Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji (psidium guajava L.)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

J. II. Pert.Indon. Vol 11 (1).2006

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (

Psidium guajava

L.)

Oleh : Susi Indriani*

ABSTRACT

ANTIOXIDANT ACTIVITIES OF THE EXTRACTS OF

Psidium guajava

L. LEAF

Antioxidant has an important role in healing some kind

of

dieses caused by excessive

oxidation reactions in human body. That leaf has benefit to resist diarrhea, anti inflammation,

and anti mutagenic, it is assumed it could be used as antioxidant. The research was aimed to

know the antioxidant activity of the extract of

Psidium guajava

leaf. The J oca I leaf was from

Ban tar Kambing area in Bogor. The methods were thiocyanate method and thiobarbiturlc acid

(TBA) method. The result showed that the leaf which had the best antioxidant potential was the

white local

Psidium guajava

leaf extracted fcv ethanoi 70% in a maceration manner. In the

thiocyanate method, the extract of white

Psidium guajava

leaf had protective factor near to

Vitamin £ or tocopherol, that Is 1,10 and tocoferol was 1,16. Antioxidative evaluation using the

TBA method showed that the highest activity was from ethanol extract of white

Psidium guajava

leaf could obstruct it up to 94,19

%

toward the control, however the actif constituents are

unknown. Phytochemical evaluation result showed that the

Psidium guajava

leaf are contained

tannin, phenol, flavonoid, quinon, end steroid.

Keywords: antioxidant,

Psidium guajava

ABSTRAK

(2)

J. II. Pert.Indon. Vol 11 (1).2006

antioksidan, tetapi komponen aktif yang mempunyai aktivitas antioksidan belum diketahui. Hasil

pengujian fitokimia ekstrak daun jambu bji menunjukkan bahwa golongan senyawa yang

terdapat dalam ekstrak adalah tanin, fenol, flavonoid, kuinon, dan sterord.

(3)

unep unep uey

unep ,

unep

uep

unep

unep eped

unep

unep eped

unep

unep

were uep

unep

pue

dn

pue 3

Aq

pue

aq

(4)

2006

I

BAHAN DAN

jambu biji dari beberapa jenis, di jarnbu biji lokal jambu biji itu ada yang mempunyai daging buah putih ada yang berwarna merah. Dalam penelitian ini daun jambu biji yang digunakan

dari jenis jambu biji lokal yang buah putih dan mera Pemilihan jenis jambu biji lokal didasarkan pada kebiasaan masyarakat yang lebih

menggunakan jarnbu biji lokal untuk obat tradisional. Daun diperoleh dari pohon jambu biji yang ada di

pekarangan dalam keadaan Daun yang

terkumpul kemudian dibersihkan dan dikeringkan dengan pengeringan konvensional yaitu dengan

dijemur di bawah selama 2 hari

sehingga diperoleh daun jarnbu biji yang siap diekstraksi.

Ekstraksi

dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70 dan air dengan

nisbah 1 : 10 pada suhu selama 24 jam. dan dipekatkan dengan rotari evaporator vakum pada suhu 70 sarnpai

menguap. ekstrak yang diperoleh

menjadi stok ekstrak.

Uji aktivitas antioksidan kimia dengan

tiosianat 1996)

Ekstrak daun jarnbu biji diuji aktivitas

dalam Sebanyak 200 ppm

sampel ekstrak antioksidan dilarutkan dalam ernulsi 2

linoleat 50 dalam etanol 2

panjang gelombang 500

nm.

absorbans

sebagai bilangan peroksida.

aktivitas antioksidan secara kimia

et 1993)

Ekstrak daun jambu biji diuji aktivitas dalam emulsi. Sebanyak 200 ppm ekstrak antioksidan dilarutkan dalam emulsi 2

linoleat 50 dalarn etanol 2

bufer fosfat M pH dan 1 air ion.

