UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 28 MEDAN TAHUN AJARAN 2016/2017.

24 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL PADA

SISWA KELAS VII SMP NEGERI 28 MEDAN TAHUN AJARAN 2016/2017

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi sebagai syarat-syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan

OLEH

Muhammad Tarmizi Rambe NIM : 6113311089

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM...

KU PERSEMBAHKAN INI KEPADA :

UMAKKU TERSAYANG,

AYAHKU TERSAYANG

ABANG DAN ADEK-ADEK KHU

MEREKA YANG SELALU MEMBERIKAN WAKTU UNTUK

CURHAT, DAN TIADA KATA MENGELUH UNTUK MENDENGAR

SEMUA KELUHANKU...

GOGOMI MADA AMANG PAGINJANG PIKIRANKU

DO’AMI MADA INANG TONDI NI SEMANGATKU

HOMU DO DALANKU LAO MANDAPOTKON SARJANAKU

SEMOGA UMURMU DI PANJANGKAN MAKK,

SEMOGA REZEKI MU DI LANCARKAN...

SEMOGA SEMUA DI BERKAHI OLEH ALLAH SUBHANAWATA’ALA

TIADA YANG LAIN BISA KU UCAPKAN

HANYA TERIMAKSIH DAN DO’AKU UNTUK MU...

(5)

I ABSTRAK

Muhammad Tarmizi Rambe Nim: 6113311089.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Permainan Tradisional Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 28 Medan Tahun Ajaran 2016/2017

(Pembimbing :EVA FARIDA)

Skripsi : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED 2016

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh dengan menggunakan Permainan Tradisional. Pada Siswa Kelas VII2 SMP Negeri28 Medan Tahun Ajaran 2016/2017.Penelitian ini adalah siswa kelasIIV2yang menjadi sampel dengan jumlah siswa sebanyak 30siswa yang akan diberikan tindakan berupa pembelajaran Lompat Jauh dengan menggunakan permainan tradisional. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan tes hasil belajar di akhir setiap siklus yang berbentuk aplikasi penilaian teknik dasar dasarLompatJauh. Dengan pelaksanaan penelitian tes hasil belajar ini dilaksanakan selama dua minggu atau dua kali pertemuan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data dan paparan data.

Hasil penelitian menyimpulkan : (1) dari tes hasil belajar siklus I diperoleh sebanyak 20 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar (66,6%) telah mencapai tingkat ketuntasan belajar sedangkan10orang siswa (33,4%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar. Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah adalah 72,08. Namun belum memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal yang diharapkan yaitu 85%. (2) dari tes hasil belajar siklus II diperoleh data sebanyak 27 orang siswa dengan nilai setelah dikonfersikan sebesar (90%) yang telah mencapai ketuntasan dalam belajar dan 3 orang siswa (10%) masih belum tuntas. Dengan nilai rata-rata hasil belajar setelah adalah 76.88.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lompa Jauh Gaya Jongkok Melalui Permainan Tradisional Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Medan T.A 2015/2016” dapat terselesaikan walaupun dalam wujud yang sangat sederhana. Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan.

Selama penyusunan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan,

2. Bapak Dr.Budi Valianto , M.Pd, selaku Dekan FIK Unimed, 3. Bapak Drs. Suharjo, M.Pd, selaku Pembantu Dekan I FIK Unimed,

4. Bapak Syamsul Gultom, S,KM, M.Kes, selaku Pembantu Dekan II FIK Unimed,

5. Bapak Drs. Mesnan, M.Kes, AIFO selaku Pembantu Dekan III FIK Unimed, 6. Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.Kes, selaku Ketua Jurusan PJKR

7. Bapak Usman Nasution S Pd, M.Pd, selaku Sekretaris Jurusan PJKR,

(7)
(8)

iv

1. Hakekat Pendidikan Jasmani... 9

2. Hakekat Hasil Belajar... 14

3. Hakekat Lompatjauh... ... 16

4. Hakekat Lompatjauhgayajongkok... 18

5. Hakekat Permainan tradisional ...25

B.Kerangka Berpikir ... 29

C.Hipotesis... ... 30

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ... 31

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 31

B. Objek dan Subjek ... 31

C. Metode Penelitian... 31

(9)

v

E. Instrumen Penelitian... 36

F. Teknik Analisis Data ... 37

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Deskripsi data penelitian……….….... 40

