program Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Mengetahui
Kurang Mengetahui
31 12
72.10 27.90
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Berdasarkan tabel 15 dapat dilihat sebagian besar responden mengetahui apa yang dimaksud dengan Alokasi Dana Desa (ADD) sebanyak 72.10% dan yang kurang mengetahui sebanyak 11 orang responden (27.90 %), banyaknya responden yang mengetahui tentang Alokasi Dana Desa (ADD) dikarenakan pengetahuan yang mereka dapatkan dari berita di media-media mengenai ADD yang juga diperloeh melalui interaksi masyarakat melalui diskusi dan musyawarah yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa mengenai pemanfaatan ADD. Adapun diketahui bahwa semua responden tidak tergolong dalam masyarakat yang tidak mengetahui mengenai Alokasi Dana Desa (ADD), maka responden layak menjadi sampel penelitian.
Tabel 16
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program-Program Pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Mengetahui
Kurang Mengetahui
36 7
83.72 16.28
Jumlah 43 100
Sumber: Data Primer 2016
Berdasarkan tabel 16 dapat dilihat bahwa 83.72% responden mengetahui program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa. Banyaknya responden yang mengetahui dikarenakan interaksi responden dan juga ada yang mengikuti diskusi ataupun Musyawarah Desa terkait program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa. Seperti halnya pernyataan salah satu responden berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Sariah (40 tahun)
mengatakan “yang ibu tahu hanya pembuatan rabat beton, saluran beton dan
pembinaan Posyandu, karena ibu juga salah satu pengurus Posyandu di Desa Johar ini”. Adapun diketahui bahwa semua responden tidak ada yang tidak mengetahui mengenai program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa, maka responden layak menjadi sampel penelitian.
5.2.1 Persepsi Responden Terhadap Program-Program Pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Tabel 17
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Pembangunan Saluran Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Mengetahui
Kurang Mengetahui
37 6
86.05 13.95
Jumlah 43 100
Sumber: Data Primer 2016
Berdasarkan tabel 17 dapat diiketahui bahwa mayoritas responden mengetahui mengenai Program Pembangunan Saluran Beton yang bersumber dari Alokasi dana Desa sebanyak 86,05%. Besarnya sebaran responden yang mengetahui program tersebut dikarenakan program pembangunan fisik tersebut yang merupakan pembangunan fisik sehingga memiliki dampak yang langsung dirasakan masyarakat di Desa Joahar, sehingga secara langsung menjadi bahan pembicaraan masyarakat Desa Johar secara luas.
Tabel 18
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Pembangunan Rabat Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan tabel 18 dapat diketahui bahwa mayoritas responden yakni 90.70% mengetahui mengenai Program Pembangunan Rabat Beton yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Adapun responden yang kurang mengetahui hanya 9.30 %. Besarnya sebaran responden yang mengetahui program tersebut dikarenakan penduduk Desa Johar yang telah menggunakan fasilitas rabat beton yang baru saja dibangun dan mendapatkan informasi menegenai sumber pembangunan fisik tersebut.
Tabel 19
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Anggaran Belanja Administrasi Desa yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Berdasarkan tabel 19 dapat dilihat bahwa mayoritas responden mengetahui mengenai Program Anggaran Belanja Administrasi Desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), yakni sebesar 60.47%. Hal ini dikarenakan responden mengikuti Musyawarah Desa dan suka membahas tentang pemanfaatan dana ADD dengan Pemerintahan Desa. Seperti jawaban dari salah satu responden dari hasil wawancara dengan Bapak Hermanto (39 tahun) yang mengatakan: “bapak sangat suka membahas program-program yang dilakukan Desa dalam memanfaatkan dana ADD ini, karena bapak memang mengikuti perkembangan dari mulai dana ADD ini diturunkan, kita sebagai masyarakat tentu juga harus memantau bagaimana pelaksanaannya di Desa”. Sedangkan responden yang kurang mengetahui ada sebesar 37.20%, dikarenakan masih mendengar kabar-kabar sesekali saja dan tidak yakin dengan jawabannya. Adapun responden yang tidak mengetahui hanya 2.33%, dikarenakan tidak pernah mendengar bahwa dana ADD juga digunakan untuk Anggaran Belanja Administrasi Desa.