Carnpuran diinkubasi pada suhu 40 selama 6 hari

atau terjadi tingkat oksidasi linoleat tingkat oksidasi linoleat maksimum, dari setiap campuran reaksi diambil 1 kemudian ditambahkan 2

asetat (TCA) 20 2

(TBA) 1 dalam pelarut asetat 50

campuran reaksi disimpan pada air yang bersuhu 100 selama 10

dilakukan sentrifugasi pada 3000 rpm selama 20

itu diukur absorbansnya dengan spektrofotorneter pada panjang gelombang

532 nm.

Sebagai standar, stok pereaksi

tetrametoksi propane (TMP) konsentrasi 6 M

dibuat Setiap

tingkat konsentrasi sebanyak 4 ke dalam tabung reaksi (untuk bfanko digunakan 4

akuades) ditambahkan 1 TBA 1 dalam

pelarut asetat 50 Kemudian campuran reaksi disimpan pada air yang bersuhu

95°C

selama

60 dan didinginkan pada suhu

kamar. dalam tabung ditambahkan

akuades dan n-butanol

selanjutnya tabung dan pada

3000 rprn selama 15 diambil dan

absorbansnya dengan spektrofotometer pada

panjang gelombang 532 nm.

Kimia, dan Ekstrak

HASIL

DAN PEMBAHASAN

daun jambu

biji

Uji fitokirnia jenis daun

rnenunjukkan kandungan senyawa dalam

kedua jenis daun secara yaitu

mengandung senyawa dan steroid

yang sedikit flavonoid, dan

hidrokuinon, tetapi tidak menunjukkan adanya alkaloid dan triterpenoid Akan tetapi daun jambu biji juga

mengandung senyawa-senyawa

triterpenoid, ini dapat diseba bkan oleh

(5)

kuantitatif akan menghasilkan nilai

yang lebih cermat daripada kua yang

hanya mengandalkan visualisasi sehingga tidak

dengan jelas adanya senyawa

pada saat fitokimia dilakukan. Hal lain yang dapat mempengaruhi kandungan senyawa dalam

adalah yang

dipengaruhi oleh jenis hujan, iklim,

intensitas ketinggian dan lingkungan

sekitar tumbuhnya, selain itu juga

oleh umur sehingga kandungan

senyawa dan komposisinya dapat berbeda-beda. karena diperlukan standarisasi dalam budi pascapanen dan han atau ekstra ksi lebih lanjut dari obat agar menghasilkan ekstrak dengan kandungan senyawa bioaktif yang terstandar.

1. Fitokimia daun jambu merah dan daun adalah pelaru t yang biasa digunakan oleh

dalam berkhasiat obat.

Pelarut air dan etanol 70 adalah pelarut yang diperbolehkan digunakan untuk industri dan agar produk yang dihasilkan arnan untuk dikonsumsi

.

ekstrak dari keempat jenis ekstrak rnempunyai nilai yang cukup tinggi, dirnana ekstrak air lebih tinggi daripada ekstrak etanol. Hal ini dapat disebabkan oleh senyawa-senyawa dari daun jambu biji yang dalam air lebih daripada yang dapat dalam etanol, sedangkan perbedaan jenis daun jambu biji tidak mempengaruhi rendernen ekstrak.

2. Pengukuran ekstrak daun jarnbu biji

Jenh

Ekstrak Daun Jambu Merah Daun Jambu Ekslrak Air Daun Jarnbu Ekstrak Daun Jarnbu

Aktivitas antioksidan daun jambu biji

aktivitas antioksidan dapat dinyatakan dalam periode induksi dan faktor protektif. Periode induksi adalah waktu yang diperlukan untuk

mencapai nilai ketetapan Chen (1995)

periode induksi dinyatakan dalam waktu yang dibutuhkan untuk mencapai nilai absorbansi