B. Hasil penelitian……….... 41

C. Pembahasan hasil penelitian……….... .52

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan………....54

B. Saran………...54

DAFTAR PUSTAKA...56

(10)

vi

DAFTAR TABEL

1. Indikator penilaian Lompat Jauh ... 37

2. Nilai proses deskriptor... 40

3. Deskripsi hasil siklus I ... 44

4. Deskripsi hasil siklus II ... 50

5. Lembar obser vasi guru... ... 64

6. Lembar obser vasi Siswa. ... 67

7. Nilai proses hasil belajar(siklus I)... ... 69

8. Data nilai ketuntasan hasil belajar siklus I... ... 74

9. Nilai proses hasil belajar(siklus II)...75

10. Data nilai ketuntasan hasil belajar siklus I... ... 76

(11)

vii

DAFTAR GAMBAR

1. Tahap awal lompat jongkok ... 58

2. Tahap tolakan lompat jongkok ... 61

3. Tahap melayang lompat jongkok... 64

4. Tahap mendarat lompat jongkok... 67

5. Permainan lompat engklek... 27

6. Permainan lompat tali... 28

7. Permainaan lompat karung... 29

(12)

viii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Rpp... ... 45

2. Lembar observasi guru siklus I... 47

3. Lembar observasi siswa siklus I... 64

4. Lembar observasi guru siklus II... 67

5. Lembar observasi siswa siklus II... 69

6. Nilai proses hasil belajar siklus I... 72

7. Data nilai ketuntasan hasil belajar siklus I... 75

8. Nilai proses hasil belajar siklus II... 76

9. Data nilai ketuntasan siklus II... 77

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Suatu realita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari bahwasannya di dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada bidang studi Pendidikan Jasmani, masih banyak guru yang belum memberdayakan seluruh potensinya dalam mengelola pembelajaran baik dalam menguasai materi maupun dalam menggunakan media pembelajaran melainkan hanya menggunakan talk and chalk (berbicara dan kapur tulis), sementara materi-materi dalam Pendidikan Jasmani (Penjas) dilakukan tidak hanya di dalam ruangan saja (kelas) yang dalam arti teori melainkan juga praktek di lapangan.

(14)

2

Hal ini sering kita jumpai dalam KBM bidang studi Penjas yang efeknya dapat mengkondisikan siswa dalam situasi Duduk Diam Catat Hafal (DDCH). Hal ini tentu bertentangan dengan tujuan pengajaran Pendidikan jasmani yang sangat kompleks yang seharusnya bertujuan untuk meningkatkan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan sosial, melainkan hanya aspek kognitifnya. Di samping itu, hal ini tentu bertentangan dengan harapan masyarakat (orang tua anak) yang menginginkan anak–anaknya tumbuh lebih kreatif, dapat menggunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya secara efektif dalam pemecahan masalah–masalah sehari-hari yang kontekstual.

Secara umum kegiatan pembelajaran penjas melibatkan aktivitas fisik, demikian halnya dalam belajar lompat jauh. Salah satu faktor keberhasilan guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan dipengaruhi oleh metode atau gaya mengajar. Metode mengajar diartikan sebagai cara yang dipilih guru untuk berinteraksi dengan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga materi yang diajarkan dapat dikuasai dengan baik. Metode mengajar yang sesuai dalam pelaksanaan pembelajaran akan membantu siswa untuk menguasai materi yang diajarkan sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai.

(15)

3

pengulangan. Anak mengkonsolidasikan keterampilannya yang harus diwujudkan dalam berbagai permainan dengan nuansa yang berbeda. Dengan cara ini anak memperoleh pengalaman tambabahan untuk melakukan aktivitas lain. Melalui permainan anak dapat menyatakan kebutuhannya tanpa dihukum atau terkena teguran misalnya bermain boneka diumpamakan sebagai adik yang sesungguhnya, Semiawan (2002).

Bermain adalah kegiatan yang dilakukan untuk menimbulkan kesenangan, Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenanganfungsional. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja, yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan.

Saat ini, sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan, olah raga, drama, seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal

(16)

4

moyang kita. Namun pewarisan itu sendiri selalu mengalami perubahan sesuai dengan perubahan zaman dan perkembangan kebudayaan.