Tabel 20
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Mengetahui
Kurang Mengetahui
28 15
65.12 34.88
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Sebagian besar responden mengetahui bahwa BUMDes telah berjalan dalam bentuk usaha sewa tenda yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), dimana tenda tersebut juga telah kerap digunakan dalam acara-acara masyarakat di Desa Johar, sehingga banyak responden yang mengetahui walaupun ada juga responden yang mengetahui dari Musyawarah Desa. Sedangkan 34.88% responden yang kurang mengetahui, dikarenakan masih mendengar kabar simpang siur dari masyarakat lainnya yang merasa kurang yakin bahwa sewa tenda tersebut juga termasuk program BUMDes di Desa Johar.
Tabel 21
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Pengadaan APE PAUD yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
responden kurang mengetahui mengenai Program Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) pada PAUD di Desa Johar yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), dikarenakan masih mendengar kabar tidak pasti dari sesama warga dan tidak pernah melihat adanya alat permainan tersebut di PAUD yang ada di Desa Johar.
Tabel 22
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Bantuan Operasional Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang Bersumber
Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Tabel 23
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Pembinaan & Revitalisasi Posyandu yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan tabel 23 dapat diketahui bahwa 79.06% responden mengetahui mengenai Program Pembinaan & Revitalisasi Posyandu yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Hal tersebut dikarenakan Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu ini merupakan wujud yang langsung dirasakan masyarakat serta banyak juga responden yang mengetahui dari Musyawarah Desa dan pembicaraan sesama warga desa. Sedangkan 20.94% responden kurang mengetahui karena hanya mendengar bahwa ada Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu tetapi tidak mengetahui bahwa program tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).
Tabel 24
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Program Pembinaan PKK yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Desa (ADD), dikarenakan terdapat beberapa responden yang merupakan salah satu anggota PKK dan ada juga responden yang mendengar dari perwiritan yang diikuti Ibu-ibu anggota PKK. Sedangkan terdapat 16 orang (37.20 %) responden yang kurang mengetahui dikarenakan masih mendengar kabar-kabar yang tidak pasti antar sesama warga. Selain itu juga terdapat 2 orang (4.69 %) responden yang tidak mengetahui mengenai Program Pembinaan PKK yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Seperti jawaban dari salah satu responden yang didapat dari hasil wawancara dengan Ibu Siti Maryam (43 tahun) yang mengatakan: “ibu gak pernah dengar kalau biaya pembinaan PKK masuk program ADD juga, soalnya gak pernah ikut musyawarah terus juga gak ada dengar dari ibu-ibu lain”.
Tabel 25
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Program Pembangunan Saluran Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Setuju
Kurang Setuju
36 7
83.72 16.28
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
orang (16.28 %) responden kurang setuju karena mereka menganggap ada hal lain yang lebih mendesak untuk dilakukan dibandingkan pembangunan saluran beton. Seperti halnya jawaban salah satu responden dari hasil wawancara dengan Bapak M.Yusak (56 tahun) yang mengatakan: “bapak rasa masih ada yang lebih mendesak untuk dibangun di Johar ini, yaitu membangun pagar mesjid kita yang sampai sekarang belum selesai juga, karena kalau mesjid kita indah maka desa kita juga ikut indah”.
Berdasarkan kuisioner yang disebar juga diketahui bahwa seluruh responden setuju mengenai Program Pembangunan Rabat Beton yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Hal tersebut dikarenakan kondisi jalan di Desa Johar yang sudah tergolong rusak dan berdebu yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Maka dengan dibangunnya rabat beton tersebut, membuat warga merasa sangat terbantu dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya. Dikarenakan tidak adanya responden menyatakan kurang setuju atau tidak setuju, maka peneliti tidak mencantumkan di tabel.
Tabel 26
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Program Anggaran Belanja Administrasi Desa yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Setuju
Kurang Setuju
27 16
62.80 37.20
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Alokasi Dana Desa (ADD). Hal tersebut dikarenakan mereka menganggap hal itu sangat diperlukan untuk menunjang kinerja Aparatur Desa dalam membangun dan mengembangkan desa. Sedangkan diketahui pula bahwa terdapat 16 orang (37.20 %) responden kurang setuju mengenai Program Anggaran Belanja Administrasi Desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), karena mereka menganggap masih ada hal yang lebih penting untuk dilakukan dan mereka menganggap dana ADD yang digunakan untuk Anggaran Belanja Administrasi Desa dianggap kurang bermanfaat. Seperti jawaban dari salah satu responden yang didapat dari hasil wawancara dengam Ibu Jamilah (42 tahun) mengatakan: “ibu rasa kurang cocok dana ADD digunakan untuk anggaran belanja administrasi desa, karena pasti ada yang lebih penting untuk dibangun di Desa ini seperti membuat jembatan”.