0.300 pada panjang 500 Faktor protektif dalam penelitian ini dinyatakan sebagai antara periode induksi (hari) dengan periode induksi kontrol atau

penambahan antioksidan

Pengujian ekstrak daun

jambu biji menggunakan tiosianat, ekstrak etanol dari daun jambu biji putih lokal

aktivitas yang

tokoferol walaupun masih di bawah

kemampuan aktivitas antioksidan tokoferol. Ekstrak etanol daun jambu biji putih lokal mempunyai faktor

protektif sebesar sedangkan tokoferol

mempunyai faktor protektif 1/16. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun jambu putih

tokoferol tidak berbeda

dengan kontrol. Ekstrak etanol dan ekstrak air dari daun jambu biji rnerah lokal ekstrak air dari daun jambu biji putih lokal mempunyai faktor protektif

1 , dengan dernikian dapat diasumsikan ketiga

ektrak mempunyai aktivitas

menghambat reaksi pada pengujian

menggunakan (Gambar 1 dan

3 ) .

Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji dengan

Jenis Ekstrak Periode Faktor Pro

Pengujian aktivitas antioksidan dengan

TBA didasarkan pada pengukuran kadar rnalonaldehida (MDA)

yang

merupakan produk akhir dari reaksi lipid peroksida. MDA merupakan senyawa diaidehida tiga yang reaktif. MDA yang dihasilkan dapat diukur dengan uji TBA karena MDA

(6)

gelombang 532 nm. Sebagai standar digunakan TMP sehingga dapat diukur kadar MDA yang terbentuk. merupakan senyawa turunan yang cukup Pengukuran aktivitas antioksidan dengan

menggunakan TBA ini dilakukan

tingkat oksidasi linoleat maksimum karena pada saat itu juga terbentuk MDA

yang dari reaksi oksidasi lipida.

Gambar 1. Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji dengan tiosianat

Tingkat oksidasi lipida maksirnum dapat

diketahui dengan linoleat selama

hari, kemudian diukur absorbansinya setiap 2 hart menggunakan tiosianat. Dari hasil pengukuran diperoleh tingkat oksidasi linoleat maksimum pada hari ke 4 (Gambar 2).

Pengujian mengguna kan TBA

dilakukan atau 2 hari

linoleat rnaksimum, sehingga pengujian dilakukan pada hari ke 6 inkubasi

Pada pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji menggunakan TBA, ekstrak

daun jambu biji putih mampu

rnenghambat reaksi oksidasi

lebih tinggi daripada aktivitas antioksidan tokoferol

yang hanya menghambat reaksi

lipida sarnpai ekstrak

lainnya yaitu ekstrak air daun jambu biji putrh lokal, ekstrak etanol daun jarnbu biji merah dan ekstrak air daun jambu biji merah lokal mempunyai

peng rea oksidasi lebih

dari tokoferol, yaitu masing-masing sebesar dan yang terendah

Ekstrak etanol daun jambu biji merah lokal juga mempunyai kemampuan penghambatan reaksi oksidasi lipida yang mendekati kemampuan tokoferol.

Dari hasil pengukuran standar

tetrametoksi diperoleh regresi linear

= - 0,0062, sehingga dapat dihitung

persamaan regresi

kadar

MDA dari hasil pengujian TBA untuk masing-masing ekstrak

pada 5.

4. Aktivitas antioksidan ekstrak daun pada konsentrasi 200 ppm dengan btji terhadap pembentukan malonaldehtda

Kadar MDA

(7)

Vol. 11 (1). 2006

ternyata mempunyai aktivitas antioksidan berbeda, sehingga dapat diduga

bahwa kandungan tidak

antioksidan.

dari ekstrak etanol daun jambu putih lokal ini mungkin diperoleh senyawa aktif fenol,

flavonoid, Pekkarinen et

senyawa turunan fenol yang

aktif sebagai Selain itu,

flavonoid juga merupakan salah satu

antioksidan alami (Hudson, 1990). Flavonoid yang umumnya terdapat dalam tumbuhan dan mempunyai khasiat, antara lain sebagai antioksidan (Achmad, 1990).