Seperti halnya juga dengan materi pembelajaran lompat jauh dalam penyampaian materinya kepada siswa, guru memerlukan metode yang tepat agar siswa tidak mudah bosan dan kurang bersemangat dalam pembelajaran tersebut. Bila guru Penjas menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajarannya tentu itu akan menarik minat serta perhatian siswa terhadap pembelajaran tersebut dan bila siswa mulai menaruh minat dalam pembelajaran tersebut maka siswa pasti akan lebih mudah memahami dan mengerti tentang pembelajaran tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan di SMP Negeri 28 Medan serta informasi yang diperoleh dari guru Penjas, bahwasannya selama ini guru Penjas dalam proses pembelajarannya menggunakan metode demonstrasi yaitu guru setelah memberikan penjelasan kepada siswanya langsung mempraktekkan apa yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun dampak dari apa yang diterapkan guru selama ini yaitu bahwasannya tidak semua siswa akan mudah memahami dan mengerti tentang materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Karena tidak semua siswa menaruh perhatian yang penuh terhadap apa yang disampaikan dan dipraktekkan oleh gurunya.

(17)

5

Sehingga dengan metode dan media pembelajaran yang digunakan selama ini membuat siswa cepat merasa bosan dan kurang bersemangat dalam pembelajaran lompat jauh tersebut. Dan itu juga mempengaruhi terhadap hasil belajar yang didapat siswa selama ini. Dalam pembelajaran Penjas, sekolah telah menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada nilai siswa yaitu 75, namun masih banyak siswa yang memiliki nilai rata-rata yang rendah .

Pada materi pembelajaran lompat jauh teknik dasar yang paling sulit dipahami oleh siswa untuk mempraktekkannya dengan tepat adalah teknik bertumpu. Dimana siswa kadang terlihat kesulitan untuk meletakkan kakinya dengan tepat pada balok tumpuan pada saat akan melakukan tolakan. Karena masih banyak siswa yang kadang ragu-ragu pada saat akan bertumpu dan bahkan kadang kakinya melewati balok tumpuan. Serta siswa juga kadang tidak melakukan teknik bertumpu sesuai dengan proses yang sebenarnya misalnya posisi badan yang tepat pada waktu bertumpu, cara menapakkan kaki dan posisi kaki ayun sesuai dengan teknik yang benar yang harus dilakukan. Kadang siswa kurang begitu paham mengenai masalah itu.

Selama ini guru penjas dalam penyampaian materi lompat jauh kurang menjelaskan secara detail mengenai cara yang tepat pada saat melakukan tumpuan misalnya posisi badannya dan cara menapakkan kakinya dengan benar. Sehingga itu menimbulkan kesalahan persepsi pada siswa, dan juga menimbulkan kesulitan pada siswa pada saat akan bertumpu.

(18)

6

saat siswa mempraktekkan apa yang telah dijelaskan oleh gurunya. Informasi yang diperoleh dari guru Penjas dari 30 siswa yang ada dikelas VII hanya ada 14 siswa yang paham tentang teknik bertumpu. Berarti dari data tersebut sekurangnya hanya sekitar 46.7 % dari jumlah siswa yang ada yang berhasil memahami mengenai tentang teknik bertumpu pada materi lompat jauh. Namun nilai itu belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal secara klasikal yang ditetapkan sekolah yaitu sekitar 85 % dari keseluruhan siswa.

Belum diketahui secara pasti penyebab dari kesulitan siswa untuk melakukan teknik bertumpu dengan baik. Mungkin karena kurang jelasnya penjelasan yang diberikan guru mengenai teknik bertumpu tersebut atau kurang perhatian siswa mengenai teknik bertumpu tersebut .

Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya adalah motivasi, minat, bakat, semangat, kondisi fisik, sarana atau media pembelajaran, guru, dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dan lain-lain. Menyadari hal tersebut, perlu adanya suatu pembaharuan dalam pembelajaran untuk memungkinkan siswa dapat mempelajari penjas khususnya materi lompat jauh menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih bermakna, efektif dan menyenangkan.

Untuk itu diperlukan suatu cara agar siswa dapat menguasai gerakan lompat jauh dengan benar sehingga akan menghasilkan lompatan yang maksimal. Salah satunya adalah melalui Permainan Tradisional.

(19)

7

Jongkok Melalui Permainan Tradisional Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 28 Medan Tahun Ajaran 2015/2016 ”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapatlah dibuat suatu gambaran tentang permasalahan yang dihadapi, dalam penelitian ini masalah yang diteliti dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Rendahnya nilai belajar siswa terutama dalam pembelajaran Lompat jauh SMP Negeri 28 Medan Tahun Ajaran 2015/2016.