Tabel 27
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Setuju
Kurang Setuju
38 5
88.38 11.62
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
ke orang lain karena di Desa sendiri ada, harganya juga lumayan murah dibanding yang lain”. Dapat dilihat responden menyetujui program ini dikarenakan Desa Johar yang sebelumnya tidak memiliki aset tenda yang bagus, sebelumnya ada tetapi sudah kurang layak karena umurnya sudah cukup lama, serta sewa tenda ini tergolong murah dibandingkan sewa tenda dengan orang lain. Sedangkan 5 orang (56.62 %) responden kurang setuju akan dana ADD yang digunakan untuk sewa tenda karena hal itu belum begitu mendesak untuk dilakukan dan masih bisa menggunakan tenda lama untuk acara-acara masyarakat
Tabel 28
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Program Pengadaan Alat Permainan Edukatif PAUD yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Setuju
Kurang Setuju
32 11
74.42 25.58
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Tabel 29
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Program Bantuan Operasional TPA yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan tabel 29 dapat diketahui bahwa mayoritas responden setuju mengenai Program Bantuan Operasional TPA yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), yakni sebesar 90.70% responden. Sebaran responden yang mayoritas menyetujui program ini karena dianggap sangat penting untuk dilakukan. Seperti tanggapan salah satu responden dari hasil wawancara dengan Ibu Nur Anita (39 tahun) yang mengatakan: “cocok TPA Johar dapat bantuan dari dana ADD karena sebagian besar yang sekolah disitu kan anak kurang mampu, bagus sekali itu program yang dibuat”. Sedangkan hanya 4 orang (9.30%) responden yang kurang setuju dana ADD digunakan untuk pemberian bantuan operasional TPA karena menganggap hal tersebut tidak terlalu mendesak untuk dilakukan.
Tabel 30
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Berdasarkan tabel 30 dapat diketahui bahwa mayoritas responden setuju mengenai Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), yakni sebesar 72.10%. Hal tersebut dikarenakan adanya nggapan bahwa dengan adanya Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu maka akan menunjang kinerja daripada pengurus Posyandu itu sendiri dan juga dapat memaksimalkan pelayanan Posyandu tersebut. Sedangkan 27.90% responden kurang setuju dengan program ini karena dianggap masih ada hal lain yang bisa digunakan untuk pembinaan dan revitalisasi Posyandu di Desa Johar.
Tabel 31
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Program Pembinaan PKK yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Setuju
Kurang Setuju
26 17
60.47 39.53
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
“kalau ibu pribadi kurang setuju dana ADD digunakan untuk itu, karena ibu rasa
PKK itu ada dana tersendiri dalam kegiatannya”. Mereka menganggap ada dana lain yang memang dikhususkan untuk pembinaan PKK, sehingga tidak perlu menggunakan dana ADD untuk pembinaannya.
5.2.2 Sikap Responden Terhadap Program-Program Pembangunan yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Salah satu indikator untuk menilai respon dalam penelitian ini adalah dengan melihat sikap responden terhadap program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini.
Tabel 32
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya Program Pembangunan Saluran Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Penting
Kurang Penting
35 8
81.40 18.60
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
yang mengatakan: “aduh sebelum ada parit (saluran beton) rumah ini banjir terus kalau hujan, makanya pembangunan parit itu memang sangat penting”. Sedangkan 18.60% responden merasa pembangunan saluran beton kurang penting dikarenakan anggapan bahwa program tersebut tidak merupakan kepentingan semua warga di Desa Johar.
Tabel 33
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Program Pembangunan Saluran Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
41 2
95.35 4.65
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Tabel 34
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya Program Pembangunan Rabat Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan tabel 34 dapat diketahui bahwa mayoritas reponden menganggap Program Pembangunan Rabat Beton yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang penting, yakni sebesar 97.68% responden. Hal tersebut dikarenakan adanya anggapan bahwa dengan adanya rabat beton tersebut akan sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat dalam menggunakan fasilitas tersebut. Adapun terdapat 2.32% responden yang menganggap kurang pentingnya dibangun rabat beton karena beliau merasa tidak masalah dengan kondisi jalan sebelumnya dan merasa masih ada hal lain yang lebih penting daripada membangun rabat beton.