Ekstrak etanol daun jarnbu biji putih lokal juga

fisika, dan untuk

rnengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak tersebut, juga apakah ekstrak

baik digunakan sebagai uji. Dari hasil

pengamatan bahwa ekstrak etanol daun

jambu biji putih lokal mengandung senyawa

steroid yang tinggi senyawa fenol

hidrokuinon, flavonoid dan Ekstrak

juga tidak mengandung mikroba dan (Pb,

Cu, As) yang kesehatan karena dari

hasil pengamatan menunjukkan hasil negatif.

ekstrak daun jambu biji putih lokal dapat diaplikasikan sebagai

satu

alternatif antioksidan alami, baik dalam produk

maupun obat herbal.

KESIMPULAN

Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji baik menggunakan tiosianat

rnaupun menunjukan hasil bahwa ekstrak

etanol daun jambu biji putih tokat mempunyai daya antioksidan lebih baik. Uji aktivitas antioksidan menggunakan tiosianat menunjukkan bahwa

ekstrak etanol jambu biji putih lokal mempunyai

faktor protektif rnendekati atau

tokoferol yaitu sebesar sedangkan fa ktor protektif tokoferol sebesar Pada pengujian menggunakan TBA, ekstrak etanol dari daun jambu biji putih lokal dapat menghambat oksidasi lipida sampai terhadap kontrot yang tidak diberi antioksidan. Pengujian fitokimia ekstrak menunjukkan bahwa senyawa terdapat dalam ekstrak daun jambu biji adalah senyawa tannin, flavonoid, kuinon dan steroid. ditetiti lebih lanjut untuk mengetahui aktif

mempunyai aktivitas antioksidan daun

jambu biji.

DAFTAR

Achmad, S.A. 1990. Flavonoid, kegunaan dan prospek. Phytornedica 12 : 24-25.

Chan,

W.S.,

Levett, G. Autooxidant of methyl linoleat. Separation and analysis of isomeric mixtures of methyl linoleat hydroperoxides and methyl hydroxylinoleates. Lipids 1977, 12,

99-104.

Hudson, B.J.F. 1990. Food Applied Science, London.

& N 1993. Antioxidant Effect of Some Ginger Constituents. Journal of Food

Science 58: 1407-1410.

Matsuo, T., Hanarnure, N., K., Y.,

and I. 1993. of (+) gallocatechin as a-bio antimutagenic

corn pou nd in leaves. Phitochemistry 36 : 1027-1029.

Mulyono, M.W., Supriyatna, T., dan

Surniwi, 1994. Studi Fitokimia Fraksi Antidiare Jambu Biji

L). Penelitian Lembaga

UNPAD,

F.A., Rao, and E.R.

Anti inflammatory and analgesic activities of

the essential oil of Chemical

Abstract 127 :

Sidik. 1997. Asal Tumbuhan.

Figur

Tabel 1. Fitokimia daun jambu biji merah dan daun jambu biji putih
Tabel 1 Fitokimia daun jambu biji merah dan daun jambu biji putih . View in document p.5
Tabel 3. Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji dengan metode tlosianat
Tabel 3 Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji dengan metode tlosianat . View in document p.5
Tabel 5. serta
Tabel 5 serta . View in document p.6
Gambar 2. Tingkat
Gambar 2 Tingkat . View in document p.6
Gambar 1. Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji dengan metode tiosianat
Gambar 1 Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji dengan metode tiosianat . View in document p.6
Tabel 5. Pengaruh pemberian ekstrak daun jambu btji terhadap pembentukan malonaldehtda
Tabel 5 Pengaruh pemberian ekstrak daun jambu btji terhadap pembentukan malonaldehtda . View in document p.6

Referensi

Memperbarui...