2. Kurangnya inovasi dan kreatifitas guru dalam pembelajaran untuk pencapaian ketuntasan belajar siswa.

3. Masih banyak siswa yang belum memahami materi Lompat jauh 4. Masih banyak siswa yang kurang serius dalam pembelajaran .

C . Pembatasan Masalah

(20)

8

D . Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti adalah : ” Apakah Melalui permainan Tradisonal dapat meningkatkan hasil belajar

lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VII SMP Negeri 28 Medan Tahun ajaran 2015/2016 ”.

E . Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Permainan Tradisional Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 28 Medan Tahun Ajaran 2015/2016

F . Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini diharapkan :

1. Untuk guru pendidikan jasmani hasil penelitian ini bermanfaat sebagai sumber informasi dalam menggunakan media pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar.

2. Untuk memberikan penjelasan tentang pengaruh pembelajaran khususnya dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

(21)

54 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan gaya mengajar Inklusi menggunakan media yang dimodifikasi dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas IX SMP Negeri 28 Medan Tahun Ajaran 2016/2017’’.

B.Saran

Sebagai saran yang dapat diberikan peneliti adalah sebagai berikut:

a. Disarankan kepada guru pendidikan jasmani SMP Negeri 28 Medan untuk mempertimbangkan permainan tradsional dengan materi yang disesuaikan karena hal ini dapat membangkitkan semangat siswa.

b. Dari hasil penelitian ditemukan kebanyakan siswa tidak berani mengajukan pendapat ataupun pertanyaan tentang hal-hal yang belum dimengerti secara langsung, maka disrankan tentang hal-hal yang belum dimengerti secara langsung, maka disarankan kepada guru yang akan melaksanakan permainan tradisional ini diharapkan dapat mempelajari bagaimana cara memotivasi siswa untuk berbicara atau bertanya.

(22)

55

(23)

56

DAFTAR PUSTAKA

Agus S. Suryosubroto,(2004) Diktat sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani, Yogyakarta : FIK UNY

Aip Syarifudin. (1992). Atletik. Depdikbud.

Arma Abdullah & Agus Madji (2004) Dasar dasar Pendidikan Jasmani , Jakarta :Depdikbud

Dimiyanti dan Mujiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Rineka Cipta.

Djumidar ,A.Widya (2006) Gerak-gerak Dasar Atletik Dalam Bermain, Jakarta, Prasindo Persada

Eddy Purnomo (2011) Dasar-dasar Gerakan Atletik . Yogyakarta. Alfamedia Gerry A.Carr. (2003). ATLETIK untuk sekolah, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran.

Husdarta, Yudha M. Saputra. (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran guru SLTP Setara D III.

Kosasih, Engkos (1992). Olahraga dan Program Latihan. Akademi Prasindo. Jakarta

Lutan, Rusli. (2000). Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran guru SLTP Setara D III.

Mayke S.Tedjasaputra.2001.Bermain, Mainan dan Permainan .Jakarta:PT Gramedia Widisarana Indonesia

Mark Guthrie. (2008). Sukses Melatih Atletik. Jogjakarta: Pustaka Insan Madani. M. Nasir (1983) Metode Penelitia , Ghalia Indonesia Bogor

Nadisah (1992 ) Pengembangan Kurikulum Pendidikan jamsni dan kesehatan . Jakarta : Depdikbud

Nana Sudjana. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Roji ( 2004 ) Pendidikan Jamani Dan Kesehatan SD . Jakarta Depdiknas

(24)

57

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor - faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta

Suharsimi Arikunto. (2006). PROSEDUR PENELITIAN Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi IV).Jakarta: PT Rineka Cipta

Suprijanto. (2005). Pendidikan Orang Dewasa dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryosubroto B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta.Rineka Cipta.

Sutikno. 200. Belajar dan Faktor - faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Cipta

Syarifuddin. (1992). Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Surya Moh. ( 2008). Hakikat Belajar.

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/hakikat-belajar.

Susilo. (2009). Prinsip dan Teori Dasar Penelitian Pendidikan. Jakarta: Poliyama Widya Pustaka.

Wawan S. Suherman. (2004) Kurikulum berbasis Kompetensi pendidikan Jasmani teori Dan praktek Pembangunan . Yogyakarta. FIK UNY Tim Penyusun. (2007). Pedoman Penulisan Skripsi. FIK.UNIMED.

Winkel. (1991). Pengertian Pembelajaran.

http://joegolan.wordpress.com/2009/04/13/pengertian-belajar.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...