Tabel 35
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Program Pembangunan Rabat Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Berdasarkan tabel 35 dapat diketahui bahwa mayoritas reponden menganggap Program Pembangunan Rabat Beton yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan program yang bermanfaat, yakni sebesar 97.68% responden. Diketahui pula bahwa hal tersebut didasari atas anggapan bahwa sudah terlalu lama jalan di Desa Johar yang kebanyakannya dalam kondisi rusak dan tidak kurung juga dibangun jalan baru. Sehingga dengan dibangunnya rabat beton sangat membantu aktivitas warga sehari-hari. Sedangkan terdapat 2.32 % responden yang menganggap pembangunan rabat beton tersebut kurang bermanfaat, karena adanya anganggapan bahwa tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara sebelum dan sesudah dibangunnya rabat beton tersebut.
Tabel 36
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya Anggaran Belanja Administrasi Desa yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Penting
Kurang Penting
29 14
67.45 32.55
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
dana ADD digunakan untuk itu (anggaran belanja administrasi desa), ya cocok! karena kan mereka yang bekerja itu, gimana mau kerjanya maksimal kalau gak ada dananya”. Sedangkan 32.55% responden menganggap penggunaan ADD untuk Anggaran Belanja Administrasi Desa kurang penting untuk dilakukan, karena lebih menginginkan agar ADD digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Desa Johar.
Tabel 37
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Anggaran Belanja Administrasi Desa yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
31 12
72.10 27.90
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Tabel 38
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan tabel 38 dapat diketahui bahwa mayoritas responden, yakni 79,07% responden, beranggapan bahwa Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang penting. Sedangkan 20.93% responden beranggapan bahwa Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang kurang penting. Adapun penyebab sebaran yang lebih luas dalam masyarakat yang menganggap hal tersebut merupakan hal yang penting, diketahui bahwa dikarenakan adanya anggapan di masyarakat yang bersumber dari Musyawarah Desa yang menganggap bahwa Program BUMDes dapat memberikan penambahan pendapatan Desa yang akan memperbesar pendanaan anggaran oleh Pemerintah Desa dalam menjalankan pembangunan di Desa Johar.
Tabel 39
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Program BUMDes yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Berdasarkan tabel 39 dapat diketahui bahwa mayoritas responden, yakni 81,4% responden, beranggapan bahwa Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang bermanfaat. Sedangkan 18,6% responden beranggapan bahwa Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang kurang bermanfaat. Adapun penyebab sebaran yang lebih luas dalam masyarakat yang menganggap hal tersebut merupakan hal yang bermanfaat, diketahui bahwa dikarenakan adanya anggapan di masyarakat yang menganggap bahwa Program BUMDes, seperti halnya usaha sewa tenda yang sangat membantu masyarakat dalam mempermudah dan meringankan biaya pada saat membutuhkan tenda ketika dibutuhkan dalam perayaan-perayaan acara bagi masyarakat di Desa Johar.
Tabel 40
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya
Program Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
akan menunjang kegiatan belajar-mengajar di PAUD tersebut untuk lebih baik lagi, serta juga dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar. Sedangkan terdapat juga 30.23% responden menganggap pengadaan APE untuk PAUD tersebut kurang penting dikarenakan mereka menganggap akan ada bantuan dari Pemerintah Daerah di masa akan datang untuk PAUD tersebut, sehingga Alokasi dana Desa dianggap kurang penting digunakan untuk PAUD tersebut.
Tabel 41
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Program Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD yang Bersumber Dari
Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
32 11
74.42 25.58
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
beranggapan pengadaan APE PAUD tersebut kurang bermanfaat, yang diketahui juga berdasarkan adanya anggapan bahwa APE tidak terlalu mempengaruhi proses belajar mengajar pada PAUD di Desa Johar.
Tabel 42
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya Program Bantuan Operasional TPA yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan tabel 42 dapat diketahui bahwa mayoritas responden (76.75 %) menganggap Program Bantuan Operasional TPA yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang penting. Hal tersebut diketahui bahwa bantuan yang diberikan dalam bentuk uang tunai dengan melihat kondisi anak-anak yang bersekolah di TPA tersebut yang rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu, dianggap dapat membantu perekonomian keluarga anak tersebut. Sealin itu terdapat pula 23.25 % responden menganggap Program Bantuan Operasional TPA yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang kurang penting.
Tabel 43
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Program Bantuan Operasional TPA yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Berdasarkan tabel 43 dapat diketahui bahwa mayoritas responden (86.05 %) menganggap Program Bantuan Operasional TPA yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang bermanfaat. Hal tersebut diketahui bahawa adanya anggapan dimasyarakat Desa Johar dimana Program Bantuan Operasional TPA akan sangat membantu perekonomian orang tua dalam hal memnuhi kebutuhan sekolah pada anak tersebut. Selain itu terdapat pula 13.95% responden yang menganggap Program Bantuan Operasional TPA yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan hal yang kurang bermanfaat karena tidak semua siswa di TPA tersebut merupakan anak tidak mampu, sehingga dana yang diberikan bisa saja disalah gunakan oleh orang tua siswa di TPA tersebut.
Tabel 44
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Tabel 45
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
35 8
81.39 18.60
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Tabel 46
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Pentingnya Program Pembinaan PKK yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Tabel 47
Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Manfaat Program Pembinaan PKK yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
5.2.3 Partisipasi Responden Terhadap Program-Program Pembangunan yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Salah satu indikator untuk menilai respon dalam penelitian ini adalah dengan melihat partisipasi responden terhadap program-program pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) pada tabel-tabel di bawah ini.
Tabel 48
Distribusi Responden Berdasarkan Partisipasi Langsung Dalam Program Pembangunan Saluran Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Tabel 49
Distribusi Responden Berdasarkan Penggunaan Saluran Beton Sebagai Program Pembangunan yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan taebel 49 dapat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat sudah menggunakan saluran beton, yakni 39 orang (90.70%) responden telah menggunakan Saluran Beton sebagai Program Pembangunan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Johar. Sedangkan terdapat pula 9.30% responden yang belum menggunakan fasilitas sarana Saluran Beton tersebut.
Tabel 50
Distribusi Responden Berdasarkan Partisipasi Langsung Dalam Program Pembangunan Rabat Beton yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
anggapan masyarakat yang tersebar berdasarkan tidak mendapatkan informasi tentang jadwal pembangunan saluran beton tersebut hingga sampai berlandaskan memang tidak ada keinginan. Terdapat juga 13.95% responden yang kurang berpartisipasi dengan hanya beberapa kali saja terlibat. Sedangkan hanya 4.65% responden yang selalu berpartisipasi dari awal hingga akhir proses pembangunan rabat beton tersebut. Adapun diketahui bahwa proses pembangunan srabat beton ini sendiri memang menggunakan jasa tenaga kerja, akan tetapi diberikan kesempatan bagi warga Desa Johar yang ingin ikut langsung membantu proses pembangunannya.
Tabel 51
Distribusi Responden Berdasarkan Penggunaan Rabat Beton Sebagai Program Pembangunan yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
2.
Sudah Menggunakan Belum Menggunakan
41 2
95.35 4.65
Jumlah 43 100.00
Sumber: Data Primer 2016
Tabel 52
Distribusi Responden Berdasarkan Partisipasi Dalam Program BUMDes (Penyewaan Sewa Tenda) Sebagai Program Pembangunan yang Bersumber
Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.
Berdasarkan tabel 52 dapat diketahui bahwa mayoritas responden (60.46%) belum berpartisispasi dalam Program BUMDes. Berdasarkan hal tersebut juga diketahui bahwa kebanyakan masyarakat di Desa Johar belum terlibat dalam Program BUMDes tersebut, disebabkan karena masih minimnya bentuk dari usaha turunan BUMDes itu sendiri yang masih hanya usaha sewa tenda saja. Sedangkan diketahui juga bahwa 39.54% responden telah berpartisispasi dalam BUMDes, dimana berdasarkan wawancara pada responden pada saat berlangsungnya penelitian, adapun keterlibatan tersebut ialah penggunaan sewa tenda yang merupakan bagian dari BUMDes.
Tabel 53
Distribusi Responden Berdasarkan Partisipasi Dalam Program Pembinaan dan Revitalisasi Posyandu yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
Berdasarkan tabel 53 dapat dilihat bahwa terdapat 28 orang (65.12%) responden yang belum pernah berpartisipasi dalam pembinaan Posyandu di Desa Johar, dikarenakan mereka tidak termasuk panitia Posyandu dan juga tidak pernah mengikuti Poyandu karena tidak lagi memiliki balita. Sedangkan terdapat 15 orang (34.88%) responden yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan Posyandu di Desa Johar, diantara mereka juga sebagai panitia Posyandu dan juga peserta Posyandu yang memiiliki balita.
Tabel 54
Distribusi Responden Berdasarkan Partisipasi Dalam Program Pembinaan PKK yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa (ADD)
No Kategori Frekuensi Presentase (%) 1.